Author : Melody-Cinta
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Gaara x Sakura H.
Genre : Romance / Fantasy
Langue : Indonesian
.
Snow Never Make Sakura Dead Again
.
( Normal POV )
Tep!
Gaara menaruh sebuah pot bunga di meja samping tempat tidurnya. Apa hanya pot bunga? Tentu saja tidak, ada sebuah pohon kecil didalamnya. Pohon Sakura.
Gaara menatapnya lama, lalu dia mengambil tongkat saljunya. "Wissy" Mantra pun diucapkan oleh Gaara. Salju-salju kecil pun jatuh ke pohon sakura miliknya dengan halus. Sangat halus. Gaara memang sengaja memakai salju yang halus. Dia tidak ingin… Kau tau kan? Sakura mati.
Gaara mulai tiduran di tempat tidurnya yang empuk. 'kuharap aku juga bisa memberikanmu salju yang lembut dan halus Sakura'. Dia menarik pelan selimut putihnya dan tidur.
.
( Sakura POV )
Aku sudah berada di depan pintu kamarku, aku memegang gagang pintuku. "Aku harus berusaha lebih keras! Tidak ada lagi bantuan!"
Aku pun membuka pintuku.
"Hai Sakura!"
Aku menatapnya heran, "Ga-Gaara? Sedang apa kau disini?"
"Mengajakmu berangkat bersama?" Tanyanya ragu,
Aku tersenyum, "Baiklah, tunggu sebentar ya!" Kataku sambil mengunci pintu kamarku, "Ayo!"
Aku berjalan berdampingan dengan Gaara, Jangan berpikir macam-macam ya! Aku menerima ajakannya karena memang istanaku dan istananya berdekatan.
Tep.
Aku melihat Sasuke berjalan didepan kami,
"Sa-Sasuke, pagi!" Sapaku padanya,
( Gaara POV )
"Hn." Balas Sasuke cuek,
Sakura mendekat kearahnya, aku hanya mengikutinya,
"Apa mau berangkat bersama kami?" Tanya Sakura,
"Boleh," Jawab Sasuke datar,
Sakura dan Sasuke pun saling mengobrol,
Sepertinya aku… Tidak diperdulikan.
( Sasuke POV )
"Sasuke-kun paling suka warna apa?" Tanya Sakura padaku,
"Biru," Jawabku singkat, sebenarnya aku ingin berbicara banyak pada Sakura, tapi kau tau kan? Gengsiku terlalu besar untuk melakukan itu.
"Oh, ya, Sasuke, apa kau punya kakak?" Tanya Sakura lagi,
Aku terdiam, kakak… Aku memang sempat memilikinya.
Tak terasa, kami sudah sampai di istanaku,
"Aku masuk dulu," Ucapku, Mereka mengangguk.
Krieek..
Aku masuk ke ruanganku, ruangan dengan dinding aqua dan lantai berwarna dark blue.
Aku duduk di kursiku. Aku memandangi pemandangan diluar, aku melihat tanah.
"Aniki…" Kataku pelan, iya, dulu kakakku adalah dewa tanah.
( Sakura POV )
Aku terus berjalan dalam diam,
"Um.. Sakura.." Panggil Gaara, aku menoleh,
"Hm? Ada apa Gaara?" Tanyaku padanya,
"Apa kau menyukai Uciha?" Tanya Gaara lagi,
"…" Aku tidak menjawab, "Kalau iya kenapa? Kalau tidak kenapa?" Tanyaku
Tiba-tiba saja Gaara sudah memegang kedua lenganku,
"Karena aku menyukaimu!" Jawabnya lantang,
Aku kaget, perasaanku campur aduk, kaget,sedih,senang mungkin? Tapi aku bingung!
Dengan segera aku melepas kedua lenganku dari Gaara. Aku menangis sambil berlari menuju istanaku.
( Gaara POV )
"Sakura.. Maaf.." Ucapku lirih, aku tau, tidak berguna berkata maaf sekarang, dia sudah pergi. Kau ingat itu Gaara?
Aku masih berjalan pelan menuju istanaku yang tinggal beberapa meter lagi.
Kau ceroboh Gaara! Seharusnya kau tidak mengatakan itu pada Sakura! Bunga yang kau sayangi.
( Sakura POV )
Braak!
Aku menutup kasar pintu ruanganku. Aku terduduk di depan pintu itu. Tidak kusangka.. Gaara.. Yang selama ini kuanggap saudara.. Menyukaiku.
Aku masih menangis, aku tidak tau kenapa aku menangis, aku juga tidak tau jenis apakah tangisanku ini, tangisan sedih, tangisan terharu, atau tangisan lainnya.
Tok.. Tok..
Seseorang mengetuk pintuku, aku tidak menjawab, masih menangis.
"S-Sakura? Ada apa d-denganmu?" Tanya seseorang disana.
Suara itu.. Suara Hinata-chan! Aku menghapus air mataku dan membuka pintu.
Terlihat Hinata berdiri dengan muka khawatir.
Aku tersenyum, "Tidak apa-apa kok!" Jawabku
Wajah Hinata semakin khawatir, "Sepertinya kau sedang menangis Sakura?" Tanya Hinata
"A-Aku tidak apa-apa kok Hinata-chan, ada apa kesini?" Tanyaku
"I-Itu, Ada yang ingin menemuimu Sakura. Dia tadi datang ke istanaku. Awalnya dia kira itu istanamu. Karena dia menjelaskan ingin menemuimu, aku mengantarkannya kesini" Jawab Hinata
"Oh begitu, lalu? Mana dia?" Tanyaku penasaran,
"Disini Sakura!" Teriak seseorang yang muncul dari belakang Hinata,
"Ino!" Teriakku kaget saat melihat sahabat baikku.
"Um.. Kalau begitu aku pergi dulu ya Sakura. Ja ne!" Kata Hinata
"Ja ne!" Kataku balik,
Ino masuk ke ruanganku, "Waah! Ruanganm bagus sekali Sakura!" Kagum Ino
"Hihi.. Bagus kan?" Kataku bangga, Ino mengangguk setuju.
.
( Gaara POV )
Krieeek
Pintu kamar Gaara pun terbuka.
Dia menaruh semua jubahnya di tempat yang seharusnya.
Gaara melihat pohon Sakura yang telah dia jatuhi salju yang halus.
"Pohon itu.. Mati." Kata Gaara singkat,
Pohon itu mati sama seperti perasaan Sakura yang kini mati karenanya. Setidaknya, itu yang dipikir Gaara.
.
TBC
.
Chap 3 akhirnya selesai juga. Walaupun pendek, tapi aku harap kalian suka.
Review?
