Judul: crack pair 3

Pair: baekyeol(masak mau ganti?)

Genre: yaoi

Yg bikin masih depo leedong donghae yg kece sebadai badainya deh…..

Mintak doanya biar nih chapter g panjang2 yah….tp jg g kecepetan kayak kereta eksekutif dan g selambat angkutan umum dimalang yg sering kena macet….

….

Chanyeol POV

Keesokan harinya aku dan si kecil tengah bersiap siap untuk pergi. Setelah setengah jam kami berisap2, akhirnya kita berangkat juga. Meskipun tadi sempat si makane merengek ingin ikut dan menagih janjinya padaku, tetapi dengan cepat kai menguncinya dikamar agar tidak mengikutiku dengan si kecil ini. Aku mengikuti kemanapun si kecil ini berjalan..dia memasang senyumnya disepanjang jalan. Kemudian tiba2 dia berhenti.

"chan chan kita mau kemana ini"Tanya si kecil padaku

"lho bukanya kau yg mau jalan2 dan aku tinggal mengikutimu saja"

"aku…aku..ingin ke gereja saja yahl" ucapnya senang, tapi tiba2 ada segerombolan orang berjalan dari arah traffic light yg berubah petunjuk untuk pejalan kaki. Entah mengapa baekhyun langsung bersembunyi di belakangku sambil memgang erat kaosku, mungkin aku harus mengecek apa kaos ku ini melar atau tidak karena betapa eratnya dia memegang.

Aku menariknya untuk berjalan disampingku tapi dia tidak mau….ughh kalau begini akan semakin susah. Setelah rombongan orang tadi sudah melewati kami, si kecil ini melepaskan peganganya kemudian berjalan mendahuluiku dan berteriak "AYO PARK CHAN CHAN KITA BELUM MENDATANGI BANYAK TEMPAT" teriakan itu membuatku kaget, entahlah ada yg aneh dengan si kecil ini sesaat dia terlihat sangat ketakutan dan sesaat dia sangat bersemangat seperti mampu melawan badai matahari sendirian.

Aku dan dia sedang berdiri di depan gereja berdua, si kecil ini tak mau masuk kedalam gereja, aku tak tau sebabnya, tp memang sih di dalam gereja sedang banyak pengunjung. Lalu apa yang kita lakukan disini kalau ternyata dia tak mau masuk. Aku sudah mulai kepanasan dan mengipas ngipasi badanku dengan tangan…ughhh aku melihat penjual es krim di ujung jalan…aku ingin pergi membelinya karena kelihatanya segar sekali…..tapi ketika aku mulai berjalan si kecil baekhyun menarik kaos belakangku. Aku yakin setelah ini kaosku benar2 melar, dan lebih baik kuberikan saja kepada si maknae.

"sebentar aku ingin membeli es krim itu, apa kau mau?"dia hanya diam tak menjawab pertanyaanku

Aku mulai berjalan dan meninggalkannya sendirian di depan gereja. Mungkin kubelikan saja dia es krim, dia pasti sangat kepanasan juga. Sepertinya semua orang sedang pengen makan es krim kali yah sampai sampai antrianya panjang sekali, butuh waktu dua puluh menit untuk mendapatkan eskrim ini. Aku kembali berjalan kedepan gereja dimana tempat sikecil tadi menungguku, tapi aku melihat beberapa orang mengerumuni tempat si kecil dimana terakhir kali aku meninggalkanya. Aku mulai menyeruak kerumunan itu dan melihat si kecil itu menangis sesenggukan.

"hei baekhyun kenapa kau menangis"Tanya ku sambil duduk menghampirinya

"huhuhu chan..chan…aku takut"tangisanya semakin kencang dan dia langsung memelukku. Aku yang masih memegang es krim kebingungan untuk menenangkanya.

"sudah…sudah..ayo kita berdiri"ajakkku pada si kecil ini, untung saja dia menuruti ku"kumohon hadirin sekalian untuk bubar, pertunjukan selesai terimakasih"ucapku sedikit kesal karena ada orang menangis bukanya ditolong malah dikerumuni.

Aku menuntunya untuk duduk di di bangku taman yang rindang, tepat dibawah pohon, aku tidak tau ini pohon apa karena memang aku bukan ahli masalah …abaikan saja omonganku ini. Dia masih saja menangis, meskipun sudah tak seheboh tadi sih…aku mulai menengkanya, kemudian dia tiba-tiba terdiam dan berkata

"giant chan chan apa itu es krim?"pertanyaannya itu benar2 membuatku shock, bagaimana mungkin setelah dia menangis seheboh itu dan sedetik kemudian berhenti. Aku hanya mengangguk menanggapinya, secepat kilat dia merebut es krim yang ada di tanganku ini…

"ini enak sekali giant chan chan"ucapnya sambil menepuk nepuk halus kepala ku"gommawo"ucapanya itu benar benar membuatku tak berkutik. Sebenarnya kenapa anak ini

"hei kenapa kau tadi menangis?"Tanya ku penasaran

"karena chanyeol meninggalkanku sendirian didepan gereja"ucapnya ringan masih dengan menjilati es krimnya. Aku sebenarnya masih tidak mengerti dengan jalan pikiran si kecil ini.

"sebenarnya kau kenapa"tanyaku padanya lagi. Tiba2 dia berhenti memakan eskrimnya dan melihat kearahku

"sebenarnya aku takut jika bertemu dengan orang banyak"ucapnya sedikit menerawang"aku dulu pernah hilang ketika pergi dengan orang tuaku"

Chanyeol POV end

Flashback on

Siang itu aku sekeluarga pergi ketaman bermain bersam appaku kris dan eommaku lay. Kami sekeluarga sudah menantikan liburan ini. Awalnya memang suasana taman bermain sangat ramai, appaku pergi untuk membelikanku es krim, sedangkan aku menunggu dengan eomma ku di bangku taman karena sudah agak lelah setelah menaiki bermacam macam wahana. Tapi aku mulai mendegar banyak sekali derap langkah kaki sedang berlarian, aku dan eommaku mulai panic karena melihat banyak sekali orang berlarian dari arah appaku tadi membeli es krim.

Aku mulai memegang baju eommaku erat sekali, eeomma ku mengajakku mencari appaku. Aku melihatnya, appaku kris sedang berlari ketangah kepulan asap untuk membantu seorang anak kecil yang terjebak didalam rumah hantu. Aku mulai menangis

"appa…appa, eomma aku melihat appa..hiks…hiks"

"tenanglah sayang appa pasti akan segera keluar"

Tapi tiba2 ada segerombolan orang berlari kearah ku dan eommaku, tiba2 pegangan tanganku dengan eomma ku terlepas, aku semakin panic dan berteriak.

"eomma…hiks..eomma…hiks kumohon jangan tinggalkan aku"tangisku semakin kencang

"appa eomma kumohon jgn tinggalkan aku"

Aku masih saja menangis, karena aku bingung aku memutuskan untuk duduk dibawah pohon dan memelukku lututku. Aku terus menangis sambil memanggil appa dan eommaku. Aku tak tau tepatnya berapa lama aku menangis, tapi aku melihat sekeliling, keadaan mulai sedikit tenang tidak seheboh tadi, aku masih sedikit terisak dan memilih untuk berjalan.

"eomma appa"aku masih saja berjalan tak tentu arah, samapi aku mendengar sebuah isak tangis, aku mendekatinya dan melihat eommaku memeluk tubuh ayahku yang berbaring. Aku bingung kenapa eomma ku menangis dan kenapa appaku tiduran disini.

"eommma…apppa"teriakku keras sekali. Eomma langsung berlari memelukku sambil menangis. Melihat eommaku menangis aku kembali meneruskan tangisku yang sempat terhenti tadi.

"sayang appa sayang"eommaku tak bisa meneruskan kata katanya. Aku bingung, appa?apa yang terjadi padanya….?

Aku melihat lagi tubuh appaku, entah mengapa firasatku menjadi benar2 tak enak"eomma…hiks…knp appa tak bangun…hiks"setelah mendengar pertanyaanku itu, eomma semakin kencang menangis.

Aku berlari memeluk tubuh appa ku, mulai mengguncang guncang tubuhnya, tangisku semakin keras, meskipun aku tak tahu apa yang terjadi padanya. Eomma ku memelukku dari belakang, melepaskan pelukanku dengan appaku.

"appa sudah pergi meninggalkan kita sayang"perkataan eommaku membuatku lemas seketika. Aku langsung berhenti terus saja memelukku yang masih terdiam.

Keesokan harinya ketika orang mulai berdatangan ke rumahku untuk mengantar kepergian ayahku, aku terus saja bersembunyi di belakang eomma ku, aku takut melihat banyak orang yg dtg, seolah2 aku masih berada di taman bermain itu.

Flashback off

Chanyeol POV

Setelah mendengar cerita si kecil ini aku meliriknya, aku tak menemukan setetes air matapun disana.

"kenapa kau tidak menangis ketika bercerita tentang keluargamu"tanyaku penasaran

"karena aku bangga pada appa ku, ternyata dia meninggal karena menolong anak kecil yang terjebak dirumah hantu tersebut. Dan ketika pemakaman ayahku mereka datang untuk mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya, meskipun waktu itu aku hanya bersembunyi di belakang eommaku"ucapnya dengan wajah tersenyum….polos sekali anak ini, itulah yg ada dipikiranku

"jadi kau sekarang hanya tinggal dengan eommamu?"

"eommaku sudah meninggal setelah 3 tahun ditinggal appaku, dia terlalu serius bekerja sehingga kondisi tubuhnya menurun"kali ini aku melihat kepalanya menunduk.

Perasaan apa ini?kenapa aku kasihan sekali melihat kehidupan si kecil ini, aku ingin memeluknya. Tapi ternyata tubuhku lebih cepat bereaksi dari pada pikiranku. Aku kini sudah memeluknya, membawa kepalanya kedalam dada bidangku. Aku menangis…yah ini sangat memalukan, aku namja tegar setegar karang, tp menangis gara2 cerita si kecil ini. Aku harus siaga jika lain kali diajak menonton drama kai aku akan langsung menolaknya, takut aku akan menangis ketika melihat drama.

Baekhyun mendongakkan kepalanya padakku, dia melepas pelukanku dan mengusap air mataku yg sebenranya sangat kaget.

"chan chan kenapa menangis?pasti ini gr2 baekie?maafkan aku?"dia meminta maaf padaku, dan itu semakin memebutku menangis, aku kembali memeluknya, tak membiarkanya bergerak.

Maafkan aku baekhyun karena dari awal pertemuan kita aku selalu menjahatimu, aku tak tahu kalau didalam badan sekecil ini ada beban yg sangat besar…

"kajja giant chan chan gerejanya sudah sepi, ayo kita pergi kesana" dia berdiri melepaskan pelukanku, kemudian dengan semangat menyeretku untuk mengikutinya

"hei pelan pelan"ucapku karena kesusahan dengan tarikanya itu.

Setelah memasuki gereja aku duduk, tapi si kecil ini malah berdiri kedepan dimana biasanya pasangan suami istri mngucapkan ikrar perkawinan. Aku hanya diam melihat apa yang akan dia lakukan. Dia menekuk kedua lututnya menangkupkan kedua tanganya dan mulai menggumamkan sesuatu.

"appa, eomma, kakek…terimakasih karena selalu melindungiku…aku sudah diseoul kek dan bertemu dengan orang2 baik, suho, kai, sehun dan juga giant chan chan" aku sempat dibuat melongo dengan ucapan terakhirnya"mereka yg kini menolongku di seoul, maafkan akau kek karena kabur dari rumah, D.O kakek pasti mencariku..aku tak ada maksud kabur kek, tapi aku merasa terlalu lama menyusahkan kakek. Tuhan maaf kan aku karena sudah membuat kakek susah dan chan chan menangis tadi, aku tau baeeki bukan orang baik, tp kumohon lindungi org2 yg menyayangi "selesai berdoa dia langsung menghampiriku yg masih shock mendengar penuturan doanya. Ternyata si kecil ini berani kabur dari rumah, padahal dia punya penyakit takut pada orang banyak, benar2 si kecil ini sungguh nekat.

"baekie, knp kau kabur dari rumah?"tanyaku tiba2 dan berhasil menghentikan langkahnya

"baekie sayang sama kakek D.O tapi baekie tak mau menyusahkan kakek lagi"ucapnya lesu…pintar sekali kau giant chan chan sudah membuatnya sedih lagi…..

"sudahlah kajja kita ke namsan tower"ajakku dan kulihat senyum mengembang dari bibirnya

"giant chan chan memang yg terbaik"hahaha ucapanya itu mirip sekali dengan ucapan si maknae gila itu…sepertinya setelah ini aku harus mentraktir si sehuun dan juga kai.

Setelah sampai di namsan tower si kecil ini tak bisa diam, menyuruhku memfotonya dengan berbagai pose. Narsis memang tapi mau bagaimana lagi handphonenya juga tertinggal di apartemen jadi terpaksa handphone ku yang dipakai untuk memotret, sebenarnya apa yang ada dipikiran si kecil ini sampai2 melupakan handphonenya. Sesekali dia mengajakku foto bersama, sebenarnya aku malas tapi melihat wajahnya yg bahagia aku jadi tak tega menolakknya.

"chan chan kumohon ceritakan kisah hidupmu?aku ingin tau….dan kenapa kalian bisa sampai hidup beramai-ramai diapartemen?apa mereka saudaramu chan chan?tanya si kecil ini penasaran

"satu satu kecil tanyanya" dia membombardirku dengan banyak pertanyaan, dan apa itu mereka semua dikira saudara2ku, oh tentu saja bukan dari mana kemiripanya. Meskipun sejujurnya aku sudah menganggap mereka saudaraku sih.

"aku tak suka chan chan memanggilku kecil"dia mulai memproutkan bibirnya dan melipat kedua tanganya didada. Uughh aku jadi merasa bersalah.

"lalu kau mau kupanggil apa?heemm"tanyaku padanya

"panggil aku baekiee"ucapnya antusias

"baiklah baekie"

"hiyeey"teriaknya bahagia..ughh mudah sekali membuatnya bahagia, tp juga mudah sekali membuatnya menangis."ayo chan chan lanjutkan ceritamu"

"baiklah aku, suho hyung, kai dan juga si maknae sehun adalah teman di SMA, kami sama2 saling tak kenal kecuali sehun dan kai yang memang dari kecil bertetangga" ucapku mengawali cerita"pertama suho hyung, aku bertemu denganya ketika dia mabuk disekolah.

Flashback on

ketika itu waktu sudah sangat malam sekali, aku masih disekolah karena terjebak hujan dan tak membawa payung. Ku dengar ada orang bergumam dari arah koridor, sebenarnya perasaanku cukup tak enak karena keadaan yg sangat mendukung. Bilang saja aku pengecut, tp memang kenyataanya aku takut. Suara itu semakin keras terdengar. Aku mencoba memberanikan diriku mencari sumber suara itu, meskipun sendirian aku berusaha mengerahkan seluruh keberanianku yg kalau dihitung hanya sekitar 60% saja, Mungkin.

Aku melihat seseorang tengah duduk dikoridor sekolah dan kepalanya menunduk, aku mulai ketakutan keberanianku yg awalnya 60% menciut menjadi 30%. Hebat kau park chanyeol. Tapi bodohnya aku, semakin takut aku malah semakin mendekatinya, kudengar ternyata dia menangis…oh tuhan sekarang keberanianku tinggal 15%. Dan aku malah memanggilnya

"hei…apa yang kau lakukan disitu?"Tanya ku padanya

"siapa kau?"tanyanya ketus"aku tak mengenalmu sebaiknya kau pergi saja"

"maaf apa kau tak takut disini sendirian"

"untuk apa kau peduli kalu aku sendirian hah?aku sudah terbiasa jadi kau tak harus memperdulikanku"

"apa benar kau tak apa kutinggal sendirian?"tanyaku lagi

"sudah kubilang aku tak membutuhkanmu"ucapnya keras sambil mendorongku hingga terjatuh.

"ugh…baikalah"aku sebenarnya sangat kesal, tp memang susah melawan orang yg sedang mabuk.

Akupun pergi meninggalkanya. Keesokan harinya ketika aku baru masuk kedalam gerbang sekolah aku dihadang oleh seorang namja pendek. Tiba2 dia memberiku sebungkus entahlah apa ini kemudian dia meminta maaf dan pergi meninggalkanku.

"hei kenapa kau meminta maaf padaku, aku tak mengenalmu"

"aku yang mendorong mu semalam, itu sebagai permintaan maafku"tunjuknya pada bungkusan yang kupegang

"lalu kau mau kemana?"tanyaku lagi

"aku mau kekelas"jawabnya singkat sambil melanjutkan perjalananya yg sempat terhenti td

"kenapa kita tidak bersama saja pasti lebih menyenangkan, sekolah masih terlihat sangat sepi dan itu menyeramkan kau tau"ucapanku itu membuatnya tertawa

"badanmu setinggi itu tapi ternyata kau penakut"

"aku mendengarmu…."

"kim suho" jawabnya menyahut omonganku

Flashback off

"lalu kenapa suho hyung menangis?"Tanya baekhyun padaku

"dia marah kepada orang tuanya karena selalu membanding bandingkanya dengan kim siwon kakaknya yg terlalu perfect. Tp bagiku suho hyung orang yg perfect"

"suho hyung perfect, chan chanjuga perfect tp kalau sedang tidak memarahiku"ucapan baekie ini membuatku tertohok dan langsung meliriknya tajam, tp yg kulirik seperti tak ada respon, masih asik tersenyum sambil melihat pemandangan.

"chan chan ayo lanjutkan lagi cerita" rengeknya ke aku

"baiklah, sekarang cerita tentang si maknae gila itu dan kai, oh sehun, aku mengenalnya ketika dia hampir saja dipukul I orang, lebih tepatnya sudah dipukul I orang"

Flashback on

Aku melihat seseorang dikepung banyak namja, aku melirik sekilas dr seragamnya…seragam itu seragam sekolahku. Aku hendak pergi berlalu dari situ tapi aku mendengar teriakan seorang namja dari arah gerombolan tadi. Aku berdebat hebat dengan hati nuraniku…tuhan kenapa kau ciptakan aku sebagai namja yg sangat baik hati?ucapku dalam hati dan berbalik ke gerombolan tadi…..

"hei apa yg kau lakukan pada anak itu?"tanyaku tanpa basa basi

"wah mau jadi pahlawan rupanya..memangnya kau berani dengan kita"tanyanya mulai menantang…heem aku harus pemanasan terlebih dahulu karena sudah lam tidak berkelahi, terakhir kali aku berkelahi waktu masih imut imutnya jadi siswa junior high school."kalau kau berani maju sini"tantangnya lagi

Aku mulai berjalan maju sendirian dan melawan 5 namja, ughhh aku harus siap paling tidak terkena 5 pukulan…satu namja berlari ke arahku aku berhasil menendangnya dengan kakiku yg panjang ini. Namja kedua maju dengan membawa balok kayu…aku memukulnya dengan tasku dan mengambil balok kayu yg dibawanya kemudian memukulnya dengan balok yg tadi ia bawa.

"bos..bukankah dia park chanyeol ketua geng dari gangnam junior highschool?"ucap salah satu anak buahnya

"benarkah itu"Tanya bosanya ragu untuk maju kedepan" sebaiknya kita pergi saja dari sini…cepat!"perintah si bos itu ketakutan

Aku melihat namja tinggi dan putih itu menangis, dan kulihat mukanya terkena beberapa pukulan, karena ujung bibirnya berdarah…aku mulai mendekatinya dan menariknya untuk berdiri, tapi tiba2 dia memelukku erat sekali sambil terisak isak kecil…

"gommawo"ucapnya masih menangis

Kalau keadaanya sudah begini aku tak mungkin membawanya kesekolah, lebih baik kubawa dia kerumahku yang pastinya tidak akan ada orang selain pembantu rumah tanggaku.

"kajja ikut aku"aku menariknya berjalan kearah rumahku. Aku mengobati luka2nya, dia masih saja menunduk, tak mau berbicara apapun. Aku memberinya minuman, tenang saja bukan minuman keras kok….aku menunggunya berbicara. Lelah itu yang kurasakan…satu jam kemudian aku mendengarnya berbicara

"tuan kumohon beritahu aku dimana kamar mandinya, aku ingin pipis" suara pertama yang keluar dan itu membuatku….entahlah aku tak tau harus mendiskripsikan perasaanku seperti apa sekarang. Aku hanya mengajaknya berjalan menuju kekamar mandi, aku meninggalkanya sendirian dikamar mandi, untuk apa aku menunggunya dia juga bukan anak kecil….

Tiba-tiba aku mendengar sebuah teriakan"tuaan..tuan…kumohon tolong aku" aku mendengar namja itu meminta pertolongan, secepat supermen aku berlari menolongnya.

"ada apa?apa yang terjadi"tanyaku panik

"maaf aku tak menemukan jalan untuk kembali keruangan tadi"ucapnya polos sepolos mukaku saat ini"rumahmu terlalu besar, aku bisa tersesat"

Setelah kejadian aku menolongnya saat itu dia selalu mengikutiku dan suho hyung jika disekolah. Seperti bayanganku, tetapi lama kelamaan aku merasa ada yang memperhatikanku ketika aku bersama si namja oh sehuun ini. Ketika aku melihat kebelakang aku selalu menemukan namja yang sama yang selalu memperhatikanku. Namja berkulit gelap itu selalu memandangku dengan tatapan tak suka. Aku mulai tak nyaman.

Sampai suatu ketika namja berkulit gelap itu menghampiriku dan tiba2 menarik oh sehun untuk mengikutinya. Aku yg kaget tentu saja menarik lengan oh sehun juga. Namja itu tak terima dan semakin menarik lengan oh sehuun.

"lepaskan tanganmu"ucap namja itu sambil melirikku tajam. Aku tak terima dan mulai melepaskan genggamanya dari si sehun. Tapi tiba2 dia memukulku dan mengenai ujung bibirku, dan ketika aku ingin membalas memukulnya tiba2 tanganku ditahan oleh seseorang. Aku melihat kebelakang dan mendapati si sehuun menatapku sambil memasang mata berkaca kaca

"kumohon hyung jangan pukul kai"ucapanya itu membuatku menurunkan kepalan tanganku. Oh ternyata namja ini bernama kai. Sehun segera melepaskan tanganku dan mulai menarik namja bernama kai tadi menuju keatap sekolah ini. Diam diam aku dan suho hyung mengikuti oh sehuun di belakang. Sesampainya didepan pintu aku taka ada niatan masuk, hanya ingin sekedar mengintip apa yg akan terjadi selanjutnya, jika keadaan bertambah buruk baru aku akan keluar bersama suho hyung.

"kenapa kau seperti ini oh sehuun?"

"memangnya aku seperti apa kai?"Tanya suara yg kuyakini suara oh sehun

"kenapa sekarang kau sering sekali mengikuti namja tiang listrik itu?" aku yang mendengarnya langsung saja ingin berlari menerjang si gelap itu, tapi suho hyung sudah menahanku terlebih dahulu.

"bukankah itu kemauan kai?"ucap sehun polos"terakhir kali kau bilang untuk tidak selalu mengikutimu"

"tidak mengikutiku bukan berarti kau harus selalu mengikuti si tiang listrik itu"

"namanya park chanyeol bukan tiang listrik kai"ucap sehun terdengar masih sabar

"terserahlah, tapi aku tak suka kau selalu mengikutinya sepanjang waktu oh sehuun"protes kai mulai terdengar posesif sepertinya.

Grepp…aku melihat kini oh sehuun memeluk kai erat, kai dengan malu malu mulai membalas pelukan oh sehuun

"jadi sekarang aku boleh mengikutimu lagi kai?"Tanya sehun terdengar polos tapi raut bahagia jelas terpancar dari mukanya

"eummm baiklah"

"tapi apakah aku juga masih boleh mengikuti park chanyeol hyung ?"pertanyaan oh sehun itu membuatku kaget, dan aku melirik kesebelah, ternyata suho hyung juga tengah melirikku dengan tatapan kaget pula. Aku hanya membalas lewat tatapan mataku dengan jawaban"aku tak tau apa2 hyung"

"hei bukankah sudah ada aku?"protes kai terdengar tak terima

"kumohon kai, aku sangat menyayangi chanyeol hyung dan juga suho hyung…tapi kai tetapi di urutan pertama orang yang aku sayangi sebelum chanyeol hyung"

"hahaahha"aku mendengar suara tertawa dari mulut kai"baiklah kalu itu maumu oh sehuun"

Flashback off

"semenjak itu kami selalu berempat dan akhirnya membuat sebuah band"

"saat itu apakah oh sehuun dan kai bertengkar"

"benar sekali keciiil"ucapku sambil mengusap kepalanya"saat itu kai menyuruh sehhun untuk menjauhinya karena selalu mengikutinya, tapi kai kelihatanya menyesal dan memarahi sehuun karena waktu itu sehuun selalu mengikutiku"

"chan chan menyayangi oh sehuun?"Tanya baekie tiba2

"tentu saja kau menyayanginya"jawabku ringan

"apakah chan chan juga menyayangi baekie?" pertanyaan itu..entahlah aku bingung untuk menjawabnya

"kalau chan chan tidak mau menjawabnya juga tak apa, kajja kita pulang saja"ajaknya dengan wajah tertunduk. Aku yang melihatnya merasakan secercah perasan bersalah….belum sehari aku mengenalnya tapi aku selalu dibuat merasakan perasaan bersalah yang amat dalam jika bersamanya.

Kami pulang dengan keadaan diam. Dia Berjalan di depanku, dan aku hanya menatap punggung kecilnya itu. Langit mulai gelap ketika kami sampai diapartemen. Ketika aku membuka pintu aku langsung disuguhi pelukan si maknae gila oh sehuun.

"hyung mengapa aku ditinggal?seharian ini aku dikunci kai didalam kamar, aku benci padanya"ucap sehun manja. Sesaat aku melirik kearah si kecil baekie dan kudapati dia sedang menundukkan kepalanya

"bagaimana jalan jalanya baekhyun?"Tanya suho tiba2 muncul dari dapur

"senang sekali hyung" si kecil baekie menjawabnya tapi menunjukkan perasaan yang terbalik dengan apa yang diucapkanya. Lagi lagi aku dibuat bersalah oleh si kecil ini….

Oh tuhan maafkan aku

Wassalam…

Sampai bertemu di chapter 4

apa masih kurang panjang ffnya?

Gueh mintak maaf bgt sam SWEETYYEOLLIE, sumpah sayang...ini ff sebenernya udah tamat, tp aku post y di fb, aku lupa sama yg disini...huwaaaaa saya merasa gagal jadi author...huwaaaaa maafin aneee