Fabula Lector,

Cast:

Super junior

.

.

Rintik hujan mulai berjatuhan. Menampakkan wujudnya sebagai salah satu penghuni Bumi. Donghae benci ini! Ia benci hujan karna akan banyak noda kotor dan lumpur dimana mana. Ck, ia sudah SMA tapi masih saja seperti anak kecil

"masih mau lewat sana hyung? Kau yakin?" suara cempreng itu mengagetkanya. Dilihatnya bocah dengan seragam SMP disampingnya –nampak tak ketakutan sama sekali. Donghae kembali menatap ke depan, melihat rumah bekas kebakaran yang tak begitu jauh dari rumahnya.

" Teukie hyung pasti belum pulang kuliah, kita mampir di kedai sub saja ya Wookie, dan aku akan kenalkan kau pada pacar Teukie hyung" mata remaja itu sengaja di sipit sipitkan, membuat kesan misteriaus agar dongsaengnya ini mau mengikuti kemauanya

"Teukie hyung punya pacar? Sungguh?" Ryeowook hampir berteriak tak percaya. Pasalnya selama beberapa minggu tinggal bersama tak nampak sedikitpun bahwa hyung tertuanya itu tengah jatuh cinta

"biarpun dia tak setampan aku dia tetap punya pacar, keh sebenarnya noona itu lebih menyukai aku, tapi karna usia kami terpaut sedikit jauh jadi ia memilih hyung"

"aku tak sabar melihatnya hyung, apa ia cantik? Siapa namanya?"

Dua remaja itu asik bercerita tentang –Pacar Teukie Hyung. Menghindar! Itulah yang dilakukan Donghae. Mencoba mengalihkan perhatian Ryeowook dari gambar menyeramkan awan di atas rumah itu.

Gulungan awan kumulus yang nampak lembut seperti kapas, menggerembul dengan warna sedikit kehitaman karena mengandung muatan air juga listrik statis. Bukan hanya satu, tapi bertumpuk tumpuk seolah mereka memang tercipta pada lapisan atmosfer yang sama, Diantara gerembulan sang awan lembut terbesit setitik sinar matahari yang mengintip malu malu ingin mengalahkan hujan.

Donghae melihatnya terlebih dahulu –sebelum Ryeowook dan berusaha mengalihkan perhatian Ryeowook dari gambar awan yang nampak seperti wajah raksasa yang sedang memandang mereka dengan bengis, dengan satu sorot mata tajam dan satu mata tertutup. Bola mata itu seolah ingin keluar menelan Donghae di dalamnya, mata penuh kesakitan dan penderitaan! Entah apa yang ingin ia ceritakan tentang masa lalunya. Apa seorag perampok yang gila dan berakhir dengan tragis? Dibunuh dengan satu mata tercongkel? Lalu di bakar di rumah itu?

"hyung?"

"y-ya? Apa pesanan sudah datang?" Donghae tergagap. Ditarik paksa dari alam liarnya bukanlah hal yang menyenangkan. Jantungnya serasa dipacu cepat, membuatnya sedikit gugup

"mana pacar Teukie hyung?"

"e-em... sebentar lagi, nah itu" Donghae menunjuk seorang gadis berusia di awal 20 an –sepertinya yang tengah berjalan ke arah mereka, dengan membawa sub tulang sapi yang nampak lezat dengan asap yang masih mengepul diatasnya

"gomawo noona" seseorang yang dipanggil noona itu tersenyum lembut dan ramah. Tangan lentiknya meletakkan satu per satu mangkuk dihadapan dua remaja itu. Arghh sial! Ini nampak seperti gerakan slow motion bagi Ryeowook, tak disangka pacar salah satu hyungnya itu begitu cantik dan anggun. Astaga apa ini? Jantungnya bergetar? benarkah

"cepat dimakan, mumpung masih hangat" sekali lagi, Ryeowook terpesona pada senyum sang noona . Pacar hyungnya

"eoh, kau pasti Ryeowook adik kecil Jungsoo. Benarkan?" gadis itu menatap Ryeowook penuh minat. Sedikit tersenyum, membuat kesan imut lebih melekat di wajah cantiknya

"e-eung" Ryeowook mengangguk malu. Pipinya seolah terbakar oleh kepulan asap dari atas subnya. Astaga noona itu bertanya padanya. Hohoho ia benar benar malu dan grogi

"noona! Kau sama tuanya dengan Teukie hyung, jangan menggoda anak kecil seperti kami"

"YA! Park Donghae, siapa yang menggoda! Aku hanya bertanya! Dan apa kau bilang tua? Keh, perlu kau ingat bahwa hyung mu itu jauh lebih tua jika dibandingkan dengan aku, jadi jangan samakan kami karna kami memang tidak pada tingkat usia yang sama" gadis itu pergi dengan wajah kesalnya, membuat Ryeowook lebih terkesima lagi

"Ya... Wookie, cepat makan sub mu, nanti dingin... atau kau tidak mau? dan lebih memilih memandangi Kim noona heum? Ya sudah buat aku saja" Ooo, jadi namanya Kim... haih marga mereka sama, Ryeowook jadi semakin merasa malu. Tapi tunggu, subnya!

"jangan Donghae hyung, ini punyaku! Hyuuuung kembalikan subku!"

"kau pandangi saja Kim noona, ini buatku"

"a- hyuuunggg!"

Hujan reda tak terasa sudah satu jam mereka duduk duduk di kedai sub Kim noona. Dari kejauhan Ryeowook melihat Teukie hyungnya tengah berjalan dengan tergesa gesa sembari menenteng nenteng payung di tangan kirinya sedang tangan kanannya memegangi payung yang menghalau sisa hujan dari dirinya

"hyung lihat, Teukie hyung menjemput kita!"

"sudah jam lima, dia selalu tahu dimana harus menjemput dongsaeng tampanya. HYUNG!" Donghae berteriak sembari melambai lambai ke arah hyungnya. Dan mata hyungnya nampak melotot sangar melihat kelakuan Donghae. Astaga! Ryeowook takut

"yak! Dasar anak nakal! Sudah berapa kali hyung bilang bawa payung Donghae! Rasanya seperti menasehati anak kecil saja! Kau sudah tua, dan kau Ryeowook! Kenapa kau ikut ikutan bandel seperti anak ini hah!"

Buk buk

Satu pukulan di berikan Jungsoo pada masing masing pantat adiknya yang membuat empunya mengelus sayang pantat mereka

"appo hyung, apa tak bisa satu hari saja ku lalui tanpa pukulan mautmu.." Donghae yang pertama bersuara, dan dihadiahi tatapan marah sang hyung. Membuat Ryeowook mengurungkan niatnya untuk ikutan mengeluh

"pakai payungnya, ayo kita pulang"

"hyung tak mau menemui Kim noona dulu? Bukankah dia pacarmu?" mendengar penuturan polos Ryeowook Jungsoo menyerngit heran. Mengolah kembali kata kata dongsaeng terkecilnya itu dan

"ASTAGA! PARK DONGHAE! Apa yang kau katakan pada Ryeowook!"

"ampun hyung!" Donghae telah berlari terlebih dulu, menghindari amukan hyungnya

Nafas mereka terengah. Masih lelah karena berlari tadi. Jungsoo sedang mengutak atik kunci pagar rumahnya, sial! Kenapa tadi ia berinisiatif mengunci pagar sialan ini, kuncinyakan susah dibuka! Astaga membuat lelah saja

Sementara itu Donghae dan Ryeowook nampak diam. Keduanya mematung. Donghae melirik seseorang yang sudah ia anggap adik kecil itu. Seseorang yang tengah memejamkan matanya dengan erat.

"apa masih lama hyung?"

"hem, tunggu sebentar..."

Donghae meletakkan payungnya. Memeluk Ryeowook yang mulai terisak dan sesenggukan. Ia sendiri memejamkan matanya dengan erat, berharap bahwa apa yang ia lihat tadi tidaklah benar

"chaaa, berhasil –eh?" Jungsoo menoleh. Aneh melihat adik laki lakinya yang saling berpelukan. Matanya beralih ke objek dihadapan mereka, dinding pagar mereka terkena cipratan air bekas hujan. Dan ia tahu bahwa ada yang tak beres dengan itu. Apakah semenakutkan itu? Ia sudah lama berlatih membaca gambar, tapi apa daya ia tak juga mengerti apa yang dikatakan gambar gambar itu padanya. Kadang ia berharap bahwa ia saja yang dapat membaca gambar, bukan adik adiknya. Paling tidak ayahnya saja lah. Toh beliau sudah tua

"hyung akan bersihkan ini, kalian masuklah"

Cipratan air abstrak yang besar! Entah kendaraan jenis apa yang melintas, tapi memang menjijikkan jika dilihat lihat, campuran air dan lumpur yang menetes netes mencoba ingin kembali bersatu dengan bumi, bekas lumpur yang ditinggalkan memang besar membentuk pola setengah lingkaran –sesuai bentuk ban

Itu seperti mata yang menangis. Satu bola mata penuh kesakitan yang tengah mengisyaratkan kesakitan luar biasa. Setengah melotot. Mata itu lelah, lelah membuka dan ingin tertutup. Lumpur lumpur itu seperti perlambang darah yang mengalir dari si bola mata.

.

.

Malam tiba dan Donghae belum juga bisa menutup matanya, sebenarnya ia ingin tidur lebih awal. Meninggalkan Ryeowook dan Teukie hyungnya di bawah tapi bayangan bola mata yang terus mengawasi membuatnya terngiang dan merangsek memenuhi bagian dari otaknya. Mata mata itu seolah mengawasinya dalam kegelapan.

Ia melihatnya lagi. Kali ini Bayangan dari jajaran botol parfumnya!. Ia segera menghidupkan lampu kamarnya lagi. Mengusap wajahnya dengan kasar. Ia lelah! Tapi takut terpejam. Otaknya mencoba menyimpulkan, apa yang menjadi hubungan antara rumah terbakar itu dengan keluarganya, kenapa mata mata itu juga ada di daerah rumahnya, apa yang terjadi di masa lampau! Jika bertanya pada hyungnya tak akan mungkin, kejadian itu terjadi sebelum hyungnya mampu mengingat! Baiklah lebih baik ia turun dan ikut bermanja pada hyungnya

Ryeowook tengah mengganggu Jungsoo yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Memandangnya dengan mata anak anjing andalanya. Memberondong hyungnya itu dengan pertanyaan seputar Kim noona masih dengan topik yang sama 'Pacar Teukie Hyung'

"ayolah Wookie, dia bukan pacar hyung, jangan melihat hyung begitu" Jungsoo sedikit malu. Dditatap dengan mata anjing Wookie merupakan salah satu kelemahan batinya yang memang lemah ini

"tapi hae hyung bilang dia pacar hyung..., hyung aku akan setuju kok, noona itu sangat cantik dan sesuai dengan hyung"

"em... benarkah? Sebenarnya –" belum sempat Jungsoo mengutarakan isi hatinya ia mendengar teriakan Donghae. Spontan ia menoleh ke arah adiknya yang masih berjalan di tengah tangga

"hyung ada wanita diluar sana!" Donghae datang dengan mata syok dan ketakutan. Bocah itu menggigil!

"hyung! Dia terus melihat ke arahmu, Teukie hyung! Dia melihatmu!"

"park Donghae! Tak ada apapun disana... sadarlah, Donghae! Itu hanya lampu jalan" Jungsoo sedikit mengguncang bahu adiknya. Berusaha membawanya kembali ke alam sadar

"tidak hyung! Dia disana, dia menatapmu! Hyung! Lakukan sesuatu!" adiknya menjerit dan mengaum. Donghae terlihat menyedihkan, Jungsoo bingung!

"Wookie, matikan lampunya!" Wookie yang diteriaki tak bergeming. Bocah itu hanya memandang kosong ke depan, sorot lampu jalan itu seolah bergerak, bayangan dari daun daun di sekitarnya bergoyang, seperti seorang wanita yang mengenakan gaun panjang, dengan wajah mengancam dan mata terbuka lebar. Ia mendekat. Bayangan itu menatap mereka penuh kebencian, wanita itu murka dan siap menelan siapa saja!

Tidak! Ryeowook ingin berteriak, wajah itu bukan lagi sebuah bayangan! Wajah itu nyata dengan mata berkantung hitam yang terbuka dengan bibir tak rata. Wajah wanita itu hancur! Seperti bekas luka bakar! Melepuh disana sini, satu mata wanita itu tertutup, ada darah yang mengalir dari sana. Senyuman wanita itu seolah menunjukkan bahwa salah satu wajahnya tak dapat bergerak dan bibirnya sobek hingga ke pipi, giginya menghitam. Bajunya penuh noda hitam dan compang camping. Ia berjalan tertatih mendekati mereka. Wanita itu tersenyum ke arah Teukie hyungnya! Aenyum yang menakutkan dan menggetarkan hati!

Donghae semakin berteriak tak karuan, sementara Ryeowook menutup matanya erat erat merasakan kehadiran sosok ia rasakan semakin mendekat. Perlahan kulit putihnya merasakan semilir angin, Ryeowook masih memejamkan matanya sembari meyakinkan hatinya. Ia tak takut! Tak lama. Jeritan Donghae berhenti. Ia mencoba membuka mata

Gelap. Semilir angin benar benar menerpa wajahnya. Angin kencang yang menghempas wajahnya begitu saja. Ryeowook mengigil

"hy-hyung?" nafasnya terengah karna ketakutan. Benar benar gelap gulita

"tak apa, tak ada apa apa... hyung sudah mematikan semua lampunya, tak apa" dekapan hangat Ryeowook rasakan. Tangan itu juga mendekapnya. Ia membalas dekapan hyungnya, ikut terisak bersama Donghae di pelukan sang hyung yang menenangkan. Ini rasanya memiliki hyung, beginilah rasanya.

Tepukan demi tepukan halus, Jungsoo berikan pada dua dongsaengnya yang kini mulai tertidur –sepertinya. Baiklah mereka akan tidur dalam gelap malam ini, keputusanya untuk mematikan seluruh saklar lampu sepertinya tepat. Kali ini mereka berdua benar benar membuatnya takut. Donghae menggila setelah adanya Ryeowook dan Ryeowook megatakan bahwa apa yang mereka alami karna rumah bekas kebakaran itu benar benar menakutkan. Tak ada yang tahu tentang bangunan itu. Tak ada yang tahu kisahnya, bahkan orang tuanya sekalipun!

.

.

.

"perkenalkan Park Donghae, dia adik kecilku Kim Kyuhyun"

.

.

TBC/END

Hehehe... agak horor ya kayaknya, semoga berhasil membuat suasana horornya #SemogaSemoga. Semoga kalian ngga bosen, dan tolong maafkan typo yang masih saja menjadi anak angkat dari setiap ff yang ku buat –Keh. Terimakasih banget buat yang udah review dan fav. Kalian semangat terbesarku ^^ jangan bosen bosen review ya... plis, aku Cuma pengen bahagia kok. Sekali lagi terimakasih banyak #deepBow ^^

Arum Junnie : iya hae uda gedhe raganya #hehehe

Dydy : hehe makasih uda revie, hayo wook antagonis apa protagonis hayo...

MiOs : bukan kekuatan -_- mungkin maksudnya kemampuan #Haha. Sebab akibat wookie bergabung tunggu di chap depan ya... #KalauLanjut ya

Kyuhae : cie cie yang suka kyuhaeteuk cie cie... ukh, aku ngga tega buat bunuh wookie, dia terlalu imut ^^

Haebaragi86 : iya wook bisa ^^

Fishyhaerin : hayo tebak... gimana karakternya wook... #Haha