Minna-san makasih ya udah review dan udah mau baca fic saya ini. Mohon maaf juga agak lama update-nya soalnya saya baru kelar UAS tanggal 11 Jan kemaren, jadi gomen ne minna baru bisa lanjut lagi.
I would like to say thousands thanks to :
El-Cierto
Yuki Tsukushi
Jenny Eun-Chan
Kaname (maaf ya kaname-san, aku ga mahir bikin fic dengan hints Lemon, kalo lime sih kayaknya masih bisa saya handle, hehe jadi maaf ya saya ga janji bisa bikin fic dengan sedikit lemon yang bagus )
Hasegawa Michiyo Gled
GaaIno (iya ya alurnya kecepetan, oke, nanti ada hint Sai-Ino kok, dtunggu ya )
Ino-chan (oke, sabar ya :3 )
Makasih ya buat masukan dari kalian, I love you guys
Finally i just wanna say "Hope you enjoy it, selamat membaca minna-san!"
Disclaimer © Naruto ® is belong to Masashi Kishimoto
Rated : T (Maybe the next couple chapters would be rated semi-M)
Genre : Friendship/Hurt/Comfort/Romance (?) / Teenage lifestyle
Pairing : Sabaku no Gaara and Yamanaka Ino
Warning : AU , OOC, misstyping , Gaje,alay,abal,ancur, EYD parah and etc whatever you call it :D
- penggalan chapter lalu -
"…" Gaara memandang Ino
"Hmm?" Ino bertanya pada Gaara. Gaara memandang mata Ino, dan membuat pipi Ino merona.
"Kau…ingin aku membuatmu lupa?" Gaara bertanya sambil memegang bahu Ino.
"Me-me-melupakan apa?" Ino bertanya dengan grogi
"Tentu saja melupakan apa yang paling ingin kau lupakan! Apa lagi memangnya, Hime?" Ujar Gaara sambil salah satu tangannya menyentuh pelan pipi Ino guna menghapus air mata Ino. Tentu saja, lagi- lagi pipinya merona sangat merah.
"Umm…uh…" Ino hanya bisa berkata demikian seraya mencoba menhindari tatapan mata Gaara. Ino bisa merasakan hembusan napas Gaara di pipinya terasa juga sampai bibirnya. Ino tak bisa menghindari tatapan mata Gaara. Dia merasa detak jantungnya menjadi sangat cepat dan bahkan dia bisa merasakan pipinya memanas kemerahan.
"I promise, All you'll remember will be me!" Gaara berbisik pada Ino, dan hembusan nafasnya ketika berbisik membuat leher Ino tergelitik. Hal ini membuat pipi Ino semakin memanas dan sangat merah.
"KYAAAAAAA, tunggu saja Ino sampai bibirnya bertemu dengan bibirmu dan ciuman pertamamu akan sangat berkesan, bukankah tadi dia sudah berjanji,hal yang akan kau ingat hanyalah dia kan?" Inner Ino menjerit puas.
'Kyaaaa...apa sebenarnya yang ingin dia lakukan?' pikir Ino.
Chapter 3
Seketika Ino memejamkan matanya karena tidak sanggup melihat maupun membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Namun karena Ia tidak merasakan apapun, perlahan Ia membuka matanya dan mendapati Gaara tengah berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.
"Gaara-kun?" Ino memanggilnya pelan
"Hn" hanya itu yang keluar dari mulut Gaara seraya Ia membalikkan badannya untuk menghadap Ino.
"What was that?" Tanya Ino seketika.
"Oh? Aku tadi mengangkat ponselku karena mendadak ada yang menelepon. Kenapa?"
"A...ano...tidak apa-apa!" Jawab Ino padahal Inner Ino menjerit kesal karena kecewa.
Gaara pun mendadak meraih tangan Ino dan menyeretnya keluar dari taman sambil berbisik pelan pada Ino "Hime, bawa aku ke kantin!" dan lagi-lagi seketika Ino memerah sambil mengangguk pelan.
Mereka tidak menyadari bahwa sejak tadi ada dua pasang mata tengah mengamati apa yang mereka lakukan. Salah satu dari mereka membatin lirih "Ino"…. Rupanya Ia adalah seorang murid laki-laki yang memang sudah menyukai Ino sejak dulu.
Sesampainya di kantin, Ino dan Gaara tidak langsung membeli sesuatu tapi segera mencari tempat duduk. Setelah mendapat tempat duduk, Ino pun beranjak.
"Mau kemana kau?" Gaara langsung bertanya
"Aku mau membeli makan siang, kau mau beli juga Gaara-kun? Biar sekalian aku belikan!"
Gaara hanya menggeleng pelan.
"Ya sudah, aku beli makanan dulu ya, Jaa!" seketika itu juga Ino pun pergi.
"Jadi itu si anak baru yang banyak dibicarakan murid-murid perempuan?" Tanya seorang anak laki-laki kepada Sakura yang duduk di sebelahnya sambil menunjuk Gaara dari kejauhan.
"Oh, kau baru melihatnya ya Sasuke-kun? Namanya Gaara, dia sekarang teman sebangkunya Ino." Jelas Sakura
'Hmmm, jadi dia orang yang tadi mesra-mesraan sama Ino rupanya' batin Sasuke yang ternyata merupakan salah satu anak yang tadi mengamati Ino dan Gaara di taman.
"Hi Gaara, maaf lama menunggu." Ujar Ino sekembalinya ke meja mereka tadi.
"Lama sekali!" Gaara mendengus kesal
"Tadi banyak yang beli."
"Memangnya apa yang kau beli tadi?" Tanya Gaara pada Ino
"Aku membeli bento, kau mau coba, Gaara-kun?" Tanya Ino sambil menyerahkan sumpitnya pada Gaara
"Hmm, baiklah, tapi kau coba lebih dulu, pilih saja kau mau yang mana?" Tanya Gaara.
"Aku mau kroket saja!" Tunjuk Ino pada salah satu kroket
Dengan itu, Gaara pun serta merta menjejalkan satu kroket di mulut Ino.
"Hmmmppphhh!" Hanya itu yang keluar dari mulut Ino.
"Sekarang , giliranku!" Ujar Gaara sambil maju mendekati muka Ino lalu memegang dagun Ino dan kemudian menggigit bagian kroket yang muat di mulut Ino hingga bibir mereka nyaris bertemu. Dan dengan entengnya kembali bersandar di kursi. Sedangkan Ino hanya diam mematung dengan wajah yang merah seperti kepiting rebus.
Setelah beberapa saat, Ino berhasil menghabiskan makanan di mulutnya dan mengumpulkan kembali kesadarannya, Ino langsung bertanya pada Gaara "A…apa maksudmu tadi?"
"Hn? Bukannya impas?" Jawab Gaara
"Eh? Maksudnya?" Ino tidak mengerti
"Aku tadi menyuapimu, jadi tadi aku anggap kau menyuapiku balik, jadi impas kan?" Jawab Gaara singkat
Ino pun tidak menjawab lagi dan mereka menghabiskan makan siang tersebut dalam diam. Ketika sudah selesai, Ino baru teringat bahwa Ia lupa menyimpan buku pelajaran tadi kembali ke loker, karena kelas berikutnya adalah kelas umum Kesenian di Aula, khusus untuk anak-anak kelas XI.
"Gaara-kun, kau sudah tau dimana letak Aula kan?" Ino bertanya sambil mereka beranjak keluar dari kantin. Gaara hanya menggeleng.
"Hmmm... gimana ya, sebentar lagi kelas akan dimulai tapi aku melupakan sesuatu di kelas tadi." Jelas Ino kepada Gaara
"Biar kutemani, lalu kita ke Aula bersama-sama!" Jawab Gaara singkat
"Tapi, aku tak mau membuatmu terlambat Gaara-kun."
"Ayo cepat, lagipula kita terlambat kan berdua, tak hanya sendirian!" Jawab Gaara sambil menarik lengan Ino
Sesampainya mereka di kelas, bel sudah berbunyi, mereka pun bergegas menuju loker untuk mengambil buku dan alat tulis mereka, lalu berlari di lorong menuju Aula, kali ini Ino yang berlari sambil menggenggam jemari Gaara. Mereka pun buru-buru masuk ke Aula dalam keadaan ngos-ngosan.
"Rupanya kali ini Yamanaka terlambat karena habis berpacaran dengan Rei, Hmm?!" Cecar Deidara-Sensei kepada mereka berdua yang tampak kebingungan.
"Ano, Sumimasen, Deidara-Sensei, ini semua salah saya, saya meninggalkan sesuatu di kelas sebelumnya." Jelas Ino sambil membungkuk
"Masih belum meninggalkan kecerobohanmu Yamanaka, Hm?" Tanya Deidara-Sensei dengan nada bicara sarkastis.
"Gomenasai Sensei!" Ino membungkuk lebih rendah lagi
"Kalian masih ingin berpacaran atau ikut bergabung di kelasku, Hm?" Deidara-Sensei bertanya sambil menatap tajam ke arah tangan mereka berdua yang masih rapat menggenggam satu sama lain.
Gaara pun sadar dan buru-buru melepaskan genggamannya dan mukanya memerah, sama halnya dengan Ino
"Gomenasai, Deidara-Sensei" kali ini giliran Gaara yang membungkuk.
"Carilah tempat duduk, Yamanaka,Rei. Berhubung ini adalah kelas pertamamu Rei, kali ini kalian kumaafkan, tapi lain kali, saya tak akan segan-segan menghukum kalian,mengerti Hm?"
"Hai', Deidara-Sensei" Jawab mereka serempak.
Ino lalu duduk dekat Sakura dan teman satu geng-nya. Sementara Gaara memilih duduk dekat siswa laki-laki berambut hitam yang belakangan diketahui bernama Sai.
"Baik, anak-anak, hari ini kita akan melakukan kajian terhadap Seni Pentas Drama, berhubung dalam waktu tiga minggu dari sekarang kalian akan melaksanakan Pekan Kreativitas, maka kali ini saya sengaja akan memberikan kalian pengenalan lebih mendalam tentang Seni Pentas Drama, khususnya pendalaman karakter bagi kalian yang memang tertarik dengan Seni! baiklah buka catatan kalian, Hm!"
Maka sisa waktu yang tersisa di kelas itu pun, diisi dengan ceramah Deidara-Sensei dimana setiap siswa diwajibkan untuk mencatatnya tanpa terkecuali. Sepuluh menit sebelum kelas dibubarkan, Deidara memberikan tugas kepada setiap kelas untuk mempertunjukkan kemampuan mereka dalam Seni Peran Drama, Seni Musik, Seni Rupa, Seni Lukis, Seni Olah Vokal dan Sastra dalam kegiatan Pekan Kreativitas di sekolah mereka tersebut, dimana setiap kelas diwajibkan untuk menujukkan kemampuan terbaik mereka di setiap bidang seni yang diajarkan Deidara-Sensei.
"Baiklah, ada pertanyaan Hm? Atau sudah cukup jelas?"
Terlihat Gaara mengangkat tangan lalu bertanya: "Sensei, apakah murid baru seperti saya harus ikut dalam kegiatan pertunjukkan seni atau hanya diikutkan dalam kegiatan di balik layar?"
"Tentu saja kau diwajibkan ikut Rei, kusarankan kau sebaiknya menampilkan karya seni bersama Yamanaka, mengingat dia cukup berbakat dibalik segala kecerobohannya Hm!"
"Satu hal lagi Rei, saya tidak pernah menerima protes!, cukup jelas Hm?" Terlihat Deidara-Sensei mengarahkan pandangan menyeramkannya pada Gaara namun tidak berpengaruh dan hanya dijawab dengan anggukan pelan Gaara.
"Ada pertanyaan lain Hm?" Tanya Deidara-Sensei dengan pandangan yang menyapu menyadari tidak ada pertanyaan lagi,maka Ia pun mempersilakan semua murid untuk meninggalkan kelas yang tanpa ba bi bu lagi semua anak sudah dengan sangat senang hati meninggalkan kelas,kecuali...
"Ino,habis ini kamu mau kemana lagi?, ke sekre ekskul atau mau kemana?" Tanya Sakura yang entah kenapa sama sekali tidak dijawab oleh Ino. Rupanya mereka hanya 2 dari enam anak yang masih tinggal di kelas.
"Ino,aku tahu kamu marah sama aku kan,tapi please,jangan diamkan aku seperti ini Ino,aku tahu kalau kamu masih marah karena aku jadian sama Sasuke-kun kan?" Lirih Sakura yang seketika menatap heran karena Ia mendengar sesuatu keluar dari mulut Ino.
"Gaara-ku~n..."Ino berkata nyaris berbisik sambil tersenyum tidak jelas,matanya jelas memperlihatkan bahwa dia sedang melamun
"Tenten,Hina-chan, dia kenapa?" Tanya Sakura pada kedua temannya
"Mungkin dia sedang melamun,lihat saja wajahnya!" Jawab Tenten asal.
"Suki dayo,Gaara-kun…" Lirih Ino sekali lagi sambil diiringi semburat merah di pipinya
"Ah…aku tahu, dia sedang jatuh cinta rupanya!" Bisik Tenten pada Sakura dan Hinata dengan senyuman jahil dan diiringi anggukan dari kedua temannya.
"Ano, apa kalian ada janji dengan Ino?" Suara berat dan datar membuat mereka kaget.
'Kawaii, sugoiii, kireii na,pantesan Ino betah lama-lama sama orang ini,tidak heran Ino bisa jatuh cinta sama dia!' Batin mereka bertiga
Karena tidak ada jawaban, Gaara bertanya sekali lagi, "Apa kalian ada janji dengan Ino setelah ini?"
"E...eto,tidak ada kok Sabaku-san!" Jawab Sakura
"Gaara,panggil saja aku Gaara,karena kalian adalah teman Ino,kalian panggil saja aku Gaara!"
"Hai',kalau begitu kami pamit,Gaara-San!" kata Hinata sambil membungkuk
"Chotto matte kudasai, apa kalian tahu ekskul apa yang diikuti Ino?" Tanya Gaara masih dengan nada bicara yang dibuat datar
"Hmm,dia ikut ikebana dan paduan suara." Jawab Sakura dengan senyum penuh arti
"Lalu, kalian sendiri? Kalian bersahabat dengannya kan?"
"Ya,kami ikut paduan suara, tapi aku sendiri juga ikut medical club" jawab Sakura tegas
"aku ikut klub sains." jawab Hinata malu-malu
"aku ikut Tae Kwon Do,kamu sendiri mau ikut ekskul apa?" Kali ini Tenten menjawab sekaligus bertanya
"Entahlah,mungkin sepak bola atau basket" jawab Gaara sambil mengangkat bahu
"Ok, kalo gitu kami pamit ya, Jaa Ne!" Kata Sakura sambil berlalu
Gaara melihat kepergian mereka(?) sambil memikirkan sesuatu,tapi seketika terhenti karena mendengar namanya dipanggil.
"Gaara-kun,kamu nakal!" lirih Ino
"Ino, daijoubu desuka?" Tanya Gaara khawatir tepat didepan muka Ino
"Gaara-kun, kamu terlihat nyata dan... anata wa hansamudesu….." Lirih Ino sambil memegang kedua pipi Gaara dengan gemas.
"Ino,aku memang nyata,aku disini dan berhentilah memegang wajahku!" Jawab Gaara dengan tampang datar seperti biasa
"…"
Ino berhenti memegang wajah Gaara sambil mengumpulkan kesadaran.
"Nani? Ga-Gaara-kun kenapa kamu ada disini?" Tanya Ino mencoba menahan rona merah di pipinya
'Wajahnya dekat sekali denganku' pikirnya
"Kelas sudah berakhir dartadi,ayo keluar!" kata Gaara Ino tidak beranjak melainkan terlihat bingung.
"Ada apa?" Tanya Gaara
"Sore wa… nanimonai!" Jawab Ino dengan tawa garing sambil berjalan ke arah Gaara.
"Jadi, mau kemana kita,Gaara?" Tanya Ino
"Antar aku ke klub Basket dan Sepak Bola!"
"Nani, kau mau bergabung dengan dua klub itu?" Tanya Ino
"Aku laki-laki." Jawab Gaara seolah menjelaskan semuanya.
"Aku tahu, demo… Sasuke… aaahh… nanimonai yo, ayo kita kesana Gaara-kun!" Ajak Ino seceria mungkin.
"Matte,jadi namanya Sasuke ya?dia ikut Basket?" Tanya Gaara
Ino hanya mengangguk lemah.
-0000000-
Sepanjang perjalanan mereka menuju secretariat Ekskul, banyak mata menatap kea rah mereka,terutama dari para siswi yang memandang kagum ke arah Gaara, tapi sebaliknya tatapan kebencian ke arah Ino. Gaara sadar akan hal ini.
'Ino,gomenasai' kata Gaara dalam hati.
Belum juga sampai di sekre ekskul,Gaara meminta Ino untuk mengantarkannya ke lapangan saja, katanya sih Gaara ingin melihat lapangannya terlebih hanya menurut saja sambil membatin 'Maunya apa sih ini orang? Untung aja dia ganteng!'
Kini mereka tengah duduk berdua (ehm) di kursi penonton di pinggir lapangan Sepak Bola. Entah mengapa Ino merasa tidak nyaman, jantungnya berdegup kencang ditambah lagi,merekasejak tadi tidak berbicara apapun,tak ada yang berani memulainya.
"Gaara-kun, kau sangat suka olahraga ya?" Ino bertanya memecah kesepian.
"Hn" jawab Gaara singkat
"Kenapa,kenapa kau suka olahraga?"
Belum juga Gaara menjawab, tiba-tiba terdengar suara "AWAS!"
Dan refleks Gaara menangkap bola yang mengarah ke Ino lalu memendangnya dan tak disangka-sangka masuk ke gawang.
'Su-sugoi!' batin Ino
"Aku suka olahraga karena aku ingin melindungimu seperti tadi,Hime" bisik Gaara yang sukses membuat Ino merinding dan bahagia seketika (?).
"Ga…Gaara-kun,jangan bercanda ah, lihat! Sekarang semua siswi melihat benci ke arahku, mereka sekarang berpikir bahwa aku menjadi ancaman bagi mereka untuk mendapatkanmu! Ujar Ino.
"Wajar saja,memang seharusnya mereka berpikir demikian karena kamu memang tipe gadis yang kusukai." Gaara menjawab sambil terkekeh.
"Hey,apa yang kau katakan? Tidak lucu tahu!" Jawab Ino dengan muka yang semerah tomat.
'Jika apa yang dikatakan Gaara benar,maka sudah pasti aku tidak akan pernah bias menikmati kedamaian di sekolah ini karena aku pasti akan dibakar hidup-hidup oleh siswi2 Gaara FC (?) itu!' Batin Ino
"Hey,,,bukan salahmu kalau Gaara tertarik padamu kan?"Inner Ino tersenyum puas
Sementara Ino berpikir keras, Gaara sudah bergabung dengan anak-anak klub sepakbola di lapangan dan tanpa Ino tahu, dia sudah mencetak beberapa gol dan tanpa mndaftarpun, anak-anak klub sudah akan mendaftarkannya.
"Hey Ino,ayo pulang!aku capek!" Ajak Gaara
Tanpa Ino sadari tangannya sudah mengelap keringat Gaara menggunakan saputangan pribadinya dengan romantisnya(ehm) dan Gaara hanya mematung sambil memasang senyuman yang sangat tipis.
"Eh?, gomenasai Gaara-kun aku tak bermaksud…."
"Tak apa,arigato Hime"
Dan lagi-lagi Ino merona.
Tanpa mereka tahu dari kejauhan, Matsuri menatap Ino penuh kebencian.
"Anak penjual bunga itu, mau sok popular ya, dulu Sai,sekarang Gaara." Kata Tayuya yang berdiri disamping Matsuri.
-00000-
"Gaara-kun,kenapa kau mengajakku ke tempat parkir,aku kan tidak bawa kendaraan,dan lagi aku belum mengerjakan PR kimia." Kata Ino
"PR Kimia kan dikumpulkan besok,kamu bias mengerjakannya nanti di rumah!" Jawab Gaara tak peduli
"Ano, aku kan tidak punya buku paket kimia,dan di rumahku tak ada sambungan internet,jadi aku…."
"Kemarikan bukumu!" Potong Gaara
"De-demo…"
"Sudahlah kemarikan bukumu, cepat!"
Inopun menyerahkan buku tugasnya dengan tatapan bingung
"Biar kukerjakan,besok kukembalikan,kau tenang saja!"
"EH?"
"Kau meragukan otakku?" Tanya Gaara
"Bu-bukan begitu, tapi…aku tak mau merepotkanmu"
"Aku tak merasa repot,sudahlah ayo naik!"
Ketika Ino melihat motor yang dimaksud Gaara,hanya ada satu kata yang menggambarkannya "KAYA" ya,Gaara adalah anak orang kaya.
To Be continued.
Gomenasai minna-san kalo chapter ini pendek dan endingnya ngegantung.
Akhir kata,please Review (pasang puppy eyes no jutsu) :D
