~ Beautiful Hib-Creature~
Park cheonsa fujoshi (Virly Park)
Threeshoot
Rate : T
Warn: Boys Love, Yaoi, Romance, Humor
Summary:
Animal-hybrid adalah makhluk yang sembilan puluh sembilan persen mirip manusia jika tanpa telinga hewan di kepala mereka. Mereka merupakan campuran dari hewan dan manusia normal. Bagaimana jadinya jika seorang namja manis membenci para makhluk-makhluk itu?
A/n : ff ini terinspirasi dari sebuah ff yang di buat oleh author bernama BANG YOUNG RAN. Aku plagiat mungkin iya, maaf. It's just like another sequel. Tapi aku suka banget sama ff asli nya yang di bikin author BYR. Tapi karena semua ff nya udh di hapus dari Ffn sama BapYaoiFF, aku jadi gak bisa baca itu lagi padahal tinggal satu chapter belum di baca *nangis di pojokan* yang rate M. Muehehe. Bang Young Ran Jjang !
~ Beautiful Hib-Creature~
Prev chapter...
"hehe, tentu saja hyung. Aku menutup telingaku sesuai hitungan hyung yang langsung di tiga. Terima kasih untuk hari ini hyung, aku mencintaimu~" Jimin mendekatkan wajahnya dan
Chu~
Ia mencium kening Yoongi, Yoongi tersenyum "terima kasih sudah hadir di hidupku" bisik Yoongi meski pelan Jimin tetap mendengarnya.
Jimin menjauhkan wajahnya "nah, masuklah hyung. Sudah sangat malam, aku akan pulang"
Yoongi mengangguk, Jimin pun menaiki mobil sportnya. Kemudian melambai sebentar sebelum meninggalkan halaman rumah Yoongi.
~ Beautiful Hib-Creature~
Chapter 3 (END)
Yoongi sedang merapikan penampilannya di depan kaca, ia bangun saat pukul 7:30 tadi. Sekarang ia sudah berpakaian rapi, rambut yang setengah basah membuatnya harus meletakkan handuk di atas kepalanya.
"mm, terlihat rapi" gumamnya ceria dengan senyum yang tak pernah luntur-lunturnya sejak tadi. Yoongi tidur dengan nyenyak semalam, meski kemarin ia menghabiskan satu hari penuh bersama Jimin, tidak ada sama sekali rasa lelah menghinggapi tubuhnya. Yoongi yang sebenarnya selalu malas bergerak, tapi karena Jimin. Ia merasa tidak bisa diam karena lelaki itu selalu membuat jantungnya bekerja dengan cepat.
Cklek... pintu kamar terbuka...kepala seorang lelaki paruh baya menyembul di baliknya
"wah sudah rapi, cepatlah turun kebawah. Kita sarapan" namjoon merasa bahagia saat melihat perubahan sikap anaknya yang sekarang rajin dan selalu tersenyum, namjoon berterimakasih kepada Jimin yang sudah memasuki hidup anaknya. Dan merubah Yoongi pemurung sekarang menjadi seorang yang ceria
Yoongi menoleh "ne, appa"
Namjoon menutup kembali pintu kamar anaknya, berjalan kembali ke arah dapur. tempat di mana istrinya sedang menyiapkan sarapan.
"yups, Jimin-ah. Aku datang" ujar Yoongi bermonolog di depan kaca. Ia membalik tubuhnya berjalan ke arah ranjang mengambil tas ransel yang bukunya sudah sesuai jadwal hari ini. ia menutup pintu kamarnya sebelum turun ke bawah, di mana kedua orang tuanya berada.
~ Beautiful Hib-Creature~
"yak! Kau mau kemana?!" teriak j-hope saat melihat motor sport yang di tumpangi seseorang berjalan menjauh pergi dari pekarang rumahnya
"maaf hyung! Aku akan berangkat bersama Yoongi!" teriaknya balik kemudian melambai ke arah j-hope di jendela lantai 2 kamarnya.
j-hope mendesis, sepertinya ia harus naik mobil seperti biasa. Kalau tahu Jimin akan berangkat bersama Yoongi, j-hope tidak mungkin sesantai ini. ia biasanya berangkat jam 7:40 saat memakai motor bersama Jimin. tapi kalau memakai mobil ia harus berangat agak pagi sekitar jam 7:30 karena kemacetan dan batas kecepatan yang harus di turuti saat berada di jalan raya.
~ Beautiful Hib-Creature~
Ting..tong..
Cklek...
"eh, nak Jimin" jin terkejut saat menemukan Jimin yang berdiri di depan pintu rumahnya sambil tersenyum cerah.
"kau akan mengajak Yoongi huh?" jin tersenyum saat melihat anggukan semangat dari seorang Jimin yang terlihat menggemaskan "tunggu dulu ne? Aku akan memanggil Yoongi" jin masuk beberapa langkah di rumahnya kemudian
"KIM YOONGI ! JIMIN MENJEMPUTMU!" pekiknya menggelegar, Jimin sampai tersentak karena terkejut. Sungguh mahadahsyat teriakan jin
Yoongi datang ke arah eommnya dengan tas ransel yang bergerak lucu karena berlari kecil "yak! Eomma! Berhentilah berteriak" Yoongi malu karena eommanya itu selalu berteriak seolah Yoongi itu tuli. Heol, kelamaan Yoongi bisa jadi tuli karena teriakan menggelegar eommanya.
"eh, Jimin" Yoongi tersenyum menemukan Jimin di depan pintunya, ia langsung mendatangi Jimin "Jimin-ah ayo berangkat"
Jimin mengangguk, menjulurkan tangan kanannya yang malah membuat Yoongi mengernyit.
Jin sweatdrop "aigoo" anaknya memang masih polos dan kikuk . menarik tangan kiri anaknya kemudian mempertemukan tangan mereka berdua, Jimin tersenyum calon mertuanya memang hebat. kemudian menarik Yoongi untuk berdiri di sampingnya
"ommonim, kami berangkat dulu ne?"
"ne, hati-hati. Jangan apa-apai anak ku eoh?"
"eih eomma, kalau dia berani melakukan apa-apa padaku ia akan ku..." Yoongi menunjukkan tinjunya di depan wajah Jimin sehingga membuat namja tampan tersebut harus dengan susah payah menelan ludahnya yang malah tersangkut di tenggorokan.
"naega wae? aku tidak akan melakukan apa-apa"
Jin tertawa, darahnya berdesir hangat saat melihat sang anak yang selama ini terkesan introvert akhirnya memiliki teman sekaligus pasangan hidup. Aah, jin ingin cepat-cepat memiliki Jimin sebagai menantunya yang sah di mata hukum, yang berarti sebuah pernikahan.
Jimin dan Yoongi melambai sebentar ke arah jin, kemudian menaiki motor sport yang Jimin bawa. Berkendara menuju sekolah mereka
~ Beautiful Hib-Creature~
"kyaa~ Yoongi oppa"
"itu siapa? kenapa ia menggandeng tangan Yoongi sunbae?"
"apa itu pacarnya? Kya~ tampan sekali"
Koridor kelas yang ramai berubah menjadi agak sepi lantaran siswa-siswa nya yang asik berbisik saat dua orang namja melewati koridor sambil berpegangan tangan.
"Jimin-ah, mereka membicarakan kita. Tolong lepas sebentar saja" bisik Yoongi yang sangat sadar akan tatapan para siswa tertuju pada mereka, membuat risih saja. ia bahkan mencoba melepas genggaman lembut Jimin di telapak tangannya
Jimin menghentikan langkahnya, menatap sang kekasih yang tengah menatapnya bingung "wae? pacarku terlalu manis, aku takut akan mengundang banyak semut"
Oke, meski terdengar cheesy. Tapi pipi Yoongi tetap merona parah "a-apaan sih"
Jimin tersenyum, mencubit pipi gembil sang kekasih kemudian kembali menarik tangan Yoongi. Berjalan sambil bergandengan mesra menuju kelas mereka, hhh~ dunia serasa milik berdua :-*
—
—
—
—
Saat di tengah jalan, 2 namja yang sangat berbeda mendatangi mereka. membuat Yoongi mengernyit tidak suka ke arah namja satunya, namja manis bertelinga kuning keemasan dengan bintik hitam khas leopard hybrid.
"hobi hyung, taehyungie , kenalkan ini Yoongi hyung" ujar Jimin memperkenalkan sang kekasih yang lantas membuat kedua namja itu membungkuk tanda hormat, memberi senyuman yang Yoongi balas dengan senyuman kembali meski harus sedikit memaksa mulut mungilnya yang jarang tersenyum tersebut.
"Yoongi hyung, senang berkenalan denganmu. Aku kim taehyung, Yoongi hyung bisa memanggilku V atau taetae, kau bisa lihat telingaku yang bergerak ini?" kemudian menggerak-gerakan telinganya yang hampir membuat j-hope memekik karena gemas "aku leopard hybrid, meski aku leopard aku tidak terlalu menyukai daging. Jadi jangan takut padaku, aku tidak akan menggigit" taehyung mengakhiri kalimat bersemangatnya dengan senyumannya yang khas, senyuman kotak ala taehyung.
Yoongi hanya mengangguk ragu, entahlah. Ia malah merasa agak sedikit takut dengan keantusian taehyung sebagai makhluk hybrid yang banyak bicara meski baru berkenalan pertama kali. Yoongi bahkan tidak bisa membayangkan bila nanti ia dan taehyung akan menjadi akrab.
"nah, Yoongi hyung. selanjutnya, kau yang harus memperkenalkan dirimu" Jimin tersenyum, menggenggam lembut tangan sang kekasih yang tiba-tiba agak sedikit mencengkram tangan nya saat taehyung memperkenalkan dirinya barusan, ia tahu kalau namja manis tersebut merasa tidak nyaman berada di sekitar orang baru. Yeah, orang baru
"aku Kim Yoongi"
Uhuk... (Taehyung tersedak)
"taehyung-ah, kookie mana?"
"ah, anak itu" j-hope dan V meringis "ia tidak bisa sekolah karena gigi baru nya akan tumbuh, ia demam" jelas j-hope saat mengingat namja manis bermarga jeon itu mengatakan tidak bisa sekolah di karenakan sakit
Pada setiap hybrid yang sedang dalam masa pertumbuhan seperti jungkook. Mereka pasti akan mengalami yang namanya sakit, suhu tubuh meningkat karena tubuh mereka tengah mengalami perubahan. Setiap hybrid tentu saja berbeda tergantung dari campuran gen hewan mereka.
~ Beautiful Hib-Creature~
Sekarang sudah pukul 15:30 dan sudah cukup sore. Langit yang perlahan berubah warna menjadi jingga samar, karena matahari turun ke ufuk barat secara perlahan. Para siswa sudah setengahnya pulang ke rumah masing-masing, tapi berbeda dengan dua namja kasmaran yang tengah duduk berdua di rooftop sekolah mereka, Beberapa jam lagi berada di sini, kemudian pulang ke rumah setelahnya.
Dengan posisi yang berdampingan, kedua namja itu duduk di bangku rooftop. Menikmati pemandangan alam yang indah, hanya berdua.
''hyung, apakah kau akan meninggalkanku?'' dahi Yoongi mengernyit tidak mengerti, ia mengangkat kepalanya yang semula berada di bahu Jimin.
''aku tidak akan kemana-mana''
''maksudku bukan itu'' Jimin menatap Yoongi ''tapi, apakah kau akan meninggalkanku nantinya?''
''apa yang sedang kau bicarakan Jiminnie?''
Jimin menarik nafasnya dalam, melarikan pandangan ke arah depan di mana matahari yang sudah setengahnya berada diperaduan.
Namja tampan itu merasa bingung dengan apa yang harus ia lakukan?
Tidak mungkin ia akan menyembunyikan ini lebih lama lagi, ia tidak ingin membuat Yoongi terluka karena telah membohongi namja manis itu. Dan ia juga tidak ingin ia terluka jika nanti Yoongi malah menjauhinya, dan membencinya saat Jimin mengatakan yang sejujurnya
''chagi-ah, kau kenapa?'' Yoongi bahkan memutar tubuhnya untuk menghadap Jimin, menyentuh dengan lembut pipi tirus namja tampan itu menggunakan kedua tangannya. Menangkup kedua pipi sang kekasih ia pandangi ''katakan chagi, kau kenapa?''
Jimin tersenyum, membalas tatapan sayu Yoongi yang selalu terlihat indah bagi Jimin, mengangkat kedua tangan untuk menggenggam tangan Yoongi yang masih setia bertengger di pipinya
''aku takut hyung'' ujarnya, kemudian mencium tangan Yoongi yang ia genggam.
''takut? Takut apa?''
Jimin hanya tersenyum, wajah Yoongi terlihat sangat menggemaskan bahkan saat namja manis itu bingung.
Jimin menggeleng, tidak. Ia tidak bisa mengatakan ini, ia tidak ingin semua keindahan ini berakhir dengan cepat. Mereka baru bersama beberapa hari yang lalu, mereka baru merasa sebuah kebahagiaan beberapa hari yang lalu, dan merasa saling mencintai untuk waktu yang sangat singkat tersebut.
Tidak
Jimin tidak akan mengakhiri kebahagiaan ini. Ia ingin Yoongi selalu di sisinya, ia ingin menatap wajah indah Yoongi selalu, ia ingin aroma seorang Yoongi untuk selalu memabukkannya.
Iya
Jimin hanya inginkan itu di hidupnya. Berbohong sedikit lebih lama lagi tidak apa-apa bukan? Benar bukan? Tolong katakan itu adalah hal yang tepat untuk Jimin lakukan.
''chagi... uljima'' Yoongi gelagapan saat melihat cairan bening menetes dari pelupuk mata Jimin, pemuda tampan itu menangis!
''hyung, jika suatu saat nanti ada takdir yang tak dapat di ubah, apakah kau akan tetap mencintaiku seperti ini?''
dahi Yoongi semakin berkerut, sungguh. Ia tidak mengerti apa yang sedang Jimin coba katakan.
''apakah kau akan menerimaku apa adanya hyung? Apakah kau bersedia menghabiskan waktumu bersamaku?''
—
—
—
—
—
''Ne, aku bersedia''
Jimin terdiam
''aku akan selalu berada di sisimu, aku bersedia menghabiskan waktuku bersamamu. Aku ingin kau, hanya kau. Untuk menemaniku''
—
—
—
Jimin tersenyum pahit, kata-kata Yoongi barusan sangat indah sekaligus membuat gundah hatinya.
Jimin tidak tahu arti dari mata sayu yang menatap tepat ke arah manik kelamnya itu, bibir semerah cherry yang mengatakan kalimat tanpa ragu sedikitpun, dan sentuhan hangat dan lembut yang namja manis itu salurkan melalui tangannya.
Namja manis bernama Kim Yoongi, namja manis yang sangat membenci animal-hybrid
''chagi, katakan yang sejujurnya, apa yang membuatmu ragu dengan kesungguhanku?''
Jimin melepas lembut tangan Yoongi dari genggamannya, berjalan mundur sambil terus menatap wajah manis mengisyaratkan sebuah kebingungan.
Jimin berhenti setelah tepat di langkah yang ke-5.
Namja tampan itu melepas tas ransel yang mulanya tersampir di pundaknya, menurunkan benda itu di lantai rooftop yang sedang pijak.
Entah ini pilhan yang tepat atau tidak, namun namja tampan itu perlahan membuka satu persatu kancing blazer sekolah yang ia pakai.
Jimin akan memberitahu Yoongi sekarang juga. Yeah, meski ia tidak tahu entah bagaimana reaksi nantinya.
Jimin tak bisa egois, Jimin tidak bisa membohongi namja manis yang sangat ia cintai itu.
Jimin tidak ingin kebohongan terus mengiringi hubungannya bersama sang pujaan hati.
Jimin inginkan kejujuran, meski ia tahu bagaimana jika nanti Yoongi malah membencinya. Jimin tahu konsekuensinya jika seorang anim-hybris sejenis Jimin saat mendapat cinta pertama, maka cinta itu jua lah yang akan jadi cinta terakhir baginya.
Blazer sudah terlepas, sekarang namja tampan itu sudah sampai pada kancing terakhir kemeja putih sekolahnya.
''hyung, katakan yang sejujurnya akankah kau akan mencintaiku sama seperti sebelumnya?'' Jimin melepas seragamnya dan
Buzzzzz...
Mulut Yoongi sukses ternganga, betapa terkejutnya ia saat melihat sesuatu di belakang Jimin.
Sesuatu berwarna putih dengan ukuran yang besar keluar dari punggung Jimin! Kedua benda itu terbuka lebar, lebih besar 2 kali lipat dari lipat dari tubuh yang membawanya.
''J-Jimin'' Yoongi terbata, ia tidak bisa mempercayai apa yang sedang ia lihat sekarang, ia tidak percaya bahwa Jimin mempunyai sayap!
Kepala Yoongi terasa nyeri sehingga membuat namja manis itu limbung seketika, tubuhnya ambruk hingga terduduk, dan pandangannya pun menggelap
''HYUNG!''
~ Beautiful Hib-Creature~
bzzpp...bzzpp
seseorang terbaring di ranjang rumah sakit, selimut berwarna biru muda menutupi sebagian tubuhnya dari ujung kaki sampai dada, pada bagian tangan kanannya terdapat selang infus, dan pada wajah manisnya ada selang oksigen di hidung bangir tersebut.
''j-Jimin-ah''
''tenanglah, ibu disini'' jin membelai lembut puncak kepala sang anak, sehingga membuat sang empunya kembali tertidur dengan tenang.
Ini sudah 3 jam sejak Yoongi datang kerumah sakit dengan keadaan tidak sadarkan diri, alias pinsan.
Betapa khawatirnya seokjin saat sore tadi seseorang menelepon dan mengatakan bahwa anak semata wayangnya sudah berada di rumah sakit dengan keadaan pinsan.
Dengan kaki jenjangnya yang terbalut kaus kaki merah muda beralaskan sendal jepit khas rumahan dan coat berwarna biru muda, seokjin pun langsung melesatkan mobilnya dengan kecepatan hampir menyamai roket saat perjalan menuju rumah sakit.
Perasaan khawatir dan sedih bercampur aduk menjadi satu saat ia sudah sampai di rumah sakit yang di sebutkan oleh di penelepon, Park Jimin.
Sebenarnya ditelpon dari rumah sakit karena Yoongi yang pinsan itu merupakan hal yang lumrah bagi seokjin.
Karena jujur saja, anak manisnya itu hampir 1 bulan sekali selalu masuk rumah sakit karena penyakit anemia atau kekurangan darah yang ia alami, dan hal itu tetap saja masih membuat seokjin khawatir setengah mati.
Setelah keluar dari ruangan Yoongi di rawat, seokjin pun mendatangi seorang pemuda yang tengah duduk di kursi tunggu dengan kepala tertunduk.
''Jimin-ah''
sang pemuda bangkit saat seokjin memanggilnya
''dia sudah sadar?''
seokjin menggeleng ''ia hanya mengigau, dan kau tahu? Dia mengigaukan namamu dalam tidurnya'' jin pun duduk di kursi samping Jimin
''eommonim, mianhae''
jin mengusap bahu Jimin lembut, mencoba menenangkan namja tampan yang sama khawatirnya seperti dirinya, bahkan mungkin namja itu lebih khawatir di banding seokjin.
Seokjin berterimakasih kepada Jimin karena pemuda itu rela berlari sambil menggendong Yoongi di kedua lengannya menuju rumah sakit yang berjarak 200 meter dari tempat Yoongi dan Jimin bersekolah.
Jimin rela menggendong Yoongi hanya karena terlalu khawatir dengan sang kekasih.
Jimin bisa saja memanggil taksi, tapi taksi akan memakan waktu yang lama untuk sampai karena sering terjadi kemacetan lalu lintas.
''tak apa Jimin-ah, hal ini sudah biasa. Sebentar lagi ia mungkin juga akan bangun''
Jimin mengangguk lemah, meski jin mengatakan untuk tenang. Jimin masih merasa begitu bersalah karena ialah penyebab pinsannya Yoongi. Ia lah yang membuat namja manis itu sampai di rawat di rumah sakit hanya karena kebodohannya.
Kebodohannya yang tanpa aba-aba langsung mengeluarkan kedua sayapnya hingga membuat namja manis itu terkejut dan syok tentu saja.
Tap...tapp..tap
suara langkah yang terkesan cepat itu menggema di lorong rumah sakit yang Jimin dan seokjin tempati, suara langkah kaki itu semakin mendekat ke arah mereka berdua
''hah...hah.. Bunda, bagaimana keadaan Yoongi?''
ah, ternyata itu namjoon, namja paruh baya berseragam khas dokter dengan stetoskop yang mengalung di lehernya itu berlari dengan kecepatan kilat saat menyusuri lorong. Membuat seokjin dan Jimin langsung bangkit dari duduk mereka
''ya seperti biasa, kenapa harus berlari sih?'' jin merapikan kerah namjoon yang acak-acakan karena berlari barusan. Catatan, namjoon merupakan salah satu dokter di sini
''ahh, syukurlah'' namjoon terduduk, sebenarnya ia juga bingung. Kenapa ia berlari di lorong rumah sakit setiap kali Yoongi dirawat? Dan hampir setiap kali juga namjoon di omeli dokter lainnya karena langkah namjoon yang tergesa itu membuat gaduh sepanjang lorong rumah sakit, dan membuat pasien di sana terkejut.
Seharusnya rumah sakit itu harus tenang bukan?
''eh, kau juga disini jim?'' namjoon baru menyadari keberadaan Jimin karena barusan terlalu asik mengatur nafasnya yang tersengal
''ne, abeoji'' jangan bingung kalau Jimin memanggil namjoon dengan panggilan 'Abeoji' karena namja itu jua lah yang memintanya.
Kalau seokjin dipanggil eommonim, namjoon juga boleh dong kalau dipanggil abeoji? Hehe...
''hah, akan sangat bagus jika Yoongi dalam satu bulan saja tidak masuk rumah sakit dengan keadaan yang seperti ini. Pinsan satu bulan sekali bagai sebuah kewajiban saja baginya''
''tapi ini juga rekor yah, biasanya Yoongi itu saat pertengahan bulan sudah pinsan. Tapi ini sudah hampir akhir bulan dan ia baru saja pinsan. Itu sebuah pencapaian yang bagus yah''
dalam keadaan seperti ini kedua orang tua tengik itu masih saja ingin bercanda, pikir Jimin.
Heol, telat masuk rumah sakit merupakan sebuah rekor. Yang ada ada saja, batin Jimin sweatdrop
Tapi ngomong-ngomong, Yoongi mungkin akan mendapatkan rekor itu jika saja bukan karena Jimin. Astaga, memikirkan itu semakin membuat Jimin merasa bersalah.
Kepala Jimin kembali tertunduk, berpikir apa yang harus ia lakukan, berpikir apa yang kan terjadi saat Yoongi sadar nanti.
Akankah ia membenci Jimin? Ataukah ia masih tetap mencintai Jimin?
Entahlah, Jimin akan pasrah saja, saat Yoongi inginkan sesuatu, Jimin berjanji akan menepatinya agar namja manis itu bahagia. Yeah, semua yang Yoongi kehendaki, Jimin berjanji akan mengabulkannya.
Meskipun itu permintaan yang sangat berat untuk Jimin tepati, menjauh dari Yoongi.
''abeoji, eommonim'' kedua suami yang mulanya berbincang ringan itu secara bersamaan mengalihkan perhatian mereka ke arah pemuda yang kini sudah berdiri di depan keduanya.
''aku, aku ingin minta maaf'' Jimin membungkuk sedalam-dalamnya ''maafkan aku''
namjoon bangkit dari duduknya, menepuk bahu Jimin pelan ''sudahlah, tak apa. Ini hanya masalah kecil''
Jimin menggeleng ''tidak abeoji, aku lah penyebab Yoongi jadi begini. Aku yang membuat satu-satunya anak kalian itu hingga masuk rumah sakit. Aku.. Aku telah melukai-''
BRAKKK...
Pintu ruangan Yoongi terbuka dengan keras, menampilkan namja manis berbaju hijau muda khas pasien rumah sakit dengan wajah kacaunya yang lembab, seperti baru menangis.
''PARK JIMIN PABO!''
teriaknya, kemudian berjalan cepat ke arah Jimin
tap...tap..tap dengan bertelanjang kaki, suara langkah itu masih terdengar jelas. Dan bisa diketahui, Yoongi melangkah sambil menghentakkan kakinya
''tidak, Yoongi!'' seokjin gelagapan saat melihat aura pembunuh dari sang anak, tapi namjoon menahan seokjin.
Kedua kelopak mata Jimin tertutup rapat, badannya menegang seolah bersiap menerima apapun yang akan terjadi pada wajah dan tubuhnya.
—
—
—
—
—
Tapi kemudian ia mengernyit bingung, kapan bogem entah akan melayang?
Jimin pun perlahan membuka kedua kelopak matanya, menatap namja manis yang kini sudah berdiri di depannya dengan posisi satu tangan terangkat dan telapak tangan yang terbuka di depan wajah Jimin
like he's gonna slaps Jimin's face till die
''h-hyung?'' Jimin terbata, tapi kemudian berteriak ''AAAAAAKK!''
''Kenapa kau membuka sayapmu seperti itu bodoh? Aku hampir saja mati karena terkejut!'' Yoongi marah-marah sambil menjiwir telinga Jimin
''aak! Hyung, akk! Maaf hyung''
''kalau mamu menunjukkannya, setidaknya buka perlahan! Kau mau aku mati karena jantungan?!''
''tidak hyung, ampun.. Maaf hyung, huwee.. Sakit sekali''
Yoongi melepas jiwirannya kesal, kemudian bersidekap dengan wajah yang di buat sebengis mungkin.
Brughh..
Jimin langsung menarik Yoongi dalam dekapannya ''mianhae hyung, maafkan aku. Maaf karena sudah mengejutkan mu. Maaf hyung... Aku menyayangimu, sangat mencintaimu''
Yoongi pun membalas pelukan Jimin ''aku juga mencintaimu pabo''
Jimin menangis haru, sungguh. Untuk pertama kalinya dalam hidup. Jimin merasa begitu lemah dan ketakutan setengah mati hingga meneteskan air matanya hanya karena seseorang yang baru ia kenal beberapa hari.
Seseorang baru di hidupnya yang mampu membuat jantung Jimin berdegup dengan cepatnya, dan mampu membuat jantungnya akan berhenti seketika karena merasa khawatir.
Jimin melonggarkan pelukannya, menatap mata sayu yang juga mengeluarkan cairan bening hanya karena dirinya, Jimin mengusap cairan itu dengan jari jempolnya ''terima kasih hyung''
Yoongi mengangguk seraya tersenyum
''wooah, mari berpelukan'' namjin couple ikut nimbrung.
Membuat suasana yang begitu haru sekaligus menenangkan. Orang-orang yang berada di lorong menjadi ikut terharu meski mereka tidak tahu apa yang terjadi
''ayah, kenapa kita ikut berpelukan?'' tanya seokjin
''entahlah bunda, hanya saja ini terasa hangat dan nyaman. Lagipula Jimin sudah menjadi bagian dari keluarga kita''
seokjin mengangguk saja, ikut mengeratkan pelukannya kepada Yoongi dan Jimin, dan namjoon lah yang memeluk semuanya.
Yoongi tersenyum dalam dekapan Jimin, ia berterima kasih kepada pemuda tersebut yang telah membuat hidupnya menjadi lebih berwarna.
~ Beautiful Hib-Creature~
''hm, jadi kau anim-hybrid ya... Jenis apa? Kau seperti manusia normal Jimin-ah''
tanya namjoon saat mereka sudah berada di ruangan Yoongi, Yoongi kembali beristirahat karena namja manis itu belum sepenuhnya pulih.
''tandaku adalah sayap abeoji''
''s-sayap?'' namjin couple hampir memekik bersamaan, tatkala mengingat ini sedang di rumah sakit dan anak mereka yang masih lemah. Kedua suami istri itu langsung membungkam mulut mereka masing-masing
''bisa kau tunjukkan pada kami?''
Jimin mengangguk, ia pun membuka kancing blazer dan seragamnya. Menampilkan otot lengan dan perutnya yang ber-abs /salahfokus/
dan akhirnya sayap dengan bulu putih bersih itu pun terbuka lebar di punggung Jimin.
Membuat namjin couple sukses ternganga.
''aku tak menyangka bahwa anim sejenis mu ternyata masih ada, karena sudah 10 tahun menjadi dokter. Aku tidak pernah lagi menemui merpati-hybrid seperti mu'' ujar namjoon selesai menyesap kopinya, yang namjoon katakan itu benar. Terkahir kali ia melihat seorang merpati hybrid adalah saat ia masih tinggal di daegu, dan itupun saat namjoon masih menjadi mahasiswa di sebuah universitas. Dan ehem, sebelum bertemu princess kim seokjin. Hehe..
Jimin yang mendengar itupun mengangguk, membenarkan apa yang namjoon katakan soal anim sejenis merpati hybrid seperti Jimin.
''hanya aku dan ibuku yang tersisa''
''bagaimana dengan ayahmu?''
''dia manusia normal'' Jimin tersenyum, kemudian senyuman itu luntur ''dia meninggal saat usiaku masih 3 tahun''
''ah, pantas kau tidak punya saudara''
''hehe, ya bisa dikatakan begitu''
mereka tertawa untuk sesaat, kemudian menyantap makanan yang baru saja di beli oleh seokjin. Namjoon dengan kopi hitamnya, dan Jimin dengan ramen cupnya.
Ngomong-ngomong soal Jimin yang tidak punya saudara, tentu saja karena setelah ayah Jimin meninggal, ibu Jimin tidak menikah lagi.
Bisa dikatakan kalau ia menjadi janda untuk selamanya. Janda jenis merpati-hybrid, janda yang tidak akan mencari pasangan lagi.
Kalian pasti tahu, burung merpati itu merupakan burung yang sangat amat setia terhadap pasangannnya.
Burung merpati hanya memiliki 1 cinta dalam hidup mereka, dalam artian mereka tidak akan mencintai orang lain lagi. Tidak akan mencinta siapapun lagi. Yeah, terdengar sangat setia bukan? 1 cinta dalam seumur hidup.
Dan kalian pasti juga dapat menebak apa yang akan terjadi jika Yoongi menjauhi Jimin?
Yap, Jimin akan jadi jomblo permanen sepanjang hidupnya. Ngenes sekali bukan?
Tapi untung saja namja manis itu ternyata menerima Jimin. Mereka bahagia memiliki satu sama lain
''anyeong'' 3 orang namja memasuki ruangan Yoongi di rawat, membuat 4 namja yang berada di ruangan itu menolehkan pandangan mereka ke arah asal suara.
''hopie hyung? Kookie? Taetae?'' ujar Jimin saat mengenali ketiga namja itu
''kyaaa~ kyeopta!'' seokjin berfanboying ria saat melihat anim-hybrid jenis kelinci dan lion hybrid yang sangat menggemaskan, membuat Yoongi memutar bolanya malas ''aish eomma, jangan berteriak''
seokjin menutup mulutnya, memendam teriakan antusias.
''selamat malam ahjumma'' taehyung membungkuk hormat didepan seokjin, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Yoongi
''hyung, apa kau baik-baik saja? Kami membawakan beberapa makanan yang mungkin bisa membuatmu baikan''
taheyung menyerahkan 3 kantung makanan yang ia beli dari restoran.
''terima kasih taehyung-ah, mari kita makan bersama saja''
taehyung tersenyum, Yoongi tidak lagi memberikan pandangan itu, pandangan membenci anim-hybrid.
Malam itu di rumah sakit, kehangatan menyelimuti mereka, saling berbagi cerita dan canda. Dan bersyukur akan berkah yang sudah tuhan beri kepada masing-masing mereka.
Terutama untuk Yoongi dan Jimin, mereka sempurna.
END
wooaaa! Bangtan berkumpul dalam satu ruangan :*
hehe, mian karena lama baru update. Cerita ini untuk warm-up sebelum jicheol episode di upload di ff MANSAE.
Maafkan saya yang sudah menggantung cerita ini terlalu lama, sebelumnya aku mau ucapin thanks buat yang udah ngefollow, like and review beautiful hib-creature ini. I love u guys :*
FYI, Jicheol mansae will uploaded at 5 february 2016... So, prepare yourself... Jicheol is awesome :*
With love, Virly A.R.M.Y 98Lz
