Semua masalah mulai terungkap. Dan apa yang akan kau lakukan jika ternyata selama ini kau lah yang telah menyakiti perasaan seorang yang amat kau sayangi?
Dia berusaha menjaga mu dari cibiran orang lain karena kalian terikat hubungan melalui jejaring sosial dan belum pernah sekalipun bertemu. Apakah kau merasa hubungan itu terdengar aneh? Iya, sangat aneh. Aku tak memungkirinya. Tapi satu hal lagi yang tak dapat kupungkiri, jika aku sungguh-sungguh menyayanginya.
.
.
Tao's Diary
.
.
Dear diary...
Apa yang harus ku perbuat untuk mendapatkan maaf darinya?
Tapi pantas kah aku mendapatkan maaf atas segala perbuatan ku selama ini?
Semuanya salah ku.
Aku sendiri yang membuatnya kini membenci ku. Aku sendiri yang melukai perasaannya meski aku sudah berusaha untuk berhati-hati dalam berucap.
Semua salah ku yang lebih mempercayai kata teman-teman ku dari pada seorang yang ku sayang. Semua salah ku yang lebih peduli pada diri sendiri dan acuh pada perasaan seorang yang ku sayang. Semua salah ku karena tidak peka pada keadaan yang sebenarnya tengah dialami seorang yang ku sayang. Semua salah ku karena merasa yang paling tersakiti, padahal seorang yang ku sayangi lebih merasa tersakiti oleh pernyataan ku tentangnya.
Aku yang menyebabkan keretakan ini. Aku yang membuat luka goresan kecil dihatinya menjadi sayatan besar yang membuatnya hancur. Niat untuk membuatnya bahagia akan kehadiran ku di kisah hidupnya ternyata hanya membebani perasaannya. Aku terlalu bodoh untuk berfikir segala perhatian ku membuatnya bahagia seperti halnya perhatiannya yang selalu mewarnai hidup ku. Aku tidak pernah berfikir itu semua akan membatasi kebahagiaannya.
.
.
Aku terlalu bodoh.
Ya, aku memang bodoh.
Aku sangat menyayanginya.
Tapi bukankah sudah terlambat?
Aku sudah menyakiti hatinya. Padahal aku tahu, sangat tahu dia adalah orang yang sangat sensitif. Dan perbuatan ku selama ini adalah sebuah kesalahan fatal yang tak mungkin termaafkan.
Sudah tak ada gunanya selama ini aku berhati-hati dalam berucap jika yang sebenarnya dia inginkan adalah kepercayaan yang tak pernah ku berikan.
.
.
Air mata penyesalan tak hentinya mengalir membasahi kedua pipi ku dan terjatuh pada lembaran kertas yang ku tulis. Tangan ku tak hentinya bergetar menahan rasa sakit yang ku ciptakan sendiri. Tak ada air mata kekecewaan karena yang sesungguhnya terjadi selama ini aku lah yang membuatnya kecewa. Aku yang membuatnya bersedih. Dan seharusnya aku tak pernah pantas mendapatkan rasa sayangnya selama ini.
.
.
Aku menyesal menjadi penakut. Takut untuk bertanya padanya siapa orang-orang yang berada dalam fotonya. Ternyata selama ini aku cemburu pada 'keluarganya'. 'Keluarga' yang sangat penting baginya melebihi keluarganya di rumah. 'Keluarga' yang telah memberinya kehangatan, tawa dan kenyamanan melebihi apa yang pernah didapat dari keluarga sesungguhnya.
Dan aku telah berburuk sangka pada mereka. Ya, karena dia tak pernah menceritakannya pada ku. Karena dia sedikit tertutup tentang kehidupannya yang tak ku ketahui. Karena aku lebih mementingkan diri ku sendiri dan tak pernah bertanya tentang 'keluarganya'. Aku lah yang salah.
.
.
Selama ini dia lebih tersiksa karena tak dapat menceritakan masalahnya saat bersama ku pada siapa pun termasuk 'keluarganya'. Kenapa?
Karena dia ingin melindungi ku. Melindungi seorang yang tak seharusnya dilindungi karena tak memiliki hati. Tapi apa yang ku lakukan pada dirinya?
Membuatnya menjadi tokoh antagonis yang selalu berbuat salah dan aku menjadi tokoh yang selalu tersakiti?
Dan pada kenyataannya akulah yang menjadi tokoh antagonis. Dengan tak tau malunya aku yang selalu merasa menjadi korban. Menyakiti perasaan seorang yang disayang dengan berpura-pura ikut tersakiti. Ah, itu memang sifat tokoh antagonis.
Aku tak tau mengapa penyesalan selalu datang di akhir. Akankah ada kesempatan melanjutkan cerita setelah datangnya penyesalan? Aku sungguh sangat menyesal tapi tak memiliki kemampuan untuk memperbaiki hubungan yang telah ku rusak oleh tangan ku sendiri.
Semua keputusan ada ditangannya. Aku hanya dapat berdoa dia bisa memberi sedikit maaf untuk ku.
Aku sangat menyesal.
.
.
TBC
Terima kasih buat yang udah mau ninggalin reviewnya.
Dan ada satu pertanyaan yang harus author jawab.
Iya benar ini kisah nyata author pas main RP. Hubungan kita 11 bulan besok tanggal 22. Tapi author nggak tau apa bakal bisa ngelewatin 11 bulan itu apa nggak. Semua keputusan ada ditangannya. Karena author yang bersalah disini :)
Aswshn: Maaf gk bisa bikin Tao n Kris bersatu. Ini cerita tergantung perkembangan hubungan author, hehe
PandaPandaTaoris: disini lebih cenderung curhatannya Tao tentang hubungan LDR nya sama Kris jadi gk ada crack pair :)
DobiPanda: udah update lagi nih :)
pandarkn: mereka belum pernah ketemu, tapi udah tau wajah satu sama lain. Iya itu pengalaman rp hehe
Guest: iya itu pengalaman rp, ya gini lahresiko main rp
Sampai jumpa di chapter berikutnya, paipai~
