"Hyung! Mau tahu rahasiaku?"
"Ngga-"
"AKU MENCINTAIMU!"
:
:
"… Heh?"
:
:
My Secret
.
A BTS Fanfic
.
MinYoon/YoonMin
.
©Siwgr3
.
Main Cast: Park Jimin/Min Yoongi
.
Other Cast: BTS Members, Yoonji, Other
.
Pair: MinYoon/YoonMin, Bott!Suga, Uke!Suga
.
Genre: Romance, Fluffy (Hopefuly)
.
Rated: T
.
Warn:Producer!Yoongi, Colleger!Jimin, Crossdress at the later chapter, Full of cursing, Time Skip(5 years), newbie author
JIMIN'S POV: ON
"Yoonji?"
Orang yang kupanggil 'Yoonji' itu masih membelalak. Posenya masih memegang ponsel sementara mulutnya terbuka.
Lucu-tunggu, Park Jimin, bukan itu yang harus kau pikirkan!
… Ini Yoonji 'kan…?
Hmm… wajahnya memang 'Yoonji'… tapi rambutnya… tubuhnya…
JAKUNNYA…
… YOONJI NAMJA?!
"Ah, kalian sudah bertemu rupanya."
Min Jungkook muncul dari belakang, cengengesan tak berdosa.
JADI SELAMA INI DIA MENIPUKUKAH?! YOONJI TERNYATA NAMJA?!
SELAMA INI AKU CHATTING DENGAN NAMJA?! MENGIRIM STIKER-STIKER NORAK ITU PADA NAMJA?! BERSIKAP SOK IMUT PADA NAMJA!?
Terlebih lagi- MENCINTAI NAMJA?!
Aku bisa melihat harga diriku terbang menjauh.
"Ini hyungku, Yoongi."
BERANI SEKALI MIN JUNGKOOK INI! BISA-BISANYA DIA MENIPUKU!
PADAHAL KUPIKIR KITA INI SAHABAT! SAHABAT MACAM APA DIA!? MENIPUKU!
HARUSNYA DIA BILANG SAJA PADAKU KALAU YOONJI ITU NAMJA DAN KEBETULAN SAJA WAKTU ITU SEDANG COSPLAY JADI YEOJA!
"Hyung, ini temanku, Jimin."
DIA MEMBUATKU JADI HOMO YANG-
Tunggu.
Hyung?
Aku masih membatu, memandangi 'Yoonji' dengan wajah idiot terbaikku.
… Jadi ini Yoongi hyung?
Seketika aku merasa lega. Ternyata aku Cuma salah paham. Ck, bodoh sekali aku berpikiran begitu. Tapi wajah mereka memang mirip sekali. Kulitnya sama-sama putih, surai pirangnya terlihat begitu lembut, matanya begitu cantik, hidungnya sangat sempurna, pipinya gembil sementara bibirnya juga sangat pouty…
Ah… sungguh cantik…
Tunggu, hentikan itu Park Jimin. Yoonji berambut hitam. Yang pirang itu Yoongi hyung. Dia kakak iparmu.
Aku melirik Jungkook.
… Aku jadi kecewa dengan diriku sendiri…
Bagaimana bisa aku meragukan Jungkook…?
Jungkook mana mungkin tega menipuku. Kita 'kan sahabat.
Haha.
Anyway, aku harus menyapa Yoongi hyung. Tidak mau memperburuk kesan pertamaku padanya.
Aku mengulurkan tanganku seraya tersenyum lebar. "Park Jimin imnida! Sahabat Jungkook! Senang bertemu denganmu, kakak ipar!"
Yoongi hyung secara terang-terangan memasang wajah jijiknya. Aku menghargai kejujurannya.
"Minggir, bocah!" Gerutunya sambil mendorongku ke samping.
Setelah itu dia –setengah berlari- melewatiku masuk ke dalam rumah.
Meninggalkanku yang mematung.
Apa aku melakukan kesalahan…?
Jungkook menatapku bosan. "Jadi? Kau akan pergi sekarang atau bagaimana?"
Sebuah usiran.
Tapi aku tak peduli.
"Umm… hyungmu mirip sekali dengan Yoonji…"
Jungkook memandangku aneh. "Tentu saja, mereka bersaudara."
Aku memandangnya. "… Lalu kenapa wajahmu berbeda sendiri…?"
Anak pungutkah…?
"… Yak, kau cari mati, hah…?"
Aku menjatuhkan pandanganku ke tanah, melamunkan kejadian tadi. Wajah Yoongi hyung kembali terbayang di benakku.
Yoongi hyung benar-benar mirip dengan Yoonji…
"… Jangan bilang kau jatuh cinta pada hyungku juga."
JIMIN'S POV: OFF
:
:
"MIN JUNGKOOK!"
Sepertinya Yoongi menggunakan kesempatan –Yoonji-sedang-tidak-dirumah– untuk berteriak seperti orang kesetanan.
Lagipula Jungkook duduk tepat di sampingnya, perlukah dia berteriak seperti itu?
"Yaaa, hyuuung…?" sahut Jungkook malas, untuk entah yang keberapa kalinya malam ini.
"LAKUKAN SESUATU PADA JIMIN!"
"Yaaa, hyuuunggg…"
Jungkook benar-benar merasa frustasi.
Yoongi terus mengatakan hal yang sama.
Bahwa dia benar-benar mendapat kesan pertama yang buruk dengan Jimin, bahwa bocah itu benar-benar kurang ajar karena berani memanggilnya kakak ipar pada pertemuan pertama, mengatakan dia tak akan membiarkan Yoonji menikahi namja ganjen itu dan terus memaki sebelum kembali mengulang dua kalimat yang sama.
"MIN JUNGKOOK!"
"LAKUKAN SESUATU PADA JIMIN!"
For God's sake, Jungkook mengerti! Yoongi tak perlu meracaukan itu berulang-ulang seperti kaset rusak!
Kemudian Yoongi juga menceritakan dosa sahabat kudanya tadi. Membuat chat menjijikan dengan Jimin, memanggilnya oppa, dan yang paling parah, memakai emoji hati! YOONGI TAK AKAN PERNAH MELAKUKAN HAL GIRLY BEGITU!
"DIA SUDAH BUKAN KENALANKU LAGI!" jerit Yoongi.
Kemudian Yoongi terus berkicau tentang mood buruknya selama sejam lamanya. Mengulang-ngulang hal yang sama.
Sementara Jungkook hanya bisa duduk dan mendengarkan layaknya dongsaeng yang baik.
Bayangkan itu.
Drrtt
Kicauan Yoongi terhenti saat ponselnya bergetar. Dia menyambar ponselnya dengan gusar, bersumpah jika itu Jimin, maka dia akan-
Oh, rupanya Yoonji.
Jungkook memperhatikan wajah Yoongi yang mendadak berubah cerah. 'Rupanya Yoonji.' Batinnya, sudah bisa menebak.
YoonJiMon: "Oppa~ apa kau sudah pulang?^^"
KumamonSwag: "Oppa sudah pulang, Yoonjiiii~~~~!*stiker hati*"
Yoongi tahu dia baru saja mengatakan bahwa dia tidak akan pernah memakai stiker hati, apalagi yang berwarna merah muda. Tapi Yoonji selalu menjadi pengecualian.
YoonJiMon: "Syukurlah~^^ apa kau dan Kookie oppa sudah makan?"
KumamonSwag: "Awww~~! Putri kecil oppa perhatian sekaliii~~! *stiker kissy face*"
YoonJiMon: "Oppa-_- hentikan itu. Kenapa kau tambah alay, sih?"
KumamonSwag: "Soalnya oppa mencintaimuuu~~*stiker hati* kapan pulaaangggg~~? Oppa kangeeeeennnn~~*stiker kumamon menangis sambil menggigit tisu*"
YoonJiMon: "Besok, oppa. Kau berlebihan-_-"
Ugh, dikatain berlebihan oleh adikmu sendiri…
YoonJiMon: "Kau belum jawab pertanyaanku, kalian sudah makan?"
Yoongi melirik Jungkook. "Kau sudah makan?"
Jungkook mempoutkan bibirnya sambil memeluk lengan Yoongi. "Belum, hyuuungg…"
Tumben manja. Pasti ada maunya.
"Belikan sate kambing dong…"
Tuh kan.
Tapi Yoongi tidak peduli.
KumamonSwag: "Sudah dooong~~ kami makan sampai kenyang~~!"
Jungkook mendelik saat melihat balasan Yoongi.
KumamonSwag: "Yoonji bagaimana? Sudahkah~? Jaga kesehatan loh~! Jangan makan gorengan terus~! Makan buah juga~! Duh putri cantik oppa~~!^3^"
YoonJiMon: "Sudah, kami pesan pizza"
YoonJiMon: *picture sent*
Yoongi memandangi foto itu, sementara Jungkook sudah ngiler di sampingnya. Di foto itu, Yoonji tampak memamerkan sekotak pizza bersama dua sahabatnya. Mereka tampak bersenang-senang.
KumamonSwag: "Kalian makan pizza dengan nanas di atasnya?"
YoonJiMon: "Iya. Kenapa?"
KumamonSwag: "Yoonji"
YoonJiMon: "Ne?"
KumamonSwag: "Sesungguhnya yang sedang kau lakukan sekarang ini adalah aib keluarga yang sungguh membuat oppa sedih dan kecewa, maksud oppa, siapa yang makan pizza dengan nanas di atasnya? Kalian menghancurkan pizza itu sendiri. Tapi oppa memaafkanmu karena kau terlihat manis sekali dengan piyama itu"
YoonJiMon: "-_-"
KumamonSwag: "Jangan beri oppa emoticon itu"
YoonJiMon: *stiker kumamon menunjukan jari tengahnya*
Yoongi langsung merasa seperti terkena serangan jantung.
"MIN JUNGKOOK! KAU LIHAT ITU?! DIA- DIA BARU SAJA BERSIKAP KASAR PADAKU!"
Jungkook memandangnya bosan. "Yah… dia sudah SMA. Lagipula dia tidak mungkin jadi polos selamanya. Kau juga menyebalkan, sih." dia mengecilkan suaranya di kalimat terakhir.
Yoongi menggelengkan kepalanya panik. "ANI! TIDAK BOLEH BEGITU!" pekiknya tak terima layaknya seorang ibu yang baru saja mendengar anak balitanya memaki.
KumamonSwag: "MIN YOONJI SIAPA YANG MENGAJARIMU MELAKUKAN ITU"
YoonJiMon: "Aku menirumu, o-p-p-a ;p"
Yoongi memandang balasan Yoonji horror.
YoonJiMon: "Sudah dulu ya, oppa~ Sampai bertemu besok~~ love you~~^^"
Ponsel Yoongi –secara dramatis- jatuh dari genggamannya. Dia mengeluarkan hembusan napas tertahannya, memasang wajah tak percaya, sebelum satu tangannya terangkat mengusap wajahnya frustasi.
"ARGGHHH!" teriaknya dramatis.
Jungkook tahu. Jungkook juga merasakan yang sedang kalian rasakan sekarang.
Jijik.
Hyungnya ini memang selalu berlebihan jika sudah menyangkut Yoonji.
"Ini pertama kalinya… ah… bagaimana ini… panutan macam apa aku ini…"
Jungkook memandangi hyungnya yang sedang mengalami mental breakdown. Sejujurnya ingin pergi dari situ, tapi sebagai dongsaeng yang baik, dia hanya bisa duduk menemani sang hyung yang mulai mengeluarkan suara-suara mencurigakan.
"Ahhhh… why… Min Yoongi… kau bodoh sekaliiihhh… ahhhh… Yoonjeeeh… maafkan oppa… putri kecilkuuu… aku sudah menodaimuuuhh… ahhh… Min Yoongeeehh… aku membencimuuu…"
Entah kenapa terasa seperti dejavu untuk Jungkook.
-MY-
-Esoknya…
Jimin menimang-nimang ponsel di tangannya. Dia menghela napas berat sebelum kemudian melemparkan ponselnya ke atas ranjang. Dia menggerakan kursi putarnya untuk kembali menghadap meja belajarnya. Kemudian matanya menatap sedih tumpukan tugas di hadapannya.
Sudah seharian ini dia belum menchat Yoonji. Selain karena tugas-tugasnya yang mencekik, dia juga ingin minta maaf langsung padanya. Tadi dia mengekori Jungkook pulang ke rumah dengan satu tujuan, bertemu Yoonji.
Tapi apa daya, dia tidak bertemu dengan Yoonji sama sekali tadi.
Yang ada hanya hyungnya Jungkook.
Jimin masih ingat tatapan membunuh yang dikirimkan Yoongi secara terang-terangan.
Mengerikan.
Hahh… Yoonji…
Jimin memejamkan matanya.
Mengingat kembali pipi gembil Yoonji, senyum manisnya, mata kucingnya, rambut pirangnya- tunggu! Itu Yoongi! Bukan Yoonji!
Jimin memperingatkan dirinya sendiri.
Yoonji berambut hitam sebahu! Bukan pirang pendek!
Walau Jimin akui tubuh keduanya sama-sama pendek dan mungil. Tapi hei! Yoonji punya dada yang besa-
'AAAAHHHH! PARK JIMIN! HENTIKAN ITU! JANGAN NODAI YOONJI DI PIKIRANMU! DASAR NAMJA MESUM! KAU HARUS MENUNGGU MALAM PERTAMA BARU BISA MEMIKIRKAN YANG IYA-IYA TENTANG YOONJI!' Jimin menjambak surainya frustasi.
LINE!
Jimin hampir terjungkal dari kursinya –saking kagetnya. Dia melirik ponselnya yang tergeletak di atas ranjang.
Dia lalu memicingkan matanya, berusaha melihat layar ponselnya dari jauh. Notifikasi masuk dari Line.
'YOONJIKAH?!'
Jimin nyaris terbang ke ranjangnya. Disambarnya ponselnya itu dan membaca notifikasinya dengan lebih jelas.
Sejurus kemudian dia sudah melompat-lompat di ranjangnya sambil berteriak-teriak girang.
YOONJI MENCHATNYA DULUAN!
Jimin merasa salah satu keinginan hidupnya terwujud.
Dengan penuh semangat dia membuka notifikasi itu, posisinya kini duduk bersimpuh di atas ranjangnya.
Tugas-tugas kuliahnya terlupakan begitu saja.
KumamonSwag: "P"
Oh! Sangat frontal! Apakah Yoonji mengkodekan bahwa dia ingin Jimin Junior?
… Wait, Park Jimin, hentikan itu!
Baru saja Jimin hendak membalas dengan kalimat "Aduh Yoonjiii~! Tunggu malam pertama ya~!", pesan Yoonji masuk.
KumamonSwag: "Salah tekan."
Pupuslah sudah harapan Jimin. Padahal dia sudah membayangkan sepuluh tahun ke depan, setelah Yoonji lulus SMA, Jimin akan menjadi orang yang pertama kali memeluknya, lalu setelah Yoonji lulus kuliah, Jimin akan melamarnya di depan semua orang, mereka menikah, making love –uhuk, punya rumah yang bagus, serta tiga anak yang lucu-lucu.
Ah…
… Tunggu. Bagaimana bisa Yoonji salah tekan…?
Ada tiga ide yang muncul di benak Jimin.
Pertama, sesungguhnya Yoonji sedari tadi menunggui chatan Jimin sampai terkantuk-kantuk, hingga tanpa sengaja salah tekan dan mengirimnya pada Jimin.
Kedua, Yoonji ngode ingin Jimin menchatnya, tapi tidak tahu harus membawa alasan apa.
Ketiga, Yoonji memang salah tekan- oke lupakan yang itu.
Omg~ ternyata Yoonji mencintainya~!
Jimin girang sendiri.
JiminJiminJam: "Yoonjiiii~~!^3^"
KumamonSwag: "Apa"
JiminJiminJam: "Ituuu" *stiker kumamon malu-malu* "Aku ingin minta maaf soal insiden ponselmu dibajak ituu~ aku ingin minta maaf langsung sebenarnyaaa~ tapi kamu hilang terus sih~~"
KumamonSwag: "Oh"
Jimin memandangi satu kata itu. Yoonji memang ratunya jual mahal.
Tapi Jimin tidak akan menyerah.
Ide gila terlintas di kepalanya. Bagaimana kalau dia mengajak Yoonji kencan? Jimin 'kan sudah menchatnya cukup lama, sudah waktunya mereka bertemu langsung 'kan? Jimin ingin mengagumi kecantikan Yoonji secara live!
JiminJiminJam: "Yoonji! Maukah kau kencan denganku? *stiker koala berlutut layaknya pangeran*"
Jimin menunggu balasan Yoonji dengan hati deg-degan.
LINE!
KumamonSwag: "G"
"…"
JiminJiminJam: "Itu salah tekankah"
KumamonSwag: "G"
-MY-
-Beberapa hari kemudian…
"WHAT?! KAU BILANG AKU AKAN KENCAN DENGANNYA?!" bentak Yoongi murka.
Jungkook di hadapannya hanya memainkan jarinya gugup. "Mian hyuuungg… habisnya dia terus merengek padaku…"
"KAU GILA!? AKU BAHKAN SUDAH MENOLAKNYA SEBELUMNYA! F*CK!" maki Yoongi sambil memukul-mukul sofa.
Jungkook memberanikan diri menatap Yoongi. "A-aku punya alasan juga kok, hyung…"
Yoongi mendelik. "APA?!"
Jungkook gelagapan. "S-siapa tahu kau bisa membuatnya ilfil… atau semacamnya…" cicitnya gugup. "Kau bisa membuat Jimin berhenti mengejar Yoonji!"
Yoongi terdiam di tempatnya –tapi wajahnya masih merah pertanda dia marah.
Jungkook benar juga. Jadi yang perlu Yoongi lakukan hanya bersikap buruk selama kencannya dengan Jimin 'kan…?
"Baiklah." Jungkook nyengir mendengar jawaban Yoongi.
"Tunggu."
Yoongi menatapnya horror.
"… Aku 'kan pergi sebagai Yoonji…" suara Yoongi mengecil. "… Jangan bilang kalau aku harus-"
"Aku sudah menghubungi Seokjin hyung! Dia akan mendandanimu!" Jungkook memberi jempolnya bangga.
Yoongi merasa ingin mencekik bocah itu sekarang juga.
:
:
Malamnya, Yoongi mendapat pesan dari Jimin.
JiminJiminJam: "Yoonji~^3^"
Bocah ular ini.
KumamonSwag: "APA"
JiminJiminJam: "Aku sudah tidak sabar hari minggu nanti!*stiker bebek dengan kostum cheerleader*"
Yoongi ingin membanting ponselnya, tapi dia menahan diri.
JiminJiminJam: "Ada banyak sekali tempat yang ingin kutunjukkan! Kuharap kau akan menyukainya~^^"
Yoongi berdecih. Bocah playboy. Jangan harap Yoongi akan membiarkannya mendapatkan Yoonji!
KumamonSwag: "Kau pengalaman ya. Tentu saja karena kau PLAYBOY"
Yoongi tertawa jahat. Rasakan itu! Mau bilang apa lagi dia?!
JiminJiminJam: "Yup~! Aku pengalaman! Jadi semoga tidak mengecewakan~" *stiker beruang menari girang*
Anak ini tidak paham sarkasme atau memang kelewat tebal muka, Yoongi sudah tidak tahu lagi.
KumamonSwag: "Tentu saja tidak akan mengecewakan, yeoja-yeojamu akan setuju"
Yoongi merasa kesal –meski dia sendiri tidak tahu kenapa.
JiminJiminJam: "Kau cemburu ya~ *emoticon wink-wink*"
Najis.
JiminJiminJam: "Tenang saja, Yoonjiii~! Kau hanya satu-satunya bagiku!" *stiker kumamon memberikan hati* "Aku sudah menghapus semua kontak mantanku demi kamu~" *foto dikirim*
Yoongi melihat daftar kontak yang dikirim Jimin, hasil screenshot. Hanya ada appa, umma, Jungkook dan beberapa nama namja.
Yoongi diam sejenak, sebelum jari-jarinya bergerak membalas.
KumamonSwag: "Kenapa kau begitu menyukaiku?"
Semenit kemudian, balasan Jimin masuk.
JiminJiminJam: "Karena kau berbeda."
JiminJiminJam: "Aku memikirkan banyak hal saat mengetik ini. Mungkin akan terdengar seperti gombalan, tapi aku ingin kau tahu, bahwa aku tulus. Yoonji ah. Kenapa aku menyukaimu? Bukan, kenapa aku mencintaimu? Karena senyummu. Senyummu begitu cantik. Apa aku pernah memberitahumu? Aku selalu mengatakannya di pikiranku saat bersama denganmu waktu itu. Kau tersenyum manis sekali padaku, mendengarkanku bercerita dengan sabar, tertawa saat mendengar lelucon absurdku (yang bahkan membuat Jungkook mengerang), kau begitu baik dan sempurna"
JiminJiminJam: "Jadi aku ingin membuatmu bahagia. Aku ingin melihat senyuman itu lebih sering lagi. Aku tak bisa berjanji yang muluk-muluk. Ada kemungkinan senyummu akan luntur karenaku. Ada kemungkinan aku membuatmu marah. Ada kemungkinan aku membuatmu membenciku. Dan aku pasti akan membenci diriku sendiri jika suatu saat itu terjadi."
JiminJiminJam: "Tapi aku sangat mencintaimu. Sungguh. senyumanmu yang begitu indah bagiku. aku sangat mencintaimu, Yoonji ah."
Wow. Benar-benar playboy kelas kakap.
Senyum tipis mengembang di wajah Yoongi.
Walau cheesy dan sedikit norak, Yoongi bisa merasakan ketulusan itu.
Sedikit.
JiminJiminJam: *Foto dikirim*
Foto Jimin sedang tersenyum manis sementara rambutnya berantakan dan hanya mengenakan kaos hitam biasa –tapi terlihat begitu tampan.
Jari salah satu tangannya membentuk hati.
JiminJiminJam: "Saranghae, Min Yoonji~! Aku pasti akan membuatmu melihatku!"
... Yoonjinya memang sangat hebat, begitu cantik, baik, perhatian, sempurna.
Karena itulah namja setampan Jimin bisa jatuh cinta padanya sampai seperti ini.
Yoongi paham kenapa Jimin bisa sampai seperti ini.
Karena Yoongi juga sangat mencintai Yoonji, menyayanginya sepenuh hati, karena dia adalah putri kecil Yoongi.
... Yoongi tahu.
… Yoongi tahu bahwa Jimin sangat mencintai-
…
… Yoonji.
… Sangat…
Cuma Yoonji.
...
… Bukan Yoongi.
...
… Hm…?
… Kenapa Yoongi menangis?
TBC
Halo saya kembali!^_^ maaf telat! Saya mulai UAS hari ini, jadi anggap saja ini hadiah perpisahan karena saya akan absen ngetik selama dua minggu.
Tapi saat libur nanti saya rasa saya bisa mengetik dengan lebih bebasTwT semoga di tunggu!^^
Saya mau minta maaf jika ceritanya gaje –bagaimanapun ini genrenya humor, dan maaf juga jika tidak lucu –selera humor saya rada receh.
Saya sudah membaca review-review yang masuk, maaf telat ya!^_^" ah tapi saya senang bisa menghibur, bahkan ada yang bilang ff ini moodboasternya, saya senang sekali saat membacanyaXD semoga chapt ini juga bisa menghibur, hehehe^_^"
Baik, sekian dari saya.
Terima kasih banyak!^_^
-Siwgr3_/22-1-2018/
