A/N : Kelupaan upload melulu orz
o.o
Squalo menatap diam-diam wajah bos mereka. Lelaki yang memiliki wajah yang sedikit terbakar itu sesekali menjumpai tatapan mereka bertubrukan tapi dengan cepat Squalo membuang muka seolah tidak peduli, sementara Xanxus melanjutkan acara makannya. Belphegor dan Lussuria yang mengawasi mereka berdua tersenyum lebar.
"Voi, kau sudah gila ya?" tanya Squalo dengan nada bosan pada Belphegor yang hari ini terlihat sangat menikmati pemandangan tersebut.
"Ushishishi, Squally sepertinya kurang perhatian sampai repot-repot mengurusi pangeran," senyumnya yang langsung membuat sang bos mendelik padanya.
"Taichou, kemarin Master bilang akan menemui Taichou," sahut Fran tiba-tiba yang membuat acara makan Xanxus terhenti.
"Mukuro?" panggilnya dengan nada sedikit takjub. Rokudo Mukuro terkenal dengan sifatnya yang tidak ingin berurusan dengan mafia, jadi kenapa tiba-tiba guardian mist vongola (meski yang bersangkutan sama sekali menolak untuk menyetujui sebutan itu) berniat menemuinya?
"Menurut Master keadaan Taichou yang melupakan Bos itu menarik," jawabnya datar. Lelaki berambut putih panjang itu mengangguk.
"Aku akan menunggunya."
PYAR!
Semua mata yang berada di meja makan panjang itu langsung menatap ke sumber suara. Gelas yang dipegang oleh bos mereka pecah berantakkan. Darah mengucur dari jemarinya yang langsung membuat Lussuria berdiri untuk mengobatinya sementara Levi bergegas mendekatinya. "Taichou tidak ikut merawat bos?" tanya Fran tidak peduli tapi sambil memandang Squalo yang melanjutkan acara makannya.
"Untuk apa? Apa luka seperti itu bisa membunuhnya?" tanyanya yang langsung membuat kebanyakan orang disana memutar kepala. Bagaimana tidak? Rain Guardian Varia yang biasanya selalu mencemaskan bos mereka, bahkan menurut gossip yang di dengar oleh Fran bahwa saat bos mereka masih dalam keadaan beku sang taichou lah yang sering kali terlihat menemani bos mereka, jadi apa kehilangan ingatan bahkan bisa membuat lelaki yang seperti itu pada bos mereka menjadi acuh tak acuh seperti ini? Tapi karena Fran memang tidak terlalu lama mengenal mereka dia hanya menerima ucapan Squalo dan melanjutkan kegiatan makannya, sementara Mammon, Belphegor, dan Lussuria hanya bisa saling berpandangan meskipun sebenarnya tidak bisa dikatakan demikian juga karena mata mereka sama sekali tidak bisa dilihat oleh orang lain.
"Oi, Trash apa maksudmu dengan menunggu Rokudo Mukuro?" tanya bos mereka dengan nada kesal. Squalo membutuhkan waktu sampai menyadari bahwa yang dimaksud Xanxus adalah dirinya.
"Mungkin dia tahu tentang keadaanku," jawabnya datar, seolah tidak peduli dengan nada yang dikeluarkan bos mereka.
"Ah~ kalau Taichou tidak direbut oleh Cavallone Famiglia sepertinya bisa direbut oleh Master," gumamnya yang terdengar oleh seluruh orang yang ada di ruangan itu.
KRAK!
Kali ini sendok yang berada di tangan Xanxus yang lain yang patah. Apa bos mereka secemburu itu pada Mukuro? Lussuria hanya bisa menghela nafas sementara Mammon memperkirakan kerugian yang dihasilkan kalau Fran tidak berhenti memanasi bos mereka dengan menyebutkan hubungan Mukuro dan Squalo.
O,o
PYAR!
Squalo menatap lelaki yang baru saja melemparkan sebuah cangkir padanya yang baru saja memasuki ruangan kerjas sang bos dan mendapati sebuah benda yang akan mengenainya seandainya refleknya tidak langsung membuatnya menghindari cangkir tersebut. "Voi! Apa yang kau lakukan hah?" serunya kesal karena tiba-tiba saja bos yang tidak terlalu dikenalnya itu melemparkan benda padanya, meskipun yang lain sering mengatakan padanya bahwa bos mereka itu temperamental dan suka melemparkan barang padanya, siapa sangka baru beberapa hari setelah dia sadarkan diri, lelaki no 2 di Varia itu mendapati diri hampir terluka karena bos mereka.
"Siapa yang bilang kau boleh bertemu Mukuro, trash?" tanyanya kesal.
"Kenapa aku harus minta ijinmu hah?" tanya Squalo yang tidak kalah kesal.
"Che! Kau tidak boleh bertemu dengannya," ujar Xanxus yang membuat Squalo semakin kesal.
"Apa…"
"Ini tugasmu, aku tidak mau mendengar persoalan Rokudo Mukuro lagi!" suruh Xanxus sambil menyodorkan berkas yang ada di mejanya. Squalo berdecak kesal sebelum mengambil berkas itu dengan kasar kemudian membanting pintu keras-keras yang membuat sekali lagi Lussuria, Belphegor dan Mammon yang masih berada di ruangan yang sama memutar bola mata meskipun tidak kelihatan oleh orang-orang di sekitar mereka.
"Ah! Aku baru ingat kalau Master disuruh untuk tidak ikut terlibat dalam urusan Taichou. Hmm, tapi Master sudah ikut campur, apa aku masih perlu mengatakannya pada Master?" gumam Fran yang lagi-lagi terlalu keras sehingga di dengar oleh semua orang.
o.o
"Mukuro, apa yang kamu perbuat?" tanya Tsuna pada Chrome yang berada di sebelahnya.
"Kufufu, bukankah itu menarik? Rain Guardian Varia yang begitu terobsesi dengan Sky Guardian Varia tiba-tiba saja melupakan Xanxus. Aku jadi ingin menelitinya," jawab perempuan itu dengan suara lelaki yang berat.
"Jadi kamu menikmati hal ini?" tanya Vongola Decimo pada wanita berambut ungu yang berbentuk seperti nanas itu.
"Tentu saja, tidak ada hal semenarik ini akhir-akhir ini," ujar wanita tersebut. "Dan kau tidak bisa menghentikanku."
"Aku sama sekali tidak berpikiran demikian. Lagipula aku tidak bisa mencampuri urusanmu dan Xanxus. Hanya saja aku rasa Yamamoto akan berbuat sesuatu. Semoga saja tidak," doa Tsuna pada Rain Guardiannya yang ikutan cemas pada keadaan Rain Guardian Varia tersebut.
"Kufufu, aku yakin Tempesta Guardianmu akan menghentikannya," jawab gadis itu sambil memandang di balik jendela ruangan tersebut.
"Justru itu yang aku takutkan. Kalau sampai Gokudera sampai menghentikan Yamamoto entah berapa banyak tugas akan menumpuk," sedih Vongola Decimo. Terakhir kali Storm Guardian-nya menghentikan entah apapun yang diperbuat Rain Guardian Vongola, Gokudera absen seminggu sementara wajah Yamamoto semakin bersinar dari hari ke hari.
"Aku yakin Mukuro-san tidak akan memperkeruh masalah," tenang gadis yang memakai eyepatch itu dengan suara yang kini mirip wanita.
"Semoga saja demikian," doa Tsuna.
