.
.
.
Title: 絆
Genre: Friendship/Family
Rating: T
Summary: 18 tahun sama sekali bukan waktu yang singkat untuk mereka. Ada pertemuan, pendekatan, konflik, koalisi, persahabatan, dan... romansa.
Warnings: Mungkin menurut Anda OOC, menurut saya nggak. Mungkin ada typo yang nyelip. Mungkin...
Disclaimer: Saint Seiya © Kurumada Masami, Saint Seiya: the Lost Canvas © Teshirogi Shiori
.
.
.
III. EC - 8
.
.
.
Acara ulang tahun Manigoldo berlangsung sederhana. Seperti yang sudah ditentukan, kuil Virgo yang memang tidak dihuni siapapun menjadi tempat dilaksanakannya pesta—meskipun yang digunakan hanyalah bagian tamannya. Beberapa Saint kelas rendah datang untuk mengucapkan selamat dan memberikan kado kecil-kecilan kepada si bocah yang berulang tahun, menikmati kudapan yang disediakan, lalu pergi untuk beristirahat saat malam mulai larut, menyisakan beberapa orang asyik bercengkerama di taman tersebut.
Dari tempatnya berdiri di samping meja hidangan, El Cid mengamati sekitarnya. Di salah satu sudut taman terbentuk lingkaran kecil yang ia juluki 'Asosiasi Pecinta Astronomi'. Anggotanya adalah Kyoukou Sage, Leo Ilias dan adiknya, Sisyphus, dan Aspros, salah satu pemuda yang menjalani pelatihan untuk menjadi Gold Saint—sama seperti El Cid. Sesuai namanya, saat ini mereka sedang asyik membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan benda-benda langit dan kaitannya dengan kehidupan manusia. Di sudut lain, El Cid menemukan Manigoldo duduk di bawah pohon elm, menopang dagu sambil menatap langit berbintang.
Seolah-olah kesepian.
Bosan berdiri di sana, calon pewaris zirah Capricorn itu mendekati kawannya. Selain berniat menghapus ekspresi kesepian bercampur bosan yang tertera jelas di wajah Manigoldo, El Cid juga tidak ingin mencoba memahami penjelasan Ilias tentang makna dibalik terang-redupnya cahaya serta besar-kecilnya ukuran suatu bintang dan dampaknya kepada mereka yang terlahir di bawah peruntungan bintang-bintang.
"Manigoldo."
Sapaannya hanya cukup untuk membuat Manigoldo melirik ke arahnya sekilas. Selanjutnya bocah yang lebih muda darinya itu kembali menatap langit. Setelah mendudukan diri di samping si anak yang tengah berulang tahun, kembali ia mencoba membuat percakapan,
"Tidak mau pulang saja? Daripada bosan lalu tertidur di sini."
"Maunya begitu. Tapi, mana mungkin pendapatku didengarkan saat 'mereka' masih kerasukan roh-roh shaman begitu."
El Cid tersenyum tipis. Ia tahu siapa yang dimaksud oleh Manigoldo, dan memang nyatanya para anggota Asosiasi sedang tidak bisa diganggu, kecuali sesuatu yang benar-benar luar biasa terjadi, seperti misalnya...
"Oh, Lugonis!"
Suara bersemangat Sage membuat El Cid dan Manigoldo kontan menoleh. Benar saja, Pisces Lugonis mendadak sudah berada di taman tersebut. Tentunya ia tidak sendiri—muridnya ada bersama dengannya, setengah tersembunyi di balik sosok besarnya. Disadari El Cid bahwa mata Albafica lurus terarah pada Manigoldo dan siswa termuda di Sanctuary itu tengah memeluk sebuah kotak yang dihias sederhana dengan pita biru. Meski begitu, tampaknya Albafica tidak punya inisiatif untuk langsung menghampiri Manigoldo, karena ia baru bergerak setelah Lugonis memberinya dorongan kecil di bahu.
Dan kini, Albafica berdiri di depan Manigoldo dengan tangan terulur untuk menyerahkan kado yang dibawanya.
"... selamat ulang tahun."
"Apa?" Manigoldo mengerjap, lalu tersadar bahwa ia terdengar sangat bodoh karena tidak sengaja mengucapkan kata tersebut. "Oh, ya." Tangannya menerima kado itu dengan sedikit canggung. "Trims. Tapi, kukira kau tidak mau datang?"
"Aku mau, 'kok."
"Tapi?"
Albafica sedikit menundukkan kepalanya dan menggumamkan sesuatu. Berkat latihan untuk menjadi Saint yang mereka jalani, El Cid dan Manigoldo berhasil menangkap kalimat yang digumamkan bocah itu.
"Tidak adil kalau aku bersenang-senang di sini bersama kalian sementara Sensei harus tetap di kuilnya karena kondisi badannya, 'kan…"
Kalimat yang membuat keduanya saling pandang untuk membuat suatu kesepakatan melalui kontak mata singkat. Kesepakatan untuk mengelus kepala bocah polos di hadapan mereka itu dengan penuh rasa sayang dan gemas. Tindakan yang membuat Albafica kaget sekaligus kebingungan.
"Entah kamu itu terlalu baik atau apa," gumam Manigoldo sambil menyeringai tipis.
El Cid mengangguk setuju. Lalu, gerakan tangannya di atas kepala Albafica berhenti saat ia teringat sesuatu. Lekas ia pergi dari bawah pohon elm tersebut untuk mengambil sesuatu. Tidak terlalu lama; hanya butuh waktu kurang dari semenit dan ia sudah kembali berdiri di samping Manigoldo, menyodorkan dua lembar kertas tipis kepada Albafica yang masih memasang wajah bingung.
"Kau tahu ini apa, Albafica?" Bocah berambut biru terang itu menggeleng. "Tsubaki bilang ini namanya tanzaku. Setelah kau menuliskan permohonanmu di sini, kau gantungkan kertas-kertas ini di pohon bambu itu," El Cid menunjuk pohon bambu yang tertancap tak jauh dari tempat Asosiasi Pecinta Astronomi berkumpul, "dan permohonanmu akan terkabul!"
"Permohonanku...?"
Pemuda asal Spanyol tersebut mengangguk dan memasukkan kedua kertas yang dibawanya ke dalam genggaman Albafica. "Satu untukmu dan satu untuk gurumu. Tulislah bersama dengannya, lalu gantungkan di pohon itu."
Albafica menatap kertas-kertas di dalam genggamannya selama beberapa saat, sebelum berlari kecil ke arah Lugonis, yang kini sudah masuk ke dalam lingkaran Asosiasi dan secara efektif membuat Aspros dan Sisyphus—yang, tidak seperti Ilias dan Sage, belum memelajari cara untuk memproteksi diri dari ancaman racun Pisces—menyingkir dan beralih membicarakan tanaman-tanaman yang ada di taman Virgo tersebut.
Sementara Manigoldo membuka kado dari Albafica, El Cid mengamati guru dan murid itu berbicara sebentar, sebelum sama-sama bergerak menuliskan sesuatu di atas tanzaku masing-masing menggunakan pena yang mereka pinjam dari Sage. Ia kira setelah keduanya selesai, mereka akan berjalan beriringan untuk menggantungkan tanzaku tersebut ke pohon bambu. Namun yang ia lihat malah Lugonis memberi Albafica suatu perintah yang membuat bocah berambut biru itu kembali berlari mendekati pohon elm.
"Sensei bilang lebih baik aku menggantungkannya bersama kalian."
"Hah?" Manigoldo-lah yang pertama kali bereaksi. "Kenapa begitu?"
Albafica mengangkat bahunya sedikit. "Kalau tidak mau ya tidak apa..."
"Eh, siapa juga yang bilang tidak mau!" Manigoldo buru-buru menyahut seraya beranjak dari tempatnya duduk. Ia membersihkan jejak tanah dan rumput yang menempel di celananya, lalu menoleh ke arah El Cid. "Ikut, Cid?"
El Cid terdiam sejenak, seperti menimang-nimang sesuatu, untuk sejurus kemudian tersenyum sambil menggeleng. "Tidak, ah. Aku capek. Kalian berdua saja."
Manigoldo mengangkat sebelah alisnya, merasa El Cid menyembunyikan sesuatu namun saat itu ia terlalu malas untuk menebak-nebak ataupun bertanya langsung tentang apapun yang disembunyikan pemuda berambut hitam itu. Jadilah Albafica, ditemani Manigoldo, berusaha menggantungkan tanzaku miliknya dan gurunya di pohon bambu, di antara tanzaku-tanzaku lain, milik para peserta pesta yang telah hadir sebelumnya.
El Cid merasakan sebuah telapak tangan hangat mengacak-acak rambutnya secara tiba-tiba, dan ketika ia mendongak ia menemukan Sisyphus dan Aspros sudah berdiri di sampingnya. Ada seringai kecil di wajah adik Ilias itu sementara tangannya tidak berhenti membuat rambut El Cid yang sudah berantakan menjadi semakin berantakan.
"Sisyphus, tolong berhenti sebelum kau membuat rambutku acak-acakan permanen."
"Kau sengaja, 'kan?"
"Sengaja apa?"
"Membuat mereka berduaan."
El Cid terdiam sejenak, menatap datar senyuman Sisyphus, sebelum ikut-ikutan tersenyum. "Tidak juga."
.
.
.
Bersambung...
.
.
.
Hint Sissy x Asep-nya gagal wwww *dikemplang* Sebenarnya ini chapter favorit saya sejauh ini, karena, OSSANS COME TOGETHER~! Aaah bapak-bapak di LC (minus Youma) kenapa keren-keren semua, 'sih! Sayang, cepet mati semua... hiks...
aicchan: Asmita belum ada di sana, soalnya di timeline ini dia masih... hm, 4 tahun? Belum masuk Sanctuary, pokoknya. Soal KarGel... kamu nggak bakal nunggu lama, 'kok, karena saya bakal lompat-lompat timeline *nyengir* Mini Gold Saints... itu ada Sissy dan Asep (Aspros), meskipun mereka nggak bisa dibilang mini wwww Semoga suka chapter ini ^^
Dan! Saya nggak bakal bosan berhenti bilang... review?
