Disclaimer : I don't own bleach or it's characters. I own nothing.

Warnings :

OOC banget, gajeness overoad, typo, alay, EYD berantakan, tanda baca bersalahan.

Enjoy reading !

You are different chapter 3

*byakuya's POV*

The next day – on the way to my house

"kuchiki, sebenernya rumah kamu dimana sih ?"

Aku tau dia pasti akan menanyakan hal itu karena sedari tadi kita sudah ku buat muter-muter komplek rumahku. Aku benar-benar malas mengajak perempuan datang ke rumahku. Bukan berarti tidak suka, tapi aku hanya risih saja karena adikku akan meledekiku. "tenang saja. Pasti sampe kok." Padahal rumahku sudah kita lewati puluhan kali. "tapi dari tadi kau sudah mengajakku muter-muter di komplek yang sama." Ternyata dia menyadarinya juga. "kau sadar juga yaa.." ledekku karena biasanya dia berpikir lamban. "aku tau rumah mu besar, tapi gak usah ngajak muter-muter komplek kali". "iya...iya..." jawabku.

5 menit kemudian

"nah, kita sudah sampai"

"hah, ini rumahmu, kuchiki ?!"

"iya, kenapa ?"

"kita kan sudah ngelewatin rumah ini puluhan kali."

"yah memang ~~"

"cih kau mengerjaiku ya ?"

"sudahlah ! cepat masuk"

"CIE ! KAKAK BAWA PACARNYA KE RUMAH ~"

Terdengar suara nan cempreng dari lantai atas

"CIE"

"CIE"

"CIE"

"SUDAH LAH, YUKA !" teriakku kesal

Nah, dia adikku, yuka. Adik yang paling nyebelin sepanjang masa. Adik yang selalu meledekiku dan sekarang dia malah sksd sama si ukitake.

"hai. Nama kamu- eh senpai siapa ?" tanyanya ingin tau

"rukia, rukia ukitake."

"wahh~ salam kenal rukia senpai ! namaku yuka kuchiki. Panggil aja yuka :D"

"RUKIA senpai ?" tanya si ukitake bingung

"maksud ku ukitake senpai" jelas yuka. "ukitake senpai cantik,ya. Matanya juga bagus, ya gak, kak ?" rayunya sambil menyikut tanganku.

"ehm... makasih ya kuchi- eh yuka deh"

"kak, she's beautiful, isn't she ?"

Sial mukaku memerah. "udahlah, yuka. Sana masuk kamar ! buang-buang waktu saja"

"ih, kakak mah..."

*SKIP TIME*

"aku baru tau kalau kamu punya adik." Yah, aku memang tidak menceritakan kepada satu orang pun kalau aku punya adik. "adikmu cantik, ya. Ramah lagi. Tapi dia tinggi kayak kamu" lanjutnya. "dia tuh gak ramah tapi sksd, pecicilan, kayak anak autis." Ucapku kesal. "gak, ah. Kamu aja kali yang kaku. Eh, ngomong-ngomong, orang tua kamu kemana ?" tanyanya. "ayahku kerja di luar kota" jawabku singkat. "ibumu ?" tanyanya. "dia telah tiada" jawabku dengan muka yang cukup sedih. "oh, maaf. Aku gak bermak-" "tidak apa-apa" selaku. "ya sudah, ayo lanjutkan menjahitnya"

"ehm, kuchiki.."

"ya ?"

"boleh nanya gak ?"

"tanya apaan ?"

"ehm gini ya. Kan kamu itu ketua osis, pinter, yah mayan lah, terus banyak cewek yang naksir sama kamu, nah kenapa kamu ehm..."

"kenapa aku apa ?"

"kenapa kamu ehm...ehm...gak...punya...p-pacar"

"pertanyaanmu itu,ya... membingungkan"

"membingungkan bagaimana ?"

"yah, aku sendiri juga gak tau jawabannya. Aku juga bingung kenapa aku belum pernah suka sama cewek"

"kamu homo, ya kuchiki ?"

"bodoh ! bukan begitu. Hanya saja belum ada perempuan yang cocok denganku."

"oh, pantesan adikmu kegirangan tadi waktu kita dateng"

"iya... udah ah ! ngapain ngomongin itu ? udah cepet lanjutin aja menjahitnya"

"yah, aku kan Cuma pingin tau"

"iya...iya..."

*beberapa jam kemudian*

"yah, kok jadinya baru segini ? keluhnya lagi. "gimana gak jadinya Cuma segini ? kamu ngajak ngobrol mulu". "yah, kan supaya gak bosen" katanya sambil mengerrucutkan bibirnya. "iya, sih jadi gak bosen tapi kan jadi gak selesai-selesai" kataku. "iya,sih. Yasudahlah. Udah malem nih. Aku pulang, ya" katanya sambil membereskan barang-barangnya. "ya sudah aku pulang dulu ya kuchiki. Makasih" katanya sambil jalan ke luar rumahku.

"tunggu ukitake !" entah kenapa aku memanggilnya

"kenapa ?"

"aku akan mengantarmu pulang. Ini sudah malam loh.."

Tiba-tiba mukanya memerah "i-iya..makasih"

*diperjalanan*

"hei, kuchiki. Sebaiknya kau pulang saja. Sudah malam ini. Rumahku kan jauh" kata si ukitake sambil menatapku.

"tidak" tolakku

"loh, kenapa ?" dia menatapku bingung.

"kau itu perempuan, ukitake. Aku tidak akan membiarkanmu jalan sendirian malam-malam. Bahanya tau" kupalingkan wajahku dari padanya. Kulihat mukanya memerah. Huh, entah kenapa wanita mudah sekali blushing ?

"ehm, besok tugasnya kita lanjutkan dimana ?" tanyaku mencairkan suasana.

"terserahmu saja, kuchiki"

"ehm, bagaimana kalau di rumahku saja ?" tawarku

"bukannya kau tak mau kalau di rumahmu ? kan katamu ada pengganggu."

"aku sudah berubah pikiran. Masa di rumahmu terus ?"

"i-iya sih. Eh ngmong-ngomong kau OOC sekali hari ini"katanya

Apa itu OOC ? kata macam apa itu ? "apa itu OOC" tanyaku bingung. "dasar kudet ! masa gak tau sih ? OOC itu out of character, tau" jawabnya. "hah, masa aku OOC ?" tanyaku memastikan. "iya. Biasanya kau kan galak, kaku, dingin, suka memarahiku, tapi hari ini kau beda banget." Jawabnya. "beda banget bagaimana ?" tanyaku jahil sambil menyiktunya. "yah, kamu tuh jadi lebih...lebih..lebih soft gitu." Mukanya memerah. "soft ? haha" ejekku jahil. "kau juga jadi OOC kok" lanjutku.

"OOC bagaimana ?"

"yah kau kan biasanya nakal, ribut banget, nyolot, suka berantem. Nah, sekarang kau jadi..." sial ! mukaku memerah

"jadi apa ?" tanyanya ingin tau

Kupalingkan wajahku dari padanya "kau jadi lebih kalem, baik, lembut, ehm... jadi lebih kayak perempuan gitu..." aaaa ! mukaku udh kayak kebakar. Cih, sial ! kenapa bisa kayak gini sih ? suasananya jadi sangat tidak enak. Jadi salting begini, deh

"kita sudah sampai" katanya mencairkan suasana. "ehm, kuchiki makasih ya udah mau nganterin aku pulang." Lanjutnya.

"iya. Sama-sama."

"ehm, aku masuk dulu ya. Sampai jumpa besok. Good night, kuchiki"

"good night" jawabku singkat sambil tersenyum

Entah ada apa denganku malam ini ?

CHAPTER 3 END ! YEAAYYY

A/N :

Akhirnya chapter tiga selesai juga. Dengan penuh perjuangan saya menulis chapter kali ini. Soalnya saya nulisnya di sekolah pada saat pelajaran. Hahahahahahah. Mungkin untuk chapter selanjutnya bakal updatenya lama soalnya bsk mau ujian banyak nih... tungguin dengan sabar ya minna-san. Makasih juga buat semua yang udah ngereview. Aku sangat tertolong loh. Jadi mohon RnR nya yaa supaya aku semakin maju :D sekian mungkin author's notenya segini dulu ya. Btw aku seneng banget karena ada reviewers dari luar negri hahayy :D

Mind to review