Disclaimer : I don't own Gakuen Alice

Tanpa Kusadari

oleh : sakuraaimier...

Chapter 3 : Murid Baru

Normal's POV

Dua tahun semenjak kepergian mereka. Alice Akademi menemukan Natsume sebagai pemilik fire alice dan mereka membawanya untuk bersekolah di Akademi.

Natsume menjalani hari harinya sebagai orang berhati sangat dingin (lebih dingin dibandingkan semenjak adanya Mi) dan menakutkan. ia hanya mau membukakan hatinya pada Ruka, teman Natsume setelah Mi pindah yang bersama sama dengannya masuk ke dalam sekolah khusus tersebut.

dua tahun terus berlalu dan Natsume masih tetap pada kepribadiannya yang dingin itu.dia mengikuti pelajaran dengan tatapan bosan hingga suatu hari...

bel sekolah telah berbunyi. anak anak elementary school sedang bergurau dan tertawa bersama. Natsume kita sedang asyik dengan manga-nya dan Ruka sedang sibuk dengan kelinci putih peliharaannya.

BRAKK...

Pintu terbuka dan masuklah Narumi dengan style-nya yang feminim. ia memakai baju dengan penuh renda sehingga banyak membuat orang menggeleng gelengkan kepalanya.

Anak anak langsung berlari menuju tempat duduknya masing masing dan suasana kelas langsung sunyi seketika. mereka takut terkena pheromone alice milik Narumi.

"Baiklah anak anak. Harap tenang karena sebentar lagi kita akan kedatangan murid baru," ucapnya sambil tersenyum. Suasana menjadi riuh rendah, mereka membayangkan siapa yang akan menjadi teman sekelas mereka.

"Oke, Mikan. Silahkan masuk," panggil Narumi.

Disana, seorang gadis dengan rambut coklat yang dikuncir kuda dan dengan bola matanya yang bewarna coklat madu masuk dengan ekspresi dingin yang menghiasi wajahnya. anak anak lelaki di kelas itu terbelalak melihatnya yang terlihat begitu cantik walaupun dia terlihat sangat dingin.

Mikan berdiri di depan kelas menatap wajah teman teman barunya dengan tatapan bosan.

"Namaku Mikan Sakura, 10 tahun. Senang bertemu dengan kalian," ucapnya singkat. Mikan langsung segera memandang Narumi dengan tatapan biarkan-aku-duduk. Narumi menghela napas.

"Baiklah anak-anak, ada yang mau bertanya?" tanya Narumi.

"Apa alicenya?"

"Apa rank-starnya?"

"Siapa partnernya?"

"Apa hobinya?"

"MAUKAH KAU JADI PACARKU?"

kelas langsung terdiam dan menoleh ke arah cowok berumur sekitar 12 tahun dengan wajah oval dan rambut orange yang sedikit berantakan. Cowok itu menyengir gak karuan karena merasa kalau dia telah mempermalukan dirinya di depan murid baru kita yang cantik jelita.

"Oke.. oke.. nah Mikan-chan maukah kau menjawab pertanyaan mereka?"

Milan mengangguk pelan.

"Yang pertama, aku tidak akan memberitahukan kalian apa aliceku. yang kedua, aku tidak tahu apa rank-starku dan kuharap aku mendapatkan single star. yang ketiga aku tidak tahu apa yang kalian maksud dengan partner karena aku tak peduli dengan hal itu. yang keempat, sama seperti yang pertama, aku tidak akan memberitahukan kalian apa hobi ku. dan yang terakhir..."

semua orang terdiam mengamati wajah Mikan. Natsume merasa agak sedikit terganggu dengan keheningan sunyi seperti itu sehingga ia melirik ke depan kelas dan melihat Mikan yang sedang menunduk. dia kemudian membaca kembali manganya karena merasa kalau adanya-anak-baru-atau-tidak-itu-bukan-urusannya.

Mikan kemudian menatap anak laki laki berambut orange tersebut. kemudian dia melempar tatapan yang dapat membunuh (kalau misalnya tatapan dapat membunuh, maka anak berambut orange itu pasti sudah mati).

"berani beraninya kau memintaku sebagai pacarmu. memangnya kau siapa? majikanku? hah... jangan pernah berpikir hal seperti itu.." ucap mikan dengan nada yang dapat membekukan seisi kelas.

anak berambut orange itu mengangguk pelan sambil menghindari tatapan Mikan. Mikan mengamati wajah seisi kelas. sebagian besar anak anak kelas tersebut memberikan perhatian mereka kepadanya. yah... kecuali tiga orang.

Ruka Nogi, dia sedang sibuk menyisiri bulu bulu kelinci putih peliharaannya dengan lembut.

Natsume Hyuga, dia sedang asyik membaca manga-nya dengan kakinya yang dinaikkan ke atas meja. dan...

Hotaru Imai, dia sedang sibuk membuat penemuan terbarunya.

Mikan menatap lekat ketiga orang yang sama sekali tidak memperhatikannya. dia berdeham cukup keras sehingga membuat ketiga orang tersebut menoleh ke arahnya.

"Berani sekali kau tidak memberiku perhatian," ucap Mikan dengan dingin. Natsume melongo, Ruka memandangnya ketakutan, dan sedangkan Hotaru tersenyum.

"APA... IMAI TERSENYUM????"

Hotaru langsung menembakkan baka gun-nya ke seluruh anak anak yang berteriak Terlalu brutal sehingga hampir saja mengenai Natsume.

"Imai..." geram Natsume. Hotaru langsung mengarahkan baka gun pada Natsume sambil berucap dengan tajam," Salahkan mereka yang berteriak." Natsume langsung menatap seisi kelas sehingga kelas menjadi diam karena ketakutan.

Hotaru memandang Mikan dan tersenyum kecil.

"Senang berjumpa lagi denganmu."

"Sama sama, Hotaru," balas Mikan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Maaf... tapi cuma ini yang bisa kutulis. aku tidak tahu mesti motong ceritanya di bagian mana..

oh iya, mohon kritik dan sarannya...

-sakuraaimier-