A/N : Halo~ ini chapter 3! Dan masih meminta saran, kritik, dukungan melalui review :) Karena review dapat meningkatkan semangatku dalam menulis cerita ini :D Dan sekedar info, chapter ini hanya ditulis dalam waktu 1 jam saja XD Jadi maaf jika mengecewakan :/

Oke, daripada terlalu banyak membaca author note yang nista ini, lebih baik langsung saja,

I hope you enjoy! :D


Wanna See You!

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pair : Minato Namikaze & Kushina Uzumaki

Genre : Romance, Drama, Angst.

Warning : typo(s), OOC, abal, gaje, AU, dll.


Chapter 3 : Pangeran baru pagi ini KSHS


"Kushina! Kushina!" teriak seorang wanita paruh baya yang dikenal sebagai Mito Uzumaki, di depan kamar putrinya sambil mengetuk pintu kamarnya cukup keras.

"Ngh... Biarkan aku tidur 5 menit lagi, Kaa-san," erang Kushina sambil setengah berteriak pada ibunya yang ada di luar kamarnya.

"Tidak bisa, Shina. Ini sudah pukul setengah tujuh," tolak ibunya setengah berteriak menyahuti kata kata Kushina.

"Tuh kan, baru juga setengah tujuh," jawab Kushina santai, belum menyadari apa yang dikatakannya.

5 detik..

4 detik..

3 detik..

2 detik..

1 detik..

'BRAK'

"UAPAAAAA! Jam setengah tujuh! Aku kesiangan!" teriaknya histeris setelah terjatuh dari kasur empuknya lalu segera berlari ke kamar mandi di kamarnya dan segera menutup (baca:membanting) pintunya.

15 menit kemudian, dia sudah keluar dari kamarnya dengan seragam lengkap yang cukup rapih dan berlari menuruni tangga rumahnya, menghampiri meja makan. Di sana hanya ada ibu Kushina dan Hashirama Senju, ayahnya.

Tanpa duduk, dia langsung menyambar gelas susunya dan menenggaknya cepat cepat. Bahkan, dia selesai meminumnya dalam hitungan detik. Dia segera mengambil roti tawar dan berlari keluar rumah seraya berpamitan dengan kedua orangtuanya yang masih tercengang.

"Ittekimasu," teriaknya sambil berlari keluar sebelum mendengar balasan dari orangtuanya.

"Itterashai, Kushina, kotak bentou dan uang jajanmu tertinggal!" teriak Mito Uzumaki sambil berlari keluar pintu rumah dan mendapati Kushina yang sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menjauhi Kediaman pemilik Uzumaki Group itu.

"Ckck, memang anak hiperaktif," oceh Mito sambil menggeleng gelengkan kepala, berbicara pada suaminya yang masih di meja makan.

"Hahahaha, itu memang anakku, tenanglah, sahabatnya di sekolah kan bisa saja meminjamkannya uang," jawab Hashirama sambil tersenyum miring dan menenangkan istrinya.

"Semoga saja,"


10 menit kemudian, Kushina tiba di sekolahnya, Konoha Senior High School. Dia segera memarkirkan mobilnya dan langsung berlari setelah memastikan mobil itu telah terkunci.

Dia terus berlari hingga ke kelasnya. Di ambang pintu kelas, ia segera menoleh melihat jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh kurang 5 menit. Huh, dia masih selamat dari jeratan 'hadiah' keterlambatan sekolah ini. Sekolah ini memiliki peraturan yang sangat ketat, yang kejam-menurutnya.

Dengan wajah masih lelah dan keringat bercucuran, dia segera menghampiri Mikoto yang sedang membaca novel.

"Ohayou, Miko!" sapanya dengan senyum ramah dan hiasan keringat yang memenuhi wajahnya.

"Ohayou, Kushina! Kamu kenapa? Kok kayaknya berantakan banget, rambut kusut gak karuan, muka masih agak ngantuk tapi lelah, keringat bercucuran, padahal ini masih pagi," jawab Mikoto sambil menyebutkan satu persatu pendeskripsian penampilan Kushina pagi ini.

"Hah, terserah lah, yang penting aku selamat dari 'hadiah' maut keterlambatan, untung saja, bel terkutuk itu belum berbunyi," katanya sambil mendudukkan diri dan meletakkan tasnya di atas meja yang berada di sebelah meja Mikoto.

Kemudian, mereka berbincang bincang dan tak lama, muncul kehadiran dua lelaki, yang diantaranya adalah pangeran KSHS dan pangeran baru pagi ini KSHS. Ya, Fugaku Uchiha dan Minato Namikaze. Dengan wajah lusuh dan penuh keringat. Yap, karena dikejar kejar oleh para siswi siswi nista itu.

"Hai, Kushina, aku duduk sama Mikoto ya, kamu duduk saja sama Minato," kata Fugaku, padahal, baru saja tiba.

"Tapi-" ucapan Kushina terpotong saat menatap sahabatnya yang sudah langsung ditarik (baca:diseret) oleh pacar baru 2 harinya itu menuju tempat duduk sang lelaki.

Kushina yang melihat itu tentu merasakan pedih yang pastinya teramat sangat. Dia hanya menatap mereka dalam diam. Minato yang ada di hadapannya langsung menuju meja awalnya, yaitu di sebelah meja Fugaku dan mengambil tasnya. Kemudian kembali dan meletakkan tas itu di meja di sebelah Kushina. Kushina hanya menunduk merutuki hatinya sendiri. Air matanya hampir lolos ketika sosok Minato menepuk pundaknya lembut.

"Tidak apa kan aku duduk di sini?" tanya Minato.

Kushina hanya diam tak menoleh. Dia tahu Minato bicara padanya. Tapi tetap, pilihannya hanya diam. Minato yang menganggap gadis ini tidak menyetujui semua ini. Lalu, dia bicara lagi pada Kushina sambil mengambil tasnya yang baru saja diletakkan di atas meja.

"Kalau tidak boleh juga tak apa, aku pindah ke tempat lain saja,ya," kata Minato lembut seraya membalikkan badan hendak mendudukkan diri di tempat lain. Namun, gerakannya yang hendak berjalan dari tempat itu terhenti, ketika tangan lembut Kushina menggenggam tangannya dan menoleh kepadanya.

"Tidak apa, duduklah di sini," kata Kushina datar.

Minato yang mendengar ucapan Kushina langsung tersenyum lega dan meletakkan kembali tasnya di atas meja.

"Oh ,iya, aku tinggal dulu, ya, aku harus ke ruang guru dan memperkenalkan diri di depan kelas," kata Minato ramah dan segera berlari.

Kushina hanya menatap kepergian itu, dan kembali menunduk. Dia terlah berjanji pada dirinya sendiri, hatinya sendiri, untuk tidak menangis lagi. Sebelum kakak lelakinya, Arashii Uzumaki pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya satu tahun lalu, memang dia berpesan pada Kushina bahwa dia tidak boleh menjadi gadis lemah agar tidak diremehkan orang lain, karena setelah itu, Arashii sudah tidak bisa terus berada di sisi adiknya untuk melindunginya.

Tetapi, bukankah kata kata 'tidak boleh lemah' itu berbeda dengan 'tidak boleh menangis' ?

Dan bukankah dengan tidak menangis malah akan membuat kita menjadi semakin lemah? Memang dengan menahan tangisan, kita tidak akan terlihat lemah secara fisik, namun batin dan hati kita malah menjadi semakin merapuh.

'KRING..KRING..KRING..'

Bel 'favorit' seluruh siswa KSHS berdering kencang, menandakan jam pelajaran akan segera dimulai. Membuyarkan seluruh lamunan hampa Kushina. Dia menatap masuknya sang wali kelas, maniak Icha Icha Paradise yang sedang membawa tumpukan buku dengan sebelah tangan kirinya dan memegang buku novel mesum yang sedang dibacanya dengan tangan kanannya. Diiringi oleh sosok Minato.

Sekilas memperhatikan penjelasan diri Minato dan mendengar jeritan histeris seluruh siswi yang pastinya minus Kushina dan Mikoto. Yah, mungkin benar, memang pangeran baru pagi ini KSHS.

Setelah memperkenalkan dirinya, Minato kembali duduk di sebelah Kushina, dengan diiringi mata siswi siswi yang membentuk 'love struck'. Saat melihat pangeran baru mereka duduk dengan si siswi berambut merah, Kushina, tatapan mereka menjadi sinis dan tajam pada Kushina sambil berbisik bisik.

Kushina yang merasa tidak suka dengan tatapan mereka, membentak mereka setengah berteriak.

"Jangan melihatiku seperti itu, -ttebane!" bentaknya kasar.

"Sudah, Kushina, biarkan saja," ucap Minato menenangkan sambil mengusap pundaknya pelan.

Siswi siswi yang diteriaki sontak kaget dan menoleh ke depan. Karena pengalaman mereka, yang sering melihat keganasan Kushina menampar dan meninju orang orang yang menatapnya sinis dan mengatainya 'tomat', mereka tidak berani pada Kushina, bahkan kebanyakan korban Kushina perempuan, karena umumnya siswa lelaki menyukai Kushina karena Kushina good looking dan cukup pintar.


Bel mereka tercinta berbunyi, menandakan jam istirahat telah tiba. Seluruh siswa berhamburan keluar kelas dan ada yang berlari menuju kantin, taman belakang sekolah, dan lain lain.

Minato hanya mengambil tempat minum dari dalam tasnya, sedangkan Kushina hanya membenamkan wajah pada tangannya yang terlipat di atas meja.

"Hei, kamu tidak istirahat?" tanya Minato ramah.

"Tidak, aku lupa bawa bekal dan uang jajan, tadi buru buru," jawab Kushina tanpa merubah posisinya.

"Oh, ya sudah, aku pinjamkan uang dulu, atau mau memakan sebagian bekalku juga boleh," tawar Minato sambil tersenyum manis.

"Tidak perlu, nanti merepotkan," jawab Kushina datar sambil mengangkat wajahnya.

"Tidak, sama sekali tidak merepotkan," jawab Minato masih bersikeras.

"Baiklah, kalau kau memaksa," kata Kushina mulai berdiri dan berjalan bersama Minato keluar kelas.

Banyak mata yang menatap mereka dengan tatapan sinis, iri, kagum, dan macam macam. Wow, Minato, kau memang pusat perhatian dimana mana.

Mereka mulai berjalan ke loker Minato. Minato mulai membuka lokernya dan mengambil sebuah kotak makan. Kemudian mereka kembali berjalan ke taman belakang sekolah.

"Ayo, aku ajak ke tempat pribadiku," ajak Kushina sambil tersenyum riang.

"Baiklah," kata Minato merespon.

Mereka terus berjalan lurus. Minato saja heran, semakin lama, tempat yang mereka lewati semakin sepi.

"Nah, ini tempat pribadiku. Tenang, tentram," kata Kushina girang.

"Tempat yang cantik," tanggap Minato sambil tersenyum hangat. Mereka duduk di bawah pohon sakura yang kini sedang mekar, sungguh cantik. Mereka makan sambil berbincang dan bergurau. Pemandangan yang membahagiakan.


'KRING..KRING..KRING..'

Bel mereka yang terakhir untuk hari ini, yang pastinya diiringi sorak sorai seluruh siswa. Tertebak kan? Bel pulang. Mereka segera membereskan semua buku dan alat tulis mereka dan segera berlari keluar kelas.

Kushina hanya membereskan bukunya pelan pelan.

"Langsung pulang?" tanya Minato sambil menyandang tas ranselnya.

"Yah, mungkin, kalau tidak tergoda oleh tempat lain," kata Kushina.

"Oh, begitu, mmm, aku duluan ya?" pamit Minato.

"Silahkan, hati hati, dan.. terimakasih untuk bekalnya," jawab Kushina dengan wajah agak memerah.

"Tidak apa, dengan senang hati," kata Minato. Lalu dia berlalu meninggalkan Kushina.

To Be Continued


A/N : Huh, selesai juga. Sepertinya tidak jauh lebih panjang dari yang kemarin ya? Huh, sungguh, keterlaluan author newbie yang satu ini.. hiks.. #Plak XD Memang, kadang author sering gila sendiri :D

Oke, sebaiknya author note diatas itu diabaikan saja ya~ itu tidak penting.

Yang penting, review dari para readers :D Sungguh, aku semangat sekali kalau membaca review kalian yang tidak banyak tetapi sangat mendukung! :D

Jadi, jangan lupa review :)

JAA~ MINNA-SAN!