Pairing Utama: Zero/Helena(Fem!harry), untuk pairing yang lain ngikutin jalur cerita

Rating : T untuk saat ini.

A.N : Disini bukan fanfic YuMe untuk penggemar YuMe maaf ya aku g terlalu suka fanfic incest bukan berarti aku benci YuMe, dan untuk penggemar ZeKi maaf awalnya pingin ZeKi tapi entah kenapa jadinya Zero/Fem!harry, dan juga maaf untuk penggemar Fred aku hanya ingin mengikuti sedikit jalan cerita dari yang asli ^/\^

Selamat membaca, BTW ini cerita fanfic pertamaku jadi mohon kalau ada penulisan yang salah serta kekurangannya atau kritik dan saran mohon di berikan


~Bab 3~

.

.

Perjalanan dari kedai ramen menuju rumah tidak memakan waktu lama karena Yamato membawa mobil dengan cepat. Dalam perjalanan Helena melihat kalau langit sudah mulai gelap.

"Kami sudah mau tiba di rumah nona Evans" mendengar perkataan Yamato Helena memperhatikan ke depan dan dapat Helena lihat ada pagar tinggi bewarna hitam dengan lambang bunga lily putih di tengahnya. Begitu mobil hampir mendekati pagar Helena bisa merasakan bangsal magic yang sangat kuat di tempatkan di sekitar rumah.

"Apa kau juga merasakan bangsal di sekitar nona?" Yamato bertanya karena melihat muka Helena yang seperti terkejut.

"Ya, aku bisa merasakannya. Apa kau bisa memberitahuku berapa lama bangsal ini sudah ada? Dan apa kah kau juga seorang penyihir Yamato?" Helena bertanya karena merasakan bahwa Yamato seperti mengetahui mengenai adanya dunia sihir.

"Bangsal ini sudah ada semenjak rumah ini awal di bangun dan yang menempatkan bangsal ini adalah goblin sendiri yang sudah di bayar oleh Lord Black untuk me maksimalkan perlindungan rumah disini. Untuk menjawab pertanyaan anda, ya, saya seorang penyihir mugleborn dan saya kebetulan teman dekat dari Lady Potter, beliau memberi saya pekerjaan ini pada saat perang sedang semakin parah dan para penyihir mugleborn yang tidak ingin terlibat perang pergi bersembunyi" Yamato berkata sambil menjawab pertanyaan Helena.

Helena yang mendengar jawaban Yamato merasa lega, karena Yamato bukanlah orang asing yang asal di sewa, mendengar Yamato teman ibunya membuat Helena semakin senang karena masih ada yang mengingat ibu Helena untuk siapa dia.

Mendengar suara berderit menyadarkan Helena dari lamunannya, Helena pun melihat jika pintu gerbang itu perlahan terbuka dengan sendirinya, sepertinya bangsal mengenali sihir mereka, tapi yang membuat Helena bingung adalah, bagaimana bangsal mengenali sihirnya padahal Helena yakin kalau ini adalah pertama kalinya dia kesini.

"Anda sudah pernah dibawa kemari oleh dan Lady Potter pada saat anda baru berusia beberapa bulan nona dan kalian sekeluarga sempat tinggal di sini selama beberapa bulan" Yamato berkata karena dia bisa melihat kebingungan di wajah Helena.

Mendengar jawaban Yamato, Helena pun terkejut karena Helena tidak pernah ingat jika Helena pernah datang kesini bersama orangtuanya, tapi mendengar itu membuat Helena senang karena masih ada rumah kenangan antara Helena dan orang tuanya yang belum di hancurkan. Helena pun melihat keluar jendela dan melihat taman-taman indah ada berbagai bunga yang ada rumput-rumput juga di potong rapi, melihat itu Helena pun heran.

"Yamato apa ada yang mengurus rumah ini selama tidak ada yang menempati?" Helena bertanya kepada Yamato.

"Ada Elf rumah yang mengurus rumah ini nona, jadi nona tenang saja" Yamato berkata menjawab pertanyaan Helena.

Mendengar jawaban Yamato Helena merasa lega karena tentu saja dia tidak mungkin mengurus rumah serta area yang luas ini. Tak lama mobil pun berhenti.

"Silahkan nona, kita sudah sampai" Yamato berkata sambil membukakan pintu untuk Helena.

"Terima Kasih Yamato" Helena berkata sambil melihat depan rumah. Wow rumah ini lebih besar dari pada yang terlihat di foto.

"Kalau gitu mari saya antar kedalam nona, setelah itu saya akan memarkirkan mobil di garasi samping rumah" Yamato berkata sambil menuntun Helena menuju pintu depan.

Begitu di dalam Helena melihat bahwa di dalam begitu luas ada ruang tamu yang memiliki sofa bewarna cream atau coklat muda dengan meja yang bewarna coklat tua juga terdapat hiasan-hiasan rumah yang sederhana. Sepertinya itu ibu Helena sendiri yang menata rumah karena setiap interior rumah yang di lihat Helena lebih terkesan sederhana dan tidak terlalu mewah.

Saking asiknya melihat sekitar Helena tidak sadar kalau sudah ada elf rumah yang menyambutnya.

"Selamat Datang Lady Potter, saya Mipsy kepala Elf di rumah disini" Helena terkejut karena mendengar suara yang tiba-tiba di depannya. Begitu melihat ke bawah Helena bisa melihat Elf rumah yang menyambutnya dengan Semangat.

Melihat Helena sudah ada yang mengurusnya maka Yamato pamitan untuk pulang ke rumah.

"Nah kalau begitu nona saya pamit pulang dulu" Yamato berkata kepada Helena.

"Loh Yamato tidak tinggal di sini juga? Terus pulangnya naik apa karena Yamato bilang kalau mobil nya akan di taruh di garasi?" Helena bertanya karena mendengar apa yang dikatakan Yamato membuatnya terkejut, Helena mengira kalau Yamato akan tinggal disini juga.

"Tidak nona, saya tinggal tidak jauh dari kedai ramen milik paman saya tadi, kalau untuk pulang saya bisa ber Apparate di hutan dekat dan berjalan sedikit" Yamato berkata sambil menjawab pertanyaan Helena.

Helena yang mendengar pernyataan Yamato mengerutkan keningnya tanda dia tidak puas dengan jawaban Yamato.

"Anda bisa membawa mobilnya pulang Yamato, dan sepertinya aku sudah mengirm mobilku terlebih dahulu juga kesini, jadi Yamato tidak usah khawatir masalah mobil, mungkin mobil nya akan tiba besok pagi" Helena berkata kepada Yamato. " Lagian ini sudah malam dan juga lebih aman jika anda membawa mobil dari pada ber apparate di hutan" Helena menambahkan sambil meyakinkan Yamato.

"Baiklah, Jika itu keinginan nona" Yamato berkata sambil tersenyum penuh syukur pada Helena. "Kalau gitu saya pamin pulang dulu nona, selamat malam" Yamato menambahkan sambil pamit untuk pulang.

"Selamat malam juga Yamato" Helena berkata sambil menjawab salam Yamato. Helena melihat kembali ke elf rumah begitu Yamato menghilang di balik pintu. "Mipsy bisakah kau mengantarkan ku ke kamarku, aku cukup lelah dan ingin beristirahat" Helena berkata sambil meminta tolong kepada mipsy.

"Tentu saja Lady Potter, silahkan ikuti Mipsy" Mipsy berkata dengan semangat sambil menunjukkan jalan.

Tak lama mereka pun tiba di depan pintu bewarna coklat tua.

"Ini adalah kamar utama dan merupakan kamar anda Lady Potter" Mipsy berkata sambil membukakan pintu kamar.

"Terima kasih Mipsy, dan panggil saya Helena" Helena berkata sambil mengucapkan terima kasih kepada Mipsy.

"Baiklah nona Helena, selamat malam dan selamat beristirahat" Mipsy menjawab sambil menutup pintu kamar.

Helena hanya tersenyum di tempat Mipsy menghilang. Helena pun kembali melihat kamar yang akan menjadi kamarnya, kamar Helena memiliki warna Ravenclaw bewarna biru dan perak dan terdapat tempat tidur berukurang King serta di sebelah kiri tak jauh dari tempat tidur terdapat pintu yang Helena yakin adalah kamar mandi.

Helena pun merebahkan tubuhnya berniat untuk istirahat sebentar sebelum mandi, sambil melihat langit-langit kamarnya Helena pun menjadi ingat dengan pria yang di temuinya di kedai ramen tadi. Karena terlalu lelah Helena tidak bisa menahan kantuk nya dan Helena pun tertidur sambil memimpikan pria bermata ungu.


Setelah mendapatkan penginapan yang ditemuinya tidak jauh dari kedai ramen tersebut memesan kamar Zero pun lekas pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri karena sudah berjalan seharian. Setelah 15 menit di habiskan untuk mandi sambil bersantai sedikit karena rupanya penginapan disini memiliki bak mandi serta air panas, Zero pun memakai piyama yang dibawanya.

Setelah selesai berpakaian dan membersihkan senjatanya Zero pun merebahkan tubuhnya bersiap-siap untuk tidur. Sambil melihat langit-langit Zero menjadi teringat gadis yang dia temui di kedai ramen tadi, dia tidak bisa menghapus mata hijau itu dari ingatannya, saking asiknya memikirkan gadis itu Zero tidak sadar jika dirinya mulai jatuh tertidur sambil memimpikan gadis bermata hijau.


~TBC~

.

.

Please Review


einsel : Makasih udah review, ini udah update kok lagi di usahaiin update cepat juga kok, tapi karena lgi sibuk ngurus skripsi jadi mungkin agak bakal lama hehe.

Oh ya saya juga mau terima kasih buat author-author senior yang ngasih saran kemaren itu sangat ngebantu banget buat saya untuk melanjutkan fanfic ini.