Maaf late update..
.
Happy reading semuaaa'0')/
.
.
.
Luhan mengepalkan tangannya, melihat Sehun yang tengah asyik bercanda dengan Kyungsoo. Seketika, Luhan teringat akan hari itu, hari dimana Luhan dan Sehun putus.
#flashback
Hari ini Sehun berjanji akan menemani Luhan pergi ke makan Appa nya.
Luhan menunggu Sehun dirumahnya, sudah hampir satu jam Luhan menunggu, namun Sehun tak kunjung datang.
"Kemana sehunnie? Hmm kenaoa lama sekali" gumam Luhan sambil menatap cemas ponselnya, sudah beberapa kali Luhan menghubungi Sehun namun tak ada jawaban.
Setelah tepat satu jam Luhan menunggu, akhirnya Sehun menelpon Luhan.
"Luhannie, mianhae sepertinya aku tidak bisa menemanimu" kata Sehun diseberang telepon sana.
"Waeyo sehunnie?" kata Luhan kecewa, Hell. Tidak biasanya Sehun seperti ini.
"Aku ada urusan" kata Sehun cepat. Baru saja Luhan ingin membuka mulutnya, namun..
Pip!
Sambungan teleponnya terputus, Luhan menatap sebal ponselnya. Kemudian Luhan memutuskan untuk me-non-aktifkan ponselnya, dia kesal dan marah dengan Sehun.
Setelah itu, Luhan berjalan menuju keluar rumahnya.
Luhan memasuki mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya sebelum dia menginjak pedal gas mobilnya.
Luhan membawa mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil menggerutu kesal karna Sehun yang tiba-tiba berubah. Pikiran-pikiran negatif mulai menghantui Luhan.
Ketika tengah berhenti dilampu merah, Luhan tidak sengaja menoleh ke arah kanan, disana terdapat sebuah taman. Luhan memicingkan matanya melihat punggung seorang namja yang ia kenali, ia terus menatapi punggung seorang namja yang tengah memeluk seorang yeoja sampai
Tin Tin Tin
Suara klakson kendaraan dibelakang Luhan membuat Luhan kaget dan dengan segera menginjak pedal gasnya karna lampu sudah berganti warna hijau.
Luhan memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, kemudian Luhan keluar dari mobil dan berjalan menuju ke namja yang ia perhatikan dari dalam mobil tadi,
Semakin dekat.. Luhan semakin mengenali namja itu, dengan langkah yang semakin cepat. Luhan memanggil namja itu.
"Sehun?" Katanya
Yang dipanggil Sehun menoleh, seketika namja itu melepaskan pelukannya pada yeoja yang Luhan yakini tengah menangis itu. Yeoja itu pun menoleh ke arah Luhan, menghapus air matanya dan menatap bingung Luhan.
"Oh, jadi ini urusanmu" kata Luhan sarkastik, membuat Sehun gelagapan.
"Ti-tidak, k-kau salah paham, luhan" kata Sehun.
"Ah, kau Luhan? Kenalkan aku Kyungsoo. Aku te-"
"Sudahlah, tak perlu kau lanjutkan. Sehun, hubungan kita cukup sampai disini. Terimakasih untuk semuanya, dan kau! Tak perlu menatapku seperti itu, kau bisa memiliki namja brengsek ini karna mulai sekarang aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi." Kata Luhan, Luhan segera pergi sebelum air matanya terjatuh, dia berlari menuju mobilnya tanpa menghiraukan suara teriakan Sehun yang memanggil-manggil namanya. Hatinya hancur, ternyata Sehun adalah namja brengsek. Dia membenci Sehun, namja itu telah mengkhianatinya!
Luhan memasuki mobilnya dan langsung berjalan ke makam appanya.
Sesampainya didepan makam appanya, Luhan menjatuhkan dirinya dan memeluk batu nisan Appanya.
"Hiks.. Appa.. Sehun jahat.. Hiks" kata Luhan, Luhan menangis. Karna Sehun, baru kali ini Sehun membuatnya menangis karna ulahnya yang menyakiti hati Luhan. Luhan menangis tersedu-sedu di makam appanya, sambil bercerita tentang Sehun yang baru saja menyakiti hatinya dengan berselingkuh dengan yeoja lain.
#End of flashback.
"Hai"
Seketika panggilan itu membuyarkan lamunan Luhan, Luhan menoleh dan mendapatkan seorang namja berwajah Imut, tapi terlihat manly bersurai blonde dan memiliki tinggi yang diatas rata-rata.
"Ada apa?" Tanya Luhan
"Ani, aku hanya ingin berkenalan. Kenalkan, namaku Heedo. Yoo Heedo, aku teman satu kampusnya Sehun" kata namja yang bernama Heedo itu sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Ah, aku Luhan. Aku nuna nya Sehun" kata Luhan, menerima uluran tangan Heedo.
Heedo menatap Luhan lama, sambil tangannya yang masih setia menjabat tangan Luhan. Luhan yang merasa risih pun berdeham.
"Ehm"
"Ah, mian nuna" kata Heedo sambil melepaskan tautan tangan mereka.
"Iya, tak apa" kata Luhan sambil tersenyum manis pada Heedo.
'Omona! Jantungku!' Batin Heedo
"Chogiyo? Heedo-yah? Aku ingin ke kamar dulu ne?" Kata Luhan
"A-ah iya nuna." Kata Heedo, kemudian Luhan pergi meninggalkan Heedo yang masih tersenyum khas orang jatuh cinta.
Sepeninggal Luhan, Heedo kemudian kembali ke ruang tengah.
"Yak! Mana airnya?" Kata Jhoon sambil memakan snack.
"Ahh, aku lupa hyung" kata Heedo sambil cengengesan.
"Cepat ambilkan, aku serat" kata Jhoon, Heedo kembali berjalan menuju dapur. Sebenarnya dia ingin mengambil air minum tadi, tapi ketika melihat Luhan seketika ia lupa dengan tujuannya untuk mengambil air. Ia malah berkenalan dengan Luhan .
Heedo kembali ke ruang tengan dengan membawa beberapa kaleng cola.
Setelah meletakannya diatas meja, Heedo menghampiri Sehun yang tengah duduk disamping Kyungsoo.
"Hyung?" Panggil Heedo
"Hm?" Kata Sehun sambil meneguk minumannya
"Nunamu cantik juga"
"Uhuk-" Sehun menumpahkan minuman dari mulutnya.
"Ish, kau jorok sekali hyung" kata Heedo
"Kau bilang apa barusan? Apa kau bertemu nunaku?" Tanya Sehun sambil mengelap mulutnya
"Ne, bahkan aku sempat berkenalan dengannya tadi. Namanya Luhan kan?" Kata Heedo
"Hm, dia Luhan." Jawab Sehun
"Hyung? Apa dia sudah punya pacar?" Kata Heedo blak-blakan
"Semenjak putus denganku, dia tidak punya pacar" kata Sehun
"Mwo?! Jadi kau pernah berpacaran dengan nunamu? Omo, Sehun hyung.. masih banyak yeoja diluar sana, kenapa kau malah memacari nunamu sendiri?" Kata Heedo kaget
"Aish, dia hanya nuna tiriku. Sebelum ayah dan ibuku menikah, aku adalah pacarnya. Kemudian kami putus, dan orangtua kami menikah" kata Sehun
Heedo hanya ber-Oh ria, kemudian dia mulai bertanya-tanya soal Luhan, bahkan ia dengan paksa meminta nomor ponsel Luhan. Sehun, entah kenapa dia merasa sedikit kesal dengan pertanyaan Heedo,
"Hyung, apa kau masih mencintainya?" Tanya Heedo
"Ani" jawab Sehun singkat.
Heedo menghela napas lega, sepertinya peluang untuk mendapatkan Luhan sangat besar untuknya.
Jujur saja, Sehun masih sangat mencintai Luhan, tapi mengingat status mereka sekarang, Sehun lebih memilih untuk memendam perasaannya saja.
.
.
.
Luhan mendudukan dirinya dipinggir ranjang, melihat Sehun dan Kyungsoo tadi benar-benar membuat Luhan kesal, bagaimana bisa Sehun membawa yeoja yang telah menjadi duri dihubungan mereka dulu kerumahnya? Apa Sehun sengaja? Ingin pamer kemesraan dan membuat Luhan cemburu? Jika begitu, maka Sehun berhasil. Luhan benar-benar merasakan cemburu dan kesal tentu saja, walaupun Sehun dan dirinya sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, namun rasa cemburu itu masih saja menyelimuti perasaan Luhan.
Luhan mengacak rambutnya frustasi, dia sangat kesal dengan Sehun. Kemudian seketika bayangan dosa yang pernah ia lakukan dengan Sehun berputar diotaknya.
Luhan mengerang frustasi, Sehun benar-benar sudah membuatnya hancur! Sehun sudah mengambil keperawanan Luhan, dan sekarang ia bertingkah seolah kejadian itu tak pernah terjadi dengan membawa Kyungsoo kerumahnya.
Luhan menangis (lagi) meratapi nasibnya, Luhan bodoh, dia sangat bodoh! Luhan merutuki dirinya. Luhan terisak, ia tak tau harus berbuat apa sekarang.
Luhan merebahkan tubuhnya diranjang Queen size nya dan menutupi wajahnya dengan sebuah bantal.
"Hiks.. Sehun pabbo! Brengsek!" Umpat Luhan.
.
.
.
Kris sudah selesai mengurus kepindahan Luhan ke universitas yang sama dengan Sehun.
Kris menghubungi Zitao, dan menyuruhnya untuk menunggu didepan gerbang rumah nya karna Kris ingin mengajak Zitao makan siang diluar,
Zitao sudah siap, dia segera keluar dan menunggu Kris. Beberapa saat kemudian, mobil sport milik Kris berhenti didepannya.
Kris keluar dari mobil dan berjalan menuju Zitao, Zitao tersenyum ke arah Kris dan membuat namja yang berusia Tiga puluh delapan Tahun itu ikut tersenyum, walaupun usianya sudah tidak muda lagi, namja itu masih terlihat sangat tampan.
"Sudah lama menunggu, tuan putri?" Kata Kris lembut sebelum mengecup bibir Zitao sekilas.
Zitao tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, kajja masuk" kata Kris, kemudian ia membukakan pintu mobil untuk Zitao.
Setelah itu, dia masuk ke dalam mobil dan menduduki kursi kemudi.
Kris mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil jemarinya menggenggam tangan mulus Zitao, sesekalu mengecup tangan itu. Zitao tersenyum, Kris benar-benar namja idaman. Kris selalu bisa membuatnya merona,
Kemudian mobil Kris berhenti diparkiran sebuah restaurant mewah. Kris melepaskan sabuk pengamannya, lalu melepaskan sabuk pengaman Zitao sebelum berjaan keluar dan membukakan pintu mobil untuk Zitao.
Kris mengulurkan tangannya ketika pintu mobil terbuka, Zitao meraih uluran tangan Kris dan tersenyum manis.
Kris menggenggam tangan Zitao sambil berjalan masuk ke dalam restaurant mewah itu.
Zitao tampak mengernyit bingung, pasalnya restoran mewah itu terlihat sepi, padahal sekarang jam makan siang.
"Sayang? Duduk disini" kata Kris sambil menarik sebuah kursi, Zitao lalu menduduki kursi tersebut.
"Kenapa disini sepi sekali?" Tanya Zitao
"Aku sengaja membooking restaurant ini, aku ingin makan siang special hanya berdua saja denganmu" kata Kris.
Lagi-lagi, Kris membuat Zitao makin mencintainya. Zitao tersenyum haru lalu mengeratkan genggaman tangannya pada Kris.
Setelah itu, Kris memanggil pelayan dan membiarkan Zitao memilih menu yang akan mereka santap.
Beberapa menit kemudian, pesanan mereka datang.
Makan siang mereka benar-benar sangat special, diiringi dengan sebuah musik jazz yang membuat suasana semakin romantis.
.
.
.
Sehun memasuki kamarnya, teman-teman mereka sudah pulang, entah kenapa perkataan Heedo tadi membuatnya kesal.
Heedo menyukai Luhan.
Heedo bahkan bilang kalau dia akan memacari Luhan. Ada perasaan tidak rela dalam diri Sehun, dia tidak mau kalau Heedo berpacaran dengan Luhan.
Sehun mengusap wajahnya kasar, dalam hati dia masih sangat mencintai Luhan, kalau saja kesalah pahaman delapan bulan lalu tidak pernah terjadi, mungkin sampai saat ini Sehun masih menjadi kekasih Luhan.
Sehun meraih ponselnya, membuka galeri dan menampilkan fotonya dengan Luhan. Mereka saling bertatap dan melempar senyum, Sehun tiba-tiba merasakan sesak didadanya. Dia merindukan moment seperti itu dengan Luhan.
"Hiks.. Hiks.."
Sehun segera meletakkan ponselnya dimeja belajarnya ketika mendengar sebuah isakan.
Sehun menajamkan telinga nya, dia mengikuti suara isakan itu. Telinganya sampai pada dinding kamarnya, isakan itu semakin jelas terdengar.
"Sehunnie bodoh! Brengsek! Jahat!"
Sehun membulatkan matanya ketika Luhan meneriaki namanya,
"Apa yang terjadi padanya?" Kata Sehun bermonolog ria.
Dengan segera, Sehun keluar dari kamarnya dan berjalan ke kamar Luhan.
Sehun mengetuk pintu kamar Luhan, namun Luhan tidak menggubrisnya.
"Nuna? Ada apa? Ini aku" kata Sehun sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Luhan.
"PERGI!" Teriak Luhan dari dalam kamar.
"Lu, buka pintunya. Biarkan aku masuk ke dalam" kata Sehun dengan nada memohon, namun Luhan sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
Dia masih menangis, entah kenapa tangisan Luhan semakin menjadi ketika Sehun mengetuk-ngetuk pintu kamarnya
"Luhan! Buka pintunya!" Paksa Sehun
"TIDAK! KAU TIDAK PERLU PERDULIKAN AKU, SANA PERGI DAN URUSI SAJA PACARMU. TINGGALKAN AKU SENDIRIAN!" Teriak Luhan (lagi) dari dalam kamarnya.
Sehun merasa panik, kemudian Sehun mendobrak paksa pintu kamar Luhan.
Bruk!
Pintu kamar Luhan terbuka. Sehun langsung berlari ke arah Luhan yang tengah menangis dipojokan kamarnya sambil duduk memeluk kedua lututnya. Luhan terlihat seperti anak yang habis dianiaya oleh orang tuanya.
"Kau kenapa Lu?" Tanya Sehun yang kini tengah berjongkok didepan Luhan
"Tidak, pergi sana. Aku tidak mau bertemu denganmu!" Kata Luhan sambil terisak, napas Luhan tersengal, seperti orang yang terkena penyakit asma.
Sehun memeluk Luhan, sesekali mengecup kepala Luhan dan mengelus punggung Luhan seraya menenangkannya.
"Hiks.. Hiks.. Sehun.." kata Luhan dalam tangisnya
"Uljima, Luhan ku mohon" kata Sehun
Luhan membalas pelukan Sehun yang membuatnya merasa tenang.
Luhan menangis didada bidang Sehun, dia merasa benar-benar hancur. Dia ingin menghapus rasa yang selama ini masih ia simpan, namun tidak bisa. Cintanya pada Sehun begitu besar, bahkan Luhan melupakan statusnya yang sekarang menjadi Nuna tiri Sehun.
Setelah agak mendingan, Sehun menangkup wajah Luhan dengan kedua tangan kekarnya, Sehun memegang pipi Luhan dan menghapus bekas air mata Luhan.
"Ada apa hm?" Tanya Sehun lembut
Luhan hanya menggelengkan kepalanya dan memejamkan matanya ketika ibu jari Sehun mengusap matanya.
"Aku minta maaf" kata Sehun. Luhan hanya terdiam,
"Kau tidak salah, hun-ah. Aku yang salah, tidak seharusnya aku seperti ini." Kata Luhan, mulai menitikan air matanya lagi
"Shhh" kata Sehun sambil mengecup kedua mata Luhan.
Sehun menatap Luhan sebelum ia mengecup bibir Luhan yang merah dan basah karna menangis tadi.
Sehun melumat lembut bibir Luhan, sambil tangannya mengelus-ngelus punggung Luhan, membuat Luhan seketika melupakan kesedihannya. Ciuman Sehun memang selalu sukses membuatnya tenang.
Sehun melepaskan pagutan bibirnya dengan Luhan, lalu menempeelkan hidung mancungnya dengan hidung bangir Luhan. Nafas hangat sangat terasa.
Setelah beberapa detik, Sehun menyatukan lagi bibirnya dibibir ranum Luhan.
Luhan mulai membalas ciuman Sehun, Luhan membuka mulutnya dan membiarkan lidah lihai Sehun mengabsen isi rongga mulutnya.
Seiring berjalannya waktu, ciuman mereka semakin panas dan liar, tangan Sehun mulai nakal meremas lembut gundukan besar yang masih terbalut kaos yang Luhan kenakan.
Mereka masih asyik dengan dunia mereka, sebelum sebuah suara membuat mereka langsung menghentikan kegiatan mereka.
Zitao membulatkan matanya sempurna ketika melihat Sehun dan Luhan sedang berciuman panas, ditambah tangan nakal Sehun yang meremas-remas payudara Luhan.
"YAAAAA! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!" pekik Zitao.
To Be Continued.
.
.
.
Hoyy '0' Uhen datang lagi :3 sorry for late update, Uhen sempet males lanjutin karna viewsnya semakin Buanyaaakkkk tapi yang review cuma sekuprit:(
Gimane ? Chap ini udeh agak panjangan ? /belom/
Buat yg minta TaoRis moment, tuh udah Uhen bikinin... Maap ye kalo maksa banget momentnye😂 kkkk
Ga danta ye ceritanya ? Ngebosenin ? Tijel ? Huft.
Maap kalo feel nye kurang, Uhen masih belajar :'v
Oh iya, jan panggil author ye, Uhen masih amatir. Panggil Uhen aja, karna uhen belom pantes dipanggil author. Huehehe
Makasih buat yang udah review,favs and follow this absurd fanfic :'v -bow-
Last,
Review ?
