Secret room
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Note : Typo Bertebaran! Alur Yang sulit dimengerti! Tetapi cerita ini murni milik saya yang berasal dari imajinasi terindah tentang KyuMin 3~
ALERT ! Little Smut
enJOY
PART.3
"Kalian hari ini akan mendapatkan teman baru, ia adalah Lee Sungmin dan mulai saat ini Minnie akan tinggal disini bersama dengan kalian jadi eomoni mohon kalian bisa berteman dengan baik padanya" wanita yang mulai menua itu berdiri dan tersenyum dihadapan beberapa anak kecil lainya, memperkenalkan anak berperawakan manis dengan tubuh mungil dan kulit putih seperti butiran salju.
Anak kecil itu memasang wajah sedihnya, ia baru saja kehilangan kedua orang tuanya tepat 2 minggu yang lalu dan sialnya tidak ada satupun kerabat yang ingin mengurusnya. Hei Sungmin adalah anak pintar dan penurut serta manis maka sebenarnya bukan hal yang sulit untuk mengurus anak sebatang kara itu namun seperti kata pepatah 'tidak ada uang maka tidak ada kasih sayang'. Kedua orang tua Sungmin bukanlah orang mampu maka tidak akan ada yang memperebutkanya.
"Minnie imnida, aku 5 tahun" Sungmin dengan suara lucunya memperkenalkan diri dan membungkuk kan badan didepan seluruh anak-anak lalu setelahnya kaki kecil miliknya melangkah ke salah satu meja yang kosong "Apa aku boleh duduk disini?"
"Nde, kau boleh duduk silahkan.. aku Hyukjae" namja kecil dengan gumy smile andalanya mengulurkan tangan memperkenalkan diri.
"Aku Sungmin, kau bisa memanggil ku Minnie" oh senyum kecil mengembang diwajah manis Sungmin. Mungkin berada disini bukanlah pilihan yang buruk lagi pula ia bisa mendapatkan kehangatan juga senyum dari teman-temanya.
.
.
.
Tanpa terasa sudah hampir sebulan lamanya Sungmin kecil berada dirumah singgah dan sudah banyak pula kebahagian yang ia dapatkan. Kasih sayang ibu yang ia dapati dari eomoni pemilik rumah singgah, teman-teman yang hangat selalu memberikanya tawa juga kasur kecil yang selalu menjadi tempatnya bermimpi. Memimpikan kehidupan yang jauh lebih menyenangkan akan menunggunya hari demi hari.
"Hari ini kalian akan mendapatkan tamu special.. ia adalah Nyonya dan Tuan Cho mereka ingin merayakan ulang tahun anak satu-satunya dengan membagi kebahagian bersama kalian" Jung eomoni mempersilahkan sepasang suami-istri dengan anak kecil yang berdiri diantara mereka masuk.
"Anyeong ~ aigoo kalian manis-manis sekali" Nyonya Cho nampak sumringah ketika melihat begitu banyak anak kecil.
Sepasang suami istri itu sibuk berbicara dengan anak-anak lainya sedangkan anak kecil yang bersamanya hanya diam menatap kosong juga dingin pemandangan didepanya. Ia terlalu bosan juga muak berada diruangan bising itu. Hei bukankah ia hanya bocah kecil?
"Kyuhyun, kemarilah kita tiup lilin mu" sang umma menarik tangan anaknya yang bernama Kyuhyun itu berdiri dihadapan kue dengan angka 6 diatasnya. Namun tepat sebelum lagu selamat ulang tahun itu dinyanyikan Kyuhyun sudah meniup lilin itu terlebih dahulu membuat seluruh yang melihat hanya bisa diam tidak mengerti.
"Kau tidak boleh sepeti itu Kyu!" sang appa menatap tajam pada Kyuhyun, seolah tidak peduli Kyuhyun hanya mengangkat bahunya malas.
Pandangan namja dingin itu menyoroti satu persatu wajah yang berdiri dihadapanya hingga padangan tajamnya berhenti pada suatu objek yang berada disudut ruangan. Duduk sendiri dengan boneka bunny yang berada dipangkuanya. Seakan terkunci pandangan Kyuhyun tidak berpaling satu kalipun. Dan objek yang merasa ia dipandang dengan tajampun menundukan kepalanya takut.
"Kyu, kau ingin memberikan potongan Kue pertama mu untuk siapa? Umma atau appa?" Nyonya Cho menyodorkan kue yang sudah ia potong kecil, Kyuhyun menatap kue itu sebentar lalu mengambilnya dan berjalan menjauh dari kedua orang tuanya.
"Untuk mu" bocah kecil yang menundukan kepalanya itupun perlahan menatap mata anak kecil yang menyodorkan kue dihadapanya.
"Terimakasih, ini .. sungguh untuk Minnie?" Mata namja manis bernama Minnie itu terlihat berbinar membuat senyum kecil tertarik diwajah dingin Kyuhyun.
"Ya, Minnie" singkat namun sanggup membuat wajah Sungmin yang awalnya takut berubah sumringah dan dengan keberanian yang entah berasal dari mana Sungmin mengamit tangan Kyuhyun.
"Selama ulang tahun Kyunnie, ini adalah kue terenak yang pernah Minnie makan" Sungmin memamerkan senyumnya yang penuh dengan kebahagian. Ah panggilan yang manis Kyuhyun dapatkan.
Selain dua anak yang sedang berdiri saling berhadapan, sepasang suami-istri Cho itupun nampak menunjukan wajah kagetnya karena baru kali ini ia menyaksikan Kyuhyun berbincang dengan orang lain selain mereka. Bahkan Kyuhyun cenderung enggan mengeluarkan suaranya untuk siapapun.
"Jung eomoni , siapa anak yang bersama Kyuhyun itu?" nyonya Cho seakan menemukan sebuah harapan baru, ya harapan agar Kyuhyun perlahan-lahan bisa berubah dengan berbaur.
"Ah, Maksud mu Sungmin? Ia anak yang baru saja masuk ke sini 1 bulan yang lalu, anak periang juga sangat baik" Jung eomoni seakan dengan bangga mengenalkan Minnie kepada sepasang suami istri itu, berharap ada sedikit celah kesempatan untuk Sungmin mendapatkan keluarga.
"Apa kita bisa berbicara Jung eomoni?"
Perkataan nyonya Cho sesuai dengan harapan ibu Jung, selanjutnya ketiga orang dewasa itu pergi meninggalkan ruangan yang masih dipenuhi dengan riuh anak-anak karena hadiah yang mereka dapati. Dan jangan lupa mereka juga meninggalkan 2 anak kecil lainya.
"Kau tidak memakan Kue mu Kyunnie?" Sungmin kecil menatap bingung pada namja kecil dihadapanya karena Kyuhyun lebih asik menatapnya dalam diam dibandingkan menikmati kue yang berada dimejanya.
"Tidak, kau mau?" Kyuhyun menyodorkan kue yang berada diatas mejanya kearah Sungmin.
"Ishh! Ini ulang tahun mu jadi Kyunnie juga harus memakanya, ayo buka muluk mu aaaaa~" Sungmin memberikan sepotong kue itu, menunggu Kyuhyun membuka mulutnya. "Ih ayo Kyunnie! Cepat buka mulutmu!"
Kyuhyun membuka mulutnya dan membiarkan benda manis itu masuk kedalam rongga mulutnya. Ia menatap Sungmin yang tersenyum senang karena Kyuhyun bersedia memakan kue yang ia berikan.
"Apa rasanya enak?"
"Manis" kata-kata itu terdengar ambigu jika kau benar-benar mendengarnya. Kata manis itu tidak diperuntukan menggambarkan rasa kue itu namun lebih kepada wajah sumringah Sungmin.
"Minnie Hyung, ayo kita bermain" Eunhyuk mendekat dan menarik tangan sugmin untuk bangun dari duduknya dan mengikutinya.
"Tidak! Sungmin tidak akan kemanapun!" tangan Kyuhyun menahan tangan mungil Sungmin yang lainya,lalu berdiri tepat dihadapan Eunhyuk dan mendorong bocah kecil itu hingga terjatuh.
"Hyukkie- aa! Appo Kyuu!" Sungmin meringis saat tanganya ditarik menjauh dari kerumunan anak-anak yang membantu Eunhyuk berdiri. Kyuhyun menarik Sungmin keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Eunhyuk yang menangis.
"Aigooo~ ada apa ini anak-anak? Kau kenapa Hyukie-ah?" Jung Eomoni dan Nyonya Cho masuk kedalam ruangan setelah mendengar keributan serta suara tangis Eunhyuk yang menggelegar.
"Kyuhyun Hiks.. dia mendorog ku dan membawa Minnie Hyung pergi" Eunhyuk menangis semakin menjadi didalam pelukan Jung eomoni sedangkan nyonya Cho hanya bisa diam. Ia sudah sangat hapal dengan prilaku Kyuhyun yang kasar, namun tidak pernah nyonya Cho duga anak itu akan membuat kekacauan dilingkungan yang sama sekali ia tidak tahu.
"Apa semua akan baik-baik saja Nyonya?" Jung eomoni nampak sedikit khawatir, namun ia tetap percaya pada Nyonya Cho. Karena Nyonya Cho adalah keluarga yang sangat terpandang di korea selatan.
"Kau tenang saja, Serahkan urusan Sungmin kepadaku dan bisa ku jamin kehidupan juga sekolah yang lebih baik untuknya" Nyonya Cho mengelus lembut bahu Jung eomoni seakan menenangkan juga menyakinkan.
Walau sesungguhnya tersimpan rasa khawatir serta bersalah disaat yang bersamaan namun keputusan sudah dibuat. Takdir memang tidak pernah bohong, sesuai dengan ramalan yang ada semua mulai berjalan sesuai dengan kenyataan yang diperkirakanya.
.
.
.
"Kau tidak boleh melakukan itu Kyunnie! Kau menyakiti Hyukie!" Sungmin melepaskan tanganya dengan hentakan keras. Menatap marah ke arah Kyuhyun dan terlihat air mata sudah menggenang disudut mata foxy miliknya.
Kyuhyun hanya diam lalu mendorong tubuh kecil Sungmin dan menghimpitnya pada dinding gereja kecil yang berada sebelah rumah singgah. Tangan Kyuhyun mengangkat tangan Sungmin yang sempat digenggam oleh hyukjae.
"Ughhhh! Kyunnie sakitt..Hiks" Sungmin menangis disaat gigi-gigi Kyuhyun menusuk pada permukaan kulit putihnya, meninggalkan bekas merah ke unguan disana.
"Aku tidak suka orang lain menyentuhmu, kau … miliku Min" Kyuhyun menatap tajam wajah memerah milik Sungmin dan demi tuhan otak kecil Sungmin belum bisa mengerti apa yang Kyuhyun ucapkan.
"Hikss.. tapi Kyunnie tidak perlu menggigit ku dan mendorong Hyukjae" Sungmin masih saja menangis, namun dalam hitungan detik tangis milik Sungmin berhenti ketika bibir mungil miliknya dibungkam oleh bibir lainya. Kyuhyun menciumnya.
"Kau tidak boleh menangis, karena kau akan ikut pulang bersama ku" Kyuhyun melepaskan ciumanya dan menghapus jejak air mata yang tersisa dipipi merah merona itu.
"Minnie akan ikut Kyunnie? Benarkah ? jadi Minnie akan punya orang tua lagi?" seakan lupa dengan apa yang sudah terjadi beberapa menit yang lalu, wajah Sungmin kembali sumringah mendengar perkataan Kyuhyun.
"Ya, dan menjadi takdirku" lagi-lagi bocah kecil bernama Kyuhyun itu mengeluarkan kata-kata yang sulit Sungmin mengerti.
"Yeaah~ Minnie akan jadi takdir Kyunnie dan punya umma juga appa baruu" Sungmin berteriak kecil, ia mengabaikan apa yang ia tidak mengerti dan membuat semua seakan terlihat menyenangkan.
"Mau berjanji satu hal padaku?" Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan dingin serta tajam miliknya.
"Eumm! Apapun untuk mu" Sungmin mengangguk dengan mantap, ah bocah lugu yang polos.
"Apapun yang terjadi kelak, kematian serta kehidupan ku setengahnya milikmu begitu juga dengan kematian dan kehidupanmu… setengahnya adalah milik ku" Kyuhyun berbisik dengan lembut, wajah Sungmin mengeruh karena tidak mengerti dengan yang Kyuhyun katakan. Namun ia tidak ingin mengambil rumit maka Sungminpun mengangguk.
"Kalau begitu katakana, dihadapanya kau ulangi apa yang ku katakana padamu" Kyuhyun menunjuk tepat kearah patung yang berada didalam gereja.
"Aku berjanji bahwa kematian serta kehidupan ku setengahnya milik Kyuhyun begitu juga dengan kematian dan kehidupan Kyuhyun setengahnya adalah milik ku! Aku berjanji! Maka dari itu berikan Minnie orang tua baru" Sungmin berteriak dengan kencang, dan Kyuhyun? Seringaian kecil tertarik disudut bibir miliknya.
Perjanjian telah dibuat didepan tuhan, lalu apa yang bisa membatalkanya? Kematian ? mungkin kematian keduanya. Apa kalian tahu mengapa?
.
.
.
Sudah seminggu Sungmin resmi diangkat menjadi anak ke dua keluarg Cho dan nyonya serta tuan Cho memperkenalkan Sungmin sebagai kembaran Kyuhyun. Ia tidak pernah mengatakan jika Sungmin adalah anak yang diangkat dari panti asuhan. Maka dengan cepat berita pun mengikuti apa yang tuan Cho inginkan. Memutar balikan fakta bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan Tuan Cho.
"Kyu, hari ini umma dan appa akan pergi selama 3 hari jadi bisa kah kau membantu umma menjada Sungmin?" Nyonya Cho mengelus rambut Kyuhyun dengan lebut, Kyuhyun hanya mengangguk mengerti.
"Pintar, kalau begitu umma dan appa pergi ne? kau baik-baik Min dengan Kyuhyun" Nyonya Cho mencium pucuk kepala Sungmin dengan lembut namun tidak dengan Kyuhyun. Karena Kyuhyun tidak suka dengan perlakuan seperti itu.
Bersamaan dengan pintu yang tertutup dan suara yang semakin menjauh Kyuhyun pun mebalikan badanya dan menatap Sungmin dengan lembut.
"Ayo kita bermain Min" Kyuhyun menarik tubuh Sungmin yang lebih pendek darinya menuju ranjang dan mendudukan tubuh mungil itu dihadapanya.
"Bermain apa? Kenapa tidak diluar saja Kyunnie? Mengapa dikasur?" Sungmin mempout kan bibirnya memperotes apa yang Kyuhyun lakukan.
"Kau duduk disini dan aku akan memainkan piano untuk mu" Kyuhyun meminta tubuh mungil Sungmin untuk bersandar, lalu ia turun dari kasur dan berjalan menuju piano yang berada tidak jauh dari kasur.
Detingan dan alunan lembut mulai mengayun serta membius, Kyuhyun kecil ternyata sangat pintar. Ia bisa memainkan piano dengan sangat indah pada usianya yang terbilang sangat muda. Keajaiban kah? Tidak! Mari Sebut saja kutukan.
"Kelak jika kau mendengarnya maukah kau berlari kearah ku Min?" Kyuhyun tetap fokus pada tuts-tuts piano yang berjajar panjang, tapi percayalah Kyuhyun memejamkan matanya.
"Pasti! Permainan Kyunnie sangat bagus dan aku menyukainya" Sungmin bertepuk tangan senang, ah janji lain yang kau buat tanpa sadar Min.
"Baguslah, tetap mengingatnya Min karena kelak kau akan melupakan segalanya.. simpan baik-baik hingga waktunya aku meminta seluruh pertanggung jawaban atas janji mu" Kyuhyun menyeringai, mengabaikan gejolak yang ada didalam tubuhnya. Ia berhenti memainkan tuts piano itu lalu berjalan kearah Sungmin yang sudah tertidur dengan nyenyak.
"Bermimpilah, karena kelak kau akan terbangun dengan kenyataan yang mengerikan. Bermimpilah dan temui aku disana… didalam ingatan mu" Kecupan hangat Kyuhyun berikan pada bibir mungil yang terkantup itu.
Mata Kyuhyun kembali mendingin dan menajam, seringaian tergambar dengan sempurna diwajah tampan miliknya. Tepat saat tanganya menarik Sungmin masuk kedalam takdir rumitnya, ia bisa bermain dengan sempurna. Kyuhyun lebih tau apa yang akan terjadi.
Dentingan piano terdengar kembali, kali ini lebih suram dibandingkan alunan yang ia mainkan untuk menghantar Sungmin kedunia mimpi. Kyuhyun kecil yang … terkutuk. Kyuhyun kecil yang…Licik dan Sungmin Kecil yang bodoh.
.
.
.
Dentingan itu masih terus bermain dan menai dengan nada-nada gelap yang mengiringi. Tidak berhenti karena menunggu seseorang bangun dari mimpi panjangnya. Dentingan penuh rasa sesak juga arogan itu seakan menusuk dan memeka telinga. Denting yang bising namun tidak menjawab pertnyaan apapun yang ada.
"Ughh! Sa-sakit" gumaan kecil lolos dari bibirku. Rasanya kepalaku benar-benar sangat sakit. Kubuka mataku perlahan dan mencoba menangkap bias cahaya samar yang ada. Cahaya bulan.
"Kau bangun dear? Apa mimpimu begitu indah hingga kau meninggalkanku?" suara lembut itu sukses membuat bulukuduk milik-ku berdiri. Ku alihkan padangan dan menangkap sosok Kyuhyun yang duduk dengan anggun memainkan piano miliknya.
"Kau.. Kyunnie" suara itu lolos tanpa ragu dari bibirku, pemandangan yang sama seperti 12 tahun silam, Kyuhyun yang duduk memainkan pianonya dan aku yang tertidur disaat alunan lagu itu mulai menghipnotisku.
"Kau sudah menemukan jawabanya?" Tanpa menoleh Kyuhyun menghentikan permainan pianonya.
"Iya, tapi tidak.. atau belum semua" jawaban kacau itu yang hanya bisa kukeluarkan karena sungguh aku masih tidak paham apa yang terjadi setelahnya.
"Percayalah kau tidak akan mau mengingat yang tersisah" kekehan menyebalkan yang keluar dari bibir Kyuhyun membuatku semakin penasaran dengan kelanjutan semuanya.
"Aku.. bukan akan umma dan appa? Kau anak mereka bukan? Lantas mengapa mereka membunuh mu dan membakar mu hidup-hidup?" nada gemetar serta takut dapat Kyuhyun tangkap dengan jelas pastinya, aku selalu merasa merinding membayangkan potongan penggalan kejadian dimana saat umma dan appa juga bibi yin membakar Kyuhyun kecil yang terkurung didalam ruangan.
" Who's Know?" Kyuhyun hanya mengangkat bahunya tidak peduli, aku mengedarkan padanganku dan bangun dari tempat tidur, seingatku terakhir kali adalah umma dan appa berteriak memintaku membuka pintu ini namun Kyuhyun …
"Kau ingin keluar?" seakan tahu apa yang ada didalam fikiranku Kyuhyun menatap dengan tajam, ah sangat persis dengan tatapan kecilnya dulu. Tidak ada yang berubah.
"Aku ingin bertemu dengan umma dan appa lalu meminta penjelasan dari semua ini! permainan apa ini Kyu" rasanya seperti benar-benar dipermainkan dan aku hanya satu-satunya yang tidak mengerti cara permainan ini berlangsung.
"Silahkan dan kau akan menemui kebohongan berikutnya" Kyuhyun tersenyum tanpa menghentikan ku. Oh sungguh cepat sekali Kyuhyun berubah, bukankah ia melarangku keluar dan memintaku menemaninya? Lalu mengapa sekarang dengan sangat mudah ia membiarkan ku keluar.
"Kau tau? Aku tidak pernah mengkhawatirkan kemana kau pergi karena dimanapun kau berada,kemana pun kau pergi tetap saja.. kau akan kembali disini bersamaku dan duduk manis diatas ku lalu mendesah" perkataan vulgar yang baru saja Kyuhyun katakan adalah kali pertama aku mendengarnya.
"Me-mendesah?! Kau –" rasanya mulut ku keluh tidak bisa mengatakan apapun.
"Kemarilah Min, Kita Buktikan" demi apapun tubuh ku dengan sangat mudahnya berjalan kearah Kyuhyun dan mendekat. Tepat dihadapanya yang menyeringai seakan membuktikan jika apa yang ia printahkan adalah mutlak untuk ku.
"Kemarilah, duduk diatas pangkuan ku" Kyuhyun menepuk-nepuk pahanya, dan lagi dengan ringan tubuh sialan ini mengikuti kemauanya. Tubuhku duduk diatas pangkuan Kyuhyun dengan wajah yang saling berhadapan.
"K-Kyu Hentikan" rasanya aku takut, apa karena kaki ini Kyuhyun berikan maka semua yang ia printahkan aku akan menurutinya?
"Tidak ada yang bisa menghentikan ku Min, kecuali kematian Kita" wajah Kyuhyun menyusup diperpotongan leherku dan mengendusnya.
"Eungghh.." Lenguhan itu keluar dari bibir sialan miliku disaat dengan lembut Kyuhyun menjilat dan menghisap perpotongan leherku.
"Kau menikmatinya dan akan selalu seperti itu" tangan besar milik Kyuhyun menarik wajah ku mendekat dan perlahan bibir tebal miliknya menyesap bibir bershape M ku dengan sangat kasar. Mengigitnya dan lidah miliknya yang menyeruak masuk.
"Engggh..ckp…shh" rasanya ciuman Kyuhyun mampu membuat tubuhku mengejang, lidah miliknya sangat pandai mengeksplor seluruh isi rongga mulut ku. Belum lagi tangan besarnya yang bergerilia dengan bebas dipunggungku.
"Buka baju mu Min" aku mengangguk dan dengan sangat pasrahnya membuka baju ku lalu melemparkanya entah kemana.
"Ahhh~ Kyuh" tanganku meremas rambut Kyuhyun disaat lidah hangat dan basah miliknya kurasakan bermain diatas puting dada miliku, menjilatnya dan menghisapnya sesekali.
"Akhh! A-appo" rasanya sakit sekali ketika tangan jahil miliknya mencubi putingku dengan sangat keras, membuat ku teradar jika ini sudah memasuki tahap berbahaya.
"K-Kyu He-n ..Ahh~" desahan itu lagi-lagi lolos disaat lidah milik Kyuhyun berputar pada putingku, sedangkan tangan miliknya yang lain meremas gundukan yang tersembunyi dibalik celanaku.
"kau ingin tahu seberapa besar terhubungnay dirimu dan diriku?" Kyuhyun menghentikan pergerakanya dan dengan sigap menggendongku menaiki ranjang besar itu. Aku hanya bisa duduk terdiam disaat Kyuhyun membuka zipper celana miliknya dan mengeluarkan kejantananya tepat dihadapanku.
Tangan besar miliknya bergerak naik turun mengocok kejantanan miliknya sendiri, oh tuhan Kyuhyun benar-benar menggila.
"Shhhh-" desahan tertahan keluar dari bibir ku, tunggu! Mengapa aku yang mendesah sedangkan yang sedang bermain dengan kejantananya sendiri adalah Kyuhyun?
"Akhhh~ shh" tubuhku rasanya memanas, seperti terbakar dan kejantanan milikku pun berkedut.
"Kau merasakanya Min? Shhh" Kyuhyun mendesis pelan, aku bisa melihat dengan sangat jelas adik kecil miliknya berdiri dengan sempurna.
"Shhhh! AKhhh" Desahan itu keluar lagi dari bibirku, demi apapun tidak ada siapapun yang menyentuh ku dan tubuh ku merasakan gejolak serta rangsangan yang hebat.
"Kau tau? Tubuhku berbagi rasa nikmat dengan mu~" Kyuhyun menghentikan gerakan tanganya dan dalam seketika rasanya getaran tubuhku juga menghilang.
"Ka-kau bercanda bukan Kyu?" Ini bercanda pasti ini hanya lelucon!
"Kau ingin membuktikanya? Hisaplah Min" Lagi, seakan mutlak printah Kyuhyun membuat ku mendekat ke arahnya dan mulai menggengam kejantanan miliknya. Oh wajahku pasti saat ini sudah sangat memerah.
"Engghh" lenguhan keluar dari bibirku disaat tangan ku mulai bergerak mengocok kejantanan Kyuhyun. Rasanya seperti ada yang lain sedang menyentuh milik ku juga.
"Hisap Min" tanpa mengeluarkan suara apapun, bibir kecil ku mulai memasukan kejantanan besar Kyuhyun kedalamnya.
"Sshh! Begitu min teruskan" Kyuhyun terlihat memejamkan matanya, rasanya bagian bawah milikku pun sudah sangat menegang.
"Akhmmm" tangan Kyuhyun mulai menyusup kedalam celana milik ku dan meremas bongkahan butt ku dengan lembut.
Kugerakan mulutku semakin cepat untuk mengelur-masukan kejantanan Kyuhyun, sesekaliku hisap dengan kuat. Oh demi apapun kejantananku seakan mendapatkan perlakuan yang sama seperti apa yang sedang ku lakukan pada Kyuhyun.
"Akkkhhhhh…" Tubuh ku mengejang bersamaan dengan keluarnya cairan dari kejantanan Kyuhyun kurasakan milik-ku pun menyemburkan cairanya.
Dengan sekali hentak Kyuhyun menyemburkan seluruh cairanya kedalam mulutku dan memaksa ku menelanya.
"Kau basah Min, bahkan disaat aku tidak menyentuh kejantanan mu" seringaian tergambar jelas diwajah Kyuhyun.
"Aku.. berbagi rasa nikmat kepada mu dan kau.. berbagi rasa sakit pada ku"
Demi apapun aku tidak mengerti apa yang Kyuhyun katakana. Apa yang membuat aku begitu terikat denganya hingga kamipun bisa membagi apa yang kami rasakan satu sama lain. Bukankah aku dan Kyuhyun tidak memiliki hubungan darah sama sekali? Lantas .. apa yang membuat kami terikat begitu erat pada takdir yang abu-abu ini.
Sebenarnya apa yang terjadi pada Kyuhyun dimasa lalu? Siapa Kyuhyun? Bukankah ia hanya anak kecil yang menjadi kakanya? Anak kecil dengan wajah dingin juga datar.
"Aku mencintaimu Sungmin" Kyuhyun merengkuhku kedalam pelukanya. Ini rumit dan semua seakan sama sekali tidak ada jawabanya.
Mencintai ku? Adiknya sendiri? Walaupun kami tidak memiliki hubungan darah apa … apa dulu aku juga mencintainya? Lantas mengapa aku bisa hilang ingatan dan melupakan .. melupakan jika ada Kyuhyun didalam keluarga ini! kenapa aku bisa melupakan bahwa aku bukanlah anak umma dan appa… lantas mengapa aku bisa lupa… ada Kyuhyun dikehidupan ku.
Ah sepertinya namja kecil kita lupa akan janji nya … bukan kah begitu?
~TBC ~
Eaaa author makin ngaco aja nulisnya, entah mau dibawa kemana ini ff ..author juga bingung :p
Banyak yg nanya kyuhyun manusia apa bukaan ~ ayoo tebaaak :o
Ayo udah ngejawab beloms kyuhyun ama sungmin kaka adik? Wkwkw
Author juga gak tau :|
mari kita buka pelan-pelan kkk
Yasudah review ditunggu ne? ^^
Biar semangat auhtornya wkwkw :*
