Chapter 3
Sasuke menggiring Ducati merahnya keluar dari kediaman Hyuuga menuju ke sekolah barunya. Sasuke uring-uringan kalau sudah menaiki Ducati miliknya, di jalanan dia menyalip mobil-mobil yang ada. Sampai salah satu mobil yang mengangkut sayuran emosi dan meneriaki Sasuke didalam mobil gara-gara Sasuke membuat supir itu harus melakukan rem mendadak . Sasuke menengok sebentar supir itu dan menyeringai mengejek ke supir itu lalu Sasuke pun menggas lagi Ducatinya.
Saat Sasuke sudah memasuki gerbang Konoha High School, banyak orang yang penasaran dan memerhatikan penyetir Ducati berhelm hitam itu. Ketika Sasuke membuka helmnya dilapangan parkir semua mata memandang takjub makhluk tuhan yang paling aw itu. Bahkan ada kumpulan gadis yang langsung membuka I-pad dan smarthphonenya untuk memfoto Sasuke. Sasuke mendelik melihat kumpulan gadis gila itu kemudian ia langsung meninggalkan mereka dengan helmnya masih dipegangi.
"Aaah Siapa diaa?" Tanya perempuan satu kegirangan
"Semoga dia satu kelas dengankuuu.." kata perempuann lainnya gemas.
Sasuke kini tengah mencari ruangan kepala sekolah tapi sialnya dia tidak menemukan tanda-tanda adanya ruangan tempat kepala sekolah Sasuke menanyai seorang lelaki yang sedang baca buku didepan pintu kelas.
"Ruang kepala sekolah dimana?" Tanya Sasuke biasa.
"Nh? Kamu murid baru?" Tanya balik orang itu, Sasuke mengangguk.
"Boleh kau mengantarku eh?" kata Sasuke
"Oke." Kata orang itu kemudian berjalan duluan dan Sasuke mengekorinya.
"Namaku Sasuke Uchiha." Kata Sasuke dari belakang.
"Aku Naruto, Naruto Uzumaki." Orang itu berbalik sebentar melihat Sasuke.
"Salam kenal." Lanjut Naruto.
"Hn." Gumam Sasuke.
"Nah silahkan masuk, mungkin kepala sekolah ada didalam." Kata Naruto
"Makasih." Ucap Sasuke, Naruto hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan Sasuke.
"Tokk tokk." Sasuke mengetuk pintu itu
"Yaa, masuk." Kata orang didalam.
"Saya murid baru disini." Terang Sasuke didepan seorang wanita tua berambut kuning panjang.
"Ha? Kau sudah mengurus surat pindahmu ?" Tanya wanita itu.
"Ya, kemarin Nyonya Hana Hyuuga sudah mengurusnya dan katanya aku tinggal masuk hari ini." Jelas Sasuke.
"Oh, Hana. Kau Sasuke Uchiha? Kenapa kau pindah kemari kalau London masih lebih bagus dibandingkan disini?" Tanya Tsunade a.k.a kepala sekolah.
"Aku tertarik sekolah disini." Jelas Sasuke
"Hanya itu?" Tanya Tsunade.
"Hah baiklah, kulihat data dan nilai-nilaimu sangat tinggi jadi kumasukkan kau di kelas 3A." lanjut Tsunade
"Hn. Oh, Hinata Hyuuga saat ini sedang sakit." Sasuke menyetujuinya sambil memberitaukan kondisi Hinata yang tidak bisa hadir hari ini
"Jadi, dimana kelasku?" Tanya Sasuke.
"Ikut aku. Kuharap kau bisa memberikan contoh yang baik. Hinata Hyuuga sakit?" Kata Tsunade.
'Kalau moodku baik.' Batin Sasuke.
"Ya, dia sakit."
"Tok Tok." Tsunade mengangguk dan kemudian mengetuk pintu yang diatasnya ada tulisan agak besar 3A.
"Ya? Oh Tsunade-sama. Ada apa gerangan?" Tanya Guru bermasker yang telah membuka pintu.
"Kubawakan murid baru. Sasuke ini kelasmu." Kata Tsunade.
"Hn."
"Silahkan masuk." Kata Guru bermasker itu dengan mata tertutup, mungkin dia sedang tersenyum. Sasuke langsung masuk dan
"…"
"Yaaaaaaa, siapa itu?"
"Wahh dia cool sekali."
"Apa dia bule?"
"Haah Kami-sama, makasih untuk dewa yang kau turunkan."
'…Dia… yang kemarin menolong Hinata.' Batin Gaara menatap tajam Sasuke.
"Yaa, anak-anak tolong diam sebentar, kita kedatangan teman baru." Kata Guru bermasker.
"Namaku Kakashi, aku mengajar Biologi disini. Dan Siapa namamu Tuan?" Kata guru bermasker itu a.k.a Kakashi.
"Sasuke Uchiha."
"Dari?"
"London, Inggris."
"Woaahh *O*" semua orang terkagum-kagum kecuali Gaara.
"Oh, begitu. Pasti guru Anko akan sangat senang dia ditambahkan murid yang pandai berbahasa Inggris." Ucap Kakashi.
"Kalau begitu silahkan duduk disitu." Kakashi menunjuk kursi kosong disamping Gaara.
Sasuke dengan gaya coolnya menuju kebangku barunya.
'Shit, apa-apaan ini!' batin Gaara.
"Mohon bantuannya." Ucap Sasuke dingin yang telah duduk dibangkunya.
"…" Gaara tidak menjawab, hanya menoleh sebentar kemudian ia kembali focus kedepan. Pelajaranpun berjalan lancar hingga pelajaran terakhir.
Sasuke yang sudah berjam-jam duduk mendengar dan menulis itu akhirnya bisa pulang pada jam 2 siang. Ia memutuskan langung pulang untuk mengetahui keadaan Hinata. Saat berpapasan dengan Gaara yang sedang membaca didepan mading itu, Sasuke berhenti dan juga ikut membaca dari belakang Gaara. Dan didalam mading ada kertas besar bertuliskan "TIM BASKET KHS MEMBUTUHKAN 2 MEMBER BARU, YANG BERMINAT SILAHKAN MENGHUBUNGI SHIKAMARU NARA SEKRETARIS TIM BASKET DI KELAS 3C, TERIMAKASIH TELAH MEMBACA."
'Hn tidak menarik.' Batin Sasuke meninggalkan Gaara.
Sasukepun pergi kelapangan parkir untuk mengambil motornya dan segera ia menyetirnya ke kediaman Hyuuga.
-0-
"Aku pulang." Kata Sasuke, dan Hana tersenyum melihat kedatangan Sasuke. Ternyata Hinata telah bangun dan sudah ada diruang tamu bersam Hana yang sedang mengompres handuk putih kekening Hinata yang tengah terbaring disofa itu sambil menonton.
"Sasuke, bisakah kau menjaga Hinata sebentar? Bibi mau kerja." Kata Hana. Hinata hanya termenung dan tidak memperdulikannya.
"Yaa, Bibi. Hanabi dimana?" setuju Sasuke dan menanyakan keberadaan Hanabi.
"Hanabi ada ditempat Bibi, ok kalau begitu tolong yah. Bibi pergi dulu." Pamit Hana.
"…" Sasuke terdiam sebentar kemudian naik kekamarnya untuk ganti baju. Sasuke mengganti pakaiannya dengan kaos biru polos dan memakai training hitam panjang kesukaannya. Ia kemudian membawa sebuah buku tebal entah itu buku apa dan iapun turun kebawah untuk menjaga Hinata.
Sasuke duduk di samping sofa Hinata yang panjang itu, ia kemudian membuka buku tebal itu dan mulai membaca halaman yang sudah ia tandai. Hinata masih saja diam dan hanya melihat kearah tv dengan wajah datar.
"Aku melihatmu." Ucap Hinata.
"Apa?" Sasuke bingung tapi masih focus membaca buku tebalnya.
"Memakai baju setelah mandi." Kata Hinata. Sasuke langsung membelalakkan matanya tidak percaya. Ia langsung menyimpan buku tebalnya diatas meja.
"Apa saja yang kau lihat heh?" Sasuke benar-benar ilpil *authorndeso.
"Semuanya."
"A-apa?!" Sasuke kini tergagap tidak percaya.
"Terima kasih." Ucap Hinata sambil menutup matanya. Sasuke makin bingung dengan tingkah Hinata, ia kemudian memegang kening Hinata, dan yang terasa adalah masih Panas. Sasuke tidak tau harus berbuat apa, jadi dia membaca buku tebalnya kembali.
"Ting Tong." Suara bell terdengar jelas dari dalam, Sasuke ingin membukanya tapi pembantulah yang dahulu sudah ada didepan pintu.
"Hinata ada bi?" Tanya Ino.
"Yaa, Nona ada didalam." Ino langsung masuk keruang tamu dan betapa kagetnya ia melihat pahlawan yang menolongnya kemarin tengah duduk disofa sambil membaca buku. Tapi Ino tidak datang untuk ini, dia datang untuk menjenguk sahabatnya.
"H-hinata, aku datang." Ucap Ino tidak enak karena keberadaan Sasuke. Sasuke melirik sebentar Ino kemudian kembali membaca bukunya. Dan Hinata yang mendengar suara Ino itu langsung membuka matanya sembari ingin bangun dan duduk tapi Sasuke langsung mencegahnya dengan membentak jangan.
"I-ino?" Hinata heran.
"Kau sakit apa? Aku benar-benar mencemaskanmu kuntilanak!" kata Ino dengan wajah prihatin.
'Cih, ftv tidak bermutu.' Batin Sasuke yang masih membaca bukunya itu.
"Hanya demam kok Ino. Tidak parah." Ucap Hinata sambil tersenyum tulus.
"Maaf, kenapa anda bisa disini?" kini Ino bertanya ke Sasuke.
"Apa kau tuli eh? Kemarin aku sudah mengatakan dia ini pacarku." Jawab Sasuke jengkel diganggu.
"O-oh iya, kukira itu hanya bercandaan." Kata Ino
"..." Sasuke terus membaca bukunya.
"Hinat~" belum sampai perkataan Ino, handphone Sasuke sudah bergetar.
"Drrrtt.." Sasuke mengangkatnya
"Yes? Shisui ?"
"Ngh. Well my bike was until this morning. Thanks bro."
"Are you ok there?"
"Uhm, glad to hear. And what about my dad?"
"Hn. Please don't tell to Sakura where I am. I really want to be alone right now. I want to focus learning here. Ok. Bye bro." Sasuke mengakhiri kalimatnya dan menutup telfon lalu menyimpan ponselnya lagi didalam trainingnya. Ino makin kagum dengan Sasuke karena kefasihan Sasuke berlogat Inggris. Hinata memandang sebal Sasuke karena membuat Ino mengalihkan pandangannya.
"Apa?" tanya Sasuke yang bingung dilihat-lihati oleh dua gadis ini.
"Cih, kalian membuatku muak." Sasuke pergi kedapur dan membawa buku tebalnya lalu membacanya didapur.
"Dia laki-laki yang hebat Hinata. Kau beruntung bisa berpacaran dengan laki-laki seperti dia." Kata Ino
"Aku tidak berpacaran dengannya Ino." Kesal Hinata..
"Hah kau tidak usah membohongiku, tenang saja aku tidak akan merebutnya dari sahabatku ini." Ino menyentil hidung Hinata. Hinata hanya mampu berkata Ittai.
"Lagipula, apa yang dia lakukan disini?" tanya Ino
"Dia tinggal dirumahku."
"A-apa?"
"Dia anak temannya Ayahku dari London. Dan dia mau bersekolah disini."
"A-a?" Ino makin tidak percaya.
"Apa kau tadi tidak melihatnya di sekolah? Dia masuk ke sekolah kita. Huph menyebalkan!" jengkel Hinata.
"Hei, aku mendengarnya!" teriak Sasuke didapur
"Telinga besar!" gerutu Hinata.
"Aku juga mendengarnyaaa." Sasuke kembali berteriak. Hinata mencibir tidak jelas. Ino hanya tertawa kecil.
"Apa kau akan masuk besok?" tanya Ino
"Ya kalau demamku sudah hilang." Jawab Hinata.
"Oh, ok sepertinya aku harus pulang Hinata, jaga dirimu baik-baik yah." Kata Ino kemudian berdiri dan menyempatkan mengacak-acak rambut Hinata.
"Aish apa yang kau lakukan!" Hinata tidak bisa membalas perlakuan Ino karena dia masih lemah.
"Hehehe, aku pulang yah." Kata Ino nyengir kuda, Hinata mengangguk dan Inopun perhi meningalkan Hinata.
'Aku harus kuat Kami-sama!' batin Hinata, ia mencoba berdiri dan ya dia bisa walaupun kepalanya terasa berat sekali. Ia menyelimuti dirinya kemudian berjalan ke dapur.
"H-hei." Sapa Hinata.
"APA YANG KAU LAKUKAN HAH?" Sasuke membentak Hinata karena ia telah berjalan padahal masih sakit.
"J-jangan membentakku." Kata Hinata, air matanya kini ingin meleleh tangannya bergetar memegangi sandaran kursi disampingnya.
"..." Sasuke berdiri dan memegang kedua bahu Hinata.
"Kau masih sakit, seharusnya kau tidak banyak bergerak." Kata Sasuke lembut.
"Hiks.. hiks.." Hinata menangis.
"H-hey, j-jangan menangis. Iya iya aku salah. Maaf." Ucap Sasuke kemudian menarik kursi supaya Hinata bisa duduk.
"Kau mau apa eh?" tanya Sasuke.
"Aku ingin mengobrol." Kata Hinata.
"Hah dasar perempuan." Kata Sasuke
"Ya silahkan bicara." Lanjut Sasuke.
"Aku tidak tau harus bicara apa." Kata Hinata dengan memasang muka watados. Sasuke melotot kesal dipermainkan seperti itu.
"Kau kelas berapa Sasuke?" tanya Hinata.
"Aku 3A. Sebaiknya kau memanggilku dengan kata SENPAI." Ucap Sasuke.
"Week, aku tidak mau punya senpai seperti kau." Hinata menjulurkan lidahnya mengejek Sasuke.
"Cih." Sasuke mendecih jengkel.
"Kenapa kau pindah kesini Sasuke?" tanya Hinata lagi.
"Apa harus kuberi tau eh?" kata Sasuke.
"Ya kau harus!" seru Hinata.
"..." Sasuke menatap Hinata dengan tatapan 'kau bisa dipercaya?'. Hinata terus menunggu ucapan Sasuke.
"Hah, sialan kau. Ayahku sibuk dengan pekerjaan bodohnya. Dia tidak mampu merawatku itu katanya dan ini, aku disni sekarang akibat kata-katanya. Cih, sedikitpun dia tidak pernah memberiku kasih sayang. Aku sudah bersusah payah menjadi anak yang dibanggakan tapi dia tidak pernah melirikku serius. Kurasa kasih sayang dan kebahagiaan adalah hal yang paling idiot yang ada didunia ini." Curhat Sasuke.
"..."
"Apa yang kau lakukan eh?" tanya Sasuke melihat tangan kirinya yang diatas meja telah digenggam oleh tangan mungil Hinata.
"Kau sakit. Pasti benar-benar sakit mengalami semua hal pahit itu." Hinata paham.
"..." Sasuke menatap Hinata tidak mengerti.
"Jadilah temanku. Aku berjanji akan membuatmu merasakan kebahagiaan." Ucap Hinata tersenyum tulus dan menarik tangannya kembali keselimutnya.
"Apa terlihat jelas kalau aku sakit?" tanya Sasuke.
"Aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Sungguh sulit menerima kenyataan, Ayahku juga jarang memerhatikanku. Yang dia tau Cuma kerja kerja dan kerja. Aku mengerti betul hal itu Sasuke Uchiha." Ucap Hinata.
"R-rasanya s-sakit." Hinata kini melelehkan air matanya.
"Hn." Sasuke berdiri kemudian menggendong Hinata.
"E-eh? Apa yang~"
"Diamlah. Kau yang benar-benar sakit saat ini." Kata Sasuke yang tengah menggendong Hinata menuju kembali kesofa.
"Istirahatlah." Kata Sasuke yang sudah meletakkan Hinata disofa.
Saat ingin kembali kedapur, tangan kanan Sasuke ditarik dari belakang oleh Hinata. Sasuke menoleh ke Hinata dan memasang wajah bertanya.
"Bagaimana? Kau ingin menjadi temanku?" tanya Hinata. Sasuke berpikir sejenak kemudian ia mengangguk. Hinata tersenyum tulus dan bahagia kemudian melepaskan tangan Sasuke.
-0-
Keesokan Harinya
"H-hinata sayang, kau belum sembuh. Kau tidak usah kesekolah." Kata Hana yang melihat Hinata sudah berseragam lengkap. Sasuke juga kaget melihat Hinata didapur, Sasuke berhenti sarapan.
"Dengar bibi Hana." Ucap Sasuke
"Aku sudah baikan." Kata Hinata
"Kakak tidak usah membantah." Timpal Hanabi.
"Apa ini? Kalian menyerangku?" kata Hinata cemberut 3 melawan 1.
"Aku sehat mama. Sehat sangat sehat." Ucap Hinata sambil memaksa lompat lompat sebentar.
"Lihat, aku baik-baik saja." Kata Hinata, padahal ia sedang pusing.
"Y-ya terserah kamu." Kata Hana pasrah dengan kekeras kepalaan anaknya.
Hinata langsung duduk dihadapan Sasuke kemudian memakan roti yang sudah disiapkan oleh mamanya, Sasuke memandang Hinata dengan pikiran bertanya-tanya, mungkin dia gila pikir Sasuke.
"Jadi kau naik apa Hinata?" tanya Hana
"Aku akan bersamanya bi, naik mobil." Kata Sasuke. Hana mengangguk dan memberikan kunci mobil Honda Jazz miliknya ke Sasuke.
'Huh, pagi yang sial. Bibi kalau mau pinjamkan mobil jangan Honda Jazz, Nissan Juke saja bi. Lihat dia ingin sekali aku kemudikan' Batin Sasuke. Dia malas memakai Honda Jazz itu, dia lebih tertarik dengan Nissan Juke milik bibi Hana yang selalu dipakai untuk kerja.
-0-
"Aku pergi ya mah." Kata Hinata kemudian mencium pipi Hana. Sasuke telah menunggu diluar. Hinata pun terlihat batang hidungnya.
"Kau modus eh?" kata Sasuke didalam mobil.
"Haha modus apa coba?" Hinata tidak mengerti dengan perkataan Sasuke.
"Lupakan." Kata Sasuke kemudian menjalankan mobil itu.
Hening, itulah yang terjadi saat terus memerhatikan jalan dan Hinata membaca buku pelajarannya. Hingga lampu merah membuat Hinata menengok kedepan.
"Sasuke." Panggil Hinata.
"Hn." Gumam Sasuke
"Kapan-kapan ajari aku menyetir mobil." Lanjut Hinata dengan senyum yang sangat ceria menatap wajah Sasuke yang tengah serius melihat kedepan.
"Kau mau bayar berapa eh?" Sasuke bercanda dan menatap Hinata balik.
"Yah, kau ini jahat sekali." Hinata mencubit pelan Sasuke tapi Sasuke tidak merasakan apapun karena cubitan Hinata tidak bertenaga.
"Iya, iya. Satu dua hari kau sudah bisa menjalankan mobil ini. Ini matic." Kata Sasuke yang sudah kembali menggas mobil itu hingga jalan.
"Benarkah?" Hinata sangat gembira mendengar hal itu. Sasuke mengangguk.
"Nanti kalau kau sudah sembuh, aku akan mengajarimu." Ucap Sasuke, Hinata mengangguk bersemangat.
"Aku tidak sabar segera sembuh." Kata Hinata ceria. Sasuke tersenyum walaupun sangat samar.
-0-
Sasuke dan Hinata kini telah sampai di sekolah. Sasuke memarkirkan mobil honda jazz itu kemudian turun dan Hinata juga ikut turun. Mereka berjalan beriringan. Biasa-biasa saja. Kini Hinata telah sampai dikelasnya. Sasukepun berlalu meninggalkan Hinata.
Tatapan Gaara kian menajam melihat Hinata dan Sasuke murid baru itu pergi kesekolah bersama. Dari belakang, Gaara tadi melihat mereka berdua, walaupun tidak ada hal-hal yang menyakitkan dirinya terjadi tetap saja Gaara tidak suka dan makin benci melihat Hinata calon miliknya berdekatan dengan Sasuke yang bisa dibilang saingan berat itu.
'Kusarankan kau segera menyingkir Uchiha.' Batin Gaara.
To be continued sfx Haru - haru by BIGBANG
Author minta reviewnya. Itu menjadikan semangat author bertambah x)
saran dan kritik sangat diterima.
