Disclaimer : Tite Kubo
Rate : T
Genre : Romance
.
WARNING : Typo bertebaran dimana-mana, EYD yang amburaul, Penempatan tanda baca yang tidak sesuai, OOC, OC, Gaje dan masih banyak kekurangannya.
PLEASE IF YOU DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
X0X0X0X0X0X0X0X
Mobil-mobil mewah terlihat keluar masuk kedalam halaman sekolah Alice Gakuen, mengantarkan para siswi dan siswa yang bersekolah ditempat ini. Pemandangan seperti ini tidak-lah aneh, mengingat sekolah ini adalah tempat bersekolah anak-anak dari kalangan elit. Namun ada seorang gadis cantik bersurai orange kecolatan dengan rambut yang dikuncir satu keatas terlihat tengah mengayuh sepedahnya memasuki halaman sekolah Alice Gakuen.
"Lihat." ujar salah seorang siswi yang menatap aneh pada Orihime.
"Ya ampun! Gadis miskin dan kampungan itu datang kesekolah menggunakan sepedah jeleknya." ledek para siswi yang menonton Orihime dari balik jendela kelas mereka.
Walaupun menjadi bahan ejekan disekolah ini, Orihime tidak terlalu memusingkannya dan terlihat cuek juga santai menanggapi sikap mereka semua.
Orihime menaruh sepedahnya dilapangan parkir, disaat Orihime tengah sibuk memarkirkan sepedahnya. Seorang pemuda bersurai biru terlihat berjalan mendekati Orihime dan berdiri dibelakangnya.
"Selamat pagi, Hime." sapa Grimmjow tepat ditelinga kanan Orihime.
Dengan reflek Orihime langsung menoleh seraya memegangi kuping kananya, dan menatap tajam pemuda tampan yang ada dibelakanganya.
"Kau!" geram Orihime.
Grimmjow terkekeh melihat reaksi dan sikap dari Orihime, yang jauh berbeda dari pada gadis yang selama ini ia kenal dan ada disekitarnya.
"Begitukah, balasan sapaan darimu?!"
Orihime hanya diam saja dan terlihat menghembuskan nafasnya dengan perlahan seraya menatap malas Grimmjow. Pagi-pagi ia sudah harus berurusan dengan Grimmjow, orang yang sangat menyebalkan dan orang dalam urutan pertama dalam hatinya yang harus ia hindari juga jauhi disekolah ini.
Dengan cepat Orihime mengambil tasnya dan pergi melangkahkan kakinya, meninggalkan Grimmjow, tanpa mempedulikan ucapan atau membalas sapaan dari pemuda tampan itu.
"Andai saja ia bukan cucu pemilik sekolah ini, aku pasti sudah memukulnya." gerutu Orihime dalam hatinya.
Baru juga Orihime bersekolah satu minggu disekolah Alice Gakuen, dirinya mulai merasa tidak betah dan nyaman karena Grimmjow yang selalu saja mengganggu dan menjahilinya dengan berbagai cara.
TING...TONG...
Bel masuk berbunyi, Orihime terlihat duduk nyaman dibangkunya dan terlihat mengeluarkan buku pelajaran yang akan dipelajari. Sedangkan Grimmjow terlihat duduk santai seraya memandangi Orihime dengan penuh arti dan tak lama ia mendekatkan bibirnya kekuping Orihime.
"Selamat menikmati pelajaran, Hime." bisik Grimmjow seraya mengecup pelan kuping Orihime.
Blush..
Wajah Orihime langsung memerah karena perbuatan Grimmjow, lagi-lagi pemuda bersurai biru ini berbisik seraya mengecup pelan kupingnya.
"Bangunkan aku jika pelajaran sudah usai." ujar Grimmjow dan tak lama ia merebahkan kepalanya diatas meja.
"Dasar cowok menyebalkan." Dengus Orihime.
Pelajaran berlangsung dengan tenang dan hening, namun hal ini malah dimanfaatkan oleh Grimmjow untuk tidur didalam kelas. Tak ada satupun dari para guru dan murid dikelas ini yang berani menganggu waktu tidur Grimmjow, jika tidak ingin mendapatkan masalah darinya.
"Semoga kau mimpi buruk rambut biru." pinta Orihime dalam hatinya, berharap kalau Grimmjow akan mimpi buruk dan bertemu dengan hantu.
TING…TONG….
Bel istirahat berbunyi dan bagi Orihime itu adalah lonceng surga, karena ia bisa terbebas dari Grimmjow sejenak. Orihime langsung menyambar tas kecilnya dan bergegas pergi dari kelas meninggalkan Grimmjow yang tengah tidur dengan pulas dimejanya dan tak membangunkannya.
"Aku harus cepat pergi kekantin." Batin Orihime seraya berlari keluar dari dalam kelas.
Disekolah ini orang yang sangat harus dihindari ada dua, yang pertama adalah Grimmjow yang merupakan cucu dari pemilik sekolah ini dan Ichigo anak dari pemegang saham terbesar kedua di sekolah ini. Keduanya sama-sama sangat berpengaruh dan memiliki kekuasaan disekolah ini.
"Laparnya!" keluh Orihime seraya memegangi perutnya.
Gadis cantik ini semakin mempercepat langkah kakinya menuju kantin sekolah yang berada dilantai satu.
Siang ini suasana kantin seperti biasa selalu ramai dipadati oleh para murid yang akan makan siang, dan Orihime selalu duduk paling pojok menikmati makan siang sederhananya. Karena hanya dimeja ini yang selalu kosong dan tak ada yang menempatinya.
Sebelum makan Orihime melipat kedua tangannya dan berdoa terlebih dahulu, setelah itu ia langsung membuka bekal makan siangnya dan melahapnya.
"Hmmm, enak!" gumam Orihime dengan senang seraya mengunyah makanannya.
Orihime menikmati makan siangnya dengan tenang. Namun tiba-tiba seorang pria bersurai orange datang menghampirinya.
SREK...
Ichigo menarik salah satu bangku didepan Orihime dan menaruh makan sianganya.
"Sepertinya enak," ujar Ichigo seraya melirik bekal makan siang milik Orihime.
"Kurosaki-kun?" seru Orihime.
"Apa yang kau lakukan disini?!" tanya Orihime dengan bingung.
"Tentu saja makan siang dan menemani Nona cantik didepanku saat ini." goda Ichigo seraya tersenyum kecil pada Orihime.
BLUSH
Wajah Orihime sedikit merona merah mendengar kata-kata dari Ichigo. Namun dengan cepat Orihime mengontrol perasaannya dan berusaha bersikap biasa saja didepan Ichigo.
"Kemana kekasihmu? Mengapa kau tidak makan dengannya?" Orihime menoleh kekanan dan kekiri mencari keberadaan Nelliel.
"Ia sedang latihan balet." jawab Ichigo seraya memakan sushi miliknya.
Jawaban dari Ichigo membuat hati Orihime sedikit lega, karena ia bisa dekat dan mengobrol dengan Ichigo tanpa harus diganggu oleh Nelliel. Walaupun mereka berdua satu sekolah namun Orihime jarang bertemu dengan Ichigo.
Karena mereka berbeda kelas, juga keberadaan Nelliel yang selalu menempel pada temannya itu sehingga tak memberi ruang pada Orihime untuk dekat dan mengobrol banyak pada Ichigo.
"Sepertinya bekal makan siangmu lebih enak dari pada menu dikantin ini," Ichigo langsung mengambil telur gulung milik Orihime dan memakannya.
Orihime hanya diam terpana melihat temannya itu yang terlihat senang memakan masakan buatannya.
"Enak, tak kusangka kau pintar memasak Inoue." Ichigo mengelus pelan kepala Orihime.
"Te-terima kasih Kurosaki-kun." ujar Orihime dengan malu, wajahnya sedikit memerah karena perlakuan pemuda bersurai orange itu.
Diam-diam dari jauh Grimmjow memantau keduanya dan ia terlihat sangat tidak senang sekali melihat kedekatan mereka berdua. Tidak lama pemuda tampan ini mengeluarkan ponsel canggih miliknya dan menghubungi seseorang.
"Hallo, sepupuku yang cantik," sapa Grimmjow dengan ramah.
"Grimmjow! Mau apa kau menghubungiku?!" omel Nelliel di telpon.
"Tenanglah sepupuku yang cantik, ada sesuatu yang akan kuberitahukan padamu." ujar Grimmjow seraya menyeringai.
Setelah hampir satu menit menelpon Grimmjow mematikan ponselnya dan menaruhnya didalam saku celananya.
"Sebentar lagi ia akan datang dan mengganggu kalian berdua." Grimmjow menyeringai kejam menatap keduanya.
Entah apa yang dikatakannya pada Nelliel, namun Grimmjow terlihat sangat senang sekali dan tak henti-hentinya terus tersenyum jahat.
Baru juga merasakan ketenangan selama hampir sepuluh menit, Nelliel sang kekasih Ichigo tiba-tiba datang dan langsung memasang wajah marah juga cemberut pada Orihime dan Ichigo.
"Ichi-kun, kenapa kau makan siang bersamanya," ujar Nelliel seraya menarik tangan Ichigo mencoba menjauhkannya dari Orihime.
"Nelliel! Apakah latihanmu sudah selesai?!" Ichigo menatap bingung sang kekasih yang terlihat sedikit terengah-engah seperti habis berlari.
"Be...Ya aku sudah selesai. Jadi ayo kita makan siang berdua." ajak Nelliel dengan setengah merengek pada sang kekasih.
Orihime hanya bisa diam melihat keduanya, ia memutuskan memakan bekal makan sianganya kembali tanpa mau melihat atau mendengar keduanya bertengkar.
"Bagaimana kalau kita makan disini saja bertiga?" usul Ichigo.
Nelliel langsung memasang wajah super sebal menatap Orihime, "Aku tidak mau makan satu meja dengan gadis kampungan ini." hina Nelleil dengan sinis.
"Nelliel jaga ucapanmu, dia sahabatku. Aku tidak suka kau berkata seperti itu." bentak Ichigo dengan sedikit berteriak.
Dibentak seperti itu oleh sang kekasih membuat gadis cantik ini langsung menangis. Nelliel merasa sangat sedih mendengar Ichigo membentaknya terlebih didepan Orihime, gadis yang paling dibencinya.
"Ichi-kun." isak Nelleil dengan pelan.
Orihime menghentikan aktifitas makannya dan menatap keduanya, dan tak lama sebuah adegan yang menyakitkan hatinya terjadi didepan matanya.
GREP...
Ichigo langsung memeluk tubuh sang kekasih yang tengah menangis, "Maafkan aku jika membuatmu marah dan takut." ucap Ichigo dengan lembut.
NYUT...
Hati Orihime merasa sangat sakit melihat Ichigo dan Nelliel saling berpelukkan didepan matanya. Orihime memilih untuk membereskan makan sianganya dan pergi meninggalkan sepasang kekasih itu.
"Haah~~" desah Orihime dengan putus asa.
"Lagi-lagi seperti ini."Batin Orihime.
Gadis cantik ini memutuskan untuk pergi dan duduk dimeja lain, baru juga Orihime duduk dan menikmati makan sianganya lagi. Grimmjow datang dan langsung duduk disamping Orihime, membuat gadis cantik bersurai orange ini menjadi tidak nafsu makan melihat pemuda bersurai biru ini.
"Hai," sapa Grimmjow seraya tersenyum, lebih tepatnya menyeringai.
"..."
Orihime hanya diam dan menundukkan wajahnya, melanjutkan makan siangnya yang sempat tertunda. Merasa diacuhkan Grimmjow merasa sedikit kesal dengan sikap Orihime padanya.
"Apakah makanan menjijikkan itu sangat enak, sehingga kau mengacuhkanku?!" sindir Grimmjow, yang berusaha mencari perhatian dari Orihime.
Namun Orihime diam dan terus mengunyah makan siangnya, dan tak menggubris perkataan Grimmjow yang menurutnya tidak penting sama sekali.
GREP...
Grimmjow menarik tangan Orihime memaksa gadis bermata abu-abu itu menatap Grimmjow bukan bekal makan siang miliknya.
"Apa mau mu rambut biru?!" tanya Orihime dengan galak. Ia memelototi Grimmjow yang dirasanya tidak sopan padanya.
Grimmjow terkekeh mendengar panggilan dirinya dari Orihime, sudah dua hari mereka menjadi teman sekelas namun Orihime masih memaggil dirinya rambut biru, bukannya memanggil namanya.
"Rambut biru? Bukankah kau sudah tahu namaku, mengapa kau masih juga memanggilku rambut biru!?" tanya Grimmjow dengan penasaran.
"Karena kau menyebalkan." jawab Orihime dengan dingin.
Grimmjow tertegun sesaat mendengarnya dan tak lama ia tertawa dengan keras menanggapinya.
"Hahahahaha..." Grimmjow tertawa dengan renyah.
Suara Grimmjow yang tertawa mengundang perhatian dari para murid khususnya untuk para siswi yang sangat penasaran melihat Grimmjow yang tertawa dengan keras.
"Lagi-lagi gadis menyebalkan itu!" dengus seorang gadis cantik bersurai ungu.
"Ya kau benar Senna, gadis itu sangat menyebalkan sekali. Enak sekali ia bisa duduk dekat dengan Grimmjow-kun." tambah Suzuna yang merupakan teman Senna.
"Lihat saja akan kuberikan ia pelajaran dan menjauhi pangeranku." Senna meremas erat garpu ditangannya seraya menatap tajam dan penuh benci pada Orihime, simurid baru.
Grimmjow menghentikan tawanya dan langsung menoleh menatap Orihime dengan penuh arti, "Menarik, kau sungguh gadis yang sangat menarik sekali." ujar Grimmjow.
PATS...
Orihime melepaskan tangan Grimmjow dengan kasar, "Pergilah, jangan ganggu aku rambut biru," usir Orihime dengan galak.
"Jika aku tak mau pergi?" tanya Grimmjow yang berusaha memancing amarah dari Orihime.
"Aku yang akan pergi." sahut Orihime dengan dingin seraya membereskan makan sianganya dan beranjak pergi.
Namun Grimmjow langsung menarik tangan Orihime dengan keras dan membuat Orihime langsung duduk kembali dibangkunya.
"Ya Tuhan!" geram Orihime dalam hatinya.
Orihime terlihat sangat kesal sekali dengan sikap Grimmjow padanya. Nafsu makannya hilang begitu saja karena Grimmjow. Ingin sekali Orihime memukul pemuda ini namun jika itu ia lakukan, maka dirinya terancam akan dikeluarkan dari sekolah dan mengecewakan Ichigo.
"Sabar Orihime." batin Orihime.
"Duduklah dan nikmati makan siangmu dengan tenang." ujar Grimmjow dengan datar.
Tak lama beberapa pelayan datang membawakan masakan kemeja mereka berdua, Orihime cukup tergiur dengan masakan yang dihidangkan. Karena semua makanan yang dihidangkan adalah masakan mewah dan mahal tentunya.
"Selamat makan Hime." ledek Grimmjow. Ia terlihat sangat menikmati makan sianganya yang bisa dibilang luar biasa untuk Orihime.
"Selamat makan juga. Makanlah yang banyak Tuan muda." sahut Orihime dengan sinis.
Orihime pun melanjutkan makan sianganya dengan perasaan sebal, marah menjadi satu. Keduanya menikmati makan siang dengan tenang tanpa mengeluarkan sepatah katappun terlebih Orihime yang memakan makan sianganya seraya mengeluarkan aura kelam pada Grimmjow.
.
.
.
"KYAAAA!" teriak para gadis dengan histeris.
Saat ini tengah diadakan latihan dari tim basket putra yang berisikan para murid tampan dan berkelas tentunya. Dan jika tim basket tengah berlatih maka seluruh lapangan akan terdengar berisik sekali dari teriakkan fans fanatik mereka semua.
"Ggio Senpai!"
"Ashido Senpai!"
"Ishida-kun!"
"Hisagi-kun!"
"Ichi..."
Para murid perempuan langsung menghentikan ucapannya, karena Nelliel sang kekasih dari Ichigo sudah menatap mereka semua dengan tatapan super membunuh dan mengeluarkan aura kelamnya, seperti dewa kematian.
"Kenapa sih, Ichigo-kun harus memiliki kekasih sepertinya?!" bisik-bisik para gadis yang merupakan fans dari Ichigo.
DUK...DUK...DUK
Ashido terlihat mulai menderibel bolanya namun Ishida sudah berada didepan pemuda bersurai merah itu.
"Kau tidak bisa melewatiku kapten." ujar Ishida seraya berusaha merebut bola dari Ashido.
"Benarkah?! Kalau begitu hentikan lemparan bola dariku." Ashido terlihat hendak melompat seraya mengarahkan bola kedalam ring.
Dengan reflek Ishida berusaha menghentikan serangan dari Ashido, pemuda tampan ini ikut melompat berusaha menepis bola dari Ashido. Namun perkiraan dari Ishida salah, ternyata sang kapten hanya menipunya.
"Tangkap ini Ichigo." teriak Ashido seraya mengoper bola pada Ichigo yang tiba-tiba berlari menghampiri Ashido.
"Tch! Sial." geram Ishida.
Dengan cepat Ichigo langsung memasukkan bola kedalam ring, dan seketika teriakkan histeri dari para gadis menggema ditempat ini.
"KYAAAA! WE LOVE YOU ICHIGO-KUN!" teriak para fans Ichigo dengan histerisnya, yang tanpa sadar membuat Nelliel langsung berubah menjadi dewa oni, menatap mereka semua dengan tajam dan membunuh.
"Kaliaann!" geram Nelliel seraya mengeluarkan aura kelamnya.
"IKHHH! Serammm..." para gadis langsung pergi menyingkir menjauh dari Nelleil karena takut terluka, mengingat kalau Nelliel sudah cemburu dan marah sangat menyeramkan sekali.
Sementara itu didalam lapangan, Ichigo dan Ashido terlihat saling bertos ria meluapkan rasa senang mereka.
"Tembakan yang bagus kawan." puji Ashido.
"Terima kasih kapten." balas Ichigo dengan datar.
"Sudah kubilang dari awal jangan pernah membuat Ashido dan Ichigo menjadi satu tim." Protes Hisagi.
"Mau bagaimana lagi, kita sudah melakukan undian dan mereka berdua selalu satu tim." ujar Ishida dengan datar.
Nelliel langsung berlari menghampiri Ichigo seraya membawakan handuk juga botol air minum untuk sang kekasih. Diam-diam dari kejahuan Orihime melihat Ichigo yang tengah berlatih bola basket.
Ingin sekali Orihime melihat sosok Ichigo yang tengah bermain bola basket dari dekat. Namun ia tidak bisa karena ada Nelliel yang selalu dekat dan menempel pada Ichigo.
Setelah puas menonton Ichigo bermain dari balik pintu Orihime pergi dan kembali kekelas. Dari kejauhan Grimmjow selalu melihat dan memantau Orihime yang selalu berdiri diluar lapangan basket, menatap Ichigo dari jauh.
"Apa yang menarik dan bagus dari pemuda menyebalkan itu?!" pikir Grimmjow dalam hatinya.
X0X0X0X0X0X0X0X
Hari ini Grimmjow pergi kebengkel motor untuk mengambil motornya yang rusak karena menabarak tembok di dekat studio foto, untung saja ia tidak mengalami luka yang cukup serius hanya tangan kanannya yang sedikit lecet.
"Bagaimana? Apakah motorku sudah bisa aku pakai?" tanyanya seraya melihat-melihat keadaan motornya.
"Ya, kami sudah memperbaikinya dan anda bisa menggunakannya hari ini juga."
Grimmjow tersenyum senang mendengarnya, dan saat menunggu motornya selesai diperbaiki tanpa sengaja ia melihat Orihime datang dengan mengenakan pakaian seragam toko makanan siap saji.
"Selamat siang." ucap Orihime dengan ramah.
Gadis cantik bersurai orange kecokelatan itu langsung menghampiri karyawan bengkel seraya membawa satu bungkus makanan siap saji ditangannya.
"Ini pesanannya dan semuanya dua belas ribu tiga ratus yen." ujar Orihime seraya menyerahkan bon pembelian makanan pada salah satu pegawai bengkel.
Grimmjow cukup terkejut melihat Orihime dengan pakaian kerjanya, setelah Orihime pergi dari bengkel. Grimmjow datang menghampiri salah satu karyawan bengkel yang tadi memesan makanan siap saji yang diantarkan oleh Orihime.
Baru juga Orihime datang kebengkel ini dua puluh menit yang lalu, ia datang kembali untuk mengantarkan pesanan untuk karyawan dibengkel ini.
"Ini pesanan anda Tuan, enam potong ayam bagian paha, semuanya jadi lima ribu delapan ratus yen." ujar Orihime seraya memberikan bon pesanan pada salah satu karyawan bengkel.
"Bukankah kau sudah datang tadi? Kami tidak memesan ayam lagi." jelas salah satu karyawan bengkel.
Orihime merasa sangat kesal dan bingung dengan jawaban dari karyawan bengkel.
"Lalu siapa yang memesan ayam ini?" tanya Orihime kesal.
"Aku Nona," bisik Grimmjow tepat ditelinga Orihime.
Dengan cepat Orihime langsung menoleh dan menatap kaget Grimmjow yang terlihat tersenyum penuh arti padanya. Orihime mencoba bersikap biasa saja dan tenang pada Grimmjow.
"Jadi kau bekerja part time?! Seorang siswi Alice Gakuen bekerja sebagai pengatar makanan siap saji?" sindir Grimmjow.
"Aku pikir kau sudah meninggalkan pekerjaanmu." Grimmjow menatap Orihime penuh arti.
Orihime masih diam dan tak membalas perkataan dari Grimmjow, ia berusaha bersikap biasa saja dan menjalankan pekerjaannya.
"Ini pesanan anda, semuanya jadi lima ribu delapan ratus yen Tuan." ucap Orihime dengan datar dan tanpa ekspersi seraya menyerahkan bon pada Grimmjow.
"Apakah kau tahu jika pihak sekolah tahu hal ini kau akan dikeluarkan." ujar Grimmjow seraya mengeluarkan selembar uang sepuluh ribu yen dan memberikannya pada Orihime.
Dengan tangan yang sedikit gemetaran Orihime menerima uang itu dan mengembalikan uang Grimmjow.
"Ini kembaliannya Tuan." ucap Orihime dengan gugup dan tak lama ia pergi keluar dari bengkel dengan tergesa-gesa.
Meninggalkan Grimmjow yang terus menatapnya dengan penuh arti, entah apa yang akan dilakukan dan direncanakan oleh pemuda bersurai biru ini pada Orihime.
"Menarik." Batin Grimmjow senang.
*#*
BUAGH...
Pagi ini tengah terjadi perkelahian di koridor kelas antara Grimmjow dan Ichigo, mereka berdua langsung menjadi tontonan seluruh murid. Nelliel sang kekasih Ichigo, hanya bisa diam berdiri disamping keduanya melihat mereka berkelahi tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Ichi-kun..." ucap Nelliel dengan takut, tubuhnya juga sedikit gemetaran melihat sang kekasih dipukul oleh Grimmjow, sang sepupu.
Orihime yang baru datang kesekolah merasa sedikit heran dan bingung dengan keramain yang terjadi diloker sepatu.
"Ada apa ini? Apa ada yang sedang berkelahi?!" batin Orihime seraya melangkah maju menuju loker sepatunya.
"Hei lihat Ichigo dan Grimmjow berkelahi lagi." ujar salah satu murid pria seraya berlari menuju kerumunan itu.
Orihime yang mendengarnya merasa penasaran dan cemas langsung bergegas melihatnya dan dengan susah payah ia menerobos maju kedepan untuk melihat siapa yang berkelahi. Memastikan apa yang dikatakan oleh murid pria itu adalah benar.
"Permisi." ucap Orihime seraya maju kedepan dan setelah berjalan beberapa menit akhirnya ia sampai didepan dan melihat langsung kejadian perkelahian itu.
Betapa kagetnya Orihime saat melihat Grimmjow dan Ichigo saling baku hantam, bahkan wajah keduanya juga sudah biru lebam satu sama lain.
"Astaga!" teriak Orihime dengan kaget.
Gadis cantik ini langsung berlari menghampiri keduanya, mencoba melerai perkelahian mereka berdua.
"Hentikan kalian berdua." Orihime berusaha melepaskan cengkeraman tangan Grimmjow dari Ichigo.
"Lepaskan aku murid baru." Grimmjow mendorong tubuh Orihime hingga membuat gadis cantik bersurai orange kecokelatan ini jatuh tersungkur kelantai.
DUAK...
"Akh!" rintih Orihime.
Merasa temannya dilukai Ichigo semakin marah, dan memukul Grimmjow dengan semakin keras.
BUAGH!
"Ichi-kun cukup, hentikan perkelahian ini." ucap Nelliel dengan setengah terisak melihat adegan perkelahian mereka berdua yang semakin ekstrim.
Sedangkan para murid tidak berani ikut campur, karena takut terkena masalah dengan Grimmjow. Namun mereka semua sangat kagum dengan keberanian dari Orihime, yang mencoba melerai perkelahian antara Ichigo dan Grimmjow.
"Kubilang hentikan kalian berdua!" teriak Orihime dengan keras.
Gadis cantik ini berdiri diantara keduanya seraya merentangkan kedua tangannya, Grimmjow dan Ichigo pun menghentikan perkelahian mereka dan menatap bingung Orihime yang berdiri diantara mereka berdua.
"Orihime!" seru Ichigo.
"Kau!" geram Grimmjow menatap sebal pada Orihime.
Gadis cantik bermata abu-abu ini menatap tajam kearah Grimmjow, "Hentikan perbuatan kalian berdua."
"Cih! Menyebalkan," dengus Grimmjow seraya pergi meninggalkan Ichigo dan Orihime.
Grimmjow merasa kesenangannya terganggu karena adanya Orihime, padahal sudah lama ia tidak berkelahi dengan Ichigo.
Grimmjow masih ingat ekspresi wajah Ichigo saat dirinya mengatakan mengenai Orihime dan kerja part time yang dilakukan oleh gadis bersurai orange kecokelatan itu, raut wajah dari pemuda bersurai orange itu langsung berubah.
Terlebih ketika Grimmjow mengatakan kalau ia akan mengeluarkan Orihime dari sekolah, Ichigo langsung menghajarnya tanpa berkata sepatah katapun. Hal ini semakin membuat Grimmjow semakin penasaran pada Orihime, yang bisa membuat seorang Ichigo Kurosaki marah dan seakan-akan kalau pemuda bersurai orange itu sangat melindungi juga menjaga Orihime.
"Ichi-kun." Nelliel terlihat berlari menghampiri sang kekasih dengan berlinangan air mata.
"Sebaiknya kau kompres wajahmu dengan es batu." ujar Orihime dengan sedikit cemas.
Orihime berjalan kearah tasnya dan meraihnya, ia pergi meninggalkan Ichigo juga Nelliel. Dirinya malas jika harus melihat adegan mesra mereka berdua didepan matanya, karena itu membuat hatinya sakit.
Gara-gara kejadian perkelahian tadi pagi, siang ini Orihime merasa tidak nafsu makan. Gadis cantik ini memilih untuk membaca diperpustakaan dan menenggelamkan dirinya dalam lautan buku. Baru juga Orihime merasa tenang dengan dunianya, tiba-tiba saja seorang siswi datang menghampirinya.
"O-O-Orihime-san." panggil siswi itu dengan gugup.
"Ya." sahut Orihime dengan singkat seraya menoleh dan menatap siswi cantik itu.
Orihime menatap bingung dan heran pada siswi bersurai putih itu, karena seluruh tubuhnya terlihat gemetaran dan juga raut wajahnya terlihat sangat ketakutan sekali.
"Ada a…."
"Ini." gadis cantik ini langsung memberikan sebuah ponsel canggih pada Orihime.
Dan dengan bingung Orihime langsung menerimanya dan mendekatkan ponsel itu kekupingnya.
"Hallo," ucap Orihime dengan ragu-ragu.
"Hallo Hime," sapa Grimmjow dari telpon.
"Kau! Ap…."
"Dengarkan aku baik-baik Hime, jika kau tidak menuruti perkataanku maka siswi yang ada dihadapanmu saat ini akan kukeluarkan dari sekolah ini." ancam Grimmjow.
Orihime membulatkan kedua matanya saat mendengarnya, jika saja Grimmjow ada dihadapannya saat ini maka ia tidak akan segan-segan memukul Grimmjow, karena bersikap semena-mena pada semua murid hanya karena Grimmjow cucu dari pemilik Alice Gakuen.
"Apa maumu rambut biru?!" tanya Orihime dengan dingin.
"Temui aku diruanganku sekarang, kuberi kau waktu lima menit. Jika dalam lima menit kau tidak sampai diruanganku maka siswi itu akan tamat."
"Waktu dimulai dari sekarang, Hime." Grimmjow langsung mematikan ponselnya.
"Sial!" geram Orihime.
Gadis cantik ini langsung memberikan ponsel canggih itu pada pemiliknya dan segera berlari keruangan Grimmjow yang letaknya berada dilantai atas. Orihime berlari dengan sekuat tenaga dan semampunya agar bisa sampai diruangan Grimmjow.
DRAP….DRAP….DRAP….
Orihime terlihat berlari dengan sekuat tenaganya dan hal ini membuat para siswi penasaran dan bingung dengan tingkah Orihime, yang dianggapnya aneh. Padahal ada lift yang menuju lantai atas tapi kenapa gadis cantik ini malah memilih menaiki tangga.
"Awas kau rambut biru, akan kuberi kau pelajaran." Batin Orihime.
Karena saking panik dan cemasnya Orihime tidak sadar kalau ia berlari melewati Ichigo yang tengah berada didepan pintu ruang perpustakaan. Melihat temannya yang berlari tergesa-gesa membuat perasaan Ichigo sedikit cemas dan diam-diam ia mengikuti Orihime dari belakang.
Sementara itu Grimmjow terlihat tersenyum-senyum menatap stop watch yang berada ditangannya, dan hal ini memicu kekhawatiran dari Yumichika dan Renji yang melihatnya.
"Hei Renji, lihat." Yumichika menolehkan wajanya kearah Grimmjow.
"Grimmjow? Ada apa dengan Grimmjow?" tanya Renji dengan bingung.
"Haah~~ kau ini payah sekali Renji. Apa kau tak bisa lihat sejak tadi Grimmjow terus tersenyum-senyum sendirian memandangi benda ditangannya." jelas Yumichika dengan panjang lebar.
"Oh!" Renji menanggapinya dengan santai.
"Hanya itu saja reaksimu?" tanya Yumichika dengan sebal.
"Memangnya kau mau aku bagaimana Yumichika?!" Renji menatap bingung sahabatnya itu.
"Haah~~" Yumichika menghela nafasnya dengan cepat.
"Terserah padamu saja Renji." ujar Yumchika dengan malas.
Yumcihika terlihat sangat gemas sekali melihat sikap bodoh dari Renji, wajahnya saja yang tampan tapi otaknya sedikit tidak nyambung. Pantas saja jika Renji mengatakan dan menganggap kalau Rukia, adalah gadis yang paling cantik dan manis sedunia.
"Aku rasa otaknya terganggu karena pukulan dari Ichigo." gumam Yumichika seraya menatap cemas Grimmjow.
BRAK…
Seseorang terlihat mendobrak pintu ruangan dengan kasar dan keras. Membuat Yumchika dan Renji kaget, keduanya langsung menoleh kearah pintu dan melihat seorang gadis bersurai orange kecokelatan tengah berdiri didepan pintu dengan memasang wajah yang sangat marah.
"Bukankah itu si murid baru." seru Renji.
"Mau apa gadis itu kemari?!" tanya Yumichika pada Renji.
"Entahlah aku tidak tahu, kita tanyakan saja pada Grimmjow." jawab Renji dengan datar.
Sementara itu Grimmjow terlihat sangat senang dan melebarkan senyumannya ketika melihat sosok yang ada didepan pintu ruangannya, yang tak lain adalah Orihime.
"Kau sudah datang Hime," sambut Grimmjow.
Pemuda tampan ini terlihat berjalan menghampiri Orihime yang terlihat sangat terengah-engah karena berlari. Gadis cantik ini menatap tajam dan penuh benci pada Grimmjow, sebuah sorot mata yang tak pernah Grimmjow lihat dan dapatkan kecuali dari Orihime juga sang ibu.
"Kau ter…."
PLAK…
Tiba-tiba saja Orihime menampar keras pipi Grimmjow, kedua teman Grimmjow yang melihat kejadian itu terlihat sangat kaget sekali.
"APA!" jerit Yumchika yang terlihat sangat syok dan kaget melihatnya.
"Fuih~Berani benar gadis itu." celetuk Renji yang menatap kagum Orihime.
Grimmjow tertegun sesaat menerima tamparan dari Orihime, "Kau….." geram Grimmjow dengan penuh amarah.
Pemuda tampan ini sangat marah dan gadis cantik dihadapannya saat ini terlihat tidak takut sama sekali bahkan dengan berani memandangnya dengan tajam.
TBC
Fic ini terinspirasi dari drama Korea The Heirs namun jalan ceritanya akan jauh berbeda.
Terima kasih sudah mau membacanya
Jika berkenan Read and Riviewnya
Inoue Kazeka
