DIFFICULT LOVE
Main Cast : kim Ryeowook (Super Junior)
Kim Himchan (B.A.P)
Kim Minseok (EXO)
Cho Kyuhyun (Super Junior)
Bang Yongguk (B.A.P)
Xi Luhan (EXO)
And other cast
Pairing : kyuwook , Banghim , Lumin
Cerita ini murni dari otak dan khayalan saya jadi apabila ada kesamaan tokoh , cerita , dll saya mohon maaf
Genre : Brothership , Romance , angst (mungkin)
Rated : T
Warning : ga jelas , typo , dll(?)
Summary : Ketika ke-3 saudara yang baru menemukan cinta pertama mereka harus dihadapkan pada sebuah ujian cinta mereka , apa yang akan mereka lakukan ?
.
.
.
Happy Reading ^^
.
.
.
PLEASE DON'T BE SILENT READER! ^^
.
.
.
CHAPTER 2
.
.
.
Minseok POV
"Pagi Seokkie." Sapa seorang namja yang bertubuh mungil padaku ketika aku masuk ke dalam kelas.
"Pagi juga Kyungie." Balasku lesu kepada namja yang bernama Kyungie atau lebih lengkapnya Kyungsoo, Kyungsoo adalah sahabat baikku dari mulai junior high school sampai sekarang kami sudah senior high school.
"Kau kenapa Seokkie, kau lemas sekali hari ini? apa kau sakit?" Tanya Kyungsoo padaku sambil menempelkan punggung tangannya di keningku. Aku pun menyingkirkan tangannya pelan dan berjalan ke tempat dudukku. Kulihat Kyungsoo mengikutiku sampai akhirnya dia duduk di sampingku dan menatapku heran juga khawatir.
"Kau kenapa Seokkie? Kau tidak demam tapi kenapa mukamu lesu seperti itu?" Tanya Kyungsoo lagi kepadaku.
"Aku sedang bad mood Kyungie, pertama, karena tadi pagi aku jatuh dan membuat kakiku ini memar, kedua, aku tidak sarapan karena masakan yang di buat Himchan hyung gosong, lalu yang terakhir tadi aku menabrak Luhan, dan kau tau apa yang terjadi saat aku menabraknya sampai aku terjatuh? Dia hanya melihatku dan menyuruhku untuk meminta maaf padanya lalu setelah itu pergi meninggalkanku tanpa membantuku sama sekali, itu sangat menyebalkan Kyungie." Jelasku panjang lebar dan aku yakin mataku ini sudah berkaca-kaca saat ini. Aku sangat kesal hari ini belum lagi sakit di kaki dan bokongku sampai akhirnya aku menangis.
Lalu kurasakan Kyungsoo memeluk tubuhku dan mengusap punggungku untuk menenangkanku sambil bergumam 'uljima Seokkie.'
Aku pun membalas pelukannya, aku bingung di sini yang lebih tua adalah aku tapi kenapa aku seperti anak kecil ya? Setelah cukup lama kami berpelukan akhirnya Kyungsoo pun melepaskan pelukan kami dan mengusap air mataku lembut lalu tersenyum lembut dan aku juga membalasnya.
"Kau ini cengeng sekali Seokkie, katanya kau adalah namja yang kuat tapi kenapa masih menangis eoh?" Goda kyungsoo padaku. Ya, aku memang selalu berkata seperti itu pada kyungsoo, tapi kan namja yang kuat juga bisa jadi lemah.
"Ish, ini berbeda Kyungie, aku memang namja yang kuat tapi kalau luka-luka seperti ini juga kan sakit." Rengekku sambil mempoutkan bibir, Kyungsoo hanya tersenyum lalu mencubit pipiku gemas.
"Ne, arraseo Seokkie, kau ini jangan mempoutkan bibirmu itu kalau kau tidak ingin 'dimakan' oleh namja-namja di kelas ini, lihat namja-namja itu sepertinya dia tidak tahan untuk memakanmu." Aku pun mengedarkan pandanganku ke arah yang ditunjuk Kyungsoo. Kulihat mereka memang memperhatikanku dengan senyuman yang menurutku sangat menyeramkan, dan tadi apa kata Kyungsoo? Mereka ingin memakanku? Aku baru tau kalau di kelas ini ternyata ada manusia karnivora? aish, ottokhae? Aku masih ingin hidup lebih lama, Wookie hyung, Himchan hyung tolong aku.
"Seokkie, Gwaenchanayo?" Tanya Kyungsoo sambil mengguncang bahuku pelan. Aku pun memandang Kyungsoo dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya, Seokkie waeyo?" Tanya Kyungsoo, mungkin ia khawatir kepadaku.
"Kyungie, ottokhae? Aku masih ingin hidup, aku belum mau mati dimakan oleh mereka." Kataku lirih, kulihat Kyungsoo memasang wajah cengo(?) karena mendengar penjelasanku tadi, lalu tak lama dia menghela napas lelah.
"Sudahlah tidak perlu kau pikirkan lagi Seokkie, sebentar lagi bel akan berbunyi." Ujar Kyungsoo singkat. Aku pun hanya mengangguk pelan.
Minseok POV end
Tak lama kemudian bel pun berbunyi, semua siswa dan siswi langsung berhamburan masuk ke kelasnya masing-masing termasuk Luhan sang Prince school, walaupun dia masih hoobae tapi dia sangat di gilai oleh senior yeoja maupun namja yang berstatus uke di sekolahnya. Luhan pun masuk ke dalam kelasnya dan duduk di tempatnya yaitu bangku paling belakang dan pojok di dekat jendela dan mulai menyapa sahabatnya.
Luhan POV
Aku berjalan dengan muka lesu ke dalam kelas, aku sedang bad mood hari ini, bagaimana aku tidak bad mood kalau pagi-pagi sudah ditabrak oleh bocah kecil itu yang membuat moodku buruk, ya walau kuakui bahwa itu tidak sakit sama sekali karena yang terjatuh bukan aku melainkan dia sendiri tapi tetap saja itu menyebalkan.
"Hey Luhan kenapa mukamu kusut begitu? apa mukamu itu perlu ku setrika dulu? Haha" Ketika aku sampai ditempat dudukku, seorang namja tampan yang ternyata adalah sahabatku yang bernama Kris pun menyapaku.
"Itu sama sekali tidak lucu Kris." Ujarku datar, aku sedang malas meladeni perkataan Kris yang menurutku sangat menyebalkan itu.
"Hey calm down Luhan, baiklah aku akan serius, jadi kenapa mukamu kusut begitu?" Tanya Kris lagi, aku hanya menghela napas kasar sungguh aku benar-benar kesal kalau harus mengingat kejadian menyebalkan itu lagi.
"Aku sedang kesal karena bocah kecil itu, kau tau tadi dia menabrakku dan membuat aku bad mood seketika, aku sangat kesal Kris pasti setiap pagi hari ada saja kejadian yang sangat menyebalkan karena ulah dia." Jelasku sambil melirik seseorang namja mungil yang berada di barisan depan kelas, seorang bocah kecil yang sangat menyebalkan, siapa lagi kalau bukan namja yang bernama Kim Minseok
"Maksudmu itu Kim Minseok? Kau itu selalu saja bertengkar dengannya, apa kau tau Luhan benci dan cinta itu beda tipis loh." Kata Kris, aku pun menolehkan kepalaku menatap wajah Kris, dan mendeath-glarenya.
"Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada bocal kecil menyebalkan itu Kris." Jawabku datar, lalu tak lama kemudian Kris pun menunjukan smirknya dan membuatku heran
"Aku punya tantangan untukmu Xi Luhan."
Luhan POV end
.
.
.
Seorang namja cantik yang ternyata adalah Himchan sedang melamun di dalam kelasnya, sampai tiba-tiba seorang namja tampan datang dan membuatnya terkejut, dengan kesal dia pun membalikkan badannya menghadap kearah namja yang mengejutkannya, dan Himchan hanya mempoutkan bibirnya ketika mengetahui bahwa namja tersebut adalah Yongguk.
"Himchan kau ini sedang memikirkan apa sih? Dari tadi aku lihat kau melamun terus." Tanya Yongguk pada Himchan, Yongguk khawatir pada sahabatnya ini karena sedari tadi Himchan terus melamun, dia takut kalau sahabatnya ini sedang menghadapi masalah yang sulit.
'Aku sedang memikirkanmu tau' batin Himchan, lalu dia pun segera menggelengkan kepalanya pelan , tidak mungkinkan Himchan berkata seperti itu pada Yongguk, dia takut begitu Yongguk tau tentang perasaannya, Yongguk jadi menjauhinya dan tidak mau menjadi sahabat atau temannya lagi, lebih baik terus bersahabat daripada dijauhi karena perasaan yang bernama cinta ini begitulah pemikiran Himchan.
"Himchan kau dengar aku tidak sih?" Yongguk pun kesal karena Himchan tak menjawab pertanyaannya, dia pun mejepit hidung Himchan lalu menariknya.
"Ya! Sakit tau, lihat hidungku jadi merah karenamu." Rajuk Himchan, lalu dia pun mengusap hidungnya yang tampak merah itu, Yongguk pun hanya menghela napas pelan lalu mengusap hidung Himchan lembut, Himchan langsung terdiam begitu melihat tangan Yongguk yang mengusap hidungnya itu, pipinya tampak merona karena malu.
"Mian jika sakit, aku hanya khawatir padamu karena sedari tadi kau melamun terus, apakah kau sedang mempunyai masalah?" Tanya Youngguk sambil melepaskan tangan yang tadi mengusap hidung Himchan, membuat hati Himchan merenggut kecewa.
"Ani, aku tidak sedang ada masalah ko, hanya saja aku sedang memikirkan eum…memikirkan nasib kedua saudaraku, ya hanya itu saja." Jawab Himchan gugup sebenarnya dia sangat bingung saat akan menjawab tadi, dan untung dia teringat tentang peristiwa tadi pagi di rumahnya, tapi kira-kira bagaimana ya nasib kedua saudaranya yang belum makan itu? Ah mungkin mereka sudah makan di tempat lain pikir Himchan.
"memangnya kedua saudaramu itu kenapa? Apa mereka sedang sakit?" Tanya Yongguk lagi.
"Tidak, hanya saja tadi pagi kami tidak sarapan karena masakan yang kubuat gosong, jadi ya kami tidak sempat sarapan." Jelas Himchan lesu. Yongguk pun mengusap punggung Himchan lembut bermaksud untuk menenangkan sahabatnya itu.
Bel pun berbunyi mereka pun segera duduk di tempat mereka masing-masing, tak berapa lama akhirnya masuklah seorang namja paruh baya yang ternyata ada Kim sonsaengnim, guru tergalak sepanjang masa begitulah kata siswa dan siswi di sekolah ini.
"Pagi anak-anak." Sapa Kim sonsaengnim kepada muridnya dengan senyum yang sangat mengerikan bagi seluruh murid di kelas itu.
"Pagi juga sonsaengnim." Jawab seluruh murid kompak.
"Silahkan kalian kumpulkan PR yang kemarin saya berikan, sekarang juga!" Perintah Kim sonsaengnim dengan penegasan di kata terakhir.
Seluruh siswa atau siswi di kelas itu pun langsung cepat-cepat mengumpulkan tugas mereka karena tidak ingin membuat singa yang tertidur itu bangun. Himchan yang akan mengumpulkan tugasnya pun menoleh ke arah Yongguk yang sedang menepuk dahinya sambil berguman tak jelas.
'Apa dia tidak mengerjakan tugas yang di berikan Kim sonsaengnim ya?' Batin Himchan, dia pun melihat buku tugas yang hendak dia kumpulkan itu lalu menatap Yongguk lagi, akhirnya Himchan pun memasukkan buku tugasnya ke dalam tas lagi.
"Apakah di sini ada yang tidak mengerjakan tugas yang saya berikan? Kalau ada silahkan angkat tangan, sekarang juga!" Tegas Kim sonsaengnim sambil menatap muridnya satu persatu. Sampai akhirnya dia melihat dua orang yang mengacungkan tangannya ke atas, lalu menatap kedua muridnya itu tajam.
"Bang Yongguk, Kim Himchan, kalian tidak mengerjakan tugas dari saya?" Tanya Kim sonsaengnim galak. Yongguk mengalihkan pandangannya ke arah Himchan ketika mendengar nama Himchan juga dipanggil, karena setau Yongguk, Himchan adalah orang yang rajin, jadi tidak mungkin kalau Himchan tidak mengerjakan tugas.
'Apa dia berbohong pada Kim sonsaengnim?' Batin Yongguk sambil menatap ke arah Himchan. Lalu Yongguk dan Himchan mengangguk menjawab pertanyaan dari Kim sonsaengnim.
"Kalian tau kan apa hukumannya jika tidak mengerjakan tugas yang saya berikan? Sekarang juga kalian keluar lalu berdiri di samping pintu dengan satu kaki dan kedua tangan memegang telinga!" Perintah Kim sonsaengnim. Himchan dan Yongguk langsung berjalan keluar kelas dengan wajah memandang ke lantai, mereka masih takut mengangkat wajah mereka.
Setelah keluar dari kelas mereka pun langsung melaksanakan hukuman mereka, suasana cukup hening karena memang sekarang jam pelajaran jadi pasti tidak akan ada yang berisik, mereka melakukan hukuman dalam diam tanpa ada yang memulai pembicaraan. Himchan mengernyit bingung melihat sikap Yongguk yang diam sedari tadi.
"Yongguk kau kenapa? Apa kau sakit?" Tanya Himchan sambil menyentuh kening Yongguk dengan punggung tangannya, namun tangannya ditahan oleh tangan Yongguk, membuat jantung Himchan seperti berhenti bedetak, Yongguk menatap Himchan tajam.
"Apa yang kau lakukan Himchan? Aku tau sebenarnya kau mengerjakan tugas dari Kim sonsaengnim lalu kenapa kau bilang kalau kau tidak mengerjakan tugasnya?" Tanya Yongguk masih dengan menatap tajam Himchan.
"Itu karena aku tidak mau melihatmu dihukum sendirian, Kita kan sahabat jadi kurasa tidak ada salahnya kalau kita saling berbagi suka dan duka, apa kau marah padaku?" Jawab Himchan pelan, dia pun menutup matanya takut Yongguk akan marah padanya. Yongguk hanya diam ketika mendengar jawaban Himchan, lalu dia pun tersenyum lembut dan mengacak rambut Himchan pelan.
"Jadi kau melakukan hal itu hanya karena kau tidak ingin aku dihukum sendirian? Kau sungguh konyol Himchan, arasseo aku tidak akan marah padamu sekarang tapi jangan kau ulangi lagi ne, apa kau tidak merasa kasihan pada hyungmu yang telah bekerja susah payah untuk membayar sekolahmu? Jadi jangan melakukan hal bodoh itu lagi ne." Nasehat Yongguk sambil menatap Himchan dalam, Himchan pun mengangguk dan tersenyum padanya. Yongguk tau Himchan itu orang baik, sangat baik malah dia beruntung mempunyai Himchan dikehidupannya.
.
.
.
Di lapangan kamus yang cukup besar terlihat dua orang namja sedang berlari. Dua orang namja itu adalah Ryeowook dan Kyuhyun. Mereka sedang berlari sambil terus beradu mulut.
"Gara-gara kau kita jadi dihukum begini tau." Kata Ryeowook nyolot, dia benar-benar kesal dengan Evil pabbo -Kyuhyun- karena dia mereka jadi harus dihukum.
"YA! Kenapa ini semua salahku?" Tanya Kyuhyun, dia tidak terima dengan perkataan Ryeowook barusan, karena menurut Kyuhyun yang salah itu adalah Ryeowook.
"Tentu saja ini salahmu, coba kalau tadi kau tidak menahan tanganku yang akan membuka pintu, pasti kita tidak akan dihukum seperti ini." Jawab Ryeowook sewot, bagaimana dia tidak sewot, kalau pagi-pagi dia sudah harus olahraga seperti ini, malah dia belum sarapan pula.
"Tapi ini juga salahmu tau, coba kalau tadi kau mengalah dan membiarkan aku duluan yang masuk pasti kita akan dihukum." Kyuhyun yang tidak mau kalah pun juga terus menyalahkan Ryeowook. Ryeowook pun berhenti berlari dan menatap tajam Kyuhyun sambil mendengus sebal, lalu kembali berlari mengikuti Kyuhyun.
15 putaran sudah mereka selesaikan, dan sekarang mereka benar-benar kelelahan. Kyuhyun tampak sangat berkeringat dia terus berlari pelan sambil terus menyeka keringatnya, beda lagi dengan Ryeowook dia tampak sangat pucat dan lemas, mungkin karena dia belum sarapan jadi kepalanya sedikit pusing. Dia berhenti berlari ketika merasa sakit kepala makin terasa, Ryeowook pun memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa sakitnya itu.
"Hey, kau kenapa pendek? Tidak kuat lagikah? Ternyata kau itu sangat lemah." Ejek Kyuhyun ketika ia melihat Ryeowook yang terdiam sambil memijat pelipisnya. Ryeowook yang mendengar ejekan Kyuhyun pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap tajam Kyuhyun dengan mata sayunya, seketika Kyuhyun pun tersentak melihat wajah Ryeowook yang sangat pucat.
"Hey, apa kau sakit?" Tanya Kyuhyun khawatir, dia pun hendak menyentuh kening Ryeowook, namun tangan Ryeowook terlebih dahulu menepis tangan Kyuhyun.
"Kau tidak perlu sok khawatir denganku, aku tidak perlu bantuanmu." Jawab Ryeowook dengan suara lemah, dia benar-benar kehabisan tenaganya saat ini, tubuhnya terasa sangat lemas, tapi dia tetap memaksakan diri untuk berlari.
Brukk
namun baru beberapa langkah Ryeowook berlari pandangannya terasa buram dan semuanya pun gelap , dan yang terakhir dia dengar adalah suara seseorang yang berteriak memanggil namanya dengan khawatir.
Kyuhyun POV
Brukk
"RYEOWOOK!" Teriakku panik. Aku pun langsung menghampiri Ryeowook yang tidak sadarkan diri dipinggir lapangan itu lalu ku tepuk-tepuk pipinya pelan berharap dia akan bangun namun sepertinya dia benar-benar pingsan. Aku pun langsung menggendongnya dan membawanya ke ruang kesehatan.
Setelah sampai di ruang kesehatan aku langsung membaringkannya di tempat tidur lalu memanggil dokter yang biasa bertugas di ruang kesehatan, aku benar-benar khawatir padanya, bagaimana kalau dia mati(?), pasti aku yang akan disalahkan. Setelah cukup lama aku menunggu akhirnya dokter tersebut selesai memeriksa keadaan Ryeowook.
"Bagaimana keadaannya? Dia tidak mati kan?" Tanyaku panik, kulihat dokter itu hanya tersenyum lalu menggeleng.
"Dia tidak apa-apa Kyuhyun-ssi hanya saja dia terlalu kelelahan dan juga sepertinya dia belum sarapan sehingga tidak ada energy ditubuhnya, jadi dia sangat lemas, tapi tidak ada sesuatu yang serius yang perlu kau khawatirkan jadi kau tenang saja, dia hanya perlu istirahat yang cukup." Jelas dokter itu padaku, aku pun menghela napas lega dan melihat keadaanya, kasihan juga dia apa aku terlalu berlebihan mengejeknya tadi.
"Oiya Kyuhyun-ssi aku ada urusan di luar sebentar, bisakah kau tunggu dia hingga sadar? Dan kalau dia sudah sadar tolong kau suruh dia minum aspirin untuk meredakan rasa sakit kepalanya tapi jangan lupa dia harus makan dulu sebelum minum obat ne, kalau begitu saya tinggal dulu ne, annyeong." Lalu dokter itu pun pergi ke luar ruangan tanpa menunggu jawaban dariku, aku hanya bisa cengo(?) melihat tingkah dokter itu, tapi yasudahlah lagipula dokter itu bilang cuma pergi sebentar jadi tidak masalah untukku. Aku pun melangkahkan kakiku mendekati tempat di mana Ryeowook sedang berbaring. Tanpa sadar aku mengamati wajahnya yang sedang tertidur itu.
'Ternyata dia sangat manis dan imut.' Batinku masih sambil menatapnya dengan senyum. Dan entah dorongan darimana aku pun mendekatkan wajahku ke wajahnya, dapat kurasakan napas hangatnya yang teratur, aku pun semakin mendekatkan wajahku hingga jarak yang tercipta diantara kami semakin menipis aku pun mulai memejamkan wajahku dan ….
Duk
.
.
.
TBC
Annyeong saya balik lagi kali ini dengan membawa chapter 2 , saya harap masih ada yang mau baca ff saya ini , saya mohon maaf kalau chapter 2 ini tidak memuaskan dan masih banyak kekurangannya, karena saya cuma manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan.
Dan terima kasih untuk :
Ryeo ryeong, Deushiikyungie, Minseok's area, Fee Lee, Feyy, Narumi Kadaya, Nisca31tm-emerland, Sauriva angelast, Ryeohyun09, Byun Hyerin, angelbbangsters, NaThan, Guest, hatakehanahungry, Key yoshi, mcaryeong, deerbubblebun.
Terima kasih banyak buat review, saran dan kritik kalian.
Akhir kata saya ucapka terima kasih , dan mohon reviewnya^^ #bow
