Disclaimer : Vocaloid not mine
Sudah lama sejak Len, anak yatim piatu itu, bekerja sebagai pelayan anak orang kaya yang kebetulan adalah senpai.. dan pangeran sekolah.
Jangan kira itu sebuah keberuntungan. Mikuo si manusia es itu sudah berhasil membuat darah Len mendidih karena perintah yang tak masuk akal.
Turilalallalaatatatata~ ringtone aneh berbunyi di ruangan gelap rumah Len. Separuh tak niat mengangkatnya, namun Len tak berani melawan Mikuo. "A-ada apa?"
"Len," suara Mikuo terdengar di seberang telpon. "Bawakan aku soda,"
'Ini hari liburku! Aku bisa jalan-jalan atau pergi mencari pasangan hidup! Kau kira aku mau menghabiskannya dengan menyeberangi kota hanya untuk ke rumahmu dan membawakan sebotol soda yang jelas2 ada di kulkasmu?!' Len ingin sekali meneriakkan kalimat itu, namun tertahan di tenggorokannya.
"Hei, aku menunggu jawaban," kata Mikuo lagi.
Len menghela napas. "A-aku akan segera kesana..."
Selamat tinggal, weekend.
