Title: Firework

Chapter 3: Together In One Room

Genre: Romantic

Rating: T

Main Cast:

- Tiffany Hwang (SNSD)

- Nichkhun Buck Horvejkul (2PM)

- Lee Donghae (Super Junior)

Another Cast:

- Kim Taeyeon (SNSD)

- Kwon Yuri (SNSD)

Pairing: TaeNy, KhunFany, HaeFany

Summary:

Sebuah kesempatan emas untuk Nichkhun mengajak Tiffany melihat acara kembang api bersama. Tapi tak berhasil...

Kriing!

Bel sekolah pun berbunyi. Dan seperti biasa, Tiffany datang telat hari ini. Guru pelajaran pertama pun masuk tetapi bangku Tiffany tetap saja kosong. Pelajaran sudah berlangsung tiga puluh menit dan Tiffany baru saja datang ke kelas. Kesialannya datang terlambat hari ini ditambah dengan salahnya seragam yang ia kenakan. Membuatnya mendapat hukuman dua kali lipat, yaitu mengerjakan PR yang lumayan banyak dan tak boleh mengikuti jam pelajaran pertama.

"Ngg ... sebaiknya aku kemana, ya," gumam Tiffany bingung apa yang harus ia lakukan pada jam pelajaran pertama.

Akhirnya Tiffany memutuskan untuk makan di kantin saja, mengingat dia belum sempat sarapan di rumah. Di luar dugaan Tiffany, ternyata kantin sedang ramai pengunjung. Padahal ini masih jam pelajaran pertama. Setelah memesan makanan, Tiffany bingung ingin makan dimana, karena semua meja di kantin telah terisi. Untungnya ada satu meja yang hanya ditempati oleh satu yeoja, dan untungnya lagi Tiffany mengenal yeoja itu. Ia adalah Kwon Yuri, teman satu klub Tiffany.

"Yuri-ah, boleh aku gabung?" tanya Tiffany setelah menghampiri Yuri.

"N-ne, silahkan..." Jawab Yuri gugup, karena sebelumnya ia belum pernah mengobrol dengan Tiffany.

"Hey, Yuri! Apakah mereka semua teman-temanmu?"

"Mereka?"

"Murid-murid yang jajan di kantin ini. Ini kan masih jam pelajaran pertama, tapi begitu banyak murid yang pergi ke kantin."

"Oh, mereka sebagian adalah teman sekelasku. Yang lainnya itu anak-anak kelas sebelah. Apa kau tak tahu kalau guru-guru yang mengajar jam pertama di kelas 11B sampai 11D tidak masuk karena rapat?"

"Jinjja? Enak sekali..."

"Umm, kau sendiri? Kau kelas 11A, kan? Bukannya kau ada pelajaran?"

"Aku dihukum karena telat dan salah memakai seragam, akhirnya aku dihukum tak boleh mengikuti pelajaran pertama,"

Yuri hanya tertawa kecil mendengar keluhan Tiffany. Obrolan pun berlanjut sampai bel menandakan jam pelajaran kedua dimulai, dan tanpa sadar Tiffany dan Yuri kini mulai akrab.

Walaupun ceroboh dan termasuk lelet, Tiffany sangat mudah bergaul dengan orang-orang, meskipun ia tak mengenalinya. Itulah sebabnya mengapa dia mempunyai banyak teman. Tiffany juga terkenal di sekolah karena ia berparas cantik dan cukup aktif di klubnya.

Rest Time

"Kenapa kau salah memakai seragam hari ini? Aku tak mengerti dengan fikiranmu," omel Taeyeon sambil berjalan menelusuri lorong sekolah bersama Tiffany.

"Aku tak tahu, aku sangat mengantuk tadi pagi. Sekarang pun aku masih mengantuk."

"Memangnya kau tidur jam berapa semalam?!"

Tiffany berfikir sejenak, "Umm, mungkin sekitar jam satu pagi..."

"Apa saja yang kau lakukan sampai jam satu pagi, huh?"

"Donghae oppa menelfonku, dan kita pun mulai mengobrol. Tanpa sadar sudah jam segitu..."

Mendengar itu Taeyeon langsung diam, dia harus menahan rasa iri dan kesalnya pada Tiffany.

"Lalu, kita pergi kemana sekarang?" Taeyeon mulai mengganti topik pembicaraan.

"Ayo kita ke perpustakaan, tadi pagi aku sudah makan di kantin."

"Oke, kajja!"

Mereka pun pergi ke perpustakaan, dan seperti biasa, Taeyeon menggunakan fasilitas Wi-Fi yang tersedia di perpustakaan ini untuk mendownload drama yang ia ingin tonton, sedangkan Tiffany sedang giat mencari komik di antara rak-rak buku yang tersusun rapi.

Tiffany lalu duduk di samping Taeyeon setelah mengambil komik yang ingin ia baca dan membacanya dengan semangat. Tapi kegiatan membacanya itupun terganggu oleh suara yeoja yang memanggilnya dari arah sebelah Tiffany.

Tiffany langsung menoleh ke arah sumber suara itu dan ia mendapati Yuri yang tengah mendekatinya.

"Kau juga kesini? Sungguh kebetulan, hahaha." Tanya Tiffany. Lalu Yuri menjawabnya dengan senyum manisnya.

"Ya, aku tak ingin pergi ke kantin dua kali hari ini,"

"Yuri? Anggota klub marching band juga, kan? Aku hampir tak mengenalimu karena kau sangat pendiam." Taeyeon pun bergabung dalam pembicaraan mereka.

"Sebenarnya ... aku tak sependiam yang kalian kira. Aku murid pindahan di sekolah ini. Dan rasanya aku sulit beradaptasi dengan lingkungan baruku,"

"Kau bisa berteman dengan kami, kalau kau mau!" Tawar Tiffany.

"Sepertinya aku akan mau. Hahaha!"

Obrolan mereka pun berlanjut hingga muncul seorang namja berbadan tegap dan mempunyai alis yang tebal. Siapa lagi kalau bukan Nichkhun.

NICHKHUN'S POV

"Tiffany!"

Ternyata dia ada di sini, yeoja yang selama ini kucari di sudut-sudut sekolah ternyata ia ada di perpustakaan. Sungguh sebuah tempat yang mustahil untuk seseorang yang tak bisa diam seperti Tiffany kunjungi.

Tiffany hanya membalas sapaanku dengan eye-smilenya. Kulihat di sekeliling Tiffany ada Taeyeon yang duduk di samping Tiffany dan seorang yeoja yang tak ku kenal duduk di hadapan Tiffany. Tanpa memperdulikan yeoja itu, aku duduk di samping Tiffany.

Tujuanku mencari Tiffany ialah aku ingin mengajaknya untuk menonton acara kembang api yang akan diselenggarakan oleh sekolah. Aku ingin mengajaknya untuk menonton bersamaku.

"Aku telah mencarimu kemana-mana,"

"Mwo? Ada urusan apa mencariku?"

"Eum, tentang acara kembang api nanti..."

Tiffany tampak mendengarkanku dengan baik.

"Maukah kau untuk ..." pembicaraanku pun terhenti karena suara ponsel milik Tiffany berdering. Lagu Blow Me One Last Kiss-P!nk terdengar dari arah ponsel Tiffany.

Tiffany lalu mengecek ponselnya dan kulihat raut wajahnya tersenyum setelah mengetahui siapa yang menelfonnya.

"Donghae oppa!" Ucap Tiffany.

Ia pun langsung berlari ke arah luar perpustakaan dan mengangkat panggilan dari ponselnya. Aku yang tak mengetahui apa-apa pun bingung, kenapa Tiffany dan Donghae menjadi sedekat ini.

"Taeyeon, itu dari Donghae?" Akhirnya akupun bertanya pada Taeyeon.

"Mungkin, akhir-akhir ini Tiffany dan Donghae oppa sangat dekat ... " bisa kulihat raut muka Taeyeon jadi murung.

"Jadi, kau cemburu kalau Donghae telah merebut Tiffany darimu? Hahaha!"

"Jangan sok tahu! Pabo!" wajah Taeyeon langsung berubah jadi merah. Aku dan yeoja yang tak ku kenal itupun tertawa.

Bel sekolah pun berbunyi dan aku tak sempat mengajak Tiffany. Kita memang sekelas, tetapi Tiffany selalu sibuk sehingga aku tak ada waktu untuk mengajaknya. Tiffany tak bisa diganggu kalau dia sedang membaca komik, mendengarkan musik dan mengerjakan buku Bahasa Inggris.

Aku pun mengurung niat untuk mengajaknya hari ini dan kembali ke kelas.

NICHKHUN'S POV END

Hari demi hari pun berlalu dan Nichkhun tak sempat-sempatnya mengajak Tiffany. Pada suatu malam, Nichkhun memikirkan kapan waktu yang tepat untuk mengajak Tiffany menonton kembang api sekaligus menyatakan perasaannya pada Tiffany.

Nichkhun's house

"Khun! Belikan eomma gula dan garam di warung sebelah!" Teriak nyonya Nichkhun dari arah dapur.

"Aku malas, eomma! Suruh adik saja!" jawab Nichkhun sambil bermalas-malasan di tempat tidurnya dan memainkan permainan di ponselnya.

Nichkhun memang orang yang pemalas, tapi entah kenapa dia pintar dalam pelajaran sains, walaupun ia tak belajar. Itulah kelebihan dari seorang Nichkhun.

Tiba-tiba suara ponsel Nichkhun berbunyi menandakan ada SMS masuk ke ponselnya. Dengan segera Nichkhun pun membuka pesan itu.

[From: Tiffany

"Nichkhun!"]

Melihat ada SMS masuk dari Tiffany, Nichkhun pun dengan semangat membalasnya.

Sementara di kamar Tiffany, Tiffany sedang menunggu balasan Nichkhun sambil duduk di meja belajarnya dan berhadapan dengan buku tugas matematikanya. Ponsel Tiffanypun berbunyi dan Tiffany langsung mengeceknya.

[From: Nichkhun

"Ne, Ada apa?"]

[From: Tiffany

"Ada soal matematika untuk besok yang tak ku mengerti. Kau bisa membantuku mengerjakannya malam ini?"]

[From: Nichkhun

"Tentu! Aku akan datang ke rumahmu lebih cepat dari seekor kelinci!"]

Melihat balasan Nichkhun, Tiffany pun kaget. Karena rencananya ia yang akan berkunjung ke rumah Nichkhun, bukan Nichkhun yang berkunjung ke rumahnya. Dengan cepat ia membalas,

[To: Nichkhun

"Biar aku saja yang ke rumahmu!"]

Tak ada balasan dari Nichkhun. Tiffany beranggapan bahwa Nichkhun sedang dalam perjalanannya menuju rumah Tiffany.

Di sisi lain, Nichkhun yang tadinya malas untuk membeli gula dan garam oleh eommanya, langsung bersemangat mengambil jaket dan langsung keluar rumah.

"Eomma! Aku pergi dulu! Kalau mau tidur duluan saja, aku bawa kunci cadangan!"

"Hey! Mau kemana?"

Nichkhun pun hilang di balik pintu. Nichkhun memang orang yang pemalas, tapi tidak jika berurusan dengan Tiffany. Sekaligus ia berfikir bahwa ini waktu yang tepat untuk mengajak Tiffany menonton kembang api.

Tiffany's room

"Yak! Kau salah menghitungnya lagi, Fany." Terdengar Nichkhun sedang mengajar Tiffany di sebuah meja persegi yang rendah yang terletak di tengah kamar Tiffany.

"Huaa! Kenapa matematika begitu susah?!"

"Kau saja yang begitu bodoh, cepat kerjakan." Mendengar Nichkhun berbicara seperti itu, raut wajah Tiffany berubah menjadi kesal dan mencoba menghitung ulang pekerjaannya itu.

Kegiatan belajar bersama mereka pun berlanjut bercampur dengan candaan, istirahat dan lain-lain. Tak jarang pula Nichkhun mengusili Tiffany yang sedang tekun mengerjakan PRnya dengan menyenggol tangan Tiffany, menendang kecil kaki Tiffany yang sedak duduk bersila atau sebagainya. Tak jarang pula Nichkhun memerhatikan wajah Tiffany saat sedang tekun mengerjakan tugasnya dan senyum-senyum sendiri karena itu.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 p.m. dan PR Tiffany pun pada akhirnya dikerjakan oleh Nichkhun karena Tiffany sangat mengantuk. Tak lama kemudian, PR Tiffany telah selesai dikerjakan dan tampak di depan Nichkhun seorang Tiffany sedang tertidur dengan posisi duduk bersandar di meja.

Melihat itu, Nichkhun tersenyum dan dengan gentle-nya menggendong Tiffany ke atas tempat tidurnya dan menyelimutinya dengan selimut pink yang tersedia di samping tempat tidur Tiffany. Karena keasyikan mengajari Tiffany, Nichkhun pun lupa mengajak Tiffany untuk menonton acara kembang api bersama.

Nichkhun memandang Tiffany sejenak sambil tersenyum dan tanpa sadar Nichkhun mengecup dahi Tiffany.

"Saranghaeyo, Tiffany." Nichkhun mengucapkannya dengan nada pelan sedikit berbisik dan langsung pergi meninggalkan Tiffany tertidur di kamarnya.

TBC~

Yang sudah review makasih ya, terus baca ffnya sampai Final Chapter!:D

Buat yang baca tapi belum review ... ditunggu reviewnya!