"Uh, Danna?"

"Diamlah kau, Deidara. Apa kau tidak lihat aku sedang sibuk?"

Pemuda berambut pirang itu menelan ludahnya, lalu mencolek pundak sang Danna—semakin membuat redhead bermata coklat itu kesal. "Berhentilah menggangguku, Dei—"

"Yang ada di atas pohon itu..."

Alis merah terangkat naik, mata coklat menatap 'sesuatu' yang tergantung secara terbalik di arah yang ditunjuk oleh rekannya. Seketika, matanya membulat lebar.

"...mayat ya?"

Di sana, di arah yang ditunjuk oleh Deidara, sebuah tubuh tanpa kepala berlumuran darah tergantung terbalik dalam keadaan yang bisa dibilang mengenaskan.

Oo—O—oO Hidden Curse Oo—O—oO

Genre: Supernatural – Hurt/Comfort

Rate: T

Warning: AU, Yaoi and straight pairings. Underworld mentioned. Dark!Naruto, again (Kali ini udah masuk tingkatan psiko kayaknya (_ _)|||). Don't like, don't read.

Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

Listening to: Shake It Up (Seo In Guk), Mr. Simple & Bonamana (Suju—walau di playlist Bonamana udah lewat, kok kayak belum kedengeran ya? #bingungsendiri), Lucifer (Shinee), Bonamana-Lucifer Japanese ver. (Suju & Shinee), dan... Jogja Hiphop... (_ _)"

Oo—O—oO Chapter II Oo—O—oO

Dalam kurun waktu tak lebih dari satu minggu, sekolah kembali heboh.

Kali ini bukan karena ada murid pindahan model Sasuke atau semacamnya, tetapi karena penemuan mayat tanpa kepala yang telah diamankan oleh pihak yang berwajib di tempat yang lumayan aman agar para murid perempuan tidak histeris—bukan fangirling, melainkan histeris ketakutan.

Dan hanya dalam waktu yang tidak lama, atmosfer mencekam segera meliputi SMU Konoha yang namanya telah tercoreng.

#

Tanpa memencet bel terlebih dahulu, pintu terbuka dengan kasar.

Kyuubi tahu, sangat tahu, kalau itu adalah tanda bahwa si pembuka (yang ternyata benar adalah seorang Sasuke Uchiha) tengah murka.

Sekali lagi, tebakannya tepat sasaran.

"Gagal mengoleksi kepala Adikku, Sasuke?" tanya sang Pangeran Sulung santai sambil melahap biskuit yang seharusnya menjadi jatah cemilan Sasuke selama sebulan ini. Entah tidak peka atmosfer atau apa—bukannya malah menghentikan kegiatannya yang membuat aura suram si empunya apartemen semakin murka, ia malah semakin lahap menghabiskan isi toples yang menjadi makanan yang sangat berharga bagi Sasuke itu.

Hanya untuk terkapar dengan kepala ditumbuhi menara tingkat lima di sudut ruang tamu tak lama kemudian. Berurusan dengan Uchiha yang murka sama saja tidak sayang nyawa, pembaca sekalian.

.

"Jadi kau bukan hanya gagal mengoleksi kepala Adikku, tapi kau juga gagal melindungi Haruno dan menjadi bahan sindiran tajam yang punya Sabaku Manor, eh? Kalau Kakakmu tahu soal ini, yang ada kau dikurung di dalam menara itu..."

Sasuke tak berkomentar. Matanya memang tertuju pada makanan yang terhidang di hadapannya, tangannya memang sibuk menyuapkan nasi ke dalam mulut (yang langsung mengunyahnya dengan ganas saking laparnya)—tetapi pikirannya sedang melayang entah kemana. Kalau boleh jujur, bulu roma Kyuubi meremang karena aura hitam kelam yang menguar dari punggung si Bungsu Uchiha, nih...

"Tapi setidaknya, Itachi belum tahu, 'kan?"

Tepat saat itu juga, ponsel Sasuke berdering—tanda ada pesan masuk...

...dari Itachi Uchiha yang murka di seberang sana.

From: Baka-Aniki

Sekali lagi kau gagal menjalankan misimu, kukurung kau di dalam Menara Penyiksaan karya Madara-jiisama.

Pesan singkat yang mampu membuat bulu roma siapapun meremang, termasuk tokoh utama kita kali ini.

"...holy crap..."

Selamat berjuang agar tidak dikurung di dalam menara mengerikan itu, Sasuke-san.

.

.

Pintu manor terdobrak dengan keras, hingga membuat author mengasihani nasib pintu yang terbuat dari kayu Oak itu. Si pembanting yang tentu sudah kalian-tahu-siapa melangkah cepat menuju ruang tamu, tempat si empunya manor tengah bersantai sambil meminum teh hangat dengan mata tertuju pada koran lama yang bisa masuk kategori antik. Senyuman yang terukir di bibir milik redhead bermata cyan itu memang senyuman penuh kemenangan, dan membuat Sasuke semakin sebal.

Jujur saja, dia benci dengan redhead yang satu ini (atau mungkin pada semua redhead yang ada di dunia ini?).

"Kau yang melaporkan kegagalanku pada ano Baka-Aniki 'kan, Gaara?"

Pertanyaan simpel, namun nada tajam yang menyertainya plus aura suram yang menguar dari belakang punggung si penanya membuat pertanyaan itu menjadi mengerikan.

"Memang hanya aku saja yang tahu soal kegagalanmu, Sasuke?"

Hening.

Kali ini, tatapan tajam sang Uchiha melunak. Tangannya yang menggenggam gagang katana sedikit terlepas, dan...

...langsung menggenggam leher sang empunya manor yang tetap tak berekspresi walau ajal nyaris menjemput.

Yah, nyaris—karena hembusan angin besar yang bersumber dari lantai dua berhasil menyelamatkan nyawa sang Bungsu Sabaku, terima kasih pada kerjaan usil seorang Uzumaki Kyuubi yang selalu muncul tak diundang dan pulang tak diantar di manor tersebut.

Sekali lagi, ia berhasil mendapatkan doorprize berupa death glare seorang Sasuke Uchiha yang murka.

"Kyuubi..."

Masih dengan senyuman kecut di wajahnya, sang Pangeran Sulung mengatupkan tangannya. "Gomen. Sedang dalam ikatan perjanjian yang tidak bisa dihancurkan, Sasuke-sama." Namun tetap saja, pernyataan itu tak mampu mengalihkan tatapan super menusuk yang diarahkan oleh Sasuke padanya hingga Kyuubi harus menangis dalam hati untuk menjaga harga dirinya.

Kepala hitam kembali teralih pada sosok Sabaku no Gaara yang tengah melipat koran yang menjadi bacaan favoritnya akhir-akhir ini. Dan seingat Sasuke, hanya koran itu saja yang pernah dibaca oleh si empunya manor—bacaan yang bertumpuk di perpustakaan berdebu semua, tanda tak pernah disentuh apalagi dibersihkan oleh yang bersangkutan. Mendadak, mata onyx-nya berubah merah ketika menyadari tajuk utama koran tersebut.

Tajuk yang sangat menohok perasaannya dan membuat atmosfir di ruangan itu semakin berat.

"Kau..."

Senyuman tipis yang tak dapat ditebak artinya terlukis di bibir salah satu dari dua lawan bicara Sasuke. Jemarinya tetap melipat koran super lama alias antik yang menjadi bacaannya, namun mata cyan-nya terarah pada jendela—lebih tepatnya, pada bulan purnama yang tengah bersinar terang di langit malam sana. "Malam yang indah, bukan? Bulan purnama terlihat jelas, bintang berkilauan di langit malam..."

Alis hitam bertautan, jemari pucat mengepal.

"Apa semuanya sudah cukup untuk mengingatkanmu pada 'hal itu', Uchiha?"

Ada lolongan serigala.

#

"Membosankan!"

Dihempaskannya busur miliknya ke sembarang tempat. Beruntung busur itu terbuat dari logam mulia yang tahan banting. Jika tidak, mungkin senjata kesayangannya itu akan patah dan membuatnya semakin murka.

"Memang ada apa dengan Bungsu Uchiha, Ouji-sama?" tanya lelaki berambut hitam dan berkulit super pucat yang berdiri di sisi ranjang. Kepalanya tertunduk. Tubuhnya dibalut seragam butler klasik yang didominasi warna hitam, dengan warna merah di bagian dasi dan putih di kaus berlengan panjang yang ia kenakan. Wajahnya memang tidak memperlihatkan ekspresi apapun, namun pikirannya dipenuhi tanda tanya yang menyala-nyala seperti lampu di perkotaan.

Tumben saja tuan mudanya ini pulang dengan wajah cemberut. Biasanya girang bukan main setelah berhasil mengganggu si Bungsu Uchiha yang menjadi incaran si pirang sejak jaman baheula itu, tetapi kenapa sekarang...

"Pinky girl itu tidak terlalu berharga seperti gadis bermarga Hyuuga! Teme tidak murka ketika aku menghancurkan kepala gadis itu tepat di depan wajahnya! Dia bahkan tidak menunjukkan wajah kesalnya yang keren itu! AAARGH!"

Bulir keringat menggantung di belakang kepala Sai (ya, nama si butler yang sudah melayani sang Pangeran Bungsu sejak kecil dan menjadi teman mainnya). "Jadi hanya itu...?"

Pertanyaan yang salah, Sai-san—kau sudah membuat blonde yang satu itu marah besar.

"Hanya? Kau bilang 'hanya itu'? AKU BENCI MELIHAT ORANG-ORANG MATI EKSPRESI MACAM KALIAN SEMUAA!"

"T-tenanglah sejenak, Ouji-sama!"

"MATILAH KALIAAAN!"

Untuk yang pertama kalinya setelah ditinggal sang Pangeran Sulung pergi, Kastil Uzumaki kembali dilanda kegaduhan karena amukan sang Pangeran Bungsu (yang dengan membabi buta menembakkan anak panah perak ke segala arah hingga memecahkan kaca jendela dan membuat Sai yakin bahwa sang Raja akan murka, nanti...)

#

To be continued

A/N (gak perlu dibaca kalau gak mau, kok): Keeeh... Ini update-an yang (mungkin) terakhir sebelum saia disibukkan sama TUC jahanam yang menunggu di depan mata (udah 4 minggu berturut-turut dapat 50 soal n 40 soal MTK-IPA, n ditambah sama presentasi IPS yang sudah menampakkan batang hidungnya di depan saia). Setelah itu, saia hiatus tus tus tus tus sampe ujian selesai!

Akhir kata, RnR please?

P.S: Ada yang mau nemenin saia lompat ke segitiga Bermuda gak? Stress saia gara-gara itu TUC MTK yang merosot lagi nilainya... #jambak2rambutsakingstressnya