Flower

Dedicated to Fian_Namikaze

Naruto X Sakura

Disclaimer: Masashi Kishimoto

OOC, AU, Typpo bertebaran, EYD berantakan, Ide yang pasaran, dsb

Story by me

.

.

.

.

Distrik Yaguchi, 15.30 UTC

Mereka sampai disebuah gedung tua di distrik ini, lalu mereka pun turun dari mobil

"Ini tempatnya, Yamato?" tanya Kakashi.

"Iya, mereka mengajak kita bertemu disini."

"Yosh, ayo kita masuk." Naruto tak sabaran.

Mereka pun masuk kedalam gedung tua itu, gelap sekali, menyeramkan iya juga. Dan setelah berada di bagian tengah dalam gedung, berdirilah tujuh orang dan ditambah seorang yang duduk di kursi. Kemudian penerang ruangan dihidupkan.

Jelaslah wajah-wajah mereka. "Kalian telat." ucap seorang yang duduk tadi, dia memiliki pierching di wajahnya.

"Mohon maaf atas keterlambatan kami." Kakashi dan Yamato sedikit membungkuk.

"Ya baiklah, sebelumnya kami ingin memperkenalkan lebih dalam tentang organisasi ini. Konan, jelaskan pada mereka." perintah pria itu pada wanita yang berdiri disampingnya.

"Baik, Pain-san. Kami bekerja pada pemerintahan di lima negara,termasuk Konoha khususnya di kepolisian Hi. Dan ANBU berdiri sendiri bukan, Yamato-san?" tanya Konan.

"Iya." Jawab Yamato

Konan tersenyum, "Kami bekerja sebagai mafia dengan berganti-ganti nama untuk bisa menyusup ke kelompok-kelompok mafia."

"Lalu apa kalian tidak pernah ketahuan?" tanya Naruto

"Saat barang-barang bukti dikumpul, kami langsung memisahkan diri dan pindah dari tempat-tempat kami bertransaksi, agar tidak ketahuan. Para polisi akan menangkap mereka enam bulan kemudian." yang ini dijelaskan oleh pria bermata hazel dengan rambut warna merah yang berdiri disebelah konan.

"Penjelasannya cukup, keperluan kami ingin bekerja sama untuk menyelidiki siapa itu Obito Uchiha." Kakashi menjelaskan

Pria yang berdiri paling ujung terkejut,mendengar penuturan Kakashi, mata hitam legamnya ia pusatkan pada mata Kakashi.

"Kau tak keberatan mendapat partner, Itachi?" tanya Pain yang bangun dari kursinya.

"Tidak."

"Perkenalkan dirimu pada mereka, Itachi. Mereka berhak tahu."

Itachi berjalan ke tempat Pain berada, derit sepatu pantofel nya semakin menggema diruangan ini jika ia semakin mendekat. "Perkenalkan, namaku Itachi Uchiha. Abang dari Sasuke Uchiha dan Saudara dari Obito Uchiha."

Kakashi, Yamato, Shikamaru, Naruto dan Kiba pun membelalakkan matanya. Kebenaran apa lagi ini?

"Bukannya abang Sasuke sudah tiada sejak ia masih duduk di sekolah dasar?" Tanya Naruto.

"Itu kebohongan yang diucapkan adikku, aku tak punya banyak waktu untuk menjelaskan. Sekarang kita bekerja sama."

"Cukup pernyataannya, sekarang aku kenalkan anggotaku yang lain, kalian perkenalkan diri kalian."

"Namaku Sasori, asal Suna." Ucap pria yang berwarna mata hazel yang tadi.

"Namaku Konan, asal Ame." ucap wanita yang tadi.

"Nama saya Kisame Hoshigaki, asal kiri." ucapnya sopan.

Dan anggota lain pun memperkenalkan diri mereka.

"Obito memang menjadi target kami seminggu belakangan, gerak-geriknya mencurigakan. Contohnya kasus yang dialami nona Haruno. Kami juga melihat daftar teleponnya ke luar negeri begitu sering, sering terjadi hubungan ke Macau, Thailand, China, Jerman, Rusia." Ucap Kisame

"Dia kami curigai mempunyai hubungan dengan mafia-mafia di luar negara, kami mengaitkan daftar teleponnya itu." Ucap Deidara

"Kita bicarakan strategi kita. Pertama-tama, kita susun kelompok dan misi apa untuk kalian," Pain melihat wajah-wajah mereka.

"Kami juga sering melihatnya mendapatkan kiriman barang dari kapal-kapal di pelabuhan Konoha, yang jadi masalahnya setiap kali kiriman-kirimannya itu bisa sampai, dan luput dari pemeriksaan bea cukai. Licik sekali bukan?" Ucap Sasori

"Kau yang bernama Naruto, cukup menjaga tunanganmu saja. Tindakan yang ceroboh bisa menggagalkan rencana. Bersikap seperti biasa aja, agar mereka mengira kau tidak lagi mengutamakan penuntasan kasus, mengerti?" perintah Itachi.

"Ya." Ucap Naruto mantap.

"Kemudian, Deidara akan bekerja dengan Sasori dan Kisame di pelabuhan, menyelidiki barang-barang apa yang diangkut. Kalian menyamar menjadi kurir barang."

"Ha'i" ucap mereka yang merasa disebutkan.

"Hidan, Kakuzu, Zetsu. Kalian kutugaskan menjadi pegawai bank untuk mengurus rekening-rekening yang dikirim dan diterima uang oleh Obito. Sesuai info, dia sering berurusan dengan bank."

"Ha'i"

"Aku dan Konan akan memantau pergerakan Obito dan kalian lewat komputer, dan tugas Konan juga menerobos kode akses jaringan komputer mereka."

"Itachi, Kakashi, Yamato. Kalian bertugas mengumpulkan informasi-informasi sebanyak mungkin tapi tidak dicurigai oleh orang-orang."

"Baik."

"Dan untuk kalian bedua," Pain menunjuk Shikamaru. "Kau bisa membantuku membuat strategi. Aku tahu kau memiliki intelijensi diatas rata-rata."

Shikamaru mengerut samar alisnya, "Aku laksanakan."

"Dan untukmu, Kiba. Kau bisa membantu kelompok Kakashi dengan kemampuan hidung mu untuk mengendus."

"Oh, Ok." Kiba mengangguk, baginya ia tak peduli dari mana bisa Pain mengetahui kemampuannya.

"Kita laksanakan semuanya besok, dan langsung menuju ke lokasi yang aku minta. Untuk menjadi bagian disana, kalian tak perlu khawatir, aku sudah urus. Kalian langsung bekerja sesuai tugas."

"Baik." Ucap mereka serentak

.

.

.

Keesokan harinya mereka menjalankan tugas, seperti saat ini di pelabuhan Yokohama, para budak barang mengangkat kotak-kotak kayu yang berisi sesuatu dari dalam dek kapal menuju sebuah mobil truk pengangkut, termasuk Deidara, Sasori dan Kisame yang telah menyamar sebagai budak pengangkut barang.

"Hei kalian! Cepat kerjanya, jangan lamban begitu! 'Bos besar' akan datang sebentar lagi." Perintah seorang-yang diketahui sebagai pengurus barang,ketua para budak- dia berbadan besar,wajahnya terlihat garang.

"Bos Takashi, mengomel saja kerjaannya." ucap seorang budak berbisik pada budak lainnya

"Itu sudah tabiatnya kan? Sudahlah kita kerja saja,lihat anak-anak baru ini," Ucap budak yang lain. "Mereka diam, dan hanya patuhi perintah."

Deidara, Sasori dan Kisame hanya terdiam, mereka berpura-pura bodoh dan hanya tersenyum. Bos yang mereka bilang tadi ikut masuk ke dalam dek kapal, dan mengecek kerjaan anak buahnya.

"Hei kalian-"

"Ada apa Takashi?" Suara orang itu berat, dia berdiri dibelakang Takashi.

"Ah bos Obito," Takashi kikuk. "Saya minta maaf pengangkutan barang sedikit lamban."

"Anak buahmu perlu istirahat, mereka pasti lelah sejak semalam."

Ia melihat ke arah para budak yang berbaris menundukkan sedikit wajah mereka. Keningnya sedikit mengerut saat melihat tiga orang baru, tatapan introgasi langsung dilayangkan pada Takashi, "Mereka baru?"

"Iya bos, mereka rajin sekali."

Obito hanya tersenyum, "Berikan anak buahmu minuman,biar mereka istirahat sebentar." Ia pun melenggang pergi

Takashi melongo tidak percaya, begitu juga dengan budak-budak, minus mereka bertiga yang baru bekerja pagi ini.

"Tumben sekali Bos besar baik begitu?" Bisik seorang budak pada budak yang ada disampingnya.

Deidara yang berbaris disamping mereka, mendengar dengan seksama. Akan ia tanyakan ini pada para budak ini saat jam istirahat sebentar lagi.

"Bos Obito, sebenarnya ada apa?" Tanya Takashi pada Obito.

"Tak ada apa-apa."Obito hanya menyeringai.

Para anak buah sudah beristirahat, Deidara mengirim pesan singkat dari handphone nya untuk ketua, Pain. Pain yang berada di markas Akatsuki beserta Konan, Kakashi, Yamato, Shikamaru mendengar dengan seksama apa isi pesan yang dibacakan oleh Pain.

"Baru hari pertama mereka, Obito sudah kelihatan. Sedikit gawat! Cih."

Deidara yang berdiri membelakangi Obito, tidak sadar bahwa Obito berjalan semakin dekat kearahnya. Sampai saat Obito sudah menepuk bahu Deidara, barulah ia sadar, "Ah..Bos besar."

"Jangan gugup seperti itu, santai saja."Obito masih belum menghilangkan senyum misterius ini.

"Iya.." Deidara menunduk

Sasori dan Kisame yang merasa tidak enak, langsung menghampiri mereka.

"Ah Deidara, untuk apa kau sendiri disini, ayo gabung dengan kami." Sasori dan Kisame menghampiri.

"Maafkan kami Bos Obito, Deidara memang suka menyendiri." Ucap Kisame

"Oh, begitu." Obito hanya tersenyum sinis.

Malam hari Deidara berjalan di tepi pelabuhan, beberapa orang bertopeng mengintipnya dari balik tabung-tabung tan yang tersusun. Deidara merasa ia diikuti, ia kirim pesan pada Pain, dan mempercepat langkahnya, sialnya di depan ia sudah dikepung oleh rombongan bertopeng lainnya, berbalik ke belakang rombongan bertopeng yang tadi bersembunyi sudah berdiri, berlari ke arah kiri justru hanya bangunan gudang, malah semakin parah, ke arah kanan langsung laut. Deidara begitu membenci begini, ia yakin Obito lah yang mengirim orang-orang ini, ia memang sudah merasa bahwa Obito sudah mencurigai gerak-geriknya tadi siang.

Ia mencoba melawan mereka satu per satu, sepertinya berhasil tapi salah satu dari orang bertopeng itu membawa balok dan langsung memukul tengkuk leher Deidara, Deidara hilang kesemimbangan dan terduduk, dia masih mencoba untuk mempertahankan posisinya namun ambruk dan tak sadarkan diri.

Di Distrik Yaguchi...

"Apa Deidara gagal?" Tanya Konan sedih.

"Tidak, ini karena kurangnya rencana kita, kehadiran Obito tidak kita sadari, padahal ini bisa saja terjadi." Tukas Pein

"Lalu apa Deidara akan mati?" Tanya Kakashi

"Jika Obito cukup pintar mengetahui bahwa Deidara anggota Akatsuki, mungkin pernyataan kematian pasti dilaksanakan untuk menghilangkan jejaknya. Tapi jika ia mencurigai Deidara karena sebab yang lain, mungkin ia akan menyiksanya saja, dan Deidara tidak mudah tumbang jika disiksa." Ucap Pein

"Itachi, kau kan saudaranya Obito, bisa kau lakukan pendekatan? Kurasa dia tak tahu bahwa kau anggota Akatsuki."

"Ya, aku ketempatnya sekarang." Itachi pun berlalu pergi.

Seorang bertubuh tegap berjalan mendekat kearah tubuh Deidara yang tak sadarkan diri itu, dia berjongkok di depannya, "Bawa ia ke gudang, ikat ia dan sumpal mulutnya."

"Baik, Obito-sama."

Obito menyeringai.

Bulan purnama begitu terang malam ini, begitu juga di rumah sakit. Naruto memandang ke arah luar jendela kamar rumah sakit, Naruto mengusap lembut rambut pink milik Sakura, ia tertidur di ranjangnya, Naruto juga mengelus punggung tangannya, ditatapnya wajah damai Sakura yang tengah tertidur, calon istrinya. Lalu ia kecup bibir Sakura dengan lembut, Sakura melengguh dalam tidurnya tapi tidak sampai terbangun, Naruto melepaskan ciumannya, "Tenang saja, Sakura-chan, everything will be alright." Naruto bergumam dan tersenyum.

~_ R_~

Itachi berjalan di sepanjang dermaga, ia meletakkan tangannya pada besi jembatan, dan melihat ke arah laut, di langit, bulan purnama begitu terang, sekilas Itachi menengadah wajahnya ke atas.

"Apa yang membawamu kemari?" Ucap Obito sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya.

Itachi menoleh ke sampingnya "Melihat keadaanmu, saudaraku."

"Maksudmu kau merindukanku? Kenapa tak merindukan adikmu?"

"Ya,bisa dibilang seperti itu, aku tak yakin dia akan senang ku temui."

Obito menatap Itachi lalu dia alihkan melihat laut di depannya, "Kalian sudah berpisah sejak lama."

Itachi terdiam sejenak, "Oya, apa yang kau kerjakan sekarang?" Itachi mengalihkan pembicaraan.

"Pekerjaanku ya? Pekerjaan yang menyenangkan." Obito tersenyum sinis Itachi melirik ke arahnya, "Maksudmu?"

"Pekerjaanmu sekarang apa?"

"Membantu ibu di toko kue kecil-kecilan punya kami."

"Ah, baiklah, ayo ikut aku."

"Ini kan..." Itachi terdiam

"Ya, ini pekerjaanku."

Itachi melihat banyak senjata yang di simpan di kotak yang terbuat dari kayu dan banyak melihat bungkusan serbuk putih yang diperkiraan adalah narkotika, "Ini pekerjaanmu? Mengapa Obito? Kau menjerumuskan diri di pekerjaan gelap ini"

"Aku putus asa, Itachi."

To Be Continue

Mohon maaf telat updetnyaa, ini dikarenakan situs diblokir, terimakasih bagi yang sudah membaca, mem-fav, merepiu fic ini. Many thanks to all.. *kisses* wahaha

Mind to repiu?

Arigatou :)