Chapter 2: Pertemuan

Naruto Milik Masashi kishimoto

Pair: Naruhina

Warning: Typo,Ooc,AU

Rate: T

"Gelap , dimana ini"

Dengan bingung aku berjalan menyusuri lorong gelap dan sepi, sampai aku melihat ada sinar didepan sana, sesaat aku merasa lega dan mempercepat langkahku mendekati sinar itu.

Luas, aku bisa melihat padang rumput yang luas dengan sebuah pohon sakura yang sedang beguguran, aku berjalan mendekati pohon sakura itu dengan perlahan .

Ahhh~ apa aku sudah mati? cepat sekali.

Aku mendudukan diriku dan bersandar sambil menikmati kelopak bunga sakura yang berguguran. Apa akan ada malaikat yang datang untuk menjemput ku sekarang?

Menyedihkan sekali jika aku mati seperti ini, aku bahkan belum melakukan apapun.

" Hinata "

Aku tersentak. Aku tau suara ini, suara yang selama ini aku rindukan, suara yang telah hilang dan tidak bisa aku dengar lagi sejak 20 tahun lalu. Aku menoleh, bisa kulihat penampilannya masih sama seperti terakhir kali aku melihatnya, beda dengan dulu yang berwajah pucat, kini wajahnya terlihat bersinar dan sehat, tidak lupa dengan senyum lembutnya.

" Okaa-san "

Benar, dia ibuku, ibu yang kurindukan, aku menghapirinya dan segera memeluknya untuk menyalurkan rasa rinduku, sesaat aku berfikir bahwa aku pasti sudah mati.

" Hinata rindu okaa-san, apa sekarang Hinata sudah mati dan apa okaa-san datang untuk menjemput ku?"

Kaa-san melapaskan pelukannya dan mengajak ku kembali duduk. Aku merebahkan diriku dipangkuannya menikmati rasa hangat yang sudah lama tidak aku rasakan.

" tentu saja tidak sayang, masih banyak waktu yang harus Hina-chan lakukan "

" tapi lebih baik Hinata mati sekarang saja dan bersama Okaa-san. "

Kaa-san tersenyum sambil menggeleng. "eumh~ masih banyak yang bisa Hina-chan lakukan, jadi selagi Hina-chan ada waktu bersenang-senanglah sayang nikmati hidup mu."

" Okaa-sannn"

Hinata terbangun dengan nafas memburu, dia melihat sekeliling dan sadar jika dia berada di kamarnya.

" ternyata hanya mimpi " Hinata bergumam sambil melihat figuran fotonya dan kaa-san diatas meja, tampa sengaja Hinata melihat amplop coklat yang mengingatkannya pada kejadian tadi siang.

Hinata menghela nafas dan turun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Waktu menunjukan pukul 7 malam saat Hinata keluar dari kamar mandi, Hinata berjalan menuju meja kerja disamping tempat tidurnya. Hinata membuka laci-laci meja dan mengambil sebuah buku memo kecil dan pulpen. Hinata berpikir sejenak sebelum menulis sesuatu dimemo tersebut, terlihat beberapa kali Hinata menghela nafas dan mencoret kembali tulisannya. Hinata sudah memikirkan pada saat dia mandi tadi tentang mimpinya dan apa yang ibunya katakan, jadi dia memutuskan untuk menulis daftar keinginan yang akan dia lakukan sebelum ia mati, tapi bahkan sampai saat ini pun dia masih belum tau apa yang dia inginkan.

Hinata kembali menghela nafas dan menyembunyikan wajahnya dilipatan tangannya.

" apa yang harus aku lakukan Okaa-san "

Tok tok tok " Onee-chan, ayah memanggil mu untuk makam malam."

Hinata tersentak saat mendengar Hanabi yang memanggilnya dan segera membuka pintunya.

" baiklah aku segera turun. " Hinata berbegas turun menuju meja makan yang sudah berisi anggota keluarganya.

" seharusnya kau tau kapan waktunya untuk makan malam Hinata "

" gomenasai otou-san."

Hinata segera duduk di samping Neji dan mulai makan dengan perlahan.

" bagaimana dengan sekolah mu Hanabi?"

" berjalan lancar tou-san, minggu lalu aku berhasil memenangkan olimpiade tingkat nasional." Dengan tenang Hanabi menjawab pertanyaan Hiasi sambil melanjutkan memakan makannya.

" hm. Neji bagaimana dengan pembangun hotel kita yang di Korea?"

" berjalan lancar tou-san, beberapa waktu ini ada investor yang tertarik untuk menanamkan saham untuk pembangunan resort kita yang baru ."

" hmm, bagus setidaknya semua berjalan lancar."

Hinata mengeratkan pegangan pada sumpitnya sambil menunduk menedengar percakapan ayahnya dengan Hanabi dan Neji, mereka berdua memang patut dibanggakan dengan segudang prestasinya.

" bagaimana dengan mu Hinata?"

Hinata masih terdiam memikirkan betapa menyedihkannya dirinya dibanding saudara-saudaranya sampai ia tidak mendengar Hiashi yang mengajaknya berbicara.

"ehem" Hinata tersentak dari lamunannya saat mendengar hiashi berdeham dan melihat jika semua yang ada di meja makan sedang menatapnya.

" hai' tou-san. "

" kau kehilangan fokus mu Hinata, aku bertanya bagaimana dengan pekerjaan mu?"

" go-gomenasai, pekerjaan ku baik-baik saja tou-san." Hinata semakin mengeratkan tangannya sambil menunduk, dia tau kemana arah pembicaraan ini akan berlanjut.

" kau masih bekerja bekerja di perusahaan milik Uzumaki itu?"

"hai' tou-san, Hinata hanya ingin mempunyai pengalaman kerja."

" jika kau ingin mencari pengalaman kerja bukannya lebih kau bekerja dikantor dan membantu ku Hinata dari pada harus bekerja diperusahaan lain walaupun itu rekan bisnis kita sendiri."

Mendengar Neji, Hinata kembali menundukan kepalanya.

" benar yang Neji-nii katakan, dari pada bekerja diperusahaan lain akan lebih baik jika nee-san berkerja di perusahaan milik hyuga, entah kenapa mengetahui jika nee-san bekerja diperusahaan lain terlihat seperti kau menghianati keluarga nee-san."

Hinata tersentak mendengar apa yang dikatakan Hanabi, penghianat katanya apa Hinata terlihat seperti itu .

" biarkan kakak mu memilih apa yang dia mau hanabi, lebih baik kau fokus dengan sekolah mu." Entah apakah Hinata harus merasa senang atau sedih mendengar ayahnya yang membelanya dengan tatapan dingin seolah tidak perduli.

" go-gomen, aku sudah selesai terimakasi makanannya."

Hinata meletakan piringnya dan segera pergi kekamarnya, setelah sampai di kamar, Hinata menutup pintu dan menuju ke meja kerjanya, membuka memo dan mulai menulis daftar keinginannya.

.

.

.

Pagi menjelang Hinata mengerjapkan matanya dan bangun dengan perlahan, matanya beralih melihat jam weker dinakas samping tempat tidur yang menunjukan bahwa sekarang sudah pukul 5 pagi. Hinata bergegas turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, mungkin hari ini akan menjadi hari yang sibuk.

30 menit kemudian Hinata keluar dari kamar mandi dengan megunakan handuk, ia membuka lemari dan memilih baju yang menurutnya cocok digunakan hari ini .

Setelah Hinata selesai bersiap Hinata mengambil tasnya dan segera turun dari kamarnya menuju meja makan .

"ohayo Hanabi-chan." Uncap Hinata sambil duduk dan mengambil roti dan menaburinya dengan selai blueberry

" hmm. Ohayo " ucap Hanabi tenang sambil mengunyah rotinya.

" Neji-nii dan otou-san tidak ikut sarapan ?"

" mereka baru saja berangkat ke luar Negri seperti biasa." Hanabi berdiri dan mengambil tas sekolahnya.

" kau sudah selesai Hanabi?."

" hmm, terimakasi atas makanannya." Hanabi mengambil tas sekolahnya dan berjalan meninggalkan Hinata.

Hinata duduk sambil melanjutkan memakan rotinya. Selalu seperti ini, Ayah dan Neji-nii yang jarang dirumah dan Hanabi yang sibuk dengan sekolahnya dan tinggalah Hinata sendiri.

"hahh~" Hinata melihat jam dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul 7 pagi , mungkin dia juga harus segera berangkat kekantor sebelum dia terlambat.

.

.

.

Seperti hari kerja lainnya hari ini pun kereta menuju distrik Hashirama sesak dengan penumpang yang akan menuju tempat aktivitasnya masing-masing. Tidak sedikit penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk, Hinata salah satunya yang saat ini sedang berdiri sambil berdesak-desakan didalam kereta, terlihat dengan jelas ekspresi Hinata yang tidak nyaman, setidaknya kurang dari 10 menit lagi ia akan sampai ke stasiun berikutnya, jadi dia hanya perlu bertahan sedikit lagi.

Itulah yang seharusnya terjadi jika saja tidak ada orang yang tidak bertanggung jawab yang dengan seenaknya meraba bokongnya.

Awalnya Hinata hanya bisa diam karna takut, tapi bahkan sampai kereta hampir berhenti pun orang itu tetap meraba bokongnya.

Hinata yang merasa ini sudah keterlaluan pun memberanikan dirinya berbalik dan langsung memukul orang yang ada dibelakangnya sambil berteriak.

"kyaaaaaa!. Jauhkan tanganmu dari ku hentai brengsek." tidak perduli dengan tatapan orang-orang yang berada dikereta Hinata mengayunkan tasnya dan memukul laki-laki berambut pirang bermata sapir.

" heiii nona apa yang kau lalukan, hentikan!"

Laki-laki tersebut terus berusaha menghentikan Hinata yang sama sekali tidak perduli dan terus memukulnya dengan tas tangan yang cukup besar. Merasa kereta sudah berhenti dan pintu kereta yang sudah terbuka , Hinata segera beranjak dari sana menuju pintu keluar meninggalkan laki-laki berambut pirang tersebut.

" ckk, sialan." Laki-laki berambut pirang tersebut segera berdiri dan merapikan pakiannya lalu berjalan ke pintu keluar sambil mengeluarkan ponselnya.

" halo, jemput aku distasiun Hashirama "

" aku tidak mau tau, karna kau aku jadi terkena sial dikereta. Kirim seseorang untuk menjemputku"

" hmm, aku tunggu dipintu keluar."

Beberapa saat kemudian mobil ferarri berwana hitam berhenti tepat didepan laki-laki berambut pirang tersebut.

" kenapa kau selalu menyusahkan Naruto. "

Laki-laki berambut pirang tersebut duduk disebelah kursi pengemudi dengan wajah kesal.

" ckkk, ini semua karna paman Kakashi, sebaiknya kita langsung berangkat Sasuke."

"hmm." Laki-laki yang dipanggil Sasuke itu bergegas pergi.

" hey Sasuke , kau tidak ingin bertanya bagaimana aku bisa menggunakan kereta ?"

" hnn, kau bisa cerita nanti Naruto, sebaiknya kita bergegas aku ada janji dengan klien didekat kantor mu."

Mendengar itu Naruto semangin cemberut dan mulai merapikan pakaiannya." Kau menyebalkan Teme."

Sasuke menyeringai " itu nama tengahku."

"ckkk, brengsek."

.

.

.

Hinata tiba dikantor tepat pukul 08.00 pagi, melihat lift yang akan tertutup Hinata berlari kecil menuju lift.

" Hinata ohayou." Hinata menoleh keasal suara dan tersenyum.

" ohayou Sakura-san."

"tidak biasanya kau datang sedikit terlambat, dan kenapa dengan pakaianmu yang terlihat berantakan itu Hinata?"

Hinata hanya bisa ternyum sambil merapikan pakaiannya.

" Hinata apa kau tau, kudengar hari ini direktur akan datang kekantor."

Hinata menoleh kearah Sakura. " bukannya Minato-san memang sudah biasa untuk datang kekantor Sakura-san?"

" bukan Minato-san Hinata, tapi anaknya yang baru pulang dari luar Negeri."

Hinata memang pernah mendengar jika atasannya akan segera pensiun dan menyerahkan semua tugas kepada anaknya, tapi dia tidak tau jika hari ini saatnya. Hinata harap direktur yang baru sama baiknya dengan Minato-san.

TING

Pintu lift terbuka, Hinata dan sakura pun bejalan menuju ruangan tempat mereka bekerja.

" tapi Hinata, aku dengar anak pak direktur sangat tampan loh."

Hinata menoleh kearah Sakura dan akan menanggapi Sakura tapi urung saat mendengar pengumuman yang mengharuskan semua pegawai berkumpul di loby kantor.

.

.

.

Naruto tiba dikantor pukul 09.00 pagi dan disambut dengan Kakashi yang sudah tiba dikantor terlebih dahulu.

" terimakasi Sasuke." Naruto tersenyum manis membuka pintu mobil Sasuke.

" jangan tersenyum seperti itu padaku Dobe, aku masih normal." Seketika senyum Naruto menghilang.

" sialan." Naruto langsung pergi meninggalkan Sasuke dan menghampiri Kakashi yang sudah menunggu.

Sasuke yang melihat kelakuan Naruto hanya bergumam dan melajukan mobilnya.

" Paman sudah sampai dari tadi?" tanya Naruto sambil berjalan masuk menuju Uzumaki corp di ikuti dengan Kakashi disampingnya.

" tentu saja, bagaimana dengan mu? Kenapa baru sampai kantor dan ada apa dengan pakaianumu Naruto?"

" ckk, ini gara-gara paman yang menyuruhku pergi kesini menggunakan kereta."

Ujar Naruto cemberut. Namun ekspresi cemberut itu berubah saat Naruto mulai memasuki loby yang sudah perdapat kariawan yang berkumpul dan serentak bembungkuk kepada Naruto. Naruto mengedarkan pandangannya kepada seluruh pegawai sampai ada salah satu pegawai yang menarik perhatiannya. Seorang gadis berambut indigo sepunggung dengan mata lavender yang juga sedang menatapnya.

Naruto tersenyum tipis dan berbisik. "kena kau."

.

.

.

Tbc.

Huaaaaahhh akhirnya bisa update juga, bahaginya hatiku. Dan terimakasi untuk orang-orang telah menyemangati saya, kalian luar biasaaa *

Pojok review:

Q: HimeNara-kunchapter 2 . Jun 6

Ni apakah remake dari fic yg dlu critanya hinata kna kanker trus d vonis umurnya gak lma, trus dy pngen ngersain sex utk yg prtama kalinya.

Nah dy mncari laki-laki yg tpat, ekh lalu ktemu deh ma Naruto.

Iya bukan ?

A: bukan ini fic yang beda dengan autor yang berbeda

Q: Detty Galuh Pchapter 1 . Jun 5

lanjut ya kak, penasaran hehe

A: ini sudah lanjut semoga terhibur ya

Q: EnurSukichapter 1 . Jun 5

baca summary nya jadi inget your lie in April deh... apa emang terinspirasi dari animenya?oke aku follow dulu

A: ya sedikit terimpirasi :D

Q: Autmn chapter 1 . Jun 5

Lanjut... penasarn sama ceritanya

A: ini sudah lanjut.

terimakasi dan ditunggu ya review selanjutnya