Rasanya disini jadi weaboo korea hahaha. Saya tetap suka lagu Jepang no 1 lalu lagu barat dan terakhir Indonesia. Alasannya, karena lagu Jepang itu bagus dan terkadang artinya bagus haha 3. Lalu, lagu barat itu catchy dan keren. Saya memilih indonesia terakhir, karena saya nggak terlalu suka girlband/ boyband indonesia. Mentok-mentok pun, Raisa, Afgan, Tulus dan lagu jazzy lainnya.


Rika Miyake Present

Fate meeting

Disclaimer: Yaap, Vocaloid bukan punya saya tapi OC dan ceritanya nya jelas punya saya

Mohon maaf atas kesalahanku yaa!

kurang feels dalam cerita ini, ada typo, ada titik koma tidak tepat, alur kecepatan dan EYD yang tidak sesuai

kalau tidak ada kesalahan, rasanya aku senang sekali haha XD.


3. Pop star in Kanou Gakuen

"Ohayou(selamat pagi)"sapa Luka.

"Ohayou mo(selamat pagi juga)"balas seorang gadis cantik berambut cokelat.

"Seperti biasa kau adalah morning person, Chiko."kata Luka. Gadis yang dipanggil Chiko hanya tertawa kecil.( Morning person: Orang yang selalu beraktivitas di pagi hari dan bangun di pagi hari sekali.)

Chiko adalah ketua kelas 12-3—kelas Luka—Chiko, Luka, Miku, dan Rin berteman cukup baik. Nama lengkap Chiko adalah, Chiko Fukae biasa dipanggil Hiko-chan oleh Miku, dan Hiko-senpai oleh Rin. Chiko mempunyai teman masa kecil bernama Shinnosuke Ashihara atau biasa dipanggil Shin. Shin sendiri adalah pembuat onar kelas. Shin dan Chiko sering sekali bertengkar. Biasanya, Shin yang mulai menggoda Chiko lalu Chiko akan marah atau mengacuhkannya. Chiko juga adalah teman sebangku Luka.

"Yah, kau tahulah."kata Chiko.

"Tahu apa?"tanya Luka.

"Tugas ketua kelas banyak. Aku harus datang pagi karena harus meng-absen murid dan membuat daftar piket yang hilang."kata Chiko seraya menghela napas. Luka duduk disampingnya seraya menepuk pundaknya.

"Tenang saja, setengah tahun lagi, kok."kata Luka.

"Dan kita akan lulus."lanjut Chiko. "Aku akan kangen dengan Michan dan Rinny."kata Chiko seraya menatap langit-langit kelas.

"Wah, kamu beruntung bisa menjauh dari mereka berdua, Chiko. Sementara aku, stuck dengan mereka berdua."kata Luka seraya menghela napas dengan keras. Chiko tertawa. "Sepanjang hidupku."lanjut Luka.

"Justru, kamu beruntung sekali. Mempunyai teman yang baik dan perhatian kepadamu."kata Chiko seraya tersenyum lembut.

"Yah, aku tak bisa membayangkan hidupku tanpa mereka sih.."kata Luka seraya berandai-andai.

"Uh, hidupmu pasti berantakan tanpa kami."lanjut seseorang. Luka menatap kearah Chiko. Sementara, Chiko hanya mengangkat bahu tanda bukan dia yang berbicara.

"Hei, aku disini."kata suara tersebut.

Luka menatap kearah pintu kelasnya. Disana, ada gadis berambut pendek bewarna honeyblonde denga pita putih besar—yang membuatnya terlihat sedikit lebih tinggi—dan bermata cerulean yang indah. Sebelahnya, ada gadis berambut teal diikat twintail dengan ekspresi tenang dan memancarkan aura menenangkan dari dirinya, mata turquoisenya mengerjap dengan indah.

"Oh, hai Miku dan hai Rin."kata Luka.

"Ohayou, Luka-chan."kata Miku kalem. Luka hanya mendengungkan suaranya sebagai jawaban.

"Michan dan Rinny ada apa kesini?"tanya Chiko dengan suara lembut. "Kenapa tidak masuk saja daripada nunggu di depan kelas kami?"tanya Chiko.

"Ah, Tidak apa-apa. Kita baru datang, kok."kata Miku. Rin mengangguk lalu mengambil napas untuk bersiap-siap bicara.

"Aku mau mengundang kalian semua untuk menginap dirumahku!"ujar Rin mantap.

"Yang dimaksud kalian itu siapa?"tanya Luka.

"Eh, tentu saja Len, kau, Miku, Chiko, dan Shin senpai."kata Rin.

"Oh."ujar Luka. "Terserahlah, sepertinya aku ikut daripada aku mati bosan di apartemenku hari ini."lanjut Luka.

"Eh, Rin. Ajak juga Gakupo-san!"ujar Miku yang tiba-tiba bersemangat.

BRUUUH!

Luka dengan tidak elitnya menyemprotkan air mineral yang sedang ia minum kedepannya—yang untungnya di depan dia tidak ada siapa-siapa— (Eh, kapan si Luka minum ya?)

"Buset. Santai dong!"kata Rin seraya melompat kesamping untuk menghindari semburan Luka.

"U-untuk apa mengundang dia!"seru Luka.

"He? Suka-suka aku dong mau ngundang siapa. Memangnya kau keberatan?"tanya Rin seraya menyerigai.

"E-etto...."Luka hendak berkata sesuatu namun akhirnya hanya menunduk dengan muka blushing.

"Damn it!harusnya aku merekammu tadi!"kata Rin.

"He. Sudah kurekam kok, Rin."kata Miku seraya tersenyum. Rin ikut tersenyum seraya mengacungkan jempol.

"What?! Jangan direkamm!"seru Luka seraya menatap Miku tajam.

"Muka aib Luka dan rona merah di wajah sang Luka itu jarang lho!"seru Rin.

"Hapuus!"Seru Luka seraya menerjang Miku. Miku ambruk ke lantai. Dengan segera, tubuhnya merasakan serangan kelitikan dari Luka.

"Ahh! Hentikan! Hentikan!"seru Miku seraya tertawa terbahak-bahak.

"Rin-chan! Ambil Handycam milikku!"seru Miku di tengah tawanya. Dengan secepat kilat, Rin mengambil handycam milik Miku dan menyembunyikannya.

"Ini untuk ulang tahunmu nanti, Luka."kata Rin seraya tertawa jahat. "Aibmu akan tersebar!"lanjut Rin.

"Kami akan menampilkan aibmu ini di proyektor kelas saat kamu ulang tahun!"seru Miku seraya tertawa.

Luka pun akhirnya pundung di pojokan dengan Chiko yang sibuk menenangkannya. Sementara, Rin dan Miku sibuk tertawa jahat dan merencanakan rencana. Untungnya, kelas masih pagi jadi tidak ada orang yang datang. Hanya beberapa tas yang ada menempati bangku kosong. Jadi, mereka tidak melihat aksi gila tersebut.

"Ehm."

Dengan seketika, Luka, Rin, Chiko, dan Miku menatap horror kearah pintu. Ekspresi mereka tidak tegang lagi saat mengetahui siapa orang tersebut.

"Shinnosuke Ashihara. Tumben kau datang cepat."kata Chiko seraya bangkit dan menghampiri kearah Miku dan Rin.

"Ah~ Chiko Fukae si morning person. Aku kali ini masuk pagi agar bisa bertemu denganmu, ketua."kata Shin seraya mengangkat tangan Chiko dan menciumnya.

"Apa-apaan!"seru Chiko dingin seraya mengibaskan tangannya. Di pipinya, ada rona merah pink. Tentu saja, rona itu asli dan bukan karena blush on make up.

"Yo, Shin!"sapa seseorang. Mereka kembali melihat kearah pintu kelas 12-3 ada laki laki berambut honeyblonde,bermata cerulean, dan dikuncir ponytail.

"Oh, hoi, Len!"seru Shin seraya melambaikan tangan.

"Oh, hai M-Miku.."kata Len seraya blushing dan menggaruk lehernya.

"Hai L-Len.."kata Miku tak kalah gugup.

Sunyi.

"Kalian ini. Padahal sudah 17 tahun berteman tapi tetap saja selalu malu-malu!"kata Rin seraya merangkul Len dan menggosok-gosokkan kepala Len.

"Rin, Itai!"seru Len saat Rin menggosok-gosok kepalanya seakan Len itu anak kecil.

"Kata siapa rasanya tidak sakit?"tanya Rin. Len hanya mencibir kesal.

"Karena kalian semua sudah berkumpul," Rin mengambil udara sebanyak-banyaknya lalu menghembuskannya dan tersenyum simpul, "Aku akan memberitahu kalian! Sebuah rencana yang menyenangkan!"seru Rin seraya naik keatas meja dan berdiri diatasnya.

"Oy! Jangan seenaknya berdiri disitu!"seru Luka seraya menunjuk kearah Rin yang sedang duduk diatas meja miliknya.

"Memangnya ini meja milikmu?"tanya Rin.

"Tentu saja, baka!"seru Luka.

"Ini meja milik sekolah bukan milikmu.."kata Rin. Luka hanya mencibir kesal.

"Jadi, aku akan mengundang kalian ke kediaman rumah Hatsune!"seru Rin.

"Apaah?!"seru si empunya rumah Hatsune(Eh, bukan rumah sih. Tapi, apartemen.)

"Gomen! Maksudku rumah Kagamine!"seru Rin.

"Hah? Menginap di rumah kalian?"tanya Shin seraya menunjuk kearah Rin dan Len.

"Hush! Kau tak sopan Shin!"tegur Chiko. Shin hanya menggerutu.

"Kalau kau tak mau ikut tak apa, Shin. Demo(tapi), cewekmu itu menginap di rumahku."kata Rin.

"Chiko, kau menginap di rumah Rin?"tanya Shin.

Wajah Chiko segera memerah dan ia segera mengeluarkan sapu tangannya dari saku roknya, "I-iya! Tapi kan aku bukan cewekmu."kata Chiko.

"Akan menjadi cewekku, Hiko Hime-sama."kata Shin.

"Hiko-senpai. Kenapa menutup hidungmu dengan sapu tangan?"tanya Rin. Wajah Chiko tambah memerah.

"Kau tidak tahu?"tanya Shin.

"Tahu apa?"tanya Rin.

"Kalau Chiko itu—"

Mulut Shin segera ditutup oleh Chiko dengan tangannya. Sementara, Chiko menjawab pertanyaan Rin dengan sebuah senyuman dan kata-kata 'bukan-apa-apa'.

"Kau akan mati bila kau memberi tahu Rin."bisik Chiko dengan nada lembut namun menyeramkan di telinga Shin.

"Sampai kapan kau mau menyembunyikan fakta bahwa kau mudah mimisan kalau sedang malu!?"bisik Shin.

"Entahlah."kata Chiko dengan nada biasa seraya mengangkat bahu.

"Hei, sudah bermesraanya! Hargai jomblo dong!"seru Len.

"Bila kau berkata seperti itu, kau terlihat sangat jones, Kagamine-san."cibir Chiko.

Semuanya tertawa kecuali Len yang berwajah masam.

"Nanti sebelum kerumahku, kita akan ke mall dulu!"seru Rin.

"Eh! NGGAK!"seru Len dan Shin.

"Siapa juga yang mengajak kalian?"kata Rin. Luka, Miku, dan Chiko tertawa kecil.

"Kalian pulang duluan sementara kami berempat ke mall. Lalu, ke rumah Chiko untuk mengambil baju dan terakhir ke apartemen Luka untuk mengambil baju. Kalian lakukan hal laki-laki yang biasa lakukan. Bermain game, bermain apalah terserah kalian."kata Rin.

"Kapan kalian pulang?"tanya Len.

"Entahlah. Mungkin sekitar jam 4 sore paling lama."kata Rin. Len mengangguk.

Kriiinggg!
Rin, Miku, dan Len mendesah pelan sebelum mereka bertiga keluar kelas 12-3. Mereka menuju kelasnya masing-masing.

"Kamu ikut kan, Luka?"tanya Chiko saat mereka berdua sudah duduk di bangku.

"Mhm."jawab Luka.

Beberapa saat kemudian, seorang wanita bermodel rambut pendek bewarna cokelat masuk ke dalam kelas. Mata cokelatnya yang bening memancarkan kelembutan, senyumnya bahkan sangat menawan dan ia terkesan selalu awet muda walaupun umurnya sudah berkepala 3. Umurnya baru 35 tahun tahun ini, dialah Meiko sakane. Ia hari itu memakai blazer bewarna merah, kemeja hitam, rok selutut sepan bewarna merah,dan high heals merah.

"Ohayou gozaimasu."sapa wanita itu ramah.

"Ohayou gozaimasu mo."sapa murid-murid.

Mata cokelat itu menatap kearah Luka yang kini sedang tersenyum kearahnya. Meiko pun ikut tersenyum(ingat kan Meiko yang muncul di chapter 1?)

"Baiklah, kita mulai pelajaran hari ini. Buka halaman 62."kata Meiko. Semua murid menurut dan membuka buku. Dan dimulailah hari itu.


Luka POV:

Aku menatap bayanganku di depan cermin. Setelah membasuh wajah, aku tersenyum kecil.

"Luka?"tanya seseorang. Aku membalikkan badannya dan bertemu dengan seorang wanita cantik berambut teal yang diikat twintail.

"Oh, Miku."kataku lalu kembali melanjutkan aktivitasku.

"Kau benar-benar tidak keberatan Gakupo-san menginap dengan kita?"tanya Miku seraya berjalan mendekatiku.

Aku terdiam.

"Yah, soalnya kamu terlihat agak tidak suka sih.."kata Miku. Aku masih terdiam.

"Gakupo-san itu orang baik, kok."kata Miku.

"Aku tahu."kataku.

"Kemarin, dia membantuku untuk membuat sarapan untukmu."kata Miku.

"Hontou ni(Benarkah)?"tanyaku.

"Iya. Dia memaksa untuk ikut membuat roti itu.."kata Miku seraya tersenyum kecil, "Dia memang membuat dapur apartemenku berantakan. Tapi toh tak apalah, dia kelihatan senang sekali saat rotinya berhasil."kata Miku seraya menyisir rambut tealnya.

"Dia juga mengangkatmu dari beranda apartemenmu dan memindahkanmu ke kasur."gumam Miku.

"Hah?"tanyaku.

"Tidak apa-apa."kata Miku dengan wajah panik. Aku tahu Miku menyembunyikan sesuatu namun toh aku tidak terlalu peduli.

"Nanti temani aku beli mascara ya."kataku. Miku mengangguk. Akhirnya, aku bisa mengalihkan pembicaraan yang tak ingin kubicarakan itu.

"Punyamu habis?"tanya Miku. Aku mengangguk.

"Kenapa tidak bersama Rin?"tanya Miku.

"Entahlah. Lagi ingin bersamamu saja."kataku.

"Ok, baiklah."kata Miku. Lalu, kemudian sunyi.

"Luka, Gomen ne. Aku harus segera ke kelas."kata Miku. Aku mengangguk. Miku pun tersenyum kecil seraya membalikkan badan dan melangkah keluar dari toilet.

"Haah.."desahku. Aku menatap diriku di cermin lalu segera meninggalkan toilet.


Normal Pov:

Kriinggg!

"Baiklah anak-anak, pelajaran sensei berakhir disini dulu, Konnichiwa."ujar Meiko.

"Konnichiwa."seru semua anak. Dengan ribut, semua anak keluar. Luka dan Chiko berjalan keluar kelas dengan pelan dengan Shin mengikuti Chiko.

"Megurine-san, chotto matte." Panggil Meiko. Luka membalikkan badannya dan menoleh kearah Meiko. Dengan memberi kode kearah Chiko dengan 'pergi-ke-kantin-duluan-'akhirnya, Chiko mengangguk mengerti.

"Ada apa, sensei?"tanya Luka.(Sensei: Panggilan guru dalam bahasa jepang)

"Kudengar, Sabtu kemarin memarahimu ya?"tanya Meiko.

Luka terdiam sebentar. Ya, Kaito shion adalah pemimpin dari Crypton co. Usianya tidak terlalu tua, ia masih berumur 30 tahunan dan belum menikah. Ia bertunangan dengan Meiko, wali kelas Luka.

"Begitulah."kata Luka.

"Apakah dia memarahimu terlalu keras? Aku minta maaf atas nama dia ya."kata Meiko dengan menunjukkan ekspresi bersalah.

"Iie(Tidak apa-apa), Meiko sensei. Toh, aku memang biasa dengan kemarahan Kaito-sama."kata Luka seraya menghela napas.

"Kau memanggilnya Kaito-sama?"tanya Meiko heran.

"Yah, begitulah. Seluruh karyawannya harus memanggilnya begitu."kata Luka.

"Typical Kaito."ucap Meiko seraya tertawa kecil. Melihat itu, Luka tersenyum kecil.

"Ah, Meiko sensei kapan menikah dengan Kaito-sama?"tanya Luka seraya tersenyum.

"Ah, Belum tahu."kata Meiko dengan wajah memerah. "Kurasa satu tahun lagi."kata Meiko.

Luka mengerjap dan mulutnya membentuk huruf 'O'. Lalu, cepat-cepat ia kembalikan ekspresinya seperti semula sebelum ada yang melihatnya.

"Nanti undang aku dan teman-temanku ya, Sensei."kata Luka seraya tersenyum lebar.

Meiko mengelus rambut Luka seraya tersenyum, "Tentu saja!"seru Meiko seraya tertawa.

Setelah mengucapkan permisi, Luka pun keluar dari kelas 12-3 dan berjalan kearah kantin. Di kantin, ia menemukan satu meja yang berisi teman-temannya.

"Hai!"seru Luka. Semua orang disitu hanya tersenyum. Luka pun duduk diantara Miku dan Rin. Disebelah Miku ada Len, disebelah Len ada Shin, disebelah Shin ada Chiko, dan disebelah Chiko ada Rin.

"Kau memesan apa untuk makan siang hari ini?"tanya Miku.

"Aku? Udang panggang lemon bawang dengan mashed potato dan jus jeruk."kata Luka yang habis membeli makanannya.

"Tumben tidak ada tuna."kata Rin. "Kan, kau biasanya penggila tuna."lanjut Rin.

"Sedang tidak ada tuna."kata Luka. "Bagaimana dengan kalian?"tanya Luka.

"Salmon sashimi dan Ocha dingin(teh hijau)"kata Chiko seraya melahap satu sashimi salmon yang telah diberi jeruk nipis. Tentu saja, Chiko membuatnya sendiri.

"Chicken vegie burger dan jus jeruk."sahut Shin yang baru membeli dari kantin.

"Salmon steak buatan Miku dan jus jeruk!"seru Rin seraya tertawa. Miku hanya tersenyum kecil.

"Hei! Kau membuatkan dia makanan, Miku?"tanyaku.

"Iya. Tadi dia mengunjungi apartemenku, sementara kau sudah pergi duluan."kata Miku.

"Ahh!"erangku. Miku dan Rin tertawa.

"Udang goreng tepung bikinan sendiri dengan saus bawang dan air mineral."kata Miku seraya tersenyum.

"Papperoni pizza dan coca cola."kata Len datar.

"Kau makan junk food lagi, Len?"tanya Chiko seraya mendecakkan lidah. Miku dan Chiko merupakan dua orang yang punya aura baik dan keibuan serta sangat suka hidup sehat. Tapi, memang lebih keibuan Chiko daripada Miku.

"Tentu saja tidak! Itu buatanku dan seratus persen sehat."kata Miku seraya megacungkan jempol. Len hanya tersipu malu sementara yang lainnya tertawa.

"Kau membuatkan Len juga?"tanya Luka seraya menatap sengit Len.

"Ya!"kata Miku seraya tersenyum. "Eh? Memangnya kenapa?"tanya Miku seraya memiringkan kepalanya. Luka tidak menjawabnya.

Luka dan Len saling adu kontes mata dengan tatapan mengintimidasi. Telepati mata dimulai.

Luka: italic Len: Bold

"Kau beruntung kali ini, Kagamine."

"Bukan kali ini tapi untuk selamanya"

"Kenapa kau yakin sekali, huh? Padahal dia sangat mencintai Mikuo bukan kau."

"Aku bisa merubah itu."

"Sangat tidak mungkin. Kesempatanmu itu 0,1 % tahu!"

"Kita lihat saja. Setidaknya, tidak 0% masih ada kesempatan~"

"Terserahlah."

"Eh, kalian tahu. Kalau katanya ada murid baru yang akan pindah kesini!"seru Rin. Seketika, adu kontes antar Len dan Luka pun berhenti. Kedua orang itu kembali fokus pada makanan mereka.

"Hee, tau darimana? Terus kelas berapa?"tanya Chiko seraya memakan sashiminya.

"Aku dengar dari kepala sekolah."kata Rin.

"Bukan dengar tapi menguping, kan?"tanya Luka. Rin hanya tertawa kecil seraya menggaruk kepalanya dan terlihat rona pink di wajahnya.

"Hehehe..iya. Lalu, dia nanti di kelas kalian Luka, Chiko, dan Shin."kata Rin.

"Di kelas kami?"tanya Chiko.

"Yup. Kudengar dia artis."kata Rin.

"Wah, wah. Sainganmu, Luka."komentar Shin.

"Aku tak mau ambil pusing itu."kata Luka datar.

Setelah bel tanda istirahat berakhir dibunyikan, mereka pun kembali ke kelas masing-masing.


Rin POV:

"Tadaima.(aku pulang)"ucapku.

"Okaeri.(selamat datang)"jawab Len.

"Dimana kak Soo young?"tanyaku. Aku memang lebih dekat dengan SeeU sementara Oliver lebih dekat dengan Len.

"Oh, dia belum pulang."Sahut Len yang masih asyik bermain video game dengan Shin.

"Capek, Kagamine-san?"goda Shin.

"Tentu saja."jawabku seraya menghepaskan tubuhku keatas sofa.

"Dimana Miku?"tanya Len.

"Kau perhatian sekali pakai acara mencari Mi—"kataku.

"Aku disini"potong Miku yang baru muncul belakangan karena habis menaruh sepatu di rak sepatu.

"Kenapa mencariku?"tanya Miku seraya duduk disampingku. Aku melihat kearah Len yang sedang blushing.

"Ti-tidak ada apa-apa."jawabnya. Miku hanya mengangkat bahu lalu mengobrol dengan Luka.

"Hei, Onni-chan. Harusnya, Onni-chan segera tembak Miku."bisikku. Len memang hanya beberapa detik lebih tua denganku.

"A-apaansih.."kata Len.

"Ya, benar kata adikmu, bro."kata Shin seraya menepuk pundak Len.

"Dia sudah mempunyai pacar tapi.."kata Len. Aku tertawa.

"Itu tidak menjadikan alasanmu untuk menyerah, bukan?"tanyaku. Len hanya terdiam.

"Hei, Rin. Dimana kamar mandinya?"tanya Miku.

"Oh ya, kulupa kalian bertiga belum pernah kesini kecuali si orang ini."kataku seraya menunjuk kearah Shin.

"Shin sering main disini?"tanya Chiko.

"Yep. Dia suka sekali bermain video game dengan kakakku ini."kata Rin.

"Cepatlah beritahu dimana tempatnya, Rin."kata Luka.

"Memangnya kau yang mau ke toilet.."cibir Rin.

"Sudahlah, aku saja yang antar. Ayo, Miku."ajak Len seraya menarik tangan Miku.

"E-eh.."kata Miku dengan wajah memerah. Aku tertawa kecil.

"Kau merencanakan itu, Rinny?"tanya Chiko.

"Yap, Hiko-Senpai. Dan rencana Rin kagamine selalu berhasil!"seruku. Luka hanya menggelengkan kepala.


Sementara itu..

Len POV:

"Disini tempatnya."ujarku.

"Arigatou."kata Miku seraya tersenyum tipis. Aku mengangguk.

Setelah beberapa menit, Miku keluar dengan muka basah dengan air. Setelah itu, kami berdua pun kembali ke ruang tamu.

"Eh, Len. Dimana Miku?"tanya Luka.

"Hah?"tanyaku.

"Kubilang, dimana Miku."kata Luka seraya mengeja semua katanya.

"Lho? Tadi ada di belakangku!"kataku.

"Sudahlah, nanti juga Miku akan kembali kesini."kata Chiko.

"Eh, aku cari dulu."kataku. Semuanya mengangguk.

"Miku..Hei Miku!"seruku.

"Aku disini!"seru Miku. Aku mengikuti suara Miku hingga sampai ke suatu kamar.

"Lho.. ini kan kamar Oliver.."gumamku.

"Miku-Nee."suara Oliver terdengar keluar dari kamar Oliver.

"Oliver pintar! Nah, Oliver mau main?"tanya suara Miku.

"Mau!"seru suara Oliver yang terdengar cerita. Aku membuka pintu kamar dan menemukan Miku dan Oliver yang sedang berbicara.

"Len-nii!"seru Oliver seraya memelukku. Aku tertawa.

"Adikmu lucu."kata Miku seraya tersenyum lembut.

"Arigatou. Kalau Rin lebih disukai Nuna Lee soo young."kataku. (Nuna: sebutan kakak perempuan jika yang memanggil laki-laki dalam bahasa Korea)

"Kau hebat ya. Bisa bahasa Korea dan Jepang."kata Miku seraya tersenyum lembut.

"Ah, tapi kau bisa bahasa Inggris, Korea, Prancis, Jepang, dan Jerman!"seruku "Lima bahasa yang sangat sulit!"lanjutku seraya ikut berjongkok didekat Oliver.

"Ah, tidak. Aku belajar Inggris dan Korea secara otodidak. Sementara, Prancis dan Jerman aku les dan Jepang tentu saja gampang."kata Miku.

"Kau selalu berusaha merendah, Miku."kataku seraya tertawa kecil. Miku ikut tertawa kecil.

"Len-nii dimana Nuna?"tanya Oliver. Miku tersenyum.

"Hanya Nuna Soo young yang dipanggil dengan bahasa korea dan kami berinteraksi dengan dia menggunakan bahasa korea. Tapi, dia bisa bahasa Inggris dan Jepang juga kok."kataku.

"Nuna belum pulang."kataku seraya menatap Oliver.

"Aku tahu, kakakmu SeeU itu kan? Aku menyukainya."kata Miku seraya tersenyum.

"Hontou ni?"tanya Len. Mata ceruleannya terlihat berbinar-binar.

"Iya."kata Miku seraya tersenyum.

"Mau berbicara dengan bahasa korea?"tanyaku.

"Untuk menambah wawasan? Iie yo(Boleh).."kata Miku seraya tertawa renyah.

"Kau bisa menulis Hangeul?"tanyaku. Miku menggeleng.

"Mau kuajari?"tanyaku.

"Aku akan merepotkanmu, Len."kata Miku seraya tertawa. Ia kemudian bangkit seraya menggendong Oliver.

"Dia sepertinya lapar. Ayo kembali ke tempat teman-teman. Mereka pasti mengkhawatirkan kita."kata Miku.

"Benar juga."gumamku.

"Ngomong-ngomong. Adikmu suka bermain bajak laut ya?"tanya Miku. Kami sekarang sedang berjalan menuju ruang tamu.

Aku tertawa, "Waktu kami liburan satu tahun lalu ke Inggris. Dia sangat menyukai baju kostum yang kami belikan ini. Lalu, hampir tiap hari dia pakai ini karena menyukainya."kataku. Miku tersenyum.

"Terlihat manis untukmu, Oliver-kun."kata Miku seraya tersenyum.

"Arigatou.."balas Oliver. Aku menatap kearah Oliver. Oliver merupakan anak yang pemalu. Jadi rasanya aneh juga, saat ia membalas kata-kata Miku. Oliver juga anak yang jarang berbicara, namun di depan Miku, Rin, Aku, dan SeeU selalu berbicara banyak. Entah kenapa, aku seperti melihat rona merah di wajah Oliver.

"Ah, dia masih kecil. Mungkin cuma digigit nyamuk."pikirku. Kami pun sampai di ruang tamu.

"Tadaima." seru sebuah suara, kami semua yang berada di ruang tamu segera melihat kearah pintu.

"Okaeri ,Eonni!"Seru Rin seraya memeluk SeeU. Mendengar kakaknya memanggil nama 'Eonni' Oliver langsung turun dari gendongan Miku dan berlari kearah SeeU.(Eonni merupakan nama panggilan kakak dari adik perempuan)

"Momi jijibudunghada(aku capek sekali)"kata SeeU seraya tersenyum.

"Mau langsung tidur?"tanya Rin. SeeU menggangguk.

"Eh, siapa ini?"tanya SeeU dengan bahasa jepang.

"Chonun Hatsune Miku imnida( Nama saya Hatsune Miku)"kata Miku dengan bahasa korea yang lancar dan fasih.

"Kau bisa bahasa korea rupanya!"seru SeeU seraya tersenyum senang. "Sangat fasih dan lancar!"kagum Seeu

"Kamsahamnida(terimakasih) Eonni."kata Miku sopan.

"Cheonmaneyo, dongsaeng(Sama-sama, adik)"Kata SeeU seraya mengelus rambut Miku.

"Eh, kamu Hatsune Miku yang itu!"seru SeeU. Miku terkikik geli.

"Di sekolahku, kamu sering dibicarakan, lho!"seru SeeU.

"Ah, begitu pula dengan Eonni. Di sekolahku juga Eonni dibicarakan."ujar Miku. Aku melihat Nuna dan Miku yang begitu akrab jadi tersenyum sendiri. Nuna dan Miku memang sama-sama orang ramah dan mudah bergaul.

"Tidak sepopuler kamu!"kata SeeU seraya tertawa. "Kenapa kamu tidak masuk Voca?"tanya SeeU.

"Eh itu..tidak apa-apa. Aku tidak suka saja."kata Miku.

"Oh begitu, padahal pacaramu Mikuo itu adik kelasku yang cukup populer lho. Begitu pula pacarmu, Len."kata SeeU. Aku hanya tersenyum tipis sementara Miku juga tersenyum.

"Lalu, bagaimana dengan cewek dan cowok yang lain ini?"tanya SeeU "Kalian bisa bahasa korea kah?"tanya SeeU.

"Ah, tidak. Kami tidak bisa berbahasa korea"kata mereka serempak.

"Tak apa-apa. Sekarang, Coba perkenalkan diri kalian."ujar seeU.

"Watashi wa Luka megurine desu.(nama saya Luka Megurine)"kata Luka.

"Ohh! Kau juga terkenal!"seru Seeu. "Luka megurine, artis muda yang multitalented."kata SeeU seraya tersnenyum.

"Iya."kata Luka malu-malu.

"Kau cukup berbakat. Kau satu angkatan denganku bukan?"tanya SeeU. Luka mengangguk. SeeU tersenyum.

"Wa-watashi wa Chiko fukae desu"Kata Chiko malu-malu.

"Boku wa Shinnosuke Ashihara desu."kata Shin.

"Baiklah, Sudah ya perkenalannya! Demo, aku minta maaf ya. Aku harus segera istirahat...Semoga bersenang-senang!"seru SeeU seraya menaiki tangga menuju lantai atas dan keruangannya. Kami semua mengangguk .

"Kalian lama sekali baru datang."kata Rin.

"Len menculikmu, Miku?"tanya Luka.

Miku hanya tertawa pelan, "Tidak. Aku tadi bermain bersama Oliver-kun"kata Miku. Luka dan Chiko melirik kearah Oliver.

Langsung ada kata-kata 'kawaii' 'kawaii' dari mulut Luka dan Chiko yang mendekati Oliver. Tapi, sepertinya oliver tidak nyaman dengan kedekatan tiba-tiba itu.

"Oliver-kun tidak usah takut. Mereka baik, kok!"kata Miku seraya berjongkok dekat dengan Oliver lalu membimbing tangan Oliver untuk salaman dengan Luka dan Chiko. Entah kenapa, juteknya Luka dan dinginnya Luka digantikan dengan senyum hangat yang jarang ditampilkan. Luka sepertinya menyukai anak kecil..

Beberapa menit kemudian, Luka dan Chiko sudah asyik bermain bajak laut dengan Oliver. Oliver tersenyum ceria. Ah, lega rasanya Oliver tersenyum lagi, apalagi ia jadi pemurung sejak Ibu dan Ayah yang jarang berada di rumah.

"Len? Melamun lagi?"tanya Miku. Aku tertawa kecil seraya mengayunkan kakiku.

"Yah, sepertinya begitu. Mungkin ini akan jadi hobi baruku."kataku. Miku menyentil tanganku sedikit.

"Itu tidak baik, kau tahu... Kau kan bisa melakukan sesuatu yang lebih penting."kata Miku. Aku tertawa kecil.

"Kau masih seperti dulu, Miku. Tak pernah berubah, yah. Padahal, kukira waktu akan mengubah semua orang."kataku seraya mengadahkan wajahku keatas langit.

"Kurasa tidak semua orang. Kau ingat Gakupo-san?"tanya Miku.

"Gakupo-san? Oh, yang menolong luka?"tanyaku.

"Ya. Kudengar dia debut di Internet co. Apa shion-san tidak memberitahumu?"tanya Miku.

Aku tertawa kecil, "Tidak. Oh, kau masih menyebut Kaito dengan formal yah.. Padahal dia menyukaimu, lho."kataku.

"Hah?!"tanya Miku dengan wajah terkejut. Aku akui, wajah Miku memang lucu bila sedang terkejut. Tapi, ahh.. kurasa semua eksperesi wajahnya lucu.

"Bercanda. Dia kan bertunangan dengan Meiko sensei."kata Len. Miku menghela napas lega.

"Kenapa kau lega begitu?"tanya Len seraya terkikik geli.

"Yah, Shion-san itu playboy dan pervert sekali. Aku tak terlalu suka dengan dirinya."kata Miku. Aku tertawa.

"Ngomong-ngomong soal tadi, Gakupo-san juga masih sama. Dia baik, gentleman, dan menyenangkan..."kata Miku.

"Dan kau juga masih sama.. Miku yang tidak pernah peka."kataku, Miku hanya berkata 'hehe' seraya menggaruk kepalanya. Miku hanya menunduk seraya menggerakkan kakinya kedepan dan kebelakang saat sedang duduk di sofa.

"Soal perasaan aku memang tidak pernah peka, sih,"kata Miku seraya mengadahkan langit, "Tapi soal orang lain yang meminta bantuan aku akan peka."katanya seraya tersenyum lebar.

Aku terdiam, bukan lebih tepatnya terpesona dengan senyumnya. Buru-buru, aku mengalihkan topik agar tidak terlihat kegugupanku.

"Umm, memangnya ada apa dengan Gakupo?"tanyaku. "Kau tiba-tiba membicarakannya."lanjutku.

"Oh, dia pindah di apartemen sebelah kami."kata Miku.

"Kuingat. 437 nomor apartemenmu, dan 438 punya Luka. Lalu, 439 dan 436 kosong. Dia menempati yang mana?"tanyaku.

"439."ujar Miku. Aku hanya berkata 'oh' dan kami kembali berdiam diri.

"Eh, Miku kau sudah menghubungi kamui-san yang kau bicarakan tadi?"tanya Chiko saat menghampiri Miku.

"Sudah. Dia kesini sebentar lagi. Dia baru datang karena baru selesai kuliah."kata Miku. Chiko mengangguk kecil lalu duduk disebelah Miku. Aku tidak merasa nyaman karena ada Chiko. Aku jadi merasa tidak bebas mengobrol dengan Miku lagi.

"Tidak main lagi bersama Ollie-kun?"tanya Miku.

"Haha, aku capek sekali sih. Demo, sepertinya Luka sangat menyukai Oliver, ya."kata Chiko. Aku menatap kearah Luka yang sedang tertawa bersama Oliver. Sudah dua orang yang membuat Oliver tertawa seperti itu selain aku dan keluargaku, itu Miku dan Luka yang sudah membuat Oliver tertawa.

"Eh, Miku. Berenang yuk!"ajak Rin.

"Ii yo. Untungnya, aku bawa baju renang. Hiko-chan, ayo ikut."kata Miku.

"Ya, ayo Hiko-senpai!"timpal Rin seraya tersenyum ceria. Chiko mengangguk dan berdiri mengikuti Rin, dan Miku yang sedang berjalan menuju tempat Luka.

"Kudengar, mereka mau berenang. Kau ikut, Len?"tanya Shin seraya menghampiriku.

"Panas seperti ini merupakan ide bagus juga buat berenang."kataku. Shin tersenyum dan kami pun segera bersiap-siap untuk berganti pakaian.


Normal pov:

Splash.. splash!

Woohoo!

"Luka-chan kau serius tidak mau ikut?"tanya Rin setengah kecewa. Rin memakai bikini bewarna kuning cerah. Rambutnya belum basah karena ia baru mencelupkan tubuhnya dan belum mulai berenang.

"Tidak. Aku mau pakai masker ini saja dan bersantai."kata Luka seraya tiduran diatas kursi pantai. Rin dan Miku melanjutkan perang airnya sementara Chiko sibuk bertengkar dengan Shin. Luka hendak mengoleskan maskernya ke wajah namun suara bel membuatnya tidak jadi melakukannya.

'Ting..tong..'

"Lukaa! Bukakan untuk Gakupo-san!"teriak Rin dari kolam renang miliknya.

"Kenapa harus aku?!"sahut Luka kesal.

"Karena hanya kau yang tidak berenang."jawab Len. Aku mendengus kesal.

"Ha'i, Ha'i .."kata Luka. Dengan sedikit berdebar-debar, Luka membuka pintu rumah Kagamine ini.

"Konnichiwa, Kagamine-san. Eh?"tanya Gakupo saat ia setelah membungkuk dan menyadari yang membuka pintu bukan Len atau Rin.

"Gomen, namaku Luka bukan Eh."kata Luka datar setengah jutek.

"Hahaha, ah...tadi aku punya firasat kau yang membukakan pintu."kata Gakupo seraya nyengir. Luka mati-matian tidak mengatakan 'benarkah' dengan suara riang.

"Aku tidak peduli kau berfirasat apa."kata Luka jutek.

"Kau selalu begitu, Luka. Cuek dan Jutek."kata Gakupo lalu tertawa, Luka hanya mencibir kesal.

"Kau baru mengenalku 2 hari dan kau sudah menilaiku seperti itu?"tanya Luka.

"Yah, sebenarnya aku sudah mengenalmu dari lama tapi tidak pernah menyapamu."ralat Gakupo.

"Terserahlah."kata Luka seperti bergumam.

"Bolehkah aku masuk? Atau aku harus berdiri terus disini?"tanya Gakupo. Luka mencibir seraya menggeser posisi berdirinya untuk mempersilahkan Gakupo masuk.

Luka mengikuti Gakupo yang berjalan menuju ruang tamu. Tiba-tiba, Gakupo membalikkan badannya hinga membuat Luka tersentak.

"Eh, dimana Rin dan Len?"tanya Gakupo.

"Di halaman belakang."ujar Luka. Gakupo mengangguk seraya menuju halaman belakang.

"Gakupo-san!"seru Rin ceria. Ia berlari mendekati Gakupo seraya tersenyum dan menjabat tangannya.

"Wah, wah.. Ini dia si calon artis!"sindir Miku seraya tertawa. Luka tersenyum, ia memang ingat bahwa Miku dan Gakupo cukup dekat karena Miku berpacaran dengan adik Gakupo, Mikuo. Mikuo dan Gakupo tidak sedarah. Yah, begitulah panjang ceritanya..

"Bukan calon. Sudah debut!"kata Gakupo, "Wah.. bosan sekali melihat wajahmu dimana-mana, Miku!"kata Gakupo seraya tertawa.

"Eh, Miku-chan. Akrab sekali nih dengan Gakupo-san."Kata Rin. Sementara, Len berwajah masam.

"Kami sering bertemu hingga bosan melihat wajahnya."kata Miku dan Gakupo serempak.

"Mengerikan! Jangan-jangan kalian pacaran! Miku aku tidak percaya kamu selingkuh dari Mikuo!"kata Rin. Luka tersedak air minum(Kayaknya, Luka sering banget tersedak atau menyemburkan air minum. Dasar artis tidak elit).

"Tentu saja tidak!"seru Gakupo dan Miku bersamaan.

"Menjijikkan kenapa kita bisa bersama-sama berbicara seperti ini!"kata Gakupo dan Miku yang saling berpandangan sengit.

"Miku itu, pacar adikku, Mikuo. Mikuo itu tidak sedarah denganku. Nah, karena Miku sering bersama Mikuo aku selalu melihatnya, begitu."kata Gakupo singkat. Semuanya mengangguk-angguk paham.

"Gomen nasai, Miku-chan."kata Rin. Miku hanya tersenyum ceria.

"Tidak apa-apa. Lagipula, aku tidak akan mau berpacaran dengan orang mesum seperti dia."kata Miku. Seketika, Miku dijitak oleh Gakupo.

"Kamui-san. Konnichiwa."sapa Chiko.

"Konnichiwa. Kamu teman Miku, Rin, dan Luka ya?"tanya Gakupo.

"Iya. Aku teman sekelas Luka. Namaku, Chiko fukae."kata Chiko.

"Gakupo Kamui."kata Gakupo seraya menjabat tangan Chiko. "Panggil saja aku Gakupo. Tak perlu terlalu formal."kata Gakupo. Chiko mengangguk seraya ada blush sedikit di wajahnya.

"Konnichiwa. Namaku Shinnosuke Ashihara."sapa Shin.

"Halo. Namaku Gakupo kamui."kata Gakupo ramah. Namun, sekilas Shin menampakkan wajah tidak suka kearah Gakupo.

"Semoga saja ini tidak terjadi."bisik Rin ketelinga Miku.

"Heh? Apa yang terjadi?"tanya Miku.

"Dasar.."bisik Rin.

"Ihh..Nan da yo?"tanya Miku.

"Sepertinya, Shin cemburu dengan Gakupo yang bisa membuat Chiko blushing dengan mudah. Chiko sendiri sepertinya hanya mengagumi Gakupo seperti puppy love atau cinta monyet."bisik Rin.

"Kau peka sekali, Rin!"kata Miku seraya bertepuk tangan. Rin hanya tersenyum.

"Memangnya kau yang tidak pernah peka, Miku?"tanya Rin. Miku hanya menggerutu kesal.


Malamnya..

"Eh, kita buat makan malam yuk!"seru Rin. Miku dan Chiko mengangguk.

"Luka, kau tidak ikut?"tanya Rin.

"Aku kan tidak terlalu bisa memasak.."kata Luka.

"Tak apa, kamu tinggal lihat kita. Nanti juga kamu lama-lama bisa memasak."kata Rin. Luka menghela napas seraya mengikuti Miku, Chiko, dan Rin.

"Umm, kita buat Cripsy fried chicken saja!"kata Miku.

"Ok! Lalu, aku buat avocado shake!"kata Rin.

"Aku akan buat Tiramisu cake untuk penutupnya saja."kata Luka.

"Aku akan bukan chicken cream soup."kata Chiko.

Tak berapa lama kemudian, masakan pun jadi dan mereka pun makan di meja makan.

"Itadakimasu!"seru semua orang di meja makan termasuk Oliver dan SeeU yang ikut makan.

"Sugooi masakan para gadis ini enak sekali!"kata SeeU saat memakan cream soup buatan Chiko.

"Arigatou.."Rin, Miku, Luka, dan Chiko dengan malu-malu menjawab terimakasih.

"Gomen nasai! Tadi aku tidak ikut membantu karena kelelahan."kata SeeU dengan muka bersalah.

"Daijoubu daijoubu!"kata Rin seraya tersenyum, "Kami tahu Eonni capek."lanjut Rin.

"Cream soupnya enak. Siapa yang membuatnya?"tanya Gakupo saat makanan pembuka disajikan.

"Aku. Arigatou.."kata Chiko malu-malu seraya blushing.

"Oh benarkah? Sugoi!"seru Gakupo seraya mengacungkan jempol. Chiko tersenyum. Sementara, Luka dan Shin berwajah masam.

"Wah-wah, sepertinya ada yang cemburu."bisik Rin ke telinga Miku yang berada di sampingnya.

"Ah, Luka dan Shin ya?"tanya Miku seraya terkikik kecil. Rin mengangguk kecil. Mereka berdua terkikik geli.

"Kalian kenapa ketawa?"tanya SeeU heran.

"Uh, oh! Bukan apa-apa."kata Rin dan Miku bersamaan seraya nyengir. SeeU hanya menggelengkan kepala perlahan tanda heran.

"Oh ya, Kamui-senpai. Anda kuliah semester berapa dan jurusan apa?"tanya SeeU.

"Oh, saya kuliah jurusan hukum semester 3."kata Gakupo.

"Oh, begitu. Mau menjadi hakim ya?"tanya SeeU. Gakupo hanya tertawa kecil.

"Eh, Makanan utamanya enak sekali!"kata Len.

"Eh..itu aku yang membuatnya.."kata Miku malu-malu. Len pun akhirnya ikut ngeblush saat tau itu buatan Miku.

"Miku memang hebat!"kata Rin seraya tertawa.

Makan malam pun berlanjut walaupun Luka dan Shin yang tidak banyak berbicara karena mereka 'cemburu'.


Setelahnya..

"Nah, karena kita sudah selesai makan..Gimana kalau kita main?"tanya SeeU semuanya mengangguk.

"Main apa?"tanya Miku.

"Main tebak lagu!"seru Rin. Yang lainnya pun menyetujui.

"Ok, Siapa duluan?"tanya Seeu

"Aku!"seru Rin.

"OK, bersiaplah teman-teman!"seru Rin."a-, kore ja mada tarinai yo. Motto ookina mishin de kokoro tsuranuku no sa. Zenchi zennou no kotoba wo hora kikasete yo. Noumiso igai mou iranai to why not, i don't know. Kinmirai souzo asu no shousou tada yurashite yo. Nuime no sukima o umete okure" kata Rin dengan nada datar.

Semua orang tampak berpikir, "Ah! Aku tahu!"seru Len.

"Nani nani?"tanya Rin.

"Umm, Tokyo teddy bear bukan?"tanya Len. Rin mengangguk seraya berkata 'benar sekali'

"Ok, selanjutnya aku."kata Len. "Kawaranai ne nakigao. Yoyuu de make chau yo. Uso janai tte maji-gao. Kotoba ni suru no wa hazukashiinda"lanjut Len.

"Embarrasment-hiding Adolescence?"tanya Miku. Len mengangguk dengan wajah memerah. Semuanya langsung berbisik 'cie' 'cie'.

"Warera himitsu keisatsu seifu chokuzoku kokka hoanbu na no da! Himitsu keisatsu yami ni magireru supai katsudou torishimari. Asa kara ban made omae o miru(4x)"kata Miku.

"Secret police?"tanya Luka.

"Benar! Kok tahu sih?"tanya Miku, "Padahal, sudah kunyanyikan dengan datar."lanjut Miku.

"Kau sering menyanyikannya, Miku"kata Luka. Sementara, Miku hanya ber'hehe' ria.

"Giliranku."kata Luka. "Doriimin chu chu. Choko la ta ta ta ta. SUUITO na amasa o KIMI dake ni. Doriimin chu chu. Choko la ta ta ta ta. Sono HAATO ni todoketai na. Doriimin chu chu. Choko la ta ta ta ta. BITAA na amasa de tsuntsun de ne. Doriimin chu chu. Choko la ta ta ta ta. Choko la ta ta ta (2x)"kata Luka.

"Dreamin chuchu?"tanya Gakupo.

"Kau tahu?"tanya Luka.

"Salah satu lagu yang paling girlish di albummu"kata Gakupo. Luka bersemu merah sementara yang lainnya tertawa.

"Gakupo-san fansnya Luka!"kata Miku seraya terkikik geli.

"Ok."kata Gakupo, ia berpikir sebentar untuk mencari lagu. "Doku o himeta ribido no aji tsuki sashita yaiba no kairaku. Chi to ase wa majin ai yagate murasaki no shizuku eto kawaru. Fuku o nugi sute daki aeba genjitsu ewa mo nido to modore nai. Moya sareta mukashi no shozoga sute satta kako no boku. Dare shimo ga azakeri waratta ano kao wa wasure tai. Katawara no kawai musume o daki yose te kisu o suru. Kanoja wa so katsute boku no koto baka ni shita osana najimi."kata Gakupo.

"Eh? aku tak pernah dengar lagu itu."kata Miku. Yang lainnya mengangguk.

"Ahahaha, itu lagu buatanku sendiri."kata Gakupo.

"Yee. Yang benar saja, harusnya pakai lagu yang sudah ada dong!"kata Luka

"Hehehe, Gomen. Aku kasih hint deh. Salah satu judulnya: Duke."kata Gakupo.

"Duke of venomania?"tanya Chiko.

"Kurasa nama itu bagus juga! Betul sekali!"kata Gakupo seraya mengacungkan jempol.

"Berarti, kau belum sempat menamainya, Gakupo-san."Kata Rin seraya sweetdrop sendiri. Gakupo hanya menggaruk-garuk belakang kepalanya seraya berkata 'hehe'.

"Liriknya pervert sekali!"Cibir Miku. Lagi-lagi, Gakupo hanya ber'hehe' ria.

"Giliranku?"tanya Chiko. Semuanya mengangguk, "Hanarerarezu ni ita yo zutto. Minareteru keshiki ga atta kara."kata Chiko.

"Segitu saja?"tanya Rin. Chiko mengangguk.

"Penyanyi jepangkah itu?"tanya Miku.

"Yah, lagu itu cukup lama."kata Chiko.

"Ayumi hamasaki- Fly high bukan? Itu kan ringtone lagu lamamu."kata Shin. Chiko mengangguk.

"Kau selalu tahu segala hal tentang Chiko ya, dasar stalker."cibir Len. Semuanya tertawa.

"Konna kimochi shiranakya yokatta. Mou nido to aeru koto mo nai no ni. Aitai aitai nda. Ima demo omou kimi ga ita ano natsu no hi o."kata Shin.

"Kau suka supercell?"tanya SeeU.

"Ah, kebetulan terlintas di kepalaku saja. Kau tahu jawabannya, Nuna?"tanya Chiko. SeeU tersenyum.

"Tentu saja! aku kan penggemar supercell."kata SeeU, "Jawabannya Utakata Hanabi, kan?"tanya SeeU. Shin tertawa seraya mengangguk.

"Nah, untuk kalian..ini mudah saja."kata SeeU. "Ayo Stop! Let me put it down another way. I got a boy meotjin! I got a boy chakhan! I got a boy, handsome boy. Naemam da gajyeo gan. I got a boy meotjin (ha ha ha!) I got a boy chakhan(yeah) I got a boy, awesome boy. Wanjeon banhaet na bwa"nyanyi SeeU.

"Girl generation- I got a boy!"seru semua orang di dalam ruangan itu.

"Wuaah~ bisa ditebak yah."kata SeeU seraya tertawa. Semuanya tertawa juga.

"Kau menyanyikannya, Nuna. Coba saja, Nuna tidak bernyanyi namun dengan nada datar, pasti tidak bisa ditebak."kata Len.

"Oh! Benar juga, hahaha!"kata SeeU seraya menepuk dahi dan tertawa.

"Omong-omong, suara Eonni bagus lho!"kata Miku.

"Cocok masuk SNSD nih!"kata Chiko. Sementara itu, SeeU pipinya memerah.

"Ah, tidak kok."kata SeeU malu-malu.

"Sumimasen, aku harus ke kamar mandi dulu."kata Gakupo. Setelah ditunjukkan tempatnya, Gakupo segera pergi.

"Eh, aku mau curhat nih!"bisik Chiko seraya tersenyum lebar.

"Apa nih? Senyum seperti itu tanda-tandanya lagi jatuh cinta."goda Miku.

"Memang benar."kata Chiko seraya terkikik geli.

"Siapa siapa?"tanya Rin ribut.

"Ada apa?"tanya Len dan Shin.

"Ah, bukan apa-apa! Urusan cewek."kata Miku datar seraya tersenyum tipis. Mereka berdua ber-'oh' ria seraya melanjutkan pembicaraan.

"Namanya.."kata Chiko. Semuanya menahan napas. Luka merasakan firasat aneh.

"Luka? Kenapa wajahmu aneh.."kata Rin. Miku dan Chiko menatap kerah wajah Luka.

"Eh?! Tak apa apa!"kata Luka cepat-cepat.

"Baiklah, namanya.."kata Chiko, "Gakupo Kamui!"serunya. Semuanya menahan napas. Luka membelalakan matanya.

"Hahh?!"seru Miku dan Rin. Luka saking kagetnya hanya diam saja dengan wajah speechless.

"Eh? memangnya salah jatuh cinta dengannya?"tanya Chiko.

"Err. tidak sih.."kata Rin dan Miku seraya melirik Luka. Wajah Luka masih speechless.

"Tapi, aku masih tidak yakin aku ini benar-benar menyukainya atau tidak. Aku-"

Luka tidak mendengarkan sepenuhnya. Pikirannya kosong dan wajahnya masih speechless.

Dua orang sahabat yang mencintai satu orang..


Menjelang tidur..

"Luka, kau belum tidur?"tanya Miku dengan suara mengantuk. Miku terbangun saat merasakan angin menerpa wajahnya waktu Luka membuka jendela.

"Belum. Sepertinya aku tidak bisa tidur."kata Luka masih dengan memandang kearah langit yang dipenuhi bintang.

"Kalau ada masalah, cerita saja."kata Miku. Luka mengangguk. Setelah menatap Luka sekian lama, Miku pun membalikkan tubuhnya menghadap kearah Rin yang futonnya berada di sebelah kanannya.

"Ne, Miku."kata Luka, Miku tersenyum. Akhirnya, Luka mau bercerita kepadanya.

"Ya?"tanya Miku seraya membalikkan tubuhnya ke arah Kiri. Ketempat futon luka berada dan tempat Luka berdiri di dekat jendela.

"Apa aku ini menyukai Gakupo..?"tanya Luka perlahan. Miku terdiam sebentar.

"Entahlah, hanya hatimu yang tahu."kata Miku.

"Kau benar."kata Luka.

Lalu sunyi kembali. Miku membalikkan badan kearah Rin kembali.

"Ne, Luka."kata Miku. Luka hanya mendengungkan suara.

"Kurasa perasaanmu yang kau rasakan di meja makan itu disebut cemburu.."kata Miku. Luka terdiam. Setelah hening yang lama, Miku pun memecahkan keheningan tersebut.

"Baiklah, Oyasumi, Luka."kata Miku.

"Oyasumi, Miku."kata Luka lebih mirip ke bisikan. Luka mengadahkan wajahnya kearah langit yang bertabur bintang.

"Cemburu ya?"gumam Luka.


Luka POV:

"Ohayou, Chiko!"sapaku.

"O-ohayou mo, Luka."kata Chiko gugup.

"Kenapa kamu gugup seperti itu?"tanyaku heran seraya menaruh tas di sampingnya.

"Soalnya, tadi pagi kamu bersikap dingin kepadaku. Kupikir, aku berbuat kesalahan.."kata Chiko seraya menunduk dan meremas ujung kemeja seragamnya.

"Kau tidak salah apa-apa, Chiko."kataku seraya menepuk pundak Chiko dan(memaksakkan)tersenyum. Chiko ikut tersenyum.

"Ahh, untungnya. Kukira kau marah padaku karena aku curhat bersama kamu, Rin, dan Miku tadi malam sebelum kita tidur."kata Chiko dengan wajah lega. Hatiku terasa nyeri kembali namun aku berusaha pura-pura tidak tahu.

"Eh? Curhat yang mana? Gomen, hari ini aku sedang banyak pikiran.."kataku.

"Tidak apa-apa. Itu lho soal aku sepertinya menyukai Gakupo!"kata Chiko seraya tersenyum lebar. Aku terhenyak sebentar. Aku sebenarnya ingat soal curhatan itu dan berusaha melupakannya. Namun, kini Chiko mengingatkannya kembali.

"Gakupo sangat tampan! Dia gentleman, baik hati, ramah, dewasa—"

Chiko terus berbicara tentang Gakupo. Sementara, aku hanya setengah mendengarkan.

"Jadi ini namanya cemburu?"Pikirku.

"Hei, Luka, Hei! Kau dengar tidak?!"tanya Chiko seraya melambaikan tangan di depan wajahku.

"Eh.."kata Luka.

"Mou(geez) Sudahlah, sepertinya kamu banyak pikiran hari ini."kata Chiko. Aku tersenyum dan Chiko ikut tersenyum.

"Ohayou gozaimasu."sapa Kiyouteru sensei saat masuk ke kelas.

"Ohayou mo.."sapa semua murid.

"Seperti yang sudah kalian dengar, hari ini ada murid murid."kata Kiyouteru sensei tanpa basa-basi. Semuanya berbisik-bisik pelan.

"Baiklah, ayo masuk Megpoid-san."kata Kiyouteru sensei.

Seorang anak berambut hijau pendek dengan model shaggy itu masuk ke dalam kelas. Senyumnya memancarkan percaya diri. Matanya bewarana hijau berpedar ceria. Kulitnya putih dan tubuhnya tinggi dan tegap. Matanya benar-benar hijau. Kalau Rin bewarna Cerulean, Miku turquoise, Milikku aqumarine, Gakupo bermata light blue(maaf ya di chapter 2 salah nyebut jadi ungu -^- ), Chiko, Shin, Meiko bermata cokelat, lalu Kaito bewarna sapphire. Orang ini pasti ceria, menyenangkan, egois, dan sedikit sombong.

"Hello!"suara perempuan itu dengan bahasa inggris.

"My name is Gumi megpoid. Nice to meet you all."kata Gumi itu. Luka menatap Gumi.

"I was from America."lanjutnya.

"Gumi ini pindahan dari amerika dia bisa bahasa inggris dan jepang. Tolong dibantu, ya."kata kiyouteru sensei.

"Ha'i!"seru semua orang di kelas. Dengan penuh percaya diri, gadis itu melangkah dan duduk di meja di depan meja Luka.

"Saya permisi dulu..Kerjakan soal latihan halaman 54 dengan tenang!"kata Kiyouteru sensei .

Namun, Semua anak mengerubungi ke meja Gumi dan mengacuhkan perintah Kiyouteru sensei yang sudah keluar dari kelas. Chiko dan Luka tetap mengerjakan soal dengan tenang di meja walaupun mereka agak terganggu dengan depan mereka.

Samar-samar, Luka bisa mendengar gadis itu berbicara.

"Gumi-san! Kamu cantik sekali!"seru satu orang.

"Arigatou. Memang aku ini artis jadi tidak aneh bukan?"tanyanya. Semua orang yang mengerubunginya berkata 'ooo.'

"Kamu baru debut kemarin kan? Aku suka sekali lagumu!"sahut seseorang. Aku mengernyit heran.

"Ya, aku baru debut dari "kata Gumi. Aku terhenyak. Itu kan sama dengan hari Gakupo debut!

"Kau kan pasangannya Gakupo debut, bukan?"

"Ya." Kata Gumi seraya menyunggingkan senyum.

"Kenapa kamu tidak masuk VOCA?"tanya satu anak. Gumi tersenyum lebih mirip menyerigai. Dan aku bersumpah dia melirik kearahku.

"Karena, aku ingin meyaingi orang sombong yang katanya multitalented itu. Pasti dia payah. Si payah Luka Megurine."kata Gumi seraya menengok kearahku. Jantungku rasanya berhenti.

"Hee? ini kah si pencundang Luka Megurine?"tanya Gumi dengan nada meremehkan. Amarahku hampir saja meledak. Namun, wajahku kubuat agar tenang.

"Dengar, Megurine. Gakupo itu milikku! Jangan berani dekat-dekat dengannya! Apalagi temanmu yang sok imut dan kalem itu, Miku! Kalian berdua tidak berarti apa-apa denganku!"kata Gumi seraya menggebrak meja Luka.

"Sombong sekali bagi orang yang pertama kali debut."seru Luka kalem.

"Karena memang aku yang lebih baik!"desis Gumi. Aku dan Gumi bertatapan sengit. Hingga, tiba-tiba Kiyouteru sensei masuk kelas.

"Ada apa ini? Tadi saya bilang untuk mengerjakan soal dengan tenang dan tertib!"seru Kiyouteru sensei dengan galak.

Semua anak kembali ke tempat duduk dengan tertib.

"Kalian! Gumi Megpoid dan Luka Megurine!"seru Kiyouteru sensei "Gumi, kamu saya maafkan dan jangan diulangi apalagi kamu masih anak baru. Luka Megurine ini ancaman untukmu, gadis muda! Satu lagi saya mendengar ada masalah seperti ini, kalian berdua bisa diminta untuk datang ke kantor kepala sekolah."lanjut Kiyouteru sensei.

"Ha'i, sensei."kataku dan Gumi. Aku dan Gumi kembali duduk. Dan bisa kurasakan sepanjang hari itu, Gumi menatapku dengan tajam.


Baiklaah! Jadi, disini bakal ribet pairnya. Saingan Luka ada Chiko dan Gumi. Sementara, pair yang nggak ada gangguan sih Meiko x Kaito (mungkin chapter depan ada?) dan Len x Miku(walaupun Len kadang suka jealous berat dengan Gakupo)Kya kya kya~ Ayo, tunggu kelanjutannya hahaa~ Aku ngechoose lagunya random sumpah, hahaha!


Credit Song:

1. Tokyo Teddy Bear- Kagamine Rin

Neru

2. Embarrassment Hiding Adolescence- Kagamine Len( Terekakushi Shishunki)

Honeyworks

3. Secret Police- Hatsune Miku (Himitsu Keisatsu)

Buriru-P

4. Dreaming chu chu- Megurine Luka and Hatsune Miku( Backup) (Dreamin chuchu)

Emon (Tes)

5. Duke of Venomania- Kamui Gakupo, Hatsune miku(Chorus), Megurine Luka(Chorus), Gumi(Chorus), Meiko(Chorus), Kaito(Chorus) (Venomania-kou no Kyouki)

Akuno-p

6. Fly High- Ayumi hamasaki

7. Utakata Hanabi- Supercell

8. I got a boy- Girls Generation/ SNSD


Balasan review:

Nekochanflat

Ahahaha, syukurlah Neko-chan suka dengan chapter 2 ^^.

(Luka: Neko-chan, Ide bagus tuh! Gak kepikiran di chapter 2 haha~ Author: Woy! Kalau jedotin kepala nanti gak ketemu Gakupo! Luka: Oh, ya, ya, hehe.)

Miku itu disini emang misterius, bisa baca pikiran, dan kadang bisa ngomong ngeasal tapi perkataanya benar terjadi hahaa( Ps: aku juga di dunia nyata kaya gitu -"-

Hahaha, Neko-Chan, aku nggak sakit hati koo. Jadi, jangan stress ya hahaha.

Ini sudah di-update, yaah~ Maaf lama U,U

Ah, gapapa panjang juga koo~

Girumasuki

Hoho, terimakasih telah me-review~. Gapapa, namanya juga saya masih author baru. Malahan, saya harusnya yang minta maaf karena kurang rapi *nangis guling-guling lebay*. Ah, aku nggak merasa tersinggung kok~ juga saling menasehati bagus kan? Itu, biar tahu letak kesalahannya dimana~

Ok, ini sudah chapter 3 yah~ Maaf update lama u,u

Aia masanina

Arigatou telah me-review *sparkling eyes* Alur ceritanya bertele-tele? Iya, ya benar juga. Makasih atas sarannya! Sangat membantu lho~ Sarannya nggak sotoy malah membantu sangat. Ok, ok! Kamu juga semangat terus ya!