DEAD AT HEART
Cast:
CHO KYUHYUN
LEE SUNGMIN
Other Cast
Rate: T
Drrrttt… Drrrtt…
Kyuhyun menaikkan satu alisnya saat melihat id caller di layar handphonenya.
Cho Ryeowook
Helaan napas malas dari namja berwajah tampan itu keluar. Sebenarnya agak tidak rela juga waktu bersantai di balkon apartementnya sambil membaca novel diganggu oleh telfon dari namja yang kerjaannya akan menyusahkan dia saja.
"Yeoboseyo."
"Ya Hyung! Lama sekaliiiii… Kuping ku sampai jamuran karna menunggumu mengangkat telfon!"
Kyuhyun agak menjauhkan handphonenya saat mendengar teriakan dari suara di sebrang sana. Ingin sekali dia langsung mematikan handphonenya, namun sepertinya dia masih ingat sikap sang dongsaeng kalau Kyuhyun tidak memperdulikannya, bisa-bisa Ryeowook, adiknya, akan langsung ke Apartment Kyuhyun untuk memaki-makinya dan memukulnya.
"Ne, mianhae. Ada apa?"
"Aku sedang di bandara dan beberapa jam lagi aku akan tiba di Korea. Kau rindu padaku, Hyung?"
"K-kau pulang?" Kyuhyun sedikit berjingkit kaget saat mendengar kabar bahwa Ryeowook akan pulang. Sudah hampir empat tahun mereka berdua tidak bertemu karna Ryeowook yang ingin melanjutkan kuliahnya di Jepang.
"Suaramu mengapa tidak suka begitu? Sudahlah, jemput aku di bandara. Aku tahu kau sedang tidak sibuk. Tidak ada kata tidak. Oke, bye."
Klik.
Kyuhyun mengelus-elus dadanya, mencoba bersabar mendengar perintah dari sang adik. Belum lagi telfon yang dimatikan sepihak. Sebenarnya disini siapa yang kakak dan siapa yang adik sih?
Kyuhyun segera beranjak dari duduknya dan berjalan memasuki kamarnya. Berpikir untuk mandi dan bersiap diri karna akan menjemput Ryeowook.
Walaupun terdengar Kyuhyun merasa jengkel dengan Ryeowook, sebenarnya namja kelahiran bulan Februari ini sangat sayang dengan dongsaeng satu-satunya itu. Semenjak ayah dan ibu mereka meninggal karna penyakit, Kyuhyun yang saat itu berumur 18 tahun sangat menjaga Ryeowook yang hanya berbeda 3 tahun darinya. Saat Ryeowook memutuskan untuk kuliah di Jepang, Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa. Mengikuti Ryeowook dan tinggal di Jepang? Tidak mungkin. Ada SparCorporation yang harus dia tangani sejak umurnya berumur 19 tahun.
Drrrtt… Drrrt…
Kyuhyun yang sedang memilih-milih bajunya, segera mengalihkan pandangannya ke handphonenya yang sedang bergetar di meja nakas. Dan kini matanya terbelalak kaget saat melihat id caller yang terpampang di layar handphonenya.
Lee Sungmin
"Yeoboseyo?"
"Kyu? Mianhae bila mengganggumu."
Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, ya walau dia tahu Sungmin tidak mungkin bisa melihatnya, "Tidak, Min. Ada apa?"
"Aku sedang bosan. Dan ini hari minggu, ayah dan ibu ku sedang ada di Apartmentku, dan mereka melarangku untuk pergi ke kantor, padahal aku ingin mengerjakan berkas-berkas yang aku lupa bawa pulang. Hmm…"
Kyuhyun tersenyum simpul mendengar suara Sungmin yang terlampau imut walau hanya lewat telfon, "lalu?"
"Aku tidak suka menonton tv karna ya memang aku tidak suka. Aku ingin bermain game bersama dongsaengku yang kebetulan juga sedang berada di Apartmentku, tapi dia malah sibuk dengan urusannya. Err…"
Sebenarnya Kyuhyun gemas sendiri mendengar Sungmin yang malah melantur kemana-mana.
"Jadi? Kau ingin mengajakku jalan-jalan?"
"Heh? Ah, bagaimana kau bisa tahu? N-ne… Ku harap kau tidak ada aktivitas jadi bisa menemaniku jalan-jalan."
"Aku mau menjemput adikku di bandara beberapa jam lagi. Kau mau menemaniku? Sebelum itu, kita bisa jalan-jalan ke tempat yang kau mau, Min. 15 menit lagi aku akan tiba di pintu Apartmenmu."
"Aku lahir tanggal 1 januari 1986 di Ilsan. Aku mempunyai adik bernama Sungjin yang hanya berbeda tiga tahun dariku, Ayah dan Ibuku tinggal di Seoul bersama Sungjin tapi mengijinkanku untuk pindah ke Apartment sendirian. Aku baru saja memimpin Sendbill karna Ayahku terkena penyakit jantung yang tidak bisa terlalu lelah. Sebenarnya aku ingin menjadi actor, ahahaha."
Sungmin bercerita tentang dirinya sambil sesekali menyendok ice cream rasa strawberry yang ada didepannya. Kyuhyun sengaja mengajak Sungmin ke kedai ice cream yang tidak mewah namun enak. Namja bersuara bass itu terus tersenyum melihat gaya bicara Sungmin yang menurutnya sangat manis, melebihi manisnya ice cream coklat yang sedang dia makan. Apalagi bila namja bergigi kelinci itu sedang tertawa, rasanya Kyuhyun ingin mem-pause waktu agar terus melihat tawanya.
"Lalu kenapa kau tidak jadi actor?" tanya Kyuhyun sambil membersihkan sisa ice cream di bibirnya dengan tissue. Mangkuk ice creamnya sudah habis karna dia hanya memesan yang small, berbeda dengan Sungmin yang memesan bigger.
"Aku tidak punya bakat, sepertinya. Lagipula, siapa yang akan menjalani Sendbill kalau bukan aku? Sungjin masih terlalu muda untuk itu." jawab Sungmin. Mata foxy nya berbinar menangkap objek di hadapannya, Kyuhyun yang sedang memajukan bibirnya membentuk huruf 'o'. Gerakan sederhana, namun mampu membuatnya jatuh lebih dalam lagi pada Kyuhyun.
"Ceritakan padaku tentang dirimu~" Sungmin menoel-noel tangan Kyuhyun dengan telunjuknya.
"Hmm, apa ya? Ulang tahunku tanggal 3 februari 1988, aku lahir di Seoul. Dan aku hanya mempunyai satu dongsaeng yang berbeda tiga tahun bernama Ryeowook. Dia tinggal di Jepang untuk menyelesaikan studinya, dan hari ini dia akan pulang." Jelas Kyuhyun yang diakhiri dengan senyuman.
Namun sepertinya Sungmin belum puas, mata foxy itu menyipit seperti meminta lebih dari Kyuhyun.
"Ah, ibu dan ayahku sudah meninggal. Ayah yang meninggal karna penyakit, dan ibu yang meninggal setahun kemudian juga karna penyakit. Jadi aku hanya mempunyai Ryeowook sekarang."
"M-mianhae.." lirih Sungmin sambil menundukkan kepalanya. Agak merasa tidak enak karna telah mengungkit hal yang sepertinya tidak ingin Kyuhyun ungkit.
"Tidak apa. Bukankah sebagai sepasang kekasih nanti kita harus tahu semuanya?" Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin. "Benarkan?"
Sungmin makin menenggelamkan wajahnya, dia rasa wajahnya memanas dan pasti memerah. Sangat malu bila Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa centi di hadapannya mengetahui ini semua.
"Hey? Apa warna dari ice cream ini bisa membuat wajahmu berwarna pink kemerahan seperti ini?" ejek Kyuhyun seraya mengangkat dagu Sungmin dengan tangannya. "Kau lebih cantik bila tidak menunduk, Min."
Sungmin ingin memalingkan wajahnya ke arah lain, asal tidak berhadapan dengan Kyuhyun. Namun apa daya, tangan Kyuhyun yang memegang dagunya memaksa dia untuk menatap wajah Kyuhyun yang tambah membuatnya merona.
"A-aku ini tampan, bukan cantik." Tutur Sungmin. Suaranya sangat pelan, kalah dengan suara degupan jantungnya yang berdetak cepat.
"Menurutku kau ini cantik sekaligus tampan." Kyuhyun menjalankan jemarinya dari dagu Sungmin hingga pipi bulat mulus itu. Terasa lembut, lebih lembut dari pipi bayi yang pernah dia sentuh.
"K-kyu, jangan memperlakukan aku seperti ini. Ini tempat umum." Sungmin menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Terasa malu karna hampir semua mata yang ada di kedai ice cream itu menatap mereka dengan heran.
Kyuhyun menjauhkan tangannya dan kembali duduk di tempatnya. Tersenyum jahil sambil menatap Sungmin yang masih saja mengeluarkan aegyonya. "Kau benar-benar adorable, Min."
"Adikmu belum mengabarimu ya?" tanya Sungmin sambil menyerahkan sekaleng soft drink yang baru saja dibelinya kepada Kyuhyun yang sedang celingak-celingukan mencari Ryeowook.
"Belum. Seharusnya dia sudah keluar karna pesawatnya sudah mendarat sedari tadi." Jawab Kyuhyun tanpa melihat Sungmin, pandangan matanya masih mengedar kemana-mana mencari sosok yang hampir 4 tahun tidak pernah ia temui.
"Hey, ambilah ini. Tanganku pegal sudah menyodorkan ini." Sungmin menempelkan kaleng dingin itu ke pipi Kyuhyun, tentunya sambil memajukan bibirnya tanda dia kesal tidak diperhatikan.
"Eng? Ah, gomawo. Aku tidak melihatnya tadi, Min." Kyuhyun mengambil kaleng itu sambil mengacak-acak sebentar surai hitam milik Sungmin.
Sungmin memejamkan matanya merasakan elusan tangan Kyuhyun dikepalanya, walau rambutnya akan berantakan, dia tidak peduli. Kelembutan dari tangan Kyuhyun mampu mengalahkan segalanya.
Kyuhyun tidak berniat menjauhkan tangannya dari kepala Sungmin, dia malah merapikan poni Sungmin yang sempat dia acak. Satu persatu helai hitam itu dia rapikan di kening Sungmin. Bibir tebalnya tersenyum manis melihat Sungmin yang nyaman dengan perlakuannya.
"Kyuhyun hyung?!"
SRET
Refleks, Kyuhyun menurunkan tangannya dan Sungmin membuka matanya. Mereka berdua menoleh ke sumber suara yang berasal dari belakang Sungmin.
"Ryeowookie?!" Kyuhyun berteriak senang seraya berlari kecil menghampiri namja bertubuh sedikit pendek dari Sungmin, memakai kemeja kotak-kotak berwarna hijau dengan paduan celana jeans.
Sungmin melihat Kyuhyun memeluk tubuh kecil itu dengan erat, sampai-sampai tas kecil yang dipegang oleh namja itu terlepas. Sungmin tidak bisa melihat wajah namja yang ia yakini sebagai dongsaeng Kyuhyun yang bernama Ryewook itu, karna namja itu memakai kacamata hitam.
"Aku merindukanmu, Hyung." Tutur Ryeowook saat dia dan Kyuhyun sudah melepaskan pelukannya.
"Ya! Aku malah sangat merindukanmu, my little dongsaeng." Kyuhyun mengacak-acak rambut Ryeowook sebelum menarik pelan tangan Ryeowook untuk mendekat ke tempat Sungmin berdiri.
Ryeowook agak sedikit heran kenapa Kyuhyun menarik tangannya, namun saat melihat seseorang yang ada dihadapannya, namja bersuara tenor itu segera melepas kacamata hitamnya. Terlihat mata kecilnya yang berbinar-binar.
"Kyaaa, kau cantik sekali, noona! Annyeong, aku Ryeowook, dongsaeng dari Kyuhyun Hyung." Ujar Ryeowook dengan senang sambil membungkukkan badannya.
Kyuhyun dan Sungmin yang mendengar Ryeowook hanya bisa sweatdrop. Apa katanya tadi? Noona?
"Ya, Hyung! Kenapa kau tidak bilang kalau kau mempunyai yeojachingu yang sangat cantik seperti noona ini. Aigoo, aku kira kau tidak suka perempuan." Ryeowook menyenggol lengan Kyuhyun, berniat menggoda Hyung satu-satunya itu. Namun yang dia dapat hanya pandangan aneh dari kedua orang yang ada dihadapannya.
"A-apa aku benar-benar terlihat seperti….perempuan?" lirih Sungmin dengan suara pasrahnya. Entah dia harus bahagia atau merasa tersinggung karna sudah dibilang cantik oleh Ryeowook.
Ryeowook membelalakan matanya, mulutnya sedikit terbuka mendengar Sungmin. Wajahnya yang menunjukkan tidak percaya sungguh menggemaskan.
Bola mata hitam milik Ryeowook memperhatikan setiap detail tubuh Sungmin. Mulai dari rambut hingga kaki. Dia kira Sungmin adalah yeoja yang tomboy karna hanya memakai kaos polo dan celana jeans, namun saat melihat sesuatu yang menggembung di *ehem* bagian antara perut dan paha Sungmin, Ryeowook menelan ludahnya.
PLUK
Kyuhyun menepuk belakang kepala Ryeowook, menggeleng-gelengkan kepalanya menghadapi sang dongsaeng yang kelewat polos ini.
"Dia itu namjachinguku. Nam-ja." Tutur Kyuhyun, suaranya agak sedikit dia tekankan pada kata namja.
"Mwo?!"
Sungmin memejamkan matanya takut melihat ekspresi yang akan Ryeowook keluarkan saat mendengar pengakuan dari Kyuhyun. Apakah Ryeowook akan menolak hubungan mereka ini? Ya walau mereka belum resmi pacaran.
"Aigoooo, aku kira Hyung adalah yeoja. Maafkan aku, Hyung. Tapi kau sungguh cantik. Beruntung sekali Kyuhyun!" seru Ryeowook seraya bertepuk tangan dengan pelan.
Kyuhyun yang tidak memperdulikan dengan respon dari sang dongsaeng hanya bisa tersenyum lebar sambil menarik Sungmin ke dalam rangkulannya. Merangkul pundak Sungmin yang masih shock dengan respon dari Ryeowook. Dia kira namja itu akan menolak mentah-mentah atau setidaknya memandang Kyuhyun dan dirinya dengan jijik.
Kyuhyun melirik Sungmin yang sedaritadi tidak bersuara, dengan lembut dia kecup puncak kepala Sungmin, "kau tidak ingin berkenalan dengan adikku?"
Sungmin tersadar dari lamunannya saat merasa Kyuhyun mengecup kepalanya, diliriknya Kyuhyun dengan malu-malu. Tentunya dia juga melirik Ryeowook dengan malu, "ah, Lee Sungmin imnida."
Kyuhyun menggerutu kesal mendengar pembicaraan kedua orang yang baru saja berkenalan beberapa menit yang lalu namun sekarang bisa mengobrol dengan seru sambil sesekali berteriak berbarengan. Sedari tadi saat masuk mobil, Sungmin maupun Ryeowook seperti menganggap Kyuhyun hanya supir, tanpa mengajak namja berwajah tampan ini berbicara.
"Jadi kau bisa steal tanaman neighbors mu, ya walaupun nanti ada tandanya sih."
Kyuhyun melirik Sungmin yang duduk dijok sebelah kemudi. Namja yang akan menjadi calon kekasihnya itu sibuk memainkan iPad yang diberi skin berwarna blue sapphire. Mata namja itu melirik lagi ke jok belakang, terlihat sang dongsaeng yang juga sibuk memainkan iPad berwarna hitam.
"Aku sudah meng-add mu, Hyung." Tutur Ryeowook tanpa mengalihkan pandangannya dari layar iPad yang menampilkan pulau di atas awan dengan berbagai macam bangunan disana.
Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali bertanya apa yang sedang dibicarakan oleh Sungmin dan Ryeowook sedari tadi. Namun, karna dua manusia manis ini terus berbicara sehingga Kyuhyun hanya mampu menahannya.
"Kau bisa visit flotiaku untuk merequest favor." Sekarang mata Kyuhyun melirik Sungmin yang sama autisnya dengan orang yang di jok belakang.
Habis sudah kesabaran Kyuhyun, "kalian sedang apa sih?!"
Sungmin dan Ryeowook kompak memalingkan pandangan mereka dari layar iPad ke Kyuhyun. Kedua namja yang lebih cantik dari wanita itu menatap bingung Kyuhyun yang kelihatannya sedang kesal walau masih fokus menyetir.
"Kami? Kami sedang bermain game, Kyu." Ujar Sungmin sambil memperlihatkan layar iPadnya. Kyuhyun melirik malas.
"Kau ini, terlalu larut dalam perusahaan. Sesekali bermainlah seperti Sungmin Hyung." Ryeowook memukul kepala Kyuhyun dengan pelan.
"Ya! Kenapa memukulku?! Kalian ini yang tidak ada kerjaan! Lagipula, Min, aku rasa kau terlalu sibuk untuk memperdulikan game seperti itu." ujar Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.
"Aku perlu refreshing, Kyu. Game ini juga melatih ketelatenan dan kecekatan kok, iya kan, Wookie-ah?" Sungmin mengedipkan matanya ke arah Ryeowook.
"Sungmin hyung benar! Aaaah, aku sungguh beruntung mempunyai calon kakak ipar sepertimu!"
Kyuhyun melirik Sungmin dan Ryeowook bergantian, "baiklah. Lanjutkan pembicaraan kalian dan aku akan melanjutkan serius menyetir."
"Aku pulang."
Sungmin memasuki pintu Apartmentnya setelah berpamitan dengan Kyuhyun dan Ryeowook yang berpisah di lift tadi. Namja itu langsung merebahkan dirinya di sofa ruang tengah karna merasa lelah sehabis berjalan-jalan dan ke airport.
"Kau darimana saja, Min?"
Tuan Lee berjalan dari dapur menuju Sungmin. Dia merapikan poni sang anak sebentar sebelum duduk disamping Sungmin.
"Aku sehabis mengantar temanku menjemput adiknya di bandara, Appa." Jawab Sungmin seadanya, rasa kantuk mulai menguasai dirinya apalagi saat bertemu dengan sofa yang empuk.
"Tadi Sungjin pergi sebentar, lalu saat dia kembali dia memperkenalkan seorang gadis cantik kepada Appa dan Eomma. Ternyata dongsaengmu sudah besar, ya?" tutur Tuan Lee sembari menuangkan segelas air putih untuk Sungmin.
"Yeojachingunya?" tanya Sungmin sambil mengambil gelas yang disodorkan oleh Appanya.
Tuan Lee mengangguk, "mereka baru berpacaran sebulan lalu."
Sungmin hanya mengangguk tanda mengerti. Tuan Lee menatap Sungmin yang kini sudah menyandarkan kepalanya disofa sambil memejamkan mata. Sebenarnya Tuan Lee berkata seperti ini supaya Sungmin sadar kalau sudah saatnya anak sulungnya ini mencari yeoja dan menikah. Menyadarkan Sungmin kalau dia sudah kalah satu langkah dari Sungjin.
"Min."
Sungmin membuka matanya dengan malas, lalu menegakkan duduknya lagi saat melihat wajah sang ayah yang ingin bicara serius.
"Ya, Appa?"
"Apa ada yeoja yang sedang dekat denganmu?"
"Ha?"
Sungmin terkejut dengan pertanyaan yang jarang sekali ditanyakan oleh Appanya ini. Bibir tipisnya tidak bisa berkata apa-apa karna dia memang juga tidak tahu harus menjawab apa.
"Min? Ada tidak?" Tuan Lee mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Sungmin yang bengong.
"Ah, tidak ada, Appa." Jawab Sungmin sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Tidak bohong?"
"Tidak, Appa." Sungmin menarik nafas pelan. Dia tidak berbohong kok, Kyuhyun kan namja, bukan yeoja.
"Memang kenapa, Appa?" tanya Sungmin sambil memiringkan kepalanya. Tuan Lee yang melihat wajah sang putra makin hari makin manis ini hanya tersenyum sembari berdiri dari duduknya.
"Nanti juga kau tahu, sayang."
"Ku dengar adikmu sudah pulang, Kyu?"
Yesung dan Kyuhyun sedang makan siang di kantin perusahaan SparCorp. Ada tempat VIP yang khusus disediakan untuk mereka dan petinggi di perusahaan ini.
Kyuhyun yang sudah selesai dengan makanannya, sedang asyik mengaduk cappuccino. Kepalanya mengangguk mendengar pertanyaan Yesung. "Ya, dia sudah tinggal di lantai 15 di gedung Apartment yang sama denganku."
Kini bagian Yesung yang mengangguk mengerti. Dengan gerakan penuh wibawa, Yesung menghirup kopi. Namun mata sipitnya menatap Kyuhyun dengan penuh curiga.
"Namjachingmu sudah dikenalkan pada Ryeowook?"
Kyuhyun tersenyum tipis, dia tahu kalau Yesung sedang menggodanya dari nada bicara namja yang sudah bersahabat lama dengannya ini.
"Ya. Mereka cepat akrab dari awal mereka bertemu. Apalagi Sungmin juga tinggal di gedung Apartment yang sama dengan kami, jadi bila ada waktu luang, mungkin Ryeowook dan Sungmin bisa mengakrabkan diri lebih dalam."
Yesung memberikan pandangan penuh makna pada Kyuhyun yang sedang menceritakan bagaimana dekatnay Ryeowook dan Sungmin. Dari mulai Ryeowook yang salah paham tentang gender Sungmin, sampai obrolan game yang membuat Kyuhyun gila.
Wakil Direktur itu menatap sang sahabatnya yang sesekali terkekeh kecil, mungkin mengingat sang dongsaeng atau mungkin mengingat sang namjachingu barunya. Namjachingu, Yesung ingin sekali menertawakan dirinya dan diri sahabatnya yang terlampau bodoh ini. Menertawakan Kyuhyun yang salah memilih jalan, sangat salah memilih jalan. Namun, di satu sisi, dia tidak bisa menghentikan ini semua. Kyuhyun sudah terlanjur bahagia dengan jalan yang dia pilih. Kalau sudah begitu, Yesung mau berbuat apa? Dia hanya bisa berdoa semoga semua baik-baik saja.
"Yesungie! Kau mendengarku tidak sih?" Kyuhyun menjetikkan jarinya di depan wajah Yesung, membuat namja berkepala besar itu tersadar dari lamunannya.
"Kau sedang memikirkan apa sih?" tanya Kyuhyun penasaran.
Yesung berpikir sebentar, tidak mungkin dia memberi tahu Kyuhyun apa yang sedari tadi memenuhi pikirannya. Itu sama saja membuat Kyuhyun merasa risih atau lebih buruknya, bisa-bisa Kyuhyun menjauhi Yesung.
"Tidak. Aku hanya berpikir, bagaimana kalau malam minggu nanti kita, Sungmin, Ryeowook, dan Donghae makan malam bersama?"
"Yesungie!"
Kyuhyun tersenyum lebar saat melihat Yesung yang sudah duduk di meja yang telah ia pesan. Seperti rencana Yesung, namja itu, Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin, dan juga Donghae akan makan malam bersama di restoran mewah.
Kyuhyun berjalan sambil menggandeng tangan Sungmin, tepat di belakang mereka ada Ryeowook yang ikut tersenyum melihat sahabat sang Hyung yang dulu senang sekali menggodanya.
"Kau sudah besar, Wookie-ah." Tutur Yesung seraya mengacak-acak rambut Ryeowook dengan pelan, yang membuat pipi Ryeowook bersemu merah.
"Perkenalkan, ini Lee Sungmin yang sering aku ceritakan." Kyuhyun memperkenalkan Sungmin kepada Yesung. Sejenak, Yesung menatap nanar ke arah Sungmin. Terlalu cantik untuk menjadi seorang namja, pantas sahabatnya bisa jatuh cinta pada Sungmin.
"Lee Sungmin imnida." Sungmin membungkukkan badannya seraya tersenyum manis.
"Kim Yesung imnida." Sama seperti Sungmin, Yesung juga membungkukkan badannya.
Setelah berkenalan, mereka berempat duduk di bangku yang telah disediakan. Kyuhyun menatap satu bangku yang belum terisi di sebelah Yesung. "Donghae belum datang?"
"Belum. Mungkin sebentar lagi." Jawab Yesung sambil mengambil menu yang tergeletak di atas meja. "Sungmin-ssi, Wookie, ayo silakan pesan."
Sungmin mengangguk sambil tersenyum, mencoba memberikan kesan yang baik pada sahabat calon kekasihnya ini. "Terima kasih, Yesung-ssi."
"Ah, mianhae. Apa aku telat?" Donghae yang baru datang langsung duduk di bangku yang masih kosong. Tersenyum kepada Sungmin, Ryeowook, Yesung, dan Kyuhyun bergantian.
Meja yang mereka pakai adalah meja bundar. Yang membuat mereka bisa melihat ekspresi satu sama lain. Donghae duduk di antara Yesung dan Sungmin, sementara Kyuhyun duduk disebelah Sungmin, disebelah kirinya ada Ryeowook yang duduk diantara Kyuhyun dan Yesung.
.
Kelima namja itu terlihat sedang sibuk memakan makanan yang mereka pesan tanpa berniat untuk memecahkan keheningan yang melanda mereka selama lebih dari 5 menit. Hanya terdengar dentingan sendok garpu bertemu dengan piring, dan tentunya live music yang disediakan restoran.
"Hyung, Kyu, kalian sudah berpacaran?" tanya Donghae setelah menghabiskan makanannya.
"Ah, belum, Hae-ah~" jawab Kyuhyun sembari menyeringai.
"Ya, hentikan senyuman mesummu itu, Kyu. Kalau kau terus tersenyum seperti itu, aku tidak akan merestui hubungan kalian. Terlalu berbahaya untuk hyungku." Donghae melemparkan deathglare pada Kyuhyun, yang ternyata dibalas deathglare juga pada Kyuhyun.
"Hae Hyung, kau sudah punya pacar belum?" Donghae agak sedikit tersedak mendengar pertanyaan dari Ryeowook. Sejak masih jaman SMA, Donghae memang sudah akrab dengan Ryeowook karna sering bermain ke rumah Kyuhyun selepas pulang sekolah.
"Dia terlalu pemilih untuk mencari kekasih, Wookie-ah." Goda Yesung sembari menyenggol Donghae.
Donghae mendecih pelan, ""mengapa topic pembicaraannya menjadi aku?"
Kelima namja itu larut dalam pembicaraan yang kadang membuat tawa keluar. Tidak jarang Kyuhyun, Donghae, dan Yesung saling mengumpat yang membuat kedua namja manis yang bersama mereka ikut tertawa.
.
"Sungmin-ssi, kau mau langsung pulang?"
Kyuhyun mengernyit heran melihat Yesung yang sedang bertanya kepada Sungmin. Tidak biasanya Yesung mengajak ngobrol orang yang baru ia kenal, seperti Sungmin.
"Iya, besok pagi aku harus mengantar ayah dan ibu ku ke rumah mereka. Jadi lebih baik cepat beristirahat." Jawab Sungmin yang diselingi dengan senyuman.
"Kenapa memangnya? Kau mau mengantar Sungmin pulang? Maaf saja Kim Yesung-ssi, dia sudah bersamaku." Kyuhyun merangkul pundak Sungmin dengan possessive, membuat Yesung, Donghae, dan Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kepossessivean dari Kyuhyun.
"Kau ini, Kyu. Aku hanya ingin akrab dengan kekasih sahabatku saja. Memang salah?" tutur Yesung sambil menghirup minumannya.
"Cara mengakrabkan dirimu itu salah, Yesungie." Kyuhyun berdiri dari duduknya sambil menggandeng tangan Sungmin agar ikut berdiri dengannya, "sepertinya aku harus pulang sekarang karna ada beberapa barang yang harus aku beli untuk orangtuanya Sungmin."
Donghae, Ryeowook, dan Yesung ikut berdiri. "Pulanglah, biar aku saja yang membayar ini. Ryeowook biar aku atau Donghae yang antarkan pulang." Tutur Yesung sambil mengeluarkan senyum manisnya pada Sungmin dan Kyuhyun, "sampaikan salamku pada orangtuamu, Sungmin-ssi."
"Kau jangan pulang terlalu larut, Hyung. Malam ini aku ingin menginap di Apartmentmu." Ryeowook menggembungkan pipinya yang membuat Kyuhyun tersenyum gemas sambil mengacak-acak rambut coklat milik sang dongsaeng. "Iya, akan ku pastikan aku akan pulang sebelum jam 12. Kalau kau takut, kau bisa minta temani Yesung atau Donghae dulu."
"Kami pulang dulu. Annyeong." Sungmin membungkukkan badannya sebelum berjalan berjauh bersama Kyuhyun sambil melambaikan tangan.
Donghae memperhatikan punggung Sungmin dan Kyuhyun yang sudah hilang dari balik pintu restoran. Setelah memastikan Sungmin dan Kyuhyun benar-benar pergi, mata indahnya melirik ke arah Yesung yang juga memperhatikan pasangan baru itu.
"Bagaimana? Hyungku indah kan?"
Yesung mendecih pelan mendengar pertanyaan Donghae yang cukup panas ditelinganya. Dia tidak langsung menjawab, namja bermata sipit itu kembali duduk dibangkunya.
"Sangat indah untuk seorang namja. Tapi tetap saja, ada perasaan aneh disini. Kau tahu maksudku, bukan?" Yesung berkata tanpa menatap Donghae yang masih berdiri disampingnya. Ryeowook sendiri sudah kembali duduk, sebenarnya dia bingung dengan pembicaraan kedua sahabat Hyungnya ini.
"Biarkanlah dia bahagia, Hyung." Donghae menatap kesal pada Yesung. Andai saja Yesung itu lebih muda darinya, pasti dia sudah memaki-maik namja bermata sipit ini.
"Mana mungkin. Aku bisa saja merestui hubungan mereka bila Kyuhyun itu adalah seorang pedagang dipinggir jalan yang tidak diperhatikan. Apa kau tidak kasihan dengan nasib sahabatmu nanti, Hae-ah?" Yesung memandang Donghae dengan penuh penghakiman. Tersirat berbagai makna dalam tatapannya.
Ryeowook yang sudah mulai paham dengan obrolan kedua namja ini segera mengambil suara, "apa maksudmu dengan kau tidak menyetujui mereka, Hyung?"
Yesung mengelus-elus pundak Ryeowook untuk menghilangkan emosinya, "seharusnya kau harus lebih paham tentang posisi hyungmu bukan?"
Donghae membasuh keringatnya dengan tissue yang ada di meja sebelum kembali duduk di bangkunya, "kau terlalu banyak pemikiran, Hyung. Tidak bisakah kau lihat mereka begitu bahagia bersama?"
Yesung mengangguk, "tidak pernah aku melihat wajah bahagia Kyuhyun seperti itu. Tapi aku ragu bila wajah itu akan bertahan lama, Hae-ah."
"Hyung, kau tidak boleh meragukan mereka. Aku bisa melihat bahwa baik Kyuhyun Hyung maupun Sungmin Hyung saling mencintai." Ujar Ryeowook. Matanya tertuju pada gelas yang sudah tak terisi lagi. Otaknya bekerja dengan keras untuk tetap dengan pendiriannya. Walau di dalam hati kecilnya, agak sedikit meragukan kebahagiaan sang Hyung dan Sungmin yang sudah dia anggap seperti Hyung sendiri.
"Kita hanya perlu mendukung dan menutupi hubungan mereka. Kita harus jadi pelindung mereka bila kau tidak ingin mereka sengsara nantinya, Yesung Hyung." Ujar Donghae.
SRET
Donghae dan Ryeowook serempak menoleh kepada Yesung yang sudah berdiri dari duduknya dan bergegas untuk pergi. Mata sipit itu menatap satu persatu kedua namja yang masih duduk sambil menatapnya.
"Aku sangat bahagia bila Kyuhyun akhirnya bahagia, begitu juga dengan kebahagiaan yang didapatkan Sungmin-ssi. Tapi aku hanya ingin mereka berhenti sebelum mereka dihentikan." Yesung menarik nafas, menahan segala isi perasaannya yang was-was, "Tidakkah sangat menyedihkan melihat Kyuhyun kembali terpuruk seperti tiga tahun lalu, Donghae?"
Donghae tersentak mendengar perkataan Yesung. Sekelebat ingatan buruk tentang Kyuhyun berputar kembali di otaknya. Ryeowook menatap tidak mengerti kepada Yesung yang sudah menjauh.
"Hae Hyung, kau kenapa? Apa maksudnya tadi?" tanya Ryeowook sambil menyolek lengan Donghae yang membuat namja berwajah tampan itu tersadar dari lamunannya.
Donghae dan Ryeowook kini sudah berada di dalam mobil Donghae. Karna Yesung sudah pulang terlebih dahulu, Donghae yang harus mengantar Ryeowook kembali ke Apartment.
Sepanjang perjalanan, Ryeowook maupun Donghae saling diam dan enggan memulai percakapan. Donghae masih diam sedari tadi selepas Yesung pergi, matanya menatap lurus ke jalan, dan bibir yang sering tersenyum itu seperti enggan membuat lengkungan. Karna kondisi Donghae yang seperti itu, mau tak mau Ryeowook harus ikut diam. Padahal banyak sekali pertanyaan yang ingin ia lontarkan.
"Hahhhh~"
Ryeowook menghela nafas yang panjang sambil membuang pandangannya ke luar jendela. Tidak ada musik, tidak ada obrolan, pantas saja namja yang tidak tahu apa-apa ini bosan.
"Maaf bila aku tidak mengacuhkanmu."
Ryeowook menoleh ke arah suara, terlihat Donghae sedang menatapnya dengan pandangan menyesal sebelum kembali menatap ke jalan.
"Terlalu banyak yang memenuhi pikiranku sekarang." Ujar Donghae sambil tersenyum kecut.
"Menyangkut omongan Yesung Hyung sebelum dia pergi? Apa yang terjadi tiga tahun lalu?" merasa ada kesempatan, Ryeowook segera bertanya apa yang berputar di otaknya.
Donghae melirik sebentar ke Ryeowook. Sebenarnya dia tidak ingin bercerita kepada Ryeowook karna Kyuhyun pernah bicara bahwa cerita tiga tahun silam harus dirahasiakan, namun sepertinya Donghae tidak tega untuk membuat namja imut didepannya ini menahan rasa penasaran.
"Hyungmu pernah merajut hubungan dengan seorang namja tiga tahun silam. Mereka sempat berpikir untuk menikah, namun ternyata namja itu memilih untuk kembali normal."
Ryeowook membelalakan matanya, tidak percaya dengan ucapan Donghae yang membocorkan rahasian Kyuhyun. "Ba-bagaimana bisa?"
Donghae mengangkat alisnya, "apa yang bagaimana bisa? Bukankah kau tahu bahwa kakakmu itu memang sudah lama mempunyai kesimpangan seksual?"
"Bukan itu. Aku sudah lama mengetahui itu semenjak Hyungku tidak pernah tertarik dengan yeoja. Maksudku, bagaimana bisa namja itu ingin menjadi normal lagi?" tanya Ryeowook dengan wajah penasaran.
"Nama namja itu Zhoumi. Hanya sebentar Kyuhyun dan Zhoumi menjalin hubungan, kira-kira beberapa bulan, namun entah kenapa saat Kyuhyun ditinggal Zhoumi, Hyungmu itu begitu terpuruk. Tidak ada semangat dan itu membuatku dan Yesung Hyung harus pontang panting membangkitkan semangatnya. Syukurlah, Kyuhyun hanya beberapa minggu seperti itu. Setelah itu, dia kembali ceria namun tidak seperti sekarang." Jelas Donghae yang tetap fokus menyetir.
"Mengenai pikiran Zhoumi untuk kembali normal, entahlah. Aku tidak tahu bagaimana bisa seperti itu, yang aku tahu Zhoumi itu kembali ke China, Negara kelahirannya." Ryeowook mengangguk mengerti mendengar cerita Donghae.
"Yesung Hyung tidak ingin Kyuhyun Hyung terpuruk lagi, begitu?" tanya Ryeowook lagi. Yang dijawab hanya anggukan dari Donghae.
"Entahlah aku harus mengikuti siapa. Ada rasa khawatir di dadaku saat melihat hubungan yang sewaktu-waktu bisa terbongkar dan membahayakan keduanya, namun ada rasa bahagia saat melihat mereka berdua bergandengan tangan dengan mesra."
Donghae melirik lagi dan mengulurkan satu tangannya untuk mengacak-acak rambut Ryeowook, "kita hanya perlu mengikuti alur. Biarkan saja Tuhan yang mengatur takdir untuk Hyungmu dan Hyungku."
TBC
mianhae lama update hehehe
kemarin aku abis ulangtahun loh yang ke 17! Saengil Chukae hamnida!*lah thor?*
Maaf ya kalo banyak typo karna disini aku gak edit lagi-_-
dan buat yang minta sequel bittersweet tnt sungmin hamilnya, dua atau tiga hari lagi ya-_-
makasih dan saranghae!
