.

.

.

.

Dragoste Eterna

.

.

.

.

Author : Gelda Lee

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort

ON-GOING

cast:

- Min Yoongi (BTS SUGA)

- Park Jimin (BTS JIMIN)

- Other BTS Members

- Other Kpop idol

Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story

"kalian tidak boleh saling jatuh cinta" bagaimana jika kami melanggarnya?

Chapter 2- Let The Catastrophe Begins

London, 09 Maret 1930

Setelah beberapa bulan saling bertemu, hubungan Jimin dan Yoongi yang awalnya sangat dingin mulai menghangat. Jimin mulai mengetahui bahwa Yoongi lebih tua darinya, tidak suka melakukan aktivitas apapun kecuali tidur, makan, dan bertemu dengannya (Setidaknya itu menurut Jimin), serta lumayan pemarah. Yoongi juga mengetahui bahwa Jimin adalah namja dengan kelebihan energy dan sangat penurut, sehingga terkadang Jimin sering dijadikan pesuruh olehnya.

Tentu saja mereka menjalani hubungan ini secara rahasia, mereka tidak ingin ada yang mengetahuinya terutama Consociato Nationum. Memang sulit untuk terus bertemu tanpa menimbulkan kecurigaan, tetapi mereka bisa melakukan itu tanpa hambatan sedikitpun. Entah apa yang membuat jalan mereka semulus itu, mungkin langit sedang berpihak pada mereka.

Hari ini mereka bertemu di tempat favorit mereka, yaitu tepi sungai Thames dimana mereka pertama kali bertemu. Jimin sedang memainkan Dual Blade nya sementara Yoongi berbaring di rerumputan sambil sesekali melirik Jimin, khawatir jika namja yang lebih muda darinya itu tiba-tiba berkhianat dan menebas lehernya. Yah, Yoongi memang belum bisa mempercayai Jimin sepenuhnya.

"aku tidak akan menebasmu hyung, santai saja" ujar Jimin malas, ini sudah yang kesekian kalinya Jimin mengatakan itu pada Yoongi setiap kali dia mengeluarkan senjatanya. Yoongi menghela nafas, "aku masih belum bisa percaya padamu pendek" gumam Yoongi. "whoa, somebody's gonna need a mirror. Lebih baik kau lihat ukuran tubuhmu sebelum bicara hyung, bahkan diantara semua Vypnout yang aku temui kaulah yang memiliki tubuh paling kecil" kekeh Jimin. Yoongi mendengus, "the same things goes to you idiot. Aku baru kali ini melihat Duisternis sependek kau" sahut Yoongi. Mereka memang selalu mengejek tentang tinggi badan setiap kali bertemu.

"hyung, coba ulurkan tanganmu" pinta Jimin. Yoongi mengernyitkan dahinya, "wae? Mau memotong tanganku?" Tanya Yoongi. Jimin memutar bola matanya malas, "sudah turuti saja perkataanku hyung" ujarnya. Yoongi mengulurkan tangannya kearah Jimin. Jimin mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya, kemudian meraih tangan Yoongi dan memasang cincin itu di jari manisnya. Yoongi yang menyadari adanya keanehan langsung menarik tangannya dan melihat cincin yang sudah melingkar manis di jarinya. Wajah Yoongi langsung memerah dengan cepat.

"a-apa maksudnya ini?" Tanya Yoongi. Jimin hanya memberikan senyuman khasnya. "Happy Birthday Yoongi hyung" sahutnya. Yoongi langsung mengalihkan pandangan dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang semakin memerah. "kau ingat ya? Kukira tidak.." gumam Yoongi. 'mana mungkin aku lupa dengan ulang tahun orang yang paling kusayangi..' pikir Jimin. Jimin langsung mendekat dan memeluk Yoongi.

"yak! Park Jimin apa yang kau lakukan, lepaskan aku!" teriak Yoongi sambil berusaha memberontak dari pelukan Jimin. tanpa menghiraukan teriakan Yoongi, Jimin mencium bibir Yoongi sekilas kemudian melepaskan pelukannya. Yoongi terdiam, shock atas perlakuan tidak senonoh yang dilakukan Jimin tadi.

"a-apa yang kau lakukan tadi Park Jimin?" gumam Yoongi sambil memegangi bibirnya. Jimin mengedikkan bahunya, "aku hanya mencium bibirmu" jawab Jimin santai. "hanya?! Hanya katamu!" teriak Yoongi. Dia langsung memukul lengan Jimin habis-habisan. Untunglah Jimin Duisternis, karena jika dia dari ras lain mungkin badannya akan babak belur saking kuatnya pukulan Yoongi.

"o wow, tenanglah Sweetheart. Seperti kau tidak pernah ciuman saja" sahut Jimin. "aku memang belum pernah ciuman bodoh!" Teriak Yoongi. Jimin membelalakkan matanya. "tidak pernah? Sama sekali?" Tanya Jimin shock. Yoongi menunduk, kemudian mengangguk. Jimin menyunggingkan senyumannya, sebenarnya itu juga ciuman pertamanya. Sekarang Jimin benar-benar bersyukur itu adalah first kiss mereka.

Baru saja Jimin ingin mendekatkan dirinya pada Yoongi lagi, tiba-tiba gelang yang berfungsi sebagai alat komunikasi antar Duisternis menyala menandakan dia harus kembali. Raut wajah Jimin menggelap, dia terlihat benar-benar gelisah. Yoongi menyadari itu dan menatap Jimin. "hei, kau tidak apa-apa?" Tanya Yoongi. Jimin tersadar dari lamunannya dan memaksakan diri untuk tersenyum.

"aku tidak apa-apa hyung, tenang saja" gumam Jimin. Yoongi merasa ada yang janggal dengan perkataan Jimin, tapi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya. Yoongi menatap Jimin khawatir, dan hanya dibalas dengan senyuman. "kau terlalu khawatir hyung, aku tidak apa-apa kok.." sahut Jimin pelan sambil mengelus rambut Yoongi. Sebenarnya ini tidak sopan karena Yoongi lebih tua dari Jimin, tapi Yoongi sama sekali tidak mempermasalahkannya. Justru dia sebenarnya menyukai perlakuan Jimin.

"hyung, kau tidak apa-apa kan kutinggal sendirian?" Tanya Jimin. Yoongi mengangguk, "tumben sekali. Biasanya kau langsung pergi meninggalkanku tanpa kabar" sahut Yoongi ketus. "aku kan tidak enak kalau harus meninggalkanmu di hari ulang tahunmu hyung" sahut Jimin.

"aku tidak apa-apa Jimin, kau bisa langsung pulang" kata Yoongi. "baiklah, jaga dirimu baik-baik Sweetheart" Sahut Jimin. dia mencium kening Yoongi dan langsung melarikan diri sebelum (calon) kekasihnya itu mengamuk. Benar saja, beberapa detik kemudian terdengar teriakan dan sumpah serapah yang dilontarkan Yoongi untuk Jimin. Jimin terkekeh, kemudian raut wajahnya berubah cemas.

'kuharap perlindungan yang kupasang di cincin itu bekerja. Maaf hyung, aku harus menciummu agar pelindungnya aktif. Ini semua demi keselamatanmu..' pikir Jimin. dia terus melesat menuju Big Ben, tempat para Duisternis berkumpul.

At Big Ben..

"akhirnya kau datang juga bantet" sahut salah satu namja bergigi kelinci yang sedang duduk santai dipojok ruangan. "panggil aku hyung, Jeon Jungkook. Taehyung,kenapa kau tiba-tiba memanggilku kesini?" Tanya Jimin pada namja disebelah Jungkook. Taehyung tersenyum kecil, "kau pasti sudah tahu Jim. Atau harus kujelaskan lagi untuk yang kesekian kalinya?" kekehnya. Jimin menghela nafas,"aku tidak sebodoh dirimu Kim Taehyung. sudah cukup basa-basinya, ayo kita mulai" ujar Jimin dingin.

"seperti biasa, Cold-Blooded Killer Park Jimin tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menyiksa mangsanya" kekeh Jungkook. "tentu saja, aku tidak sudi melihat ada Vypnout yang hidup di dunia ini" ujar Jimin. Mereka langsung mengeluarkan senjata masing-masing, Jungkook menggunakan panah dan Taehyung menggunakan pedang. Jimin mengeluarkan Dual Blade miliknya. "mari kita habisi semua Vypnout tanpa sisa, sampai ke akarnya.." gumam Jimin dengan nada yang dingin dan penuh penekanan. Taehyung dan Jungkook mengangguk bersamaan.

Let the catastrophe.. begins!

TO BE CONTINUED


YO, GELDA LEE HERE! sekarang udah ketahuan siapa yang di Duisternis, yang lain menyusul ^^ sekedar clue, gue baginya rata jadi ada 1 orang yang memegang peran lain. tapi bukan berarti dia dari ras lain, member BTS rasnya hanya Vypnout/Duisternis. Can you take a guess?

baru part 2 tapi udah ada ciumannya? Brace yourself, ini baru permulaan *ketawa setan bareng Jungkook*digorok readers*. diingatkan lagi, kecepatan update FF ini tergantung mood sama inspirasi jadi tolong jangan ngamuk klo tiba-tiba update lama ya Lastly, mind to review?

Regards,

Gelda Lee