Hohoho~ Chapter tiga update! Terima kasih kalian semua sudah mau membaca fic diriku yang aneh ini.
Kali ini aku tidak banyak bicara, jadi langsung dimulai saja cerita lanjutan dari chapter yang kemarin.
Satu lagi, ini adalah chapter terakhir~
Terus pas aku lihat chapter dua kembali, ada nama yang hilang!? Kenapa bisa!? Mungkin ada titiknya makanya hilang~
Kalau gitu terima kasih bagi kalian yang sudah mereview chapter pertama..
- jihan . fitrina
- nararhezty . cliquers
- tika . thequin
::
Masashi Kishimoto-sensei
::
Hikaru-Ryuu Hitachiin
::
~ Happy Reading ~
::
::
::
"Iya~ Arigatou Anko-sensei" Kak Neji minta izin agar aku dan Kak Neji untuk pulang lebih awal.
Aku tahu alasan yang dilontarkan oleh Kak Neji tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tapi kalau pulang hanya untuk menghindari Naruto itu sama saja namanya seperti pengecut, kan?
"Ayo pulang" ajak Kak Neji, ia mengambil dan membawakan tas-ku. Kak Neji jalan di depan, dan aku mengekor di belakangnya. Sebenarnya aku tidak tahu apa yang sedang Kak Neji pikirkan, tapi aku ikuti saja permainannya.
Tapi kata-kata Kak Neji pada Naruto tadi... 'Jangan mendekat! Kalau tidak, kau akan menyesal selamanya manusia rendahan' mengatakan Naruto manusia rendahan? Apa itu tidak sedikit keterlaluan? Kalau aku menjadi Naruto, pasti aku sudah langsung pergi. Meninggalkan tempat itu, dengan perasaan marah. Tapi lagi-lagi, aku melihat wajah Naruto seperti itu.
Selama perjalanan pulang, Kak Neji tidak bicara sepatah kata pun. Aku pun juga begitu, karena aku bingung mau bicara apa setelah kejadian itu. Aku berpikir, kata-kata apa yang akan Naruto ucapkan setelah mendapatkan kata tersebut. Bisa saja, 'Seenaknya saja menyebutku manusia rendahan, tidak ngaca dulu apa'. Tapi mana mungkin Naruto seperti itu~ Yang kubayangkan adalah, 'Aku memang pantas disebut itu'. Dari raut wajahnya saja, sudah ketahuan kalau Naruto beranggapan seperti itu.
"Ngelamunin apa?" lamunanku di buyarkan oleh pertanyaan Kak Neji.
"Tidak ada" jawabku, aku berbohong. Padahal sebenarnya aku sedang melamunkan Naruto, tapi kalau aku bilang itu pasti Kak Neji tidak akan suka.
Kak Neji, coba saja kalau kamu tahu bahwa sebenarnya aku mempunyai harapan untuk bisa bersama dengan Naruto lagi.
Sesampainya di rumah, Kak Neji memberikan tasku yang tadi dibawanya. Ia kembali memperingatiku, jangan sampai aku bertemu dengan Naruto dan berbicara seperti itu lagi. Jangan sampai kejadian tadi terulang kembali~ Aku mengerti, itu sudah sering sekali diucapkan olehnya. Sampai-sampai aku bosan mendengar ucapannya itu~ Tapi ini adalah kenyataan, keluargaku sudah terlanjur benci padanya. Pasti akan sulit untuk membuat pemikiran mereka berubah.
Aku berjalan ke kamarku, waktu masih menunjukkan pukul satu siang. Cepat sekali aku pulang hari ini, empat jam lebih cepat dari biasanya. Aku jadi bingung mau melakukan apa~ Aku selalu berpikir. Kalau mereka seperti ini terus, pasti mereka akan terus memendam rasa benci. Itu tidak bagus~
Berpikir~
Terus berpikir~
Memikirkan hal yang tidak pasti~
Suatu kejadian yang tidak akan mungkin terjadi~
Aku selalu bertanya pada diriku sendiri,
Apakah Naruto tidak bisa bersama denganku lagi?
※ Please Stay With Me ※
Kembali aku sekarang berada di sekolah, tidak terasa waktu cepat berlalu. Kemarin aku bingung mau melakukan apa karena pulangnya kecepatan, makanya aku jadi bosan dan akhirnya aku tertidur, dan bangun saat alarm berbunyi.
Kak Neji hari ini tidak sekolah, ia di kasih tugas oleh ayah. Aku tidak tahu tugas apa yang ayah berikan, tapi sepertinya Kak Neji tidak menyukai tugas itu. Ia menerima tugas itu dengan wajah yang sedikit terpaksa, aku jadi penasaran. Apa sih tugasnya?
Tapi itu tidak perlu dipikirkan, aku sudah banyak pikiran, jadi tidak usah menambah pikiran yang lainnya. Lama-lama nanti otakku malah penuh dan tidak bisa menambah isi lagi. Itu tidak mungkin~
"Hinata" ah~ Anko-sensei memanggilku, ada perlu apa ya? Mungkinkah sesuatu yang berhubungan tentangku? Atau tentang Kak Neji?
"Hari ini Neji tidak masuk, ada apa ya?" Oh ya~ Aku lupa. Ternyata tentang Kak Neji, untung saja Anko-sensei sudah mengingatkannya terlebih dahulu. Aku membawa surat izin, aku harus memberikannya pada guru piket. Untungnya guru piket hari ini Anko-sensei, jadi tidak perlu berlama-lama lagi untuk memberikannya.
"Kak Neji ada urusan sensei, ini surat izinnya" aku pun memberikan surat itu pada sensei, ia mengambil surat itu dan melihat-lihat tulisan di luar surat itu.
"Tumben sekali Neji tidak masuk. Baiklah~ Makasih ya Hinata" setelah aku mengucapkan kata 'iya', sensei langsung berlalu dari hadapanku.
Aku melewati kelas Kak Neji, dan kulihat ada Kiba dan Naruto sedang berbicara. Apakah mereka sudah akrab? Tapi sangat beruntung aku bertemu Anko-sensei di luar tadi. Karena kalau sampai aku masuk ke dalam kelas itu, pasti aku akan bertemu dengannya. Langsung aku pergi dari kelas itu~
"Kamu kenapa Naruto?" seseorang yang sudah jelas Kiba bertanya pada Naruto yang melamun menatap luar pintu.
"Tadi ada rambut indigo melayang di luar kelas" jawab Naruto enteng, tatapannya masih menatap ke luar tidak jelas seperti itu. Jadi orang yang lewat langsung beranggapan bahwa Naruto sedang melihat mereka, mereka menjadi kegeeran dan berteriak gaje saat melalui kelas itu.
"Mungkin itu Hinata" kata Kiba, ia melihat Naruto dan tersenyum. Sepertinya Kiba selalu menunjukkan raut wajah kebahagiaan saat menyebutkan nama Hinata.
"Kamu sudah melihat siapa yang namanya Hinata, kan? Manis ya~"
"Iya"
Berakhir sudah pembicaraan Kiba dan Naruto. Sekarang kembali ke Hinata~
Waktu kembali berlalu, sekarang sudah waktunya untuk pulang sekolah. Saat pulang sekolah, lagi-lagi aku kembali bertemu dengan Naruto. Kenapa? Selalu saja saat aku mencoba untuk menghindar, tapi malah kebalikannya, aku selalu saja bertemu dengannya? Apa kalau aku mencoba untuk tidak menghindar, aku tidak akan bertemu dengan Naruto? Atau malah jika aku ingin bertemu dengannya, itu malah membuat kebalikannya, aku tidak akan bertemu dengannya? Dunia ini memang tidak adil~
Aku berlari kembali, mau berlari lagi menjauh darinya. Tapi lagi-lagi aku ditahan olehnya? Kenapa? Dia selalu saja melakukan hal itu. Apa yang sebenarnya mau dilakukannya? Apa ada sesuatu yang mau dibicarakannya?
"Maaf~!" Maaf? Naruto minta maaf? Untuk apa? Apa untuk kejadian yang telah terjadi itu? Atau untuk hal yang lain? Aku terdiam, tanganku masih saja dipegang olehnya.
"Dengarkan dulu ceritaku, aku mau memberitahu kejadian yang sebenarnya" Naruto meminta aku untuk mendengar ceritanya? Aku memang mau tahu apa alasan Naruto melakukan itu lima tahun yang lalu, jadi mungkinkah aku akan mendengarnya? Aku sangat ingin tahu~
"Baiklah~ Silakan ceritakan" aku meminta Naruto bercerita, mungkin setelah mengetahui semuanya, aku bisa bersama lagi dengan Naruto.
"Kamu terlihat berbeda Hinata, tapi ini salahku juga. Baiklah~ Aku akan memulainya" aku berbeda? Sebenarnya aku masih sama, hanya pada Naruto saja aku berbeda. Mungkin kalau aku sudah mengetahui yang sebenarnya, sifatku akan berubah lagi.
Aku sudah menemukan tempat yang enak, dengan begitu Naruto akan bercerita dalam keadaan nyaman. Begitu juga denganku, aku akan mendengarkan dengan nyaman juga.
"Kejadian itu kulakukan untuk kamu, begitu juga dengan keluargamu. Aku tidak ingin kalian semua terluka. Aku tidak ingin kamu, Neji, Hanabi dan paman jadi terluka kalau aku tidak melakukan itu" untukku? Untuk keluargaku? Tapi kejadian itu malah membuat aku dan keluargaku terluka. Tidak terluka apanya?
"Aku tahu kejadian itu membuat kamu terluka, dan membuat keluargamu menjadi benci padaku. Tapi kalau aku tidak melakukan itu maka kamu dan keluargamu akan lebih terluka lagi dari apa yang kamu rasakan sekarang" penjelasan apa itu? Aku tidak mengerti. Aku akan lebih terluka begitu juga keluargaku? Dari yang sekarang, akan lebih terluka lagi kalau Naruto tidak melakukan hal itu? Apa sebenarnya yang terjadi?
"Kamu hanya salah paham, sebenarnya aku tidak bermaksud menjelek-jelekkan keluargamu. Aku hanya ingin menyelamatkan keluargamu, walau pada akhirnya kalian semua akan membenciku" Seperti itu? Untuk menyelamatkan keluargaku? Tapi kenapa sampai seperti itu? Aku masih belum mengerti, menyelamatkan untuk apa? Tidak ada bahaya yang mengancam.
'Clan Hyuuga, adalah clan paling terburuk dari semua clan yang ada di dunia ini' kembali aku teringat kata-kata Naruto yang membuat keluargaku benci padanya. Aku mau tahu apa alasan Naruto mengatakan hal tersebut. Tapi katanya untuk menyelamatkan keluargaku?
"Sebenar aku mengucapkan itu karena ada yang memaksaku. Kalau aku tidak melakukan itu, maka mereka akan membunuh keluargamu. Aku tidak bisa biarkan itu~ Aku disuruh mengucapkan kata itu di depan kalian semua. Saat aku mengucapkan itu, kalian pasti tidak tahu kalau ada bahaya yang mengancam di sekitar. Kalau sampai aku tidak mengucapkannya, peluru akan melesat ke arah kalian. Makanya~" seperti itukah? Apakah ada yang membenci keluargaku sehingga orang jahat itu mau membunuh kami? Atau apakah itu cara mereka agar memisahkanku dengan Naruto? Atau itu adalah sebuah kebohongan?
"Saat aku berhasil membuat mereka masuk ke penjara, aku berniat untuk berbicara yang sebenarnya ke kamu dan keluargamu. Tapi saat aku mau bicara yang sebenarnya ke kamu, kalian malah sudah pergi meninggalkan kota itu. Selama lima tahun aku hidup dengan rasa penyesalan. Aku terus memikirkan cara agar aku bisa minta maaf ke kalian semua. Sampai suatu hari aku melihat statusmu, kamu berada di tempat yang sama denganku. Berarti aku memiliki kesempatan untuk menceritakannya ke kamu" Aku mengerti sekarang, aku sudah tahu semua kebenarannya. Ternyata~ Naruto memang orang yang baik. Apakah dengan ini aku bisa bersama Naruto kembali?
"Aku mengerti" aku berdiri dari tempat dudukku. Aku melihat ke arah Naruto sebentar, lalu aku berjalan. Aku akan pulang, aku mau memberitahukan semua kebenarannya pada keluargaku.
"Aku memaafkanmu" sukses sudah, sesuatu yang selama ini mau kukatakan padanya. 'Aku memaafkanmu'~ Aku sudah tidak sabar untuk sampai rumah, dan membuat keluargaku tidak benci lagi pada Naruto.
Naruto kembali menahan tanganku, aku melihat ke arah Naruto. Ia menundukkan kepalanya sambil tetap memegang tanganku. "Aku mau, kita bisa seperti dulu lagi. Aku mau, kita melanjutkan hubungan kita. Berikan kesempatan kedua padaku~ Aku tidak akan membuatmu sakit lagi" setelah mengucapkan kata itu, ia mengangkat kepalanya lagi dan melihat ke arahku.
Aku terdiam, aku belum membalas kata-kata Naruto. Aku bingung harus membalas seperti apa, aku harus minta persetujuan yang lainnya. Aku harus menceritakan kebenarannya ke keluargaku dulu, baru kutanyakan apakah boleh aku kembali berhubungan dengan Naruto?
"Aku tanyakan dulu ke keluargaku"
::
::
::
"Jadi seperti itu kebenarannya" aku selesai bercerita sudah, aku melihat wajah ke tiga orang itu. Wajah mereka yang awalnya datar-datar saja kini menunjukkan raut wajah yang sedikit berbeda.
"Ternyata Naruto-nii berani ya, aku sudah salah sangka" Hanabi bilang seperti itu? Apakah sekarang dia sudah merubah pandangan dari benci menjadi kagum kembali?
"Aku tidak benci sama Naruto-nii lagi kalau sudah tahu alasannya" aku senang~ Hanabi tidak benci Naruto lagi, satu orang sudah memberikan jawaban yang baik. Apa mungkin dengan ini aku punya sedikit kesempatan untuk kembali lagi bersama dengan Naruto?
"Begitu ya? Kalau seperti itu, aku akan berteman lagi dengan Naruto. Aku menyesal pernah memutuskan persahabatanku dengannya. Menyesal telah menyebutnya manusia rendahana, aku akan minta maaf besok" Kak Neji mau berteman lagi dengan Naruto? Syukurlah~ Mungkin raut yang kutunjukkan adalah raut kebahagiaan saat ini. Aku senang, sisa menunggu jawaban dari ayah.
"Ternyata begitu ya? Ternyata Naruto orang yang baik. Aku salah beranggapan bahwa dia adalah orang yang tidak benar. Baiklah~ Ayah mengerti, kita akan kembali berhubungan dengan Naruto. Jangan tumbuhkan rasa kebencian lebih dalam lagi, karena itu tidak baik" Aku tambah senang ketika ayah mengucapkan itu. Dengan begini, apakah aku akan bisa bersama dengan Naruto kembali?
"Naruto ingin aku kembali berhubungan dengannya" aku mengutarakan apa yang kuingin tanyakan, apakah diperbolehkan? Kuharap iya~ Karena sampai sekarang aku tidak bisa melupakan Naruto. Aku ingin terus bersama dengannya, berbagi suka dan duka berdua. Selalu bersama-sama, tidak akan berpisah lagi dengan Naruto~ Kumohon~
"Baiklah~ Kalau kamu memang mau lagi bersama dengannya, ayah perbolehkan" bahagia. Sangat bahagia mendengar ucapan ayah yang seperti itu lagi. Badanku langsung bergerak reflek memeluk ayahku sambil mengucapkan kata 'terima kasih'. Aku bahagia~ Sangat~
"Aku senang"
Kami sekarang berada di atap sekolah, aku, Naruto dan Kak Neji saling bertatapan. Aku yakin pasti akan baik-baik saja~
"Oke~ Jadi karena semuanya sudah beres. Aku akan memaafkanmu, dan maafkan aku karena aku telah menyebutmu manusia rendahan" Kak Neji akhirnya bicara juga, aku senang Kak Neji bicara seperti itu. Dengan begini, kebencian sudah menghilang.
"Tidak apa-apa, yang penting semuanya sudah selesai" Yah~ Semuanya sudah berakhir. Kebencian sudah hilang, dan akan mulai yang baru.
"Jadi, apa aku bisa bersama dengan Hinata lagi?" mendengar pertanyaan Naruto malah membuatku malu, dan Kak Neji menghela napas.
"Baiklah~ Tapi kalau sampai kamu membuat Hinata terluka lagi, tidak akan segan-segan aku akan membunuhmu" ucap Kak Neji dengan evil-nya, dan sepertinya itu membuat Naruto sedikit merinding.
"I-Iya" jawab Naruto sedikit terbata.
Naruto~ Kini semua berjalan dengan baik seperti dulu. Aku senang ternyata kamu masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah sama sekali. Keinginanku untuk tetap bersamamu akhirnya terwujud juga. Walau awalnya aku belum siap, tapi kini aku mengerti.
Bertemu dengan kamu lagi, tidak akan membuat hatiku sakit. Aku malah senang, itu semua berkat kamu~
Aku mohon, tetaplah bersamaku... Selamanya~
"Ngomong-ngomong, kenapa kamu bisa menjadi model?" sebuah pertanyaan tidak penting keluar dari mulut Kak Neji, sepertinya Kak Neji ingin mengetahui perjalanan Naruto saat menuju dunia permodelan.
"Ada yang menawarkanku, dan aku berpikir... Mungkin suatu saat aku bisa bertemu dengan Hinata jika aku menjadi model, dan itu menjadi kenyataan. Aku jadi bisa bersama dengan Hinata kembali"
Kamu~ Kumohon, tetaplah bersamaku... Selamanya~
You
~ The End ~
Yosh~! Akhirnya fic ini selesai juga. Terima kasih bagi kalian yang sudah mau membacanya sampai tamat. Tapi kalau kejadian lima tahun tersebut sangat aneh dan tidak masuk akal, maafkanlah daku yang memiliki kapisitas ide yang sedikit.
Thanks for your review, favorite, and follow.
Balasan review kalian sudah kubalas lewat PM, ini balasan bagi yang tidak on.
Nagasaki: Tapi semua sudah terungkap. Walau aku rasa itu sangat aneh~ Oke! Arigatou reviewnya~
Thanks to:
- Kaoru-Kagami Yoshida
- Mangekyooo JumawanBluez
- huddexxx69
- jihan . fitrina
- Nagasaki
Jaa~
Fic daku yang berikutnya dengan pair NaruHina kembali, dari sini aku akan mulai promo lagi. #plak
Sumarry: Setiap orang pasti memiliki mimpi, dan menginginkan mimpi itu terwujud. Naruto Uzumaki, sesosok iblis mimpi. Ia akan memberikan sebuah kristal mimpi, dengan itu mimpi kita akan terwujud. Tapi jika sudah terikat dengan kontrak, saat kita meninggal nanti, tidak ada yang akan... mengingat, mengenang, mengenal, bahkan menanggap kita pernah ada~ / "Dari pada disebut iblis, Naruto-kun lebih cocok disebut malaikat" /
Kalau ada yang tertarik untuk membacanya silakan menunggu di waktu yang tidak lama ini.
Arigatou~
Ttd,
Hikaru-Ryuu Hitachiin
