Balas Review yang ga bisa lewat Pm disini aja ya :3
Nyuga totong : maaf ya, emg sengaja dibikin pendek biar greget :v
Namikaze uzumaki : maksud kamu? -_-a
Guest : hahaha iya nih :D abisnya mereka kocak sih w
Uki : belum keluar ide yang lebih mengigit nih neng uki :'3 Gomennasai
Desclaimer : Tadi udah nelpon akang Masashi, tapi gak diangkat. Yaudah deh Naruto masih jadi hak milik akang Masashi Kishimoto
Genre : Humor/Parody
Warning : OOC, Typo (s), AU
.
.
Akatsuki Koukosei No Nichijou
.
.
Part 5 ayah/father
Di suatu pagi yang cerah, seorang anak yang memakai topeng seperti wadah obat nyamuk bertanya kepada ayahnya yang sedang duduk di kursi sambil menyeruput kopi yang dibuat oleh ibu Tobi.
"Ayah..."
"Iya nak, kenapa?" tanya ayahnya tanpa mengalihkan pandangannya dari koran.
"Kenapa beberapa dari rambut ayah berwarna putih?" tanya Tobi lagi.
"Setiap kali anak membuat ayahnya kesal, 1 dari rambut ayah berubah berwarna putih." Jawab ayahnya ngasal sambil menyeringai di balik koran.
"Umm.. sekarang aku tau kenapa rambut kakek warnanya putih semua." Ujar tobi sambil memasang wajah kemenangan. Seketika tubuh ayahnya menegang.
"Kau menang kali ini nak!" geram ayahnya sambil melempar wajah Tobi dengan koran. Tanpa sengaja Koran tersebut mengenai topeng Tobi dan topengnya pun terlepas.
"K-k-kau si-siapa?"
"Aku adalah manusia, Bye~!"
Tring
Tobi pun menghilang. Ayahnya pun tak mengambil pusing, dia lanjut membaca koran.
"Hilang satu? Tumbuh seribu. Tinggal bikin lagi kok susah." Ujar lelaki tersebut sambil menyeringai nakal di balik Koran.
~Akatsuki koekosei no nichijou~
Part 6 kantor polisi
Deidara duduk gelisah di bangkunya. Kalau hanya duduk di bangku taman sih dia gak bakalan segelisah ini. Tapi dia sekarang sedang duduk di bangkunya kantor polisi. Kalian pasti bertanya tanya kenapa Deidara bisa berada di kantor polisi. Bukan, dia tidak mungkin mencuri. Dia Cuma tersesat, ya tersesat. Akibat tertidur di kereta dia jadi terdampar di kota asing.
"Dik, dimana kamu tinggal?" tanya polisi yang bernama Itachi.
"Saya tinggal dirumah pak bersama orang tua saya."
"Iya saya tau kamu tinggal dirumah, tapi dimananya?"
"Di kamar saya pak."
'Stres ni anak, ditanya lain dijawab lain. Niat pulang kaga sih!' batin Itachi jengkel.
"Ok ok, dimana orang tua kamu tinggal?" tanya Itachi lagi.
"Mereka tinggal bersama saya pak."
"Kalian semua tinggal dimana?"
"kami semua tinggal bersama pak!"
"MAKSUD SAYA LETAK RUMAH KAMU DIMANA?!" teriak Itachi kesal.
"Disamping rumah tetangga saya pak." Jawab Deidara sekedar.
"RUMAH TETANGGA KAMU DIMANA NYET?!"
"kalo saya kasih tau ntar bapak marah marah lagi sama saya." Ujar Deidara masang wajah sedih.
"Saya gak bakalan marah lagi. Sekarang kamu ngomong yang benar. Dimana rumah tetangga kamu?" tanya Itachi lembut.
"Disamping rumah saya."
"WANJEEERRR! KISAME, JEBLOSKAN DIA KEPENJARA!" teriak Itachi kepada rekannya, Kisame.
"Baik."
"A-apa salah saya pak? Kenapa saya dimasukkan ke dalam penjara?" tanya Deidara bingung.
"Karena kau sudah membuat aku kesal, Bocah setan!"
"AAAAARRGGHHH TIDAAAAAAKKK!" teriak Deidara sambil diseret Kisame ke dalam penjara.
~Akatsuki koekosei no nichijou~
Part 7 Ditilang
Kakuzu sedang mengendarai motornya dengan kencang, lalu seekor polisi, eh seorang polisi mencegat Kakuzu. Saat Kakuzu berhenti, Polisi pun menghampirinya.
"Selamat siang."
"Selamat siang pak, ada apa ya?"
"Bisa tolong tunjukkan sim dan stnk nya?" Tanya pak polisi.
"Wahh.. saya lupa bawak pak." Jawab Kakuzu.
"Baiklah, motor anda saya tilang!"
"Wuapaahh? Pak jangan dong pak!" mohon Kakuzu, namun polisi mata duitan itu tak mau mengubris pekataannya.
"Yaudah deh pak bentar ya, saya telpon ayah saya di kantor Dilantas Polda sebentar saja." Ujar Kakuzu. Seketika tubuh Pak polisi menegang.
"A-apa bener ayah kamu kerja di kantor Dilantas Polda?" Tanya pak polisi, Kakuzu mengangguk mantap.
"Kalau gak percaya nih nomor ayah saya." Kakuzu memberi catatan nomor telpon ayanhnya.
"Yasudah, kamu boleh pergi."
"Bener nih pak? Makasih ya." Kakuzu pun pergi meninggalkan pak polisi. Pak polisi yang penasaran langsung menghubunginya.
Tuutt…tuutt…tuutt…
"Moshi moshi."
"Selamat siang, apa benar nomor ini berada di Dilantas Polda?" Tanya pak polisi.
"Benar sekali pak."
"Kalau boleh tau ini di bagian apa ya?"
"Dibagian kantin pak. Bapak mau pesan nasi berapa bungkus?"
"WANJEERRR AKU DIKERJAIN BOCAH SIAL!" teriak polisi tersebut murka. Tak jauh dari tempat kejadian seorang bocah licik sedang tertawa terpingkal pingkal.
"Mamfus ente, emang enak ane kerjain." Tawa Kakuzu sambil mengendarai motornya meninggalkan pak polisi yang sedang garuk garuk aspal.
~Akatsuki koekosei no nichijou~
Part 8 sing a song
*Cover Vicky prasetyo-Aaron ashab*
*Lirik by Miyako Hanabuchi*
Deidara Uzumaki is My Name
Yeah I'm 24 my age
I am from the birthday in Konoha City
dulu Waktu sekolah sering cabut..Sih
Ku rindukan sang kekasih
yang sekarang entah dimana
ini semua karena Tou-san
yang nyuruh aku buat nikah
sekarang ni aku
Baru tunangan, Sama si karin
Yang doyan marah marah
2 hari trus aku lari
Emang aku kaga suka
sama cewek kaya iblis
doyan ngerumitisasi
dikudetaaa.. sama Tou-san..
Plis jangan di memperpaksakan
cuma karena pengen harta orang kaya...
Selesai Deidara menyanyi, dia pun digebukin satu kampung di atas panggung. Kasian.
~Akatsuki koekosei no nichijou~
-To Be Continued-
Maaf agak garing, lagi gaada ide nih :'(
semoga aku nda di hukum gantung TT_TT
-Miyako Hanabuchi-
