THAT IDIOT MAN I LOVE Chap 3

Cast : YeWook

.Yesung as idiot namja

.Ryeowook as yeoja berandalan

Genre : Romance

Disclaimer : Yesung milik Ryeowook seorang, Ryeowook milik Yesung seorang, dan mereka berdua milik author seutuhnya. Dan yg paling penting FF ini 10000% asli buatan author.

Warning : DILARANG MENJIPLAK! Awas kalo berani, author pancung kau! *sangar mode on*

Olala... author comeback with chap 3, readers nungguin kan...? *readers : kagak...* Gomawo, udah jadi readers setia... dan udah rajin review... ^o^ Luph U Luph U Luph U *readers muntah* OK-lah lansung baca aja chap 3...

Good read... *Bahasa Inggris berantakan*

"Yesung..." Ryeowook memanggil namja yg ia yakini kalau itu Yesung. Dan benar saja itu Yesung. Sama seperti yg Ryeowook bayangkan, Yesung sedang menangis.

"Noona... kenapa kau lama sekali... apa kau tidak tahu...aku takut...?" tangis Yesung. Ryeowook segera memeluknya.

"Mian... mianhe..."

"Noona jahat...!" kata Yesung mencoba meronta dari pelukan Ryeowook, tapi Ryeowook memeluknya semakin erat. Yesung hanya pasrah dan akhirnya mulai tenang dipelukan Ryeowook.

"Mianhe... aku tidak bermaksud berbuat seperti ini" Ryeowook melepas pelukannya, kini ia juga mulai berkaca-kaca. "Ayo sekarang kita pulang, apa kau mau jalan-jalan dulu?"

Yesung menggeleng kuat. "Ani, Yesung mau pulang noona, Yesung lelah dan lapar" jawab Yesung polos.

"Arra, nanti noona buatkan masakan yg enak, ne?" Yesung mengangguk. Ia sudah mulai tenang sekarang.

Sampai dirumah, Ryeowook langsung menyuruh Yesung mandi dan memasakan makanan untuk Yesung. Ia merasa sangat bersalah. Ryeowook memang kejam, tapi tak seharusnya ia berbuat seperti itu pada Yesung. Tapi itu juga bukan kesalahannya, karena ia tak sengaja, TIDAK SENGAJA.

"Yesung... makan malam siap..." panggil Ryeowook. Yesung turun masih dengan rambutnya yg basah. Sesekali Yesung mengibaskan rambutnya yg agak kriting *bayangin model rambut Yeppa di Mr. Simple* sehingga air yg menempel dirambutnya menciprat kemana-mana.

Ryeowook yg masih menata meja makan langsung cengo ketika melihat Yesung. Matanya tak berkedip sedikitpun, hanya mulutnya yg menganga.

'Yesung... neomu kyeopta...' batin Ryeowook. Ia tak pernah menyangka kalau Yesung begitu tampan. Baru kali ini Ryeowook menyadarinya dan baru kali ini ia melihat Yesung bukan sebagai namja idiot tapi seorang namja tampan yg penuh kharisma.

Yesung mulai mendekati Ryeowook. "Noona..."

Pikiran Ryeowook tentang Yesung langsung menghilang saat Yesung memanggilnya noona. Anggapanya tadi yg menyatakan kalau Yesung adalah namja tampan berkharisma, musnah seketika. Sifat idiot Yesung mengacaukan suasana.

"Ah, ne, ini makanannya sudah siap. Aku buatkan bubur abalon untukmu."

"Gomawo noona... aku akan makan sekarang." Yesung duduk, Ryeowook juga duduk berhadapan dengan Yesung. Yesung terlihat sangat menikmati bubur buatan Ryeowook.

"Mashita noona..." kata Yesung menyempatkan senyum pada Ryeowook.

DEGH, DEGH, DEGH...

Ekspresi Ryeowook mendadak berubah. Jantungnya berdetak sangat cepat dari biasanya.

'Omo... ternyata senyumannya manis sekali...' batin Ryeowook, rasanya ada sesuatu yg berbeda dihatinya sekarang ini.

"Noona...?"

"Ah, ne..."

"Kenapa kau melamun? Noona sakit...? Tidak, noona tidak boleh sakit. Yesung sedih kalau noona sakit." Yesung menggenggam tangan Ryeowook yg berada diatas meja. Terlihat wajah Ryeowook memerah dan tingkahnya agak canggung.

"Aniyo Yesung, aku tidak sakit." Jawab Ryeowook coba menghilangkan rasa canggungnya. "Ah iya, aku ingin bertanya sesuatu padamu"

"Apha...noohna...? Akhu akhan jahwab" jawab Yesung sambil masih mengunyah makanannya, jelas makanannya muncrat kemana-mana bahkan sampai menyembur kewajah Ryeowook.

PLUK! Ryeowook memukul kepala Yesung.

"Babo, telan dulu makananmu."

"Ne, noona... Kau mau tanya apa?"

"Mmm, boleh aku tahu berapa usiamu?" tanya Ryeowook.

"Mmm, berapa ya? Aku lupa. Yg jelas ulang tahunku tanggal 24 Agustus, noona... itu juga seingatku..." kata Yesung sambil tersenyum pada Ryeowook yg lagi-lagi membuat Ryeowook merasa canggung dan jantungnya berdegup cepat.

"Lalu dimana keluargamu?" tanya Ryeowook lagi. Ia masih mencoba menyembunyikan rasa gugupnya.

"Keluarga? Yesung punya. Appa, umma, Eeteuk eoni. Mereka..." jawaban Yesung menggantung. Ryeowook merasas sangat penasaran akan jawaban Yesung. Ia coba mendekatkan wajahnya kewajah Yesung.

"Mereka pergi, Yesung... tidak tahu kemana mereka pergi, mereka meninggalkan Yesung sendirian." Terlihat air mata mulai terbendung dikelopak mata Yesung. Ryeowook hanya menatap Yesung iba. Entah kenapa hatinya juga merasa sakit.

~*~ Esoknya...

Ryeowook bersiap pergi kesekolah. Hari ini ia berniat mengajak Yesung jalan-jalan pulang sekolah, sebagai penebus kesalahannya tadi malam. Agar tidak mengulur waktu, sekalian Ryeowook mengajak Yesung kesekolahnya.

Yesung sudah siap. Ia berpakaian sangat rapi, dengan kemeja putihnya, dilengkapi rompi dan dasi hitam yg tentunya milik Donghae. Ia sangat senang saat mengetahui Ryeowook akan mengajaknya kesekolah dan jalan-jalan.

"Noona... aku siap..." teriak Yesung menghampiri Ryeowook dengan senyumnya yg merekah.

Ryeowook kembali terpaku melihat Yesung memakai baju yg sudah ia siapkan pagi tadi. Perasaan aneh yg ia rasakan kemarin muncul kembali. Jantungnya berdegup sangaaattt cepat. Apa Ryeowook mulai menyukai Yesung?

"Noona..." Yesung mengoyang-goyangkan tangannya didepan wajah Ryeowook.

"Hmm, ne..." jawab Ryeowook tersadar.

"Noona sering sekali melamun akhir-akhir ini. Gwaenchanayo?"

"Ne, gwaenchana. Kau rapi sekali. Mmm... tapi sepertinya ada yg kurang" Ryeowook mengamati penampilan Yesung dan langsung mengambil kacamata imitasi miliknya. Ia pakaikan kacamata itu pada Yesung. Bisa bayangkan betapa tampannya Yesung sekarang?

"Nah, kau keren sekali" puji Ryeowook. Yesung hanya tersipu malu. Ryeowook memakaikan mantel tebal pada Yesung agar Yesung tidak kedinginan. Lalu mereka berdua berangkat kesekolah.

Disekolah, banyak yeoja yg menatap Yesung. Bukan hanya yeoja, namja-namjapun menatap Yesung melongo. Yesung memang begitu tampan hari ini. Ryeowook juga mengakuinya. Sedangkan Yesung hanya melambai-lambaikan tangan pada setiap namja dan yeoja yg menatapnya. Namja dan yeoja-yeoja itu membalas lambaian tangan Yesung disertai gelak tawa.

Ryeowook tertunduk malu melihat tingkah Yesung, ia mencoba memegang tangan Yesung agar berhenti melambaikan tangan, tapi Yesung memaksa menarik tangannya dari genggaman Ryeowook.

Teman-teman Ryeowook bertanya-tanya pada Ryeowook kenapa ia membawa Yesung kesekolah. Kyuhyunpun begitu.

"Wookie-ah kenapa kau bawa namja idiot ini?"

"Aku ingin mengajaknya jalan-jalan, tadi malam aku membuatnya menunggu ditengah salju, aku merasa bersalah padanya dan ini adalah tanda permohonan maafku" jelas Ryeowook. Yesung menjulurkan lidahnya mengejek Kyuhyun. Wajah Kyuhyun berubah kesal dan ia berniat memukul Yesung.

Ryeowook menggandeng Yesung memasuki kelas meninggalkan Kyuhyun yg sweatdrop melihat Yesung yg masih mengejeknya dengan melambaikan tangannya dan menjulurkan lidahnya. 'Dasar namja idiot' kesal Kyuhyun.

Selama pelajaran, Yesung menunggu Ryeowook diluar ruangan kelas. Kegiatannya adalah memakan lolipop yg diberikan Ryeowook sebelum masuk kelas.

Kyuhyun yg hendak menuju ruang kepala sekolah, tiba-tiba melihat Yesung didepan kelas Ryeowook. Otak evilnya muncul. Ia mendekati Yesung dan menarik Yesung hingga kesebuah lorong sepi.

"Namja idiot, kita bertemu lagi... Awas kau akan kubalas kelakuanmu tadi" kata Kyuhyun dengan evil smirk-nya.

"Apa maumu, ahjussi jelek? Aku mau pergi, lepaskan tanganku." Kata Yesung mencoba melepas genggaman Kyuhyun yg begitu kuat.

"Heh, dengar ya, Ryeowook bersikap ramah padamu karena sebentar lagi dia akan mengusirmu dan menyerahkanmu pada penjahat." Kyuhyun mendorong tubuh Yesung ketembok.

"Jinja?" tanya Yesung, hatinya hancur saat mendengar penjelasan Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk.

"So... jangan berlagak kalau Wookie akan melindungimu dan sebaiknya kau pergi."

Yesung menunduk sesaat. "Ani, Wookie noona sayang pada Yesung, kau ahjussi jahat, Wookie noona tidak cinta padamu tau..." Yesung berhasil melepaskan tangannya dari Kyuhyun dan sekarang ia balik melotot pada Kyuhyun. Setelah berkata seperti itu, ia pergi kembali kekelas Ryeowook.

'Apa benar kata ahjussi itu? Apa benar Wookie noona akan melakukan itu padaku?' batin Yesung. Kata-kata Kyuhyun terus terngiang dipikirannya.

Jam pulang sekolahpun berbunyi... inilah saat yg dinantikan Yesung, tapi berubah setelah perakataan Kyuhyun. Ryeowook keluar dengan wajah yg ceria, ia lalu mengajak Yesung pergi kataman hiburan.

"Noona... apa kau membenciku?" tanya Yesung saat mereka berjalan ditengah keramaian taman hiburan.

"Dulu iya, saat aku pertama bertemu denganmu, tapi sekarang tidak."

"Apa kau akan mengusirku dan menyerahkan aku pada penjahat?"

"Siapa yg bilang begitu? Tentu saja aku tidak akan melakukan hal sejahat itu."

"Kata ahjussi yg selalu dekat denganmu" jawab Yesung polos.

"Kyuhyun?". Yesung mengangguk.

"Jangan pedulikan dia, dia hanya menjahilimu. Sudahlah jangan dipikirkan, ayo kau mau main apa?" ajak Ryeowook senang.

"Aku mau main semua wahana" jawab Yesung semangat sudah tidak lagi memikirkan kata-kata Kyuhyun.

Ryeowook mengajak Yesung mengelilingi taman hiburan, mengajaknya menaiki semua wahana, bahkan wahana yg ekstrim. Yesung terus menutup mata saat Ryeowook mengajaknya menaiki roller-coster *bener gak tuh tulisannya?*

Mereka ada ditaman hiburan sampai malam. Benar-benar hari yg menyenangkan. Baru kali ini Ryeowook begitu senang pergi bersama seorang namja, meski namja itu adalah Yesung yg seorang namja babo.

Setiba dirumah, mereka langsung merebahkan tubuh disofa dan langsung tertidur pulas. Posisi mereka saling berhadapan dengan bungkusan plastik dimana-mana.

~*~ Esok paginya...

"Arng..." Ryeowook mengeliat dan terbangun. Ia kaget saat ia melihat Yesung ada dihadapannya. Bukannya berteriak karena kaget, ia malah tersenyum melihat raut wajah Yesung yg lucu saat tertidur.

DEGH, DEGH, DEGH... rasa itu muncul lagi. Perlahan Ryeowook mendekatkan wajahnya kewajah Yesung.

CHU~

Ryeowook mencium Yesung yg masih terlelap. Yesung yg kaget langsung terbangun. Saat ia membuka matanya...

"Hmm...mmm...mmm..." Yesung tidak bisa berkata karena bibir Ryeowook yg mengulum bibirnya.

Mata Ryeowook terbelalak saat mengetahui Yesung bangun. Ia langsung melepas ciumannya.

"Hhahah, noona... apa yg kau lakukan?" tanya Yesung terengah-engah karena kehabisan napas saat berciuman dengan Ryeowook. Ryeowook berlari kekamar mandi dan menutup pintunya rapat.

"Baboya, baboya!" Ryeowook memukul-mukul kepalanya sendiri. "Bagaimana kau bisa mencium seorang namja idiot yg sangat benci, Ryeowook? Baboya! Huwa..." Ryeowook kesal pada dirinya sendiri dan akhirnya ia menangis.

Tok, tok, tok. "Noona... gwaenchana?" tanya Yesung dari luar kamar mandi.

"Hiks, hiks, anio..." teriak Ryeowook.

"Kau kenapa noona?"

"Aku gila..."

"Gila? Noona, perlukah aku membawamu kerumah sakit jiwa?" tanya Yesung lagi. Pintu kamar mandi terbuka.

BYUR... Tubuh Yesung basah kuyup setelah Ryeowook menyiramnya dengan segayung air.

"Dasar idiot, aku masih waras."

"Tadi, noona bilang... 'Aku gila...' begitu"

"Sudahlah lupakan kata-kataku tadi dan lupakan apa yg aku lakukan tadi padamu"

"Ani, ani" Yesung menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mungkin melupakan kejadian tadi, noona menciumku..." Yesung tersenyum lebar sambil menunjuk kearah wajahnya sendiri.

Ryeowook hanya pasrah. Kini Yesung sedang melompat-lompat sambil meneriakkan 'Wookie noona menciumku' berkali-kali.

~*~ Siangnya...

Hari ini adalah hari minggu, tentu saja Ryeowook libur sekolah. Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya, Ryeowook menghabiskan waktu dengan membaca buku ditaman belakang.

TING TONG... bel pintu rumah berbunyi.

"Nuguya?" tanya Yesung dari dalam rumah. "Nugu..."

"Hai idiot..." terlihat Kyuhyun tengah melambaikan tangannya pada Yesung dan tangan lainnya ia sembunyikan dibalik tubuhnya.

"Yesung, siapa yg datang?"

"Wookie-ah, ini aku, Kyuhyun..." Kyuhyun langsung nyosor masuk meninggalkan Yesung yg merasa kesal. Yesung lalu mengikuti Kyuhyun masuk.

Kekesalan Yesung semakin bertambah saat Kyuhyun dan Ryeowook bertemu didalam. Kyuhyun dan Ryeowook terlihat selalu sangat mesra, membuat hati Yesung terbakar. Bisa tebak kenapa Yesung cemburu? Sure, Yesung menyukai Ryeowook. Apalagi tadi pagi Ryeowook menciumnya, itu membuatnya melesat keangkasa. Tapi sekarang, Wookie noona-nya sedang bersama setan menyebalkan.

Yesung hanya duduk sendiri diayunan sambil menatap Kyuhyun dan Ryeowook penuh kesal. Wajahnya dan alisnya ditekuk, tangannya meremas-remas daun yg sengaja ia petik untuk melampiaskan kekesalannya. Sesekali Kyuhyun menatap Yesung sambil menjulurkan lidahnya. :p semakin membuat Yesung ingin membunuh Kyuhyun saja.

Sampai malam Kyuhyun berada dirumah Ryeowook. Entah apa dia tidak merasa bosan terus menempel (?) pada Ryeowook. Sedangkan Yesung? Ia ketiduran dan Ryeowook membawanya masuk kekamar.

"Wookie-ah, dimana gelang pemberianku? Kau tidak memakainya terus, apa... kau menghilangkannya?" tanya Kyuhyun menginterogasi Ryeowook saat ia melihat Ryeowook lagi-lagi tidak memakai gelangnya.

"Mmm... ani... ani"

"Lalu, wae?"

"Mm... mm..."

"Noona... aku lupa mengatakan ini padamu dari kemarin, aku menemukan gelangmu dilantai. Gelangnya putus noona..." tiba-tiba Yesung keluar dari kamar dan menunjukan gelang yg dua hari lalu ia temukan.

"MWO? PUTUS? Wookie kenapa kau tak menjaga gelang itu sampai bisa putus? Kau bohong padaku, kau bilang kau menyimpannya, tapi nyatanya gelangnya putus. Aku kecewa padamu Ryeowook" kata Kyuhyun emosi.

"Kyu, sungguh aku merawatnya tapi... memang dua hari yg lalu gelang itu hilang. Aku sudah mencarinya tapi tidak ada. Percayalah padaku Kyu..." Ryeowook coba menjelaskan. Namun Kyuhyun tetap tidak percaya dan bergegas pulang dari rumah Ryeowook.

"Kyu tunggu... dengarkan penjelasanku..." Ryeowook mengejar Kyuhyun yg sudah pergi dengan mobilnya. Sedangkan Yesung mengikuti Ryeowook dari belakang.

"Noona...". Ryeowook berbalik badan, matanya menatap Yesung tajam. Yesung mundur kebelakang, tatapan Ryeowook begitu menakutkan.

"Noona..."

Srtt. Ryeowook menarik kerah baju Yesung. "Apa yg kau lakukan dengan gelangku? HAH?"

"A..aku tidak melakukan apapun noona... aku menemukannya dilantai"

"Kenapa bisa sampai putus?"

"Aku tidak tahu, saat aku menemukannya, gelangnya sudah putus. Sungguh..."

"Aku tidak percaya, asal kau tahu, itu gelang pemberian Kyuhyun satu-satunya, dan kau merusaknya. SEKARANG PERGI DARI RUMAHKU!" Ryeowook menyeret Yesung keluar pintu rumahnya, masih dengan mencengkram kerah baju Yesung.

"PERGI KAU, KAU MENGHANCURKAN HIDUPKU, SEMENJAK KEDATANGANMU HIDUPKU SELALU SIAL" Ryeowook mendorong Yesung didepan pintu dan segera menutup pintunya.

"Noona... sungguh, aku tidak melakukan itu. Noona..." Yesung mengetuk pintu rumah Ryeowook, air matanya perlahan turun.

"Noona..." akhirnya ia pergi dari rumah Ryeowook. Berjalan tanpa tahu tujuannya.

Didalam rumah.

"Dasar namja idiot menyebalkan... karena dia, Kyu marah padaku, awas kau kalau berani kembali kerumahku, aku akan me..."

JDER... petir menggelegar dan hujan turun deras. Ryeowook terbelalak dan perasaan khawatir menyerbu hatinya.

"Hu..hu..jan...?" Ryeowook bangkit dari duduknya, ia baru ingat musim dingin baru berlalu dan hujan bisa turun kapan saja. "Ye..yesung?"

'Noona... aku takut gelap, noona... aku takut' Kata-kata Yesung jika ia merasa takut melekat dipikiran Ryeowook.

"Yesung, dia pasti sedang ketakutan sekarang, apalagi ini hujan. Aku harus mencarinya dan membawanya kembali pulang" Ryeowook segera mengambil payung dan pergi keluar mencari Yesung.

"Hu..jan... di..dingin, gelap..., petir... Yesung takut. Appa... Umma... Eeteuk eoni... Yesung mau pulang... Yesung takut disini sendiri" Yesung memeluk tubuhnya sendiri agar rasa dingin yg menusuk tulangnya sedikit berkurang. Ia berjalan tak tahu arah, ia tak bisa melihat jelas ditengah kegelapan.

TET..TET.. Yesung menengok kedepan. Ia melihat sebuah cahaya. Begitu senangnya saat ia melihat cahaya itu ditengah kegelapan yg membuatnya ketakutan. Yesung mempercepat langkahnya menuju cahaya itu. Sampai...

BRAK! Tubuh Yesung terpental karena hantaman sebuah truk. Ternyata cahaya itu adalah cahaya yg berasal dari lampu truk yg menghantam Yesung. Tubuh Yesung tergeletak penuh darah ditengah hujan. Darahnya luntur dan terbawa arus hujan. Sedangkan truk yg menabraknya melarikan diri.

Ryeowook terus berjalan sambil meneriakkan nama Yesung berharap ia menemukannya. Tiba-tiba ia mencium bau anyir darah. Dengan cahaya senternya, Ryeowook melihat kebawah. Dan terlihat darah yg bercampur air hujan mengalir dari arah timur. Segera Ryeowook menyusuri aliran darah itu untuk mencari sumbernya.

Perasaan tidak enak lagi-lagi muncul. Yesung, ya Yesung, orang yg paling ia khawatirkan. Sepanjang jalan ia terus berdo'a semoga tidak terjadi apa-apa pada Yesung. Sampai ia menemukan sesosok tubuh seorang namja yg tergeletak berrlumuran darah. Ia mencoba mendekati tubuh itu.

Saat menyorotkan sinar senternya ketubuh namja itu...

"Ye..Yesung..." payung yg Ryeowook genggam jatuh. Ia berlutut lemas, menatap nanar tubuh namja yg ternyata adalah tubuh Yesung.

TBC

Huwa... FF apa ini? Chap 3 sungguh aneh, apalagi masalah musimnya yg tiba-tiba ganti. Tolong bunuh author. Readers : siap...!

Oh iya, kalo muka Ryeowook yg imut-imut gak matching sama perannya yg sangar, author juga ngerasa begitu, tapi kan jadi beda. Biasanya Ryeowook jadi lembut yg yeoja banget, sekarang dibikin sangar biar nunjukin sisi garang Ryeowook. And, yg tanya dimana keluarga Yesung, nanti dichap 4 akan muncul. Sekian pesan-pesan author.

Tolong ripiu... n setia bersama author diFF ni ya...