Disclaimer: Kris punya Tao, Tao punya Kris.

Genre: Angst (?) Romance (?) de el el

Pair: Lihat aja sendiri.

WARNING: typo, OOC, Yaoi, alur gaje, gaya bahasa susah dimengerti.

Note: ini ff buatan ku dan unnie Tri, jadi ff ini bukan asli punya ku. Ff ini pernah di publish di Group Perkumpulan TaoRis Shipper, aku cuma ingin ngelanjutin aja.

.

.

.

.

.

"Aaaaaaaa!" Suzy berteriak sambil meringkuk dijalan. Suzy memejamkan matanya rapat rapat. Ia tidak merasakan apa apa, sakit, pedih ataupun yang lainnya. Ia membuka satu matanya dan menatap mobil yang berhenti didepannya. Suzy memincingkan matanya.

"Tao?" Suzy berdiri dan ingin melihatnya lebih jelas. Seseorang keluar dari mobil. Ia mencoba melihat siapa yang keluar. Cahaya dari lampu mobil menyilaukan matanya.

"Suzy ya?" Ucap seseorang itu. Suzy mengerjapkan matanya.

"S-siwonnie?" Pipi Suzy bersemu merah.

"H-hey.. maafkan aku.." Siwon mengusap belakang kepalanya.

"Hm.. tidak apa.." ucap Suzy.

"Ex boyfriend.." lanjut Suzy didalam hatinya.

"Mari aku antar?"

"Boleh.." Siwon masuk kedalam mobil disusul oleh Suzy.

"Tao?" Suzy memajukan wajahnya dan melihat Tao. Siwon melajukan mobilnya dan milihat Suzy sejenak.

"Kau kenal Tao?" Siwon menaikkan satu alisnya.

"Hm.. ya.."

"Ah.. siapa ya?" Tao menatap lurus ke sumber suara.

"Kau lupa dengan suaraku? Kau sungguh jahat Tao. Hu'um.. Hey panda bodoh.. kalau berjalan pakai mata" Tao membulatkan matanya yang redup dan tak ada cahaya menyenangkan yang terpancar.

"Ah Suzy!" Suzy memeluk Tao.

TAO POV

"Kau lupa dengan suaraku? Kau sungguh jahat Tao. Hu'um.. Hey panda bodoh.. kalau berjalan pakai mata" Aku mengenali suara itu!

"Ah Suzy!" Ia memelukku. Ah.. sahabatku.. aku tersenyum simpul. Perkataanku terhadap Kris ge terngiang. Apa yang dikatakan Suzy sama seperti yang aku katakan pada Kris ge yang buta pada waktu itu. Dan sekarang lihatlah.. aku mengorbankan mata ku demi dia.. dan dan.. dia menghianatiku dengan cara meninggalkanku? Apa salahnya jika aku buta? Mengapa! Ah.. mengapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya.

"Tao.. Tao.. hey~" Suzy membuyarkan lamunanku.

"A..ah.. ya?" Suzy diam.

"Tidak apa.." jawabnya sedikit lama.

TAO POV END.

Suzy tersenyum miris melihat keaadan Tao. Ia rindu kenakalan dari Tao. Cahaya yang tersinar dari matanya membuat Suzy bahagia. Dan sekarang yang dilihatnya adalah sebuah bola mata kakaknya yang kosong, tanpa kehidupan.

"Tidak apa.." jawab Suzy sedikit lama.

"Gwencanayo?" Tanya Siwon.

"Uh.. aku baik baik saja.."

Mobil Siwon telah berhenti di depan rumah Suzy.

"Tao-ie dan Siwon, aku duluan. Terim kasih tumpangannya" Suzy tersenyum dengan sedikit dipaksakan.

"Ne Suzy ah!" Seru Tao dengan senang, disusul senyuman dari Siwon.

Dari sisi lain. Kris menatap keluar jendela, menatap dengan tajam mobil yang berhenti di depan rumahnya. Menatap seorang pria manis yang tersenyum kearah adiknya.

"Dia lagi! Apa peduliku. Aku pecinta wanita bukannya pria. Itu menjijikkan.." ejek Kris.

Ia menutup tirai jendelanya dengan kasar. Sedangkan ibunya hanya menatap Kris dengan nanar. Ia menjadi dingin, arogan, tidak peduli dengan sekitarnya. Ia rindu laki lakinya yang menyenangkan.

"Aku pulang.." Suzy berjalan menuju dapur dengan raut wajah yang muram. Ibunya menghampirinya.

"Selamat datang~" ibunya tersenyum manis.

"Aku benci Kris bodoh itu" Suzy meminum segelas air dengan gusar. Mendengar perkataan gadis kecilnya itu, ibunya mengusap rambut Suzy.

"Biarkanlah saja apa yang dia mau. Suatu saat ia pasti akan menyesal" Suzy tersenyum kecil.

"Menyesal? Buat apa? Apa yang harus ku sesali Mom?" Suara berat menyahuti. Suzy berdecak kesal.

"Lihatlah anakmu yang menyebalkan itu Mom.." Suzy meninggalkan Ibu dan Kris. Ibu menatap Kris sejenak dan meninggalkannya. Sendirian.

"Ah ya! Mereka meninggalkanku! Menyalahkanku! Kenapa?! Karena laki laki itu?!" Ia menggeram kesal dan berjalan ke kamarnya dengan gusar.

Sinar mentari sudah muncul untuk menggantikan rembulan kemarin malam. Cahaya yang menghangatkan merambat masuk melalui jendela-jendela rumah para penghuni di bumi. Cahaya yang dapat menyilaukan mata bagi makhluk yang masih bernaung dalam tempat tidur. Layaknya Kris. Ia menggeliat ketika ibunya menyibak gorden jendelanya dan membiarkan cahaya dari sang mentari mengganggu tidurnya.

"Uhm.." ia menarik tinggu selimutnya samapai menutupi wajahnya.

"Cepat bangun Kris" ucap Ibunya penuh kasih sayang.

"Tunggu mom.. 5 menit lgi" ucap Kris dengan suara parau. Ibunya menggelengkan kepalanya dan seseorang membuka pintu dengan kasar dan menarik selimut Kris dengan gusar. Siapa lagi kalau pukan Suzy.

"Mom!" Kris beranjak bangun dan menggosok kelopak matanya dengan malas.

"Aku sudah membangunkannya.." Suzy berkacak pinggang. Ibunya terkekeh kecil.

"Tsk. Suzy.." Kris berjalan ke kamar mandi dengan langkah gontai.

"Aku hebat bukan? Aku sudah membantumu Mom.." Suzy terkekeh dan pergi ke dapur untuk sarapan. Ibunya menggeleng dan tersenyum masam. Mrs. Wu pun menyusul menyusul Suzy menuju dapur.

.

.

.

Kris berjalan dengan gaya yang sedikit terlihat arrogant menuju ke sekolahnya. Semua gadis-gadis disekitar jalan menatapnya dengan mata berbinar dan tentu saja membuat Kris lebih terlihat arrogant dengan menyembulkan sedikit senyuman simpul yang terlihat seperti smirks dibibirnya. Ia melangkahkan kakinya disekolah yang ia biasa datangi, tetapi ia tidak ingat dengan tatapan-tatapan aneh dari orang sekitarnya sewaktu dia buta.

"Kris?" Seorang wanita dengan rambut indah mendekati Kris.

"Ah ya?" Kris serasa semiliar dengan suara gadis disampingnya ini.

"Kau Kris ya kan?" Gadis itu menatap mata Kris dengan senyuman genit yang terpampang dibibir gadis tersebut.

"Ya yeoppo" Kris tersenyum simpul atau mungkin bersmirks. Gadis disampingnya itu bersemu merah.

"Oh my goodness!" Gadis itu berteriak dengan logat inggris yang sedikit berantakan. Kris yang pandaipun mengerutkan dahi dan terkekeh.

"Jadi kau sia-" gadis itu memotong pertanyaan Kris dan segera memeluk lengan Kris.

"Aku Jessica~ yaampun kau tidak bisa mengingat suaraku?" Ia bergelayut manja dilengan Kris.

"Mungkin dia bisa mengingat ketika kau memaki-makinya" Gadis berjalan disamping Jessica dengan wajah datar. Jessica langsung saja mencubit lengan gadis itu.

"Yuri ah!" Ia memekik tertahan.

"Tsk. Aku berkata jujur" Kris menyernyitkan alisnya.

"Tidak apa~ jangan dengarkan dia tampan" Jessica menepuk pundak Kris yang hanya dibalas dengan tawa yang canggum.

"Baiklah.. hm.. Jessica. Aku rasa aku pernah mendengar namamu" Kris menatap Jessica.

"Yaampun! Kau lupa?! Maksudku, kau itu namjachingu ku! Dan kau yeojachingu ku! Benar bukan Yuri ah?" Jessica mencubit lengan Yuri yang merintih kecil menerima cubitan Jessica.

"Ti- ah.. maksudku ya ya.." Yuri tersenyum.

"Benarkah! Ah yaampun! Mian baby.. kau tahu bukan aku menderita amnesia kecil" Kris terkekeh.

"A..ah.. hm.. gwenchanayo.." Jessica tertawa canggum.

KRIS POV

Lihat.. gadis ini adalah yeojachinguku, Tao? Siapa Tao itu? Namja buta yang mom dan suzy ataupun orang-orang yang ada disekitarku eluh eluhkan bahwa ia namjachinguku. Semua berbohong demi namja buta itu. Memangnya siapa dia? Lebih memilihnya bukannya aku. Aku marah. Sungguh. Aku tidak akan sudi melihat namja itu. Jangankan melihat, memikirkanpun tidak sudi.

Aku mengusap kepala Jessica dengan lembut. Yeojachingu sangat cantik.. dunia ini juga sangat cantik. Sudah sangat lama aku tidak melihat dunia ini. Sekarang sudah sangat canggih ya. Aku sudah ketinggalan jauh karena kebutaan yang kudapat sejak kecil. Aku menghela nafas berat.

"Jessica, aku mau kekelas. Kau.. satu kelas dengan aku bukan?" Aku coba menebak. Ia memeluk lenganku dengan erat.

"Kau masih ingat! Ya! Pastinya! Dan aku selalu duduk disampingmu, menemanimu, melindungimu dari olok-olokan teman-teman yang tidak menyukaimu Baby" Ia mengerling.

"Ah! Pastinya! Gomawo sudah menjagaku disaat ku buta. Dan mencintaiku tanpa memandang fisikku chagi" aku tersenyum lembut. Disamping itu, Yuri yang sedari tadi dihiraukanpun menghela nafas berat.

"Pembohong.." gumamnya.

"Hm.. hey. Sebaiknya aku pergi kekelas duluan oke? Aku tidak ingin mengganggu kalian" Ia beranjak pergi kekelas dengan langkah cepat. Aku merasa tidak enak.

"Kurasa kita sudah melupakannya" aku menarik lengan Jessica untuk berjalan lebih cepat.

KRIS POV END.

Kris menarik lengan Jessica yang tersenyum dengan penuh kemenangan.

'Pria tampan yang dulunya tidak ada apa apanya menjadi milikku sekarang. Sungguh malang nasib pria buta yang menjijikkan itu. Nah.. Tao ah.. akan ku pastikan hidupmu tidak akan tenang seperti Kris yang dulu. Kris yang sekarang sudah berubah, dan Tao yang sekarang masih tetap saja. Just wait the time' Jessica bersmirk ria.

Disamping itu sepasang mata menatap Kris dan Jessica dengan raut wajah sebal.

'Licik' gumam namja yang menatap Kris dan Jessica dari kejauhan.

TBC

Holaaaaa.. akhirnya selesai jugaa. Masih sibuk sama tugas yang numpung setinggi langit. Boro-boro ngelanjutin ff inihh, game ku saja aku tinggalkan omfg;; mian curhat xD

Nah.. author mau jawabin pertanyan pertanyaan oke? Banyak yang gak terlalu paham sama alurnya. Mungkin karena masih abal-abal;; *sedih* xD

Oke mulai!

Q: Siwon jadi siapa? Dan kenapa gk ada yg ngasi tau kalo yg donor itu Tao..

Juga kris buta karena apa ya?

A: Just be an uncle;; sedih yak? Gk ngasih tahu karena Taonya gk mau kalo Kris tahu yang donor itu Tao. Dari orok udah gitu(?) Lol, kidding. Hanya kecelakaan kecil pada waktu kecil.

Q: agak bingung pas 1year later pas suzy blng "Aissh!.. selalu saja. Oh ya apakah kau benar-

benar INGIN memutuskan hubungan dengan Tao?"

A: "Aissh!..~ selalu saja. Oh ya apakah kau benar-benar ingin memutuskan hubungan dengan Tao?" Tanya yeoja tadi yang bernama Suzy dengan muka yang serius.

"Ne, wae? Apakah ada masalah?" Kris mengutak-atik ponselnya.

"Apakah kau lupa yang kau alami dulu bersama Tao?" Suzy bertanya lagi kepada Kris yang memang dari tadi , mengabaikan pertanyaannya.

"Kan sudah ku bilang tidak Suzy. Umma hanya bilang Tao itu namjachinguku" Kris menatap Suzy tajam.

"Aisshh.. Jinjayo! Dan kau mempercayai kalau dia namjachingu mu?" Suzy membalas menatap Kris dingin.

Nah.. yang itu bukan? Kris kan sudah mutusin tao pas di taman. Tapi suzynya itu masih gk percaya kalo tao diputusin sama Kris. Karena operasi, ingatan Kris kan sedikit memburuk jadi Kris tidak ingat masa-masa indah(?) Yang dialaminya sama tao. Gitu. Masih bingung? Kalo masih bingung bisa tanya lagi nanti! :D

Q: btw part-nya suzy kecepetan "Aisshh... Jinjjayo! Dan kau tidak mempercayai kalau dia adalah namjachingumu!?" Mungkin itu maksudnya?

A: ya itu maksudnya. Maafkan sayyaaa.. itu typo;;

Okelah segitu saja dari sayaaa..

Mind to review again?