Matahari sudah berada di atas kepala, menandakan Zhuhur sudah tiba. Yukari keluar dari asrama Iwatodai dan menguncinya dengan kunci Asrama yang dia temukan berada di bawah kloset pintu asrama. Yukari kemudian menuju ke Masjid Demak(?) untuk Sholat Dzuhur. Berdoa kepada Allah SWT agar memberinya petunjuk keberadaan Minato.

Setelah berdoa, dia keluar dari Masjid tersebut dengan wajah sedih dan tak sengaja bertemu dengan ustadz tua yang pernah di temuinya di jalan Iwatodai. Ustadz itupun mendekatinya dan menyapanya. "Assalamualaikum, mbak" sapa ustad tersebut yang membuat Yukari menoleh padanya.

"Waalaikumsalam, pak Ustadz" jawab Yukari sambil tersenyum tipis, menutupi kesedihannya yang telah tertipu mentah-mentah oleh gambar di layar komputer milik Asrama Iwatodai.

"Kenapa mbak menangis lagi? Apakah mbak sudah bertemu dengan orang yang mbak cari?" tanya Ustadz tersebut.

"Belum pak Ustadz dan sepertinya saya harus kembali ke Tokyo. Takut kalau teman-teman saya yang ada di sana... mengkhawatirkan saya" ucap Yukari.

"Oh baiklah kalau begitu, saya doakan semoga mbak bertemu dengan orang yang mbak cari di jalan dan kembali ke Tokyo dengan selamat. Karena Allah akan selalu membantu hambanya yang bertaqwa padanya" Ucap Ustadz tua itu.

"Makasih pak Ustadz" ucap Yukari dengan senyum.

"Assalamualaikum" Ustadz itupun pergi.

"Waalaikumsalam" balas Yukari dan segera pergi menuju stasiun kereta api untuk kembali ke Tokyo.

Sesampainya di stasiun dan membeli tiket kereta, Dia masuk ke gerbong kereta dan mencari tempat duduk. Kemudian membuka Hpnya dari dalam kereta yang berisi sebuah pesan.


To : Takeba Yukari

From : Aigis

11 : 35

Yukari-san, kau tadi kemana saja kami semua mencemaskanmu. Apalagi Ken menangis merontah-rontah meneriakan namamu karena kau belum menyusuinya. Cepat kembali dan susui Ken.


Sebuah pesan yang membuat Yukari sweatdrop dan ingin melempar Hpnya keluar jendela karena Aigis mulai aneh. Apalagi jika dia tahu kalau Minato menghilang dari rumah sakit dan di culik oleh orang misterius, mungkin Aigis akan meledakan dirinya di dekat semua orang dan terjadilah bom Atom ke tiga di jepang yang berada di Tokyo. Diapun membalas pesan tersebut.


To : Aigis

From : Takeba Yukari

14 : 00

Aku akan pulang Aigis dan tolong kau susui Ken dulu ya


Dengan balasan pesan yang tak kalah anehnya.

Juga semua orang menjadi gila

.

Yukari sampai di Tokyo dan turun dari kereta, dia kemudian membeli makanan untuk dimakan dan setelah itu berjalan dengan hati yang sakit menuju teman-temannya. Tidak peduli pada hiruk pikuknya kota Tokyo, dia terus berjalan tanpa henti karena orang yang di cintainya tak dia temukan.

Sebenarnya, siapa perempuan misterius yang membawa Minato dan mengapa dia membawa Minato pergi? Pertanyaan itulah yang ada di benaknya. Walau dia bukanlah Sherlock Holmes yang selalu memecahkan masalah, bukan juga Shirogane Naoto sang Pangeran detective yang sebenarnya seorang wanita, juga bukan L. Lawliet yang dengan mudahnya membuka kedok seseorang dengan menggunakan Intuisinya yang tajam, juga bukan Hidari Shotaro sang detective dari kota Fuuto yang juga memiliki intuisi tajam dan berubah menjadi seorang Kamen Rider W yang pernah kehilangan Bossnya, Apalagi Juga bukan Edogawa Conan sang detective cilik yang sebenarnya sudah dewasa namun gara-gara salah minum obat, tubuhnya berubah menjadi anak kecil kembali.

Yukari dan Minato hanyalah manusia biasa yang lahir dari keluarga yang berbeda. Dengan memiliki nasib yang hampir sama yaitu kehilangan seseorang yang di cintai mereka setelah insiden yang menimpa Iwatodai.

Tapi kini, kalimat Lockon Stratos sang Gundam meister Calestial Being yang juga memiliki nasib yang hampir sama seperti nasib Minato terbukti bahwa... Kita berjuang untuk masa depan, bukan untuk masa lalu.

Sebab itu, Pengertian saja takkan berarti apapun.

.

Yukari sampai di depan rumah Mitsuru di malam hari karena para pemudik mulai kembali kerumah masing-masing yang menyebabkan jalanan macet sampai malam. Namun dia berhenti di depan rumah Mitsuru saat melihat rumah tersebut mati lampu dan nampak sepi untuk di pandang. Yukari yang melihat hal tersebut menjadi heran, ada apa sebenarnya, Apakah Mitsuru lupa membayar listrik rumahnya? Atau jangan-jangan semuanya tertidur pulas? Ataukah mereka mencari Yukari?

Kepalanya pusing memikirkan hal tersebut karena pertanyaan pertama menyimpang ke kehidupan Mitsuru yang kaya raya, tidak mungkin Mitsuru lupa membayar listrik. Juga pertanyaan kedua, bagaimana bisa semua tertidur pulas sementara ini masih jam 7 malam? Biasanya mereka semua masih berada di ruang tamu untuk melakukan aktivitas masing masing. Kalau pertanyaan ketiga juga tidak mungkin, karena pesan dari Aigis sudah dia balas.

Dengan perlahan namun pasti, Yukari membuka pagar rumah, kemudian masuk dan membuka pintu rumah dan terakhir masuk lagi ke rumah tersebut layaknya seorang Stalker yang akan membunuh seseorang. Tapi itu bukanlah dia, dia hanyalah manusia biasa yang mencari cintanya yang hilang entah kemana.

Setelah dia masuk, dan mengucapkan "Assalamualaikum". Tiba-tiba lampu di hidupkan dan terdengar suara peluit di mainkan.

PRIIIIITTT!

PLOK PLOK

Yang membuat Yukari kaget dan berteriak dengan latahnya "AYAM-AYAM-AYAM!" dan yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak dan juga membuat wajahnya merona merah karena malu bercampur marah sambil menutup matanya dan menundukan kepala.

Namun itu cuma sebentar saat seorang remaja berambut biru emo, bermata biru dengan memakai baju muslim biru mendekatinya dan berkata "Waalaikumsalam, Yukari-chan" dengan nada lembut dan tersenyum kepada Yukari.

Yukari yang pernah mendengar nada tersebut segera membuka matanya dan melihat seseorang yang ada di hadapannya karena merasakan hawa keberadaan Minato di depannya. Mata coklat Hanzelnya kembali terbelalak karena tak percaya bahwa, kekasihnya berada di depannya sambil tersenyum hangat untuknya, hanya dia seorang. Mebuat rasa rindu, senang, sedih dan marah bercampur menjadi satu di kepalanya.

"M-Minato? Ini benar kau?" tanyanya dengan nada ragu-ragu dan tanpa sadar menjatuhkan bunga krisan yang di belinya, bagaikan orang melihat hantu.

Minato kemudian memungut bunga yang di jatuhkan Yukari dan menjawab "Ya, ini aku... Arisato Minato. Orang yang pertama kali kau sambut di Asrama Iwatodai". Bagaikan Setsuna F. Seiei yang menemui Marina Ismail setelah 'berdialoq' dengan ELS. Yukari dengan bahagianya memeluk Minato dengan erat karena rindu sekian lama menunggu hanya ingin bertemu dengannya kembali, senang karena telah menemuinya, sedih karena dia tidak bisa memberikan apa-apa lagi padanya dan marah karena telah membuatnya khawatir. Minato dengan senang membalas pelukan Yukari.

Karena cinta adalah segala-galanya di dunia ini