NAMJIN AND VKOOK FF
Cast : Kim Namjoon
Kim Seokjin
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
Park Jimin
OC
Disclaimer : FF is mine. Ini murni dari otak gaje saya, tapi saya pinjem nama member BTS aja biar tokoh dalam FF ini bisa teridentifikasi /apaan sih/ #lupakanocehanauthor
WARNING!
Genderswitch! Crack Pair! Typo(s)! Don't Like! Don't Read! If you a good reader, comment juseyo...
Backsound : iKON – My Type (in happy mode) #cuman_saran
Hope you enjoy! Happy reading~~~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Hyung! Berhentilah bertingkah seperti itu! Aish..." Taehyung berucap sambil sedikit menggebrak meja.
Bagaimana tidak bosan jika dari Seokjin pergi meninggalkan meja 10 menit lalu sampai sekarang, namja blonde di hadapannya ini hanya terus tersenyum sambil terfokus pada gerak-gerik Seokjin yang sedang melayani pelanggan lain di kedai itu. Yang dilihatnya pun, Seokjin sesekali melirik genit dan tersipu saat Namjoon mengerlingkan matanya.
Karena tersadar Taehyung sudah mulai bosan, Namjoonpun mengalihkan pandangannya pada namja bersurai orange di hadapannya.
"Seokjin itu cantik ya? Bukan, bukan! Tapi sangat cantik. Ya kan, Tae?"
Taehyung kira, Namjoon sudah sadar betul dari acara-membayangkan-seokjin-nya, namun nyatanya... Ah, sungguh menyebalkan.
"Hn... Hyung, memangnya kapan kau bertemu dengannya pertama kali? Sepertinya kau sangat terpesona padanya? Apa kau bertemu di rumah seorang penyihir dan penyihir itu menyihirmu menjadi berlebihan seperti ini? Sungguh ajaib! Kau mendadak aneh hanya karena bertemu dengannya, apa jadinya jika kau jadi kekasihnya? Apa kau akan berubah menjadi komposer puitis dadakan yang penuh dengan kata-kata chessy karena sihir magis seorang pelayan kedai ber-name tag Kim Seokjin. Hah... Aku saja sudah mual membayangkannya" ucap Taehyung sarkatis. Mungkin ini efek dari perutnya yang sampai sekarang masih terlantar tak tersentuh makanan sedikitpun.
"Aku bertemu dengannya di kedai ini, kedai 'ICE CREAM MIRACLE'. Kupikir tidak salah pemilik kedai ini memberi nama seperti itu, karena kedai ini memang benar mengandung keajaiban. Biasanya aku lewat jalan utara agensi yang ramai dan padat, namun karena saat itu benar-benar terlihat macet dan sungguh memusingkan makanya aku pilih lewat jalan selatan. Aku sudah sangat lelah dan ingin segera pulang menikmati kasur empukku. Namun saat di depan kedai ini..."
FLASHBACK ON
Senin pagi pukul 10.00 saatnya jalan di pusat kota Seoul macet parah. Ribuan kendaraan memadati jalanan. Sehingga keadaan yang seperti dapat membuat seorang Kim Namjoon, komposer cukup ternama di suatu agensi pusing dibuatnya. Ia baru saja menyelesaikan lagu barunya dan berniat untuk merilekskan tubuhnya yang penat dengan tidur di rumah-di apartementnya- Namun apa daya, keadaan jalan seperti ini membuatnya harus memutar dan lewat di jalan sebelah selatan agensinya yang cukup sepi. Ia belum pernah lewat sana dan tidak tahu dimana tepatnya jalan menuju apartementnya jika lewat jalan itu. Karena tekadnya untuk segera pulang dan istirahat sudah bulat, akhirnya Namjoonpun lewat di jalan itu.
Beberapa menit melintasi jalanan yang sepi dengan mobil sport kebanggaannya, ia sempat terlena dengan sejuknya udara di jalan yang memang sepi itu. Sampai tiba-tiba...
CKITTT...
Oh tidak! Ini benar-benar mimpi buruk.
Sudah jalanan depan agensinya macet, ia harus memutar lewat jalan yang sepi seperti ini, dan sekarang ia malah menabrak seorang yeoja. Cobaan apa lagi yang Tuhan berikan padanya sekarang ini. Apa ia akan dilaporkan ke polisi dan mendekam di tempat menyebalkan yang disebut dengan bui? Atau dihakimi massa dan membuat wajah super tampannya hancur?
Pikiran Namjoon telah melayang kemana-mana.
"Ah, SIAL! Damn it!" geram Namjoon yang langsung keluar dari mobil untuk melihat yeoja yang baru saja ditabraknya.
Yeoja yang ditabrak Namjoon nampak masih terduduk di jalanan aspal dengan lutut yang terluka.
"Oh, Nona, apa kau baik-baik saja?" tanya Namjoon langsung sambil membantu sang yeoja berdiri. Huh, Namjoon pikir ia telah menabrak yeoja ini, tapi Tuhan masih cukup sayang padanya ternyata.
Yeoja tadi hanya terluka sedikit di bagian lututnya. Saat sudah berdiri sempurna-walau salah satu kakinya harus sedikit ditekuk karena perih-, yeoja tadi langsung melihat kearah orang yang sudah menolongnya-sekaligus menabraknya-
"Tidak apa-apa" jawab yeoja tadi sedikit melepaskan dekapan Namjoon dan mencoba berdiri sendiri dengan normal.
.
.
tbc
Aigooo...
Makasih kak Aiko Vallery buat reviewnya (lagi)
Maaf klo ceritanya agak maksa gitu alurnya.
Jadi di setiap chap-nya aku kasih judul gitu deh sekarang #sok2an biar readers pada tahu chap ini tuh isinya ttg apa /halah/\
AND, THE LAST AND VERY IMPORTANT...
H
A
P
P
Y
3rd
A
N
N
I
V
E
R
S
A
R
Y
to Uri Bangtan.
Kya... #tiuptrompetbarengbwi udah 3 tahu ternyata, nggk kerasa 3 tahun terakhir ini yang udah buat hidup ARMY lbh berwarna. Aku seneng bisa jadi bagian dari ARMY. Dan selalu bangga bisa kasih tahu sama orang2 klo "Aku ARMY"
Semoga uri Bangtan lbh sukses lagi dan makin banyak penghargaan berupa apapun untuk kedepannya. Dan pastinya ttp sayang sama ARMY. Karna ada BANGTAN itu berarti ada ARMY.
YEY!
Oker cukup segini aja deh, semoga cerita aku masih bisa dibaca ya... maaf klo banyak kekurangan, namanya juga masih anak bawang.
Makasih buat readers yang udah niatin review dan makasih yang udah mau repot2 baca ff gaje ini.
Gumawo~
With love, Rahma
