San: Soshiki.


Vocaloid Punya Crypton Future Media, Internet Co.,Ltd, Yamaha Corporation, AH software, Zero-G, Zola Project, 1st Place.

Utauloid, Voyakiloid and Fanloid Milik Creator masing-masing.

Warning Typo, OOC, Humornya kurang GREGET, EYD kurang tepat, dan kalau tidak sengaja menyebutkan Merek atau apapun itu, ITU BUKAN PUNYA SAYA.


Summary:

–"TKJ dibalik JKT, TKJ28 kurang 20!". Siapa bilang Nakal itu tidak bisa berprestasi? Cerita ini ada untuk menghibur kalian dengan kegilaan siswa-siswi TKJ alias Teknik Komputer Jaringan. Daripada bingung, mending baca aja, deh!


.

.

.

Apa yang terlintas di benak kalian saat pertama kali melihat –suatu kelas, dengan sekumpulan anak cowok bercanda dan saling mengejek satu sama lain– ada di hadapan kalian. Kerap kali terlihat mereka merusak barang –seperti bangku– yang ada disana.

Miku, Neru, dan Teto cengo. Kesan hari pertama –untuk Miku– di TKJ benar-benar menakjubkan.

"Emm, Miku. Jangan pindah Jurusan lagi, yah?" pinta Teto.

Miku terdiam, masih cengo. "Ini.. Sangat GREGET!".

"Hah?!"

Masih ingat dengan Penyakit Meme Comic yang diidap Miku –yang sudah kelewat overdosis?

Kini mereka sudah memasuki ruangan bertuliskan 'Teknik Komputer Jaringan/Technical of Computer and Networking/Diannao he Chuan Wang de Jishu/Kompyuuta Koo Gaku'. Anda pusing membacanya? Memang di SMK Vocaloid menamai kelasnya dengan 4 bahasa,yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Jepang. Dan pada lantai 3 ini khusus untuk kelas 10.

Miku bingung ingin duduk dimana, karena Teto sudah duduk bersama Neru. Ia melihat bangku yang kosong disebelah gadis berambut kuning sepunggung. Segera Miku menghampirinya.

Dengan ragu-ragu Miku bertanya. "Namanya siapa?".

"Lily". Bahkan dia tidak menoleh sedikit pun kepada Miku!

"Hoo.. Kenapa kita tidak duduk didepan?" Miku kelihatan kecewa karena mendapat tempat duduk dibelakang, walau di barisan ke-3, sih.

Gadis bernama Lily itu akhirnya menoleh kepada Miku. "Aku tidak mendapat tempat duduk".

Miku menghela napas. "Maaf. Tapi aku tidak terbiasa berada di belakang".

Mungkin kalau Miku bisa membaca pikiran Lily, dia akan mendengar suara batin 'Baru-masuk-saja-sudah-manja-banget'.

Tiba-tiba CUL menimpali "Tukar posisi duduk yuk, Miku!".

Eh, ternyata CUL juga masuk ke TKJ. "Memangnya CUL duduk dimana?".

CUL menunjuk kearah bangku yang berada di depan, disebelah gadis berambut honeyblonde sepundak. "Itu disana!".

Miku langsung saja pindah menuju tempat yang tadi ditunjuk oleh CUL. "Hay!".

Gadis honeyblonde itu menoleh. "Hay juga. Oh, kau anak baru yang tadi dibicarakan oleh CUL.."

Miku terkejut. "Eh? Kok tau?".

"Tau lah. Aku baru melihatmu di kelas TKJ ini. Dan lagi, kau membawa tasmu.." sambil memainkan Handphone Androidnya.

Miku menggarukkan belakang kepalanya. "O-ohh.. Namamu siapa?".

"Kagamine Rin."

"Aku Hatsune Miku. Senang bisa berkenalan denganmu!".

Entah kenapa, Miku merasa bahwa yang masuk ke kelas TKJ ini adalah orang-orang yang rata-rata tak suka berkenalan. Yah, itu hanya hipotesa sepihaknya sih.

Dan setelah itu, datang seorang guru berambut pirang masuk kedalam kelas. Para murid-murid buru-buru duduk dengan rapih di bangku masing-masing. Ia berjalan dengan santai –dengan tangan yang dimasukkan ke saku celananya– dan ia tidak membawa apa-apa.

"Selamat datang di kelas Teknik Komputer Jaringan. Ah, saya melihat pada tahun ini banyak siswi yang masuk ke kelas TKJ ini."

Apa maksudnya dengan Banyak-siswi-yang-masuk-ke-kelas-TKJ-ini? Jumlah siswi disini hanya ada 8 orang!

Semua murid yang ada disitu menoleh kearah barisan paling depan –dimana barisan depan didominasi oleh Perempuan– dan menatap dengan lekat. Mungkin mereka mencari –sekaligus berharap– kalau ada siswi yang cantik dan manis.

Lanjutnya. "Mengingat di sejarah TKJ itu tidak ada siswi yang masuk ke kelas ini. Baru ada 2 siswi yang masuk ke TKJ dan sekarang sudah menginjak kelas 12".

Hoo, aku baru mengerti sekarang. Katanya, TKJ itu pelajarannya susah-susah. Dan pelajaran Produktifnya tidak jauh dari merakit-menginstall-memperbaiki-menggunakan Komputer.

"Ah, bapak belum memperkenalkan diri. Nama saya Leon Koejima, guru Produktif kalian. Kalau ada yang tidak paham dengan pelajaran yanga saya sampaikan, jangan sungkan bertanya. Karena kalau kalian tidak menguasai pelajaran Produktif, kalian tidak bisa naik ke kelas 11." Ucap Leon-sensei dengan panjang lebar.

Semuanya bergidik ngeri. Membayangkan kalau mereka tidak naik kelas. Mau jadi apa mereka? Seorang Madesu?

Setelah memperkenalkan diri, Leon-sensei melihat kearahku. "Pindahan, ya?"

"I-Iya sensei, dari kelas Pemasaran".

Leon-sensei mengganggukkan kepalanya. "Oh, begitu" dan tak lama terdengar suara–

"Teett! Teett! Pelajaran kedua segera dimulai. The second lesson is begin. Dai ni-ji ka mo hajimemashio. Di er ge jiaoxun shi kaishi."

"Buset! Panjang amat belnya! Udah mana volumenya gede banget lagi!" ucapku pada Rin, dan Rin pun mengangguk setuju.

"Ah, waktunya sudah habis. Bapak keluar dulu. Permisi." Kemudian Leon-sensei keluar dan masuk seorang guru berkacamata dan membawa buku dan tas Notebook.

"Anak-anak. Perkenalkan, nama sensei Hiyama Kiyoteru. Saya adalah guru Fisika dan Kimia sekalian Wali Kelas kalian. Dan, kita akan membuat struktur Organisasi Kelas. Yang bersedia silahkan tuliskan nama kalian di papan tulis."

Dan banyak yang menuliskan namanya di papan tulis.

Dari hasil suara, ini adalah struktur Organisasi Kelas 10. TKJ.

Ketua Kelas: Hatsune Mikuo.

Wakil Ketua Kelas: Furukawa Mikiya.

Sekretaris: Kasane Teto.

Wakil Sekretaris: Akita Neru.

Bendahara: Hatsune Miku.

Wakil Bendahara: CUL.

Seksi Kesehatan: Lily.

Wakil Seksi Kesehatan: Utatane Piko.

Seksi Keamanan: MegpoidGumiya.

Wakil Seksi Keamanan: Big-Al.

Seksi Perlengkapan: Kagamine Rinto.

Wakil Seksi Perlengkapan: Zhiyu Moke.

Yah, setelah struktur Organisasi Kelas terbentuk, hari-hari di TKJ berjalan biasa. Baru seminggu, sih. Jadi kegiatan belajar belum begitu efektif. Entah kenapa di kelas TKJ ini semakin hari semakin terasa hawa kekeluargaannya. Seperti saat ini.

Sekelas ricuh. Bukan karna ada kebakaran atau kesurupan, tapi memang beginilah kalau di kelas TKJ. Kiyoteru-sensei sedang menuliskan materi di papan tulis. Dan kalau keadaannya seperti ini, pasti Kiyoteru-sensei akan mengamuk!

"Semuanya! Woy diem!" teriak Meito, cowok terbandel di kelas TKJ.

Seketika suasana menjadi hening. Semua ingin mendengarkan kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut Meito.

Lanjutnya. "Kita buat perjanjian, yah! Yang berisik dijitak satu kelas. Gimana?".

"Oke!" koor semuanya.

"Kita hitung, oke? Ichi, Ni, San!" Ohh, semuanya jadi hening.

Tapi tak berapa lama, terdengar suara –"Hatchiu!" yang berasal dari… ohh, Meito sendiri.

Seketika semua langsung menuju ke meja Meito dan menjitaknya beramai-ramai.

"Woy! Gua cuma bersin, napa dijitak?!".

Hah.. ada lagi kejadian yang bikin Miku mikir setengah mampus.

Hening. Semua sibuk mencatat apa yang ada di papan tulis. Sampai Clara-sensei berbicara.

"Itu siapa yang tidur?!".

Sontak seluruh siswa menoleh kearah jari telunjuk Clara-sensei –kearah Mikiya.

"Mikiya yang tidur, sensei!".

Yukito, yang berada dekat dengan Mikiya, segera menggoyang-goyangkan tubuh Mikiya. "Mikiya! Bangun lu! Katanya lu mau tidur!".

"…"

Semuanya terdiam memikirkan perkataan Yukito. Bukannya Mikio lagi tidur, yah?

Menjadi pengurus kelas memang tidaklah mudah. Apalagi harus mengurus kelas dengan murid-murid nakal dan ajaib seperti kelas .

Seperti Hatsune Mikuo, pemuda narsis yang menjadi Ketua Kelas. Owh, Ketua Kelasnya aja nggak beres. Apalagi yang lain?

Tapi kerap kali kelas terkena kasus, seperti kehilangan uang ataupun memory card, pasti yang disalahkan Ketua Kelasnya. Dan selanjutnya Seksi Keamanan. Tapi tetap saja Mikuo tetap tegar. Apalagi ia tidak dibantu Mikiya, karena mengetahui Mikiya adalah orang yang mempunyai kepribadian pemalas. Pokoknya Miku kagum pada Ketua Kelas macam Mikuo.

Pernah suatu kali, kelas dihukum oleh guru IPS yang terkenal killer –Miriam-sensei– memutari lapangan yang luasnya gede banget sebanyak 10 kali karena tidak menuruti perintahnya –mengerjakan soal diri halaman 20 samai 26 di LKS. Dan yang paling dijatuhkan harga dirinya itu pastinya Ketua Kelas. Kasihan Mikuo.

Sekretaris itu kerjaannya menulis absen kelas, menulis agenda hari itu, menulis di papan tulis (bagi guru yang memang malas untuk menulis), dan hal lainnya yang berhubungan dengan menulis.

Tapi, bagaimana kalau seorang Kasane Teto –yang notabene menjadi Sekretaris di itu– juga seorang Wakil Ketua OSIS? Ku tegaskan, Wakil Ketua OSIS. Ditambah ekstrakurikuler yang ia ikuti (walau tidak sebanyak Miku) dan harus belajar juga. Coba kalian pikirkan seberapa sibuknya Teto menghadapi ini semua. Walau dibantu Akita Neru –teman sebangkunya dan juga Wakil Sekretaris– yang senantiasa membantu Teto meringankan pekerjaannya sebagai Sekretaris, tapi tetap saja Teto lah yang paling banyak berperan di kelas.

Yah, Triple Baka ini memang agak memiliki kesamaan, yaitu; sama-sama sibuk dengan urusan sekolah.

Hari-hari Miku sebagai Bendahara di itu benar-benar membuatnya capek batin. Bagaimana tidak, setiap hari Rabu adalah hari dimana membayar uang kas kelas, dan selalu dijawab dengan enteng oleh mereka.

"Besok aja gue bayar.."

"Maaf, tapi gua bawa duitnya pas-pasan. Cuma buat jajan sama beli bensin."

"Gua kagak ada duit!"

"…"

Pernah suatu hari, Miku melayangkan aksi protesnya pada Mikuo soal ini, dan Mikuo pun hanya mengangkat bahu.

"Memang seperti itu cobaan seorang Bendahara. Sabar aja, nunggu Semester 2 aja. Kita kan, tiap Semster ganti pengurus kelas." Ucap Mikuo sambil menepuk bahu Miku. Miku yang melihatnya hanya cengo.

Oke, gue harus bersabar sampai Semester 2 tiba! Batin Miku.

Beda lagi dengan Seksi Kesehatan. Mungkin kerjaannya hanya mengurusi orang yang sakit dan mengantarkannya ke UKS, dan menuliskan surat izin untuk pulang.

Tapi, bagaimana kalau yang sakit itu bukan sembarang penyakit? Overdosis, misalnya?

Kini suasana kelas seperti biasa, terlihat Rin yang sibuk men-charging smartphonenya sambil ber-OL-ria, Mikuo dan Ted sibuk mencoret-coret papan tulis dengan Grafitti, Yuuma yang sedang bermain balapan mobil di Handphonenya, Len yang sedang mendngarkan lagu hip-hop –sambil joget-joget gak jelas, dan lain-lain. Sampai terdengar bunyi–

"BRUKK!"

"Eh, suara apaan tuh?".

"Woy! Oliver kenapa itu?!".

"Panggil guru!".

Miku dan Tei buru-buru menuruni tangga dan berlari menuju Ruang Guru. Sesampainya di Ruang Guru, Miku gelagapan.

Telunjuk Miku mengarah keatas. "I-itu.. itu pak.. anu.."

"Heh, kalau ngomong yang bener!" Leon-sensei heran dengan sikap Miku yang panik.

"I-iya sensei.. Itu, si Oliver kesurupan!".

Dan Leon-sensei buru-buru ke kelas 10. TKJ. Langkahnya sangat cepat, menandakan bahwa ia sangat khawatir.

Setelah sampai, Leon-sensei melihat keadaan Oliver sangat mengenaskan. Mulutnya berbusa, matanya melotot dan merah, serta badannya kejang-kejang. Seisi kelas ricuh, sampai kelas maupun keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Oliver segera dibawa keluar dengan digotong oleh Gumiya, Ted, dan Rinto. Mikuo pusing. Kemudian Mikuo member perintah kepada Lily untuk membawanya ke UKS dan memanggil Dokter.

Miku, yang salah kaprah –menganggap Overdosis itu Kesurupan– hanya menunduk minta maaf pada Leon-sensei.

"Gomenne, sensei. Tadi aku kira si Oliver kesurupan. Soalnya dia kejang-kejang dan terus menendang meja, sih."

Leon-sensei mencoba untuk tenang. "Tak apa, Hatsune-san. Kau boleh pergi ke kelasmu, sekarang."

Mizky-senpai, yang tadi melihat Miku dan Tei beserta Leon-sensei sedang terburu-buru, bertanya "Mik, tadi ada apa? Kok buru-buru banget?".

Miku mengusap keningnya yang berkeringat. "Itu senpai, tadi temen Miku overdosis obat Madol."

"Oh pantesan, tadi Leon-sensei panik baget. Biasanya dia kan orangnya santai.."

Beda lagi dengan Seksi Keamanan. Ini nih tugas yang paling berat untuk kelas .

Pelajar TKJ itu susah diatur. Bahkan perempuannya pun juga susah diatur. Gumiya mulai pusing. Stress. Apaan itu Big-Al? Cuma numpang nama doang! Ngakunya Seksi Keamanan, tapi sendirinya susah diatur!

"Hey! Kalian kan sudah besar. Jangan kayak bocah, napa?!" Gumiya mulai nyolot. Tapi tak ada yang mendengarkannya.

"Woy! Nanti Lola-sensei bakal dateng! Lu pada mau dihukum kayak waktu itu, hah?!" Gumiya tetap bersikeras menenangkan kelas .

"Ett, berisik!" teriak Meito pada Gumiya. Yah, Gumiya hanya bisa geleng-geleng kepala.

"Susah ngajarin orang susah!" dan kemudian Gumiya pun juga ikutan bermain game Pou di smartphonenya, seperti kebanyakan anak cewek TKJ lainnya. Kadang orang juga bisa bandel, kan?

Dan inilah pekerjaan yang bikin capek hati! Pekerjaan seorang Seksi Perlengkapan memang sepele, hanya melengkapi barang-barang yang tidak ada di kelas (dalam artian membelikan barang-barang dengan uang kas kelas). Tapi bagaimana caranya kalau untuk menghadapi seorang Kiyoteru-sensei yang notabene orang yang tidak sabaran?

"Rinto, nanti tolong belikan sapu, ember, dan pel yah!"

"Belikan spidol dan penghapus papan tulis, ya Rinto!"

"Kita tidak punya kalender. Tolong bawakan ke sekolah, ya!"

"Tolong belikan bingkai, yah. Untuk foto kita sekelas dipajang di dinding.."

Cukup. Rinto sudah muak dengan semua ini. Memangnya dia itu Babu, apa?!

Menjadi Pengurus kelas memang tidak gampang Jadi, jangan pernah menganggap remeh sang Pengurus kelas. Kalau tidak ada mereka, pasti kelas bakal lebih ancur lagi.


" To Be Continued "


Absen Kelas :

1. Akita Nero.

2. Akita Neru.

3. Big-Al.

4. CUL.

5. Furukawa Mikiya.

6. Gachapoid.

7. Hatsune Miku.

8. Hatsune Mikuo.

9. IO.

10. Kagamine Len.

11. Kagamine Rin.

12. Kagamine Rinto.

13. Kasane Ted.

14. Kasane Teto.

15. Lily.

16. Megpoid Gumiya.

17. Muyo.

18. Nekomura Iroha.

19. Oliver.

20. Sakine Meito.

21. Sukone Tei.

22. Suzune Ringo.

23. Utatane Piko.

24. Yowane Hakuo.

25. Yuezheng Longya.

26. Yuuma.

27. Yuzuki Yukito.

28. Zhiyu Moke.


Coretan Author.

Hah, akhirnya selesai juga! Semoga humornya kerasa, yah! :D

Dan.. Fiction ini di Update setiap seminggu 2 atau 3 kali. Tapi kalau ngggak di Update, berarti ada kemungkinan:

1. Author lupa ke Warnet.

2. Banyak tugas-tugas yang menumpuk.

3. Belum ada ide buat Chapter selanjutnya.

Dan maaf banget, kalau Fict ini tidak sesuai harapan Pembaca.. u,u

Oke, sekarang saatnya Balas Review!

To BlackLapiz :

Humornya sudah kerasa, ya? Yaa, walau terkenal tapi selalu diandalkan kalau ada apa-apa.. :O

Terima Kasih sudah membaca! :3

To YamiRei28 :

Airnya itu air kolam lumpur yang warnanya coklat banget, terus dibawahnya –mungkin– ada lumpur yang ada cacingnya. Hiiii.. Ngebayanginnya aja jijik.. u,u

To Guest :

Ini sudah Update. Semoga terhibur.. ^O^

Hmm, mungkin cerita ini abal banget dan konfliknya belum muncul. Tapi di Chapter 3 ini aku mencoba untuk mengenalkan suasana kelas TKJ itu seperti apa. Dan penderitaan Pengurus kelas terutama Ketua Kelas yang merangkap gebetan saya.. 8D *Mulai curcol*

To Hikari Kengo :

Hehehe.. Gapapa kok, yang penting udah sempet Review.. :3

Memang yah? Tapi MOPD-nya seru, loh! :D

Ini sudah update dan terima kasih sudah membaca Fict ini! ^O^

Haaahh, lupakan. Yang penting saya minta Reviewnya. Soalnya saya sering gak semangat pas buat cerita ini. Saya sudah melakukan banyak cara, tapi tetep aja gak semangat-semangat. Kurang tidur, mungkin? ._.

Oke. Mind to Review, Minna? :3

Original Story by cindychan28