Tittle
Quietus
Cast
Cho Kyuhyun, Kim Kibum and Other.
Genre
Fantasy Romance
Warning
bahasa tidak baku dan tidak sesuai dengan EYD yang baik dan benar. hati-hati typo(s).
Disclaimer
Mereka milik diri mereka sendiri, orang tua dan SMEnt tapi untuk Leeteuk, Heechul dan Yesung mereka adalah milik Lizz juga cerita abal ini murni dari otak lizz.
Warning
Alur maju mundur cantik jadi yang ada huruf blok hitam itu kejadian masa lalu dan tulisan biasa itu kejadian masa depan oke.
.
.
Happy Reading ^^
.
.
[~Lizz_L_L~]
"Perasaan apa ini?! Kenapa rasanya sesak dan sangat tidak nyaman, kenapa rasanya dadaku sakit dan paru-paru ku menyempit?!" ucap Kyuhyun dalam hati penuh dengan perasaan aneh seraya berbisik dan meremas kaos depan bagian dadanya sementara dirinya masih tidak fokus dan gelisah di antara kursi tempatnya duduk.
"...hyun, Kyuhyun~"
"Hah~apa?!" jawab Kyuhyun sedikit terkejut saat Changmin memanggil namanya dengan suara berbisik dan melemparinya dengan bulatan-bulatan kertas kecil tepat ke arah kepalanya.
"Nanti siang jadikan?! jangan melamun terus, aku memangil-mangil namamu dari tadi evil"ucap Changmin setengah mengeram seraya menempelkan tubuhnya di atas meja agar suara bidikannya bisa di dengar Kyuhyun dengan jelas.
"Ehemz...Shim Changmin jika kau tidak ingin mengikuti pelarajanku dengan serius kau bisa keluar sekarang dan kau Kyu kau juga bisa ikut dengan Changmin jika kau keberatan dengan kelasku atau merasa bosan berada di sini" ucap sang guru yang menatap tajam Kyuhyun dan Changmin secara bergantian.
Kyuhyun hanya bisa menunduk dan mengumamkan kata maaf ke arah gurunya tanpa dia sadari dua manik silver tengah mengawasinya intens dengan suara setengah mengeram marah dan setelahnya membuang wajahnya ke arah lain.
[~Lizz_L_L~]
Sinar mentari pagi itu perlahan mulai mengintip dari sela-sela dedaunan, membuat mata gadis bersurai karamel lembut itu sedikit terganggu, di angkatnya tangan kirinya yang menganggur yang tak terikat untuk menutupi wajahnya yang terkena silau cahaya mentari pagi.
"Sudah pagi ya?!" tanyanya entah pada siapa karena tidak ada seorangpun yang berada di sekitarnya. Nyaris kosong dan sepi. Kyuhyun celingak-celinguk mencari pemuda aneh clan Verrine yang bernama Kibum dan Kyuhyun tak menemukan keberadaannya di manapun, tak berapa lama sebuah decihan lirih di sertai senyum sarkastik terlihat menyembul dari bibir mungilnya kala melihat tangan kanannya terikat kencang oleh sulur pohon, bahkan Kyuhyun sendiri tidak sadar sejak kapan dia tidur sambil duduk seraya bersandar pada pohon seperti ini, seingatnya kemarin dirinya tidur di atas tanah beralaskan rumput hangat.
"Kau sudah bangun?!" tanya sebuah suara sedikit menyentaknya membuat Kyuhyun terkejut tapi saat mengenali suara menyebalkan yang membuatnya terikat di pohon dengan posisi menyedihkan seperti ini membuat gadis bersurai karamel itu langsung melengoskan kepalanya dengan sikap acuh tak acuh tidak berusaha menanggapi ucapan pemuda bermata silver atau Kibum yang datang entah darimana sambil mendekap bermacam-macam buah yang terlihat mengiurkan di dadanya. Kibum berjalan pelan menuju ke arah Kyuhyun dan meletakan buah-buahan itu di depan gadis yang masih mencoba bersikap acuh namun tak ayal melihat buah-buahan-buahan yang tampak segar membuatnya sedikit kesusahan menelan ludahnya sendiri yang hampir menetes, Kyuhyun lapar dan asal tau saja sejak kemarin dia sama sekali tak bisa memakan dan menyentuh apapun saat ayahnya, yang mulia raja Han mengatakan jika dia berniat menikahkan dirinya dengan orang yang tak di kenal dalam waktu dekat.
Kyuhyun sedikit berdehem melegakan tengorokannya yang terasa sedikit kering itu dengan sikap sok cuek dengan kepalanya yang masih dalam posisi sama, melengos tak ingin menatap Kibum atau buah-buahan yang tampak mengiurkan yang di dalam iris selelehan karamel milik Kyuhyun seolah melambai-lambaikan tangannya dengan gestur memanggil untuk di makan membuat Kyuhyun menelan ludahnya susah payah dan mengelengkan kepalanya dengan penuh tekad.
Sementara Kibum, pemuda bermata silver itu menatap Kyuhyun intens dengan tatapan yang sulit di artikan, terlihat sekali binar aneh yang mulai mendominasi manik silvernya.
"Tidak mau makan?!" tanyanya datar dengan nada suara yang terdengar sangat menyebalkan di telinga Kyuhyun, rasanya ingin sekali Kyuhyun menengelamkan Kibum dalam kubangan lumpur dan menginjak-injaknya kepala tampannya dengan sadis jika bisa.
"Lebih baik mati secara terhormat daripada memakan makanan yang kau bawa, aku tau kau berbuat baik padaku, memberiku makan agar aku gemuk serta memiliki banyak daging dan setelahnya kau akan memakan daging ku kan?! jangan pikir aku tidak tau dengan rencanamu" ucap Kyuhyun dengan wajah mendelik judes ke arah Kibum yang masih menatapnya dengan ekspresi datar yang tidak di buat-buat, karena memang itulah ekspresi yang selalu di tampilkan oleh Kibum sepanjang hidupnya.
"Terserah~" jawab Kibum seraya mengendikan bahunya acuh mengambil buah persik paling besar, berdiri dengan angkuh di depan Kyuhyun dan mengingit buah persik itu dengan nikmat, seolah ingin memberitahu Kyuhyun jika buah-buahan yang di bawahnya tadi rasanya benar-benar sangat enak dan menyegarkan. Tanpa bisa di tahan Kyuhyun menelan ludahnya keluh, melempar tatapan paling membunuh untuk Kibum dan kembali melengoskan wajahnya seraya mengerutu pelan bagai dengungan lebah yang menganggu.
Kruukk...Krruuyyuukkkkkk
Langkah Kibum terhenti saat mendengar suara nista dari perut Kyuhyun yang dengan nyaringnya seolah menendang gendang telinganya. "...tapi..." ucap Kibum menjeda dengan sorot mata yang sulit di artikan.
"Bisa diam tidak, aku sedang makan, jangan menganggu, suruh cacing-cacing di dalam perutmu untuk berhenti bernyanyi" ucap Kibum seraya melirik Kyuhyun dengan senyum tipis yang tersunggih di bibirnya, nyaris mengejek. Mendengar ucapan Kibum tanpa sadar Kyuhyun merutuki perut bodohnya yang mempermalukannya dengan sangat, bahkan wajahnya kini terlihat memerah sempurna.
"Itu bukan urusanmu.." jawab Kyuhyun berusaha mempertahankan harga dirinya yang tinggal secuil di depan Kibum dan kembali memalingkan wajahnya ke arah lain berusaha menyembunyikan wajah memerahnya dari lirikan jenaka Kibum. Kibum sedikit menjauh dari Kyuhyun dan merebahkan dirinya di atas rumput dengan tubuhnya yang bermandikan sinar matahari pagi membuatnya merasa hangat seketika.
Kyuhyun menolehkan kembali kepalanya ke arah Kibum saat tak mendapati suara atau pergerakan apapun dari pemuda bermata silver itu. Iris selelehan karamelnya menatap intens pemuda yang kini terlihat mulai memejamkan matanya dengan santai. Kyuhyun mengamati postur tubuh dan wajah pemuda bermata silver itu dari samping dengan perasaan aneh yang tiba-tiba saja merasuk ke dalam hatinya, entah kenapa tatapan mata Kyuhyun berubah menjadi sedikit sendu kala menatap Kibum, bahkan jantungnya mulai mengkhianatinya mendendangkan suara debaran berisik yang menghentak dadanya.
Kyuhyun menatap surai kelamnya, pipinya, dagunya, bahu kokohnya, kulit seputih porselen miliknya, leher jenjangnya, jari-jari tangannya, kaki panjangnya dan yang terakhir bibirnya yang memerah mengoda. "Dia sempurna~" bisik Kyuhyun tanpa sadar memuji sosok tampan Kibum yang tidur terlentang di depannya dengan tatapan sejuta arti.
Hingga kejadian lucu membuatnya tak kuasa untuk menahan tawa beberapa saat setelahnya, saat sebuah burung Pipit kecil terbang melintas di atas kepala Kibum dan melemparkan rudalnya dengan sangat biadap mendarat tepat di dahi pemuda pemilik manik silver yang sedang asyik dengan dunia mimpinya, membuat pemuda itu sedikit terkejut dengan wajah bodoh kala tau ada sebuah benda putih, lengket, bau dan menjijikan yang mampir tanpa permisi di atas kepalanya.
"Mmpptt..." tawa Kyuhyun tertahan melihat wajah datar Kibum yang mengamatinya dengan tatapan sedikit jengkel karena di tertawaan oleh gadis cantik itu dengan wajah setengah memerah karena menahan tawa.
"Senang?!" tanyanya dengan nada datarnya membuat Kyuhyun semakin tertawa dan menunduk membenamkan kepalanya ke atas pangkuannya dengan tubuh yang berguncang hebat.
Kibum terbangun dari duduknya. "Aish...sialan..." desis Kibum saat kotoran burung itu meluncur turun ke hidung mancungnya membuatnya sedikit berjengkit. Kyuhyun semakin tergelak menatap pemuda berwajah datar itu tergopoh-gopoh berlari ke arah sungai yang berjarak tak terlalu jauh dengan wajah yang mengernyit jijik membuat perut Kyuhyun terasa sakit karena tertawa berlebihan, bahkan tawanya bisa di katakan heboh dengan tangan kiri yang memukul-mukul tanah dengan keras.
"Ugh...perutku sakit, hahaha..." ucap Kyuhyun seraya mengusap air matanya yang tanpa sadar menetes di sudut-sudut matanya masih dengan tawa yang tersisa.
"Mati saja sana" balas Kibum dengan nada datar tapi masih menyimpan sedikit perasaan sebal melihat gadis bersurai karamel itu yang sudah duduk anggun seperti posisinya semula seraya berdehem lirih mencoba menjadi seorang putri yang terhormat lagi di depan Kibum namun tak berapa lama Kyuhyun tertawa lebih sadis lagi, Kibum hanya bisa menatap tawa gadis itu dalam diam dan setelahnya senyum tipis mampir di bibirnya. Sepertinya tawa Kyuhyun telah menular padanya.
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
Kyuhyun terduduk resah di bangkunya dengan iris selekehan karamel miliknya yang terlihat waspada. "Aku merasa aneh dengan pemuda itu, apa dia masih melihatku?!" tanya Kyuhyun pada Changmin yang asyik mengunyah makanan seperti sapi kelaparan. Bahkan wajah idiotnya kini tengah menengok ke kiri dan ke kanan dengan mulut penuh dan gestur mencari orang yang di maksud Kyuhyun, tampak sekali jika kebodohannya dalam tingkat yang mengkhawatirkan membuat Kyuhyun ingin melempar bangku pada pemuda tiang itu saking kesalnya.
Plak
"Aduh" jerit Changmin saat tangan Kyuhyun mendeplak kepala Changmin dengan keras.
"Astaga kenapa aku memiliki teman seidiot dirimu sih. chwang~" cibir Kyuhyun dan beranjak pergi dari tempat duduknya meninggalkan sang food monster yang berteriak memanggil nama Kyuhyun yang berjalan menjauh dari kantin, namun sama sekali tidak di gubris oleh pemuda manis itu. Karena sedikit penasaran Kyuhyun menolehkan kepalanya ke tempat dimana pemuda murid baru yang bernama Kim Kibum itu yang sejak tadi tengah menatapnya intens dan membuatnya sedikit tidak nyaman. Namun sebuah kernyitan aneh mempir di dahinya kala melihat kursi yang beberapa menit yang lalu ada isinya sekarang telah kosong. Pemuda itu telah pergi sepertinya entah dia pergi kemana.
"Hei~Kyu," jerit sebuah suara di kejauhan Kyuhyun menoleh dan menatap pemuda mungil yang berlari kearahnya.
"Ada apa Baek?!" tanya Kyuhyun setelah jaraknya cukup dekat dengan pemuda mungil yang tengah memanggilnya.
"Tentang tugas kelompok kita bagaimana jika mengerjakannya di rumahku saja, aku ingin tugas ini segera selesai hari ini juga soalnya besok aku tidak punya waktu karena aku memiliki urusan yang tidak bisa ku tinggal, tidak apa-apa kan?!" tanya Baekhyun sedikit harap-harap cemas.
"Oke baiklah, tidak masalah"
"Sip~nanti pulangnya kita bersama-sama ya kebetulan kakakku akan menjemput nanti" ceria Baekhyun.
"Baiklah" jawab Kyuhyun seraya mengacungkan jempolnya dan tersenyum menatap punggung Baekhyun yang sedang menjauh darinya.
"Kenapa?!
"Astaga~yak~kau mengangetkanku" jerit Kyuhyun terkejut karena melihat penampakan Kibum yang tiba-tiba saja berdiri di sampingnya.
"Maaf" jawab Kibum seraya terkekeh pelan melihat reaksi mengemaskan pemuda di sampingnya itu. Reaksi yang sama sepertinya, reaksi yang membuat Kibum tidak pernah bosan untuk menatap wajah pemuda manis pemilik wajah sama seperti kekasihnya dulu.
"Ada apa?! Kenapa menatapku seperti itu?!" tanya Kyuhyun sedikit merasa gugup saat melihat tatapan mata Kibum yang terlihat aneh saat menatapnya.
"Tidak~aku hanya~sedikit merindukanmu" jawab Kibum seduktif mengelus pipi mulus Kyuhyun dengan tatapan paling lembut yang pernah di rasakan Kyuhyun membuat sedikit perasaan aneh mampir di sudut hatinya secara tiba-tiba dan membuat perasaannya seakan menyesak kemudian, entah kenapa sebersit perasaan lega dan nyaman yang sulit di jelaskan kala jemari dingin pemuda tampan itu terjulur dan mengelus pipinya. Entahlah Kyuhyun merasa seolah tidak menjadi dirinya sendiri jika berhadapan dengan Kibum.
"Maafkan aku" ucap Kibum mundur dua langkah dan wajah sendu penuh kesedihan serta penyesalan mendalam dan berubah mendingin dalam sekejab mata. Kibum berbalik menjauh dari Kyuhyun seolah sedang membuat benteng tak terlihat di antara mereka, entah kenapa Kyuhyun selalu merasa aneh dengan sikap pemuda itu. Kyuhyun merasa sikapnya kadang dingin kadang hangat dan sangat sulit untuk di tebak tapi yang membuat Kyuhyun heran adalah entah kenapa saat Kibum menyentuhnya seolah-olah Kyuhyun merasakan sebuah perasaan aneh, seperti djejavu dan hal itu membuatnya sering kali merasakan sebuah perasaan aneh yang terasa nyaman sekaligus membingungkan. Seolah dirinya memang sering melakukan hal seintens itu dengan pemuda datar dingin berwajah tampan itu.
"Kim Kibum sebenarnya siapa dirimu, kenapa kehadiranmu sangat mengusiknya" bisik Kyuhyun menatap punggung Kibum yang telah menjauh itu dengan iris selelehan karamel yang tiba-tiba menyenduh.
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
"Makanlah ini" ucap Kibum seraya menyodorkan buah segar ke arah mulut Kyuhyun lagi.
"Aku tidak mau, jadi berhentilah memaksaku dan biarkan aku mati secara terhormat" jawab Kyuhyun dengan tatapan penuh keangkuhan menatap Kibum.
"Dasar gadis keras kepala" ujar Kibum meraih tubuh Kyuhyun dan membopongnya seperti karung beras.
"Hei~turunkan aku, mau kemana kita?!" tanya Kyuhyun berontak dengan panik didalam gendongan Kibum.
"Kau tidak makan apa-apa sepanjang hari, paling tidak minumlah sedikit air, apa kau tidak merasa haus dan lapar" tanya Kibum menurunkan Kyuhyun di samping sungai kecil dengan air yang terlihat sangat jernih dan menyegarkan.
"Aku bilang aku tidak mau, apa kau tidak mendengarku?" ujar Kyuhyun keras kepala dan mendelik tajam karena Kibum sedang mendorong kepala Kyuhyun kedalam air, berharap wanita keras kepala itu bisa segera minum air dan berhenti merepotkan dirinya.
"Apa jangan-jangan minum air sedikit bisa membuatmu melar seperti balon hah?!" tanya Kibum dengan wajah lempengnya.
Kyuhyun mendelik tidak terima mendengar ucapan Kibum. "Huh~dasar tidak sopan, aku tidak akan gemuk hanya karena air sialan ini dan bisakah kau berhenti mendorong kepalaku, brengsek" ucap Kyuhyun setengah mengeram dan menatap tajam Kibum dari ekor matanya.
"Hah~" desah Kibum pada akhirnya, dia tidak habis pikir kenapa ada manusia dengan sikap keras kepala yang sangat keterlaluan seperti Kyuhyun. "Kalau begitu~" ujar Kibum lagi seraya mengangkat tubuh Kyuhyun kembali dan melemparkan tubuh kecil milik Kyuhyun ke udara dengan sikap yang kelewat santai.
"Minumlah sepuasnya" lanjut Kibum lagi dengan seringaian yang tercetak di bibir semerah darah miliknya.
"Ggyaaaaaa...terkutuklah kau Kim Kibum" jerit Kyuhyun membahana di udara sebelum dirinya jatuh ke dalam air sungai karena di lempar oleh pemuda berwajah tanpa ekspresi itu dengan sangat biadap.
Byuurr...
.
.
.
•°•°•
Tes...
Tes...
Tes...
"Dasar jahat, sungguh tidak tahu sopan santun, apa begini caramu memperlakukan seorang putri hah? menyebalkan~muka datar idiot" runtuk Kyuhyun sengit menyumpahi Kibum yang terduduk santai tak terpengaruh dengan ucapan Kyuhyun serta sumpah serapah yang terlontar dari mulut gadis cantik yang ada di belakangnya itu.
"Awas saja jika kau menengok ke belakang dan mengambil kesempatan untuk menatap tubuhku" ancam Kyuhyun berdiri di belakang Kibum dengan satu kaki yang di layangkan menjejak punggung Kibum dengan sikap kurang ajar dan terlihat menantang menahan tubuh Kibum agar tidak membalikkan tubuhnya menjaga agar pemuda kekurangan ekspresi itu tidak coba-coba mengintip dirinya. Kibum hanya memutar bola mata silvernya dengan tatapan malas seraya bertopang dagu menatap ke arah depan, bahkan dia sama sekali tidak tertarik untuk sekedar melihat penampakan setengah telanjang Kyuhyun yang berdiri dengan angkuh di belakangnya.
"Kalau begitu sembunyi saja di hutan, udara di sini tidak baik, Putri rapuh sepertimu akan langsung mati jika terhempas angin dan nanti kau bisa terkena flu jika seperti itu" ucap Kibum menghina dengan nada malasnya.
"Kau kira aku kecoak hah~enak saja, aku tidak selemah yang kau pikirkan asal kau tau, lagipula kau pikir ini salah siapa hah~membuatku jadi seperti ini" ucap Kyuhyun dengan nada sinis menatap gaun sutranya yang di pakainya terpaksa harus di jemur karena basah kuyup akibat Kibum yang melempar dirinya dengan kurang ajar ke dalam sungai, bahkan Kyuhyun harus rela menelanjangi dirinya sendiri karena hal itu.
"Hachi..." Kyuhyun mengosok hidungnya sementara Kibum hanya melirik malas gadis keras kepala yang ada di belakangnya itu. Kibum menghela nafas dalam dan melepaskan jubah panjangnya kemudian melemparkannya ke arah Kyuhyun. "Pakai itu jika kau tidak ingin sakit"
Kyuhyun menatap Kibum dengan tatapan heran. "Bukankah kau memang menginginkan kematianku agar kau bisa segera naik tahta hah?!" tanya Kyuhyun tidak mengerti.
Kibum menatap Kyuhyun intens dan terdiam lama. "Memang, tapi aku tidak harus membunuhmu saat ini juga" balas Kibum dan berjalan menjauh dari Kyuhyun. Kyuhyun menatap punggung Kibum dengan tatapan tidak mengerti.
.
.
.
•°•°•
Malam telah beranjak mengeser sang terang dan berganti dengan kegelapan pekat di sekitarnya. Kyuhyun merebah miring di atas rumput dengan iris selelehan karamel miliknya yang menatap lekat punggung pemuda bersurai gelap itu yang berdiri kokoh di depannya menatap langit malam. Sementara suarai gelapnya terlihat melambai di terpa oleh angin dingin malam itu.
"Kenapa dia tidak tidur?!" tanya Kyuhyun dalam hati Iris selelehan karamel milik Kyuhyun kembali menjelajahi segala hal yang ada di tubuh Kibum dengan tatapan yang menerawang dan setengah terpesona, mungkin tanpa di sadarinya Kyuhyun sudah terjebak oleh pesona yang di keluarkan Kibum padanya.
"...sejak pertama kali aku melihatnya berdiri di depanku dan menatapku dengan mata silver miliknya itu, sejak itu aku merasa...bahwa dia adalah...pemuda tampan yang sangat indah...entah sejak kapan tapi aku sadar jika tatapan mataku mungkin tidak akan pernah teralihkan dari sosoknya..." Kyuhyun memejamkan matanya sebentar.
"Tak taukah kau Kim Kibum, kau sudah terlalu jauh membuatku terlibat dan Kini mungkin tanpa sadar aku sudah menyerahkan hatimu padamu, ini gila tapi kurasa aku menyukaimu" bisik Kyuhyun dalam hati di tengah kesadarannya yang makin menghilang karena rasa kantuk yang semakin menyerangnya.
.
.
.
•°•°•
"Hei~apa kau sudah tidur?" tanya Kibum memanggil Kyuhyun yang sudah terlelap sejak tadi, namun karena merasa suara berat itu memanggil namanya mau tak mau Kyuhyun membuka matanya perlahan dan mendapati sosok Kibum yang berdiri menjulang di depannya dengan pedang di tangan kirinya menatap Kyuhyun tajam dengan ekspresi yang tak terbaca.
"Kalau kau terjaga, bisakah kau membantuku?!" ucap Kibum lagi, Kyuhyun mengerjakan matanya dan bangkit terduduk dengan nyawa yang setengah terkumpul.
"Yang datang di belakangku~apa warnanya, bisa kau memberitahukanku?!" tambah Kibum lag. Kyuhyun masih tidak mengerti apa yang di maksud Kibum. Namun tak berapa lama di belakang Kibum terlihat sebuah burung raksasa dengan tiga mata dan sayang yang terkenal lebar hampir empat meter dengan cakar setajam pedang yang mengarah pada pemuda berwajah datar itu. Mata Kyuhyun membola seketika.
"BIRU" Kyuhyun berteriak keras memberitahukan. Kibum berbalik dan langsung menebas burung besar yang bernama "Imajin" itu dengan sekali kibasan namun sayang burung itu berhasil menghindar meski harus rela dadanya terkoyak dan serangan kedua burung itu berhasil melayangkan cakarnya ke punggung Kyuhyun mengakibatkan gaun sutranya robek dengan jejak darah pada tiga sobekannya. Dan burung itu kembali menghilangkan dirinya.
"Dimana dia?! Sebelah mana?!tanya Kibum pada Kyuhyun karena hanya Kyuhyun yang bisa melihat sosok penampakan itu, Kibum tidak dapat melihat sosoknya namun dia bisa merasakan kehadirannya meski samar.
" ...tidak terlihat dia menghilang" jerit Kyuhyun panik Bercampur dengan sikap frustasi sementara tangan kanan Kibum masih erat mengengam jemari dingin Kyuhyun erat.
"Aku tanya sebelah mana?!" Kibum menjerit lagi penuh dengan ketegasan memaksa Kyuhyun memberikan posisi pasti agar Kibum bisa membunuh burung setan itu. Rasanya Kyuhyun ingin menangis saja namun iris karamelnya menatap sosok di sebelah kirinya meski tidak terlalu jelas namun Kyuhyun yakin jika itu adalah penampakan makhluk mengerikan itu.
"KIRI" Kyuhyun menjerit pasti. Dan tanpa ragu Kibum mengalihkan tatapannya ke arah kiri dan dengan tebasan pasti Kibum mengarahkan pedangnya ke arah kiri, arah datangnya burung setan itu dan dalam sekejab Kibum berhasil menebasnya menjadi dua bagian membuat bangkai burung setan itu jatuh ke tanah dan melepuh setelahnya.
"Yang di tunggu tidak datang dan yang tidak di tunggulah yang datang" ucap Kibum dengan nada aneh dalam suaranya seraya menatap burung setan itu yang kini sudah tak berbekas di rumput.
Kyuhyun terdiam merasakan sesak dan perasaan aneh dan rasa mati rasa yang tiba-tiba menyerang tubuhnya.
BRUK
Kyuhyun jatuh terduduk di rerumputan dengan darah yang mengalir dari mulutnya serta wajah yang memucat drastis.
"Kenapa?!" tanya Kibum sedikit melirik ke arah Kyuhyun.
"Aku tidak tau, punggungku panas seperti terbakar dan kepalaku terasa pusing dan berputar" jawab Kyuhyun. Kibum berjalan ke arah Kyuhyun dan menatap punggung Kyuhyun yang terdapat bekas sobekan di sana.
"Punggungmu terluka, kurasa kau terkena racun yang ada di kukunya" jelas Kibum.
"Apa aku akan mati, Kibum?!" tanya Kyuhyun dengan nafas sedikit tersengal.
Kibum berdiri menatap Kyuhyun dengan wajah dinginnya. " mungkin, matilah secara terhormat" bisik Kibum pada akhirnya menatap Kyuhyun intens.
"Jahat~kau bahkan akan membiarkanku mati dengan cara seperti ini, Kibum idiot" ucap Kyuhyun dengan suara lemah.
BRUK
Dan akhirnya pertahanan Kyuhyun ambruk, Kyuhyun jatuh ke atas rumput dan diam tidak bergerak. Langit malam itu tampak begitu cerah dengan bulan sempurna yang bersinar di langit malam sebagai penerang dalam gelapnya malam.
Kibum berjongkok di sebelah Kyuhyun menatap gadis itu sebentar seraya menempelkan jari telunjuknya di hidung Kyuhyun.
"Manusia lemah cepat sekali mati" bisik Kibum matanya menjelajah sekitar. Kibum beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun dan berjalan menuju sebuah tumbuhan obat yang tak jauh dari tempatnya dan Kyuhyun berada, di cabutnya Tamanan itu dan di masukannya kedalam mulutnya. Kibum mengunyah tanaman obat itu seraya mendekati Kyuhyun menatap gadis itu sejenak dan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis yang sedang tidak sadarkan diri itu. Mendekatkan bibirnya ke arah bibir pucat milik Kyuhyun, mendesak bibir Kyuhyun dengan lidahnya agar terbuka dan memberikan akses untuk tanaman obat itu masuk kedalam tubuhnya dan menetralisir racun yang menjalar di tubuh Kyuhyun. Kibum kembali mengunyah tanaman obat itu lagi dan memasukan tanaman itu kembali ke dalam mulut Kyuhyun dengan cara yang sama secara berulang-ulang. Hingga Kyuhyun sedikit tersadar dan menatap wajah Kibum yang terlihat sangat dekat dengan wajahnya. Kibum menatap wajah pucat Kyuhyun yang berangsur sedikit pulih bersyukurlah karena tanaman obat itu bereaksi dengan cepat menetralisir racun dari burung setan itu. Kibum membersihkan bekas ceceran Saliva di sudut bibir Kyuhyun dengan ibu jarinya.
"... Apa yang kau berikan padaku?! Tanya Kyuhyun dengan suara lemahnya, menatap Kibum yang melepas jubah besarnya dengan gerakan sensual yang menambah kesan sempurna pada sosoknya.
" itu rumput obat penetralisir racun untuk memperpanjang usiamu" jelas Kibum tanpa menatap Kyuhyun.
"Kenapa kau membuka jubahmu?!"
"Untuk membungkus tubuhmu, kau mengigil" jawab Kibum lagi dan mendudukan dirinya di sebelah Kyuhyun. Kyuhyun terdiam menatap sosok pemuda yang entah kenapa mulai bersikap baik padanya.
Kibum mengambil sesuatu dari balik saku celana panjangnya. "Buka mulutmu dan makanlah ini" ucap Kibum lagi menyodorkan sebuah pil berwarna ungu cerah ke depan bibir Kyuhyun. Tanpa menjawab dengan patuh Kyuhyun membuka bibirnya dan menelan pil yang Kibum berikan padanya.
"Terima kasih Kibum" bisik Kyuhyun masih menatap wajah Kibum dengan lebih seksama sementara Kibum balas menatap Kyuhyun dengan ekspresi yang tak terbaca.
"Kenapa kau menyelamatkanku?!" tanya Kyuhyun lagi setelah dia selesai mengunyah pil itu dan menelannya dengan sempurna.
"Terlalu cepat bertanya, racunmu yang ada dalam tubuhmu tidak akan sepenuhnya hilang hanya karena itu"
"Maksudmu aku bisa mati kapanpun, begitu?!" tanya Kyuhyun lagi, Kibum terdiam sejenak dan mengalihkan tatapannya ke atas melihat bulan penuh yang menguasai langit malam ini dengan angkuhnya.
"Aku tidak berharap kau akan mati" jawab Kibum dan kembali mengalihkan manik matanya tepa ke iris selelehan karamel milik Kyuhyun.
"Aku mengerti, karena aku di butuhkan makanya aku tidak boleh mati saat ini, bernarkan?!" tanya Kyuhyun lagi.
"Ya~aku membutuhkanmu" jawab Kibum dengan makna tersirat seraya menatap Kyuhyun semakin intens.
Keduanya saling menatap dalam diam dengan aura aneh yang menyelimuti mereka yang saling menatap dan enggan untuk mengalihkan tatapan matanya ke arah lain.
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
Tatapan mata laki-laki yang sedang berdiri di samping mobil sport merah miliknya itu terlihat tajam menatap langsung ke arah gerbang sekolah yang belum terbuka itu karena memang belum waktunya bel pulang sekolah berkumandang.
"Hah~sudah sejak lama aku menantikan hal ini, Cho Kyuhyun~aku bahkan sudah tidak sabar untuk berjumpa denganmu lagi, ku harap kau tidak terlalu kecewa denganku yang telah berubah terlalu jauh, karena aku yang sangat mencintaimu ini tidak bisa membiarkanmu dengannya, aku melakukan ini karena cintaku padamu" bisik pemuda bersurai pirang itu menengadahkan kepalanya ke atas langit dengan tatapan yang menerawang.
"Aku, kau dan dia~kita sudah terjebak dalam permainan takdir yang berubah menjadi sebuah kutukan yang tidak termaafkan, maafkan aku yang tidak bisa berhenti merelakanmu" lanjut pemuda itu sekali lagi dengan tatapan sendu yang seolah tersiksa dengan keadaannya.
"Yak~berhentilah menyeretku cadel, kau kira aku sapi?!" ucapan datar dari seorang pemuda mengalihkan atensi pemuda bersurai pirang itu. Di sana berdiri pemuda bersurai kelamnya yang sedang berjalan di seret oleh pemuda berwajah sama datarnya dengan kulit pucatnya menuju ke arah gerbang sekolah Kyuhyun.
"Cepatlah dia akan segera keluar sebentar lagi, bodoh~aku tidak ingin melewatkan Jonginku begitu saja" ucap pemuda yang di panggil cadel itu sama sekali tidak mengubris ucapan teman berwajah datarnya itu.
Pemuda bersurai pirang itu menatap pemuda bersurai gelap itu dengan tatapan sedikit terkejut namun tak berapa lama sebuah seringaian dan sebuah dengusan keras keluar dari bibirnya.
"Takdir itu sungguh mengejutkan" ucap pemuda bersurai pirang itu berdiri menjulang menatap bocah bersurai kelam itu dengan tatapan menantang penuh dengan intimidasi.
"Apa yang kau lakukan disini, brengsek" tanya sebuah suara berat lainnya dari arah yang berbeda seketika membuat pemuda bersurai pirang itu mengalihkan tatapannya ke asal suara yang memanggilnya dengan nada mengeram terkesan tidak sopan itu, bahkan saking seriusnya tatapannya dia tidak menyadari jika kelas sudah bubar dan banyak murid yang sudah tersebar dan berniat pulang ke rumah masing-masing.
"...kau disini!?" tanya pemuda bersurai pirang itu menatap sesosok dingin dengan tatto di wajahnya yang menatapnya sedikit bengis dengan tatapan santai seraya terkekeh pelan.
"Menurutmu?!" jawab pemuda bersurai kelam~Kubum~ dengan tatapan sedikit menantang.
"Bukankah ini terlihat seperti lelucon, Kibum" ucap pemuda bersurai pirang itu menatap ke arah bocah bersurai gelap yang tadi mampu menarik atensinya sejak tadi, membuat Kibum mau tak mau ikut mengalihkan tatapannya ke arah pemuda yang sedang di lihat oleh pemuda bersurai pirang itu. Dan di sana Kibum dapat melihat bayangan dirinya, sesosok pemuda dengan wajah yang sama persis sepertinya, dirinya yang lain, Kibum yang hidup di dunia ini. Kibum mengamati ekspresi terkejut dari pemuda itu dengan tatapan tenangnya sama sekali tidak terpengaruh dengan tatapan terkejut pemuda bersurai kelam itu.
"Kris Hyung, kau sudah datang" sebuah teriakan kali ini datang memangil nama pemuda bersurai pirang itu. Kris pemuda bersurai pirang itu terlihat mulai mengembangkan senyumnya.
"Oh~apa kalian ada masalah?!" tanya Baekhyun menatap Kibum dan Kris dengan tatapan menyelidik.
"Tidak tentu saja tidak, kami adalah teman lama. Ayo kita pulang" ujar Kris sedikit melirik wajah super dingin milik Kibum.
"Eh~Hyung kenalkan ini Kyuhyun. kyu ini kakakku Kris" ujar Baekhyun ceria. Kris mengerling ke arah Kibum yang mengeram dan menyambut uluran jemari Kyuhyun. Namun sebelum kedua tangan itu bertemu dengan cekatan Kibum menahan tangan Kyuhyun di udara seraya berdiri menantang dan menyembunyikan sosok Kyuhyun yang melonggoh bingung dengan wajah memerah menatap tangannya yang di gengaman erat oleh Kibum.
"Apa kau ingin mati, entahlah dariku dan dari Kyuhyunku sekarang juga sebum aku menghabisimu" ucap Kibum dengan nada super dingin hingga membuat Baekhyun berjengkit ngeri.
Kris terkekeh pelan dan setelahnya dia berdiri dengan sikap angkuhnya, menantang Kibum dengan tatapan yang tak kalah tajamnya. "Sebelum dia jadi milikmu, dia adalah milikku, brengsek" ucap Kris lagi dengan aura membunuh yang terlihat memancar keluar.
TBC
Tbcnya gg elit lizz tau tapi tetep di tunggu reviewnya ya. Kalau gg lizz bakalan kena penyakit malez dan ff ini bakal luama banget updatenya atau lizz bisa discontinuedtin jika memungkinkan so REVIEW please.
