A/N: Di Author Note's ini, aku akan menjawab beberapa review, saran dan kritikan yang membangun ataupun tidak dengan kata lain menjatuhkan atau apalah... yossshhh kita mulai dari yang pertama yaitu:

- Sora no aoiro : ngarep -_- haha..

- Saikari Nafiel : Roman dan family ya? Nanti Author pikirkan lagi, saran yang bagus.. (Kyaknya dipakai aja nih) :D

- Namikaze KahFi ErZA : menarik di bagian mananya? -_- bikin penasaran :D

- Tenza905 : kok bisa ya? Ceritanya menarik tapi bingungin? Hahaha.. XD maaf ya klo gitu.. Makasih ya udah muji mottonya :D

- Namikaze Hendrix Ngawi : ah, maaf ya kalo bingung :D ok, Author akan pake mode normal aja deh :) maaf ya..

- Mchsyafii : ah, soal itu.. sebenarnya Author aja bingung mau ganti kayak gimana.. Hehehe

- .79 : klo masalah update maaf ya, ga bisa cepet soalnya Author gak bisa bikin cerita.. baru pas nulis aja udah gak tau mau nulis apaan, maaf ya :D

- Kaito Dark-sama : makasih, ok Author pake normal Pov deh sekarang dan soal word kayaknya bakalan susah, hehehe :D

- A'Raion No Sun : Author aja gak itu siapa, hahaha :D ok makasih (y)

- Nokia 7610 : ok gan

- Dark Namikaze Ryu : hm, bener juga ya.. Mungkin Author mau bikin pair baru lagi ajadeh hahaha :D kayaknya salah tuh tebakannya, hehehe :P

- : ok lnjt (y)

- .58 : Lanjut dah (y)

- KebolblacK : mungkin atau mungkin tidak =D ok,ok nanti tak buat yang lebih halus lagi (klo authornya udah bisa bikin cerita bagus) hahaha.. Sama-sama :D

- OneeKyuuChan : kayaknya salah, klo mau nebak- mending rundingin bareng author aja yukk, hehehe :D biar jawabannya bener (y) XD

- Author RHS : klo update kilat kayaknya gak bisa mengingat Author masih newbie dan masih belum pas kata-katanya.. Maaf ya :( tapi, makasih udah muji ceritanya :D

- bentara malam sunyi : emang iya apa? Perasaan justru gak kompleks jadi gak bagus.. Tapi gak papa maksih deh :D salam kenal juga :)

- m. : kayaknya bukan.. Author aja gak tau dia siapa hehehe.. :D

- betmenpengangguran : ok,ok.. Tapi, gak usah pake sumpain juga dong,, bikin ngeri tau hiiii.. (-_-') :D

- .5473894 : bener juga sih, tapi ini juga saran dari orang luar, gak tau dia eamang benci Kakashi atau gimana.. Tapi, karena terpaksa aku pakai sarannya (klo nggak author bisa-bisa ternoda olehnya T.T) :D

- Guest : maaf ya kayaknya kelamaan, soalnya belum dapet kat-kata yang bagus nih.. Hehehe.. :D

- Guest : Yosssh, Ane Lanjutkan...!

- Cannibal Corpe : Romance dan Family ya? Ok nanti Author pikirkan (kayaknya di pakai nih di chap ini) :D

- Guest : oookeeey :D

- Zero Kiryuu 1 : makasih ya :D

- Namikaze miato : kalo update cepet kayaknya belum bisa soalnya mikirin kata-katanya susah, maaf ya :D

- Guest : ok, ane lanjutkan tapi gak jamin yang ini keren...

- .18 : ok udah lanjut :D (y)

- nata ulya : ok makasih, pasti ane lanjutkan sampai beberapa chapter saja :D

Itu adalah beberapa review yang bisa Author balas dan mungkin jika ada kata yang salah atau menyakiti hati review dan reader's, Author mohon maaf sebesar-besarnya.. Dan untuk mempersingkat waktu Author ucapkan selamat membaca! Happy reading! \(^o^)/

.

.

Normal POV: On

...

"Tou-chan!, hiks.. hiks.."

Terdengar isakan dari seorang gadis kecil berambut putih panjang yang kini sedang memeluk seorang pria berambut kuning jabrik dengan tanda lahir di pipinya berupa goresan yang menyerupai kumis kucing.

"A-ku hiks.. merindukanmu hiks.. hiks.."

Tampak mata pria itu masih melebar karena terkeju mendengar ucapan gadis kecil yang memeluknya.

"Hiks.. Tou-chan hiks.."

Gadis itu tampak masih terisak dan semakin memeluk erat tubuh pria berambut pirang itu. Sementara itu pria jabrik berambut pirang yang kita kenal dengan Uzumaki Naruto masih terdiam karena keterkejutannya.

"Ja-ngan hiks.. ting-galkan a- hiks.. ku la-gi hiks.."

Setelah gadis kecil yang memeluk Naruto, berbicara sambil terisak untuk kesekian kalinya. Mata Naruto yang tadinya melebar kini menjadi sayu.

"Go-gomen.. tapi, aku bukan- Ayahmu"

Naruto berucap dengan nada lembut. Tapi di balik itu semua, terdengar ada nada kekecewaan dari ucapannya. Gadis kecil yang memeluk Naruto terkejut mendengar ucapan Naruto dan di detik kemudian gadis kecil itupun melepaskan pelukannya dan menatap Naruto. Tapi entah kenapa ketika melihat wajah Naruto, mata gadis kecil itu melebar dan terlihat genangan air matanya.

"Yui-chan, tidak salah! kau adalah Tou-chan hiks.. Yu-Yui, ing-ngat hiks.. ma-mata hiks.. b-biru i-tu hiks.."

Naruto terkejut dengan ucapan Gadis kecil itu, sementara gadis itu kembali memeluk Naruto dan menangis di tubuhnya. Tampaknya Gadis kecil itu begitu ingin melepas rindu dengan sosok yang sedang ia peluk.

"Ma-mata i-tu hiks.. m-mata y-yang hiks.. s-sama se-seper-ti hiks.. Y-Yui"

Dan ketika gadis kecil itu melanjutkan kata-katanya Naruto sangat terkejut. Naruto berfikir apa maksudnya dengan sama? Bahkan Narutopun tidak tau jika gadis kecil itu memiliki mata yang sama. Tapi yang membuat Naruto befikir keras adalah... Dia masih lajang dan bahkan untuk menyentuh serorang wanitapun berasa tidak mungkin terjadi.

'Apa yang sebenarnya, Terjadi! Apa ini hanya mimpi yang Kami-sama berikan,-ttebayo!'

.

.

Kitsune no Kami © Ian Namikaze

Rate : T - M

Genre : Romance, Family & Adventure

Pairing : Naruto U. & Kaguya O.

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Fiction © Ian Namikaze

Warning!

Cerita yang tidak mungkin terjadi, AU, OOC, gaje, abal-abal, typo bertebaran, alur cerita kurang jelas, ketikannya tidak jelas, fic yang gak berbobot, dll.

Summary :

Bagaimana kalau cerita Naruto setelah perang seperti ini? Kayaknya gak mungkin dan bla.. bla.. bla.. (Kagak bisa bikin Summary yang bagus) yang penasaran monggo baca, klo nggak ya jangan di baca :) Warning : Genre dan judul kemungkinan gak nyambung!

A/N : Lagi seneng bikin fic yang gaje luar binasa :D

Kitsune no Kami © Ian Namikaze

Chapter 2 : Movement

.

.

Di sebuah tempat atau tepatnya di ruangan kerja milik Hokage, pemimpin desa Konoha. Tampak terlihat ada seorang pria yang memakai topi khas Hokage yang sedang duduk dengan tatapan kosong kedepan. Tapi bukan itu yang membuatnya merasa aneh, karena di belakangnya ada seorang pria yang membawa tongkat di tangan yang ia pegang memiliki bentuk di ujung atasnya seperti sebuah lingkaran yang tidak penuh.

Pria itu juga memakai baju berwarna cerah dengan ada beberapa bentuk tomoe di sekitar kerahnya bukan hanya itu terlihat sebuah tanduk berbentuk huruf C yang tertidur dan di bawah tanduknya terlihat sebuah mata yang sedikit tertutup oleh tanduknya.

"Kakashi, sebagai Hokage kau tidak berguna untuk menghentikan Naruto"

Terdengar nada dingin dan sinis dari pria itu ke arah orang yang ia panggil Kakashi. Sementara itu Kakashi tampaknya hanya terdiam saja dengan tatapan kosong yang mengarah kedepan.

"Bukankah sudah ku perintahkan untuk menjaganya selama aku mempersiapkan mataku.."

"Dan sebaiknya, kau menyuruh seluruh shinobi Konoha untuk mencarinya, Kakashi- tidak atau harus kupanggil kau... sensei"

Ucapnya sambil tersenyum licik ke arah Kakashi, sementara itu Kakashi masih terdiam dengan tatapan kosongnya.

"Sekarang lakukan, cari Naruto dan tangkap dia"

"Ha'i, Sasuke-sama"

Ucap Kakashi yang langsung menghilang dan menuju ke atas gedung Hokage dan langsung memanggil beberapa Ninja Konoha setidaknya ada 15 Anbu dan 30 Ninja lain.

"Kita akan mencari dan menangkap Naruto!"

"Ha'i"

"Dan beritahukan kepada seluruh Shinobi Konoha, bahwa desa dalam keadaan siaga perang, karena menurut informasi yang kudapat Naruto akan mulai bergerak untuk menyerang dan membalaskan dendam terhadap Konoha" Perintah Kakashi yang kemudian di jawab serentak oleh beberapa orang-orang yang ada di hadapannya.

"Lakukan!"

Dan setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan Kakashi yang menatap kepergian mereka dengan tatapan kosong, sebenarnya bukan hanya Kakashi saja yang memiliki tatapan kosong. Tapi juga dengan shinobi lainnya.

"Kerja bagus, Kakashi"

Ucap Sasuke yang kini terlihat memiliki 3 rinnengan dengan 3 tomoe di setiap lingkaran rinnengan. Tak beselang lama Sasukepun menghilang seperti sebuah kamuplase yang membuatnya seperti tampak lenyap. Sasukepun meninggalkan Kakashi yang terlihat tak bisa mengendalikan dirinya.

...

Kini tampak Naruto dengan seorang gadis kecil berambut putih kini sedang duduk di sebuah kursi meja makan. Entah kenapa gadis itu tampak senang menatap Naruto, tapi berbeda dengan Naruto yang hanya menatapnya kosong atau mungkin bisa di katakan efek dari mata yang kehilangan cahayanya? (R: "Bilang aja buta, thor-thor")

"Go-gomen Tou-chan"

Sebuah suara kecil dan melengking sukses membuat naruto sedikit tersentak karena tanpa aba-aba suara itu tiba-tiba saja terdengar oleh gendang telinganya.

"A-ah, ti-tidak apa-apa- Yui-chan"

Naruto membalas perkataan gadis kecil yang dia panggil Yui dengan nada canggung.

"Tidak- Yui benar-benar minta maaf, karena Yui hanya bisa memberikan buah-buahan yang Yui dapat untuk sarapan Tou-chan- soalnya Yui tidak bisa berburu atau menangkap ikan" Ucap Yui dengan nada bersalah kepada Naruto.

"Hm, tidak apa-apa... bukankah kau bilang tempat ini terlalu jauh dengan perkampungan- setidaknya buah-buahan ini bisa dimakan" Ujar Naruto sambil tersenyum kearah Yui meskipun dia tidak tau harus tersenyum kearah mana.

"Um" Angguk Yui sambil tersenyum kearah Naruto.

"Ne Yui-chan, ngomong-ngomong kau ting- tidak maksudku aku meninggalkanmu disini sudah sekitar 6 bulan, bukan? Lalu bagaimana kau makan? Apa kau selalu makan ini? Dan bagaimana gizimu kalau makan buah-buahan setiap hari? Apa kau tidak ingin makan yang lainnya?" Tanya Naruto yang tampaknya kebingungan dengan keadaan Yui sebenarnya.

"Hah? Apa Tou-chan lupa? Bukankah Tou-chan selalu menyuruh baa-san dan Jii-san untuk menjengukku? Bahkan mereka selalu memberikan aku makanan yang enak jika mereka datang..." Ucap Yui yang terseyum kearah Naruto, tapi tak berselang lama Yuipun sedikit tertunduk.

"Tapi, sudah hampir satu minggu lebih mereka tidak kesini untuk menjengukku- jadi, aku sangat khawatir dengan keadaan mereka dan- terutama kau Tou-chan" Lanjut Yui yang membuat Naruto sedikit tersentak.

"Yui-chan..."

"Ha-ha'i"

"Gomen" Kata Naruto dengan nada menyesal.

"Kenapa Tou-chan meninta maaf? Lagi pula Yui disini baik-baik saja, tidak ada yang perlu di maafkan.." Ucap Yui dengan nada yang begitu tenang dan bahagia.

"Tapi, tetap saja.."

"Um, apa Tou-chan lupa- lagi pula aku disini tidak sendiri, masih ada Kousuke yang menemaniku" Ucap Yui mencoba menenangkan rasa bersalah Naruto.

"Kousuke?.."

Naruto yang kebingungan dengan apa yang di katakan Yui, karena pasalnya Yui sudah sekitar enam bulan ditinggal oleh ayahnya?

"Ya, dia adalah seekor rubah yang Tou-chan pelihara dan sekarang Kousuke sedang memakan sarapan Tou-chan- hehe.."

"A-apa?!"

Naruto yang terkejut dengan perkataan Yui barusan langsung mendorong dirinya kebelakang. Entah karena dorongannya yang terlalu keras atau kursinya yang terlalu ringan, dengan sekali dorong saja sukses membuat Naruto jatuh kebelakang dengan kepala bagian belakang yang menyentuh kayu yang menjadi lantai.

'Brukk!'

"I-ittai, -ttebayo!"

Sebuah rintihan yang keluar dari mulut Naruto, sukses membuat Yui tertawa karena mendengar ucapan Naruto.

"Haha...-ttebayo? Haha... Tou-chan itu kata yang haha.. Lucu.. Haha.."

Yui yang tertawa sambil berbicara dengan nada suara cempreng dan melengking khas gadis kecil. Naruto yang mendengar Yui tertawa entah kenapa membuatnya tersenyum, tiba-tiba saja Naruto merasakan sesuatu yang hangat menusuk hatinya dan membuat sebuah genangan air dimatanya keluar meskipun hanya sedikit.

'Arigatou Kami-sama, telah memberiku sebuah keluarga- walaupun bukan keluarga sebenarnya, tapi... arigatou"

oOoOo

1 minggu kemudian ( lebih tepatnya 6 hari kemudian)

Sudah hampir satu minggu Naruto tinggal bersama Yui dan menjadi seorang ayah untuk gadis kecil itu di sebuah mansion yang jauh dari pemukiman. Kini Naruto dan Yui sedang duduk di atap mansion yang mereka tinggali. Mereka berdua duduk untuk melihat banyaknya bintang di angkasa pada malam hari, meskipun yang melihat hanya Yui seorang.

'Sudah hampir satu minggu ya? Atau lebih tepatnya besok adalah satu minggu aku sudah tinggal bersama Yui, meskipun Yui sebenarnya sudah tahu bahwa aku bukanlah Tou-channya- tapi, dia tetap ingin aku menjadi Touchannya, namun tetap saja- meski berpura-pura menjadi Tou-channya, aku tidak bisa menghapus semua kesedihannya..'

Mata Naruto yang tadi tampak bersinar kini mulai meredup kembali, ketika dia mengingat Yui menangis dalam tidurnya sambil memeluk sebuah benda yang Naruto kira adalah sebuah bingkai foto. Bukankah Naruto buta? Memang tapi Naruto masih bisa merasakan keberadaan seseorang meski hanya dari suaranya dan gerak tubuhnya.

"Yui-chan.." Panggil Naruto yang membuat gadis kecil disampingnya sedikit terkejut dan langsung menengokkan kepalanya kearah Naruto.

"A-ada apa, Tou-chan?" Balas Yui mencoba tenang tapi bekas air mata yang mengalir di pipinya tetap kelihatan, bukan cuma disitu di matanya pun masih terlihat sisa air mata yang menggenang.

"Peluklah, Tou-chan"

"Ha'i" Ucap Yui yang lengsung memeluk Naruto.

"Jangan kau tahan, Yui-chan- menangislah, jangan kau tahan rasa sedihmu- Tou-chan ada disini untukmu, Yui-chan"

Sebuah ucapan yang dilontarkan Naruto membuat Yui bergetar mendengarnya dan langsung menenggelamkan kepalanya ketubuh Naruto.

"Hiks.. hiks.. Yu-yui hiks.. ri-rindu hiks.. Kaa-chan hiks.." Isakan yang di keluarkan Yui berhasil membuat Naruto melebarkan matanya dan sedikit tersentak karena keterkejutannya dengan apa yang barusan ia dengar.

"Go-gomen.. Yui-chan.." Ujar Naruto dengan nada lemah dan kemudian memeluk Yui dengan hangat.

Setelah hampir setengah jam mereka masih dalam posisi seperti itu, bahkan isakan dan tangisan Yui mulai mereda. Yuipun mulai melepaskan pelukannya begitupun dengan Naruto yang merasakan Yui ingin melepaskan pelukkannya.

"Ne, Tou-chan" Panggil Yui sambil mengusapkan tangan kematanya untuk menghilangkan sisa air mata yang menggenang di matanya.

"N-nani, Yui-chan?" Balas Naruto ke arah Yui.

"Apa Tou-chan merindukan kaa-chan?" Sebuah pertanyaan meluncur di bibir kecil milik Yui sukses membuat Naruto tercekat.

"A-apa, ma-maksudmu Yui-chan? Bukankah kau sudah tahu aku ini..." Jawab Naruto yang tidak menyelesaikan ucapannya karena tiba-tiba saja di potong oleh Yui.

"Tidak!.." Potong Yui yang membuat Naruto terkejut.

"Meskipun Yui tahu kau bukanlah Tou-chanku, tapi Yui tidak mau menerimanya- kau adalah Tou-chanku, jadi- jawab pertanyaan Yui, Tou-chan!" Ucap Yui dengan memasang wajah cemeberut kearah Naruto.

"E-eh?"

'Apa yang harus kukatakan sekarang? Bahkan aku ini tidak tahu Kaa-chan Yui seperti apa? Apa aku harus berbohong?'

"Um, Tou-chan merindukkan Kaa-chanmu" Jawab Naruto bohong kepada Yui.

"Kalau begitu Tou-chan harus berjanji kepada Yui, untuk membebaskan Kaa-chan dari desa Konoha"

Ucapan yang keluar dari bibir kecil Yui nampaknya sangat membuat Naruto terkejut.

'K-Ko-Kono-ha? A-pa maksudnya ini?' Batin Naruto yang terkejut dengan mata yang sedikit melebar.

"Tou-chan berjanjilah.." Ucap Yui lagi dan sementara itu Naruto tampak terdiam.

"Hm, ya Tou-chan berjanji akan membawa kembali Kaa-chanmu" Ujar Naruto sambil tersenyum meskipun itu hanyalah sebuah senyuman agar Naruto menutupi semuanya.

"Um, arigatou Tou-chan" Kata Yui sambil tersenyum dan memejamkan matanya.

"Ne Yui-chan, ngomong-ngomong dimana Kousuke?" Tanya Naruto yang merasa kehilangan salah satu anggota yang tinggal bersamanya.

"Entahlah Tou-chan, mungkin dia sedang mencari makan"

"Souka"

"Wah! Tou-chan lihat ada bintang jatuh" Ujar Yui yang tampak senang melihat sebuah benda angkasa yang tampak seperti jatuh itu.

"Cepat, buat permohonan Yui-chan"

Setelah mendengar itu Naruto langsung menyuruh Yui untuk meminta sebuah permohonan dan Yuipun mengikuti apa yang Naruto katakan. Yuipun mengucapkan permohonannya di dalam pikirannya sambil memejamkan matanya.

"Yui-chan apa yang kau do'akan?" Tanya Naruto yang penasaran dengan permohonan Yui.

"Yui tidak boleh mengatakan permohonan Yui kepada Tou-chan" Ucap Yui sambil terseyum.

"Ara, jangan pelit seperti itu Tou-chan ingin tahu sedikit saja -ttebayo"

Naruto mencoba merayu Yui, tapi itu justru membuat Yui tertawa karena mendengar kosakata aneh milik Naruto. Sementara itu Naruto hanya terdiam dan setelah itu Narutopun mulai tersenyum.

"Haha.. baiklah aku akan mengatakannya- Yui memohon agar besok aku bisa melihat Kaa-chan dikamar Tou-chan"

Sebuah perkataan Jujur yang dikatakan Yui membuat mata Naruto melebar dan sedikit tersentak.

'Aku ragu Yui sudah berumur 7 tahun- bahkan dia memohon sesuatu seperti anak 5 tahun -ttebayo'

...

Di atap kantor Hokage terlihat pria berambut perak yang kita kenal sebagai Hatake Kakashi yang kini menjabat sebagai Hokage keenam. Tampaknya yang berdiri disana bukanlah Kakashi seorang, disana juga terlihat seorang pemuda yang kini sedang berhadapan dengan Kakashi.

"Sudah hampir satu minggu, tapi tampaknya kau masih belum bisa menemukan Naruto- Kakashi?" Sebuah ucapan dengan nada meremehkan keluar dari pemuda yang kita kenal sebagai Uchiha Sasuke.

"Maafkan aku, Sasuke-sama" Ucap Kakashi sambil menunduk karena bersalah.

"Tampaknya kau tidak berguna, jika seperti ini maka aku akan kehabisan waktu" Gumam Sasuke yang tampaknya sedikit tertekan, entah apa yang membuatnya tertekan.

"Jika seperti ini, maka aku harus mencari Naruto seorang diri- karena bagaimanapun, Kaguya ada di tubuhnya.."

"...maka dari itu aku harus menangkap Naruto dan mengambil Kaguya darinya" Lanjut Sasuke sambil tersenyum jahat.

OoOoO

'Tes'

'Tes'

"Akhirnya kau datang juga reinkarnasi Ashura- tidak, maksudku Hagoromo" Sebuah ucapan yang sukses membuat Naruto terkejut mendengarnya.

'Tes'

"Siapa kau?" Tanya Naruto entah kepada siapa.

'Tes'

"Ikutilah suaraku, maka kau akan mengetahuinya" Ucap suara feminim lagi yang di dengar Naruto dan itu masih tetap membuat Naruto tersentak.

Meski begitu Naruto tampaknya mengikuti intruksi yang di berikan oleh pemiliki suara yang membuat Naruto terkejut.

'Tes'

"Ayo, kesini- bocah"

Dan tak berselang lama Naruto sudah berdiri di hadapan seorang yang tampaknya terikat oleh sebuah rantai yang mengikat kedua tangan dan kakinya. Rantai itu tampaknya juga terikat pada sebuah bangunan yang seperti tempat pintu masuk sebuah kuil.

'Tes'

"Akhirnya kita bertemu lagi, Naruto!"

Naruto tampak melebarkan matanya dan tersentak tak kala sebuah suara yang begitu ia kenal masuk dan menusuk gendang telingannya.

'Tes'

'Su-suara ini... Kaguya?'

'Blub'

(Awal sebuah pertemuan)

Normal Pov : Off

Kitsune no Kami © Ian Namikaze

To be Continued!

A/N: gimana nambah gaje? Berbeda dengan manga orisinilnya yang semakin keren dengan pertarungan antar Naruto dan Sasuke yang mungkin akan terjadi, dan membuat Author pundung bakar sate di pojokan dan bla.. bla.. bla.. Jadi intinya sama kaya kemaren nih, fic yang aneh buat ga ada bagus-bagusnya hehehe (-_-") dan terimah kasih yang udah review, ngasih semngat dan saran ataupun kritik... Author minta maaf klo chapter ini sangat-sangat jauh dari keinginan atau lain-lainnya T.T author lagi ngacak alurnya lagi, hahaha ^.^ maaf ya.. Klo ada yang kurang atau apapun itu mohon di maafkan dan katakan agar saya bisa membuat ulang alurnya.. Dan tiba saatnya untuk mengucapkan terima kasih sudah mau membaca... Hiks.. Arigatou Minna T.T

Tolong reviewnya yah :D karena anda yang membuat Author percaya diri untuk membuat fic ini (y) makasih ya :D

Tolong jangan benci aku, tapi sayangi dan cintai Author karena pair ini T.T (I Love You, All)

Motto : "anda puas ataupun tidak puas, kami tetap lemas" XD

Motto ke-2 : "sayangilah saya, maka saya akan menyayangimu" XD