"Sepertinya kita sudah lama tidak bertemu ya... Primera."
"Kamikaze!?".
"EEEEEEEHHHHHHH!?"
"Apa ini? Rizki dan Kamikaze... Kalian berdua saling kenal?" Tanya Misaka.
"Ah, dulu aku itu juga merupakan anggota blacklist. Cuman karena kalah dengan Primera..." Kata Kamikaze terputus.
"Oi, aku itu sudah tidak menggunakan nama itu sejak dicurangin sama Razor." Sahut Rizki.
"Oh maaf." Kata Kamikaze yang kaget dengan ucapan Rizki.
"Dulu kalian saling balapan?" Tanya Kagami.
"Iya, tujuh tahun yang lalu... Eh apa delapan tahun yang lalu ya?" Jawab Rizki sambil mengingat-ingat masa lalunya.
"Baru sadar, kalian tadi ngebut di wilayahku ya?" Tanya Kamikaze.
"Tunggu, kau... Sudah menjadi anggota kepolisian? Sejak kapan?" Tanya Rizki balik.
"Ba... Baru beberapa bulan sih." Jawab Kamikaze.
Namun, Konata dan yang lainnya kecuali Rizki dan Kamikaze pergi menuju ke mobil masing masing. Karena mereka mendengar suara sirine polisi datang mendekati tempat mereka berada
"Oi Rizki. Cepat naik! Nanti banyak polisi yang dateng!" Teriak Konata.
"Maaf, Kamikaze. Sepertinya... Aku harus kabur." Kata Rizki sambil kabur menuju Primeranya.
"Hoi, Primera! Urusanku belum selesai!" Sahut Kamikaze yang berusaha mengejar Rizki.
Namun terlambat, Rizki dan kawan-kawan sudah kabur dari pom bensin tersebut. Kamikaze yang melihatnya pun hanya bisa berdecak kesal karena gagal mendapatkan informasi tentang keadaan Rosewood saat ini. Mau tak mau Kamikaze pun harus mengejar mereka... Atau tepatnya bergabung dengan anggota polisi lainnya yang juga ikut mengejar Rizki dan kawan-kawannya itu.
Kamikaze pun masuk kedalam Subaru BRZ unmarked police yang menjadi senjatanya dalam berbagai pengejaran pelaku. Pada awalnya dia merasa mobilnya tidak memiliki kelemahan apa-apa. Pada saat dia menyalakan mesin BRZnya... Dia merasa ini adalah keputusan yang salah untuk memilih BRZ.
"Ah sial! Baru inget yang aku kejar kali ini adalah Primera yang ngasepin CLK 500 aku dulu. Mau tak mau ini BRZ harus aku modif juga!" Sahut Kamikaze sambil menjalankan BRZnya.
"Hm, Inspektur Nakazato. Kenapa kamu? Sepertinya kamu lagi ada masalah ya?" Tanya Kayuza.
"Aku merasa yang kita kejar kali ini belum tentu bisa kita tangkap." Jawab Kamikaze.
"Hah?"
Walaupun dari segi performa BRZ tersebut kalah dibandingkan dengan Primeranya Rizki. Namun, Kamikaze tetap berusaha untuk mengejar mereka. Ya, Kamikaze akan menggunakan kekuatan bawahannya untuk menangkap mereka. Walau sebenarnya Kamikaze juga sedikit tidak yakin.
Sementara itu, Rizki dan kawan-kawannya dikejar oleh belasan unit Toyota Crown, dua puluan unit Mazda Demio serta delapan unit Subaru Impreza WRX STI. Anehnya, walau dikejar-kejar polisi mereka malah tidak ngebut untuk kabur. Sepertinya mereka sedang menunggu seseorang.
"Oi, Konata. Kok kita tidak berusaha kabur dari mereka sih?" Tanya Kagami.
"Mereka sepertinya tidak serius mengejar kita. Mungkin sedang menunggu pimpinannya muncul." Jawab Konata.
"Pimpinan mereka... Jangan-jangan?" Sahut Kagami sambil melihat ke belakang.
Tiba-tiba munculah Subaru BRZ unmarked police berwarna WR Blue Pearl dan beberapa unit Honda NSX, Subaru Legacy dan Mitsubishi Lancer Evo X. Konata yang berada dibarisan paling belakang pun dengan terpaksa menyalip Yui yang didalam 807 serta Misaka di Lexus IS300. Akibatnya... Ketiga mobil ini saling berebutan satu sama lain demi meloloskan diri dari polisi yang mengejar mereka. Sementara Rizki... Dia sepertinya masih santai saja. Padahal sekitar 40 unit mobil polisi yang siap menangkap dia.
"Tumben banyak polisi yang ngejer ini mobil. Ditambah ada Kamikaze. Mending kabur aja deh." Gumam Rizki sambil memperdalam injakan gas.
Namun yang terjadi adalah... puluhan unit polisi tersebut memutar balik. Yang tersisa adalah Subaru BRZ yang digunakan Kamikaze. Mungkin karena ada kasus yang lebih penting dibanding harus mengejar Rizki dkk. Kemudian Rizki memberikan kode kepada Konata dan yang lainnya untuk tidak menambah kecepatan.
Dengan masuknya Kamikaze kedalam konvoi. Membuat Rizki berpikir dimana tempat yang cocok untuk berdiskusi tentang apa yang terjadi di Rosewood. Setelah beberapa lama... Dia melihat sebuah gedung yang terlihat ditelantarkan di dalam kota Kyoto.
"Mungkin gedung ini bisa dipakai." Gumam Rizki.
Chapter ini rasanya pendek ya. Mungkin karena lagi mandek ide buat kejar-kejaran. yang jelas... Review please xD
