Nyahahahahahahahah! *tawa laknat* Akhirnya saya update! Gomen kalo lama…. -_-
Sekarang, daripada saya banyak bacot, mending kita baca aja fic saya!
Chapter 3 : Gift From Princess Who Brought Sleep (Margarita Blankenheim / Miku)
Dengan gugup, Margarita berjalan di atas karpet merah. Di altar, sudah menunggu Caspar (Kaito) dan seorang pendeta.
Walaupun Margarita menikah dengan Caspar karena alasan politik, sebenarnya… Margarita sudah begitu mencintai Caspar sejak lama.
"Baiklah… Kita akan mulai acara pernikahan ini…." Ucap Sang Pendeta mengumumkan.
"Caspar… Apakah anda bersedia bersanding dengan Margarita Blankenheim?" tanya Sang Pendeta kepada Caspar(Memang itu sering ditanyakan saat pernikahan 'kan?).
"Aku bersedia" jawab Caspar tegas.
"Margarita Blankenheim… Apakah anda bersedia untuk bersanding dengan Caspar?"
"A… Aku bersedia" jawab Margarita dengan gugupnya.
Maka, disetujuilah pernikahan tersebut. Yah, walaupun hanya pernikahan karena alasan politik.
Hari-hari telah berlalu… Caspar selalu membawa gadis-gadis ke rumah. Margarita hanya diam saja… Lagipula, baginya tidak apa-apa. Karena ia telah mencintai Caspar 'kan?
"Rita, tolong buatkan mereka teh, ya. Aku mau keluar sebentar" ucap Caspar sambil berjalan menuju pintu.
"Ba-baik…." ucap Margarita.
Margarita hanya menuruti Caspar. Kedua istri Caspar yang baru ini, hanya diam; tidak mau repot-repot membantu Margarita.
Berhari-hari berlalu… Margarita diperlakukan seperti boneka yang sudah using oleh Caspar. Ia pun sadar beban akan kehidupannya. Hartanya pun sedikit demi sedikit habis dibuat oleh Caspar. Menyesal, sangat menyesal.
Pada saat itulah, teman Margarita, Julia (Luka) datang dan memberikannya buku cara membuat obat tidur yang abadi.
"Ah… Begitu, ya…." gumam Margarita saat mempelajari buku yang diberikan oleh Julia. Tentu saja dia memahaminya dengan cepat, soalnya dokter sih….
"Tapi… Aku harus mencoba obat ini dulu kepada seseorang…." gumam Margarita lagi.
Maka, Margarita pun pergi ke tempat di mana kedua orang tuanya tinggal.
"Ayah, Ibu… Kalian mau mencoba obat buatanku ini? Obat ini sangat ampuh, lho! Yaah… Jika kalian berdua sedang insomnia…." kata Margarita sambil meletakkan sebuah botol kecil. "Ini hadiah dariku…." lanjut Margarita.
"Aaah… Kebetulan sekali… Ayah dan Ibu sedang susah tidur belakangan ini…." ucap Ayah Margarita. "Berapa harganya, Margarita?" tanya sang Ibu.
"O… Owh! Tidak usah dibayar! Lagipula, aku bilang 'kan? Itu hadiah dariku!" kata Margarita dengan nada sedikit terkejut. "Kalau begitu, aku pulang dulu, ya… Selamat mencoba!" lanjut Margarita sambil berdiri dari posisi duduknya.
Lalu, keesokan harinya, diberitakan sepasang suami istri meninggal tanpa diketahui penyebabnya. Ya, pelakunya adalah Margarita.
"Berhasil. Obat itu manjur!" gumam Margarita sambil tersenyum horror. "Akan kuberikan kepada yang lainnya" lanjutnya.
Semua masyarakat memang sedang gelisah saat ini, dikarenakan susah tidur atau sering disebut insomnia. Maka, Margarita menganjurkan obat buatannya ini kepada mereka yang sedang insomnia, juga termasuk dengan istri-istri Caspar yang lainnya. Mereka orang-orang yang polos. Menerima obat Margarita begitu saja. Sampai akhirnya… Hampir seluruh masyarakat yang MENINGGAL.
"Aaah… Aku kasihan melihat dirimu yang gelisah, Caspar… Biar kuberikan ini kepadamu…." bisik Margarita sambil melanjutkan membuat kopi untuk Caspar.
Margarita menuangkan setetes obat buatannya ke secangkir kopi tersebut. Lalu, ia berjalan ke tempat Caspar yang sedang bekerja.
"Caspar…." panggil Margarita sambil menampakkan kepalanya.
"Ya Rita?" tanya Caspar.
"Ano me… Aku lihat kau sedang sibuk… Jadi… Aku buatkan kopi untukmu…." ucap Margarita sambil maju ke depan.
"Oh, terima kasih, Rita. Kau baik sekali…."
"Tidak masalah…." Margarita tersenyum manis.
Caspar pun meminum kopi itu. Tak lama kemudian, efek dari obat itu bekerja. Caspar menguap dan matanya terkantuk-kantuk. Tak lama, ia pun menyenderkan kepalanya ke kursi. Dan ia… Tertidur. Seringai pun terlihat di wajah cantik Margarita.
Semuanya sudah tertidur. Ya, semua masyarakat. Ayah, Ibu, Adik, dan keluarga Margarita juga sudah terpengaruh, termasuk Caspar. Sekarang, hanya Margarita yang belum tidur. Ia puas, ia telah mendapatkan kebebasan dan kekayaan.
Karena waktu itu, Margarita diperlakukan bagaikan boneka yang usang, maka Margarita membalas dendam dengan cara seperti ini. Lalu, sekarang ia sendiri di kota itu… Maka, ia putuskan untuk meminum obat buatannya itu. Dan ia pun tertidur….
UNTUK SELAMANYA
THE END
Yah, minna. Saya baru update… Soalnya internet-nya macet…. -_-
Next chapter : Servant of Evil (Dimainkan Oleh Rin&Len)
Balasan review? Lihat di PM masing-masing, ya!
REVIEW PLEASE!
