Fine
Cast:
Kim Samuel x Lee Daehwi
bxb
_Fine_
"Terimakasih atas kerjasama kalian~"
"Terimakasih untuk hari ini~"
"Kalian semua telah bekerja keras~"
"Hati-hati, niel. Itu ada batu!"
"Eoh? Oh iya... ya sudah, aku duluan, bye bye yeoreobun~~~"
Sosok pria bertubuh L-Men, yang tidak sinkron dengan wajahnya -apalagi perilakunya- melambaikan tangan kepada crew yang telah bekerja keras untuk konser mereka yang pertama.
Daniel Kang mengambil boneka kucing yang merupakan hasil lemparan fansnya ke panggung saat ia mengucapkan perpisahan, sebelum dua hari lagi terbang ke Kuala Lumpur untuk melanjutkan konser, lalu keluar dari backstage.
"Hyeong!"
Daniel membalikkan tubuhnya. Saat ia melihat sosok remaja yang menjadi centre saat ia menjadi peserta disalah satu acara survival.
"Kenapa, Dae?" Tanya Daniel sembari memeluk boneka kucingnya dengan erat.
"Hyeong mau kemana?" Tanya Daehwi setelah menstabilkan nafasnya.
"Kembali ke hotel." Jawab Daniel dengan santai. Daehwi tersenyum dengan bahagia.
"Numpang?" tanya Daehwi tanpa sengaja mengeluarkan aegyo yang hanya bisa membuat Daniel membiarkan Daehwi mengikutinya masuk kedalam mobil sewa. Tidak peduli dengan kesembilan member beserta manager mereka yang akan sempit-sempitan dimobil sewa satunya lagi.
"Hyeong, lelah?" tanya Daehwi. Daniel sontak membuka matanya yang tadinya terpejam.
"Sedikit. Saat memikirkan Wannable begitu ramai dan ikut berpartisipasi dengan kita, lelahku menghilang." kata Daniel yang tersenyum saat memikirkan konser mereka tadi.
"Ya... rasanya aku tidak akan mungkin berada dipanggung itu tanpa Wannable." timpal Daehwi.
"Apalagi saat melihat mereka berteriak mendukung kita dari sana. Perjuanganku terasa tidak sia-sia." kata Daniel.
"Hyeong, tidurlah. Aku akan membangunkan, hyeong nanti." kata Daehwi yang tahu jadwal Wanna One memang tengah padat-padatnya. Tapi, centre Wanna One ini lebih padat daripada lainnya.
"Gomawo..." kata Daniel yang memejamkan matanya.
Missing You_
"Hyeong akan segera tidur?" tanya Daehwi saat melihat Daniel telah mengambil baju tidur dan perlengkapannya.
Daniel mengangguk, "Besok aku akan bangun pagi-pagi. Untuk sekedar jalan-jalan." kata Daniel.
"Boleh aku ikut?" tanya Daehwi.
"Boleh, Daehwi. Asalkan kamu harus mengikuti hyeong. Jangan pergi sebelum mendapatkan ijin hyeong. Kamu hilang, bagaimana nanti dengan dia?" tanya Daniel yang membuat Daehwi bersemu.
Daehwi terkekeh geli, "Hyeong tidak mengajak Ong hyeong besok?" tanya Daehwi.
Daniel menggeleng, "Hari terakhir. Kalau besok aku bawa Ong, kamunya menjadi lalat disana." jawab Daniel yang ada benarnya juga.
"Daehwi, kamu disini saja ya. Hyeong minta kunci kamar hotel hanya punya hyeong." kata Daniel.
"Hyeong bawa macbook?" tanya Daehwi. Daniel mengangguk.
"Pinjem. Mau Skype dengannya." kata Daehwi yang membuat Daniel terkekeh.
"Ambil saja. Hyeong mandi dulu." kata Daniel yang berlalu masuk kedalam kamar mandi.
Daehwi langsung merogoh koper Daniel dan mengambil macbook hitam ituke kasur, membuka skype dan memanjatkan doa.
'Semoga dia on.'
SamuelKim is on.
Daehwi tersenyum dengan riang. Ia menghubungi akun tersebut dengan bantal yang menutupi setengah wajahnya. Hanya menampakkan sepasang mata, jidat dan rambutnya.
"Hello? Niel hyeong?"
"Sam," panggil Daehwi dengan cicitan yang terendam oleh bantal yang ada. Terdengar ragu-ragu.
"Hwi hyeong? Kenapa menggunakan skype Niel hyeong?" tanya pemilik Akun SamuelKim ini.
"Tabletku dikamar sebelah yang terkunci. Aku ikut balik ke hotel dengan Niel hyeong tanpa dengan lainnya. Jadinya, aku pinjam macbook Niel hyeong. Sekarang saja, sedang dikamar Niel hyeong dengan Jaehwan hyeong." kata Daehwi yang menurunkan bantal tersebut hingga menampakkan seluruh wajahnya, bantal putih khas hotel ia peluk.
"Eoh? Niel hyeong sekamar dengan hyeong yang berisik itu? Memangnya betah? Ong hyeong?" kata Samuel dengan bertubi-tubi.
"Tentu tidak betah. Daniel hyeong pasti akan menggunakan 101 cara untuk sekamar dengan Ong hyeong nantinya." kata Daehwi yang tersenyum.
"YA! AKU MENDENGAR KALIAN!" Pekik Daniel yang berada didalam kamar mandi.
Daehwi terkekeh geli.
"Hwi-hyeong, masih takut denganku ya?" tanya Samuel yang membuat Daehwi menjadi kikuk seketika.
"Mian~ Seharusnya setelah aku melihat Hwi-hyeong memeluk Baejin hyeong aku tidak perlu membentak hyeong." kata Samuel.
"Kalau aku tidak tersulut emosi, Sam juga tidak akan membentakku. Jadwalku padat, hingga aku pening melihatnya. Tapi, aku juga harusnya tahu kalau Sam memiliki jadwal yang sama padatnya denganku." kata Daehwi dengan pelan.
"Tapi, Sam juga sering memeluk fans Sam sendiri. Daehwi tidak masalah tuh." kata Daehwi yang membela dirinya sendiri lagi.
"Hwi-hyeongggg... aku tidak terbiasa hyeong memanggilku dengan panggilan Sam." kata Samuel yang sedikit menaburkan nada merajuk disana.
"Muel-ie..." cicit Daehwi yang membuat Samuel tersenyum dengan riang.
"Dedew hyeong~" kata Samuel yang membuat Daehwi tersenyum.
Setidaknya panggilan biasa yang mereka gunakan telah kembali.
"Hyeong, mengantuk?" Tanya Samuel setelah melihat Daehwi mengucek bola matanya.
Daehwi mengangguk pelan.
"Tidurlah. Aku yang akan menyanyikan lagu untukmu." Kata Samuel yang membuat Daehwi tersenyum.
Daehwi segera membaringkan tubuhnya, dan meletakkan macbook disampingnya dengan semangat.
Hanya percakapan singkat tentang bagaimana mereka berbaikan membuat Daehwi bisa mengantuk dimalam terakhir mereka konser diluar negri. Sebelumnya, Daehwi tidak bisa tidur, dan harus memakai make up tebal untuk menutup lingkaran mata yang akan semakin menghitam.
Daehwi memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas setelah mendengar nyanyian lullaby dari Samuel.
"Sam," panggil Daniel yang selesai mandi.
"Lain kali, kalau buat Daehwi menangis lagi. Kalian harus pisah ya." ancam Daniel setelah mengangkat macbook tersebut didepan wajahnya.
"Tidak akan lagi, Niel hyeong. Anyway, hyeong... terimakasih telah memikirkan solusi untuk kami." kata Samuel.
"Iya... Daehwi tidak akan pernah mau bercerita pada seluruh member wanna one. Kalau saja, hyeong tidak dekat dengannya juga ia tidak akan bicara dengan hyeong." kata Daniel yang panjang lebar.
"Sudah ya... hyeong tutup dulu. Kurasa yang lain sudah datang." timpal Daniel.
"Okay, hyeong. Good night~"
Fine
The End
AN:
# Huwaaaa harusnya semalam ini diup... Maafkeun dakuuu yang mengingkar janjiiii
# RnR juseyoooo...
