~I'm Still in Love with You~
Chapter : Ending
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Author : RestuChii
Main Pair : SasuSaku
Genre : Romance
Warn : OOC, MissTypo(s), AU School Life, Gaje, EYD amburadul.
"Hoaaaam," Sakura membuka mulutnya lebar-lebar sambil sesekali mengucek salah satu matanya.
"Kau kenapa Sakura? Daritadi kau terlihat menguap dengan lebarnya?" tanya Ino yang duduk di samping tempat duduk Sakura.
"Aku begadang semalam." Jawab Sakura asal. Ia tidak mau diketahui rencananya diketahui orang lain, termasuk sahabatnya –Ino.
"Awas, jangan sampai kau pingsan seperti hari Senin kemarin."
"Aye-sir!" lalu dilanjutkan dengan gelak tawa dari mereka berdua.
.
.
.
"Ino, kau lihat Sasuke tidak pagi tadi?" tanya Sakura setelah bunyi bel yang menandakan istirahat dibunyikan.
"Hmm, tadi pagi sih lihat. Tapi, setelahnya gak lihat lagi. Memangnya kamu mau ngapain?" Ino terlihat heran karena tumben-tumbennya Sakura menanyakan keberadaan Sasuke. Padahalkan pikirnya Sakura bisa mengirim pesan singkat kepada Sasuke mengingat mereka memang terikat hubungan –pacaran.
"Tehee, ada deh! Yasudah deh, kalau gak tau. Biar aku cari tau sendiri saja." Sakura mengambil bungkusan yang terlihat seperti bento dari dalam lacinya dan pergi keluar kelas.
"Kau ini, jangan pacaran ya! Kalau ketauan bisa gawat loh!" Pesan Ino. Tapi, sepertinya Sakura tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Ino. Yang sedang dilakukan Sakura sekarang ini adalah berlari dan mengingat-ingat tempat yang biasa di kunjungi saat jam istirahat oleh pa, eh salah, maksudnya mantan pacar yang sebentar lagi berubah jadi pacar (lagi).
.
.
.
"Hah, hah, hah, ternyata kalau dipikir-pikir sekolah ini besar juga ya. Aku harus menanyakan seseorang yang dekat dengan Sasuke." Sakura mencari di sekelilingnya teman-teman yang biasa kumpul dengan Sasuke –rambut jabrik kuning, rambut nanas, pacar Tenten, dan semacamnya-. Tapi nihil, yang Sakura temukan malah seorang laki-laki rambut merah –Sasori- yang sedang duduk di salah satu kursi yang terletak di belakang sekolah.
'Yah, daripada tidak sama sekali kan?' pikir Sakura dan mendekati Sasori.
"Ne, Sasori. Kau lihat Sasuke tidak?" tanya Sakura sesampainya dia di dekat Sasori.
"Sasuke? Maksudmu si Chikenbutt itu?" alih-alih menjawab pertanyaan Sakura, Sasori malah bertanya balik pada Sakura.
"Hahaha, kau sebut dia seperti itu. Nanti dia ngamuk loh." Sakura malah tertawa mendengar jawaban Sasori. Sasori yang sedang duduk menggeser tempat duduknya dan mempersilahkan Sakura duduk.
Sakura menggeleng, "Aku mau mencari Sasuke, jadi kau lihat Sasuke?" tanya Sakura lagi karena tidak mendapat jawaban dari Sasori.
"Oh, ayolah. Kalau kau tidak duduk dan mendengarkan ceritaku dulu, aku tidak akan memberitahumu di mana si Chikenbutt itu berada," Paksa Sasori sambil mengambil handphone-nya dari sakunya dan menunjukkan handphone itu kepada Sakura. "Lagipula masih ada setengah jam lagi sebelum masuk."
"Oke, kalau begitu." Sakura mengangguk dan duduk di samping Sasori.
.
.
.
"Oi, teme! Kau mau ke mana? Sebentar lagi masuk tau! Ck, kau ini. Nanti aku beri tahu Sakura-chan loh!" teriak Naruto menggema di sepanjang koridor sedangkan orang yang di panggil malah diam tidak menyahut sama sekali. Orang-orang yang berada di sekitar situ hanya diam saja seolah-olah itu memang terjadi setiap harinya.
"Oi! Teme!" panggil Naruto sekali lagi mencoba agar Uchiha bungsu ini menyahut dan menyusul Sasuke yang sudah berada di depannya.
"Diamlah, bakadobe! Dan jangan kau bawa-bawa lagi Haruno itu! Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan–" suara Sasuke terhenti begitu pula dengan langkahnya dan langsung berbalik arah, pergi dari situ.
"Oi! Loh, itu kan Sakura-chan! Dan... Sasori? Apa yang sedang dilakukan mereka di situ?" tanya Naruto yang segera menyusul Sasuke (lagi).
"Mana kutahu? Memang aku Ayahnya?" bentak Sasuke sedikit keras kepada Naruto.
Naruto langsung cekikikan, ia tau betul gelagat Sasuke mengingat ia sudah mengenal Sasuke sejak ia sudah berada di taman kanak-kanak. "Haha, kau cemburu ya teme?"
"Tidak dan berhenti memanggilku dengan sebutan aneh itu!" Naruto malah tertawa dibuatnya dan saat Naruto masih asik tertawa, Sasuke pergi dari situ secepatnya.
"Oi! Teme tunggu aku!"
.
.
.
"Anoo," panggil Sakura pelan pada Sasori yang daritadi mereka hanya terdiam satu sama lain. Jujur, dia ke sini bukan untuk bercengkerama dengan Sasori tapi mencari tahu di mana Sasuke berada.
"Hm, ada apa?" Sasori yang merasa dipanggil langsung menengokkan wajahnya menghadap Sakura.
"Kapan kau memberitahuku di mana Sasuke-kun?"
"A, kapan ya?" jawab Sasori dengan wajah innocent-nya.
"Seriusan lah..." Sakura yang sudah mulai kesal langsung membuang mukanya dan menggembungkan wajahnya.
"Apa kau suka padaku?" ucap Sasori pelan namun Ia yakin Sakura dapat mendengar ucapannya barusan.
Sakura berdiri, ia kaget dengan ucapan Sasori barusan. Ia hanya menganggap Sasori sebagai kakaknya saja tidak lebih. "Oh, ayolah! Sekarang bukan waktunya untuk itu, Sasori-kun."
"Jawab dulu pertanyaanku! Baru kuberitahu." Paksa Sasori sambil memegang tangan Sakura.
"Gomen, aku tidak bisa. Yang kusukai adalah Sasuke-kun..." jawab Sakura tanpa membalikkan badannya, karena ia takut melihat wajah Sasori yang terluka.
"Chikenbutt itu ada di atap sekolah, biasanya dia ada di situ. Sekarang pergilah!" Pegangan tangan Sasori merenggang dan membiarkan tangan Sakura lepas dari genggamannya.
"Sa-"
"Pergi!" Sasori mendorong pelan tubuh Sakura dari belakang.
"Gomen, Sasori-kun!"
"Mungkin kau memang bukan untukku..." Sasori mengatakan itu pelan sekali sehingga yang mendengar itu hanya dia sendiri dan Ia mengangkat kepalanya untuk melihat Sakura yang pergi menjauhi dirinya.
.
.
.
Drap, drap, drap, bunyi langkah kaki Sakura terdengar menggema di seluruh lorong tangga yang menuju ke arah atap sekolah.
"Sasuke-kun! Kau ada di mana?" teriak Sakura begitu sampai di atap sekolah.
"Yo! Sakura-chan!" Naruto memanggil Sakura dan mengibas-ngibaskan tangannya untuk menyuruh mendekatinya.
"Oh, Naruto-kun. Kau lihat Sasuke-kun?" tanya Sakura sambil berjalan mendekati Naruto.
"Teme? Tuh dia di sana!" tunjuk Naruto dengan telunjuk jari kanannya. "Aku pergi dulu ya, tidak mau mengganggu acara lovey-dovey. Jaa na~."
"Jaa," Ia jalan mendekat di mana Sasuke berada. "Anoo, Sasuke-kun..."
"Mau apa kau ke sini, Haruno?" DEG! Langkah Sakura terhenti seketika saat mendengar suara Sasuke, ah bukan suaranya namun nama yang dipanggil oleh Sasuke. Seumur-umur, ini pertama kalinya dia di panggil seperti itu oleh Sasuke. Mengingat Sasuke selalu memanggilnya Sakura, baka, pink, dan sebagainya.
Sakura menarik nafas panjang, ia tidak ingin menghancurkan rencana yang ia susun hari ini untuk berbaikan dengan Sasuke. "Aa... tidak, ah bukan! Bisakah kita bicara sebentar?"
"Tidak." Sakura sudah menduganya, Sasuke pasti berbicara seperti itu.
'Yosh, sekarang atau tidak selamanya.' Batin Sakura meyakinkan dirinya.
"Kumohon, biarkan aku bicara sebentar. Setelah itu, kau tidak mau bicara denganku lagi juga... tak apa." Pinta Sakura dengan wajah yang memelas. Karena Sakura tahu Sasuke pasti tidak akan berani menolaknya apabila dia sudah memasang wajah seperti itu.
"..." Sasuke hanya diam, tidak mengiyakan dan tidak juga menolak.
"Satu, aku minta maaf padamu karena telah menamparmu kemarin. Dua, bubur buatanmu kemarin enak sekali. Tiga, ini bento sebagai permintaan maafku. Empat, bisakah kita kembali seperti dulu lagi?" Jelas Sakura panjang lebar, ia berharap Sasuke dapat memaafkannya dan kembali seperti dulu lagi.
"..." Sasuke terlihat berpikir sebentar, dan terlihat membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Sakura. "tidak, sebentar lagi masuk. Sebaiknya kau masuk ke kelasmu, Haruno."
"Gak mau!" teriak Sakura. Ia bersikeras untuk menyukseskan rencananya, berbaikan dengan Sasuke, kembali seperti dulu, dan membuat Sasuke memakan bento buatannya yang telah ia buat dari malam. Hasilnya, Ibunya marah padanya karena membuat dapur berantakan seperti kapal pecah. Yah, Sakura memang baru pertama kali menginjakkan kakinya ke dapur. Jadi, rasa dari bento buatannya itu tidak dijamin akan enak rasanya.
"Terserahmu sajalah!" ucap Sasuke dan melangkahkan kakinya, berniat untuk pergi dari situ tapi, tangan sebelah kirinya telah dipegang oleh Sakura. Jadi, mau tidak mau Sasuke harus berbalik dan meladeni Sakura sebentar lagi.
"Sasuke-kun! Setidaknya, bisakah kau memakan bento buatanku?" pinta Sakura. Sakura memang tidak mengenal kata menyerah dalam kamusnya.
"Kasih saja pada si setan merah itu!" kata Sasuke tidak menatap mata Sakura. Ia takut pendiriannya akan berubah bila Ia menatap mata Sakura.
"Setan merah? Siapa itu?" tanya Sakura dengan polosnya. Ia benar-benar tidak tahu-menahu tentang nama panggilan seperti itu. Bahkan, ini pertama kalinya ia mendengarnya.
"Pacar barumu kan? Yang berambut merah itu."
"Pfft, haha. Sasori-kun? Dia bukan pacarku." Sakura menahan tawa melihat wajah Sasuke. Ini adalah kesalahan pertama yang di buat oleh seorang Sasuke Uchiha di depan Sakura Haruno.
"Dia bukan pacarmu?" tanya Sasuke dengan sedikit rona merah di wajahnya.
Sakura menggeleng, "Bukan... memangnya kata siapa dia pacarku?"
"Baiklah." Sasuke melepaskan pegangan tangan Sakura pada tangannya, berbalik arah menghadap Sakura, dan mendekap Sakura dengan eratnya. Sasuke ingin memastikan bahwa ini bukan mimpi.
"EH? Sasuke-kun? Lepaskan aku!" teriak Sakura, detak jantungnya sekarang sudah tidak karuan. Berhadapan dengan Sasuke saja bisa mempercepat kerja jantungnya dari keadaan normal. Sekarang dia di peluk, kalau selanjutnya Sasuke ingin menciumnya Sakura pasti pingsan di tempat.
"Hn, sebentar saja." Ucap Sasuke. Hangat, ia sangat suka kehangatan dan suhu tubuh Sakura. Wangi, ia juga suka dengan wangi tubuh Sakura. Sudah lama ia tidak memeluk Sakura seperti ini, rasanya sudah lama sekali.
.
.
.
Sekarang ini terlihat dua orang di atas atap sedang duduk berhadapan dengan sekotak bento yang terletak di depan mereka masing-masing, "Sakura, buka bento itu!" suruh Sasuke. Ia ingin menikmati hari di mana Sakura dapat ia suruh dengan sesuka hatinya.
"Sebentar..." Sakura menurut, ia membukakan kotak bento itu. Mengambil garpu dan menyerahkannya pada Sasuke.
"Suapi aku!" suruh Sasuke lagi. Sekilas, Sasuke dapat melihat isi bento itu. Bento biasa, tidak ada yang aneh. Dadar telur, sosis, onigiri, dan tulisan kanji diatasnya yang dibentuk dengan rumput laut yang tertulis 'koi' berarti cinta.
"EH? Tapi," protes Sakura.
"Ayo! Cepatlah!"
"Baiklah," ucap Sakura, "ayo, buka mulutmu... Aaaa!" Sakura ambil satu dadar guling dengan menusuknya dengan garpu dan menyuapkannya pada Sasuke. Sasuke memakannya dan...
Nguing, nguing, nguing...
.
.
.
"Sensei*! Bagaimana keadaan Sasuke-kun?" tanya Sakura dengan paniknya saat melihat seorang dokter yang keluar dari kamar rawat Sasuke. Ya, sekarang Sakura dan Sasuke sedang berada di rumah sakit.
"Dia hanya sakit perut, tapi apakah dia makan sesuatu yang aneh sebelum dia seperti ini?" tanya dokter itu pada Sakura.
Sakura terdiam, ia mencoba mengingat-ingat apa yang dimakan oleh Sasuke sebelum ia jadi seperti ini. "Di... dia makan bento buatanku." Ucapnya.
"Haha, itu tak mungkin. Belum ada siswa yang sakit perut karena sekotak bento."
"Tapi, Sasuke-kun biasanya jarang makan apabila jam istirahat. Jadi, itu pasti kesalahanku sensei!"
.
.
.
~OWARI~
Cerita Tambahan (di-skip juga tak apa)
"Oi! Sasori! Kau seharusnya bersyukur tidak mendapat Sakura-chan!" ujar seseorang berambut kuning jabrik menghampiri seseorang yang duduk di depan kelas Naruto, Sakura, dan Sasuke. Ya, mereka sekelas sedangkan Sasori tidak.
"Hah?" tanya Sasori bingung, ia tidak mengerti apa maksud Naruto.
"Karena, Sasuke masuk rumah sakit karena makan bento miliknya Sakura-chan. Kata Sasuke, cuma makan satu telur dadar saja rasanya seperti memakan racun. Haha," tawa Naruto menggelegar saat ia kembali dengan sms yang dikirimkan oleh Sasuke tadi pagi.
"Hahaha, kasihan sekali si Chikenbutt itu." Sasori juga ikut tertawa.
"Iya, kasihan si teme itu. Kenapa tidak kau ajari dia masak saja?" ucap Naruto membenarkan apa yang di katakan oleh Sasori.
"Apa?" tanya Sasori, ini kedua kalinya ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Naruto dan itu membuatnya seperti orang bodoh.
"Bukankah, kau itu adalah saudara jauh Sakura-chan?" lanjut Naruto dan Naruto sukses mendapatkan tatapan tidak percaya dan menyelidik dari Sasori.
"Wow, dari mana kau tahu informasi pribadi macam itu?" Sasori masih tidak percaya. Bahkan Sakura saja tidak tahu tentang informasi itu. Sasori saja hanya pernah melihat Sakura satu kali saat mereka kecil.
"Jelas saja kutahu, Ayahku kan pemimpin di Konoha ini." terang Naruto dengan bangganya.
"Tapi, bisakah kau rahasiakan ini dari yang lain? Terutama dengan mereka berdua." Pintanya pada Naruto mengingat Naruto terlalu bodoh untuk menyimpan rahasia tapi ia dapat di percaya.
"Tenang saja, aku tidak sebodoh yang kau pikirkan." Tenang Naruto sambil ikut duduk di samping Sasori dan menepuk agak keras punggung Sasori.
"Haha, kau kan memang bodoh."
"Ck, kau ini ya!" teriak Naruto.
"Baiklah, mungkin nanti aku akan mengajarinya memasak." Ucap Sasori pelan dan mungkin ia dapat mengganggu sebentar kehidupan Sakura.
.
.
.
ABC (Author Bacot Center)
~Sensei* : bisa juga digunakan untuk memanggil seorang dokter
Ayo, bales review dulu~
Ayhank-chan UchihArlinz yap, dua orang. 'kenapa gak buat 2 akun?' nanti gak banyak ceritanya *Jgeeer* Iya, di tampar. Apa jangan-jangan genrenya berubah jadi drama ya? Dari bibir ke bibir itu, kyaaa aku maluuu ., aku sendiri aja gak nyangka bisa buat adegan kayak gitu. Maaf update lama m(-.-)m. RnR lagi Ayhank-chan :D
Ame Kuroyuki aku juga baru tau kalau lada sama merica itu sama, tapi males benerinnya *plaked* ame aja? Oh, oke. RnR lagi ya Ame :D
Uchiha Dea Ryoma YamaJima DaiChii ya? Masih inget kok. Makasih, kan udah lebaran :D. Oke, ini udah update. RnR lagi ya :D
SasuSaku Lover iya, ya? Nanti lain kali kalau aku buat fict lagi, aku bakal masukin penjelasan yang lebih detail lagi. Oke, RnR lagi ya :D
Chini VAN salam kenal juga :D. Iya ya? Makasih, ini udah update kok. RnR lagi ya :D
Kuraudo umika yamachii JUMP Moshi-moshi :D emang egois tau, author yang buat aja gregetan sendiri. Makasih, tapi nanti di fict lainnya ya :D ini udah update, gomen lama. Oke, RnR lagi :D
Eunike Yuen Masih OOC ya? Padahal aku sudah berusaha agar Sasuke-nya IC. Tapi gak apa-apa deh kalau Eunike suka. Gak kok, ini SasuSaku. Hahaha, RnR lagi ya Eunike :D
MicHelIAAlbaBlXxdyRXseGirLDIe haha, aku kalau buat humor bakal garing (kriyuk-kriyuk?) *plaked*. Kalau digampar sama Alba, Sasuke-nya kasihan... Ya deh, kalau begitu aku sama Sai~ Iya, ya harusnya seneng. Sakura-nya aneh, jangan-jangan Sakura itu abnormal lagi *di-shanaro Sakura* RnR lagi ya :D
oOo
Mina, gomenasai aku lama banget update-nya padahal udah janji satu minggu bakal update minimal sekali. Tapi apa daya (lebay) aku gak dapet ide, sama sekali, mentok di ujung-ujung banget. Gara-gara lagi maen terus selama lebaran ini dan nonton anime dan dorama. Jadi, ini aja aku updatenya yang langsung selesai aja. Jadi, hutang fict-ku berkurang tinggal satu (y).
Oh, ya mumpung masih suasana lebaran, Restu minta maaf ya! Mohon maaf lahir dan batin. Terus, Restu juga mohon maaf ya mungkin ending-nya tidak seperti yang di harapkan oleh readers dan juga chap ini pendek banget. Gak nyampe 3000 word.
Oke, biar dumelan(?) kalian tersampaikan. Bagaimana kalau kalian review? Terus atau di antara kalian ada yang mau di buatkan sequaelnya (readers : tidak, terima kasih #authorsweatdrop ) Dan akhir kata dari author (yang gak bener ini) REVIEW PLIIIIS :D
R
E
V
I
E
W
?
