Luhan berjalan dengan perasaan bahagia yang menggebu-gebu. Senyuman terus terpancar dari wajah cantiknya. Ia tak henti-hentinya menyapa setiap orang yang lewat di hadapannya. Hari ini hari senin. Itu pertanda bahwa penggemar rahasianya akan memberinya bunga lagi. Sejak masih di kelas tadi, gadis China itu tak henti-hentinya tersenyum. Bahkan Chanyeol dan Baekhyun heran dengan sikap bahagianya yang menurut mereka itu terlalu berlebihan.
Seperti apa yang Luhan prediksikan sebelumnya. Setelah tadi pagi Baekhyun memberi tahu kekasihnya itu perihal si penggemar misterius bernama iOS itu , Luhan di ejek habis-habisan. Tapi tak apa lah. Perasaan Luhan sedang terlampau bahagia. Sejak semalam ia terus mengira-ngira bunga apa yang akan dia dapat hari ini. Gadis bermata rusa itu bahkan sampai tidak bisa tidur karena memikirkan lelaki yang dia sendiri tidak tahu wujudnya seperti apa.
Setelah sampai di depan loker, Luhan merogoh sakunya untuk mencari kunci lokernya. Dengan tangan yang bergetar ia membuka pintu lokernya itu. Jantungnya berdegup kencang tak karuan. Dan yang ia temukan adalah
.
.
.
.
.
.
.
.
APA? KOSONG?
.
.
.
.
.
.
.
Raut bahagianya tiba-tiba saja pudar. Gadis itu terus mengobrak-brik lokernya mencari benda yang ia tunggu itu. Tapi nihil. Tak ada satu buket bunga seperti biasanya. Bahkan satu tangkai pun tidak. Akhirnya Luhan hanya mengambil perlengkapan latihannya dan membanting pintu loker tak berdosa itu. Ia menghentakkan kakinya menuju ruang latihan. Tak mempedulikan tatapan aneh dari para seniornya. Tak biasanya gadis China yang selalu terlihat ceria itu menjadi menyeramkan seperti sekarang.
Luhan p.o.v
Huaaaa kenapa dia tidak memberiku bunga hari ini? Menyebalkan sekali! Hancur sudah mood-ku. Belum lagi hari ini harus latihan segala, itu tandanya aku harus bertemu dengan si wajah datar itu. Kyaaaaaaaaaaa sial sekali aku hari ini.
Setelah mengganti seragamku dengan kaos hitam dan celana selutut untuk latihan, aku melakukan pemanasan. Tak lama terdengar suara tepukan tangan dari Jongin untuk segera berkumpul.
"Sebelum memulai latihan hari ini, saya punya sedikit pengumuman untuk kalian. Jadi, untuk SM school dance competition tahun ini ada sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya hanya solo dan group, kali ini akan ada duo. Setelah dipertimangkan, untuk tim duo sekolah kita akan menggunakan konsep yang sedikit….seksi." Ketika kata seksi terujar dari bibir tebal Jongin, seisi ruangan langsung sedikit heboh.
"Hei hei hei, tenang lah sedikit, selanjutnya akan dijelaskan oleh Hyoyeon sunbae-nim."
Seketika ruangan kembali hening.
"Nah, selama latihan beberapa minggu kemarin, saya, Jongin dan para pelatih sudah menilai dan memilih siapa yang akan menjadi bagian duo tersebut. Untuk tim ini akan ada satu namja dan satu yeoja, siapapun yang terpilih tidak boleh menolak, mengerti?" tanyanya yang langsung mendapat anggukan dari kami semua.
"Coba tebak siapa…" Seketika suasana yang tadinya hening berubah menjadi gaduh. Mereka muali menyebutkan siapa saja kemungkinan yang akan menjadi perwakilan. Rata-rata mereka menyebutkan nama Sehun, Jongin, Nana, Chaerin dan beberapa senior lainnya. Aku sendiri tidak terlalu peduli. Pikiranku hanya tertuju pada iOS. Sebenarny ada apa denganorang itu? Kenapa dia tidak memberiku bunga lagi?
"Kyaaaaaaaaa Luhan selamat! Kau beruntung sekali," ujar soojung histeris yang sukses menginterupsi lamunanku. Dia terus menggoyang-goyangkan tubuhku. Kenapa orang ini?
"Yayayaya… Soojung-ah, kau ini kenapa? Dan kenapa semua orang menatapku?" tanyaku heran.
"Astaga Luhaaaaaaaan, kau yang terpilih untuk perwakilan di tim duo," jawab Soojung heboh. Ya sudah lah, terserah. Aku tidak peduli yang jadi perwakilan aku atau bukan. Asal partnerku nanti bukan—
"Dan partnermu adalah Sehun,"
"ANDWAE!" aku berterika dengan refleks.
"Kenapa, Luhan?" tanya Hyoyeon bingung.
Mati kau, Xi Luhan. Semua orang melihatku dengan tatapan aneh.
"Ah..itu…um…aku…aduh…ya…jadi…umm….aku….tidak….eh bukan…aduh bagaimana ya…" Aku pasti terlihat bodoh sekarang. Ayo lah xiao Lu, cari alasan yang bagus.
"Kalau dia tidak mau jangan di paksa, noona. Lagipula kenapa tidak Nana atau Chaerin? Bukankah biasanya mereka?" ujar Sehun dengan wajah sedatar-datarnya. terdengar ada sedikit nada kecewa di kalimatnya. Atau perasaanku saja?
"Tidak, tidak ada yang boleh menolak. Keputusan kami sudah bulat dan tidak boleh diganggu gugat. Luhan, apapun masalahmu kau tidak boleh menollak," ujar Jongin sambil berjalan melaluiku. "Aku ingin melihat penampilan kalian. Kalian tahu lagu trouble maker kan?" tanyanya dengan seringai licik di wajahnya. Cih, dasar mesum.
Mataku membulat seketika. Saat aku hendak protes, Jongin langsung membungkam ku dengan kalimatnya
"Tak usah banyak protes. Kalau kau tidak tahu gerakan, Ikuti saja musiknya. Hanya bagian reffnya saja."
Setelah lagu berputar. Sehun mulai menggerakan badannya sementara aku masih membeku di tempatku. Saat kesadaaranku mulai kembali(?), tiba-tiba musik berhenti. Seketika Sehun menatapku jengah.
"Hey luhan, kau kenapa?" tanya Hyoyeon sunbae.
"M-maaf sunbae, hehe. Aku hanya….hanya sedikit gugup," ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal. "Aku rasa trouble maker terlalu seksi."
"Aigoo, kan memang konsep yang akan kalian bawakan nanti seperti itu. Sudah jangan banyak mengeluh, kali ini dari awal saja" Lalu Hyoyeon sunbae menyetel lagu itu kembali. Suara siulan mulai terdengar. Sehun mulai menjentik-jentikkan jarinya mengikuti irama. Baiklah Luhan, jangan permalukan dirimu. Hanya beberapa menit saja.
Aku mulai menggerakan tubuhku mengikuti irama. Aku sendiri hanya tahu koreo di bagian reffnya. Jadi aku hanya mengikuti musiknya saja. Jantungku semakin berdebar. Terlalu banyak kontak fisik. AAAA! Aku bisa gila. Sehun tak henti-hentinya menatapku. Mau tak mau aku harus membalasnya. Aku rasa beberapa anak mulai merekam kami berdua. Persetan apa yang mereka lakukan. Aku tidak boleh terlihat memalukan.
Saat lagu berhenti, posisiku dan Sehun benar-benar menyebalkan. Terlalu dekat, bahkan hidung kami nyaris bersentuhan. Sehun memegang pinggangku dan aku mengalungkan tanganku di lehernya. Astaga aku baru sadar dia setampan ini. Apalagi garis rahangnya yang tegas, dia semakin terlihat tam— Hei, apa yang aku pikirkan? Buru-buru aku melepas tubuhku dari ehem—pelukannya.
Suara tepuk tangan langsung terdengar. Suasana menjadi gaduh. Aku lihat Hyoyeon sunbae sedang tersenyum puas dan Jongin memasang ekspresi—entahlah, wajahnya terlihat aneh dengan senyuman konyol itu.
"Kyaaaaaaaaaaaa daebaaaaaaaaaaak! Mulai besok kalian harus latihan berdua. Kalian terlihat seperti pasangan sungguhan. Sehun, Luhan. Hunhan. Bahkan nama kalian mirip," celoteh Hyoyeon sunbae heboh. Apa? HunHan? Nama yang aneh.
Aku hanya tersenyum menanggapinya, sedangkan Sehun kembali ketempatnya lalu meneguk air mineral miliknya. Huh….sepertinya dia tidak merasa apa apa. Lantas aku langsung duduk di sebelah soojung.
"Lu, tadi keren sekali. Aku jamin video kalian akan tersebar besok," bisik soojung.
"MWO?"
"Ada apa Luhan?" tanya Jongin. Aduh, aku lupa kalau si mesum ini sedang berbicara. Pantas saja soojung sampai berbisik segala. Aku lirik gadis itu sedang terkekeh pelan.
"Tidak ada apa-apa, sunbae hehe," ujarku. Sial, aku benar benar sial. Bisa mati aku kalau Baekhyun dan Chanyeol tahu kalau aku harus menari berpasangan seperti ini. Terlebih pasanganku adalah si muka datar. Tamatlah riwayatku.
Hueeeeeeeeeeeeeeeeeeee hari ini hari tersialku!
TBC
a/n: hei hei heeeeeeeeeei'-')/
Akhirnya bisa update juga walaupun pendek pake banget Maaf ya ini pendek bangetT.T Niatnya mau bikin 2k words, tapi baru inget ada ulangan kimia-_- Next Chap saya usahain lebih panjang kok ;)
Buat yang nunggu HunHan momentnya keluar, ini sudah ada sedikit hehehe.
Ah iya, saya punya fic chaptered baru, cek aja ya judulnya 'We Used To Be' ;)
lisnana1: Huaaa thank you ya :D As you wish, Hunhannya udah muncul walaupun sedikit hehehe :3
: Sudah :D Makasih udah review :D
xoexo: udah muncul niiih :D teriakasih udah mau nyemangatin :3
hunhanexo: Siapa hayooooooooooooo? Sehun bukan yaaaaaaa? Tapi kalo iOS itu Sehun, kenapa dia jutek banget sama luhan? /plak/ *malahbaliknanya*-_- tunggu next Chap aja ya ;)
ruixi: Hiaaaaaa panggil saya Ara atau Arbay ajaT.T Gomawo udah mau baca hehe :D *virtualhug*
ssnowish: Cie cieeeeeeeeee… kamu juga perhatian sampe kasih saya review hehehe :D Terima kasih usulannya ;) semoga saja mood saya bagus :D Saya sedikit moody soalnya /malahcurhat-_-/
: Sehun bukan yaaaaaaaaaaaa? Hihihiw :3 Nanti bakal di bahas kenapa Sehun sama Taozi bisa deket :D tunggu aja ya ;)
luludeer2009: huaaaaaaaT.T tapi emang Luhan pertama kali ketemu sehun itu pas lagi dimarahin :v ini sudah diupdate ;) terimakasih udah mau nunggu :D Soalnya saya tau rasanya nunggu itu ga enak, apa lagi nunggu yang ga pasti-_- aduh kenapa jadi ngelantur gini :v
AmeChan95: Thanks for support me, dear ;)
taenggoo: HiyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaT.T maafin yaT.T Bukannya makin panjang, eh malah makin pendekT.T diusahain chap depan bakal lebih panjang kok
Untuk para siders tercinta, review juseyo*bbuingbbuing*
See you next time :D BHAAAAAAAAAAAAAAI'-')/
*ppyooooong*
