A/N: HALOHALOHALOO..! akhirnya bisa nyelesain chapter 3 dengan berbagai rintangan-_- maaf banget kalau apdetnya kelamaan kan nunggu reviewnyaa, kalau reviewnya banyak baru ngelanjutin kecuali kalau reviewnya dikit mending di delete aja kaliya. Jadi, kalau mau cepet2 tau kelanjutannya, review sebanyak-banyaknya, karna semakin banyak semakin cepat apdetnya(?)
Sinopsis :
Aku, Baekhyun, Byun Baekhyun. Seorang Siswa SMA pindahan yang baru saja mengalami Bencana Tsunami di Jepang. Eommaku memasukkanku ke salah satu SMA yang berada di SMA Unbong Technical, salah satu SMA yang mengerikan, karna terdapat siswa 'Killer', yang tugasnya adalah untuk mengalahkan apa pun dan setiap siswa transfer yang mendaftar di sekolah tersebut. Salah satu sekolah dengan kekerasan/ perkelahian paling tinggi. Tapi sekarang, sejak aku memasuki SMA tersebut, aku memiliki vote terbanyak dari beberapa siswa untuk menjadi Ekstra Kulikuler Ketua Orientasi siswa disana―sangat tegas, kuat dan galak sehingga banyak siswa yang takut padanya, tapi ada juga yang benar-benar jatuh cinta dengannya. tapi semua kehidupanku berubah sejak kemunculan salah satu siswa killer yang selalu berusaha untuk mengangguku.
Akhirnya Baekhyun pasrah. Baekhyun membayangkan bagaimana reaksi Chanyeol saat Baekhyun tiba-tiba membuka pintu kamar mandi tiba-tiba dan Baekhyun merasa…..akan dibunuh! Tidaak! Baekhyun mengacak-ngacak rambutnya sendiri, frustasi yang benar benar sangat. Tangan Baekhyun mulai bergetar saat Baekhyun memegang pintunya. Seumur hidup Baekhyun, Baekhyun belum pernah mandi bersama walaupun itu bersama sahabatnya, Chen. Baekhyun menghirup nafas dalam-dalam, dan mengeluarkannya dan mengulanginya sebanyak 3x. akhirnya Baekhyun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandinya. Baekhyun baru membuka setengah pintunya, tapi tiba-tiba ada yang menarik sampai terbuka, dan orang itu adalah Chanyeol. Chanyeol. Chanyeol. Berada di hadapannya, tanpa sehelai benangpun sehingga tubuhnya terlihat jelas tatto-tattoo miliknya. Demi gajah hompimpah, Jantung Baekhyun serasa hampir copot untuk kedua kalinya.
"AHHH! APA YANG KAU LAKUKAN!" teriak Baekhyun sambil menutupi matanya dengan kedua tangannya. Muka Baekhyun memerah. Nafasnya sudah tidak beraturan dan pendek-pendek. Baekhyun yakin mukanya pasti sudah seperti tomat. Inilah hal yang paling dibenci Baekhyun.
"KAU SENDIRI MAU NGAPAIN?!"
.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun tidak henti-hentinya menutup mukanya dengan telapak tangannya. Chanyeol menatap Baekhyun seakan mengerti maksud kedatangan Baekhyun, sehingga tangan kanan Chanyeol menarik siku tangan Baekhyun dan membawanya masuk sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menutup pintu kamar mandi itu.
"Apa yang kau lakukan? Kau seperti baru pertama kali melihat tubuh telanjang saja" hina Chanyeol sambil berjalan kembali ke bak mandi bersama itu. Baekhyun mendengus kesal―tapi yang dikatakan Chanyeol memang benar, Baekhyun tidak pernah melihat tubuh telanjang apalagi perempuan, paling hanya melihat tubuh telanjang anak kecil balita.
"jangan "sok" tau!" ucap Baekhyun kesal dengan nada sewot. Baekhyun melepas telapak tangannya yang sedari tadi melekat di mukanya itu, dan mulai berjalan ke samping―tempat shower dan berbagai macam sabun-sabun terletak disana. Baekhyun duduk di kursi shower dan mulai menekan botol shampoo. Chanyeol memerhatikannya―sedikit mengangkat alis kirinya.
"Kau tidak membuka pakaianmu dulu?" Tanya Chanyeol. Baekhyun yang mendengarnya sulit untuk menjawab pertanyaan Chanyeol. Pasalnya, Baekhyun belum pernah sekalipun mandi bersama dengan orang lain, hal itu membuat Baekhyun agak canggung untuk membuka pakaiannya. Sudah 30 detik, pertanyaan Chanyeol belum ada jawaban dari Baekhyun. Baekhyun sendiri udah pusing mau jawab apa, kini beribu-ribu alasan ia cari di pikirannya dan itu tidak sama sekali membuahkan hasil alhasil sia-sia. sepertinya Chanyeol tau apa yang dipikirkan Baekhyun sekarang.
"apa kau sedang memikirkan jawaban dari pertanyaanku sampai keluar asap dari kepalamu?" hina Chanyeol lagi-lagi. Chanyeol menyeringai dan beranjak berdiri dari bak besar itu dan mulai mengambil handuknya―handuk yang bermodel seperti blazer. Chanyeol berjalan menuju pintu kamar mandi dan membukanya.
"dasar Cebol"
Baekhyun yang sedang menggosok giginya hampir saja tersedak. Untung saja sikat giginya tidak ikut tertelan ke dalam tenggorokannya. Baekhyun lagi-lagi mendengus kesal, tidak terima dirinya dipanggil dengan sebutan itu.
"Sialan kau, Amazon!"
.
.
.
Seusai mandi dan memakai pakaian khas seragam sekolahnya, ia pergi menuju dapur untuk sarapan bersama yang lain. Baekhyun berjalan melewati koridor yang dikelilingi oleh lukisan kuno. Lukisan kuno itu sangatlah indah. Dilihatnya satu-satu lukisan kuno tersebut, tiba-tiba ia bertemu dengan salah satu lukisan yang menurutnya menarik. Seorang perempuan berambut panjang dan berbalut busana gaun putih mutiara yang sedang menghirup wanginya bunga baby's breath. Perempuan dilukisan itu sangatlah cantik, rupawan. Baekhyun melihat tepi-tepi lukisan itu dan menemukan sebuah tulisan yang ditulis oleh sebuah pisau kecil―untuk memahat patung. Disitu tertulis,
Kim Tae-Yeon. Made by, Lachou Project
Baekhyun membelalakkan matanya saat melihat nama ibunya tertulis di lukisan tersebut. Baekhyun tidak sepenuhnya percaya kalau perempuan yang ada dilukisan itu adalah ibunya. Mana mungkin ibunya bisa secantik ini? Baekhyun berniat untuk menanyakan soal lukisan itu kepada paman Key dan berharap paman Key sudah berada di meja makan yang ada di dapur.
.
.
.
Baekhyun duduk diantara Tao dan Kris. Chanyeol berada di ujung meja makan dan fokus pada makanannya sendiri. Baekhyun mengambil sendok dan mulai memakan makanan yang sudah disajikan oleh Kyungsoo dan Kris. Di depan Baekhyun, ada Paman Key sedang makan juga. Awalnya, Baekhyun ingin menanyakan tentang lukisan kuno yang baru saja dilihatnya tadi, tapi entah kenapa seperti ada yang menarik-narik untuk tidak menanyai itu sekarang, dan akhirnya Baekhyun mengurungkan lagi niatnya untuk menanyakan lukisan itu. Tiffany memulai pembicaraan, dia berkata pada Baekhyun bahwa Baekhyun akan menjadi ketua osis di SMA Unbong, yang bahkan Baekhyun sendiri tidak tau sejarah SMA itu. Baekhyun yang sedari tadi sedang meneguk air putihnya, kini tersedak dan menyembur tepat di muka paman Key. Bisa dilihat raut wajah paman Key yang agak sedikit kesal menatap Baekhyun. Krystal, asisten chef tersebut dengan segera memberikan sapu tangannya padanya. Baekhyun memohon-mohon untuk berminta maaf padanya―tentu saja dengan menambahkan adegan acting air mata, dan itu sukses!.
Baekhyun beranjak berdiri dari kursinya. "Apa-apaan?! Aku akan menjadi ketua osis yang bahkan aku sendiri tidak tau latar belakang sekolah itu maupun sejarahnya!" bentak Baekhyun dan memukul meja makan dengan kepalan tangannya pada Tiffany. Ini tidak sopan, karna Baekhyun membentak kepala pelayan dan hal itu dilihat oleh Ibunya dan Neneknya.
"Baekhyun! Sikapmu!" bentak Ibunya dengan wajah yang tenang. Neneknya, sebenarnya tidak mempermasalahkan hal itu, karna neneknya tau, sifat Baekhyun 80% mirip sekali dengan ayahnya. "Sebenarnya nenek yang meminta pihak sekolah untuk menjadikan kamu menjadi ketua osis" ucap neneknya dengan wajah tegas dan tenang seakan ahli dan sudah biasa dengan hal seperti ini. Karna sebenarnya, biaya pembuatan SMA tersebut, 35% adalah uang neneknya.
"tapi nek, kenapa?! Aku tidak pernah ingin menjadi ketua osis disana! Aku ingin memulai kehidupan baruku dengan normal!" bentak Baekhyun pada neneknya. Secara, Neneknya adalah orang yang paling berkuasa disana, sehingga orang-orang di sekitarnya takut padanya―tapi bertolak belakang dengan Baekhyun.
"eh? Kau belum mendengar rumor buruk tentang SMA unbong?" Tanya Naeun tidak percaya pada apa yang dikatakan Baekhyun. Baekhyun mengangguk, Baekhyun memang tidak mengetahui apa-apa tentang sekolah itu, wajar saja, Baekhyun baru saja pindah ke Korea dari Jepang.
"Ketua osis sekolah itu mendapatkan kekerasan oleh salah satu murid-murid disana yang termasuk golongan 'killer'. Salah satu murid killer itu tidak memakai senjata tumpul pada ketua osis disana, tapi banyaknya smack down yang dilakukan kepada ketua osis itu mengakibatkan cedera-cedera dan mengalami perpatahan tulang pada kakinya, sehingga harus di amputasi karenanya. Pelakunya belum jelas siapa, tapi sampai sekarang polisi-polisi belum menemukan bukti-bukti yang kuat untuk tindakan kekerasan pada ketua osis tersebut. Bahkan ketua osis sekolah itu belum tersadar, sehingga polisi belum bisa menanyakan pelakunya terhadapnya" jelas Naeun, salah satu pelayan wanita penginapan ini. Baekhyun membelalakkan matanya, tangannya mulai bergetar. Baekhyun terkejut saat mendengar rumor itu. Apa sekolah itu tidak punya aturan? Apa guru-guru disana membiarkan perlakuan tersebut?
"tahan sebentar! Kalau begitu, jika aku yang mengantikan posisi ketua osis itu, bukankah itu berarti aku akan mendapatkan perlakuan yang sama dari salah satu murid-murid disana yang termasuk golongan 'killer' ?!" bentak Baekhyun dengan keras dan nada tinggi. Baekhyun mendengus kesal, emosinya tidak terkendali, apa-apaan semua ini?! Kalau begini, mending tidak usah sekolah sekalian!
"tenang Baekhyun, tenang!" tenang Paman Kai berusaha menenangkan Baekhyun. Sedangkan Chanyeol hanya memandangi perdebatan mereka, berbeda dengan Seohyun, yang mulai takut dan gelisah tentang perdebatan ini, ingin sekali Seohyun menghentikan perdebatan ini, tapi terlalu takut terjadi apa-apa padanya, dengan kata lain, Seohyun terlalu malu untuk menghentikan perdebatan ini. Baekhyun melirik Chanyeol yang sedari tadi menatapnya. Baekhyun melihat lengan Chanyeol yang kini terbungkus oleh jas seragam sekolah itu, sehingga menutupi Tattonya―kecuali tattoo yang berada di antara jari-jarinya, masih terlihat.
Pandangan Chanyeol masih tertuju pada Baekhyun, dan itu membuat Baekhyun sedikit tidak nyaman, Baekhyun mengusap-ngusap mukanya dengan telapak tangannya―karna siapa tau ada sebutir nasi atau apapun itu yang menempel lekat di mukanya dan menjadi penyebab Chanyeol yang sedari tadi menatapnya.
Baekhyun mendecakkan lidahnya dengan sangat keras dan kembali duduk di kursi meja makan itu―sebagai isyarat kalau Baekhyun itu sangat marah sekali dengan kejadian tadi. Entah mengapa, selera makan Baekhyun kini hilang. Baekhyun tak habis pikir mengapa neneknya melakukan ini padanya. Apa neneknya tidak sama sekali sayang pada cucunya? Kini Baekhyun mempunyai 2 bukti bahwa neneknya itu tidak sama sekali peduli dengan cucunya. Pertama, Seharusnya sebagai cucu dari pemilik penginapan ini, Baekhyun mempunyai kamar yang luas yang dilengkapi oleh kamar mandi didalamnya. Yang kedua, ibunya dan neneknya menyuruh Baekhyun menjadi ketua osis di SMA mengerikan itu yang bahkan suatu saat akan ada kekerasan yang terjadi pada Baekhyun.
"Justru itu, Chanyeol akan melindungimu selama kau menjadi ketua osis disana" ucap Neneknya dengan tenang. Neneknya mengambil secangkir teh tradisional Jepang dan menutup matanya lalu meneguknya dengan hati-hati. Jeda sebentar. Hening sebentar. Coba ulangi. Sepertinya pendengaran telingaku agak kurang baik. Ini lelucon. Oh tidak, lelucon ini tidak lucu. Sama sekali tidak lucu!
"APA?! SERIUS?! Nenek tidak bercanda kan? Memang benar tubuhku kecil dan kakiku seperti cabai rawit, tapi aku ini kuat! Aku ini laki-laki bukan perempuan yang butuh perlidungan!" Bentak Baekhyun dan mulai beranjak berdiri sambil menopangkan kedua telapak tangannya di meja makan itu. Baekhyun menunggu respon neneknya, sementara neneknya, perlahan-lahan menaruh kembali cangkir teh tersebut ke meja makan. Chayeol sendiri sebenarnya tidak terlalu terkejut, karna sebelumnya, ia telah diberi tahu yang lain tentang ini.
"mulai dari sekarang, Chanyeol akan menjadi bodyguard-mu. Dia akan melindungi kamu jika kamu tiba-tiba diserang oleh salah satu murid 'killer' disana. Dan tentu saja, Chanyeol sudah tau hal itu," ucap Neneknya sambil melihat ke arah Chanyeol. Chanyeol hanya mengangguk saja dan mulai meneguk segelas air. Baekhyun tidak percaya apa yang dikatakan neneknya barusan. Memangnya Chanyeol itu kuat? Bahkan ia hanya memiliki tattoo yang menyeramkan dan juga beberapa tindikan yang berada di mata kirinya dan telinganya, tapi ia tidak mempunyai otot yang besar dan kuat seperti preman-preman jalanan. Memang benar sorotan mata Chanyeol seperti binatang buas, tapi bagi Baekhyun itu hal yang tidak menarik, dan Baekhyun sendiri udah curiga, kalau Chanyeol adalah salah satu dari murid 'killer' di sekolah itu.
"Tapi Nek, bisa saja si pria amazon itu, uh.. maksudku Chanyeol itu salah satu murid 'killer' di sekolah itu! Bisa saja dia diam-diam mengancamku dengan benda tumpul ataupun tajam? Lihatlah dia, dia punya tattoo yang hampir membungkusi setengah tubuhnya itu, dan juga dia mempunyai banyak tindikan di telinga dan matanya, apa nenek ga merasa kalau Chanyeol itu salah satu murid 'killer'?!" ucap Baekhyun, berharap neneknya berubah pikiran, tapi Kris, sang chef itu menyela di Antara percakapan kami.
"Chanyeol adalah orang yang baik, kau hanya melihat dari penampilan luarnya saja, mungkin dia grogi mungkin dulu dia tidak terbiasa di tempat orang-orang banyak" sela Kris. Kyungsoo yang menatapnya merasa agak jijik saat Kris mengatakan kata-kata yang mungkin bisa disebut 'Bijak'―karna Kyungsoo menyipitkan setengah matanya dan menggertakkan giginya disertai senyuman sinis. Kyungsoo hafal sekali bagaimana Hyungnya itu berperilaku. Dihadapan orang-orang yang berada di atasnya, kris akan menjadi kalem dan sok bijak, tapi jika sedang diwaktu kerjanya, itu bertolak belakang sekali.
"Jangan salah kau Baekhyun, Chanyeol pernah hampir membunuh segerombolan pencopet yang berkeliaran disini minggu lalu tanpa senjata apapun. Lalu, Chanyeol pernah berkelahi dengan ketua geng yang sangat tenar di daerah sini, sampai sekarang, ketua geng itu belum sadarkan diri entah berapa lama. Chanyeol juga pernah membunuh seekor singa yang melarikan diri dari kebun binatang dan melahap sekitar 6 penduduk. Dan masih banyak lagi.." ucap Tiffany menyela. Chanyeol hanya diam saja, ia tidak ingat kalau ia pernah melalukan hal itu, tapi itu bukan berarti kalau Chanyeol itu amnesia.
Baekhyun yang mendengar apa yang dikatakan Tiffany tentang Chanyeol, serasa tak percaya bahkan tidak menyangka kalau Chanyeol itu seperti itu. Baekhyun kira Chanyeol hanya seorang Idiot dengan menggunakan cosplayer preman-premanan. Akhirnya, Baekhyun akan menjadi ketua osis yang baru disana, dan Chanyeol akan berada di sisinya terus―karna sebagai bodyguardnya Baekhyun meskipun Baekhyun menolak mentah-mentah.
.
.
.
.
.
TBC or Delete?
Kalau reviewnya dikit, kayaknya gausah dilanjutin aja atau di delete aja, tapi kalau kalian masih pingin kelanjutannya, review aja sebanyak-banyaknya.. kalau reviewnya banyak, author lanjutin ff ini.. kalau ada saran atau kritik review aja, butuh banget kok beneran deh..
RnR ?
