Cast : Kim Jaejong (25)

Jung Yunho (27)

Shim Changmin (22)

Park Yoochun (26)

Kim Junsu (24)

Genre : Romance, Family, Sad

Rate : M hehe..

Disclaimer : Jaejong is belong to Yunho. But this fanfic is belongs to me.

Warning : Yaoi alias Boys x boys love, alur gak jelas, mungkin agak OOC di awal. Maaf kalo kadang update lama.

And the story is begin …

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

.

Dengan langkah yang lebar-lebar Yunho berjalan menuju meja Jaejoong. Rasa rindunya sudah tak tertahankan lagi. Ia ingin segera merengkuh Jaejoong kepelukannya dan mengucapkan betapa ia merindukan dan mencintai namja itu. Sesampainya dimeja namja cantik itu. Yunho merasa hatinya seperti dihantam batu besar. Ia melihat dengan jelas Jaejoong dan Seung Hyun berpegangan tangan.

"Joongie ?" lirih Yunho.

.

.

Before the Light (Part 3)

.

.

Jaejoong terhenyak kaget menatap Yunho. Jantungnya bergemuruh. Air matanya hampir saja lolos jika saja ia tak mengendalikan persaannya. Jaejoong menghembuskan nafasnya dan menatap dingin Yunho. Ia harus kuat, ia tak boleh menunjukkan air matanya di depan orang yang hampir menghancurkan hidupnya. Jaejoong harus bisa membuktikan bahwa dirinya bisa hidup baik-baik saja tanpa Yunho.

"Ah Yunho-shi." Jawab Jaejoong dengan nada datar. Siwon menatap cemas pada Jaejoong, takut Jaejoong melakukan hal diluar batas.

Yunho mengernyitkan dahinya. Ia tidak mengerti. Orang yang didepanya seperti bukan Jaejoong yang ia kenal. Jaejoong tak akan berkata sedingin itu pada orang lain. Jaejoong tak pernah menggunakan embel-embel saat memanggil namanya.

Jaejoong berdiri dari duduknya. Melepaskan genggamannya pada Seung Hyun. Tangannya agak bergetar menahan emosi. Namun ia harus bersabar, banyak hal yang harus terbalaskan disini. Jaejoong tersenyum miring.

"Kau tak datang bersama wanita itu ?" Jaejong menaikkan alisnya. Yunho tahu betul siapa yang sedang dibicarakan Jaejoong. Go Ahra.

"Aku sudah menceraikannya, Jae" Jaejong agak terkejut mendengar pernyataan Yunho. Si Jung itu menceraikannya ? Bukankah dulu Yunho meninggalkan Jaejong karena wanita itu ? Namun keterkejutannya segera ditutupi dengan ekspresi dinginnya.

"Jangan panggil aku seolah-olah kita pernah berhubungan Yunho-shi." Kata Jaejoong dengan dingin. Tangannya agak bergetar dan ia merasa hatinya sakit saat mengucapkan hal itu.

DEG

Yunho tersenyum kecut. Hatinya berdenyut sakit saat mendengar hal itu. Rasa sesak itu menjalar keseluruh tubuhnya, hingga membuat seluruh tubuh Yunho seperti kaku.

"Oh jadi wanita itu pergi setelah puas menghancurkan sesuatu disini." Jaejong memandang sinis Yunho.

Yunho tahu, hati Jaejong yang hancur disini. Rasa bersalah makin melebar di hatinya. Dulu ia bersumpah akan mencelakai siapapun yang menyakiti Jaejong. Tapi jika itu adalah dirinya sendiri. Apa yang harus Yunho lakukan.

"Jae, maafkan-"

"Tak perlu meminta maaf. Kau membuang waktumu. Aku tak akan memaafkanmu walaupun kau memintanya sampai ribuan kali." Jaejong segera berlalu dari sana. Ia meninggalkan Yunho yang terpaku di tempatnya. Jaejong kini sudah berubah. Dan ini semua karenanya.

"Kalau aku boleh jujur Yunho-shi kau memang sudah keterlaluan." Kali ini Siwon angkat bicara.

"H-hyung aku benar-benar minta-"

"Sama seperti Jaejong, tak perlu meminta maaf, kau membuang waktumu. Aku tak habis pikir, sebenarnya apa rencanamu Jung? Kau meninggalkannya dan sekarang kau kembali. Aku tak akan pernah membiarkanmu mendekati Jaejong lagi. Dia sudah cukup bahagia dengan hidupnya sekarang. Dan aku tak akan pernah memaafkan seseorang yang telah menghancurkan kebahagiaan itu ! Camkan itu Jung Yunho !" Setelah mengeluarkan kata-kata pedasnya Siwon segera pergi dari café itu menyusul Jaejong.

Seung Hyun tersenyum sinis, "Mungkin dulu kau menang Jung, tapi kali ini aku yang menang. Jaejong bersamaku sekarang."

Sebenarnya Seung Hyun adalah rival Yunho. Namja itu berniat merebut Jaejong darinya. Tapi kemudian Seung Hyung tiba-tiba menghilang saat hari kelulusan. Dan saat itu Yunho memutuskan untuk menjaga dan melindungi Jaejong. Namun dirinya mengingkari hal itu.

Yunho mengepalkan tangannya emosi. Rahangnya mengeras, giginya bergemeletuk. Matanya menatap nyalang Seung Hyun. "Takkan kubiarkan Jaejong jatuh ditangan kotormu itu !"

"Dan aku juga tak akan membiarkan Jaejong jatuh ditangan seseorang yang telah menghancurkan hidupnya." Seung Hyun tersenyum miring. Ia segera berlalu dari café itu sebelum membisikkan Yunho sesuatu.

"Aku tak yakin Jaejong akan memaafkanmu setelah apa yang kau perbuat. Tapi yang jelas akan kupastikan Jaejoong jatuh ke tanganku.'

Apakah ini sudah terlambat ? Apakah hati Jaejoong benar-benar sudah tertutup rapat ? Tidakkah ada sedikit celah untuknya ? Bisakah Jaejong kembali padanya ? Yunho memijit pelipisnya. Ia memejamkan matanya. Merasakan detak jantungnya yang berdetak tak teratur karena namja cantik itu.

Mendapatkan Jaejoong kembali itu tidaklah mudah. Yunho tahu itu. Tapi Yunho tidak akan menyerah mendapatkan Jaejoong. Ia harus bisa membayar kepedihan Jaejoong selama ini. Ini belum terlambat. Jaejong masih memiliki celah untuknya. Jaejong bisa kembali padanya. Yunho mencoba menyemangati dirinya.

.

.

Before the Light

RinFe Shaw

.

.

Jaejong memarkirkan mobilnya di pinggiran sungai Han. Ia tidak peduli dengan ponselnya yang terus berbunyi sedari tadi. Hyungnya terus menerus menghubungi dirinya sedari tadi. Masa bodoh dengan hyungnya, biarkan hyungnya naik taksi saja.

Jaejong memandang keluar jendela. Ini adalah tempat favoritnya dan Yunho. Jaejong akan kesini setiap kali ini mendapat masalah. Dan Yunho dengan setia akan menunggunya sampai pikirannya kembali tenang lalu memberikannya sebuah pelukan hangat disertai dengan ciuman basah dan panjang.

Jaejong tersenyum kecut saat ia menyadari bahwa dirinya masih mengingat jelas kebiasaan Yunho. Yunho tak suka makanan pedas. Yunho juga tak menyukai makanan yang terlalu manis. Yunho tak menyukai bau parfum wanita karena menurutnya itu berbau aneh dan menyengat. Yunho juga berjanji padanya bahwa ia tak pernah meninggalkannya.

"Tapi ia mengingkarinya." Lirih Jaejong entah pada siapa.

Air mata itu pun tak terbendung lagi. Akhirnya pertahanannya pun runtuh. Tak bisa dipungkiri bahwa ia masih mencintai Yunho. Namja tampan itu tak berubah, malah semakin tampan. Jaejoong sempat merasa bahagia saat melihat Yunho lagi. Jaejong tak bisa membohongi dirinya bahwa ia merindukan Yunho. Ia ingin Yunho merengkuh tubuhnya dan membisikkan kata-kata cinta dan rindu ditelinganya. Namun mengingat perlakuan Yunho setahun yang lalu membuat hal itu hanya sebuah angan-angan.

Jaejong memejamkan matanya dan bersandar pada jok mobilnya. Air mata masih mengalir dipipinya. Pikirannya melayang pada pertemuannya dengan Yunho beberapa saat yang lalu. Suara bass itu tak berubah. Tubuhnya sedikit lebih kekar, wajahnya terlihat tampan dan berkarisma. Namun sorotan matanya berubah. Jaejong dapat melihat dengan jelas kerinduan dan juga luka didalam mata Yunho.

Jaejong tak mengerti dengan sikap Yunho. Dulu namja tampan itu mencintainya seolah-olah hanya dirinya alasan mengapa namja tampan itu hidup. Lalu dengan mudahnya namja brengsek itu mengahancurkan hidupnya. Dan sekarang namja itu kembali hadir di dalam hidupnya. Merusak kembali perasaan yang sudah ditata sedemikian rupa.

Jaejong mengambil ponselnya yang terletak di dash board mobil dan mendial nomor seseorang.

"Yeoboseo."

"…."

"Minie-ah, kau dikantor?"

"…"

"Arra, mau makan siang denganku ?"

"…"

"Aku meninggalkannya dibandara bersama Seung Hyun."

"…"

"Akan kuceritakan nanti."

"…"

"Kutunggu di Cassie Café."

"…"

"Nado."

.

.

Before the Light

RinFe Shaw

.

.

"Sebenarnya ada apa hyung ? Aku sudah menghabiskan lima piring spaghetti dan kau belum saja berbicara sepatah kata pun ? Helooooo, hyungku yang manis ini kenapa sih ?"

"Apa tiket pesawatnya sudah hangus ?" Jaejong menghembuskan nafasnya berat.

"M-mwo ? Kenapa hyung bertanya seperti itu ? Tentu saja sudah hangus. Ada masalah ?"

"Aku bertemu dengan Jung Yunho saat dibandara tadi."

Changmin terhenyak, namun ia hanya diam menunggu Jaejong melanjutkan ceritanya. Didalam hatinya sebenarnya ia ingin sekali membunuh namja Jung itu, tapi perasaannya itu ia tahan. Namja Jung itu benar-benar brengsek, apa-apaan setelah meninggalkan hyungnya sekarang namja Jung itu kembali ke kehidupan hyungnya.

"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan Minie-ah. Hatiku terlalu sakit, tapi juga mencintainya. Aku ingin melupakannya tapi aku tak bisa. Haahhh …."

Changmin bungkam, ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia tidak pernah merasakan hal yang Jaejong katakan padanya.

"Kau masih mencintainya hyung ?"

"Entahlah, aku tak tau. Aku bingung Minie-ah."

"Apa kau membencinya ?"

"YA ! MENURUTMU SETELAH APA YANG IA LAKUKAN PADAKU, TENTU SAJA AKU ... membencinya."

Changmin mengerutkan dahinya. "Aku tak yakin dengan hal itu."

Jaejong mendengus, hahh kenapa semua ini begitu rumit ? Yunho sudah membuangnya ! Kau harusnya sadar itu Kim Jaejong ! Seharusnya kau tidak akan bisa mencintainya lagi ! Tapi perasaan sial apa ini ?

.

.

Before the Light

RinFe Shaw

.

.

Flashback 2 years ago.

.

"Yunho hyung ijinkan aku ikut yaahhh ?" rengek Changmin sambil menarik lengan Yunho.

"Ani ! Kau akan mengganggu acaraku dengan Jongie." Kata Yunho tanpa mengalihkan pandangan dari layar televise.

"Yah ! Memangnya apa yang akan hyung lakukan dengan Jongie hyung-ku ? Palingan kau hanya akan membuat hyungie menjadi tahanan kamar kan ?!" Ucap Changmin sewot.

Changmin benar-benar harus ikut liburan kali ini. Sebenarnya Changmin ingin menghindari tetangga sebelah rumahnya. Jessica Jung. Yeoja yang baru saja pindah beberapa hari yang lalu itu sudah membuatnya takut. Bedaknya yang tebal tak mau kalah dengan tebalnya dada yeoja itu.

Bukan masalah yang serius jika yeoja itu menempati rumah sebelah. Toh, sudah bertahun-tahun rumah itu kosong. Tapi yang menjadi masalah adalah yeoja itu kelewat mesum. Pernah, sewaktu itu Changmin ditinggal sendirian di rumah karena Jaejoong dan Junsu sedang keluar dan si beruang mesum (baca:Yunho) sedang sibuk dengan urusan kantornya. Saat itu Changmin baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Saat Changmin sudah melepaskan handuknya dan sedang memakai celana dalam, ia mendengar suara benda terjatuh dari belakangnya. And guess what ? Jessica berdiri di belakangnya dengan muka yang merah sambil menatap mesum pada junior Changim yang tergantung bebas. Dan jangan lupakan yeoja itu meneteskan air lurnya. Iuh !

Jujur saja itu menjadi pengalaman terburuk Changmin. Diintip oleh nenek sihir berbedak tebal. Changmin tak bisa membayangkan jika kali ini ia akan ditinggal selama 5 hari. Bisa-bisa ia diperkosa oleh Jessica Jung. Membayangkannya pun Changmin merinding sendiri.

"Aku pulang !" Jaejoong berteriak sambil measuk kedalam rumah.

Jaejoong mengerutkan keningnya saat mendapati kekasihnya berada di rumah. Padahal baru beberapa jam yang lalu kekasih mesumnya itu meminta maaf karena tak bisa menemaninya berbelanja. Tapi mengapa makhluk satu itu bisa berada di sini?

Tak mau berpikir yang tidak segera pergi ke dapur. Segera menaruh belanjaannya lalu beristirahat. Jaejoong membuka lemari kulkas mencari sesuatu yang bisa menghilangkan dahaganya. Baru saja Jaejoong mau menuangkan soda ke gelasnya, tiba-tiba sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang. Aroma mint segar yang menenangkan masuk kedalam indra penciumannya.

Yunho memeluk Jaejoong dari belakang sambil menyerukkan kepalanya ke leher Jaejoong. Aroma vanilla yang membuat Yunho selalu jatuh pada pesona Jaejoong. Yunho mendengar lenguhan manis saat dirinya dengan sengaja menghembuskan nafasnya pada belakang telinga Jaejoong.

"Bogoshipo Boo," bisik Yunho dengan suara seksinya.

Jaejoong mulai menggeliat di pelukan Yunho. Tak sengaja pantat mulusnya itu menyenggol sesuatu di belakang sana yang membuat Yunho mendesah kecil.

"Aahhh… Kau nakal sekali Boo," ucap Yunho sambil memasukkan tangannya ke dalam celana Jaejoong.

Tangan Yunho bergerak nakal di dalam sana. Meremas dan mencubit pantat Jaejoong yang seksi, mengundang desahan sensual dari namja cantiknya. Jaejoong menggigit bibir bawahnya berusaha menahan desahan yang keluar. Beruangnya ini sungguh sangat liar.

"Anghh .. Y-Yunh …" Jaejoong mendesah keras saat Yunho menemukan junior kecilnya yang mulai terbangun.

"Uunghhh …. jangan...aah...disini... yuniieehhhh." desah jaejoong ketika tangan yunho mulai mengurut junior jaejoong perlahan.

"Sedikit saja." Yunho menciumi leher Jaejoong dan membuat Jaejoong mendongakkan kepalanya karena kenikmatan yang melanda tubuhnya.

"Ngghhh… Yunie… ssshhh…"

Jaejoong terus mendesah, juniornya mengeluarkan precum dan membasahi tangan Yunho yang bergerak naik turun di juniornya. Gerakan tangan Yunho terlalu pelan untuk membuatnya mengeluarkan cairannya. Jaejoong mulai bergerak gelisah. Ini menyiksanya. Sementara Yunho hanya menyeringai melihat kekasihnya ini tersiksa. Jaejoong yang liar itu sungguh lebih menggairahkan.

"Boo, apakah aku harus mempercepat kocokanku ? Aku tahu kau pasti ingin, kan ?" Yunho mempercepat kocokannya ketika merasa junior Jaejoong mulai berkedut.

"Ahhhh Yunieehh akkuu... Ahh ! FUCK !" Jaejoong sudah mencapai klimaks pertamanya, tubuhnya lemas di dalam dekapan yunho.

"Kau lelah Boo ?" Tanya Yunho sambil menjilati telinga Jaejoong.

Jaejoong hanya mengangguk lemas sebagai jawaban, tubuhnya terlalu lemas untuk mengeluarkan kata-kata.

"Kita lanjutkan di kamar oke ?" Ucap Yunho, lalu mengangkat tubuh Jaejoong dan menggendeongnya ala bridal style, Jaejoong menyembunyukan wajahnya didada bidang Yunho, menghirup aroma maskulin yang menguar dari tubuh Yunho.

Changmin masih berada di depan televisi, ia melihat hyungnya di gendong oleh Yunho hanya memutar bola matanya jengah. Ia berani bertaruh setelah ini pasti ia akan mendengar desahan erotis dari dalam kamar hyungnya. Changmin mendengus saat Yunho mengedipkan mata padanya sebelum menutup pintu kamar hyungnya.

"YAH ! Jangan mendesah keras-keras !" teriak Changmin yang membuat wajah Jaejoong merona di pelukkan Yunho.

"Jangan dengarkan iblis itu Boo. Nikmati saja, oke ? Kau pasti akan minta tambah." Bukannya meredakan wajah memerah Jaejoong, ucapan Yunho malah membuat wajahnya tambah memerah.

Yunho membaringkan tubuh Jaejoong perlahan ke atas tempat tidur dan langsung menindihnya. Jaejoong hanya memandang Yunho dengan tatapan sayu menggodanya. Dan itu membuat Yunho makin tambah tak sabar ingin memasuki lubang sempit kekasihnya ini.

Yunho mendekatkan wajahnya ke leher Jaejoong, menghembuskan nafas dan menjilatnya hingga Jaejoong menggeliat geli. Yunho menggigit pelan lalu kembali menjilat dan Jaejoong bereaksi dengan memeluk pinggang Yunho dengan kakinya.

"Eungghh.."

"Kelihatannya kau sangat menikmati ini eoh?"

Yunho tersenyum sambil dengan sengaja menggesekkan selangkangan mereka. Jaejoong tentu saja langsung melenguh. Yunho menurunkan tangannya ke bawah untuk membuka resleting celana Jaejoong dalam sekali sentak.

"Sudah berdiri lagi Boo?"

Yunho meremas junior Jaejoong sehingga membuat Jaejoong mendesah keras. Ia sudah tak peduli dengan Changmin mendengar atau tidak desahannya, yang Jaejoong inginkan hanya junior Yunho berada dalam dirinya dan menumbuk sweet spot-nya dengan kasar dan brutal. Jaejoong mendorong dada Yunho hingga Yunho terduduk saat Yunho bersiap untuk memasukkan penisnya kedalam hole sempit miliknya.

"Hei ! Tunggu dulu. Biarkan aku mengucapkan salam pada Yunie junior. Lidahku gatal ingin menjilatnya."

Tangan nakal Jaejoong mulai menggenggam penis Yunho dan mengurutnya perlahan membuat Yunho mengadahkan kepalanya keatas. Melihat itu Jaejoong menyunggingkan smirk-nya, timbul hasrat untuk menggoda Yunho. Jaejoong mendekatkan kepalanya ke penis Yunho. Tapi ia tak langsung mengulumnya, Jaejoong menuip kepala penis Yunho dan mengecupnya dengan kuat hingga menimbulka suara erotis.

"Aku heran, mengapa penismu bias sebesar ini. Tapi aku suka saat penismu menyodok hole ku dengan kasar dan cepat lalu prostatku bengkak."

Jaejoong mencoba menggoda Yunho dengan ditry talk-nya. Dan itu berhasil saat ia merasa penis Yunho agak berkedut dan mengeluarkan pre-cum nya. Wow ! Bahkan Jaejoong belum memasukkan penis Yunho kedalam mulutnya.

"Fuck Jae ! Kulum sekarang atau kau akan merasakan akibatnya !" Oke. Yunho mulai kesal, penisnya tak bias menunggu lebih lama lagi.

"Kau mau menghukumku ? Hukum aku Yunho ! Ikat aku lalu perkosa aku hingga aku menjerit-jerit meneriakkan namamu. Buat aku pingsan karena sodokanmu Yunho !"

"Jung Jaejoong ! Kau benar-benar akan merasakan akibatnya !"

Yunho membanting tubuh Jaejoong kekasur. Ia mengikat tangan Jaejoong pada headboard. Yunho benar-benar melakukan apa yang diperintahkan Jaejoong. Sementara Jaejoong tersenyum mesum, oh ia tak sabar merasakan holenya hangat karena cairan Yunho.

Yunho mengangkan kaki Jaejoong dan memperlihatkan lubang Jaejoong yang sudah berkedut. Ia memasukkan ujung jarinya kedalam hole Jaejoong lalu menariknya lagi. Ia memasukkan ujungnya lalu menariknya lagi. Begitu seterusnya.

"Ahh … Yunho … masukkan ! Masukkan penismu sekarang." Jaejoong menggerakkan pinggulnya hingga penis Yunho menyentuh hole-nya.

"Tidak semudah itu Jae, memohonlah padaku !" Yunho memasukkan jari telunjuk sepenuhnya ke lubang Jaejoong dan melakukan gerakan menggaruk lalu memutan di dalam hole Jaejoong.

"Fuck me oppa ~" Ucap Jaejoong menggoda.

Yunho terkekeh pelan, tangannya merobek paksa kemeja Jaejoong. Matanya berkilat menatap kulit dada Jaejoong yang putih bersih. Dua nipple menggoda mengacung di sana, menantang Yunho untuk menghisapnya. Perut rata Jaejoong yang seksi ditambah dengan abs yang mulai terlihat, uhhh Yunho sudah tak sabar lagi.

"Ah ! Oohh.. Yunhh …"

Jaejoong agak tersentak saat tiba-tiba Yunho meraup nipplenya dengan rakus. Tak hanya itu tangan nakal Yunho mulai mengelus holenya dari luar. Yunho dapat merasakan kerutan-kerutan di hole kekasihnya. Junior Yunho mulai tegang, dengan tidak sabaran Yunho memasukkan dua jarinya memasuki hole Jaejoong.

"Ah! Yunhh.. pe … ohh …lanhh … pelanhh…"

Yunho tak memperdulikan ringisan Jaejoong lagi. Ia segera bangkit dan turun dari tempat tidur. Dengan cekatan Yunho melepas semua baju yang melekat di tubuhnya. Lalu ia membuka ikatan tangan Jaejoong dan meraup bibir Jaejoong dengan ciuman yang basah.

"I'll cum in your slutty hole baby …. Ride me now !"

Jaejoong mengeluarkan smirk-nya diam-diam. Ia masih ingin mengerjai Yunho. Jaejoong berbaring di samping Yunho sambil menjilati ketiga jarinya. Mata sayunya mencoba menggoda Yunho.

"Ngghhhh..."

Jaejoong mulai memasukkan satu jarinya kedalam hole sempit miliknya. Lalu mulai menggerakkan jari-jarinya maju-mundur mencoba mempelebar holenya. Jaejoong terus menambahkan satu persatu jarinya hingga ketiga jarinya sudah berada di dalam holenya.

Yunho tersenyum miring saat calon tunangannya ini sangat slutty. Junior Yunho mulai berkedut dan mengeluarkan precumnya. Ia duduk di samping Jaejoong, tangan kanannya mulai mengocok juniornya sendiri. Sedangkan tangan kirinya meremas dada Jaejoong dan memainkan nipplenya

Jaejoong agak meringis menahan rasa perih di dalam holenya. "Yunhoo, jariku kurang besar. Aku ingin juniormu yang berada di dalam sini"

Jaejoong mendesah manja dan frustasi ketika merasa jari-jarinya kurang panjang hingga tak menyentuh sweet spotnya sama sekali. Jaejoong mengeluarkan ketiga jarinya lalu merebahkan Yunho ke tempat tidur. Dia duduk di kedua paha yunho lalu mencium bibir hati itu dengan ganas.

Jaejoong memegang junior Yunho lalu mengarahkan di depan holenya, pertama ia menggesek-gesekkanya sedikit lalu menurunkan tubuhnya perlahan membuat junior Yunho masuk perlahan. Yunho dapat merasakan dinding hole Jaejoong menggesek penisnya dengan perlahan.

Jaejoong menghentikan gerakannya sebentar menarik nafasnya dalam lalu menegakkan tubuhnya, ia menjatuhkan tubuhnya dengan cepat membuat junior Yunho langsung masuk sepenuhnya dan langsung menumbuk sweet spot miliknya.

JLEBB

"AAHHHH.."

"Grhhh"

Jaejoong mendongakkan kepalanya keatas, tak tahan dengan kenikmatan yang melandanya. Jaejoong merasa holenya sangat penuh dan junior Yunho sukses mengenai sweet spot-nya dengan telak Sementara Yunho memjamkan matanya saat juniornya terasa sangat hangat didalam hole Jaejoong. Ia merasa juniornya diremas dan disedot oleh hole sempit Jaejoong

Jaejoong menggerakkan tubuhnya naik turun dengan bantuan Yunho yang memegang pinggangnya. Hentakannya semakin keras dan terus menumbuk sweet spotnya keras. Jaejoong hanya bisa menumpukan kepalanya di bahu Yunho ketika dia sudah kehabisan tenaga.

"Nnghhh... Yunhh... aku sudahh... tidak kuattthhhh…"

Jaejoong terngah-engah seperti orang yang habis lari marathon. Keringat mulai mengucur dari pelipisnya. Yunho dengan saying mengusap keringat di pelipis Jaejoong lalu mengecup pelipisnya. Yunho membalik tubuh jaejoong hingga dia menindih tubuh Jaejoong lagi. Yunho mengangkat kaki Jaejoong lalu menyampirkan ke bahunya. Yunho menggerakkan pinggangnya lebih cepat membuat juniornya keluar masuk hole jaejoong dengan cepat dan kasar.

"Ahhhh... Jaee...ahhh... holemu sangat nikkmmathh baby"

Yunho terus mendesah merasakan kenikmatan hole Jaejoong yang tak pernah habis walau sering dinikmatinya.

"Aahhhhkkk.. Yunhoo.. Fasssteerr"

Jaejoong merasa seperti melayang karena kenikmatan ini dia meremas rambut Yunho melampiaskan rasa nikmatnya. Yunho semaki gencar membobol hole milik Jaejoong tak lupa juga dia mengocok junior Jaejoong yang sudah mengeras dengan brutal.

"Ahhh..yuuunnhhhh...ahhh keluarrr…" Jaejoong mengalami klimaksnya. Nafasnya tersengal-sengal karna klimaks itu, tapi Yunho tak memberikan waktu untuknya istirahat.

Yunho terus mengejar klimaksnya yang hampir tiba. Yunho mendesah dengan suara seksinya di telinga Jaejoong sehingga Jaejoong merinding saat mendengarnya. Dengan dua kali hentakkan keras Yunho menyemburkan spermanya jauh kedalam Jaejoong..

"AAHH ! JOONGIE...NNNHHH…"

"Ngghhh... Yunieehh…" Jaejoong melenguh nikmat merasakan cairan hangat menjalar ke dalam holenya. Lalu Jaejoong melepaskan junior Yunho dari holenya dan menungging di hadapan Yunho memperlihatkan holenya yang berkedut dan meneteskan cairan kental berwarna putih.

"Yunhooo… Aku ingin lagi. Sodok aku lagi !"

Yunho tentu saja menuruti permintaan Jaejoong. Jangan salahkan dirinya kalau Jaejoong mungkin tak bisa berjalan besok. Dan setelah itu terdengar lagi desahan erotis dari kamar Jaejoong. Sepertinya ini akan berlangsung sangat lama.

.

.

Before the Light

RinFe Shaw

.

.

Sementara itu, dilantai bawah, Changmin menyumpal telinganya dengan headphone ditambah dengan musik hard rock tetap saja desahan erotis kedua hyungnya tetap terdengar sampai kamarnya.

"Sial ! Penisku ereksi !" gerutu Changmin sambil mengelus penisnya dari luar celana. Sedetik kemudian, Changmin langsung melesat kekamar mandi menuntaskan hasratnya.

.

.

TBC

.

.

Big thanks to : Kuminosuki, gothiclolita89, pearlshasha, OceanBlue030415, Reanelisabeth, Damchu98, nabratz, shancez, yikyung, whirlwind27, Fetty818, UMeWookie, Xianie, jung hana, rean-elisabeth, ririn, and all of my precious silent reader.

.

.

Oh maygattt ! Betapa mesumnya saya. Adengan NC di atas itu saya buat ulang lagi. Dan hasilnya, ya seperti itu lah. Aku mau berterima kasih sama semua orang yang udah nyemangatin aku dan nyempetin waktu buat ngasi review. Dan terima kasih buat kalian yang sudah mem-follow dan me-favourite kan ff saya ini. Terima kasih banyak ! Oh ya, buat kalian yang mau nyumbang ide boleh kok, mau nyumbang ide buat nerusin ff ini atau mungkin kalian pengen request buat ff baru. Kalian tinggal review aja atau pm saya.

.

.

As usual, review please ...