Chapter 3

Berawal dari jejaring sosial Sakura dan Sasuke bertemu, mereka menjalani hubungan jarak jauh dan berkomunikasi melewati jejaring sosial. Tapi tanpa sakura ketahui sasuke mempunyai pekerjaan yang tidak pernah Sakura duga. Dapatkah Sakura menerima pekerjaan Sasuke? Atau dia akan meninggalkan Sasuke?

Never Let You Go Koi

Disclaimer : mau ampe kiamat tetep aja Naruto milik Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke x Sakura
Rate : M (untuk jaga-jaga)
WARNING : OOC/ABAL/GAJE/EYD ancur/LEMON (ragu-ragu)

Genre : romance, hurt/comfort, friendship

Dont like Dont read! Langsung klik back

hasnistareels

:D kasih tau gak ya #plakk
liat aja nanti, hehe. Thx review nya :3

xxxkshineiiiga21737

yee XD itu saya juga mau jadian sama sasuke. Yah ntar liat aja
thx reviewnya

KimRyeona19

Iya :D thx udah review

NaughtyHinata

O_o" waduh hard? Gak tega liatnya #eaa
thx reviewnya :D

ChiakiHigashikuni

Thx sarannya Rin itu latarnya di Atap kan terusan yang kemaren, hehe. Ok di chap ini aku Bold kok, thx reviewnya :3

Anka-Chan

Ini udah update XD thx reviewnya

Karasu Uchiha

Iya :D emang di sengaja, hehe #modus
saya akan berusaha lagi biar titik temunya ketemu (?)
thx reviewnya

Cecilia Khael Haruno

Iya thx senpai kalo ada kekurangan tolong kritik dan sarannya :D
thx reviewnya

Redsans Mangekyou

Hehe... gomen, ceritanya ini emang sengaja dibuat 75% menceritakan kehidupan dumay (dunia maya) Sakura :D
thx reviewnya

Mewchan

Ini udah di update, tp update asap itu gmn o.o?
thx reviewnya :D

Haruno

Iya XD tapi masih abal-abal, hoho. Aku tunggu fanfic kamu runo :D
thanks review nya

YashiUchiHatake

Kerja apa ya? Ntar di chap 5 atau bakal di kasih tau XD
thank reviewnya

Arigatou atas reviewnya maaf untuk chap 2 kemaren abal-abal banget ceritanya, maaf banyak typo bertebaran T_T
oke langsung baca aja XD
HAPPY READING

.

.

.

.

.

Terlihat seorang gadis bersurai pendek sebahu(author:baru potong rambut Sakuranya :D) dengan warna senada bunga sakura, berdiri didepan stasiun Tokyo sepertinya Sakura nama gadis ini sedang menunggu seseorang. Sesekali Sakura melirik jam yang melekat di pergelangan tangannya, jam berbentuk bulat berwarna putih dengan jarum jam berbentuk kelopak sakura.

"Sepertinya aku terlalu cepat, ini masih jam setengah satu. Hm.." ucap Sakura. Hari ini adalah hari minggu dimana Sakura dan Sasuke janji temu, sepertinya Sakura terlalu bersemangat sehingga datang setengah jam lebih cepat. Dia berdandan semanis mungkin, ujung rambutnya yang sedikit bergelombang (lihat cover fanfic XD) dengan sweater warna pink dan celana pendek putih 10cm diatas lutut hingga menampakkan paha putih mulus dan kaki jenjangnya. Tidak lupa tas kecil yang ia jinjing di tangan kiri.

Saat Sakura sibuk dengan hpnya, terlihat seseorang berdiri dedapannya. Posisi Sakura yang menunduk sehingga membuatnya tidak bisa melihat wajah orang yang berada di depannya saat ini, 'pasti Sasuke' batin Sakura.

"Sasu- SASORI!?" ucap Sakura terkejut saat mengetahui orang yang berada didepannya saat ini bukan Sasuke melainkan Sasori. Tanpa ba bi bu Sasori menarik lengan Sakura dan membanya entah kemana.

"Hey mesum, kau mau membawaku kemana ha!" teriak Sakura dan itu berhasil menghentikan Sasori, tapi bukannya melepaskan Sakura dia malah mencengkram lengan Sakura dengan kuat.
"Sakit, dasar mesum." Ujar Sakura sambil memberontak agar cengkraman Sasori terlepas dari lengannya.

"Berhentilah mengataiku mesum." Ucap Sasori dan masih setia membawa Sakura entah kemana. Tiba-tiba Sasori dan Sakura sudah sampai di sebuah gang sempit, BRUKK! Sasori melemparkan tubuh Sakura ke tumpukan kardus-kardus bekas, 'dimana ini?' batin Sakura.

"Hey Sakit baka!" teriak Sakura seraya bangkit dari tumpukan kardus-kardus tersebut. 'ini kesempatanku' batin Sakura, segera Sakura berlari keluar dari gang tersebut tapi percuma dengan cekatan Sasori menarik lengan Sakura dan mendorongnya ke dinding lalu menghimpit tubuh Sakura sambil tangan kanannya memegangi kedua tangan Sakura diatas kepalanya dan tangan kiri mencengkram kedua pipi Sakura.

"A-apa yang akan kau lakukan?" ujar Sakura ketus.

"Hanya melakukan apa yang kau 'cap'kan padaku Saki." Ucap Sasori dengan senyum manisnya. Sakura yang mendengar Sasori menyebut namanya seperti itu membuat Sakura bergidik ngeri serta ada perasaan tidak nyaman di hatinya.

"Apa mak-" belum sempat Sakura berbicara, Sasori langsung membungkam mulut Sakura menggunakan bibirnya. "Emph..." Sakura berusaha mendorong tubuh Sasori, namun semakin Sakura mendorong tubuh Sasori maka Sasori akan semakin menghimpit tubuh Sakura.

"Lepas!" ucap Sakura disela-sela ciumannya dengan Sasori, tetapi pemuda bersurai merah ini tidak memperdulikan gadis didepannya. Sekarang lidah Sasori mencoba menerobos masuk bbir Sakura, digigitnya bibir bawah Sakura agar terbuka. DUAGHH! Sakura menendang selangkangan Sasori, dan sang empunya meringis kesakitan sambil memegangi selangkamgannya. "Arrghh..." erang Sasori kesakitan. Saat Sasori sedang sibuk dengan rasa sakitnya, Sakura segera pergi dari tempat tersebut. Kaki jenjangnya berlari dan terus berlari sampai ia di depan Stasiun dimana seharusnya dia dan Sasuke janji temu. Tanpa ia Sadari sebuah cairan bening keluar dari emerlandnya. Sakura terus berlari hingga tanpa sadar dia menabrak seorang pria, "auww..." rintih Sakura kesakitan saat kepalanya terbentur dada bidang pria tersebut. Sebelum tubuh Sakura sukses jatuh ke tanah, pria dengan rambut mencuat kebelakang menggapai lengan Sakura agar tidak terjatuh.

"Cherry?" ucap pria tersebut.
"Sasuke?" ucap Sakura, pandangannya agak buram karena air mata yang menggenang di kedua matanya.
"Cherry? Ini aku." Sasuke langsung memeluk tubuh Sakura, ya pria ini adalah Sasuke. Tidak sulit bagi Sasuke mengenali gadisnya ini. Suara tangisan terdengar samar-samar.
"Sakura kau kenapa?" Sasuke tidak bisa menyembunyikan kepanikannya saat mendengar suara tangisan gadisnya. Sasuke membimbing Sakura masuk ke stasiun dan duduk di kursi yang di sediakan.

"Hiks Sasu kun aku takut." Ujar Sakura di tengah tangisannya.

"Ceritakan padaku!" ucap Sasuke dengan nada sedikit memerintah. Sakura menarik nafas perlahan lalu menghembuskannya.

"Huft... Tadi, saat aku menunggumu didepan stasiun ada Sasori. Dia-" Sakura memberi jeda pada kalimatnya, air mata kembali membasahi pipi Sakura.

"Hn" ucap Sasuke seraya memberikan sapu tangan ke Sakura.

"lalu... dia membawaku dengan paksa ke gang kecil disana dia menciumku secara paksa. Aku tahut Sasu kun hiks aku takut." Ucap Sakura dengan isak tangisnya. Sasuke memeluk tubuh Sakura, dirasakannya tubuh gadisnya bergetar karena menangis.

"Tenang cherry, ada aku disini." Ucap Sakura sambil mengelus rambut Sakura.

"Ta-tapi itu ciuman pertamaku sasuke." Ucap Sakura dan ia menundukan wajahnya. Sasuke melepaskan pelukannya dan menyentuh dagu Sakura agar wajah Sakura terangkat. Sasuke langsung mencium Sakura dengan lembut, dirasakannya pipi Sakura memanas. Sasuke lalu melepaskan ciumannya

"Ini untuk yang ke-2, dan ini-" Sasuke kembali mencium bibir Sakura yang ke tiga kalinya.

"yang ke tiga." Dan lagi Sasuke mencium bibir Sakura, Oke saat ini wajah Sakura merah semerah tomat. Bagaimana tidak, Sasuke mencium Sakura di tempat umum. Sudah pasti banyak orang yang melihat perbuatan mereka. Sasuke membuang muka saat ia sadari apa yang baru saja dia lakukan, 'baka kenapa aku menciumnya! Padahal baru saja kami bertemu dia pasti akan membenciku. Bagus Sasuke, ck' batin Sasuke. "Perhatian perhatia, Kereta menuju Okinawa akan segera berangkat 5 menit lagi."

Tiba-tiba Sasuke menarik tangan Sakura dan membawanya masuk ke kereta.

"Eh? Ma-mau kemana Sasu kun? Tanay Sakura dengan wajah kebingungan. Hanya seringai yang terlihat di wajah Sasuke.

.

.

.

.

TBC

Gomen baru bisa update T_T saya sibuk sekali dengan pemilihan OSIS, UTS, dan tugas sekolah. Terimakasih kalau kalian masih minat baca fic abal saya ini dan maaf sepertinya makin hari fanfic saya tambah membosankan T_T
saya harap kritik dan sarannya. Saya akan terus coba membuat fanfic ini lebih baik. (_)