THIS STORY BELONGS TO EXOKISS
I'M JUST A TRANSLATOR
PLEASE DON'T REUPLOAD THIS TRANSLATION ANYWHERE
Title: I'm In Love With My Baby Sitter
Chapter 3 : Just a solution!
Author: ExoKiss
Translator : ChanBaekOnly
Original story : : / / w w w . story/view/661198/1/i-m-in-love-with-my-baby-sitter-drama-romance-baekhyun-chanyeol-baekyeol-chanbaek (without space)
…
…Karena aku tidak punya pilihan lain!
Hari Baekhyun terasa seperti malapetaka. Dia menghabiskan seharian penuh untuk bersembunyi di perpustakaan menunggu Kyungsoo untuk menyelesaikan kelas terakhirnya. Lucunya, dia awalnya bersembunyi karena Kris yang tidak dia lihat seharian itu dan dia mengakhiri harinya untuk bersembunyi dari anak kecil gila yang naksir terhadapnya bernama Park Chanyeol. Hampir pukul lima sore saat Baekhyun memutuskan untuk pergi dan menunggu Kyungsoo di mobilnya. Setelah 10 kali panggilan yang tak pernah dijawab oleh temannya itu, akhirnya Kyungsoo mengangkat teleponnya juga.
"Apa yang kau lakukan? Aku sudah menunggumu selama 15 menit. Bawa pantatmu kemari sekarang juga atau kau akan kubiarkan berjalan pulang ke rumah" Baekhyun berteriak pada ponselnya saat dia melihat lelaki tinggi memata-matainya.
"Okay" ucap Kyungsoo perlahan mengerti secara total dengan situasinya. Baekhyun sedang marah. "Aku datang, tunggu aku" Kyungsoo mengucapkan setiap kata dan berlari ke tempat parkir. Baekhyun selalu memegang kata-katanya. Jika dia bilang dia akan melakukan sesuatu, dia pasti akan melakukannya dan Kyungsoo tidak mau naik bus atau jalan kaki..terlalu jauh. Dia akhirnya melihat mobil Baekhyun dan bergegas ke sana. Kyungsoo dengan cepat membuka pintunya dan mlompat ke dalam.
"AKU DISINI" Kyungsoo berteriak dengan tangan di dadanya. Dia bangga karena bisa tepat waktu, dia selamat. Tapi iti sebelum ia melihat wajah Baekhyun yang sekarang sedang mengecam keras.
"Okay, ada yang salah?" tanya Kyungsoo menyadari apa yang salah di sana.
"Salah?! Tidak ada apa-apa! Kenapa pula ada sesuatu yang salah?!" ucap Baekhyun dengan benar-benar aneh dan mengeratkan tangannya pada setir.
"Okay jadi itulah kenapa kau hampir membuatku jantungan sekarang? Atau mungkin untuk menghancurkan setir itu?" tanya Kyungsoo dengan sarkasme. "Dan apa-apaan yang sedang kau lakukan? Apa kau sedang mencari sesuatu? Seseorang mungkin?" tanya Kyungsoo saat dia menyadari tingkah laku aneh Baekhyun.
"Aku tidak sedang mencari apa-apa okay" ucap Baekhyun memutar kepala dari kiri ke kanan sebelum berbelok ke kiri dan akhirnya meninggalkan kampus. Baekhyun tidak melihat mobil lain datang dan pada saat menit terakhir dia menginjak rem dan menghindari kemungkinan yang lebih buruk.
"Ya tuhan Baekhyun hentikan mobil itu. Aku tidak mau mati hari ini. Kurasa aku akan naik bus saja" ucap Kyungsoo mencoba untuk bernafas, saat dia benar-benar percaya dia akan mati hari ini.
"Tidak, tinggallah di sini, aku membutuhkanmu. Kurasa aku akan gila Kyungsoo" ucap Baekhyun sambil menghidupkan mesin mobilnya lagi dan menjalankannya.
"Ap- Apa? Apa yang ter-terjadi?.. Kau tau kau bisa lebih pelan. Kita tidak sedang terburu-buru dan aku tidak punya apa-apa untuk dikerjakan di rumah.. Baekhyun injak remnya" ucap Kyungsoomemegang pengendali di atas mobil.
"Hidupku sudah berakhir. Aku benar-benar kacau" teriak Baekhyun sambil memukul setirnya.
"Kenapa? Apa kau berbicara dengan Kris? Apa kalian kembali bersama? … Berhenti menjadi terlalu dramatis Baekhyun" ucap Kyungsoo duduk dengan lebih nyaman di bangkunya karena Baekhyun berhenti bermain cepat dan marah dengan mobilnya.
"Dia kembali" ucap Baekhyun dan dia benar-benar terlihat seperti hampir menangis.
"Maaf tapi siapa yang kembali?" tanya Kyungsoo karena dia tidak punya petunjuk apa-apa.
"Laki-laki yang Jongdae jodoh-jodohkan denganmu, itu adalah dia!" ucap Baekhyun mencoba mengecek lalu lintas.
"Oh jadi kau mengenalnya? Pantas dia melihatmu terus" ucap Kyungsoo.
"Tidak, kau tidak mengerti, laki-laki itu adalah anak kecil yang menggodaku terus 7 tahun yang lalu" Baekhyun menjerit. Kyungsoo mengejek.
"Apa yang kau bicarakan? Bagaimana bisa itu adalah dia?" Kyungsoo membuat wajah aneh pada omongan tak masuk akal Baekhyun.
"Aku tau, tidak bisa dipercaya kan?! Bagaimana bisa laki-laki gendut yang berbicara pada feret berubah menjadi laki-laki indah yang terlihat seperti model… benar-benar tidak bisa dipercaya, kau benar bahwa itu tidak bisa terjadi, tidak, tak akan pernah" ucap Baekhyun.
"Lihat, itulah yang kukatakan. Itu tidak mungkin dia. Kau benar-benar salah paham" ucap Kyungsoo dengan senyuman.
Baekhyun berbalik ke arahnya. "Kau pikir aku bodoh?itu dia Kyungsoo, dia Park Chanyeol laki-laki yang kuasuh 7 tahun yang lalu. Dia berbicara tentang janji yang kubuat tapi aku tidak ingat omong kosong apa yang katakan saat itu jadi aku sangat panik. Dan demi tuhan dia masih semenyebalkan saat dia berumur 13" ucap Baekhyun panik di dalam mobilnya, menjadi gelisah dan mencoba untuk bernafas dengan menghirup dan menghembuskan udara dengan berat.
"Kau pasti bercanda" Kyungsoo melebarkan matanya. "Ini lelucon kan?"
"Lihat! Kau mengerti aku, aku juga berpikir begitu saat dia memberitahuku" ucap Baekhyun.
"Jadi kau mau bilang bahwa anak itu mengejar-ngejarmu… dan anak itu adalah anak yang sama dengan yang mencintaimu saat kau masih di SMA?" ucap Kyungsoo sebelum memproses semuanya. Saat dia berhasil, tawanya meledak di dalam mobil dan dia tidak bisa menghentikan dirinya sendiri. "Ya tuhan ini mengerikan, kau punya keberuntungan yang buruk Byun Baekhyun. Apa yang kau lakukan dalam 24 tahun keberadaanmu untuk layak mendapatkan karma seperti itu" ucap Kyungsoo masih tertawa keras karena semua cerita itu terlalu sulit dipercaya.
"Apa kau sudah selesai? Ini benar-benar tidak lucu. Kau lihat seberapa gigih dia sebelumnya, dan sekarang dia tidak akan membiarkanku pergi" ucap Baekhyun memberantaki rambutnya. Dia menatapi Kyungsoo yang masih tertawa. "Apa kau butuh udara untuk bernafas, bodoh?" tanya Baekhyun dan mengehentikan mobilnya. "Keluar dari mobilku" perintah Baekhyun.
"Apa? Tunggu, apa? Baekhyun aku tidak ingin menertawaimu tapi kau harus akui bahwa ini sangat lucu. Tolong jangan suruh aku keluar" ucap Kyungsoo memohon dengan kedua tangan di depannya.
"Kita ada di depan rumahmu bodoh" ucap Baekhyun dengan keangkuhan.
Kyungsoo melihat ke sekitar dan menyadari bahwa mereka memang ada di depan rumahnya.
"Ah kau benar!" ucap Kyungsoo. "Jadi apa sekarang, berapa umurnya?20, 21 tahun? Kencani saja dia" Kyungsoo mengajukan sebuah ide. Menit saat matanya bertemu dengan mata Baekhyun, dia tahu dia seharusnya tutup mulut.
"Keluar dari mobilku Kyungsoo sebelum aku membuat kau menyesal dengan apa yang baru saja kau katakan" ucap Baekhyun dengan nada yang tak seorangpun ingin mendengarnya. Kyungsoo tau itu adalah isyarat agar dia segera keluar. Saat dia sudah di luar mobil dan selamat dia berbicara dengan Baekhyun melalui jendela.
"Semoga beruntung dengan masalah raksasamu" ucap Kyungsoo dan segera berjalan cepat ke rumahnya.
…
Baekhyun memarkirkan mobilnya di depan rumahnya dan dengan cepat mencari kuncinya. Semakin cepat dia sampai di dalam rumah, akan semakin baik. Tentu saja itu sebelum dia menabrak seonggok daging yang tidak lain adalah Park Chanyeol. Baekhyun telah terlalu sibuk melihat ke bawah untuk mencari kuncinya sehingga dia tidak melihat Chanyeol.
"Oh tidak! Apa yang kau lakukan di sini? Bagaimana kau mendapatkan alamatku?" tanya Baekhyun.
"Aku tau alamatmu sejak aku berumur 13, Baekhyun" Chanyeol mengangkat tangannya tak percaya.
"Okay kau akan mengerti ini! Sekarang singkirkan bokongmu, aku mau masuk ke rumahku" ucap Baekhyun menggerakkan tangannya untuk menunjukkan Chanyeol bahwa dia harus menyingkir dari jalan. "MENYINGKIR" Baekhyun berteriak.
"Tidak. jika aku menyingkir kau akan masuk ke dalam dan aku tidak akan bisa berbicara denganmu" ucap Chanyeol menggelengkan kepalanya.
"Park Chanyeol tidak ada yang ingin kukatakan padamu" ucap Baekhyun berusaha menenangkan dirinya.
"Apa aku menyebutkan sesuatu tentang yang ingin kau bicarakan? Kubilang aku harus berbicara denganmu, bukan sebaliknya. Jadi, lebih cepat kau mendengarkanku, lebih cepat pula kau bisa masuk ke dalam rumahmu" ucap Chanyeol. Baekhyun tidak percaya itu. Dia berumur 24 dan seorang anak kecil sedang memerintahnya. Tapi apa dia punya pilihan? Tidak.
"Okay, cepat katakan" ucap Baekhyun berdiri dengan tangan terlipat di dada.
"Benarkah? Kau akan mendengarkan? Okay tunggu, dimana aku harus memulainya?" ucap Chanyeol bersemangat, dia tidak menyangka Baekhyun dengan mudah mau mendengarkannya.
"Aku katakan untuk cepat Park Chanyeol" ucap Baekhyun menggembungkan pipinya.
"Pertama, jangan sebutkan nama lengkapku. Chanyeol saja sudah cukup. Yang kedua, jangan lakukan itu dengan pipimu, kau terlalu imut" tambah Chanyeol dan Baekhyun merasa dirinya memerah lagi hari ini.
"Aku akan terus memanggilmu Park Chanyeol. Aku percaya kita harus jaga jarak" ucap Baekhyun.
"Terserah Baekhyun. Aku di sini karena aku ingin melihatmu. Aku sudah menunggu setiap waktu untuk bisa bertemu denganmu lagi. Jadi sekarang aku di sini dan aku ingin kau menepati janjimu" ucap Chanyeol mengeratkan kepalan tinjunya dan mencoba untuk tidak melupakan apa yang ingin katakan. "Aku masih mencintaimu Baekhyun dan aku ingin mengencanimu" ucap Chanyeol tegas.
"Oh tidak!" Baekhyun mendesah membiarkan bahunya menurun. "Chanyeol berhentilah menjadi delusional. Bangunlah" Baekhyun menepuk tangannya sekali. "Chanyeol kau tidak mencintaiku, kau bahkan tidak mengenalku, dan bagaimana bisa kau mengatakan kau mencintaiku dengan keadaan seperti itu? Masih sama seperti 7 tahun yang lalu, ingat saat aku menjelaskannya padamu untuk pertama kali" ucap Baekhyun. Dia memutuskan untuk melakukan itu dengan tenang dan jika dia harus mempertimbangkan bahwa Chanyeol itu bodoh, dia pasti melakukannya. "Aku" Baekhyun menunjuk dirinya sendiri. "Aku berumur 24" Baekhyun menunjukkan angka di jari-jarinya. "Aku adalah laki-laki dewasa, sudah matang. Kau masih 14, kau masih anak-anak, kita tidak bisa berkencan, itu mustahil, aku tidak mencintaimu ditambah lagi aku bukan orang pervert, aku tidak bisa mengencani anak-anak. Tapi yang paling penting Park Chanyeol… . " Baekhyun menggunakan tangannya untuk menjelaskan dan mengucapkan kalimat terakhir dengan sangat jelas sehingga Chanyeol bisa mengerti.
"Apa kau sudah selesai berakting dramatis?" tanya Chanyeol dan memiringkan kepalanya ke samping.
"Ya kurasa begitu" ucap Baekhyun tidak terlalu yakin.
"Aku bukan anak berumur 14 tahun lagi Baekhyun. Umurku sudah 20 dan bulan depan akan menjadi 21. Aku bukan anak-anak lagi jadi alasanmu tidak bisa diterima. Plus, aku yakin kau tau bahwa aku bukan anak-anak lagi" ucap Chanyeol menunjukkan betapa tinggi tubuhnya.
Baekhyun mengejek. "Permisi… apa kau sedang pamer? Karena jika itu benar dan kau sedang mencoba membuatku sadar bahwa aku sangat kecil, aku tidak akan menerimanya, tidak di depan pintuku sendiri, sekarang keluar" ucap Baekhyun dengan jari menunjuk pada Chanyeol.
"Apa? Apa kau punya kompleks terhadap tinggi badanmu Baekhyun?"
"Tidak, okay? Apa kau sudah selesai dengan semua yang ingin kau katakan? Bisa aku masuk sekarang?" tanya Baekhyun.
"Tidak, aku belum selesai. Aku tidak ingin mengejek tinggi badanmu, aku berjanji. 3 argumen untukmu: aku bukan anak-anak lagi, aku benar-benar tipemu sekarang: tinggi, dewasa, dan aku yakin aku juga seksi, dan yang terakhir tapi tak kalah penting, aku mencintaimu… terima saja" Baekhyun heran dengan cara Chanyeol meyakinkannya dan dia harus akui bahwa itu sama sekali bukannya tidak menyenangkan. Tunggu sebentar… tidak, dia tidak boleh berpikir seperti itu. "Baekhyun, satu-satunya yang akan menghentikanmu adalah fakta bahwa aku lebih muda daripadamu. Kita punya 3atau 4 tahun, tergantung bagaimana kau menghitungnya, yang memisahkan kita tapi kau tau apa? Aku tidak bisa melakukan apa-apa dengan itu. Aku harap aku lahir lebih awal atau pada tahun yang sama denganmu jadi kita tidak akan punya masalah itu" ucap Chanyeol jujur.
"Okay semua argumenmu bisa diterima. Tapi kau lupa sesuatu yang paling penting Park Chanyeol. Aku tidak mencintaimu. Aku bahkan tidak menyukaimu. Aku bahkan tidak mengenalmu. Bagiku kau hanya seorang anak menyebalkan yang berbicara dengan feret dan tau bagaimana menjadi arogan. Itu adalah satu-satunya Park Chanyeol yang kutahu dan yang ingin kutau" ucap Baekhyun. "Dan itu final" tambah Baekhyun saat dia melihat Chanyeol hampir menambahkan sesuatu yang lain.
"Aku tidak pernah berbicara pada Tory" Chanyeol menjawab ketus.
"Lihat kau bahkan menamai kain lap itu" ucap Baekhyun.
"Berani sekali kau! Tory adalah hewan perliharaan terbaik di dunia" ucap Chanyeol sedikit sakit hati dengan komentar Baekhyun.
"Tolong katakan kau tidak akan menangis tepat di depan rumahku karena seekor feret" Baekhyun membuat wajah 'aku sedang mengadilimu sekarang'
"Excuse me, tapi aku belum baikan setelah kematianny okay, dia meninggalkan kami tahun lalu" Chanyeol berucap dengan suara sedih.
"Ya tuhan lihat kau sangat mengerikan! Aku tidak bisa mengencanimu" ucap Baekhyun dengan gembira.
"Bisakah kau berhenti mencari-cari alasan untuk tidak mengencaniku? Tentang apa yang kau katakan, itu benar bahwa kita tidak mengenal satu sama lain dengan baik walaupun kupikir aku tau banyak hal tentangmu" ucap Chanyeol.
"Seperti yangmkukatakan, mengerikan" Baekhyun dengan cepat mengomentari tapi Chanyeol mengisyaratkannya untuk diam dengan tatapan.
"Tapi jika aku mengencanimu, kau pasti bisa mengenalku dengan lebih baik dan aku pasti bisa mengenalmu denagn lebih baik lagi" Chanyeol menjelaskan dengan sederhana.
"Dan siapa yang mengingkan itu, serius?" Baekhyun memutar matanya.
"Aku! Tidakkah kau mendengar apa yang baru saja kukatakan? Aku single, kau juga single, kenapa kau tidak bisa mengencaniku? Beri aku penjelasan yang logis dan aku akan menyerah" ucap Chanyeol menyakinkan dan Baekhyun tak punya satu pun alasan logis itu.
Baekhyun berpikir keras untuk menemukan sesuatu tapi tidak ada yang muncul sampai sebuah ide muncul dan ide itu adalah laki-laki dengan tinggi 188cm, pirang, dingin, dan sarkastik tapi saat ini Baekhyun tidak punya pilihan lain.
"Keberatan! Aku bukan single" ucap Baekhyun, dia tidak bisa percaya dia hampir mengatakannya, tapi dia sangat bahagia untuk mengatakannya saat itu.
"Apa?" Chanyeol mengerutkan dahi.
"Aku punya pacar!" Baekhyun berseru dengan gembira.
"Pembohong" Chanyeol menuduhnya.
"Aku bukan pembohong! Karena kau punya ingatan yang sempurna kau pasti ingat tentang laki-laki yang kukencani di SMA, kan?" tanya Baekhyun dan Chanyeol tidak yakin apakah dia akan menyukai apa yang akan dikatakan Baekhyun selanjutnya. "Kau tahu?! Dia masih cinta padaku, kami masih…berkencan, lucu kan?!" Baekhyun berbohong tapi hanya pada bagian masih berkencan. Karena Kris masih cinta pada Baekhyun sedangkan Baekhyun sudah tidak lagi. Baekhyun sedang tertawa sendiri, pada dirinya sendiri menurut Chanyeol. Saat Baekhyun mulai berkeringat karena beban dari kebohongannya, Chanyeol tau dia tidak mengatakan yang sebenarnya, jadi dia memainkannya dengan tenang dan hanya menyeringai.
"Jadi ciuman kita tidak ada artinya untukmu?" Chanyeol memutuskan untuk mengikutipermainannya dan mulai cemberut.
"Please Park Chanyeol, itu bahkan bukan sebuah ciuman, kau benar-benar salah paham saat bibir kita bersentuhan selama satu detik. Aku hanya memenuhi permohonanmu Park Chanyeol, tidak ada perasaan apa-apa, aku tidak bermaksud begitu. Anggap saja kau mendapat ciuman dari Ha Na, adikmu" ucap Baekhyun, Chanyeol menyukai gestur Baekhyun, pergerakannya sangat lembut tapi pikiran tentangnya dan adiknya merusak pandangannya.
"Eurk menjijikkan" Chanyeol memekik.
"Lihat itulah yang kumaksud.. menjijikkan. Akhirnya! Aku tau kita akan mengerti sat sama lain" ucap Baekhyun memukul ringan dada Chanyeol. Dia tidak menyangka dadanya sekeras itu sebenarnya. Dia tidak menyangka Chanyeo akan menangkap tangannya dan mendesak punggungnya ke pintu seolah –olah dia adalah seorang remaja perempuan.
Chanyeol menahannya di pintu dengan kekuatan dan dia tidak ragu untuk mencium Baekhyun. Dia menjilat bibir atas Baekhyun dan menggigit bibir bawahnya. Saat bibir Chanyeol tidak menempel pada bibirnya, dia mencoba untuk berbicara.
"Apa yang kau lakukan?" ucapnya marah dengan nada tinggi.
Chanyeol bertingkah seolah-olah dia tidak mendengar apa-apa dan mencium Baekhyun lagi menggerakkan bibirnya di atas bibir Baekhyun, mencoba mendapatkan rasa yang ia cari. Mencoba untuk mendapatkan apa yang ia harapkan 7 tahun yang lalu saat Baekhyun hanya memberinya sebuah kecupan. Kelihatannya hari ini adalah hari keberuntungan Chanyeol karena dia berani mempertaruhkan semua uangnya bahwa Baekhyun sedang mendesah di bawah sentuhannya. Chanyeol mencoba keberuntungannya, dan menyelipkan lidahnya ke dalam bibir Baekhyun dan masuk ke dalam mulutnya. Baekhyun tidak tau harus berbuat apa karena Chanyeol menumpu berat badan padanya sehingga Baekhyun tidak bisa bergerak. Baekhyun ingin menampar dirinya sendiri saat dia menghasilkan desahan sialan itu tapi dia tidak bisa menahannya lagi. Dia akan mengakuinya, Park Chanyeol sedang menelusuri mulutnya sekarang. Walaupun dia tidak menyukai laki-laki itu, Baekhyun tidak bisa menyangkal cara Chanyeol menciumnya sangat hebat. Dia dikalahkan, pikirannya blank dan dia hanya ingin dicium seperti itu selamanya. Jadi Baekhyun berkata 'fuck' terhadap pikirannya sendiri dan memutuskan untuk membalas ciumannya. Lagipula dia lebih baik daripada Kris dan Kris adalah kelas atas. Baekhyun bahkan heran bagaimana anak kecil macam Chanyeol belajar mencium seperti itu.
Ya, keberuntungan ada di pihaknya sekarang ini karena lidah Baekhyun sedang bermain dengan lidahnya. Dan mereka berdua benar-benar kehabisan nafas. Baekhyun benar-benar merespon ciumannya. Kebahagiaan Chanyeol mencapai puncak saat ini. Dia benar-benar terbawa oleh ciuman itu dan ingin memiliki mulut Baekhyun lagi seolah-olah itu adalah hal yang mungkin, ia melepaskan satu tangan Baekhyun dan meletakkannya di pipi Baekhyun, mengusap lembut kulitnya. Dan ya, dia kira Baekhyun benar-benar terbawa oleh ciumannya, benar-benar terbawa sehingga tangannya menjelajahi kepala Chanyeol dan mengusap rambutnya. Ya Chanyeol benar-benar mempercayainya. Tapi Byun Baekhyun mendapatkan pikirannya kembali saat Chanyeol mulai mengusap pipinya. Dia membiarkan tangannya menjelajahi rambut Chanyeol yang tak dapat dipercaya sangat tangan dan saat ia kira ia sudah mencengkram dengan baik, dia menarik rambutnya menyebabkan perpisahan di antara mulut mereka. Akhirnya mereka berdua bisa bernafas. Okay ciuman itu sangat menakjubkan, Baekhyun tidak menyangka, tapi itu tidak mengubah apa pun.
"AAAAAAAH sakit Baekhyun" ucap Chanyeol mencengkram rambutnya.
" . .lagi" ucap Baekhyun di antara tiap kata.
"Melakukan apa? Menciummu ganas?" ucap Chanyeol sambil mengambil bibir bawah Baekhyun di antara bibirnya lagi kemudian Baekhyun mendorongnya.
"Park Chanyeol beri jarak di antara kita, bisa kan?" ucap Baekhyun berusaha fokus dengan apa yang harus ia lakukan. Dia tidak bisa percaya bahwa anak itu membuat kepalanya berputar hanya dengan sebuah ciuman.
"Lagipula Baekhyun kau masih harus menepati janjimu jadi aku akan menunggu" ucap Chanyeol memasukkan kedua tangannya pada kantong depan.
"Okay! Katakan padaku apa yang kujanjikan padamu, lalu aku akan melakukannya dan kita bisa menyelesaikan semua ini. Katakan padaku" Baekhyun menggerakkan jemarinya buru-buru , menunggu janji paling bodoh yang ia buat dan tidak bisa ia ngat.
"Baekhyun kau tidak ingat janjimu padaku? Apa kau sedang bercanda?" ucap Chanyeol dan dia sangat kecewa.
"Bagaimana bisa aku ingat janji yang kubuat 7 tahun yang lalu?" Baekhyun memijat pelipisnya, dia hampir saja sakit kepala. "Apa itu tentang menciummu? Kurasa aku sudah melakukannya jadi urusan kita sudah selesai"
"Tidak, bukan itu" ucap Chanyeol.
"Ya tuhan jangan bilang aku berjanji untuk menikahimu" Baekhyun berdoa mengeratkan kepalan tinjunya dan menatap Chanyeol harap-harap cemas.
"Euuh tidak, tapi kita bisa menikah" Chanyeol menyeringai.
"Oh syukurlah, aku tidak sebodoh itu saat umurku 17" ucap Baekhyun dengan tangan di dadanya mencoba untuk mengatur nafasnya.
"Kau berjanji akan menungguku" Chanyeol berucap sambil tersenyum.
"Apakah itu? Aku berjanji untuk menunggumu?" Baekhyun tidak tau apakah dia harus tertawa atau menangis.
"Ya kau menjanjikan itu" ucap Chanyeol.
"Jadi aku bisa saja menunggumu untuk apa pun, menunggumu untuk minum kopi bersama, menunggumu untuk makan malam, menunggu untuk mendengar pengakuanmu lagi.." Baekhyun bisa melanjutkannya lagi dan lagi. Saat dia menyadarinya, dia mulai tertawa. "Apa kau sadar bahwa janji itu tidak ada dan kosong? Aku bisa saja menunggumu untuk apa pun Chanyeol: aku bahkan bisa saja menunggumu untuk pergi ke pantai. Tolong kabulkan satu permohonanku, pulanglah dan lupakan aku" ucap Baekhyun saat dia akhirnya hampir memasukkan kunci dan membuka pintu. Chanyeol meraih pergelangan tangannya dan membalikkan Baekhyun ke arahnya.
"Tidak secepat itu Byun Baekhyun. Kau benar-benar berpikir aku akan melepaskanmu seperti ini. Pikirkan hal itu untuk semenit, saat kau menunggu seseorang selama 7 tahun, itu bukanlah karena kau ingin bermain ke pantai. Biar kukatakan kenapa kau berjanji untuk menungguku" Chanyeol berkata dan dia sedang menatap Baekhyun dengan hati-hati, Baekhyun tau Chanyeol serious dan tidak main-main lagi.
"Katakan, aku akan mendengarmu" ucap Baekhyun.
"Kau menungguku sehingga aku bisa menjadi pacarmu dan kita akan berkencan. Jadi di sinilah aku, dewasa dan sudah memutuskan dengan baik untuk menjadikanmu kekasihku. Kurasa aku menunggu untuk waktu yang cukup lama" ya Baekhyun merasakannya, migrain mulai datang, dan beban itu juga datang.
"Kurasa kau butuh persetujuanku untuk itu. Kurasa aku sudah berumur 24 dan aku masih menguasai tubuh dan pikiranku. Bagaimana jika aku tidak mau mengikuti permainanmu?" ucap Baekhyun dan Chanyeol tertawa.
"Sangat lucu Baekhyun. Kau harusnya melihat wajahmu sekarang… benar-benar mengerikan. Ini bukanlah sebuah permainan Baekhyun; lagipula aku tidak akan memberimu pilihan. Dengan semua perhatian yang akan kuberikan padamu, kau tidak akan punya pilihan lain selain menjadi kekasihku" ucap Chanyeol seduktif berbisik di telinga Baekhyun.
"Ya tuhan kau benar-benar arogan saat kau berumur 14, dan sekarang kau sangat egois" ucap Baekhyun jijik.
"Kau akan terbiasa" ucap Chanyeol dan dengan cepat mengecup pipi kiri Baekhyun mundur dari pintu memberikan jarak di antara mereka. "Well kurasa aku sudah cukup mengganggumu hari ini"
"Setidaknya kita setuju pada satu hal" komentar Baekhyun dengan cepat sebelum Chanyeol mengabaikannya secara total.
"Aku sangat senang bertemu denganmu hari ini setelah sekian lama. Aku akan pergi tapi aku berharap untuk melihatmu lagi besok dan setelah besok dan setiap hari" ucap Chanyeol dengan senyumnya yang tampan. "Selamat malam Baekhyun" tambahnya sebelum pergi.
"Ya tentu" ucap Baekhyun dengan senyum palsu dan menunggu dengan penuh harap saat Chanyeol menghilang di depan rumahnya. Saat Baekhyun tidak bisa melihatnya lagi, dia dengan cepat membuka pintunya, menutupnya, memutar kuncinya dua kali memastikan bahwa pintunya terkunci, mengecek dari lubang pintu, melempar kuncinya ke atas meja, berlari ke lantai atas, membuka pintu kamarnya, menutupnya, dan melompat ke tempat tidur, dia menendang tempat tidurnya, meninju batntal-bantalnya dan menghajar kasurnya, masih berteriak. "YA TUHAN YA TUHAN" bukannya mengatakan 'Ya tuhan aku baru saja mencium anak baru yang tampan di kampusku' tapi malah mengatakan 'YA TUHAN AKU SANGAT KACAU YA TUHAN APA YAN BARU SAJA KULAKUKAN"
Setelah berpikir lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi DAN LAGI, Baekhyun tidak bisa menemukan solusi lain untuk masalah raksasanya. Dia harus menyerah, dia harus melakukan apa yang ia coba untuk tak lakukan selama 2 bulan liburan. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi sebuah nomor dan menggaruk belakang kepalanya memikirkan apa yang mungkin ia bisa katakan. Tapi dia tidak punya pilhan lain. Mengencani Chanyeol adalah solusi yang dikecualikan.
"Halo Kris? Ini Baekhyun, kuharap aku tidak mengganggumu tapi aku perlu bicara padamu" ucap Baekhyun malu.
TBC
So what do you think? I actually want to punch Baek because he's so stubborn u_u he kept making so many excues not to date Chanyeol but ha! This giant will never give up on him ehuehuehuehue Share your opinions about this lovely fic juseyo 3 and please ignore my typos, I finished this chapter in 3 hours only lol and I'm too lazy to edit euev
