Title : Music Box
Pairing : HimLo
Rated : T
Genre : Romance,Angst,Hurt/comfort.
Warning : Yaoi, BL, Sho-Ai, Typo, abal, dll~
Tapi chapter ini lebih banyak DaeLo-nya mungkin.. haha, tapi tetep aja pairing utamanya HimLo~
.
.
.
Don't Like, Don't Read!
Normal POV
Hari-hari terlewati begitu saja dengan cepatnya. Diibaratkan seperti air mengalir tenang dan berirama yang suatu saat akan mencapai tujuannya. Begitulah kehidupan ini.. Cepat atau lambat, Tuhan sudah mengukirkan jalan masing-masing untuk hambanya. Menuju 'tujuan'nya masing-masing sebelum pada akhirnya kembali kepada sang penciptanya kembali. Hanya tinggal tergantung pada ciptaan-Nya untuk menempuh 'tujuan'nya dengan cara apapun dengan nasib yang telah mereka genggam masing-masing.
Ya. Takdir yang diberikan... dan nasib yang mereka genggam.
Namun, untuk menepuh dan mencapai 'tujuan' tersebut,. Takdir dan nasib tak akan cukup untuk membekali mereka melawan cepatnya detik waktu yang mendampingi pergantian zaman. Mereka membutuhkan... Usaha dan keyakinan.
Seorang namja tampan yang telah kehilangan adik tersayangnya 3 tahun yang lalu, selalu menyempatkan diri untuk merawat Jun Hong selama Himchan tidak ada dirumah.
Namja tampan ini selalu optimis menanggapi penyakit Jun Hong. Ia tidak ingin kehilangan orang yang berarti untuk yang kedua kalinya. Choi Jun Hong, sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri...
"Jun Hongie,.. Kau mau hyung kupaskan buah apa?" ucap namja tampan disebelahnya. Siapa lagi kalau bukan Daehyun?
"A-ah hyungie,.. Tidak usah,.. Jun Hong masih kenyang... Ngomong-ngomong, Yonggukie hyung tidak datang kesini?" tanya anak manis berambut biru kehitaman itu dengan wajah polos khas dirinya.
"Ah, anniya... Dia sedang ada making MV baru bersama agency-nya.." jawab tenang namja tampan disebelah Jun Hong.
"Ah, arraseo.." angguk Jun Hong mengerti.
"Jun Hongie... Semoga sebentar lagi penyakit yang kau derita ini cepat ketahuan,ne?"
"Ah, hyungie.. Jun Hong sehat-sehat saja kok! Himchanie hyung saja yang berlebihan khawatirnya.."
"...Itu karena dia sangat menyayangimu, Jun Hong.."
"... Tapi sama saja dengan memenjarakan Jun Hong diruangan ini ne, hyung?"
"... Jangan bicara seperti itu, Himchan hyung hanya tidak ingin ada sesuatu yang buruk menimpamu dengan kondisi badan yang tidak stabil, Jun Hongie.."
"..." Jun Hong hanya terdiam sambil menunduk.
"Lihat sebelumnya, sudah berapa kali kamu mimisan tiba-tiba? Lalu memar-memar ditubuhmu yang muncul tiba-tiba itu apa?"
Tak ada jawaban dari Jun Hong. Dia tertunduk diam dengan membawa tatapan menyesalnya karena telah menyalahkan dan berburuk sangka kepada Himchan.
"...Mianhae hyungie..."
"Ah, jangan minta maaf padaku... Kau tidak salah Jun Hong,.. Kau hanya keliru mengenai Himchan hyung tadi... Jika kau sudah memahami semua kebaikan hatinya demi kau, itu tidak apa-apa.. Tidak perlu minta maaf.." sahut Daehyun dengan tenang.
'...Jun Hongie... Aku harap... Nasibmu tidak sama seperti adikku nantinya...'
'Semoga saja..'
.
.
.
"Annyeong~ Heyy, rapper ganteng dateng nih! Kok gak disuguhin minuman dan snack, sih?" ucap seorang pria berkulit tan yang 'baru saja' datang dengan seenaknya dan sekarang sedang terduduk disofa sambil meletakkan kedua kakinya diatas meja.
"...Huh? Minuman..? Snack..?" ucap Daehyun mengulangi perkataan Yongguk barusan dengan nada yang sedikit ditinggikan.
"Iya.. Aku kan bertamu kesini jadi semua itu harus ada, kan? Tamu adalah raja."
"Apa aku tidak salah dengar? Raja, huh? RAJA BAPAKMU?!" dengan gesitnya Daehyun mengambil sapu dipojok ruangan dan memukuli Yongguk seperti ibu-ibu yang sedang memukuli anaknya.
"KAU PIKIR DISINI CAFE!? BERANI-BERANINYA BERKATA BEGITU SEENAKNYA! KELUAR KAU!" teriak Daehyun kepada Yongguk. Masih sambil memukuli rapper yang mengaku 'ganteng' barusan.
"Aishh,.. Aw,aw,aw,aw,..! Aduh! Sakit, Daehyuniee.. Arra-arra, aku keluar beli makanan, ne? Annyeong.." dengan segera Yongguk keluar ruangan dan menutup pintu dengan cepat.
"..."
Semua yang ada didalam ruangan langsung sunyi terkecuali deru nafas Daehyun yang tidak beraturan karena baru saja memukuli Yongguk.
"H-hyungie... Gwaenchanna?" tanya Jun hong mencairkan suasana.
"A-ahh,.. Ne, Gwaenchanna yo.."
"Hyungie kalau terlalu sering begitu, nanti bisa darah tinggi loh.." Jun Hong memasang wajah tanpa dosa miliknya. Karena melihat itu, Daehyun yang ingin membalikkan perkataan Jun Hong barusan hanya terdiam dan duduk kembali.
"...Ah ne, Jun Hongie..." ucap Daehyun sambil mengacak-acak rambutnya pelan karena bingung harus menjawab apa.
Keadaan kembali hening. Hanya tampak Jun Hong yang sedang asyik menonton tayangan di televisi besar dihadapan kasurnya sambil memeluk bantal berbentuk kue dango berbulu lembut yang sedang tersenyum. Jun Hong tidak ingin dan tidak bisa terlepas dari boneka itu. Boneka pemberian orang yang sangat ia cintai. Kim Himchan.
Namun, satu hal terbesit didalam kepalaku. Memang bukan hal yang penting sih... Tapi, entah kenapa... Setiap melihat Jun Hong, aku selalu teringat dan terbayang sosok Jongup. Mendiang adikku.
"... Jun Hongie... Kamu kan, sudah setahun lebih berpacaran dengan Himchan hyung,.. Apa kau tau apa hobi yang ia miliki?"
"Mh? Mwo? Ng... Tidak tau..." ucap Jun Hong dengan wajah polosnya, seperti biasa.
"... Tapi kau tau 'kan, kalau Himchan hyung suka memainkan alat musik tradisional?"
"Ahh~ ne, aku tau itu... Dia sering bercerita tentang itu, karena sekarang jadwalnya padat karena pekerjaan, makanya ia tak sempat memainkannya lagi.." Jun Hong menceritakan semua tentang Himchan dan hobinya yang sebenarnya sudah Daehyun ketahui dengan asyiknya. Namun, Daehyun tak ingin mengganggu Jun Hong yang terus bercerita. Entah kenapa,.. Daehyun merasa nyaman mendengar cerita yang diceritakan oleh Jun Hong.
Mendiang adiknya, Jung Jungup... Dulu ia juga suka bercerita kepada Daehyun. Namun, ia tidak se-aktif dan se-ekspresif Jun Hong. Jongup terkesan lebih pendiam dan selalu menyimpan perasaannya yang sesungguhnya.
Sifat Jongup dan Jun Hong memang bertolak belakang, tetapi... Entah apa yang bisa membuat Daehyun menyayangi Jun Hong persis seperti ia menyayangi Jongup.
"...Jun Hong-ah?.." panggil Daehyun dengan sangat pelan namun masih terdengar jelas ditelinga Jun Hong.
"Ne, Daehyunie hyung?" jawab Jun Hong dengan tenang sambil menatap wajah Daehyun yang sedang tidak menatapnya.
Lalu Daehyun kembali menatap wajah Jun Hong lekat-lekat. Menatapnya penuh harapan.
"...Maukah... Kau menunjukkan senyumanmu yang setulus-tulusnya,. Kepada hyung?" ucapan permintaan itu terlontar begitu saja dari mulut Daehyun. Entah apa yang ia pikirkan sekarang. Tak ada yang bisa membacanya saat ini.
Kini Jun Hong hanya menatap Daehyun dengan bingung. Ekspresinya menunjukkan rasa tak yakin atas perkataan Daehyun. Kenapa pria tampan dihadapannya ini, memintanya tersenyum setulus-tulusnya? Apa ia mengira selama ini Jun Hong tidak tulus menunjukkan senyumannya kepada salah satu hyung kesayangannya ini?
"Maksud hyung apa?" tanya Jun Hong dengan lembut.
"...Anniya... Aku hanya ingin melihatnya..." jawab Daehyun dengan nada yang sulit diartikan. Namun, Jun Hong merasakan ada kerinduan didalamnya. Rindu kepada Jongup-hyung kah?
"...Baiklah..." lalu, Jun Hong tersenyum kepada Daehyun. Dengan tulus. Bahkan sangat tulus.
Daehyun hanya bisa diam membatu ditempat ia duduk dan memandang wajah Jun Hong yang sekarang sedang dihiasi senyuman tulus miliknya.
Perlahan ia gerakkan jemarinya untuk menyentuh bibir milik Jun Hong. Diusapnya dengan lembut bibir yang telah melukiskan senyuman indah itu barusan. Mengusapnya berulang kali dengan lembut. Sangat lembut.
Tiba-tiba buliran bening menuruni lekukan wajah pemilik suara indah yang khas itu. Turun menuruni wajahnya yang sempurna. Seulas senyuman manis juga terpampang diwajah tampannya. Senyuman yang tak kalah lembut dan tulus dari yang barusan Jun Hong tunjukkan kepadanya.
"...Jongupie..." Daehyun bergumam pelan.
"..." Jun Hong tertegun melihatnya. Melihat Daehyun menangis sambil memanggil nama mendiang adiknya. Lalu Jun Hong memeluk tubuh Daehyun dengan lembut. Sesekali sambil membelai rambut tebal miliknya.
"Senyuman itu... Sama seperti miliknya... Ketulusan yang terlihat pun... Sama..." ucap Daehyun dengan sangat pelan. Lalu suara isakan mulai terdengar.
"..." Jun Hong tak berkata apa-apa. Ia tetap berusaha untuk menenangkan Daehyun. Terus membelai lembut kepalanya.
"...Jongupie... Kenapa kau pergi meninggalkan hyung?... Padahal hanya kaulah keluarga hyung yang masih tersisa... Tapi sekarang?... Setelah kau pergi,. Hyung sendirian..." Daehyun terus meluapkan kesedihan dan kerinduannya.
Tanpa disadari Daehyun, air mata Jun Hong pun sudah membasahi pundak Daehyun. Jun Hong merasakan apa yang Daehyun rasakan sekarang. Hidup yang ia tempuh semenjak kehilangan seseorang yang paling berharga untuknya. Hati yang hampa selama 3 tahun terakhir ini sudah begitu tegar menahan rasa sedih, rindu dan kesepian seperti ini. Sungguh berat kehidupannya, disaat penyemangat jiwanya pergi meninggalkannya begitu saja.
'Daehyun hyung menangis seperti ini bukan karena dirinya lemah... Tapi karena ia sudah berusaha kuat begitu lama...'
'Kini, tak ada salahnya ia meluapkan semuanya sekarang. Aku siap mendengarkan perkataan yang langsung dari hatinya. Semua rasa sakit dan kesedihan yang ia terima sekian lama..' ucap Jun Hong dalam hati.
Lalu Jun Hong merasakan kedua tangan hangat itu mendekap tubuhnya lembut. Merasakan getaran tubuhnya saat terisak. Merasakan sudah seberapa kuat Jung Daehyun menempuh smeuanya sendirian. Hati Jun Hong merasa pilu merasakannya.
"...Tapi,.. Jongupie... Hyung menemukan seseorang yang memiliki senyuman yang tulus sama sepertimu... Hyung juga sangat menyayanginya layaknya hyung menyayangimu..." Daehyun berkata sambil membelai rambut belakang Jun Hong.
Lalu melepaskan pelukannya dan mengecup lembut dahi Jun Hong. Daehyun merasa... Kalau ia bisa menyayangi Jun Hong seperti ia menyayangi Jongup. Ia senang... Karena ia merasa seperti ada Jongup baru yang hadir menemani dan mewarnai hari-hari kosongnya.
"...Terima kasih, Jun Hongie.." ucap Daehyun sambil membelai lembut pipi Jun Hong.
"Kau sudah mau mendengarkan isi hatiku..." timpa Daehyun.
"...n-ne, hyungie..." jawab Jun Hong yang langsung menghapus bekas air mata dipipinya.
"Ah, kau menangis?" tanya Daehyun sambil melepaskan tangan Jun Hong sebentar dan menggantikannya untuk menghapus airmata Jun Hong.
"...A-anniya!"
"Haha, jangan bohong pada hyung, Jun Hongie..."
"Habisnya... Zelo merasa, kalau jadi hyung yang ditinggal oleh adik kandungnya sendiri seperti itu, pasti berat rasanya... Zelo gak tega liat hyung begini..."
Daehyun hanya bisa tersenyum memandangi wajah polos milik Jun Hong.
"... Terima kasih, Jun Hong..."
TBC
... Saya bingung ini nantinya mau sad ending, atau happy ending.. ._. rencananya sih sad ending... ada yg mau beri masukan?
mind to review?
