TERJEBAK!

Hai hai, ini update 2 kali dalam sehari jarang dilakukan :3 ini pertama kali malah :3 so happy reading :3

-Noel POV End-

*Skip*

-Medina POV On-

Percy kembali.. Aku melihat kehangatan keluarga yang sangat erat...

Aku hanya tersenyum, dan tiba-tiba...

"FRED!" semua berteriak, hantu Fred masih tertawa-tawa, sedangkan tubuh aslinya sekarat.

Percy menangisi mayat Fred, dan sesuatu ada di ingatanku...

-Medina POV Off-

"Perang! Kita seharusnya berperang, ingat?!" Medina berteriak, semua pasukan {ABI} langsung tersadar.

"Antonin Dolohov, mana dia, aku sudah tak sabar untuk melihat dia mati..." ujar Remiel geram, Ia memang sangat menghormati Fred, dan Ia ingin menghabisinya.

"Tenang, Rem. DE akan tahu Hogwarts punya pasukan kecil dari dunia Muggle jika kau tak sabar ingin membunuh si Antonin itu," Hana memperingatkan Remiel.

Remiel cemberut, "Yah, apa maumu deh.."

-Hana POV On-

Kulihat kumpulan DE mulai maju, aku segera melontarkan kutukan, "Impedimenta! Impedimenta! Impedimenta!"

Ruapanya semua pasukan {ABI} telah bergerak, dan Remiel hampir saja menggunakan mantra Avada Kedavra, kalau tidak diingatkan Nath.

Kulihat ada Rodolphus Lestrange, aku segera meluncurkan mantra bius padanya. Rupanya dia menyadari keberadaanku. "Crucio!" serunya, aku menghindar, hatiku berdebar kencang, "Petrificus Totalus!"Ia membeku, tetapi pulih setelah Greyback ikut berduel denganku.

-Hana POV Off-

-Nath POV On-

Kulihat Hana sedang berduel dengan Rodolphus dan Fernir, dan aku melayangkan kutukan Levicorpus pada si manusia serigala.

"Siapa itu yang menggantungkanku?!" serunya marah. "Aku, Liberacorpus!"

Fernir marah, "Avada Kedav.." "Silencio! Petrificus Totalus! Impedimenta!" seruku.

Fernir marah, selama 2 menit Ia memelototkan matanya padaku, Hah! Rasain! Ngelawan Jonathan Evrard sih!

Ketika Ia terbebas dan ingin melancarkan kutukan, aku mendengar seseorang beteriak.

-Nath POV Off-

"Aaaa!" jerit Del, Ia dikenai mantra Crucio oleh Alecto Carrow. "Stupefy! Stupefy! Stupefy!" seseorang melancarkan mantra dengan geram. Itu Widya.

"Aaaa!" jerit Alecto. Ia pun pingsan.

-Del POV On-

Sakit... Sakitthh.. Rintihku. Benar benar sakit dikenai mantra cruciatus. Aku tak tahu apakah aku bisa bertahan.

Kulayangkan pandangan ke sekelilingku. Dan disana berdiri Widya.

Widya.

Orang yang selama ini kumushi dan diamkan, ternyata Ialah yang menyelamatkan nyawaku dari si Carrow?

Apakah aku amnesia?

Tidak...

"Widya.." ucapku lirih. Widya yang masih terpaku langsung mendekatiku. "Kau tak apa-apa, Del?"

Aku tersenyum, "Tak apa-apa, maafkan aku telah memusuhimu. Aku pikir kau terlalu kekanakan, dan tidak mempunyai harga diri. Ternyata, kau lebih berani daripadaku."

"Tak apa, Del, sejak dulu aku memang agak sedikit jengkel, tapi aku selalu memaafkanmu, katu tahu? Aku adalah penggemarmu, "Kau keren dan cantik."

"Hmph.. Aku cantik? Aku jauh dari kata cantik. Keren? Mungkin lebih tepat untuk Elle."

"HEI KALIAN BERDUA APAKAH TAK SADAR INI DALAM KONDISI PERANG?!" teriak Elle. Kami beruda langsung melawan para DE.

-Del POV Off-

-Elle POV On-

Kulihat Bellatrix sedang menuju Shaula, yang kini menuju Shaula yang sedang membantu Hana berduel dengan Rodolphus.

"Impedimenta!" seruku terang- terangan pada Bellatrix. Bellatrix terkejut, segera menghindar dan menyerangku. "Crucio!" "Protego!" Elakku. Bellatrix menghindar dari jet berupa mantra Crucio itu.

"Tantrallegra!" ucapku, Bellatrix pun mulai menari-nari tak jelas. "Accio Bellatrix's Wand!" seruku. Tongkat Bellatrix diambil olehku.

Bellatrix akhirnya berhenti menari, Ia tampak marah. "Ini tongkatmu, Bella manis, mungkin aku harus adil padamu," ucapku sarkatis. Bellatrix agak kaget dengan kemiripan gaya bicaraku dengannya.

-Elle POV Off-

-TBC-

RnR Guys :3