Main Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other Cast : Cho Heechul

Cho Hangeng

Lee Teuk

Lee Kangin

Author : Cho Ocean

Rate : T

Genre : Romance,Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .

Warning : GS buat para uke kece,yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.

.

.

Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,

.

.

.

LOVE AS COLD AS SNOW

Chap 3

Author POV

Kehidupan rumah tangga Kyuhyun dan Sungmin saat ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya, Kyuhyun menepati janjinya untuk bersikap baik pada Sungmin meskipun terkadang sifat dinginya masih muncul sewaktu-waktu namun itu tidak begitu mengganggu Sungmin. Seperti saat ini, hari minggu ini Sungmin sibuk membersihkan rumah sedangkan Kyuhyun menjaga minhyun. Umur Minhyun menginjak usia satu tahun, sedikit membuat Sungmin kerepotan melihat tingkah putrinya yang tak bisa diam, seperti saat ini ketika Sungmin sedang membuat makan siang, Minhyun merangkak kearah Sungmin sambil memeluk kaki Sungmin.

" Ma Ma Ma Ma ... " Minhyun menepuk kaki Sungmin sambil menggumankan kata Ma Ma Ma.

" Hyunie baby, jangan ganggu Eomma dulu ne. Eomma sedang masak, kau bermain dulu dengan Appa ne " Sungmin mengangkat Minhyun dan memindahkannya keruang TV dan didudukannya Minhyun didekat tumpukan mainan-mainannya.

" Kyu, kau dimana? Tolong jaga Hyunie, aku sedang memasak " Sungmin berteriak memanggil Kyuhyun.

" Sebentar Min, aku sedang mengecek email dulu " Terdengar suara Kyuhyun dari dalam ruang kerjanya. Sungmin hanya bisa menghela nafas lalu duduk didekat Minhyun sambil menunggu Kyuhyun selesai mengecek emailnya. Sungmin sengaja tidak memperkerjakan pembantu dan baby sitter karena ia merasa mampu mengurus semuanya. Ia tidak mau ada campur tangan orang lain untuk mengurus Suami dan juga anaknya.

" Min, kau lanjutkan saja memasakmu, aku sudah selesai " Kyuhyun mendudukan dirinya disamping Sungmin, setelah itu Sungmin bergegas kedapur dan melanjutkan memasaknya.

" Pa Pa Pa Pa " Minhyun merangkak menghampiri Kyuhyun.

" Ne baby, wae ? " Minhyun mengangkat kedua tangannya seakan-akan meminta Kyuhyun untuk menggendongnya, mengerti dengan maksud Minhyun dengan segera Kyuhyun mengangkat tubuh mungil Minhyun ke dalam pangkuannya.

" Ma Ma Ma Ma " Minhyun menarik-narik kaos yang Kyuhyun kenakan sambil menggumankan kata Ma Ma Ma

" Oh, kau ingin Appa membawa ke Eomma mu? Tapi Eomma sedang masak makan siang kita Baby " Mendengar penolakan dari Kyuhyun membuat Minhyun mengerucutkan bibirnya menandakan ia sedang merajuk.

" Aigo aigoo aigooo, semakin hari tingkahmu semakin mirip dengan Eomma mu ne, lihat bibir ini persis sekali dengan Sungmin saat dia sedang merajuk " Kyuhyun mengetuk-ngetukan jari telunjuknya dibibir Minhyun.

" Kyu, makanan sudah siap " Kyuhyun segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruang makan sambil menggendong Minhyun. Setelah sampai di ruang makan Kyuhyun langsung memberikan Minhyun pada Sungmin dan dengan segera Sungmin mengambil Minhyun lalu menaruhnya di kursi khusus balita.

" Nah sekarang Hyunnie Baby makan dulu ne, Eomma sudah membuat bubur special untuk putri Eomma yang cantik ini "

" Mam Mam Mam Mam " Minhyun menepuk-nepuk kedua telapak tangannya pada meja yang tersambung langsung dengan kursi yang didudukinya sambil berguman mam mam mam mam, melihat tingkah anaknya itu membuat Kyuhyun tersenyum.

" Min, kau ajari dia apa selama ini huh ? " Tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari Minhyun.

" Huh? Maksudmu? " Sungmin mengerutkan keningnya sambil menatap Kyuhyun.

" Tadi diruang TV Minhyun memanggilmu terus jadi kupikir dia ingin bersamamu namun aku mengatakan padanya kalau kau sedang memasak jadi dia tak boleh bersamamu dulu dan kau tau? Dia langsung merajuk padaku, dan caranya merajuk persis seperti caramu merajuk " Jelas Kyuhyun sambil sedikit mencibir Sungmin membuat Sungmin merengut kesal.

" Mana aku tau kalau dia akan mewarisi salah satu sikapku yang itu, tapi dia juga mewarisi kecantikan dan keimutanku hihihihi " Sungmin terkikik karena kenarsisannya sendiri sambil menyodorkan bubur kedalam mulut Minhyun.

" Mewarisi? Apanya yang kau warisi? Kau bukan ibu kandungnya " jawab Kyuhyun dan seketika itu juga Sungmin berhenti terkikik dan langsung bungkam, namun sepertinya Kyuhyun tidak menyadari omongannya barusan sangat menyinggung Sungmin.

" Oia Min, kapan kau mau melanjutkan kuliah? Umur Minhyun sudah 1 tahun dan kau bisa mempekerjakan Baby Sitter untuk menjaga Minhyun saat kau kuliah " Kyuhyun sudah menyelesaikan makannya dan menunggu putrinya selesai makan.

" Aku tak tahu mau melanjutkan kuliah apa tidak karena aku lebih senang dirumah menjaga Minhyun dan menunggumu pulang kantor juga mengurus kalian seperti sekarang " Sungmin membersihkan mulut Minhyun yang belepotan bubur lalu mengangkatnya dan memeberikannya pada Kyuhyun.

" Tapi kau harus tetap kuliah, bagaimanapun nanti saat kita sudah tak bersama lagi kau harus pun ya pekerjaan yang bisa untuk menghidupi dirimu " Lagi-lagi kata yang dilontarkan Kyuhyun sukses membuat Sungmin bungkam.

" Ne Arrasho, aku akan mendaftar diajaran baru nanti " Ucap Sungmin pada akhirnya lalu membereskan meja makan.

" Kenapa langsung dibereskan? Kau tidak makan dulu ? "

" Ani, aku tidak lapar " Sungmin terus membereskan meja makan dan bergegas mencuci piringnya. Terdengar pergerakan Kyuhyun yang beranjak dari ruang makan " bahkan kau tidak menghawatirkanku saat aku mengatakan tidak lapar, seharusnya kau memaksaku untuk tetap makan meskipun aku tak lapar " Batin Sungmin.

Setelah semua perkerjaan didapur selesai Sungmin menyusul Kyuhyun yang sedang bermain diruang TV bersama Minhyun. Sungmin menatap dua orang yang dicintainya itu, sejujurnya dia sangat takut menanti hari itu tiba. Hari dimana ia harus melepas kedua orang yang sangat dicintainya itu, mengembalikan mereka kepada pemilik yang sebenarnya. Entah kapan hari itu tiba, dan kalau boleh dia berharap semoga saja hari itu tak pernah tiba. Terkesan jahat dan egois memang tapi dia tak sanggup jika suatu hari nanti hidup tanpa Kyuhyun dan juga Minhyun. Tanpa Sungmin sadari air matanya menetes membayangkan jika itu terjadi, Kyuhyun yang tadinya berbalik badan ingin mengambil ponselnya yang ditaruh disofa yang diduduki Sungmin seketika mengurungkan niatnya karena melihat Sungmin menangis.

" kau kenapa min ? " Sungmin tersentak kaget saat Kyuhyun menyadari dirinya menangis, sedikit bimbang apakah dia menceritakan perasaannya ini atau tidak tapi kalau Kyuhyun semakin membencinya karena tak rela melepaskan mereka berdua bisa-bisa Kyuhyun kembali berskiap tak baik padanya.

" Anni, gwenchana " Sungmin menghapus air matanya dan tersenyum tipis setelah itu ikut duduk dibawah bersama Kyuhyun untuk menemani Minhyun bermain. Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan tingkah Sungmin merasa sedikit curiga namun diurungkan niatnya untuk bertanya lebih. Akhirnya keluarga kecil itu pun menghabiskan hari libur itu dengan bermain.

.

.

.

4 Tahun Kemudian

" Eomma huwaaaaaaa Eommaaaaaaaaaa " Sungmin berlari dari dapur menuju ruang tamu saat mendengar putri kecilnya menangis sambil memanggilnya.

" Aigoooo Hyunnie Baby, wae? Kenapa kau menangis baby ? " Sungmin berjongkok dihadapan Minhyun lalu menghapus air mata Minhyun dan seketika Minhyun memeluk Ibunya.

" Kai nakal Eomma, tadi disekolah Kai mendorong Hyunnie sampai jatuh hiks hiks hiks "

" kenapa Kai mendorongmu Baby? "

" Kai ingin memainkan ayunan yang Hyunnie naiki, padahal Hyunnie yang lebih dulu bermain huwaaaaaaa " Minhyun semakin menangis dengan kencang dan Sungmin menepuk-nepuk punggung putrinya mencoba menenangkan.

" Cup Cup Cup putri Eomma yang cantik jangan menangis lagi ne, nanti besok Eomma akan bicara pada guru Hyunnie agar menegur Kai ne " Minhyun hanya mengangguk-anggukan kepalanya tada setuju.

" Cha, sekarang Hyunnie ganti pakaian dulu lalu makan siang bersama Eomma ne "

" Apa kita tidak makan siang dikantor Appa? hyunnie kangen Appa " Sudah satu minggu ini Kyuhyun pulang terlambat dan berangkat sebelum Minhyun bangun karena pekerjaan dikantor sedang padat-padatnya. Sungmin sendiri sebenarnya sibuk dengan butik yang dikelolanya, beberapa bulan yang lalu Sungmin baru saja lulus pasca sarjana jurusan design pakaian. Minhyun putri mereka baru saja naik kelas ke TK B, 4 tahun ini Kyuhyun dan Sungmin semakin kompak membesarkan Minhyun. Bahkan saat ini Kyuhyun tidur selalu memeluk Sungmin dan mencium kening Sungmin saat ingin berangkat kekantor dan pulang dari kantor. Yah hanya sebatas itu, mereka sama sekali belum melakukan hubungan suami istri semenjak pernikahan mereka. Sungmin sendiri tidak berani meminta lebih, tidur berada dipelukan Kyuhyun saja sudah membuatnya bahagia jadi dia tak muluk-muluk meminta lebih.

" Tidak sayang, Appa aka terganggu jika kita datang hanya untuk makan bersama, pekerjaan Appa sedang banyak "

" Huh, menyebalkan " Minhyun menghentak-hentakan kakinya berjalan menuju kamarnya sambil mengerucutkan bibirnya. Sungmin melihat itu hanya tersenyum tipis.

Setelah Minhyun mengganti pakaiannya ia bergegas menuju ruang makan dan duduk dihadapan Sungmin yang sudah duduk juga sedari tadi menuggu Minhyun.

" Cha saatnya kita makaaaaaaan " Sungmin bersorak gembira agar suasana makan yang hanya dilakukan dua orang itu tidak terlalu monoton.

" Eomma, setelah kita makan kita telepon Appa ne, Minhyun merindukan Appa " Minhyun mengerucutkan bibirnya, kerinduannya dengan Kyuhyun sepertinya sudah tidak bisa dibendung lagi.

" Ne, sekarang kau habiskan dulu makananmu baru kita menelpon Appa " Dengan semangat Minhyun menyelesaikan makannya dengan cepat, iaa sudah terlalu merindukan Appanya.

" Hyunnie sudah selesai Eomma " Sungmin mengambil ponselnya dengan segera dan langsung menelpon Kyuhyun.

" Yeoboseo, ada apa min ? " Kyuhyun langsung menjawab panggilan Sungmin dengan cepat karena dia tahu Sungmin tidak mungkin menghubunginya jika tidak ada kaitannya dengan Minhyun.

" Hyunnie ingin bicara padamu " Setelah itu Sungmin memberikan ponselnya pada Minhyun.

" Appaaaaaaaa "

" Ne Baby, wae ? "

" Bogoshipoyoooooo, kapan Appa pulang? "

" Appa masih ada pekerjaan dikantor Baby "

" Cepat Appa pulang, Hyunnie kangen Appa ! Pokoknya Appa pulang sekarang ! " Minhyun mulai merajuk meminta Kyuhyun pulang saat itu juga.

" Tidak bisa Baby, pekerjaan Appa tidak bisa ditinggal begitu saja "

" Kalau Appa tidak pulang sekarang, Hyunnie tidak mau bicara dengan Appa lagi " Setelah itu Minhyun langsung memberikan ponselnya pada Sungmin dan berlari menuju kamarnya.

" Kyu, sepertinya Minhyun benar-benar marah. Apa kau tidak bisa pulang sebentar saja? "

" Tidak bisa Min, pekerjaanku sedang banyak dan tidak bisa aku alihkan kesembarangan orang "

" Baiklah, aku akan mencoba membujuk Minhyun "

" Ne, aku harus kembali bekerja, annyeong "

Setelah Sungmin memutuskan telpon dengan Kyuhyun, dengan segera iaa menyusul Minhyun kekamarnya.

CKLEK

" Baby.. " Sungmin menghampiri Minhyun yang duduk diatas kasurnya sambil menekuk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya dikedua lututnya.

" Baby, jangan marah begini ne. Eomma sedih melihat Hyunnie seperti ini. " Sungmin memasang wajah memelas agar Minhyun berhenti merajuk namun Minhyun tidak menghiraukan Sungmin, bahkan terdengar isakan dari bibir Minhyun.

" Hikss Hikks Appa tidak sayang Hyunnie lagi, Appa menyebalkan hiksss "

" Cup Cup Cup Baby, jangan menangis lagi ne. Appa tentu sayang dengan Hyunnie. Appa bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan Hyunnie karena Appa tidak mau Hyunnie merasakan hidup susah maka dari itu Appa bekerja keras demi kita Baby " Sungmin membawa tubuh mungil Minhyun kedalam pelukannya.

" Tapi Hyunnie merindukan Appa. Semua teman Hyunnie Appanya sibuk bekerja tapi masih mereka bisa bertemu Appanya setiap hari hikss hikkssss " Jawab Minhyun tidak mau kalah.

" Yasudah nanti Eomma akan bicara pada Appa, sekarang Hyunnie berhenti menangis ne " Minhyun hanya menganggukan kepalanya lalu memeluk Sungmin erat dan dibalas Sungmin dengan pelukan yang tak kalah eratnya.

.

.

.

Jam menunjukan pukul 12 malam, Kyuhyun baru saja menyelesaikan mandinya dan langsung merebahkan tubuhnya dikasur. Ia lelah seharian bekerja dikantor dengan dokumen yang menumpuk.

" Kyu, bisakah kita bicara sebentar " Sungmin tidur berhadap-hadapan dengan Kyuhyun, sebenarnya Kyuhyun sudah ingin memejamkan matanya namun iaa berfikir pasti ini soal Minhyun jadi iaa mencoba membuka mata kembali.

" Bicaralah "

" Minhyun menangis tadi siang, kau tau kan karena apa. Dan bisakah besok pagi kau jangan pergi kekantor sebelum Minhyun berangkat sekolah? Atau bisakah kau mengantarnya kesekolah? Dia benar-benar merindukanmu Kyu "

" Hhhh, baiklah. Sekarang lebih baik kita tidur " Kyuhyun menarik Sungmin kedalam pelukannya dan Sungmin pun membenamkan kelapalnya semakin dalam pada dada bidang Kyuhyun.

Pagi Hari

Sungmin sedang sibuk didapur menyiapkan sarapan dan juga bekal untuk Minhyun,sedangkan Minhyun sendiri sedang menyantap sarapannya dengan tenang. Kyuhyun menepati janjinya untuk berangkat bersama Minhyun, setelah iaa siap dengan segera menuju ruang makan untuk bertemu putri kecilnya.

" Annyeong Baby " Kyuhyun muncul dari belakang Minhyun dan sudah siap mendaratkan kecupan dipipi tembam putrinya namun dengan sigap Minhyun menghindar.

" Eomma, Hyunnie sudah selesai sarapan. Kalau Eomma sudah siap mengantar Hyunnie, panggil Hyunnie dikamar ne " Minhyun beranjak dari duduknya menuju kamarnya, Kyuhyun menatap sendu punggung putrinya yang sudah berjalan menuju kamarnya.

" Dia benar-benar marah " Guman Kyuhyun dengan lirihnya.

" Susullah Hyunnie, Kyu "

" Apa dia mau bicara padaku kalau aku menyusulnya? " Kyuhyun nampak ragu namun Sungmin menyentuh lembut pundak Kyuhyun. " Tak akan pernah tau kalau tak dicoba, bicaralah dari hati kehati " Kyuhyun pun mengangguk lalu bergegas menuju kamar Minhyun.

Tok Tok Tok

" Baby, ini Appa. Bolehkah Appa masuk ? "

" ... " Taka ada jawaban dari Minhyun membuat Kyuhyun menghela nafas sejenak sebelum mencoba membuka pintu kamar Minhyun tanpa seizin pemiliknya.

CKLEK

Kyuhyun tersenyum saat pintu kamar Minhyun terbuka, ternyata Minhyun tidak mengunci kamarnya. Begitu pintu terbuka dengan segera Kyuhyun masuk dan melihat Minhyun yang sedang duduk tempat tidurnya sambil memainkan PSP nya.

" Baby, kau benar-benar marah pada Appa? " Kyuhyun berjongkok didepan Minhyun sambil mengelus kepala putrinya, namun Minhyun tak menjawab apapun.

" Mianhae karena Appa belakangan ini sibuk, Hyunnie jangan marah lagi ne sama Appa? Hyunnie boleh minta apa saja pada Appa asal Hyunnie jangan mendiami Appa lagi, Appa sedih jika Hyunnie mendiami apa seperti ini " Kyuhyun memasang muka sedihnya, Minhyun sedikit melirik Kyuhyun dengan ekor matanya, namun iaa masih belum juga mau membuka suara meskipun Kyuhyun sudah menunjukan wajah memelasnya.

" Hyunnie, jebaaaaaal jangan diami Appa " Kyuhyun menggenggam kedua tangan Minhyun yang entah sejak kapan PSP yang tadi dimainkannya sudah tergeletak disamping tempat tidurnya.

" Arrasho, Hyunnie akan memaafkan Appa, tapi Appa harus memenuhi permintaan Hyunnie " Kyuhyun mulai berbinar saat Minhyun mulai bicara padanya dan dengan segara Kyuhyun menganggukan kepalanya pertanda setuju dengan kesepakatannya dengan Minhyun tadi.

" Ne, Appa akan memberikan apa yang Hyunnie minta. Apapun demi Hyunnie "

" Yeaaayyyy, Hyunnie sudah memaafkan Appa kalau begitu " Dengan segera Kyuhyun menggendong Minhyun dan membawanya berputar-putar.

" Appa sayang Hyunnie " Kyuhyun mengecup bibir mungil Minhyun lalu memeluknya erat.

" Hyunnie juga sama Appa dan juga Eomma " Minhyun membalas pelukan Kyuhyun tak kalah eratnya. Kyuhyun membawa Minhyun menuju tempat tidurnya dan mendudukan Minhyun kembali disana.

" Cha, Hyunnie baby mau minta hadiah apa ? " Kyuhyun mencubit gemas hidung Minhyun membuat Minhyun sedikit meringis.

" Nanti saja Hyunnie mintanya, hyunnie mau berpikir dulu " Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya lalumemeluk Minhyun lagi. Sungmin yang sedari tadi mengintip kebersamaan Ayah dan anak dari balik pintu itu hanya bisa tersenyum lega dan ikut terlarut dalam kebahagiaan Ayah dan Anak itu.

.

.

.

Malam Hari

Setelah menyelesaikan makan malamnya keluarga kecil ini menikmati kebersamaan mereka sambil menonton TV.

" Appa, Hyunnie sangat kesal tadi disekolah "

" Wae ? Apa Kai mengganggumu lagi ? " Kyuhyun tau kalau disekolah Kai teman sekelas Minhyun hampir setiap hari mengganggu Minhyun, Sungmin selalu menceritakan hal terkecil apapun yang terjadi pada Minhyun jadi meskipun iaa sibuk bekerja namun iaa pasti tau apapun yang terjadi dengan putri kecilnya.

" Ne, tadi disekolah Kai memamerkan foto dongsaengnya. Eomma kai baru saja memberikan Kai dongsaeng Appa. Itu sangat menyebalkan " Minhyun mengerucutkan bibirnya.

" Hyunnie baby, tak boleh seperti itu. Jika Kai memiliki dongsaeng seharusnya Hyunnie memberikannya selama Baby " Sungmin menasehati Minhyun sambil mengelus-elus kepalanya, Kyuhyun yang melihat sikap keibuan Sungmin hanya bisa tersenyum.

" Tapi tetap saja Eomma, Kai menyebalkan huh " Minhyun melipat kedua tangannya didepan dada lalu kembali mengalihkan pandangannya ke layar televisi yang sejak tadi menayangkan film kartun kesukaannya. Sejenak suasana hening karena semua fokus pada TV, namun tiba-tiba Minhyun kembali membuka suara.

" Appa, Hyunnie sudah tau mau hadiah apa dari Appa. Bisa Hyunnie memintanya sekarang ? " Kyuhyun tersenyum melihat Minhyun yang dengan cepat melupakan kekesalannya tadi pada Kai.

" Ne baby, kau ingin hadiah apa heum ? " Kyuhyun mengelus kepala Minhyun sambil menatap Minhyun.

" Berikan aku dongsaeng seperti Kai yang diberi dongsaeng sama Eommanya ne Appaaaaaa "

JEDAAAAAAAAAAAAAAARRRR

Permintaan Minhyun bagaikan suara petir yang menggelegar membuat elusan tangan Kyuhyun dikepala Minhyun terhenti seketika. Kyuhyun melirik kearah Sungmin, dan tidak jauh beda dengan Kyuhyun, Sungmin pun mendadak kaku dan tak berkutik.

TBC

Chap 3 update jugaaaaaa,mian sebelumnya di chap kemaren alurnya kecepetan. Aku akan berusaha memperbaiki lagi. Apa di chap 3 ini juga masih kecepetan alurnya? Dan cast untuk jadi Eomma kandung Minhyun aku juga belum tau mau pke nama apa, ada usul ? Gomawo yang udah ngreview di chap 1 dan 2 maaf gak sempet ngebales satu persatu karena jam udh menunjukan pukul 2.35 subuh, aku harus segera tidur buat aktivitas pagi nanti. Semakin banyak yang review semakin aku cepet update. Jadi tolong Reviewnya ne ... Gomawo sekali lagi , maaf banyak Typo bener-bener gak sempet ngedit. Sampai ketemu chap 4 Annyeong ^^

Cho Ocean ^^