Chapter 3
Oh God, My Boyfriend Is Still A Teenager
Pairing: hunhan and other
Warning : boyxboy bagi yang tak nyaman segera klik tombol Back.
"Luhan, sepertinya adikku sedang berada di luar, tapi kau tenang saja, dia pasti akan segera kembali sebentar lagi, jadi tak apa kan, kalau kau ku tinggal sendiri?" ucap Chanyeol sekembalinya dari kamar Sehun.
"Emm tak apa Channie, kau pergi saja, sepertinya aku juga perlu istirahat," ucap Luhan maklum seraya tersenyum tipis. Sebenarnya dia ingin menahan Chanyeol agar tak pergi, tapi dia merasa tak enak hati bila melakukan itu.
"Terima kasih Luhan, kau sangat pengertian," ucap Chanyeol seraya menunjukan wajah bersalahnya.
"Aku baik-baik saja Chanie, jadi pergilah! aku tau kau pasti sudah telat sekarang," ucap Luhan seraya tersenyum manis.
"Baiklah, oh! istirahatlah di kamar sebelah kanan bila kau merasa lelah," ucap Chanyeol seraya menunjuk pintu kamar Sehun.
"Oke," ucap Luhan seraya menganggukkan kepala tanda mengerti.
"Oh! bila kau lapar, kau bisa memasak sesuatu untuk dimakan, semua bahan ada di kulkas, dan ada beberapa kemas ramyeon di lemari atas pintu kedua dari kiri, lakukan apapun yang kau mau selama aku pergi, dan buat dirimu senyaman mungkin," ucap Chanyeol lagi sebelum ia beranjak pergi.
"Oke! aku pastikan isi kulkasmu terkuras habis selama kau pergi," ucap Luhan dengan nada jenaka disertai cengiran bodohnya.
"Akan ku pastikan sekembalinya aku nanti, baiklah, aku pergi dulu Luhan, selamat sore!" Ucap Chanyeol lagi dan bergegas meninggalkan Luhan di dalam apartemennya seorang diri.
"Selamat sore Channie," ucap Luhan seraya melambaikan tangannya. Setelah memastikan Chanyeol benar-benar pergi, Luhan segera beranjak dan mengedarkan pandangannya.
"Baiklah apa yang bisa kulakukan selama Channie pergi, Ah! sepertinya aku harus mandi terlebih dahulu," ucap Luhan seraya mengendus bau badannya sendiri sebelum bergegas membawa kopernya menuju kamar Sehun.
Saat pertama kali menginjakan kaki di kamar itu, kesan pertama yang Luhan dapat ialah rapi dan bersih. Dinding cat warna putih bersih, ranjang berukuran sedang dengan sprei berwarna putih, diatasnya terdapat lipatan bedcover warna hitam dengan motif spiral kecil berwarna putih, lalu di sampingnya ada meja belajar berwarna putih dengan rak buku yang berisi beberapa komik juga beberapa buku mata pelajaran seperti Fisika, kimia, Matematika, dan yang lainnya.
'Kenapa ada komik di sini? ini juga, buku Matematika kelas XI, Oh! jangan-jangan ini kamar adiknya ya?' guman Luhan seraya mengambil salah satu komik guna mengamati cover nya lalu segera meletakkan kembali ke tempat semula.
"Aku pikir Channie memintaku istirahat di kamarnya? ais! apa yang kau pikirkan Luhan? bodoh," rutuk Luhan seraya memukul kepalanya sendiri dengan tangannya.
"Baiklah saatnya mandi," putus Luhan kemudian seraya bergegas membongkar isi kopernya guna untuk mengambil baju ganti.
0
0
0
"Aku serius Lay~ aslinya benar-benar tampan, kau harus percaya padaku," ucap Luhan antusias menceritakan semuanya pada sepupunya di seberang sana.
"Benarkah? berarti kau beruntung Luhan. Lalu di mana kekasihmu sekarang? kenapa kau malah menelpon ku?" tanya Yixing penasaran saat Luhan tengah menelfonnya. Seharusnya kan Luhan sekarang tengah memadu kasih dengan pacar koreanya itu.
"Dia sedang pergi keluar Lay, ada urusan katanya," jawab Luhan sembari menuangkan ramyeon yang telah matang ke dalam sebuah mangkuk berukuran sedang.
"Jangan-jangan dia itu sibuk dengan kekasihnya yang lain Lu, secara dia tampan, sangat tidak mungkin kalau dia itu tak punya kekasih," tebak Yixing dengan asal, pasalnya dia masih belum percaya sepenuhnya pada kekasih Luhan itu.
"Lay! berhenti berfikir yang bukan-bukan tentang kekasihku, dari kemarin pikiranmu buruk terus," protes Luhan pada Sepupunya seraya mengerucutkan bibirnya.
"Haha maaf baby, mau bagaimana lagi, aku kan belum pernah bertemu dan belum tau seperti apa kekasihmu itu, wajar dong kalau aku curiga," ucap Yixing seraya terkekehan pelan.
"Ais! kau ini, lain waktu akan ku ajak kau berlibur ke Korea dan akan ku perkenalkan kau pada Channie-ku, kau puas?" ucap Luhan kemudian.
"Haha baiklah, ku pegang janjimu Luhan, tiket gratis ke korea pulang pergi," ucap Yixing dengan nada jenaka.
"Huhh! kau ini, giliran yang gratisan saja, kau semangat sekali," protes Luhan kemudian.
"Haha semua orang hidup suka yang gratisan Luhan," ucap Yixing seraya terkekeh pelan.
"Sesukamu lah, sudah dulu ya? ramyeon ku keburu dingin," ucap Luhan seraya menatap miris ramyeonnya yang kini mulai mengembang.
"Kau mengkonsumsi ramyeon? sudah berapa kali ku bil-"
Tut tut tut
"Hihi aku yakin dia mengomel panjang lebar di sana," kekeh Luhan setelah memutuskan sambungan teleponnya.
000
Diruang tengah apartemen Chanyeol kini Luhan berada, sejak tadi ia memindah-mindah chanel tv tanpa ada niatan untuk melihatnya.
"Hei!" sapa seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat Luhan seraya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Oh hei! a-apa kau adiknya Channie?" pekik Luhan kaget seraya beranjak dari sofa didepan tv dan berjalan mendekati namja manis itu.
"Channie? maaf siapa kau sebenarnya? mengapa kau bisa ada disini?" tanya namja itu dengan nada tak suka.
"Eh? Oh a-aku Luhan, kekasih Park Chanyeol, lalu kau sendiri siapa?" tanya Luhan penasaran serya mengeryitkan alisnya bingung.
'Apa Channie belum bilang pada adiknya kalau aku ada di sini?' iner Luhan dalam hati seraya mengamati namja itu lamat-lamat.
"APA? kekasih kata mu?" Reaksi namja itu di luar perkiraan Luhan. Luhan jadi sekarang yakin kau namja ini bukan adik Chanyeol.
"Ya begitulah, aku baru saja tiba dari China, jadi mungkin kau tak mengenaliku" ucap Luhan berusaha memaklumi reaksi namja itu.
Terlihat namja mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, mengotak atiknya sebentar lalu segera menempelkan pada telinganya dengan sesikit gusar.
"Di mana kau sekarang? aku sudah menunggumu hampir 2 jam tapi kau tak muncul juga, jadi ku pikir kau lupa atau apa, akhirnya ku pututuskan mendatangi mu di apartemenmu, tapi apa yang ku dapat? bukannya menemukanmu, aku malah bertemu dengan KEKASIH mu, apa maksud dari semua ini?" ucap namja itu dengan aura kemarahan yang jelas ditunjukan pada seseorang di seberang teleponnya.
"Kau di rumahku? kalau begitu kencan saja dengan rumahku," ucap namja seraya mengepalkan tangannya.
"Sudahlah, semua sudah jelas kurasa, tak perlu dijelaskan lagi," ucap namja itu lagi seraya melirik Luhan sekilas.
"Ini masalah kita kenapa bawa-bawa Sehun? sudahlah, mulai sekarang jangan temui aku lagi," ucap namja itu lalu memutuskan sambungannya.
'Sebenarnya namja ini siapanya Channie? dan siapa itu Sehun?' iner Luhan dalam hati ketika mendengar apa yang namja itu katakan pada seseorang di seberang sana.
"Ehmm, maaf Luhanssi sepertinya aku harus pergi sekarang," ucap namja sebelum berlalu pergi.
"Maaf, kalau boleh tau, kau ini siapanya Chanie?" Tanya Luhan kemudian sebelum namja itu mencapai pintu. Mendengar pertanyaan Luhan, namja itupun memutar tubuhnya kearah Luhan.
"Kau tak perlu tau siapa aku, oh! atau kau tanya saja pada KEKASIHmu itu," ucap namja itu dengan nada tak bersahabat dan benar-benar pergi setelahnya.
Sementara Sehun yang ternyata sejak tadi mencuri dengar dan bersembunyi di balik dinding ruang tamu, ia pun mengacak rambutnya frustasi.
"Mampus, kenapa Baekhyun hyung ada disini? ais! bagaimana ini? sepertinya akan ada perang dunia keempat nih, aku harus bagaimana?" ucap Sehun frustasi. Ternyata namja yang sejak tadi berbicara dengan Luhan adalah Baekhyun tunangan Chanyeol.
"Loh kau siapa?" tanya Luhan saat melihat ada lagi orang asing yang muncul tiba-tiba di apartemen Chanyeol tanpa permisi.
Tubuh Sehun seketika menegang saat mendengar suara merdu menyapa indra pendengarannya. Perlahan dia mendongakkan kepalanya dan menatap Luhan seraya tersenyum bodoh.
"Kau siapa? lalu kenapa kau duduk di lantai seperti itu?" tanya Luhan seraya mengeryitkan alisnya saat melihat namja muda yang lumayan tampan tengah duduk di lantai sembari menyandarkan punggungnya pada dinding dibelakangnya.
"A-aku," Sehun tak mampu meneruskan ucapannya, ia pun meneguk ludahnya kasar.
TBC
Menulis 1K word aja udah bisa membuat jempol keriting, jadi cukup sampai disini saja.
Terima kasih bagi yang sudah review, favorit dan Followed, jangan bosan-bosan ya
-Salam damai inchan88-
