Tittle :
Tomorrow, Will You Be Mine?
Author : Blaue Fee / Me
Part : 3/?
Pairing : Yoosu, slight!Yunjae, slight!Minkyu, slight!Sichul
Rate : Dont Know
Genre : Romance, Brothership, Friendship, Failed Angst
Warning : Yaoi, Boys Love, BoyXBoy, Typos. Ini FF Yoosu pertama saia. Moga gag aneh saat ngebaca nya. Harap dimaklumi ^^ alur kecepatan. Bahasa suka-suka saia.
Disclaimer : Semua yang ada disini murni milik diri mereka sendiri dan Tuhan. Cjes Ent & SM Ent memiliki mereka.
Summary :
Aku berharap, saat besok aku membuka mata, kau adalah milikku
Dan aku adalah milikmu.
Apa itu terlalu berlebihan ?
~! #%^&()_+_)*&^$
Hari berganti dengan sendirinya. Tak tercegah oleh kekuatan tanpa daya dari sang makhluk serakah penghirup udara. Kasat dan berserak.
"Hyung~ Kau tak membatalkan perjodohanmu dengan Su-ie hyung kan? Ku pikir kau tak suka 'hubungan' seperti ini" Ucap Changmin pada Yoochun saat dia berada di kamar Yoochun untuk berkunjung—main game—dirumah Yoochun.
"Aku tidak akan membatalkannya"
"Huwaaaa.. jincha? Apa kau sudah 'berubah' hyung?" Tanya Changmin antusias. Dia rela mem pause game yang sedang mereka mainkan hanya untuk mendengar jawaban dari hyung jidat lebarnya ini.
"Enak saja kau bicara! Aku tak akan membatalkannya. Tapi akan ku buat Junsu untuk membatalkannya" Ucap Yoochun enteng sambil tersenyum misterius.
"Mwo? Apa yang akan kau lakukan? Hyung, awas saja kau menyakiti Junsu hyung. Dia itu adik kesayangan Joongie dan Chullie hyung. Siap-siap saja kau dipindahkan ke neraka!" Ucap Changmin menakuti.
"Chullie? Siapa itu?" Ucap Yoochun penasaran. Yang dia tahu hanya Jaejoong. Kalau Jaejoong sih tidak usah diberitahu. Semenjak mereka berjumpa beberapa waktu lalu, setiap bertemu Yoochun, Jaejoong seperti akan menelan Yoochun hidup-hidup. Yoochun sih menanggapi dengan santai. Dia kan tak terlalu berpikir buruk tentang orang lain. Tapi lama-lama dia juga gerah karena selalu di ketusi oleh Jaejoong.
"Chullie hyung itu kakak kandung Jaejoong hyung. Dia seumuran dengan Yunho hyung. Dia sahabat baiknya Yunho hyung sedari kecil loh" Ucap Changmin menjelaskan.
"Ohhh.." Ucap Yoochun mengerti.
"Dan ingat hyung. Chullie hyung itu 100 kali lebih berbahaya dibanding Jaejoong hyung. Dia dijuluki King of Devil. Tak ada satupun yang berani padanya" Ucap Changmin membayangkan wajah Heechul saat memarahinya bulan lalu. Sebenarnya bukan hanya dia yang dimarahi. Tapi Kyuhyun juga. Alasannya sih sepele. Mereka menjahili Junsu saat mereka berempat—Junsu-Jaejoong-Kyu-Changmin—main game. Dan hasilnya, mereka disuruh membersihkan kotoran Heebum, Champagne, Baengshin, Jiji dan Yoyo. Tidak itu saja, mereka disuruh makan satu meja bersama dengan Changmin dan Kyuhyun yang hanya memakan ramen. Padahal Heechul, Siwon, Jaejoong, Yunho dan Junsu memesan makanan di restoran terkenal. Tahukan betapa mupengnya Changmin. Bahkan satu cup ramen tak sanggup membuat perutnya kenyang. Alhasil sang namjachingu—Kyuhyun—membagi sedikit ramen miliknya. Hiiii~~ membayangkannya saja membuat Changmin merinding. Dia berjanji tak akan menjahili Junsu lagi dan tak mencari gara-gara dengan namja cantik itu lagi.
"Aishh, aku tak akan menyakiti Junsu. Kau pikir aku orang jahat apa yang mau menyakiti orang sepolos Junsu?" Ucap Yoochun enteng.
"O.o? lalu kau akan melakukan apa?" Ucap Changmin penasaran.
"Tidak melakukan apa-apa. Hanya melakukan apa yang selama ini kulakukan"
"Huh?" Ucap Changmin penasaran. Dan Yoochun hanya tersenyum lebar melihat reaksi yag dikeluarkan oleh Changmin.
~! #%^*()_+_(*
"Yoochun hyung. Annyeong~~`^^"
"Oohh. Kau Su-ie. Ada apa kesini?" Tanya Yoochun yang melihat Junsu lagi-lagi berada dikampusnya.
"Ani. Hanya saja Jaejoong hyung mengajakku makan siang. Jadi aku menjemputnya"
"Oh. Dia sepertinya belum datang. Kau tunggu saja bersamaku^^"
"Hum!" Junsu hanya mengangguk semangat. Dia langsung mengambil tempat disebelah Yoochun. Duduk berdua dibawah bangku taman di dekat ruang kelas Yoochun. Yoochun hanya tersenyum dan membelai rambut hitam halus milik Junsu perlahan. Menikmati pemandangan wajah Junsu yang berubah warna seperti senja hari. Merona. Yoochun terkekeh. Hanya dengan sentuhan ringan, dia berhasil membuat Junsu merona. Sangat lucu.
Saat Yoochun masih membelai rambut Junsu. Tiba-tiba seorang gadis datang menghampiri mereka.
"Oppa~~" Ucapnya manja dan duduk disisi Yoochun lainnya. Jadilah kini Yoochun diapit dua orang sekaligus. Wanita tadi bergelayut manja dilengan kanan Yoochun. Menyenderkan kepalanya pada bahu lebar milik Yoochun.
Junsu merengut. Memandang tak suka pada gadis tadi.
"Ada apa Haerin?"
"Aku kangen. Kau sudah dua hari tak menghubungiku"
"Benarkah? Mungkin oppa sedang sibuk"
"Sibuk apa oppa?"
Cukup!
Cukup! Junsu merasa sesak. Udara yang membelit bumi. Dihirup tanpa membayar imbalan. Tidak. Dia seperti tidak mendapatkan udara sedikitpun. Tidak bisa menghirupnya. Bukankah ini terlalu sakit?
"Hyung. Sebaiknya aku mencari Jaejoong hyung saja. Mungkin dia sedang menungguku" Ucap Junsu beranjak dari duduknya. Namun, gerakannya terhenti karena Yoochun mencengkal tangan Junsu.
"Jangan pergi. Jaejoong pasti lewat sini. Percayalah" Ucap Yoochun meyakinkan.
Junsu menurut. Pantatnya kembali merasakan bangku taman tersebut. Namun matanya tak kembali beralih pada Yoochun. Menghindari wajah cassanova Yoochun yang sibuk berbincang dengan gadis cantik ini. Sesak. Sangat sesak. Junsu merasa sakit. Tapi Ia tak bisa melakukan apa-apa. Apa haknya melarang Yoochun berbincang dengan gadis itu.
"Su-ie. Kau disini?" Ucap sebuah suara yang berhasil membuyarkan lamunan Junsu. Dia melihat Jaejoong yang berjalan tergesa menuju kearahnya. Junsu tersenyum. Walau sangat terlihat terpaksa.
"Hyung~ kau lamaa~~" Ucap Junsu manja sambil memeluk Jaejoong. Menyembunyikan raut wajahnya yang pasti sangat tidak enak dilihat. Melingkarkan tangannya pada pinggang Jaejoong seketika Jaejoong akan melepas pelukan mereka. Junsu masih ingin dipeluk. Junsu perlu ketenangan.
Mata Jaejoong beralih pada pria tampan yang sedari tadi memperhatikan mereka. Jaejoong mengerti. Karena Yoochun kah? Yoochun terlihat bersama seorang gadis yang menurutnya lumayan untuk ukuran wanita.
"Ah, kau sudah datang Jaejoong-sshi. Junsu lama sekali menunggumu" Ucap Yoochun berusaha bergurau. Namun gagal. Baik Junsu dan Jaejoong tak ada yang menanggapi.
"Junsu-ah, ayo pergi. Hyung sudah lapar" Ucap Jaejoong akhirnya. Dia melepaskan pelukan Junsu dan menggenggam tangan adiknya yang terasa dingin. Berlalu tanpa melihat sedetikpun pada Yoochun. Tak melihat raut aneh yang diperlihatkan Yoochun.
'Maaf Su-ie. Aku memang seperti ini. Aku tak bermaksud menyakitimu. Tapi inilah aku yang sebenarnya' Ucap Yoochun dalam hati.
~! #$%^&*()_+
"Tuan Muda, ada tamu yang ingin bertemu" Ucap salah seorang maid di kediaman keluarga KIM.
"Siapa?" Ucap Heechul menanggapi.
"Tuan Muda PARK. Kata beliau, dia ingin menemui Tuan Muda Junsu" Ucap maid itu lagi dan mengalihkan matanya pada Junsu yang sedari tadi sibuk mengesap jus melonnya.
"Eeh, aku?" Ucap Junsu seketika ketika namanya disebut.
"Woaaaa. Apa maksudnya si Yoochun itu Su-ie?" Tanya Heechul antusias.
"Mungkin" Ucap Junsu tak yakin.
"Yasudah. Suruh saja dia kesini" Ucap Heechul lagi. Dirinya tak sabar ingin bertemu dengan calon adik iparnya itu.
"Apaan sih hyung kau senyum-senyum sendiri begitu?" Ucap Jaejoong sebal melihat Heechul tersenyum sumringah.
"Apaan sih Joongie chagy. Hyung mu ini hanya ingin melihat calon adik iparku"
"Mwo? Siapa? Aku tak setuju dengan Yoochun!" Ucap Jaejoong.
"Sudahlah chagy. Jangan marah-marah terus" Ucap Yunho menenangkan Jaejoong yang akan seperti mau meledak. Yunho mengusap tangan kanan Jaejoong yang ada dalam genggamannya.
"Iya hyung. Walaupun sedikit menyebalkan. Yoochun hyung itu orang yang baik loh" Ucap Changmin menimpali.
"Minnie. Kau jangan ikut-ikutan juga!" Ucap Jaejoong kesal. Matanya menatap Changmin tajam yang hanya mengkeret takut dan beralih kebelakang punggung Heechul. Setidaknya Jaejoong takut pada Heechul.
"Aisshh Minnie. Kenapa kau berada dibelakang punggungku?" Ucap Heechul risih.
"Abis, Joongie hyung menyeramkan" Ucap Changmin takut.
"JUNG CHANGMIN!"
"Huwaaaaaaaaaaaaaaa..."
Dan terlihatlah seorang Jaejoong KIM, anak bungsu keluarga KIM yang berlari mengejar Changmin JUNG, anak bungsu keluarga JUNG. Adegan kejar-mengejar bak Tom & Jerry itu hanya mendapati gelengan dari penghuni lainnya ditaman keluarga KIM itu. Heran juga. Mereka bukan anak kecil lagi. Tapi kelakuan mereka mash seperti anak kecil. Dasar, masa kecil kurang bahagia*dibekep
"Annyeong semuaa..." Sebuah suara berhasil membuat penghuni taman itu menghentikan acar a melihat adegan—para-anak-bungsu-kurang-kerjaan—tersebut. Seorang pemuda tampan yang cukup fashionable berdiri dengan sedikit canggung dihadapan mereka.
"Yoochun hyung. Kesini saja" Ucap Kyuhyun memberi gesture pada Yoochun untuk duduk disampingnya. Yoochun hanya menurut dan duduk di sebelah Kyuhyun dengan gerakan canggung. Bagaimana tidak canggung. Penghuni taman ini melihat kedatangan Yoochun dengan tatapan intens. Walaupun ada beberapa orang yang dia kenal—Kyuhyun-Yunho-Junsu—dia tetap saja merasa aneh.
"Joongiiiiiiee... Changminnnn... Ayo kesini. Sudahi acara tak penting kalian itu!" Teriak Heechul pada Jaejoong dan Changmin yang tak capek-capek juga berlari dari tadi.
Changmin yang mendengarnya langsung memutar arah dan berlari sekuat tenaga kearah Heechul. Memeluk lengan Heechul dan membentuk wajah memelas yang seperti meminta pertolongan.
"Joongie, sudah! Jangan kejar Changmin lagi!" Ucap Heechul mengerti. Mengambil tissue yang ada di meja dan memberikannya pada Kyuhyun. Kyuhyun segera mengerti dan membasuh peluh Changmin dengan tissue tadi.
"Hehe^^" Changmin hanya nyengir melihat raut kesal dari Jaejoong yang tak berhasil menangkap Changmin.
"Jidat lebar. Apa yang kau lakukan disini!" Ucap Jaejoong melotot melihat Yoochun yang nampak menunduk sedikit. Memberi akses pada Kyuhyun mengelap peluh Changmin.
"Yah. Jangan memanggilku seperti itu. Kau tahu, kau satu-satunya orang yang mengatai jidatku. Kau tak tahu jidatku ini sangat berseni(?)?" Ucap Yoochun sedikit kesal. Please deh, jangan bawa-bawa jidat.
"Seni? Seni apa? Iya, seni lukis. Jidatmu bisa dijadikan kanvas" Ucap Jaejoong membuat Yoochun tambah jengkel.
"Yah—"
"Joongie! Kau ini membuatku meradang. Kau ingin ku kirim ke neraka? Kau sudah pesan tempat disana, hah?!" Ucap Heechul jengkel. Bahkan dirinya belum mengobrol dengan 'calon ipar'nya itu.
"Huwaaaa... Yunnie. Chullie hyung memarahiku" Jaejoong merajuk dan memeluk Yunho. Sedangkan Yunho hanya bisa bersabar melihat mata bulat Heechul yang melotot pada mereka berdua. Yunho akan melindungi Jaejoong dari apapun. Tapi, jika dengan Heechul. Yunho mikir-mikir dulu. Dia saja tak berani dari dulu dengan Heechul.
"Yoochun hyung ada apa kesini?" Tanya Junsu akhirnya.
"Mencarimu"
"Untuk apa?"
"Tadi umma mu menyuruhku kesini. Katanya tiap hari minggu kalian berkumpul. Aku disuruh bergabung"
"Oohh.." Ucap Junsu mengerti. "Memang kau tak ada acara? Kenapa mau saja disuruh Umma?" Ucap Junsu heran.
"Ani. Aku tak punya acara" Ucap Yoochun.
"Ahh, sebaiknya kita pergi sekarang~~" Ucap seseorang yang baru datang. Siwon terlihat sudah siap dengan kemeja barunya yang tadi sempat kotor terkena saus strawberry milik Jaejoong.
"Ah, apa Yoochun hyung akan ikut juga?" Tanya Changmin.
"Tentu. Yoochun-ah pasti mau. Iya kan?" Ucap Heechul manis. Dan hari itu Jaejoong bersumpah ingin sekali menyumpal mulut manis Heechul.
~! #%^*)_+
Yoochun lagi-lagi harus melongo. Dunia benar-benar serasa menghianatinya*lebbay amat*. Dia pikir hanya Changmin dan Yunho yang 'melenceng'. Ternyata, pria cantik bernama Heechul yang selalu membelanya ini tak jauh berbeda. Malah dia yang paling parah. Sudah bertunangan dengan namjachingunya—Siwon—ditambah sedari tadi Heechul tak puas-puas juga bermesraan dengan Siwon. Yoochun ingin membenturkan kepalanya di dashboard mobilnya saat ini, jika tidak mengingat malu terhadap keluarga Junsu lainnya.
Jadi apa sekarang? Mereka Quartet(?) Date? Eh? Apa yang kau pikirkan Yoochun PARK. Kau dan Junsu bukan sepasang kekasih. Aiishhh, seharusnya dia tadi menolak.
"Hmm, kita akan kemana dulu sebaiknya?" Ucap Heechul memecahkan keheningan yang sedari tercipta. Mereka pergi menggunakan 2 mobil. Yunho dan Jaejoong satu mobil bersama Changmin dan Kyuhyun. Sedangkan pasangan Sichul satu mobil bersama Yoosu. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan Yoochun dari tangan Jaejoong. Bisa-bisa Yoochun hanya tinggal nama jika satu mobil bersama Jaejoong.
"Hmm, terserah hyung saja. Aku kan hanya ikut-ikut saja" Ucap Junsu sambil menengok kebelakang—tempat Sichul duduk.
"Apa kita ke danau dulu, Baby? Ke tamannya nanti sore saja. Bukankah pesta kembang apinya malam hari?" Ucap Siwon menimpali.
"Ahh, kau benar Wonnie^^. Baiklah, kita kedanau dulu. Aku akan menghubungi Yunho" Ucap Heechul sambil mengambil ponselnya di celana bahan setutut miliknya.
"Sebaiknya hubungi Jaejoong atau Changmin. Yunho kan sedang mengendarai mobil"
"Ah, nee~~~"
Sedangkan Heechul menghubungi Jaejoong, Junsu mengalihkan matanya pada pria disampingnya yang sibuk menyetir—Yoochun. Yoochun terlihat serius dengan jalanan di depannya. Tak menghiraukan sama sekali obrolan singkat mengenai tujuan-kencan-kita-kali-ini.
Poros udara berputar pada pusat jagat. Menghantar angin semilir memenuhi rongga sekumpulan pemuda ini. Kaki mereka menginjak pada rerumputan danau yang nampak sunyi. Bagaimana tidak sunyi, danau ini terletak dibelakang hutan. Hanya orang kurang kerjaan yang rela menembus hutan terlebih dahulu untuk menikmati danau ini. Tapi, gila untuk kepuasaan mata tak apa-apa juga kan? Toh, pemandangannya juga tak kalah dengan pengorbanannya.
"Huwaaaaaaaaa~~ danaunya indah sekali~~" Ucap Yoochun yang sedari tadi sibuk membawa perlengkapan mereka—bersama SEME lainnya. Yoochun segera berlari dan meletakkan barang bawaannya sembarangan. Lalu, berlari menuju tepian danau. Merentangkan tangannya lebar-lebar bak burung yang siap terbang. Sejuk dan indah. Hanya dua kata itu yang ada di otak Yoochun.
"Hyaaaa hyung~~ Jangan norak gitu deh!" Ucap Kyuhyun kejam. Aneh juga melihat tingkah Yoochun yang sangat Cool itu sekarang seperti orang autis.
"Aiishh, diam kau Kyu! Disini benar-benar indah. Aku tak pernah melihat danau seindah ini" Ucap Yoochun tanpa menghilangkan senyum diwajah tampannya.
"Makanya hyung, jangan hanya pergi menggoda gadis-gadis saja. Pergilah ke tempat-tempat yang bermanfaat!" Ucap Changmin menimpali.
"Arra, arra" Ucap Yoochun malas.
"Ck, kau lihat sendiri kan Junsu. Dia lebih suka ke tempat gadis-gadis dari pada hal seperti ini" Ucap Jaejoong keras. Sengaja agar terdengar oleh Yoochun.
"Boo~~ Sudahlah. Nikmati saja piknik kita. Jangan kesal terus, nee~~" Ucap Yunho sambil mencubit pipi gembil Jaejoong. Jaejoong hanya manyun dengan tidak elitnya. Menimbulkan kekehan dari sang namjachingu.
"Jangan berekspresi seperti itu. Kau minta dicium, eoh? Lagian disini tak ada kamar, sayang" Ucap Yunho tersenyum pervert.
Pletak!
"Kau mau menghamili adikku sebelum menikah, eoh?!" Ucap Heechul murka.
"Cih, seperti kau tidak saja Heenim. Sudah berapa kali kau 'main' dengan Siwon seminggu ini?" Ucap Yunho meremehkan.
"Yak!"
"Aissh, hyungdeul jangan pada autis deh. Ayo cepet kerja-kerja!" Ucap Kyuhyun seenaknya dengan nada memerintah. Dia mengambil tikar yang ada di tangan Changmin dan mengembangkannya.
"Ya! Cho Kyuhyun!" Teriak Heechul, Jaejoong, dan Yunho bebarengan. Sedangkan yang diteriaki hanya tersenyum watados dan membentuk tanda 'V' ditangannya.
Mereka berdelapan menikmati suasana danau yang begitu tenang. Namun seperti biasa. Para pasangan tersebut memilih tempat masing-masing untuk berdua. Pasangan Sichul duduk di tempat yang lumayan jauh dari danau. Di bawah pohon-pohon yang berjejer rapi. Lumayan rimbun, sehingga tak cukup melihat mereka. Entah apa yang mereka lakukan di tempat tersembunyi itu. Kalian pikirkan saja sendiri :P.
Sedangkan pasangan Yunjae sedang berada diatas pohon(?) maple yang cukup besar. Pohonnya yang nampak merambat luas dan ranting yang banyak, membuat pohon tersebut sangat nyaman untuk dinaiki. Apalagi dengan daun rimbunnya yang masih hijau. Tak terlihat sama sekali bahwa pasangan Yunjae ada disana. Yunho sedang bersandar pada batang pohon yang besar, sedangkan Jaejoong duduk dihadapan Yunho. Sembari tangan Yunho memeluk erat perut Jaejoong dari belakang. Huah, sangat romantis.
Lain pasangan Yunjae dan Sichul yang memilih tempat tertutup. Pasangan hyperactive Minkyu hanya sedang tidur-tiduran di tempat pertama kali mereka mengelung tikar tadi. Kyuhyun sibuk memencet tombol PSP nya. Tidur dengan paha Changmin sebagai bantalannya. Menikmati lagu yang mengalun indah ditelinganya—headset yang dibagi Changmin berdua. Sekaligus menikmati tiap sentuhan lembut tangan besar Changmin dikepala Kyuhyun. Mengelus surai ikal itu dengan perlahan. Sedangkan Changmin juga menikmati alunan lagu yang terdengar dari headset yang ia bagi dengan Kyuhyun. Menikmati setiap jengkal wajah Kyuhyun yang membuatnya gila. Memandangnya saja sudah lebih dari cukup untuk Changmin. Haaah, pasangan evil ini tak kalah romantis ternyata.
Baiklah, mana couple utama kita? Oohh,, disana! Yoochun dan Junsu sedang berada di tepian danau. Tepat duduk diatas papan kayu yang menjadi jembatan di tepi danau. Yoochun melipat celananya hingga ke lutut dan menjulurkan kakinya ke air danau. Sedangkan Junsu duduk disebelah Yoochun. Menikmati tiap inci hasil karya Tuhan.
"Apa begini tiap saatnya?" Ucap Yoochun memecah keheningan antara mereka.
"Begini apa hyung?" Ucap Junsu tak mengerti.
"Yah begini. Kau selalu ikut mereka kan tiap minggunya? Mereka berpasangan, sedangkan kau sendiri. Apa kau tak risih sama sekali?" Ucap Yoochun bertanya dengan herannya. Apa Junsu tak merasa canggung harus menemani mareka pacaran?
"Ah, biasanya kami berkumpul bersama. Paling-paling hanya satu pasangan yang menghilang. Hari ini beda mungkin karena Yoochun hyung menemaniku^^" Ucap Junsu manis. Dia memberikan senyuman paling indah miliknya pada Yoochun yang menatap Junsu tanpa berkedip. Ada gempa kecil berskala 0,5 SR didada Yoochun. Getaran halus, menjalar dalam setiap aliran nadinya. Dan berlari menuju otak dan apa ini? Hatinya?
"O-oh, nee. Untung saja aku menemani Su-ie hari ini ya?" Ucap Yoochun canggung.
"Neee~~~ " Ucap Junsu semangat.
Yoochun tak pernah merasakan ini sebelumnya. Getaran yang membuatnya sesak namun terasa nyaman. Apa ini? Apa ini sebuah penyakit?
Cukup lama mereka menikmati saat-saat indah bersama pasangan masing-masing—kecuali Yoosu. Hari nampak sudah melewati terik surya. Sudah jam 3 sore. Mereka bergegas menuju taman sebagai tempat tujuan selanjutnya. Selama hampir 3 jam mereka berhasil sampai di taman. Jarak hutan dengan taman kota lumayan jauh.
"Haahh~~ untung pesta kembang apinya belum dimulai" Ucap Kyuhyun menghembuskan nafas lega.
"Yah, chagy. Kembnag apinya masih lama, sayang" Ucap Changmin gemas memeluk Kyuhyun dari samping. Sedangkan yang dipeluk hanya merunduk malu.
"Kheke~~ Yeoppoh" Ucap Changmin melihat reaksi manis yang di perlihatkan Kyuhyun.
"Nah, kita punya waktu dua jam sebelum kembang api. Apa kita menjelajahi wahana dulu?" Tanya Siwon.
"Neee~~" Jawab semuanya kompak.
"Baiklah, kita berpisah. Dua jam lagi kita bertemu disini saat kembang api, otte?"
"Nee~~~"
"Mwo? Hyung, kita tak pergi bersama-sama" Tanya Junsu heran.
"Ani Su-ie sayang. Kalau pergi bersama-sama nanti ribet. Kalian naiki wahana yang di inginkan. Itu akan menghemat waktu" Ucap Yunho bijak.
"Oohh" Ucap Junsu mengerti. " Lalu aku dengan siapa?" Tanya Junsu lagi.
"Aigoo Su-ie. Tentu saja kau dengan Yoochun" Ucap Heechul gemas dan mencubit pipi Junsu. Heran juga melihat dongsaeng polosnya ini.
"Aniya, Junsu ikut denganku dan Yunho saja!" Ucap Jaejoong keras. Membuat elang Yunho membulat.
"Yak chagy. Aku kan ingin berduaan denganmu" Ucap Yunho tak terima.
"Mwo? Jadi kau tidak mau Junsu ikut. Junsu itu adikku. Kau menganggap Junsu pengganggu Yunnie?" Ucap Jaejoong kesal. Matanya mendelik marah pada Yunho yag terlihat gelagapan.
"Bukan. Bukan begitu maksudnya"
"Apanya—"
"Sudahlah hyung. Aku pergi dulu" Ucap Junsu melerai pasangan yang akan bertengkar itu. Junsu mengamit lengan Yoochun dan menghilang bersamaan dengan pengunjung taman lainnya. Meninggalkan pasangan lainnya yang masih melihat kearah menghilangnya Yoosu.
"Sejak kapan sih Su-ie hyung berani megang-megang gitu?" Ucap Changmin.
"Sejak tadi" Timpal Kyuhyun.
Entah apa saja yang dilakukan pasangan Sichul, Yunjae dan Minkyu. Mungkin mereka bersenang-senang. Hal ini juga yang dilakukan pasangan Yoosu. Mereka tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Mereka memainkan semua wahana yang ada.
Yoochun juga harus rela naik roller coaster untuk menemani Junsu. Takut Junsu kenapa-napa atau di goda pria mesum yang ada disini. Dan hasilnya, Yoochun harus cepat-cepat ke toilet karena merasa perutnya mual. Yoochun bahkan mengeluarkan semua isi perutnya karena terus-terusan muntah. Sedangkan Junsu memasang wajah bersalah karena Yoochun menjadi mabuk begitu.
"Hyung, harusnya kau bilang kau takut tinggi" Ucap Junsu sambil mengusap-ngusap pelan bahu Yoochun dan menyerahkan sebotol air mineral.
"Gwenchana. Aku tak mungkin membiarkanmu sendirian naik benda mengerikan itu" Ucap Yoochun sembari memperlihatkan wajah baik-baik saja agar Junsu tak merasa khawatir.
"Mianhae" Ucap Junsu menyesal.
"Aishh, sudahlah. Dari tadi kau minta maaf terus. Kau tak capek? Aku saja capek mendengarnya" Ucap Yoochun sedikit bercanda.
"Mianhae.."
"Yak! Berhenti bicara 'mianhae' Su-ie"
"Ah, ne hyung. Mianhae, mianhae" Ucap Junsu sambil membungkuk berulang kali.
"Aishhh.." Yoochun Cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah Junsu yang sedari tadi minta maaf terus padanya.
"Kembang apinya sebentar lagi dimulai. Ayo kita ketempat yang lainnya" Ucap Yoochun berdiri dan mengulurkan tangannya pada Junsu. Berharap pemuda imut itu menyambut uluran tangannya.
"Ne~~" Ucap Junsu dan mnenyambut uluran tanga Yoochun. Yoochun segera menggenggam tangan Junsu kuat. Takut kehilangan Junsu ditengah pengunjung taman yang semakin ramai saja.
Mereka berjalan dengan hening. Yoochun sibuk melihat-lihat sekeliling taman. Sedangkan Junsu masih menunduk dan memegang dadanya dengan tangan lainnya yang bebas dari genggaman tangan Yoochun.
Yoochun melihat kembang gula yang di jual dekat bangku taman. Ia berpikir untuk membelikannya untuk Junsu. Perlahan tangannya melepas genggamannya pada tangan Junsu tanpa disadari Junsu yang masih sibuk melamun. Yoochun tergesa menuju penjual kembang gula itu dan memesan dua buah untuk dirinya dan Junsu. Setelah mendapatkannya, Yoochun segera berbalik. Namun, matanya melotot saat tak mendapati Junsu dibelakangnya.
"Su-ie. Aishh, kemana dia?" Ucap Yoochun. Dia segera berjalan sedikit tergesa untuk mencari keberadaan Junsu. Bisa-bisa Junsu tersesat. Walaupun itu tidak mungkin, mengingat Junsu yang sudah besar. Namun, rasa khawatir masih menyelimuti pikiran Yoochun. Sedang sibuk-sibuknya mencari. Sebuah suara menginterupsi kegiatan Yoochun.
"Oppaa~~~" Ucap suara manja seorang wanita dan berlari kecil mendekati Yoochun. Yoochun berbalik dan mendapati salah satu yeojachingunya tersenyum manis padanya.
"Stephanie?" Ucap Yoochun memastikan.
"Oppa, bogoshipoyo~~" Ucap gadis tadi dan dengan segera memeluk Yoochun. Yoochun yang dipeluk tiba-tiba hanya bisa menyenderkan kepalanya membalas pelukan kekasihnya. Mengingat tangannya masih memegang dua buah kembang gula. Yoochun tersenyum.
"Nado bogoshipo..^^"
Junsu kewalahan mencari keberadaan Yoochun. Dia merutuki dirinya sendiri yang tak sadar bahwa Yoochun tak ada lagi disampingnya. Ia masih sibuk melamun jika saja tak ada orang yang menabrak bahu Junsu tadi. Yang membuatnya sadar dari lamunannya.
"Yoochun hyung mana sih?" Ucap Junsu frustasi.
Sesaaat Junsu seperti melihat siluet tubuh Yoochun yang sedang memegang dua buah gulali. Junsu segera menyusul Yoochun. Saat hendak memanggil nama Yoochun, teriakan Junsu di dahului oleh seorang gadis. Gasdis blasteran itu berlari kecil dan sedikit bicara dengan Yoochun dan memeluk tubuh Yoochun.
Deg!
Appo! Neomu appayo! Hati Junsu tercekik dengan pedang kasat mata. Yoochun nampak membalas pelukan gadis tadi dengan menyandarkan kepalanya pada bahu sang gadis. Yoochun juga tersenyum dengan bahagia.
Pess!
Ctar!
Duaar!
Bersamaan dengan rasa sakit yang dilihatnya. Langit malam itu bersinar dengan terangnya karena kembang api yang merajai sang malam. Junsu meringis. Sakit. Sangat sakit. Hatinya bagai kembang api yang hancur dilangit malam.
Junsu berbalik. Berlari dengan sekuat tenaga. Menyetop taksi dan menyuruh sopir mengantar ke alamat rumahnya. Junsu ingin lari. Dia ingin berteriak. Dia ingin menangis. Dan malam itu. Sang sopir taksi menjadi saksi bisu tangisan pertama yang keluar dari mulut Junsu terhadap Yoochun.
.
.
.
TBC
.
.
Gomawo yang udah review ini. mian karena lama update nya :'(
.
.
Thanks To "
| Revita Kuzo | Oryzasativa | Guest(1) | CassieCiel | VoldeMIN vs KYUtie | Guest(2) | amai | Namechabonggoon |
.
.
Review ne ^^
