My Evil Prince

Pairing : KyuHae / WonHyuk

Rating : T

Warning : Genderswitch, Gaje, Typo, OOC

Don't like don't read, no flame

Selamat membaca…..

Seorang gadis cantik tampak menaiki taxi dari bandara. 'Wah tidak terasa sudah 4 tahun aku tidak pulang, bagaimana keadaan Kyunnie ya? Aku rindu padanya' batin sang gadis cantik yang sedang berada didalam taxi menuju kediaman seseorang yang begitu ia rindukan.

TING TONG

Ditekannya bel rumah yang telah puluhan tahun berdiri angkuh dihadapannya. Tak berapa lama pintu yang menjadi penghalang itu terbuka dan menampilkan sesosok wanita paruh baya yang tetep cantik diusianya kini.

"Annyeong Cho ahjumma, lama tak bertemu, bagimana kabar ahjumma?" sapa ceria sang gadis cantik dengan senyum menawannya sehingga memperlihatkan gigi kelinci yang begitu manis.

Sang wanita paruh baya yang kita ketahui sebagai Mrs. Cho, ibunda dari Kyuhyun itu tidak langsung menjawab sapaan sang gadis. "Nugu?" tanya Mrs. Cho merasa tak mengenal gadis dihadapannya kini.

"Ini aku ahjumma" ucap sang gadis seraya membuka kacamata hitammya "Lee Sungmin" lanjut gadis cantik itu.

"Ommo. Benar kau Lee Sungmin, Minnie?" tanya Mrs. Cho guna meyakini apakah dia benar benar Lee Sungmin yang ia kenal.

"Iya ini aku ahjumma, Minnie" jawab sang gadis yang langsung menghambur ke pelukan Mrs. Cho. " Neomu bogoshipo" lanjutnya.

"Nado bogoshipo Minnie." Ucap Mrs. Cho membalas pelukan Sungmin.

"Ayo masuk" ajak Mrs. Cho

"Kyunnie kemana ahjumma?" tanya Sungmin yang telah mendudukan dirinya di sofa ruang tengah kediaman keluarga Cho.

"Dia sedang pergi bersama temannya" jawab Mrs Cho sambil menyuguhkan minuman dan beberapa makanan kecil.

"oh" hanya itu yang dikatakan Sungmin sebagai tanggapan dari pernyataan Mrs. Cho barusan. Mereka mulai berbincang bincang guna menghilangkan rindu. Hingga tak lama kemudian terdengar suara yang begitu familiar ditelinga wanita yang sedang berbincang tadi.

"Aku pulang" sapa sang suara ketika memasuki kediaman keluarga Cho.

"Nah itu pasti bocah nakal itu" tebak Mrs. Cho

Sungmin hanya tersenyum mendengar tutur Mrs. Cho

"Eomma aku lapar….." ucap suara tadi yang sudah bisa kita pastikan siapa pemiliki sang suara. Ya benar, tokoh utama kita Cho Kyuhyun.

Kyuhyun mulai memasuki ruang tengah hingga tiba tiba

"KYUNNIEEE… JEONGMAL BOGOSHIPO…" seru girang Sungmin yang berlari menghampiri Kyuhyun dan menerjangnya, yang mengakibatkan tubuh Kyuhyun oleng karena mendapat serangan tiba tiba. Untung saja refleknya yang bisa dikatakan cukup bagus sehingga tidak membuatnya sampai jatuh. Apa jadinya klo sampai ia terhatuh hanya gara gara mendapat pelukan dari seorang gadis. Akh tidak tidak, bisa bisa repurtasi nya sebagai seorang pria sejati luntur. *apa coba?*

"YA apa apaan kau? Tiba tiba memelukku, lagi pula siapa kau?" kesal Kyuhyun dan berusaha melepaskan diri dari pelukkan Sungmin.

"Ini aku Kyunnie, Lee Sungmin, Minnie mu" jawab ceria Sungmin.

"Lee Sungmin? Minnie? Nugu? Sepertinya aku tidak mengenal orang bernama Lee Sungmin atau Minnie" ucap Kyuhyun yang sudah terlepas dari pelukan Sungmin.

Sungmin tersentak mendengar jawaban Kyuhyun, apa benar Kyuhyun sudah melupakannya.

"Kyu, dia ini Sungmin, apa kau lupa" ucap Mrs. Cho guna membantu Kyuhyun mengingat Sungmin.

"Anni eomma, aku tidak pernah mau mengingat orang yang bisa melupakan begitu saja orang yang dia bilang begitu sayangi. Pergi dan tidak pernah memberi kabar apa apa" ucap datar Kyuhyun menjawab Mrs. Cho dan tetap tatapannya menuju lurus Sungmin.

"Kyunnie, maaf" lirih Sungmin, "Bukannya aku sengaja tidak memberimu kabar, tapi keadaan yang membuatku seperti ini. Kamu pasti sudah tau kan apa yang kukerjakan disana. Untuk istirahat pun sulit." Lanjut Sungmin seraya menundukkan kepalanya.

"Itu bukan alasan" sinis Kyuhyun.

Sungmin yang mendengar kata kata singkat Kyuhyun tapi benar benar menusuk itu mulai terisak. "Hiks.. maaf Kyu, maafkan aku Kyunnie… hiks" pecah sudah pertahanan Sungmin. Sungguh dia merasa sedih dan besalah pada Kyuhyun.

Kyuhyun yang tak tega melihat Sungmin menangis akhirnya perlahan menghampiri Sungmin yang masih menundukkan kepalanya. Diulurkan tangannya demi meraih tubuh gemetar Sungmin, menariknya ke dalam pelukannnya.

"Maaf, aku hanya bercanda. Nado bogoshipo Minnie noona" ucap Kyuhyun dengan tangannya yang mengelus lembut punggung Sungmin.

"Huweeeee… kamu jahat Kyunnie, jahat jahat" semakin kencang saja tangisan Sungmin di dalam dekapan Kyuhyun. Dipukulya bekali kali bahu Kyuhyun. Dia sangat kesal telah dikerjai Kyuhyun dan juga merasa lega karena Kyuhyun tidak benar benar marah padanya.

"Aku pikir kamu benar benar marah pada ku… hiks" ucap Sungmin di dada Kyuhyun.

"Hahaha mana mungkin aku bisa marah pada mu noona" tawa Kyuhyun yang masih memeluk Sungmin.

"Nah sekarang ceritakan pengalamanmu selama di Paris" Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menarik Sungmin untuk duduk di sampingnya.

Mrs. Cho tersenyum melihat keakraban anak muda tersebut.

.

.

.

.

Keesokan harinya, Sekolah.

"Hae nanti pulang sekolah antarkan aku ke Toko Shim's Cake ya, aku ingin mengambil pesanan kue eomma ku" pinta Hyukkie pada sahabatnya, Donghae.

"Eh? Biasanya kau akan minta antar Siwon oppa" tanggap Donghae.

"Hari ini dia ada latihan basket, jadi tidak bisa. Ayolah Hae antarkan aku eoh" pinta Hukkie memelas.

"Ah, baiklah" jawab Donghae.

Bel tanda berakhirnya pelajaran pun telah berdering, para siswa sudah berhamburan keluar kelas.

Kyuhyun berjalan menghampiri sang kekasih yang terlihat masih merapikan buku buku pelajarannya. "Chagi, sudah selesai? Ayo kita pulang" ajak mereka memang selalu pulang bersama kan.

"Ehm, Kyunnie hari ini aku tidak bisa pulang denganmu" ucap Donghae berdiri dihadapan Kyuhyun.

"Eh kenapa? Kamu dijemput Yesung Hyung?" tanya Kyuhyun sambil mengelus rambut Donghae.

Donghae menggeleng. "Aku mau menemani Hyukkie mengambil pesanan kue eommanya" jawab ragu Donghae. Dia takut tidak diizinkan oleh Kyuhyun. Ya terkadang Kyuhyun memang melarangnya pergi kemana mana tanpa Kyuhyun disampingnya. Overprotective kah? Ya memang bisa dikatakan seperti itu. Mana mau Kyuhyun membiarkan kekasih manis dan menggodanya itu pergi kemana mana tanpanya, bisa bisa banyak serigala yang ingin melahap kekasihnya ini. Tidak akan pernah.

"Biasanya kan Siwon hyung yang akan menemani Hyukkie noona kemana mana" ucap Kyuhyun.

"Siwon oppa sedang ada latihan basket, ayolah Kyunnie, kasian kan klo Hyukkie pergi sendiri" ucap Donghae dengan mengeluarkan jurus puppy eyesnya. Donghae tau seberapa overprotective nya Kyuhyun.

Sebenarnya Kyuhyun ingin melarang Donghae, tapi klo Donghae sudah mengeluarkan jurus andalannya itu, Seorang Cho Kyuhyun mana mungkin sanggup menolakknya.

'Ah kenapa dia memasang wajah seperti itu sih? Minta dimakan eoh' mulai pikiran kotor Kyuhyun berjelajah.

"Kyunnie.. boleh ya ya ya" ucap manja Donghae karna tak kunjung mendapatkan jawaban Kyuhyun.

"Baiklah, kamu boleh pergi chagi, Tapi ada syaratnya" seringai Kyuhyun mulai mengembang.

Donghae yang sebelumnya tersenyum senang, kembali senyumnya pudar mendengar ada syarat yang kan di ajuan Kyuhyun.

"A.. Apa" ragu Donghae.

"Ini" ucap Kyuhyun yang dengan cepat menarik Donghae dan menabrakkan bibirnya ke bibir manis Donghae. Mengecup, menjilat dan melumat.

Tak berapa lama pertemuan bibir itu berakhir, mengakibatkan sang gadis merona hebat.

"Kyunniee… kau ini. Ini dikelas, klo sampai ada yang melihat bagaimana?" protes Donghae. Terkadang dia merasa kesal juga dengan sikap Kyuhyun yang suka seenaknya menciumnya dimana pun tak pendang tempat.

"Tenang saja, walaupun ada yang melihat. Mereka tidak akan berani melalukakan apa apa. Kecuali mereka ingin bertemu raja neraka" kekeh Kyuhyun. Jangan pernah mengusik seorang Cho Kyuhyun jika masih ingin hidup tenang.

"Isk, dasar evil" Donghae memukul pelan dada bidang Kyuhyun.

"Hae…. Ayo kita berangkat" seru Hyukkie dia ambang pintu, karena tadi dia pergi menemui Siwon dulu.

"Kyunnie, aku pergi dulu ne" pamit Donghae dan tak lupa dengan senyum bak malaikatnya.

"Hati hati eoh" pesan Kyuhyun yang kemudian mencium kening Donghae.

"Hyukkie noona jaga Hae noona eoh! Awas saja klo sampai sehelai ramput pun menghilang dari Hae noona. Jangan harap bisa melihat mentari untuk sekian kalinya" pesan Kyuhyun atau lebih tepatnya ancaman.

"Ishk, iya iya aku akan menjaga kekasih tercintamu ini evil" jawab kesal Hyukkie.

"Sudah sudah, ayo kita berangkat Hyuk" Donghae menarik tangan Hyukkie keluar kelas. Bisa gawat klo mereka tetap dibiarkan bersama dalam kurun waktu lama.

"Cih, berani sekali dia mengancamku. Begini begini kan aku lebih tua darinya" gerutu Hyukkie yang sudah berjalan menjauhi kelas.

Dan Donghae hanya tersenyum mendengar gerutuan Hyukkie.

"Aku heran pada mu Hae, bagaimana bisa kau mau pacaran dengan bocah evil itu?" tanya Hyukkie.

"ehmm kenapa ya?" Donghae memasang pose berfikir, "Mungkin karena dia evil" lanjut Donghae sambil terkekeh.

"Hah? Aku meragukan kewarasanmu Hae" ucap Hyukkie

"YAK HYUKKIE NOONA AKU MENDENGAR MU, BERANI KAU MENGHASUT HAE NOONA, TAU AKIBATNYA KAU" teriak Kyuhyun. Haah, ternyata telinga Kyuhyun sangat peka terhadap hal hal seperti ini.

Hyukkie yang mendengar teriakan Kyuhyun pun menarik tangan Donghae berlari menjauhi sekolah. Dia masih ingin menikmati masa mudanya dan tak ingin mati diusia semuda ini.

.

.

.

.

'Huh, menyebalkan! Menemani ibu ibu berbelanja memang menyusahkan. Padahal sudah hampir 2 jam kami berbelanja, tapi kenapa belum juga selesai sih' gerutu Kyuhyun yang tengah mengantar ibu tercinta belanja.

"Eomma apa masih lama? Aku capek" rengek Kyuhyun.

"Iya iya ini sudah selesai, kamu ini seorang namja masa kerjaannya mengeluh terus" cibir Mrs. Cho.

"Bagaimana aku tidak mengeluh, sudah 2 jam eomma berbelanja tapi belum selesai selesai juga. Dan apa ini? Kenapa membeli sebanyak ini? Emang eomma mau membuat pesta 7 hari 7 malam eoh?" kesal Kyuhyun seraya menujuk tumpukan belanjaan sang eomma.

"Sudahlah, ayo kita bayar belanjaan kita" Mrs. Cho malas kalau harus meladeni putra semata wayangnya ini.

"Belanjaan eomma" ralat Kyuhyun.

Setelah membayar semua belanjaan eomma Kyuhyun, mereka berjalan menuju mobil yang diparkirkan di sebelah gedung supermarket tersebut.

"Ah, Kyu! Eomma melupakan sesuatu. Kamu tunggu disini sebenar ne" seru Mrs. Cho berjalan kembali masuk ke supermartket tadi.

Kyuhyun menunggu sang eomma di depan supermarket. Tapi tidak berapa lama dia melihat Sungmin yang berlari ke arahnya tergesa gesa seperti seorang maling yang tertangkap basah sedang menjalankan aksinya.

BUGH

Sungmin menerjang Kyuhyun, menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun. "Akh, noona kau ini kenapa sih?" ucap Kyuhyun seraya berusaha melepaskan pelukkan Sungmin.

Tapi bukannya melepaskan pelukkannya, Sungmin malah semakin erat memeluk Kyuhyun dan semakin menenggelamkan wajahnya didada Kyuhyun.

"Kyunnie..hah.. tolong aku, aku sedang dikejar kejar.. hah.." ucap Sungmin sambil mengatur nafasnya.

Kyuhyun memang melihat segerombol orang berlari dari arah Sungmin tadi. Secara reflek Kyuhyun menutup wajah Sungmin dengan jaket bagian depan yang dikenakannya. Jika dilihat sekilas mereka seperti sedang berpelukkan erat sekali. Dan sialnya hal itulah yang ditangkap oleh retina Donghae dan Hyukkie yang memang kebetulan sedang melintasi jalan tersebut.

"Hae bukankah itu Kyuhyun" ucap Hyukkie menunjuk kearah namja yang diperkirakan sebagai Kyuhyun.

Perkataan Hyukkie berhasil menghentikan langkah Donghae, yang menyebabkan iris matanya beralih kearah yang ditujukkan Hyukkie. Seperti tertusuk pedang panas, secara reflek ia memegangi dadanya yang tiba tiba terasa perih ketika melihat Kyuhyun berpelukan dengan seorang gadis, di tempat umum pula.

"Kyunniee…" lirih Donghae, lalu berlari meninggalkan tempat kejadian dengan berlinang air mata, tanpa memperdulikan Hyukkie yang terus menerus memanggilnya.

Setelah gerombolan orang yang mengejar Sungmin menghilang. Sungmin sedikit menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun. "Terimakasih" ucapnya tersenyum.

"Sebenarnya mereka siapa?" Kyuhyun penasaran sekali bagaimana bisa Sungmin dikejar kejar seperti tadi.

"Mungkin fans ku, hehehe" cengir Sungmin.

"Cih, sok artis" cibir Kyuhyun, percuma tadi ia sempat merasa khawatir.

.

.

.

.

Kediaman Keluaga Lee

BLAAAAM

Donghae membanting pintu kamarnya. Dijatuhkan tubuhnya ke tempat tidur dan tak memperdulikan panggilan ibunya yang terus mengetuk pintu.

"Hiks… Hiks.. kamu jahat Kyunniee…jahat" parau Donghae sambil memukul mukul bantal berbentuk nemo pemberian Kyuhyun.

" Aku benci padamu Cho Kyuhyun" Donghae terus menangis hingga terlelap, mungkin dia merasa lelah karena terus menangis.

.

.

.

.

Haripun telah berganti, dimulai dengan terbitnya matahari, dan kicauan burung turut gembira menyambut hari yang baru. Tapi tidak dengan seorang gadis yang masih menyembunyikan bola mata indahnya. Masih dengan menggunakan seragam lengkap yang kemarin ia gunakan.

"Eunnnggh.." perlahan sang gadis membuka kelopak matanya. Jika diperhatikan masih tersisa jejak jejak air mata di kedua pipi mulusnya. 'akh kepalaku pusing' ringis Donghae sang gadis memegangi kepalanya yang sedikit pening.

Dengan gontai dilangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Berharap mandi dapat membantunya menjadi lebih baik. Tapi ternyata harapannya sia sia saja. Mandi tidak begitu berpengaruh. Donghae masih terlihat kacau dengan wajahnya biasanya berwarna merah jambu berseri kini menjadi pucat. Bibir merah marunnya bergantu dengan warna putih pucat. Dan mata yang sedikit bengkak.

Dengan keadaan yang kurang sedap dipandang, Donghae berangkat ke sekolah. Sebenarnya saat di rumah kedua orang tua dan kakaknya melarang Donghae pergi sekolah, Karena mereka merasa sangat khawatir. Bagaimana tidak khawatir melihat keadaan Donghae seperti sekarang, Tapi Donghae tetap bersikeras untuk sekolah. Setelah mengalami perdebatan yang cukup panjang akhirnya Donghae diizinkan berangkat sekolah.

.

.

.

.

Kelas 2A

Donghae memasuki kelasnya dengan langkah tak bersemangat. Dan itu tentu saja membuat Hyukkie menjadi khawatir begitupula Siwon yang sedang berada di kelas mereka.

Tapi Donghae tidak memperdulikan mereka, dia terus berjalan menuju mejanya dan menengelamkan kepalanya disana.

Tadinya Hyukkie ingin menghampiri Donghae tapi ditahan Siwon, 'Dia butuh waktu sendiri' itulah yang dikatakan Siwon, Siwon sudah tau semuanya karena Hyukkie sudah memberitahunya tadi.

"Pagiii…." Kyuhyun memasuki kelas, bukannya sapaan balik yang terimanya melainkan tatapan mengintimidasi dari pasangan WonHyuk.

'Kenapa mereka?' batin Kyuhyun. Tak memperdulikan pasangan WonHyuk, Kyuhyun berjalan menghampiri Donghae. Ditepuknya lembut bahu Donghae yang membuat Donghae menegakkan tubuhnya.

"OMMO chagi, wajahmu pucat, kau sakit sayang?" seru khawatir Kyuhyun dengan tangannya yang menelusuri wajah pucat Donghae.

"Lepaskan" Ditepisnya lengan Kyuhyun dari wajahnya.

"Kamu kenapa sayang?" Kyuhyun bingung dengan keadaan Donghae saat ini.

"Tidak usah perdulikan aku" jawab Donghae tanpa ekspresi yang kemudian berlari keluar kelas.

Kyuhyun berniat mengejar Donghae tapi langkahnya terhenti karena dihadang Siwon.

"YA hyung menyingkirlah, aku ingin mengejar Donghae" kesal Kyuhyun.

"Untuk apa kau mengejarnya? Kau tidak berhak mengejarnya" sinis Hyukkie.

"Apa maksudmu? Aku berhak untuk hal itu, karena dia yeojachinguku" jawab Kyuhyun yang mulai meninggikan frekuensi suaranya.

"Yeojachingu? Ah ternyata kau masih ingat rupanya, jika Donghae adalah yeojachingumu" cibir Hyukkie.

"Sebenarnya maksud noona apa? Aku tidak mengerti" Kyuhyun benar benar tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.

"Kau masih bertanya? Pikirkan sendiri" ucap Hyukkie meremehkan.

Kyuhyun tidak punya waktu untuk main tebak tebakan sekarang. Dia harus mengejar Donghae. Didorongnya tubuh Siwon hingga akhirnya dia terlepas dari WonHyuk.

Kyuhyun berlari dan terus berlari mencari keberadaan sang kekasih. Kantin, perpustakaan, lapangan, aula, kelas kelas, hingga atap sekolah sudah dia telusuri tapi belum juga menemukan Donghae. Ah Kyuhyun ingat satu tempat yang belum ia telusuri 'taman belakang sekolan'.

'Hiks… hiks… hiks… ' terdengar isakan tangis seorang gadis di bawah pohon taman belakang SMA Sapphire.

Duk Duk Duk

'Sakit, disini sangat sakit' parau Donghae dengan menepuk nepuk dadanya yang terasa sangat nyeri. Donghae terus menangis sambil memeluk kedua lututnya.

"DONGHAE" sebuah suara yang cukup keras membuat Donghae kembali menolehkan pandangannya ke sumber suara.

Donghae sedikit menyipitkan matanya karena pandangannya terhalang oleh linangan airmatanya sendiri.

Akhirnya terlihat Kyuhyun yang berlari menghampirinya dengan nafas terengah engah.

Donghae berniat melarikan diri kembali, tapi gerakan Kyuhyun lebih cepat dari nya. Kyuhyun mencengkram pergelangan tangan Donghae, menariknya hingga kini saling berhadapan. Kyuhyun perlu tau apa yang terjadi sebenarnya.

"Sebenarnya kamu kenapa chagi?" tanya Kyuhyun selembut mungkin.

"Lepaskan" Donghae tidak ingin menjawab apapun, yang diinginkannya hanya pergi dari hadapan Kyuhyun. Hatinya sangat sakit ketika melihat Kyuhyun. Mengingatkannya kembali pada kejadian kemarin sore.

"Tidak sebelum kamu menjelaskan semuanya Hae, ada apa?" Kyuhyun masih berucap dengan suara lembutnya.

"Aku membencimu Kyu. AKU MEMBENCIMU CHO KYUHYUN" teriak Donghae dengan airmata yang terus mengalir deras di kedua pipinya.

Kyuhyun tersentak, seakan terpanah tepat dijantungnya. Sakit, sangat sakit ketika kau mendengar bahwa orang yang begitu kau cintai mengucapkan kata benci pada mu. Itulah yang juga dirasakan Kyuhyun saat ini.

"Apa maksudmu chagi?" Kyuhyun masih berusaha melembutkan suaranya.

"Jika memang kamu sudah tidak mencintaiku katakan" parau Donghae

"Jika kamu sudah bosan padaku juga seharusnya kamu katakana seseungguhnya pada ku Kyu, tidak dengan cara seperti ini" kembali Donghae berucap tanpa membiarkan Kyuhyun membela diri.

"Salah, kau salah Hae, aku begitu sangat mencintaimu sampai kapanpun" bela Kyuhyun seraya memegang kedua bahu Donghae.

"Mungkin aku yang terlalu bodoh. Mana mungkin orang sepintar dan sehebatmu mau mencintai gadis seperti aku. Sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini" lirih Donghae.

"LEE DONGHAE, APA YANG KAU KATAKAN HAH? MENGAKHIRI HUBUNGAN? TIDAK AKAN PERNAH" habis sudah kesabaran Kyuhyun, tanpa sengaja hal itu membuat Kyuhyun mencengram erat bahu Donghae. Sehingga membuat Donghae meringis kesakitan.

"Maaf" sesal Kyuhyun yang telah kembali menguasai emosinya.

"Bahkan kau sekarang sudah bisa berteriak dan menyakitiku, bukankah itu bukti kau sudah tidak mencintaiku" Donghae tersenyum, tapi bukan senyum yang melambangkan kebahagiaan, melainkan senyum yang sarat akan kesedihan dan kekecewaan.

"Aku sangat mencintaimu Hae.. sungguh.. percayalah aku sangat sangat mencintaimu. Kau adalah jantungku Hae. Aku bisa mati tanpamu" ucap Kyuhyun seraya mengelus permukaan wajah Donghae lembut.

Ditepisnya tangan Kyuhyun. "Kalau kau memang mencintaiku, tapi KENAPA KAU BISA BERSELINGKUH?" Donghae sudah tidak tahan lagi, kepalanya menjadi semakin sakit sekarang.

Dengan sisa tenaganya dia berhasil melepaskan diri dari cengkraman Kyuhyun. Tapi lama kelamaan pandangannya menjadi buram hingga akhirnya semua menghiam.

"LEE DONGHAE….." itulah kata kata yang terkhir Donghae dengar sebelum tubuhnya menghantam bumi.

T B C

Terlalu mendramatisir kah?

Atau terlalu sinetron banget?

Aku juga tau kalau ni cerita udah pasaran banget, tapi inilah yang ada di imajinasi saya

Oia saya mau curhat sebentar ya

Mungkin mulai sekarang saya kurang bisa buat update cepet, soalnya sebentar lagi saya ujian dan ngurusin PKL yang membuat saya harus lebih focus buat belajar *sok rajin banget*

Tolong doanya ya ^^

Dan aku sangat berterima kasih pada semua Readers yang telah membaca dan mereview ni FF *maaf ga bisa nyebutin satu satu*

Kalian lah energy saya yang membuat saya menjadi semangat menulis ^^

Dan juga untuk SR.. aku tetap berterimakasih karena kalian telah bersedia membaca FF saya.

I LOVE YOU ALL…..